ZONA BOLMUT – Dinas Kesehatan langsung bergerak cepat dengan melakukan fogging di sejumlah desa di Kabupaten Bolmut. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran jentik nyamuk aedesaegypti.
Kepala Bidang P2W Dinas Kesehatan, Yani Lasama, mengatakan ada empat warga yang teridentifkasi terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ke-empat warga itu berasal dari empat desa berbeda, yakni Desa Kopi, Padang Barat dan Voaa Kecamatan Bintauna dan Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang.
“Kita sudah mengambil langkah cepat dengan menangani pasien serta melakukan fogging pada raidus 100 meter di rumah warga yang teridentifikasi terserang DBD,” katanya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memberikan sosialisasi tentang pola hidup bersih dan sehat. Katanya, sosialisasi itu penting dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan selalu membiasakan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
“Apalagi sekarang ini sering hujan dan menimbulkan genangan air di sekitar rumah warga. Hal itu menjadi salah satu pemicu perkembangbiakan jentik nyamu aedes aegypti,” ujarnya.
Dijelaskannya, dari semua wilayah kecamatan yang ada, Kecamatan Bintauna yang mendapat perhatian khusus karena setiap tahunnya ditemukan ada warga menderita penyakit DBD. “Wilayah ini (Bintauna) kita beri perhatian khusus utamanya dalam hal pemberantasan sarang nyamuk,” jelasnya. (trz)
Walikota Tatong Bara meresmikan sarana dan prasarana fisik yang dikerjakan pemerintah dan masyarakat Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, dalam program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, Senin (22/1). Proyek fisik yang diresmikan itu adalah gedung PAUD, jalan lorong, jembatan dan drainase.
Setelah diresmikan, walikota berharap agar masyarakat setempat dapat merasakan hasil pekerjaan tersebut. “Semoga fasilitas yang dibangun ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, serta menjadikan desa ini terlihat lebih baik dan sisi infrastrukturnya,” kata walikota, dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu, walikota juga mengingatkan pemerintah Desa Bungko juga memperhatikan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran dana desa maupun alokasi dana desa. “Setelah pekerjaan selesai, administrasi pertanggungjawabannya harus disiapkan. Ini harus diperhatikan,” kata Tatong.
Hadir dalam peresmian itu, Ketua DPRD Ahmad Sabir, para pimpinan SKPD, camat, sangadi dan lurah serta masyarakat setempat. (advertorial)
Empat sekolah mendapatkan penghargaan sekolah adiwiyata dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Ke-empat sekolah tersebut, yakni SDN I Poyowa Kecil, SDN I Molinow, SDN III Mogolaing dan SMA III Kotamobagu. Penghargaan itu diserahkan Asisten II Pemprov Sulut Rudi Mokoginta yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey, Senin (22/1), di SDN I Poyowa Kecil.
“Kita masuk sebagai juara pada program sekolah adiwiyata. Di Sulut ada 11 sekolah yang masuk nominasi penerima enghargaan ini, dan alhamdulillah Kota Kotamobagu masuk di dalamnya dengan sekolah terbanyak yang meraih prestasi ini,” kata Walikota Tatong Bara.
Tatong mengakui, raihan penghargaan tersebut tak lepas dari peran dan dukungan masyarakat terutama dalam menciptakan lingkungan khusus sekolah yang bersih dan sehat. “Penghargaan ini tidak asing lagi bagi kita. Sebelumnya kita pernah mendapatkan penghargaan ini tingkat nasional. Ini sangat istimewa, sebab ada keterkaitannya dengan adipura. Menjadi kebersihan lingkungan sudah menjadi karakter masyarakat, dan itu juga berdampak pada anak didik kita yang ada di sekolah,” ujar Tatong.
Tatong berharap, penghargaan tersebut dapat dipertahankan dan bahkan terus ditingkatkan. “Prinsipnya kebersihan adalah milik kita semua, semata-mata tidak mengharapkan penghargaan, tapi bagaiman menjadikan daerah termasuk lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat,” tambah Tatong.
