Beranda blog Halaman 598

Kasus DBD Turun Drastis

 

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) berhasil menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Di Tahun 2016, penyakit yang diakibatkan karena gigitan nyamuk aedes aegypti itu sebanyak 224 orang, namun di Tahun 2017 angkanya menurun drastis hingga 24 kasus.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakin Dinas Kesehatan, Vonny Kawuwung, mengatakan kesadaran masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat semakin tinggi dan sangat mempengaruhi penurunan angka kasus tersebut. “Masyarakat semakin sadar untuk hidup bersih dan sehat,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya terus berupaya mencegah penyebaran penyakit tersebut. Sosialisasi serta mengeluarkan prosedur tetap dalam pembarantasan nyamuk aedes aegypti. “Jika ditemukan ada wilayah yang terindikasi ada penyebaran penyakit DBD, kita langsung turun melakukan penyelidikan epidemiologi sebelum melakukan fogging,” ujarnya.

Ditambahkannya, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap bersih dan sehat sangat penting dalam mencegah penyakit DBD. “Dengan hidup sehat dan lingkungan yang bersih, kesehatan kita terjaga,” tambahnya. (ads/gito)

Wahyudi Hamisi Senang Dipercaya jadi Kapten Tim

Wahyudi Hamisi

Gelandang muda Borneo FC II Wahyudi Hamisi punya pengalaman berharga kala timnya bersua Bali United. Pemain berusia 20 tahun ini dipercaya sang Pelatih Borneo FC II Ponaryo Astaman memegang ban kapten.

Selain muda, pemain yang akrab disapa Tole ini memiliki rekan yang lebih berpengalaman, seperti Muhammad Ridhuan dan Stevan Markovic.

Alasan Ponaryo memilih Tole rupanya cukup sederhana. Yakni dia ingin memberikan kepercayaan lebih pada pemainnya yang dua musim terakhir menjadi rekannya di
Borneo FC.

“Tole saya kenal baik. Dia punya semangat yang tinggi untuk bisa ditularkan ke pemain lain,” kata Popon, sapaan Ponaryo Astaman.

Semangat tinggi yang diperlihatkan Tole, mengingatkan Ponaryo akan gaya permainannya sewaktu masih merumput. Dia pun yakin, gelandang mudanya ini bisa berbuat lebih dari yang pernah dilakukannya selama menjadi pemain.

Laga kontra Persija di partai berikutnya, Ponaryo belum bisa menjamin apakah Tole bakal dipercaya lagi sebagai kapten. Pasalnya, rotasi pemain bakal dilakukan dan urung ada jaminan sang pemain akan menjadi starter atau tidak.

“Dilihat nanti komposisi timnya. Kalau ada yang lebih berpengalaman bisa saja kaptennya berubah,” terangnya.

Terpisah, Tole mengaku senang bisa dipercaya sebagai kapten. Baginya, menjadi pemimpin di lapangan bukan perkara mudah. Apalagi banyak pemain yang lebih senior di tim.

“Terima kasih untuk tim pelatih yang kasih kepercayaan lebih. Pengalaman luar biasa yang bisa saya dapatkan,” kata Tole.

Tole memang kenal baik dengan Ponaryo. Meski perbedaan umur cukup jauh, namun tak ada jarak berarti di antara keduanya. Bahkan selama dua musim terakhir, mereka selalu sekamar baik di mes maupun saat tur.

“Alhamdulillah bisa kenal baik dengan Bang Popon (Ponaryo). Banyak ilmu yang bisa saya dapat dan sama-sama tahu kelebihan serta kekurangan masing-masing. Insyaallah siap kalau diamanahkan lagi,” pungkasnya.

Sumber: JPNN.com

Launching e-Government, Pemkot Undang MenPAN-RB

Ahmad Yani Umar

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana mengundang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur, untuk me-launching program e-Government pada Februari mendatang. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ahmad Yani Umar.

