Beranda blog Halaman 597

Masyarakat Mulai Nikmati Hasil Pembangunan

Walikota Tatong Bara saat meresmikan sarana dan prasarana fisik di Desa Sia’, pekan lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Dana desa yang diberikan pemerintah benar-benar dimanfaatkan pemerintah Desa Sia’ untuk membangun infrastruktur dan fasilitas publik lainya. Sarana dan prasarana fisik seperti penerangan jalan, poyandu, jalan usaha tani, gedung PAUD, jalan paving blok yang dibangunan pemerintah, kini sedang dinikmati 300-an warga di desa paling utara Kota Kotamobagu itu.

“Dulu kami sangat menderita, karena belum ada sarana dan prasarana seperti ini,” kata Wenny Simbong, warga setempat.

Lanjutnya, sebelum ada pembangunan sarana dan prasarana tersebut, masyarakat di desa sangat kesulitan. Untuk ke kebun katanya harus melalui jalan yang sulit dilalui. “Sekarang kami sudah merasa senang, karena untuk ke kebun saja sudah melintas di jalan bagus dan bisa naik motor,” sebutnya.

Warga lainnya, Betsi Ngodu, mengungkapkan keberadaan sarana dan prasarana itu membuat desanya menjadi lebih baik lagi. “Dulu buang sampah harus gali lubang di belakang rumah kemudian di bakar. Sekarang sudah ada tong sampah yang disiapkan. Kemudian kalau malam hari desa ini gelap gulita. Hanya ada lampu penerang di depan rumah warga. Itupun tidak semua. Tapi sekarang ini sudah ada lampu penerang jalan. Kita di sini merasa lebih aman dan nyaman, terutama di malam hari,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kamis (25/1) pekan lalu, Walikota Tatong Bara meresmikan sarana dan prasarana fisik pada program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Sarana dan prasarana yang diresmikan adalah jalan paving block, bangunan TK-PAUD, Posyandu dan Jalan Usaha Tani, yang dibangun pemerintah dan masyarakat setempat dengan total anggaran sebesar Rp2,9 miliar yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2017.

“Masyarakat Desa Sia’ sangat konsen menata pembangunan infrastruktur dengan menggunakan dana desa. Pembangunan ini untuk masyarakat yang ditujukan pada kesejahteraan masyarakat desa ini,” kata walikota, dalam sambutannya. (ads/gito)

Rastra jangan Diperjualbelikan

Walikota Tatong Bara menyerahkan rastra secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat.

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara mengingatkan masyarakat penerima manfaat beras rastra (rastra) untuk dapat memanfaatkan bantuannya dengan baik. Hal ini disampaikan walikota usai menyerahkan secara simbolis beras subsidi dari pemerintah itu, Jumat (26/1), di Kelurahan Motoboi Kecil , Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Menurut walikota, setiap tahun Pemerintah Kota (Pemkot) terus memperbarui penerima rastra, termasuk mencatat warga kurang mampu yang tak masuk dalam daftar penerima. “Harapan saya kepada masyarakat, manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Jangan disalahgunakan atau diperjualbelikan. Rastra ini untuk dikonsumsi sendiri (penerima),” katanya.

Lanjutnya, pemberian rastra bukan untuk memanjakan masyarakat berpenghasilan rendah, namun untuk memotivasi masyarakat untuk keluar dari kesulitan ekonomi. “Harapan kita setiap tahun penerima rastra berkurang. Untuk itu data penerima terus diverifikasi agar mereka yang menerima benar-benar layak,” ujarnya.

Data diperoleh, penerima rastra tahun ini sebanyak 5.510 keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdiri dari Kecamatan Kotamobagu Utara 721 KPM, Kecamatan Kotamobagu Timur 1.594 KPM, Kecamatan Kotamobagu Selatan 1.885 KPM dan Kecamatan Kotamobagu Barat 1.310 KPM.

Menurut Kepala Bagian Perekonomian, Alfian Hasan, pihaknya akan terus mengawasi proses pendistribusian beras tersebut. “Pengawasan tetap kita lakukan, agar beras itu tak disalah manfaatkan,” ujar Alfian.

