Beranda blog Halaman 611

Awal 2018 BKPP Launching Aplikasi SIAP-ASN

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) merampungkan aplikasi Sistem Informasi Penataan Aparatur Sipil Negara (SIAP-ASN). Aplikasi tersebut sengaja dirancang untuk mengontrol semua informasi yang berkaitan dengan PNS, tenaga kontrak hingga pembayaran tunjangan.

“Besok (hari ini, red) kita mulai menginput data. Untuk tenaga kontrak akan diberikan nomor registrasi kontrak, sehingga SKPD tidak bisa lagi sembarangan menambah tenaga kontrak. Datanya sudah masuk dalam sistem aplikasi itu. Begitu juga dengan hal lain yang berkaitan dengan PNS,” kata Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

Ia mengungkapkan, setelah aplikasi SIAP-ASN, pengembangan aplikasi pendukung seperti kehadiran PNS secara real time dan penghitungan TPP pegawai juga akan dilakukan. “Misalnya, pembayaran honorarium setiap bulan itu mengacu pada data SIAP-ASN ini. Raport-nya di print setiap bulan kemudian di setujui Sekda untuk pengajuan honorarium,” ungkapnya.

Soal launching aplikasi SIAP-ASN, ia mengatakan akan dilakukan pada awal Tahun 2018. “Insya allah awal Januari tahun depan. Sekarang kita masih mengumpulkan data dulu agar saat launching nanti semua sudah siap,” tambahnya. (ads/gito)

Petugas Kebersihan Harap Kotamobagu Kembali Dapat Piala Adipura

Tim penilai adipura saat berada di Jalan Paloko Kinalang.

KOTAMOBAGU – Tim penilai adipura dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai melakukan penilaian pertama (P1) adipura di Kota Kotamobagu, Rabu (22/11). Pantauan Posko Manado, tim penilai yang beranggotakan tiga orang itu didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengunjungi setiap titik pantau yang terdiri dari kawasan TPA, Bank Sampah, taman kota dan sejumlah titik pantau lainnya.

“Nanti akan dilihat apakah selesai hari ini (kemarin, red) atau dilanjutkan besok (hari ini, red). Yang jelas mereka (tim penilai) masih terus berjalan ke lokasi-lokasi yang menjadi sasaran penilaian,” kata Plh Kepala DLH, Gunawan Damopolii.

Ditanya sudah berapa banyak titik pantau yang dinilai, Asisten II Setda Kotamobagu itu tak merincinya. “Sudah banyak dan saya belum hitung jumlahnya,” sebutnya, sembari berlalu menuju mobil dinasnya.

Sebelumnya, Walikota Tatong Bara Walikota Tatong Bara optimis bisa mempersembahkan kembali piala adipura kepada masyarakat Kota Kotamobagu Tahun 2018 mendatang atau diakhir periode kepemimpinannya. Hal ini diutarakan walikota saat berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Senin (20/11).

Menurutnya, berbagai usaha dan kerja keras termasuk pembenahan diberbagai sektor yang dilakukan dinilai cukup dan bukan hal mustahil untuk menjadikan Kota Kotamobagu sebagai kota peraih piala adipura tahun depan. “Dengan kerja keras semua elemen masyarakat, saya optimis Kota Kotamobagu akan menerima piala adipura lagi tahun 2018,” kata walikota.

Ia mengakui, kesadaran masyarakat saat ini terutama soal kebersihan lingkungan terus meningkat. Itu dibuktikan dengan raihan piala adipura yang didapat tahun ini. “Prestasi yang ditorehkan ini tak lepas dari dukungan masyarakat,” sebutnya.

Harapan agar Kota Kotamobagu kembali mendapat piala adipura datang juga dari para petugas kebersihan. Pasukan orange –sebutan lain petugas kebersihan- yang keseharian menyapu, mengangkat dan mengangkut sampah yang berserakan di jalan hingga ke sudut-sudut kota menginginkan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup itu bisa didapat kembali. “Yang lalu dapat adipura, mudah-mudahan ini akan dapat lagi. Kami (petugas kebersihan) pasti senang kalau dapat itu (piala adipura),” kata Harundja Mamonto (53), salah satu petugas kebersihan yang bertugas menyapu di Jalan Paloko Kinalang. (ads/gito)

Turnamen Walikota Cup jadi Ajang Hiburan Masyarakat BMR

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Turnamen walikota cup II Tahun 2017 se-SulutGo yang dilaksanakan di Stadion Nunuk Kelurahan Matali, menjadi tempat hiburan baru bagi para penikmat sepakbola. Tak hanya di Kota Kotamobagu tapi juga di daerah lain di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Pasalnya, dari 19 tim yang menjadi peserta turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp100 juta dan medali itu, rata-rata memainkan pemain berkelas nasional yang sudah malang melintang di kancah persepakbolaan Indonesia seperti PSM Makasar, Persija Jakarta, Mitra Kukar, PSS Sleman, Persib Bandung, Borneo FC dan lainnya.