Menurutnya, undangan permohonan kehadiran menteri tersebut sudah siap dan tinggal dikirim. “Pemkot yang mengundang pak menteri datang ke sini. Direncanakan tanggal 8 Februari. Kemudian kita juga akan mengundang pejabat dari Pemprov Sulut dan Kepala Dinas Kominfo kabupaten dan kota lainnya di Sulut,” katanya, kemarin.

Lanjutnya, selain launching e-Government, MenPAN-RB juga akan mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.

“Kota Kotamobagu dipilih karena ada beberapa pertimbangan, seperti RAD (Rencana Aksi Daerah) dan pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Ditambahkannya, tiga agenda tersebut juga direncanakan akan dirangkaikan dengan launching e-Performance tingkat kabupaten dan kota yang dipusatkan di Kota Kotamobagu sekaligus penyerahan aplikasi dan tenaga ahlinya. “Hal ini disampaikan langsung pak menteri kepada walikota beberapa waktu lalu,” tambahnya. (ads/gito)

Tenaga Kontrak Terima SK

Penyerahan SK tenaga kontrak secara simbolis oleh Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

ZONA KOTAMOBAGU – 1.600 tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) menerima SK Tahun 2018. Penyerahan SK itu dilakukan mulai Selasa (23/1) hingga Jumat (26/1) dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah dijadwalkan.

“Setiap hari ada 14 SKPD. Kita sesuaikan dengan jadwal yang sudah ditentukan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.

Sebelum menyerahkan SK tersebut, BKPP terlebih dahulu mengevaluasi kinerja semua tenaga kontrak yang tersebar di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Desember lalu. Setiap tenaga kontrak digilir dan ditanyai soal pelaksanaan tugas dan fungsi di SKPD. “Semua (1.600) mendapatkan SK, kecuali yang mengundurkan diri,” ujarnya.

Meski sudah mendapatkan SK perpanjangan kontrak, namun pihaknya terus mengevaluasi kinerja dan disiplin dari setiap tenaga kontrak. “Evaluasi tetap kita lakukan setiap saat. Jadi kita harapkan agar semuanya bisa menunjukan kinerja yang baik serta terus meningkatkan disiplin,” ungkapnya.

Salah satu tenaga kontrak mengaku bangga mendapatkan SK perpanjangan kontrak. “Alhamdulillah. Sudah pasti kami bangga akhirnya SK ini diterima,” sebut salah satu tenaga kontrak yang meminta namanya tak disebutkan. (ads/gito)

Proyek Dandes Harus Swakelola

Walikota Tatong Bara saat meresmikan sarana dan prasarana fisik Desa Bungko.

ZONA KOTAMOBAGU – Pengerjaan proyek fisik yang dibiayai dana desa harus melibatkan masyarakat. Hal ini ditegaskan Walikota Tatong Bara saat meresmikan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (22/1).

Menurut walikota, proses pembangunan infrastruktur desa dengan menggunakan dana desa wajib melibatkan masyarakat. Hal ini katanya sesuai amanat Presiden Joko Widodo.

“Anggaran dana desa tahun ini naik tigak kali lipat dari sebelumnya. Sehingga pembangunan harus semakin baik. Anggaran ini mutlak digunakan untuk membangun sampai ke pelosok, namun tidak boleh dikontrakkan pengerjaannya, tapi harus diswakelolakan ke masyarakat sebagai bagian dari pemberdayaan,” kata walikota.

Walikota mengungkapkan, hasil pembangunan yang dilaksanakan pemerintah desa harus dapat dirasakan masyarakat di desa itu sendiri.

“Kenapa harus diswakelolakan, agar semua masyarakat dapat merasakan anggaran yang masuk dan tidak dibawa oleh pihak ketiga. Misalnya, tikang atau pekerja bisa diambil dari masyarakat setempat,” ungkap walikota.

Ia berharap, kucuran dana desa dari pemerintah pusat dapat mempercepat proses pembangunan di desa. “Semoga dengan anggaran besar ini, fasilitas yang dibangun akan mampu dimanfaatkan secara baik dan bisa mempermudah masyarakat kita,” harapnya. (ads/gito)

Empat Sekolah Terima Penghargaan Sekolah Adiwiyata

Asisten II Pemprov Sulut, Rudi Mokoginta, saat menyerahkan piagam penghargaan sekolah adiwiyata.