Diterangkannya, kedepannya penyaluran rastra sudah berbeda dengan yang dilakukan saat ini. Mulai triwulan III, penerima akan diberikan kartu dan tak lagi menerima beras tapi sudah diganti dengan uang tunai Rp110 ribu. “Penggunaan kartu ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, agar lebih simpel, tidak ribet dan bisa meminimalisir penyelewengan,” terangnya. (ads/gito)

Walikota Resmikan Masjid Al-Kautsar Motoboi Kecil

Walikota Tatong Bara saat menggunting pita sebagai tanda diresmikannya Masjid Al-Kautsar Kelurahan Motoboi Kecil.

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara meresmikan Masjid Al-Kautsar Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Jumat (26/1). Peresmian itu ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

“Apresiasi saya selaku pemerintah daerah kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan masji ini,” sebut walikota, dalam sambutannya.

Selain itu, walikota juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid serta para pemberi sumbangan, sehingga proses pembangunan masjid ini berjalan lancar. “Insya allah kepada mereka semua mendapatkan limpahan pahala atas amal budi, amal bakti dan amal jariah yang besar dari Allah SWT,” ujar walikota.

Warga setempat, Imran Asiaw, menyampaikan terima kasih kepada Walikota Tatong Bara yang sudah berkenan hadir meresmikan masjid tersebut. “Syukur moanto (terima kasih) ibu walikota. Mudah-mudahan selalu diberi kesehatan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” kata bapak satu anak ini.

Hadir dalam persemian itu, Sekkot Adnan Massinae dan jajaran pemerintah kota, serta pemerintah dan masyarakat kelurahan setempat. (ads/gito)

Kembangkan Kopi Kotamobagu, Desa Sia’ Siapkan Lahan 100 hektare

Herto Balansa

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara, menyiapkan lahan 100 hektare untuk ditanami Kopi Kotamobagu. Hal ini diutarakan Sangadi (Kepala Desa, red), Herto Balansa.

Menurutnya, Desa Sia’ memiliki potensi yang menjanjikan untuk pengembangan tanaman perkebunana, termasuk Kopi Kotamobagu. “Desa kami berada di dataran tinggi dan iklimnya mendukung, maka tanaman kopi ini yang kami pilih sebagai tanaman unggulan,” katanya, kemarin.

Diungkapkannya, saat ini masyarakat di desanya mulai mengelola lahan perkebunan dan ditanami kopi, dan sebagiannya sudah berulang kali panen di lahan tiga sampai empat hektare.

”Untuk mencapai target Kotamobagu sebagai daerah penghasil kopi, kita siapkan lahan 100 hektare untuk pengembangannya,” ungkapnya.

Selain menyiapkan lahan, tahun ini telah diusulkan mesin penggilingan kopi melalui kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Itu sudah diusulkan masyarakat, karena saat ini proses penggilingannya masih dilakukan di desa tetangga,” ujarnya.

Pemkot juga saat ini sedang berupaya mengembangkan Kopi Kotamobagu sebagai salah satu produk unggulan daerah. Pertengahan tahun lalu, Pemkot bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara menjalin kerja sama terkait pengembangan Kopi Kotamobagu. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Walikota Tatong Bara dan Kepala Perwakilan BI Sulut Soekowardojo. (ads/gito)

Walikota Resmikan Proyek Fisik Desa Sia’

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara meresmikan sarana dan prasarana fisik profram Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Desa Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kamis (25/1). Sarana dan prasarana yang diresmikan adalah jalan paving block, bangunan TK-PAUD, bangunan Posyandu dan Jalan Usaha Tani, yang dibangun pemerintah dan masyarakat setempat dengan total anggaran sebesar Rp2,9 miliar yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2017.

“Masyarakat Desa Sia’ sangat konsen menata pembangunan infrastruktur dengan menggunakan dana desa. Pembangunan ini untuk masyarakat yang ditujukan pada kesejahteraan masyarakat desa ini,” kata walikota, dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, walikota juga mengingatkan agar semua desa dapat memanfaatkan dengan baik dana desa yang diberikan pemerintah.

“Saya minta kedepannya penataan program dan kegiatan di desa bisa dilaksanakan dengan baik. Selain membangun infrastruktur, perlu dibuat terobosan yang bisa mendatangkan pendapatan desa. Ini semua bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya walikota.

Selain itu, walikota juga meminta agar pemerintah desa dapat memperhatikan realisasi anggaran serta administrasi atas penggunaan dana desa.