Asisten II Pemprov Sulut, Rudi Mokoginta, mengungkapkan kondisi lingkungan yang kerap diterjang bencana semakin menyadarkan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. “Pendidikan lingkungan adalah alternatif dan sulis meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang fungsi lingkungan hidup. Program ini mendorong terciptanya kesadaran masyarakat melalui warga sekolah, guru dan siswa untuk bersama menerapkan pola hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. (advertorial)
ZONA KOTAMOBAGU – Program pemberian ijin usaha gratis kepada pelaku Usaha Kecil Menegah (UKM) kembali berlanjut tahun ini. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM), Herman Aray.
Menurutnya, pemberian ijin usaha gratis sudah dilakukan sejak Tahun 2016 dan 2017. Ijin yang diberikan secara gratis itu menjadi akses bagi para pelaku UKM dalam mendapatkan modal usaha di bank.
“Sudah ada kerja sama dengan beberapa bank. Dengan ijin usaha itu, tidak perlu lagi anggunan dan bisa mendapat pinjaman dari bank,” kata Aray.
Ia mengungkapkan, ada 3.402 pelaku UKM di Kota Kotamobagu. Dari jumlah itu, sudah ada 1.400 diantaranya yang diberikan ijin usaha secara gratis.
“Tahun 2016 ada 400 dan Tahun 2017 ada 1.000. Sisainya kita targetkan tahun ini,” ungkapnya.
Ia berharap, para pelaku usaha dapat memanfaatkan ijin tersebut untuk mengembangkan usahanya masing-masing.
“Kota Kotamobagu menjadi tujuan banyak orang. Peluang ini harus ditangkap. Manfaatkan, benahi dan perbaiki kualitas usaha dengan baik,” harapnya. (ads/gito)
Walikota Tatong Bara saat menerima hasil kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dari Kepala Ombudsman Perwakilan Sulut, pekan lalu.
ZONA KOTAMOBAGU – Ombudsman Perwakilan Sulawesi Utara baru saja mengeluarkan hasil penilaian atas kepatuhan terhadap standar pelayanan publik. Dari hasil penilaian itu, Pemerintah Kota (Pemkot) mendapat nilai 70,20 dengan zona kepatuhan kuning.
Dari delapan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dinilai, terdapat tiga diantaranya yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Sosial mendapat zona hijau dengan nilai rata-rata 90. Sedangkan lima SKPD lainnya seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Perhubungan serta Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) berada pada zona merah.
Menurut Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, ada banyak penyebab sehingga ke-lima SKPD tersebut berada pada zona merah.
“Untuk Dinas Pendidikan menyangkut sertifikasi guru. Sistemnya sudah baik tapi alur pengurusannya itu ada kaitannya dengan instansi lain. Nah disitu terdapat proses yang agak lambat, tapi sejak tahun lalu kami sudah berusaha agar proses ini dapat dipersingkat. Kemudian untuk Dinas Perhubungan terkait dengan analisis dampak lalulintas, sebenarnya sudah ada tapi terlambat dimasukan sehingga saat penilaian tidak ada. Untuk layanan parkir itu menyangkut penggunaan portal, yang saat ini sudah berencana untuk semua tempat penarikan retribusi parkir akan dipasangkan portal, tapi ini akan dilakukan secara bertahap,” jelas Adnan.
Sementara itu, Walikota Tatong Bara, mengungkapkan pihaknya terus mengevaluasi sistem pelayanan publik oleh masing-masing SKPD.
“Hasil yang diberikan Ombudsman ini merupakan capaian atas penilaian pelayanan pemerintah. Kita terus mengevaluasinya, termasuk kuantitatif dan kualitatif. Itu (evaluasi) kita lakukan agar kualitas pelayanan publik semain membaik,” ujar walikota.
Walikota berharap, pelayanan publik terus membaik dari hari ke hari. “Mudah-mudahan tahun depan semua naik,” harapnya.
