Beranda blog Halaman 610

Lolos Etape I, JaDi-Jo Belum Aman

Pasangan Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag (JaDi-Jo)

ZONA KOTAMOBAGU – Dokumen syarat dukungan bakal pasangan calon, Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JaDi-Jo) dinyatakan memenuhi syarat jumlah minimal dan sebaran dokumen. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dilaksanakan selama dua hari mulai Senin (27/11) hingga Selasa (28/11).

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU, Aditya Tegela, mengatakan dalam verifikasi jumlah dan sebaran dukungan pasangan calon perseorangan, KPU melakukan verifikasi terhadap jumlah dukungan dan persebaran yang terdapat dalam dokumen asli, hard copy, formulir model B-1-KWK perseorangan. Selain itu KPU juga memverifikasi jumlah lampiran formulir model B-1-KWK perseorangan.

“Kemudian kita juga memverifikasi jumlah dukungan dan persebaran yang terdapat dalam soft copy dan formulir model B-1-KWK perseorangan,” katanya, usai menyerahkan berita acara hasil penelitian jumlah minimal dan sebaran dokumen kepada bakal pasangan calon JaDi-Jo, kemarin.

Dijelaskannya, jumlah minimum dan sebaran dukungan bakal pasangan calon JaDi-Jo dalam hard copy formulir model B-1-KWK perseorangan sebanyak 10.821 orang dan tersebar di empat kecamatan atau 100 persen dan dinyatakan lebih dari jumla minimal dan sebaran dukungan.

“Kemudian untuk jumlah foto copy identitas kependudukan atau surat keterangan dari Dinas Catatan Sipil yang menjadi lampiran formulir model B-1-KWK perseorangan sebanyak 10.829 pendukung atau lebih dari jumlah minimal dukungan,” jelasnya.

Setelah memverifikasi jumlah dan sebaran dukungan, selanjutnya KPU akan memverifikasi administrasi dan analisis dukungan ganda hingga 8 Desember mendatang.

“Setelah itu (verifikasi administrasi dan analisis dukungan ganda) akan lanjut kepada verifikasi faktual,” ujarnya.

Sementara itu, bakal pasangan calon JaDi-Jo, tetap optimis akan lolos hingga akhir tahapan administrasi.

“Alhamdulillah syarat dukungan melebihi batas minimum. Etape pertama sudah OK dan insya allah sampai pada tahap akhir,” sebut Jainudin Damopolii yang didampingi bakal calon wakilnya Suharjo Makalalag.

Ia berharap, semua proses yang sedang berlangsung di KPU dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. “Kita harap semua sesuai proses yang ada. Kami yakin KPU har ini benar-benar bekerja profesional,” harapnya. (trz)

Pemkot Persembahkan Penghargaan Swasti Saba untuk Masyarakat

Pemerintah Kota (Pemkot) berhasil meraih penghargaan swasti saba padapa. Selasa (28/11), piala dan piagam penghargaan diserahkan Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Diah Indrajati, dan diterima Kepala Dinkes, drg Haris Mongilong, yang mewakili Walikota Tatong Bara, di Ruang Sasana Bhakti Praha Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Raihan penghargaan tersebut dipersembahkan pemerintah untuk semua masyarakat Kota Kotamobagu. Katanya, tanpa peran dan dukungan masyarakat, penghargaan tersebut tak mungkin bisa didapat. “Ini adalah berkat kerja sama, kerja ikhlas dan kerja cerdas dari semua lintas program dan lintas sektor,” sebutnya.

Lanjutnya, raihan penghargaan tersebut juga tak lepas dari komitmen Walikota Tatong Bara dalam menyelenggarakan program kota sehat sangat tinggi, sehingga seluruh lintas program dan lintas sektor serta masyarakat dapat mengaplikasikan melalui dua tatanan, yakni kawasan permukiman, sarana dan prasarana sehat serta tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri. “Alhamdulillah semua itu berhasil dan berbuah penghargaan ini,” sebutnya. (advertorial)

Kotamobagu Raih Penghargaan Swasti Saba Padapa

Kepala Dinkes Haris Mongilong saat menerima penghargaan swasti saba padapa.

ZONA KOTAMOBAGU – Penghargaan swasti saba padapa dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya didapat Kota Kotamobagu. Selasa (28/11), penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Haris Mongilong dari Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Dian Indrajati, di Gedung Sasaba Bhakti Praha kantor Kemendagri.

