Beranda blog Halaman 596

Gelar Safari Kesehatan, Pemkab Sasar Desa Terpencil

Bupati Depri Pontoh saat memberi sambutan pada kegiatan pelayanan kesehatan gratis di Desa Tanjung Sidupa.

ZONA BOLMUT — Sejumlah desa yang ada di wilayah terpencil menjadi sasaran safari kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Kamis (25/1), Bupati Depri Pontoh datang bersama instansi terkait ke Desa Tanjung Sidupa dan memberi pelayanan kesehatan secara gratis.

“Ada beberapa kegiatan yang dilakanakan, seperti penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, pelayanan KB dan lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Jusnan C Mokoginta MARS.

Diterangkannya, kegiatan tersebut akan digilir di semua kecamatan dengan desa tujuan meliputi Desa Busato, Tanjung Sidupa, Solo, Sokoputa, Kampung Goyo, Biontong II, Mome, Huntuk, Pangkusa, Suka Makmur, Sidodadi dan Apeng Sembeka.

“Semuanya masuk kategori terpencil, perbatasan dan kepulauan. Sasaran utamanya masyarakat kurang mampu. Kita harap kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Depri Pontoh, mengungkapkan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang tinggal di wilayah yang jauh dari ibukota kabupaten dan kecamatan.

“Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah,” kata bupati.

Pada kesempatan itu, bupati juga meminta kepada instansi terkait untuk menjadikan kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil sebagai ruitinitas setiap bulan. Hal itu katanya penting dilakukan sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

“Datangi secara rutin. Utamakan mereka yang benar-benar kurang mampu dan beri pelayanan secara gratis, agar bisa mendapatkan hak untuk hidup sehat,” ujar bupati. (fsa/trz)

Pemkot Siap Sambut Kedatangan MenPAN-RB dan Mentan

ahmad yani umar

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) siap menyambut kedatangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur  dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Kamis (25/1), Walikota Tatong Bara bersama jajarannya melaksanakan rapat persiapan penyambutan kedatangan dua menteri kabinet kerja tersebut.

“Tadi sudah rapat di rudis terkait persiapan penyambutan kedatangan menteri. Pada intinya, kita sudah dan sangat siap,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ahmad Yani Umar.

Kunjungan MenPAN-RB ke Kota Kotamobagu adalah untuk me-launching e-Government serta mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, sekaligus meninjau sejumlah aplikasi layanan publik yang ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti SiCaCa milik Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Si Jempol milik Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan lainnya. Sedangkan kunjungan Menteri Pertanian adalah untuk pengembangan pertanian termasuk melihat kesiapan alat mesin pertanian dan fasilitas penunjang lainnya yang dimiliki kelompok tani.

“Agenda MenPAN-RB pada Tanggal 4 sampai 5 Februari. Kemudian Tanggal 6 dan 7 adalah Menteri Pertanian yang juga akan berkunjung ke Kabupaten Bolmong,” terangnya. (ads/gito)

Awasi Penggunaan Dana Desa

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara meminta semua elemen masyarakat ikut terlibat dalam mengawasi dana desa yang ada di desa masing-masing. Hal ini disampaikan walikota saat meresmikan sarana dan prasarana fisik Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (22/1).

Menurut walikota, dana desa diberikan pemerintah untuk percepatan pembangunan di dalam desa. Anggaran yang diterima setiap desa katanya cukup besar sehingga perlu ada pengawasan ketat dari semua pihak. “Masyarakat harus ikut mengawasinya. Anggarannya cukup besar untuk pembangunan dan pemanfaatannya untuk masyarakat itu sendiri,” kata walikota.

Selain pengawasan, walikota juga menekankan agar masyarakat dapat dilibatkan dalam pemanfaatannya. “Untuk pekerjaan proyek fisik, harus dilibatkan masyarakat sebagai bagian dari pemberdayaan,” ujarnya.

Dana desa yang akan diterima 15 desa tahun ini sebesar Rp17,4 miliar atau mengalami kenaikan Rp2,3 miliar dari tahun sebelumnya hanya berjumlah Rp15,1 miliar. Kenaikan jumlah tersebut akan sangat bermanfaat terhadap percepatan pembangunan di dalam desa. “Jumlah yang akan diterima setiap desa tahun depan bertambah. Untuk nominalnya pasti berbeda-beda, karena disesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah dan lainnya,” kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Hamdan Monigi.