“Setiap hari saya pasti datang ke lapangan menonton, karena tim-tim yang bertanding rata menurunkan pemain liga (liga I dan liga II Indonesia). Itu pasti seru dan enak ditonton,” kata Imran Asiaw, warga Kelurahan Motoboi Kecil.

Ayah satu anak itu juga mengucapkan terima kasih kepada Walikota Tatong Bara yang sudah menggagas kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat positif, karena menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat pelaku sepak bola. Selain itu menjadi tempat hiburan tersendiri bagi kami yang memang penggemar olahraga sepak bola. Terima kasih ibu walikota yang sudah memfasilitasi kegiatan ini,” sebutnya.

Walikota Tatong Bara, mengaku usai membuka kegiatan tersebut pada Senin (19/11) lalu, dirinya selalu memantau pertandingan setiap harinya. Bahkan saat berada di luar daerahpun, ia selalu meminta data hasil pertandingan serta tim-tim yang turun bertanding.

“Memang tujuan utama selain pembinaan, pengembangan bakat, juga sebagai sarana hiburan bagi masyarakat Kotamobagu. Sepakbola memang digandrungi di daerah ini, dan saya berharap masyarakat dapat terhibur dan pesertanya selalu menjunjung tinggi fair play,” sebut walikota. (ads/gito)

Kotamobagu Masuk 10 Besar Kota Toleran se-Indonesia, Tatong: Saya tak Pernah Menduga

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Setara Institue dan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) mengeluarkan laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2017. Dari hasil itu, Kota Kotamobagu masuk 10 besar daerah dengan indeks tertinggi dengan skor 5,80 atau sama dengan beberapa kota lainnya seperti Binjai, Palu dan Tebing Tinggi. Raihan skor itu hanya kalah dengan Kota Manado, Pematang Siantar, Singkawang dan Tual dengan capaian 5,90.

Walikota Tatong Bara, mengaku dirinya tak pernah menduga Kota Kotamobagu bisa masuk 10 besar kota toleran se-Indonesia. “Saya tidak pernah menduga. Item-item apa yang dinilai saya tidak tahu. Tapi setelah saya mendapatkan informasi bahwa kita masuk 10 besar, tentu ini kompleks,” sebut walikota, usai membuka turnamen walikota cup di Kelurahan Matali, Senin (20/11).

Walikota mengungkapkan, capaian tersebut menjadi sebuah surprise bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kotamobagu. “Ini adalah kebanggaan kita semua yang harus kita syukuri. Saya berterima kasih kepada masyarakat karena dengan capaian ini berarti Kota Kotamobagu kebersamaannya mampu dijalankan ditengah-tengah perbedaan,” ungkap walikota.

Walikota juga meminta masyarakat untuk memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Kotamobagu. “Kita boleh berbeda suku, agama, ras dan golongan, tapi perbedaan itu yang harus menguatkan kita semua,” imbau walikota. (ads/gito)

DKP Provinsi Sulut Jual Bapok Murah di Kotamobagu

Kegiatan pasar murah yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulut, di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan Bulog dan DKP Kota Kotamobagu menggelar pasar murah di tiga lokasi berbeda di Kota Kotamobagu, Selasa (21/11). Tiga lokasi yang menjadi sasaran tempat penjualan bahan pokok murah itu ada Lapangan Boki Hotinimbang, Kelurahan Tumubui dan Desa Kopandakan I.

“Ini sudah menjadi program Pemprov Sulut untuk menggelar pasar murah di seluruh wilayah termasuk di Bolmong Raya,” kata Plt Kepala DKP Provinsi Sulut, Rudi Mokoginta.

Dijelaskannya, bahan pokok yang dijual murah meliputi beras sebanyak 2 ton, tepung terigu 1,5 ton, serta bahan pangan seperti bawang, telur, minyak goreng yang disediakan oleh pihak Bulog. “Semua itu dijual dengan harga murah yang lebih murah dibandingkan harga dinormal di pasaran,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut akan membantu warga terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Tujuan kita adalah membantu masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memudahkan dalam mendapatkan bahan pokok,” harapnya.

Kepala Bidang Distribusi dan Ketahanan Pangan DKP Kotamobagu, Ashar Kulo, mengungkapkan pasar murah tersebut hanya dilaksanakan sehari di tiga lokasi berbeda. “Setelah ini (Lapangan Boki Hotinimbang), akan dipindah ke Tumubui dan Kopandakan I,” ungkapnya. (ads/gito)

DPMD Ingatkan Sangadi Soal Administrasi Dandes

Teddy Makalalag

ZONA KOTAMOBAGU – Semua desa diminta untuk memperhatikan administrasi pengelolaan dana desa. Hal itu perlu dilakukan guna menghindari temuan saat pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nanti. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Teddy Makalalag.