“Infrastrukturnya baik, maka administrasinya juga harus baik. Silahkan berkoordinasi dengan inspektorat, DPMD serta tenaga pendamping,” tambah walikota. (ads/gito)

Jadi Kapten Tim di Piala Presiden, ini Pelajaran yang Dipetik Wahyudi Hamisi

Tak mudah memimpin skuat yang dihuni nama-nama beken dalam suatu pertandingan. Ini pula yang dirasakan Wahyudi Hamisi bersama Borneo FC di Piala Presiden 2018.

Walau sempat gugup, Wahyudi akhirnya bisa tampil percaya diri selama jalannya pertandingan kontra Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Jumat (19/1/2018).

Usianya terbilang sangat belia, 20 tahun, ketika harus memimpin pasukan Pesut Etam. Apalagi ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai kapten Borneo FC sejak bergabung tahun 2016 silam.

“Bersyukur bisa menjadi kapten Borneo FC, karena tim ini punya banyak pemain bagus dan senior. Saya belajar banyak dari bang Popon (Ponaryo) bagaimana menjadi kapten yang baik di dalam tim,” ungkap Wahyudi via pesan pribadi, Senin (22/1/2018).

Penunjukkan Wahyudi sebagai kapten bukanlah tanpa alasan. Pelatih Borneo FC II, Ponaryo Astaman tahu betul karakter dan gaya permainan Wahyudi. Pasalnya Ponaryo pernah satu kamar dengan juniornya itu di mess Borneo FC. Wahyudi dianggap mewarisi karakter Ponaryo di Pesut Etam.

Wahyudi merupakan pemain yang matang berkat bakat alam yang dimilikinya. Ia bukan terlahir dari akademi sepakbola. Sejak kecil jalanan di sudut kampung Kotamobagu menjadi arenanya mengolah si kulit bundar.

Berkat keuletannya itu, namanya langsung menembus skuat Prapon Sulawesi Utara, dan kemudian mengantarkannya menembus timnas U-17. Bersama Nadeo Argawinata, kedua pemain ini lantas diboyong Borneo FC ke Stadion Segiri Samarinda, markas Pesut Etam.

Sebagai kapten, Wahyudi merasakan perbedaan di lapangan. Menurutnya ada tanggungjawab tersendiri ketika ban kapten melingkar di lengan kirinya. Iapun memetik banyak hikmah kala memimpin pasukan Pesut Etam di Piala Presiden 2018.

“Menjadi kapten, tanggungjawab untuk menang itu lebih terasa. Kita harus berjuang maksimal di lapangan agar jangan sampai tim kehilangan poin. Banyak pelajaran yang saya petik, harus kerja lebih baik lagi dari pertandingan kemarin biar bisa bawa Borneo FC lolos ke babak berikutnya,” tutur Wahyudi.

Sumber: Tribun Kaltim

Gelar Safari Kesehatan, Pemkab Sasar Desa Terpencil

Bupati Depri Pontoh saat memberi sambutan pada kegiatan pelayanan kesehatan gratis di Desa Tanjung Sidupa.

ZONA BOLMUT — Sejumlah desa yang ada di wilayah terpencil menjadi sasaran safari kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Kamis (25/1), Bupati Depri Pontoh datang bersama instansi terkait ke Desa Tanjung Sidupa dan memberi pelayanan kesehatan secara gratis.

“Ada beberapa kegiatan yang dilakanakan, seperti penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, pelayanan KB dan lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Jusnan C Mokoginta MARS.

Diterangkannya, kegiatan tersebut akan digilir di semua kecamatan dengan desa tujuan meliputi Desa Busato, Tanjung Sidupa, Solo, Sokoputa, Kampung Goyo, Biontong II, Mome, Huntuk, Pangkusa, Suka Makmur, Sidodadi dan Apeng Sembeka.

“Semuanya masuk kategori terpencil, perbatasan dan kepulauan. Sasaran utamanya masyarakat kurang mampu. Kita harap kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Depri Pontoh, mengungkapkan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang tinggal di wilayah yang jauh dari ibukota kabupaten dan kecamatan.

“Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah,” kata bupati.

Pada kesempatan itu, bupati juga meminta kepada instansi terkait untuk menjadikan kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil sebagai ruitinitas setiap bulan. Hal itu katanya penting dilakukan sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

“Datangi secara rutin. Utamakan mereka yang benar-benar kurang mampu dan beri pelayanan secara gratis, agar bisa mendapatkan hak untuk hidup sehat,” ujar bupati. (fsa/trz)

Pemkot Siap Sambut Kedatangan MenPAN-RB dan Mentan

ahmad yani umar

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) siap menyambut kedatangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur  dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Kamis (25/1), Walikota Tatong Bara bersama jajarannya melaksanakan rapat persiapan penyambutan kedatangan dua menteri kabinet kerja tersebut.