Kepala Ombudsman Perwakilan Sulut, Helda Tirajoh, mengapresiasi capaian Pemkot Kotamobagu atas kepatuhan terhadap standar pelayanan publik.
“Kita memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Kotamobagu. Ada peningkatkan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Dinas Sosial misalnya, tahun sebelumnya mendapat nilai paling rendah dan sekarang naik cukup signifikan dengan rata-rata nilai 90. Begitu juga dengan Dinas Perijinan. Kemudian Dinas Catatan Sipil kita apresiasi karena berhasil dan bertahan pada zona hijau. Ini sangat luar biasa, sebelumnya hanya satu SKPD yang zona hijau, sekarang sudah menjadi tiga SKPD,” katanya, saat menyerahkan hasil penilaian kepada Walikota Tatong Bara di Aula Rumah Dinas Walikota, pekan lalu.
Ia berharap, raihan nilai tersebut dapat dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan lagi kedepannya. “Kota Kotamobagu sekarang sudah sangat berubah. Kita sangat mengapresiasinya dan mengharapkan kedepannya bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” harapnya. (ads/gito)
PNS dan tenaga kontrak saat membersihkan area MRBM
ZONA KOTAMOBAGU – Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) ‘keroyokan’ membersihkan bambu, kayu dan sisa material hasil pekerjaan proyek di Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM). Dari pantauan, pejabat eselon II, III dan IV serta tenaga kontrak mengangkat bambu dan kayu dan diangkut dengan kendaraan pengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Mongkonai.
Kerja bakti tersebut rutin dilakukan setiap hari Jumat. Selain untuk menjaga area MRBM tetap bersih, kegiatan itu juga dilakukan sebaga bentuk syukur Pemkot atas progres pembangunan masjid tersebut.
“Kerja bakti rutin Pemkot kita pusatkan di MRBM hari ini (kemarin, red). Ini merupakan wujud syukur kita atas progres pembangunan masjid ini,” kata Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae.
Diungkapkannya, beberapa hari kedepan lanjutan pembangunan MRBM akan segera dikerjakan.
“Proses lelang sudah selesai dan sudah ada pemenangnya. Insya allah dalam waktu dekat segera dimulai pekerjaannya,” ungkapnya.
Tahun 2018, proyek lanjutan pembangunan MRBM akan segera dilanjutkan. PT Lumbung Berkat Indonesia (LBI) ditetapkan sebagai pemenang proyek tersebut. Hal ini sesuai surat pengumuman pemenang lelang nomor: 19/POKJA II/BPBJ-KK/01/2018 tertanggal 10 Januari 2018.
Dalam pengumuman tersebut, nilai Harga Perolehan Sementara (HPS) sebesar Rp15 miliar. Namun harga penawaran terkoreksi oleh pihak ketiga RP14.727.000.000 dan negosiasi harga penawaran Rp14.710.000.000.
Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), pekerjaan lanjutan tahun ini meliputi pemasangan marmer, kaligrafi dan finishing lainnya. Sedangkan fisik bangunannya sudah selesai dikerjakan pada Tahun 2017.
“Pekerjaan segera dimulai. Kita harap berjalan lancar dan bisa selesai hingga batas waktu yang ditentukan,” ujarnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pendidikan akan menggandeng Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia (LOPI) untuk membekali guru pembimbing olimpiade sains. Pembekalan tersebut direncakan pada awal Februari mendatang.
“Mengawali tahun 2018 kita bakal melakukan kerja sama dengan LOPI. Nanti mereka yang akan memberikan pelatihan kepada guru pembimbing olimpiade sains di sekolah-sekolah,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dinas Pendidikan, Rastono Sumardi.
Lanjutnya, pembekalan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan prestasi sebelum mengikuti lomba di tingkat provinsi. “Harapan kita, dengan ada pembekalan dari LOPI prestasi akan lebih meningkat lagi,” ujarnya.