Menurut Kepala Dinkes, Haris Mongilong, diraihnya penghargaan Swasti Saba Padapa tersebut, merupakan bukti nyata dari keinginan pemerintah Kota Kotamobagu serta peran masyarakat, untuk mewujudkan Kota Kotamobagu sebagai  Kota Sehat.

“Penghargaan Swasti Saba Padapa yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut, juga merupakan penghargaan atas pelaksanaan program kemandirian masyarakat dalam kemandirian kesehatan, pengelolaan kesehatan dan sarana kesehatan yang ada di Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) dibawah kepemimpinan Walikota Tatong Bara, saat ini juga terus meningkatkan serta melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat, termasuk melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat.

“Peningkatan pelayanan kesehatan merupakan salah satu kegiatan yang terus dilaksanakan oleh pemerintah Kota Kotamobagu, apalagi kesehatan sangat berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Untuk tahun 2018 mendatang, Pemerintah Kota Kotamobagu menargetkan dapat meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda,”  terangnya. (ads/gito)

Takut Keliru, Pemkot Minta Saran BPK Soal Lelang Proyek MRBM

Sekkot Adnan Massinae didampingi Asisten II Gunawan Damopolii memantau proses pengerjaan proyek MRBM

ZONA KOTAMOBAGU – Bangunan Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) sedang dalam perampungan. Saat ini, pihaknya ketiga pelaksana proyek berbanderol Rp16 miliar terus memacu pekerjaan agar bisa menyelesaikan target pekerjaan sebelum 22 Desember mendatang. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) sudah berencana melelang kembali fisik proyek tersebut pada awal Desember mendatang.

Saat entry meeting bersama BPK Perwakilan Sulawesi Utara di aula rumah dinas walikota, Senin (27/11), Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, meminta saran dan masukan kepada para auditor terkait  rencana pelelangan proyek tersebut.

“Konsultan pengawas sudah diserahkan ke ULP untuk dilelang, kemudian untuk fisik kita rencanakan awal Desember pelalangannya. Sehingga itu kami meminta saran agar tidak keliru dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Diterangkannya, saat ini realisasi pekerjaan proyek pembangunan MRBM sudah berada pada angka 89 persen. Saat ini pihak ketiga tinggal menyelesaikan pekerjaan pemasangan marmer dan pengecatan. “Kita juga sudah rapat dengan pihak pelaksana kegiatan, dan mereka menyanggupi akan menuntaskan pekerjaan sebelum batas akhir kontrak,” terangnya.

Ditambahkannya, anggaran sebesar Rp15 miliar dialokasikan untuk pengerjaan lanjutan proyek tersebut, dengan target pekerjaan meliputi pemasangan marmer, kaligrafi depan dan finishing lainnya. “Target kita sholat idul fitri tahun depan masjid itu sudah bisa difungsikan,” tambahnya.

Ketua Tim Audit Interim, Tutus Sulfani Sulaiman, menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot. Jika meyakini pekerjaan bisa dituntaskan sesuai volume, maka bisa segera dilakukan pelelangan. “Lelang proyek itu tidak salah. Tapi kalau sementara pengerjaan kemudian sudah dilelang lagi, maka hitungannya dimulai dari mana. Jangan sampai pemborong (pihak ketiga pelaksan proyek) tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai volume. Tapi kalau yakin, silahkan,” sebutnya. (ads/gito)

Audit Interim, BPK Gunakan Aplikasi Pemeriksaan

BPK Perwakilan Sulut mulai melakukan audit interim atas LKPD Tahun 2017. Tampak entry meeting di aula rumah dinas walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta untuk menyiapkan data dan dokumen selama proses audit interim oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, pada entry meeting bersama BPK Perwakilan Sulut dalam rangka pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2017.

Menurut Adnan, semua pimpinan SKPD maupun pejabat lain yang berurusan dengan pengelolaan keuangan harus memperhatikan apa yang diminta atau disampaikan tim auditor selama proses audit berlangsung. “Kehadiran (BPK) di sini sangat berarti bagi kami terutama dalam memberikan masukan terhadap kekurangan dalam pengelolaan keuangan daerah. Sehingga itu diharapkan semua (data dan dokumen) dapat disiapkan dan menjadi perhatian bersama,” kata Adnan.

Ditambahkannya, audit interim tersebut akan dilaksanakan selama 24 hari aau berakhir pada 20 Desember mendatang. “Diharapkan ada kerja sama dari pimpinan SKPD agar prosesnya berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Ketua Tim Audit Interim BPK Perwakilan Sulawesi Utara, Tutus Sulfani Sulaiman, mengungkapkan proses pemeriksaan interim saat ini berbeda dengan yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini katanya sudah menggunakan aplikasi pemeriksaan. Sehingga semua data yang diminta ke tiap SKPD akan diinput melalui sistem aplikasi tersebut.