ZONA KOTAMOBAGU – Empat sekolah mendapatkan penghargaan sekolah adiwiyata dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Ke-empat sekolah tersebut, yakni SDN I Poyowa Kecil, SDN I Molinow, SDN III Mogolaing dan SMA III Kotamobagu. Penghargaan itu diserahkan Asisten II Pemprov Sulut Rudi Mokoginta yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey, Senin (22/1), di SDN I Poyowa Kecil.

“Kita masuk sebagai juara pada program sekolah adiwiyata. Di Sulut ada 11 sekolah yang masuk nominasi penerima enghargaan ini, dan alhamdulillah Kota Kotamobagu masuk di dalamnya dengan sekolah terbanyak yang meraih prestasi ini,” kata Walikota Tatong Bara.

Tatong mengakui, raihan penghargaan tersebut tak lepas dari peran dan dukungan masyarakat terutama dalam menciptakan lingkungan khusus sekolah yang bersih dan sehat.

“Penghargaan ini tidak asing lagi bagi kita. Sebelumnya kita pernah mendapatkan penghargaan ini tingkat nasional. Ini sangat istimewa, sebab ada keterkaitannya dengan adipura. Menjadi kebersihan lingkungan sudah menjadi karakter masyarakat, dan itu juga berdampak pada anak didik kita yang ada di sekolah,” ujar Tatong.

Tatong berharap, penghargaan tersebut dapat dipertahankan dan bahkan terus ditingkatkan. “Prinsipnya kebersihan adalah milik kita semua, semata-mata tidak mengharapkan penghargaan, tapi bagaiman menjadikan daerah termasuk lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat,” tambah Tatong.

Asisten II Pemprov Sulut, Rudi Mokoginta, mengungkapkan kondisi lingkungan yang kerap diterjang bencana semakin menyadarkan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan.

“Pendidikan lingkungan adalah alternatif dan sulis meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang fungsi lingkungan hidup. Program ini mendorong terciptanya kesadaran masyarakat melalui warga sekolah, guru dan siswa untuk bersama menerapkan pola hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. (ads/gito)

Empat Warga Positif DBD

Yani Lasama

ZONA BOLMUT – Dinas Kesehatan langsung bergerak cepat dengan melakukan fogging di sejumlah desa di Kabupaten Bolmut. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran jentik nyamuk aedes aegypti.

Kepala Bidang P2W Dinas Kesehatan, Yani Lasama, mengatakan ada empat warga yang teridentifkasi terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ke-empat warga itu berasal dari empat desa berbeda, yakni Desa Kopi, Padang Barat dan Voaa Kecamatan Bintauna dan Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang.

“Kita sudah mengambil langkah cepat dengan menangani pasien serta melakukan fogging pada raidus 100 meter di rumah warga yang teridentifikasi terserang DBD,” katanya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga memberikan sosialisasi tentang pola hidup bersih dan sehat. Katanya, sosialisasi itu penting dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan selalu membiasakan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

“Apalagi sekarang ini sering hujan dan menimbulkan genangan air di sekitar rumah warga. Hal itu menjadi salah satu pemicu perkembangbiakan jentik nyamu aedes aegypti,” ujarnya.

Dijelaskannya, dari semua wilayah kecamatan yang ada, Kecamatan Bintauna yang mendapat perhatian khusus karena setiap tahunnya ditemukan ada warga menderita penyakit DBD. “Wilayah ini (Bintauna) kita beri perhatian khusus utamanya dalam hal pemberantasan sarang nyamuk,” jelasnya. (trz)

Walikota Resmikan Sarana dan Prasarana Fisik Desa Bungko

Walikota Tatong Bara meresmikan sarana dan prasarana fisik yang dikerjakan pemerintah dan masyarakat Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, dalam program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, Senin (22/1). Proyek fisik yang diresmikan itu adalah gedung PAUD,  jalan lorong, jembatan dan drainase.