Selain guru berprestasi, pihaknya juga berencana mengirim ke Jakarta siswa berprestasi yang pernah menjuarai olimpiade sains di tingkatan kabupaten dan kota.
“Jadi bukan hanya guru pembimbing saja, siswa berprestasi juga akan kita kirim ke Jakarta mengikuti pelatihan di sana,” ungkapnya.
Ditambahkannya, siswa yang akan di kirim ke Jakartu itu adalah pemenang lomba masing-masing bidang study, seperti Matematika, IPA dan IPS. “Setiap bidang study satu orang,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Korsleting listrik atau arus pendek listrik mendominasi kasus kebakaran rumah warga yang terjadi sepanjang Tahun 2017. Hal ini diakui Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), Dolly Dzulhadji.
Menurutnya, hasil identifikasi yang dilakukan pihaknya, kebakaran yang diakibatkan korsleting listrik paling banyak terjadi di bangunan rumah tua atau yang sudah berusia di atas 15 tahun. Untuk mengantisipasinya, ia meminta masyarakat untuk berhati-hati, terutama dalam menggunakan listrik.
“Sebaiknya menggunakan kabel listrik yang memiliki SNI (Standar Nasional Indonesia). Sebab dari identifikasi yang kami lakukan, rata-rata korsleting akibat kabel listrik yang sudah usang sehingga mudah korslet,” kata Dolly, kemarin.
Dijelaskannya, sepanjang tahun 2017 (Januari hingga Desember) terdapat 25 kasus kebakaran. Sedangkan pada Bulan Januari tahun ini, sudah terdapat dua kasus kebakaran rumah warga. Dari semua kasus itu, paling dominan adalah rumah warga yang diakibatkan korsleting listrik. Sedangkan kerugian yang timbul akibat kejadian itu melebihi angka Rp1 miliar.
“Ada kasus kebakaran lahan, mobil dan motor. Tapi paling banyak adalah rumah warga. Yang paling besar kebakaran di Kelurahan Gogagoman yang menghanguskan 18 rumah warga,” jelasnya.
Disisi lain, ia meminta semua masyarakat untuk segera menginformasikan jika terjadi kebakaran di lingkungan masing-masing.
“Segera diinfokan. Makin cepat diinformasikan, makin cepat juga ditangani,” imbaunya.
Asisten Manager PLN Area Kotambagu, Leo Manurung, mengungkapkan pihaknya intens mensosialisasikan ke masyarakat soal melalui pertemuan dengan lurah atau kepala desa, pemasaran keliling menggunakan brosur serta P2TL sebagai edukasi langsung ke pelanggan.
“Arus pendek listrik itu umumnya terjadi di sisi instalasi pelanggan,” ungkapnya.
Ia mengimbau kepada semua pelanggan untuk memeriksakan instalasi dalam rumah ke Jaserindo sebagai pihak yang berkompeten memeriksa kelayakan instalasi di rumah.
“Dengan begitu, instalasi yang digunakan pelanggan dalam rumah aman serta sesuai standar dan bisa mendapatkan sertifikat laik operasi untuk meminimalisir terjadinya arus pendek listrik,” imbaunya. (ads/gito)
Korban saat mendapat penanganan medis di rumah sakit.
ZONA KOTAMOBAGU – Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali terjadi di Kotamobagu. Kali ini korbannya adalah Rusli Mantali (39), warga Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Tak hanya sepeda motor jenis Honda Revo bernomor polisi DB 5330 KJ yang bawa bandit motor, korban terlebih dahulu dianiaya menggunakan barang tajam oleh terduga pelaku SP alias Tito (17), warga Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, bersama rekannya JM alias Man (20), warga Desa Bilalang. Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian kepala serta punggung dan harus mendapat perawatan serius di RS Monompia. Kejadian itu terjadi di Kompleks Perkuburan Cina Kelurahan Kotobangon, Kamis (18/1) sekira pukul 00.10 Wita.