“Jadi sekarang ini lebih banyak menggunakan sistem aplikasi. Sehingga itu kami harapkan agar data atau dokumen yang dimintakan harus yang paling terakhir dan valid, karena tidak bisa diganti lagi kalau sudah di input dalam aplikasi. Aplikasi ini membantu pemeriksa dalam mengumpulkan dokumen,” tambahnya.

Diterangkannya, ruang lingkup objek pemeriksaan adalah updating sistem pengendalian intern (SPI), pengendalian dan pengujian subtantif atas akun-akun LRA seperti pendapatan, belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal. “Kemudian kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, pemantauan tindaklanjut hasil pemeriksaan sebelumnya serta proses transaksi keuangan pemerintah sejak 1 Januari sampai 31 Oktober 2017,” terangnya. (ads/gito)

Peringati HGN, Guru SD-SMP ‘Menari’ di Lapangan

Peringati HGN para guru menggelar jalan sehat dan dilanjutkan dengan dana-dana. Tampak tarian dana-dana oleh para guru yang dilaksanakan di Lapangan Boki Hotinimbang.

ZONA KOTAMOBAGU – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-72 diisi dengan jalan sehat dan tarian dana-dana massal yang diikuti ribuan siswa-siswi serta para guru di lingkungan Dinas Pendidikan, Sabtu (25/11).

“Kegiatan ini (jalan sehat dan dana-dana) diikuti oleh siswa dan guru SD dan SMP se-Kota Kotamobagu,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala.

Diungkapkannya, puncak peringatan HGN akan dilaksanakan upacara bendera pada 5 Desember mendatang. Setelah upacara tersebut, semua guru akan berdialog dengan Walikota Tatong Bara. “Puncaknya nanti awal Desember. Akan ada juga rangkaian kegiatan yang akan kita laksanakan,” ungkapnya.

Pada momentum peringatan HGN ini, ia berharap semua guru dapat lebih meningkatkan profesionalisme demi kemajuan dunia pendidikan di Kota Kotamobagu. “Harapan kami semua guru dapat lebih profesional lagi, terus meningkatkan kinerja dan disiplin. Selamat hari guru untuk semua guru di Kotamobagu,” ujarnya.  (ads/gito)

Besok, Piala Swasti Saba Diarak Keliling Kota

ZONA KOTAMOBAGU – Piala swasti saba atau penghargaan kota sehat yang akan diterima Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), drg Haris Mongilong, Selasa (28/11) besok, rencananya akan diarak keliling 33 desa dan kelurahan. Semua jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) baik PNS, tenaga kontrak maupun sukarela akan digerakkan untuk penjemputan penghargaan yang pertama kali didapat Kota Kotamobagu itu.

“Usai menerima penghargaan, tim langsung bertolak dari Jakarta ke Manado dan langsung menuju Kotamobagu. Diperkirakan Hari Rabu sekira jam 11 atau jam 12 siang piala swasti saba sudah tiba di batas kota (Kelurahan Mongkonai). Dari situ akan dijemput oleh semua jajaran Dinas Kesehatan kemudian diarak keliling desa dan kelurahan. Kita sengaja arak-arakan sampai ke desa dan kelurahan karena mereka adalah ujung tombak kota sehat,” kata Tendy Ponubu, salah satu anggota tim kota sehat.

Pada penjemputan nanti, Sekretaris Dinkes, Direktur RSUD, Kepala Instalasi Farmasi serta para kepala Puskesmas diharapkan dapat menggerakan semua ASN, tenaga kontrak dan sukarela untuk terlibat dalam penjemputan tersebut.

“Tanpa mengganggu pelayanan, semua harus dilibatkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, rencana awal penghargaan tersebut akan diterima Walikota Tatong Bara, namun karena ada agenda lainnya sehingga diwakilkan ke Kepala Dinkes Haris Mongilong.

“Pak Kadis akan mewakili ibu walikota menerima penghargaan itu, karena disaat yang bersamaan ibu (walikota) berada di Inggris, sementara pak Sekkot ada agenda pembahasan APBD 2018 di Manado,” ujarnya.

Kepala Dinkes, drg Haris Mongilong, menyebut raihan penghargaan kota sehat Tahun 2017 merupakan hasil kerja sama dan kerja keras semua pihak terkait.