Setelah diresmikan, walikota berharap agar masyarakat setempat dapat merasakan hasil pekerjaan tersebut. “Semoga fasilitas yang dibangun ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, serta menjadikan desa ini terlihat lebih baik dan sisi infrastrukturnya,” kata walikota, dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, walikota juga mengingatkan pemerintah Desa Bungko juga memperhatikan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran dana desa maupun alokasi dana desa. “Setelah pekerjaan selesai, administrasi pertanggungjawabannya harus disiapkan. Ini harus diperhatikan,” kata Tatong.

Hadir dalam peresmian itu, Ketua DPRD Ahmad Sabir, para pimpinan SKPD, camat, sangadi dan lurah serta masyarakat setempat. (advertorial)

Walikota Terima Penghargaan Adiwiyata

Empat sekolah mendapatkan penghargaan sekolah adiwiyata dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Ke-empat sekolah tersebut, yakni SDN I Poyowa Kecil, SDN I Molinow, SDN III Mogolaing dan SMA III Kotamobagu. Penghargaan itu diserahkan Asisten II Pemprov Sulut Rudi Mokoginta yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey, Senin (22/1), di SDN I Poyowa Kecil.

“Kita masuk sebagai juara pada program sekolah adiwiyata. Di Sulut ada 11 sekolah yang masuk nominasi penerima enghargaan ini, dan alhamdulillah Kota Kotamobagu masuk di dalamnya dengan sekolah terbanyak yang meraih prestasi ini,” kata Walikota Tatong Bara.

Tatong mengakui, raihan penghargaan tersebut tak lepas dari peran dan dukungan masyarakat terutama dalam menciptakan lingkungan khusus sekolah yang bersih dan sehat. “Penghargaan ini tidak asing lagi bagi kita. Sebelumnya kita pernah mendapatkan penghargaan ini tingkat nasional. Ini sangat istimewa, sebab ada keterkaitannya dengan adipura. Menjadi kebersihan lingkungan sudah menjadi karakter masyarakat, dan itu juga berdampak pada anak didik kita yang ada di sekolah,” ujar Tatong.

Tatong berharap, penghargaan tersebut dapat dipertahankan dan bahkan terus ditingkatkan. “Prinsipnya kebersihan adalah milik kita semua, semata-mata tidak mengharapkan penghargaan, tapi bagaiman menjadikan daerah termasuk lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat,” tambah Tatong.

Asisten II Pemprov Sulut, Rudi Mokoginta, mengungkapkan kondisi lingkungan yang kerap diterjang bencana semakin menyadarkan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. “Pendidikan lingkungan adalah alternatif dan sulis meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang fungsi lingkungan hidup. Program ini mendorong terciptanya kesadaran masyarakat melalui warga sekolah, guru dan siswa untuk bersama menerapkan pola hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. (advertorial)

Bantu Pelaku UKM, Pemkot Beri Ijin Usaha Gratis

Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Program pemberian ijin usaha gratis kepada pelaku Usaha Kecil Menegah (UKM) kembali berlanjut tahun ini. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM), Herman Aray.

Menurutnya, pemberian ijin usaha gratis sudah dilakukan sejak Tahun 2016 dan 2017. Ijin yang diberikan secara gratis itu menjadi akses bagi para pelaku UKM dalam mendapatkan modal usaha di bank.

“Sudah ada kerja sama dengan beberapa bank. Dengan ijin usaha itu, tidak perlu lagi anggunan dan bisa mendapat pinjaman dari bank,” kata Aray.

Ia mengungkapkan, ada 3.402 pelaku UKM di Kota Kotamobagu. Dari jumlah itu, sudah ada 1.400 diantaranya yang diberikan ijin usaha secara gratis.

“Tahun 2016 ada 400 dan Tahun 2017 ada 1.000. Sisainya kita targetkan tahun ini,” ungkapnya.

Ia berharap, para pelaku usaha dapat memanfaatkan ijin tersebut untuk mengembangkan usahanya masing-masing.

“Kota Kotamobagu menjadi tujuan banyak orang. Peluang ini harus ditangkap. Manfaatkan, benahi dan perbaiki kualitas usaha dengan baik,” harapnya. (ads/gito)