Soal pencairannya, ia memperkirakan pada Bulan Maret mendatang. Namun demikian, ia mengaku masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. “Kemungkinan Bulan Maret pencairan tahap I,” tambahnya. (ads/gito)

Tiap Bulan Petugas Agama dan Guru Mengaji Terima 500 ribu

Adin Mantali

ZONA KOTAMOBAGU – Insentif petugas agama dan guru mengaji mengalami kenaikan. Di Tahun 2017, insentif yang diterima petugas agama Rp400 ribu dan guru mengaji Rp300. Sedangkan di tahun ini, insentif yang diterima dinaikkan dan disamaratakan menjadi Rp500 ribu per bulan.

Kenaikan insentif tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) kepada petugas agama serta guru mengaji yang berperan sentral dalam peningkatan pelayanan masyarakat khususnya di bidang keagamaan. “Tahun ini insentif mereka (petugas agama dan guru mengaji) disamaratakan. Kemudian untuk pencariannya tetap per triwulan,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali.

Diterangkannya, pembayaran insentif saat ini sudah berbeda dari sebelumnya. 176 orang petugas agama dan 88 guru mengaji yang ada di desa insentifnya dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) di desa masing-masing. Sedangkan 162 orang guru mengaji dan 424 orang petugas agama kelurahan pembayarannya tetap di Bagian Kesos. “Tahun ini ada ketambahan 40 orang guru mengaji dan 40 orang petugas agama. Itu untuk desa dan kelurahan,” terangnya.

Lanjutnya, proses pencairan insentif tersebut juga berbeda dari sebelumnya. Tahun ini tidak lagi dilakukan secara non tunai tapi sudah melalui bank. “Sekarang kita sementara mengumpulkan data mereka (petugas agama dan guru mengaji) untuk dibuatkan rekening secara massal. Itu khusus yang di kelurahan. Kalau yang di desa pembayarannya belum non tunai,” tambahnya. (ads/gito)

Kasus DBD Turun Drastis

 

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) berhasil menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Di Tahun 2016, penyakit yang diakibatkan karena gigitan nyamuk aedes aegypti itu sebanyak 224 orang, namun di Tahun 2017 angkanya menurun drastis hingga 24 kasus.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakin Dinas Kesehatan, Vonny Kawuwung, mengatakan kesadaran masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat semakin tinggi dan sangat mempengaruhi penurunan angka kasus tersebut. “Masyarakat semakin sadar untuk hidup bersih dan sehat,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya terus berupaya mencegah penyebaran penyakit tersebut. Sosialisasi serta mengeluarkan prosedur tetap dalam pembarantasan nyamuk aedes aegypti. “Jika ditemukan ada wilayah yang terindikasi ada penyebaran penyakit DBD, kita langsung turun melakukan penyelidikan epidemiologi sebelum melakukan fogging,” ujarnya.

Ditambahkannya, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap bersih dan sehat sangat penting dalam mencegah penyakit DBD. “Dengan hidup sehat dan lingkungan yang bersih, kesehatan kita terjaga,” tambahnya. (ads/gito)

Wahyudi Hamisi Senang Dipercaya jadi Kapten Tim

Wahyudi Hamisi

Gelandang muda Borneo FC II Wahyudi Hamisi punya pengalaman berharga kala timnya bersua Bali United. Pemain berusia 20 tahun ini dipercaya sang Pelatih Borneo FC II Ponaryo Astaman memegang ban kapten.

Selain muda, pemain yang akrab disapa Tole ini memiliki rekan yang lebih berpengalaman, seperti Muhammad Ridhuan dan Stevan Markovic.

Alasan Ponaryo memilih Tole rupanya cukup sederhana. Yakni dia ingin memberikan kepercayaan lebih pada pemainnya yang dua musim terakhir menjadi rekannya di
Borneo FC.

“Tole saya kenal baik. Dia punya semangat yang tinggi untuk bisa ditularkan ke pemain lain,” kata Popon, sapaan Ponaryo Astaman.