“Alhamdulillah berkat kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas kita semua, pengahrgaan tertinggi di bidang kesehatan kita raih. Penghargaan ini dipersembahkan untuk masyarakat Kota Kotamobagu,” sebutnya. (ads/gito)

Pekan Depan Walikota Terima Penghargaan Kota Sehat

Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berhasil mengawinkan penghargaan kota terbersih dengan raihan piala adipura buana Tahun 2017, dengan penghargaan swasti swaba atau kota sehat. Piala adipura sudah diterima pada Agustus lalu, sedangkan penghargaan swasti saba baru akan diterima pada 28 November.

“Undangan untuk ibu walikota sudah diterima. Acaranya akan dilaksanakan di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ahmad Yani Umar.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu mengungkapkan penghargaan kota sehat diberikan kepada setiap kabupaten dan kota yang sudah berupaya atau berproses menjadi kota sehat melalui upaya gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat.

“Jadi penyelenggaraan lebih mengutamakan proses daripada target. Itu berjalan secara berkesinambungan dimulai dengan kegiatan prioritas dalam suatu tatanan kawasan dan dicapai dalam waktu yang sesuai dengan kemampuan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, menyebut raihan penghargaan kota sehat tersebut merupakan buah kerja sama dan kerja keras semua elemen termasuk masyarakat. “Alhamdulillah. Atas nama ibu walikota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu mengucapkan sukur moanto atas partisipasi dan doa dari seluruh masyarakat, sehingga daerah kita kembali meraih penghargaan. Kali ini penghargaan kota sehat diberikan Kementrian Dalam Negeri bersama Kementria Kesehatan,” sebut Adnan. (ads/gito)

Disbudpar Data Semua Objek Wisata

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu memiliki potensi wisata baik alam maupun budaya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mencatat ada 25 objek wisata yang menjanjikan.

Menurut Kepala Disbudpar, Agung Adati, semua tempat wisata tersebut akan dikembangkan, namun akan dilakukan secara bertahap. “Konsep pengembangan pariwisata di Kotamobagu terus kita maksimalkan. Salah satunya dengan konsep pendekatan CBT (Community Based Tourism) atau pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Agung.

Diterangkannya, CBT merupakan sebuah konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berfokus pada masyarakat sebagai aktor utamanya dan pemerintah sebagai koordinator sekaligus fasilitator.

“Untuk sama merencanakan mengelola, memonitor, mengevaluasi dan seterusnya hingga berjalannya pengembangan pariwisata baik itu alam maupun wisata budaya,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk pengembangan semua objek wisata sistem penganggarannya dilakukan secara keroyokan melalui APBD, APBD Provinsi serta DAK. “Intinya, pemerintah kota saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan sektor pariwisata. Lobi-lobi anggaran juga terus diupayakan,” tambahnya. (ads/gito)

BPBD Usul Anggaran 47 miliar ke BNPB

Refly Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengusulkan anggaran sebesar Rp47 miliar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanggulangan bencana yang meliputi pengerjaan fisik, rehabilitasi dan rekonstruksi talud, serta drainase.

Kepala BPBD, Refly Mokoginta, mengatakan ada 17 lokasi yang terdampak bencana diusulkan ke BNPB untuk dikerjakan. “Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi talud anggarannya Rp34,6 miliar, kemudian drainase atau gorong-gorong anggaran Rp12,3 miliar. Total yang kita ajukan ke BNPD Rp47 miliar,” kata Refly.

Kasubid Inventarisasi Pembiayaan BNPB, Makbul, menjelaskan pihak melakukan survey berdasarkan proposal yang diajukan BPBD.

“Data diolah tim verifikasi, kemudian diajukan ke DPR dengan direktorat jenderal perimbangan keuangan untuk dibahas bersama BNPB. Andaikan usulan itu disetujui, nanti akan ada MoU antara Pemkot dengan pemerintah pusat terkait perjanjian hibah daerah yang pengelolaannya oleh BPBD Kotamobagu,” jelas Makbul, saat berada di Kotamobagu, Rabu (22/11).

Lanjutnya, dari hasil pengamatan yang dilakukan sejak pagi hingga sore hari, pihaknya melihat pemenuhan kriteria yang sesuai dana rehab rekon atau dana sesudah bencana. “Mudah-mudahan saja usulan itu disetujui, karena yang menentukan dapat atau tidak buka kami. Ada mekanismenya,” ujarnya. (ads/gito)