“Tadi sudah rapat di rudis terkait persiapan penyambutan kedatangan menteri. Pada intinya, kita sudah dan sangat siap,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ahmad Yani Umar.

Kunjungan MenPAN-RB ke Kota Kotamobagu adalah untuk me-launching e-Government serta mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, sekaligus meninjau sejumlah aplikasi layanan publik yang ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti SiCaCa milik Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Si Jempol milik Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan lainnya. Sedangkan kunjungan Menteri Pertanian adalah untuk pengembangan pertanian termasuk melihat kesiapan alat mesin pertanian dan fasilitas penunjang lainnya yang dimiliki kelompok tani.

“Agenda MenPAN-RB pada Tanggal 4 sampai 5 Februari. Kemudian Tanggal 6 dan 7 adalah Menteri Pertanian yang juga akan berkunjung ke Kabupaten Bolmong,” terangnya. (ads/gito)

Awasi Penggunaan Dana Desa

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara meminta semua elemen masyarakat ikut terlibat dalam mengawasi dana desa yang ada di desa masing-masing. Hal ini disampaikan walikota saat meresmikan sarana dan prasarana fisik Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (22/1).

Menurut walikota, dana desa diberikan pemerintah untuk percepatan pembangunan di dalam desa. Anggaran yang diterima setiap desa katanya cukup besar sehingga perlu ada pengawasan ketat dari semua pihak. “Masyarakat harus ikut mengawasinya. Anggarannya cukup besar untuk pembangunan dan pemanfaatannya untuk masyarakat itu sendiri,” kata walikota.

Selain pengawasan, walikota juga menekankan agar masyarakat dapat dilibatkan dalam pemanfaatannya. “Untuk pekerjaan proyek fisik, harus dilibatkan masyarakat sebagai bagian dari pemberdayaan,” ujarnya.

Dana desa yang akan diterima 15 desa tahun ini sebesar Rp17,4 miliar atau mengalami kenaikan Rp2,3 miliar dari tahun sebelumnya hanya berjumlah Rp15,1 miliar. Kenaikan jumlah tersebut akan sangat bermanfaat terhadap percepatan pembangunan di dalam desa. “Jumlah yang akan diterima setiap desa tahun depan bertambah. Untuk nominalnya pasti berbeda-beda, karena disesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah dan lainnya,” kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Hamdan Monigi.

Soal pencairannya, ia memperkirakan pada Bulan Maret mendatang. Namun demikian, ia mengaku masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. “Kemungkinan Bulan Maret pencairan tahap I,” tambahnya. (ads/gito)

Tiap Bulan Petugas Agama dan Guru Mengaji Terima 500 ribu

Adin Mantali

ZONA KOTAMOBAGU – Insentif petugas agama dan guru mengaji mengalami kenaikan. Di Tahun 2017, insentif yang diterima petugas agama Rp400 ribu dan guru mengaji Rp300. Sedangkan di tahun ini, insentif yang diterima dinaikkan dan disamaratakan menjadi Rp500 ribu per bulan.

Kenaikan insentif tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) kepada petugas agama serta guru mengaji yang berperan sentral dalam peningkatan pelayanan masyarakat khususnya di bidang keagamaan. “Tahun ini insentif mereka (petugas agama dan guru mengaji) disamaratakan. Kemudian untuk pencariannya tetap per triwulan,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali.

Diterangkannya, pembayaran insentif saat ini sudah berbeda dari sebelumnya. 176 orang petugas agama dan 88 guru mengaji yang ada di desa insentifnya dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) di desa masing-masing. Sedangkan 162 orang guru mengaji dan 424 orang petugas agama kelurahan pembayarannya tetap di Bagian Kesos. “Tahun ini ada ketambahan 40 orang guru mengaji dan 40 orang petugas agama. Itu untuk desa dan kelurahan,” terangnya.

Lanjutnya, proses pencairan insentif tersebut juga berbeda dari sebelumnya. Tahun ini tidak lagi dilakukan secara non tunai tapi sudah melalui bank. “Sekarang kita sementara mengumpulkan data mereka (petugas agama dan guru mengaji) untuk dibuatkan rekening secara massal. Itu khusus yang di kelurahan. Kalau yang di desa pembayarannya belum non tunai,” tambahnya. (ads/gito)