Semangat tinggi yang diperlihatkan Tole, mengingatkan Ponaryo akan gaya permainannya sewaktu masih merumput. Dia pun yakin, gelandang mudanya ini bisa berbuat lebih dari yang pernah dilakukannya selama menjadi pemain.

Laga kontra Persija di partai berikutnya, Ponaryo belum bisa menjamin apakah Tole bakal dipercaya lagi sebagai kapten. Pasalnya, rotasi pemain bakal dilakukan dan urung ada jaminan sang pemain akan menjadi starter atau tidak.

“Dilihat nanti komposisi timnya. Kalau ada yang lebih berpengalaman bisa saja kaptennya berubah,” terangnya.

Terpisah, Tole mengaku senang bisa dipercaya sebagai kapten. Baginya, menjadi pemimpin di lapangan bukan perkara mudah. Apalagi banyak pemain yang lebih senior di tim.

“Terima kasih untuk tim pelatih yang kasih kepercayaan lebih. Pengalaman luar biasa yang bisa saya dapatkan,” kata Tole.

Tole memang kenal baik dengan Ponaryo. Meski perbedaan umur cukup jauh, namun tak ada jarak berarti di antara keduanya. Bahkan selama dua musim terakhir, mereka selalu sekamar baik di mes maupun saat tur.

“Alhamdulillah bisa kenal baik dengan Bang Popon (Ponaryo). Banyak ilmu yang bisa saya dapat dan sama-sama tahu kelebihan serta kekurangan masing-masing. Insyaallah siap kalau diamanahkan lagi,” pungkasnya.

Sumber: JPNN.com

Launching e-Government, Pemkot Undang MenPAN-RB

Ahmad Yani Umar

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana mengundang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur, untuk me-launching program e-Government pada Februari mendatang. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ahmad Yani Umar.

Menurutnya, undangan permohonan kehadiran menteri tersebut sudah siap dan tinggal dikirim. “Pemkot yang mengundang pak menteri datang ke sini. Direncanakan tanggal 8 Februari. Kemudian kita juga akan mengundang pejabat dari Pemprov Sulut dan Kepala Dinas Kominfo kabupaten dan kota lainnya di Sulut,” katanya, kemarin.

Lanjutnya, selain launching e-Government, MenPAN-RB juga akan mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.

“Kota Kotamobagu dipilih karena ada beberapa pertimbangan, seperti RAD (Rencana Aksi Daerah) dan pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Ditambahkannya, tiga agenda tersebut juga direncanakan akan dirangkaikan dengan launching e-Performance tingkat kabupaten dan kota yang dipusatkan di Kota Kotamobagu sekaligus penyerahan aplikasi dan tenaga ahlinya. “Hal ini disampaikan langsung pak menteri kepada walikota beberapa waktu lalu,” tambahnya. (ads/gito)

Tenaga Kontrak Terima SK

Penyerahan SK tenaga kontrak secara simbolis oleh Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

ZONA KOTAMOBAGU – 1.600 tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) menerima SK Tahun 2018. Penyerahan SK itu dilakukan mulai Selasa (23/1) hingga Jumat (26/1) dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah dijadwalkan.

“Setiap hari ada 14 SKPD. Kita sesuaikan dengan jadwal yang sudah ditentukan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.

Sebelum menyerahkan SK tersebut, BKPP terlebih dahulu mengevaluasi kinerja semua tenaga kontrak yang tersebar di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Desember lalu. Setiap tenaga kontrak digilir dan ditanyai soal pelaksanaan tugas dan fungsi di SKPD. “Semua (1.600) mendapatkan SK, kecuali yang mengundurkan diri,” ujarnya.

Meski sudah mendapatkan SK perpanjangan kontrak, namun pihaknya terus mengevaluasi kinerja dan disiplin dari setiap tenaga kontrak. “Evaluasi tetap kita lakukan setiap saat. Jadi kita harapkan agar semuanya bisa menunjukan kinerja yang baik serta terus meningkatkan disiplin,” ungkapnya.