Informasi dirangkum, sebelum kejadian korban yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek itu mangkal di taman kota yang berada di pusat Kota Kotamobagu. Sekira pukul 00.05 Wita, datang dua pelaku dan memintanya mengatarkan ke Perum Perbinda Emas Kelurahan Biga. Tanpa berpikir panjang dan curiga sedikitpun, korban kemudian mengantarkannya dengan melintasi Kelurahan Kotobangon atas permintaan dua pelaku. Namun saat melintas di kuburan cina, salah satu pelaku, JM, meminta korban untuk berhenti sejenak karena akan buang air kecil. Saat pelaku JM turun dari motor, disaat bersamaan ia meminta rekannya Tito dengan bahasa isyarat untuk segera mengeksekusi korban. Tanpa banyak tanya, Tito langsung membacok korban lebih dari sekali dengan parang yang diselipkannya di pinggang sebelah kiri. Korban yang tak berdaya menghadapi dua pelaku tersebut mencoba menghindar dengan cara melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya.
Korban mengalami luka bacok di bagian kepala, tangan bagian kanan dan kiri, punggung kiri serta bagian belakang kepala. Sepeda motor yang ditinggalkan korban dibawa kabur oleh Tito, sedangkan rekannya JM juga ikut melarikan diri. Namun sial bagi Tito, saat dalam perjalan sepeda motor hasil curian yang ditungganginya itu bertabrakan dengan mobil avanza bernomor polisi DB 1312 QK tepatnya di simpang empat Kelurahan Kotobangon. Dari situ, petugas yang awalnya mengidentifikasi kecelakaan itu langsung mengamankannya setelah mendapat informasi baru saja melakukan tindakan kejahatan.
Sementara itu, dari pengakuan Tito, beberapa jam sebelum melakukan aksinya, ia bersama rekannya JM sedang berada di Taman Kota. Namun saat itu, datang seseorang, MM alias Mus (50), warga Desa Pangian, Kecamatan Passi, meminta keduanya mencarikannya sepeda motor dengan cara mencuri, karena sudah ada yang memesan atau akan membeli kepadanya. Setelah diiyakan, Mus kemudian meminjamkan parang kepada Tito dan diselipkan di pinggang sebelah kiri. Beberapa saat setelah itu, para pelaku mendapatkan target dan langsung melancarkan aksi mereka.
Petugas kepolisian yang mendapat informasi dari Tito soal identitas dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam aksi kejahatan itu, langsung memburu para pelaku. Hasilnya, sekira pukul 15.00 Wita, MM alias Mus ditangkap di Desa Bilalang. Sedangkan JM alias Man yang sudah terlebih dahulu melarikan diri berhasil diamankan di lokasi pertambangan Desa Bakan.
Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Hanny Lukas, membenarkan kejadian itu. Katanya, ketiga orang yang bersekongkol dalam aksi itu sudah sudah diamankan. “Mereka sedang diperiksa,” katanya. (gito/trz)
Walikota Tatong Bara saat mengecek kesiapan Linmas pada apel siaga beberapa waktu lalu.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan reward bagi anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang berkinerja baik. Hal ini disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae, dihadapan para Linmas pada rapat evaluasi kinerja terkait pemberdayaan perempuan dan anak di Kotamobagu, Kamis (18/1).
Menurutnya, pemberian reward tersebut dimaksudkan untuk memacu semangat semua anggota Linmas agar terus menunjukan kinerja yang baik.
“Reward itu hanya akan diberikan kepada anggota Linmas yang berkinerja baik. Jadi berlomba-lombalah untuk menunjukkan kinerja yang terbaik,” kata Adnan.
Pada kesempatan itu, ia mengingatkan semua anggota Linmas untuk berperan aktiv dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Tak hanya, Linmas juga harus ikut terlibat dalam pencegahan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Linmas itu paling tahu situasi dan kondisi di setiap desa dan kelurahan. Harus ada tindakan preventif untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Peran Linmas sangat besar dalam menciptakan suasana yang aman dan damai di tengah masyarakat,” ujarnya. (ads/gito)