Salah satu tenaga kontrak mengaku bangga mendapatkan SK perpanjangan kontrak. “Alhamdulillah. Sudah pasti kami bangga akhirnya SK ini diterima,” sebut salah satu tenaga kontrak yang meminta namanya tak disebutkan. (ads/gito)

Proyek Dandes Harus Swakelola

Walikota Tatong Bara saat meresmikan sarana dan prasarana fisik Desa Bungko.

ZONA KOTAMOBAGU – Pengerjaan proyek fisik yang dibiayai dana desa harus melibatkan masyarakat. Hal ini ditegaskan Walikota Tatong Bara saat meresmikan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (22/1).

Menurut walikota, proses pembangunan infrastruktur desa dengan menggunakan dana desa wajib melibatkan masyarakat. Hal ini katanya sesuai amanat Presiden Joko Widodo.

“Anggaran dana desa tahun ini naik tigak kali lipat dari sebelumnya. Sehingga pembangunan harus semakin baik. Anggaran ini mutlak digunakan untuk membangun sampai ke pelosok, namun tidak boleh dikontrakkan pengerjaannya, tapi harus diswakelolakan ke masyarakat sebagai bagian dari pemberdayaan,” kata walikota.

Walikota mengungkapkan, hasil pembangunan yang dilaksanakan pemerintah desa harus dapat dirasakan masyarakat di desa itu sendiri.

“Kenapa harus diswakelolakan, agar semua masyarakat dapat merasakan anggaran yang masuk dan tidak dibawa oleh pihak ketiga. Misalnya, tikang atau pekerja bisa diambil dari masyarakat setempat,” ungkap walikota.

Ia berharap, kucuran dana desa dari pemerintah pusat dapat mempercepat proses pembangunan di desa. “Semoga dengan anggaran besar ini, fasilitas yang dibangun akan mampu dimanfaatkan secara baik dan bisa mempermudah masyarakat kita,” harapnya. (ads/gito)

Empat Sekolah Terima Penghargaan Sekolah Adiwiyata

Asisten II Pemprov Sulut, Rudi Mokoginta, saat menyerahkan piagam penghargaan sekolah adiwiyata.

ZONA KOTAMOBAGU – Empat sekolah mendapatkan penghargaan sekolah adiwiyata dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Ke-empat sekolah tersebut, yakni SDN I Poyowa Kecil, SDN I Molinow, SDN III Mogolaing dan SMA III Kotamobagu. Penghargaan itu diserahkan Asisten II Pemprov Sulut Rudi Mokoginta yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey, Senin (22/1), di SDN I Poyowa Kecil.

“Kita masuk sebagai juara pada program sekolah adiwiyata. Di Sulut ada 11 sekolah yang masuk nominasi penerima enghargaan ini, dan alhamdulillah Kota Kotamobagu masuk di dalamnya dengan sekolah terbanyak yang meraih prestasi ini,” kata Walikota Tatong Bara.

Tatong mengakui, raihan penghargaan tersebut tak lepas dari peran dan dukungan masyarakat terutama dalam menciptakan lingkungan khusus sekolah yang bersih dan sehat.

“Penghargaan ini tidak asing lagi bagi kita. Sebelumnya kita pernah mendapatkan penghargaan ini tingkat nasional. Ini sangat istimewa, sebab ada keterkaitannya dengan adipura. Menjadi kebersihan lingkungan sudah menjadi karakter masyarakat, dan itu juga berdampak pada anak didik kita yang ada di sekolah,” ujar Tatong.

Tatong berharap, penghargaan tersebut dapat dipertahankan dan bahkan terus ditingkatkan. “Prinsipnya kebersihan adalah milik kita semua, semata-mata tidak mengharapkan penghargaan, tapi bagaiman menjadikan daerah termasuk lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat,” tambah Tatong.

Asisten II Pemprov Sulut, Rudi Mokoginta, mengungkapkan kondisi lingkungan yang kerap diterjang bencana semakin menyadarkan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan.

“Pendidikan lingkungan adalah alternatif dan sulis meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang fungsi lingkungan hidup. Program ini mendorong terciptanya kesadaran masyarakat melalui warga sekolah, guru dan siswa untuk bersama menerapkan pola hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. (ads/gito)