Menurutnya, saat ini BPK sedang melakukan uji petik pemeriksaan atas penggunaan dana desa tahun 2017 di tiga daerah, yakni Kabupaten Bolmong, Minahasa Utara dan Minahasa Selatan.

“Kota Kotamobagu tak masuk lokasi uji petik oleh BPK. Hanya tiga daerah itu. Tapi kita harap para sangadi dan jajarannya dapat memeriksa kembali dan melengkapi seluruh administrasi kegiatan jika ada yang masih kurang. Jangan sampai ada temuan ketika pemeriksaan,” kata Teddy.

Soal penyaluran dandes tahap II, ia mengaku semua desa sudah menerima dan sedang melaksanakan sejumlah program dan kegiatan yang pembiayaannya melalui 40 persen sisa anggaran tersebut.

“Semuanya sudah tersalur, batas waktu kegiatan sampai 31 Desember. Diharapkan seluruh kegiatan bisa selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Ditambahkannya, selain waktu pelaksanaan kegiatan, ia juga mengingatkan soal kualitas dari setiap pekerjaan yang dilaksanakan.

“Pekerjaannya harus sesuai perencanaan yang tertuang dalam APBDes,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Validasi Data Penerima Rastra Tahun 2018

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) segera memvalidasi data penerima beras sejahtera (rastra) tahn 2018. Itu dilakukan guna mendapat data valid soal penerima beras murah dari pemerintah itu.

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Alfian Hasan, mengungkapkan penerima rastra tahun ini sebanyak 5.510 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) dengan jatah 15 kg per bulan dan harga tebus Rp1.600 per kg.

“Bisa saja bertambah atau berkurang tergantung dari hasil validasi nanti,” katanya.

Diungkapkannya, untuk mendapatkan akurasi data penerima rastra, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Sosial (Dinsos) serta kelurahan dan desa.

“Soal kapan waktunya kita turun ke lapangan nanti akan dikoordinasikan lagi. Tapi dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, rastra tersebut merupakan beras yang diberikan pemerintah khusus kepada masyarakat kurang mampu.

“Kita harap masyarakat yang menerimanya dapat terbantukan. Sehingga itu kita akan terus awasi proses penyalurannya agar bisa tepat sasaran,” tambahnya. (ads/gito)

Walikota Optimis Pertahankan Piala Adipura

Walikota Tatong Bara saat berada di TPA

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara optimis bisa mempersembahkan kembali piala adipura kepada masyarakat Kota Kotamobagu Tahun 2018 mendatang atau diakhir periode kepemimpinannya.

Hal ini diutarakan walikota saat berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Senin (20/11).

Menurutnya, berbagai usaha dan kerja keras termasuk pembenahan diberbagai sektor yang dilakukan dinilai cukup dan bukan hal mustahil untuk menjadikan Kota Kotamobagu sebagai kota peraih piala adipura tahun depan.

“Dengan kerja keras semua elemen masyarakat, saya optimis Kota Kotamobagu akan menerima piala adipura lagi tahun 2018,” kata walikota.

Ia mengakui, kesadaran masyarakat saat ini terutama soal kebersihan lingkungan terus meningkat. Itu dibuktikan dengan raihan piala adipura yang didapat tahun ini.

“Prestasi yang ditorehkan ini tak lepas dari dukungan masyarakat,” sebutnya.

Soal penilaian pertama (P1) yang akan dimulai Selasa (21/11) hingga Rabu (22/11), ia mengakui sudah sangat siap dan tinggal menunggu kedatangan tim penilai dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kita selalu siap dinilai kapan saja,” tambanya. (ads/gito)

Pemkot Peduli Pelaku UMKM

Walikota Tatong Bara saat menyerahkan ijin usaha gratis kepada pelaku UMKM, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menaruh perhatian serius terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Untuk menopang perkembangannya, Pemkot melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disgakop & UKM) telah menyerahkan 1.250 ijin gratis kepada pelaku UMKM.

“Ijin gratis yang diberikan itu dapat membantu para pelaku UMKM mendapatkan modal usaha di bank yang telah ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan kredit usaha dengan jaminan ijin usaha,” kata Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Mohammad Yamin.

Diungkapkannya, 1.250 ijin tersebut diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 1.000 ijin dan sisanya di tahap ke dua. “Tahun depan target kita 750 UMKM lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Walikota Tatong Bara, berpesan kepada para pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan ijin tersebut dalam pengembangan usahanya masing-masing.

“Saya harap ini dapat memberi lompatan yang luar biasa. SKPD siap memberi pelayanan dan pihak perbankan siap mendanai para pelaku usaha,” harapnya.

Selain itu, walikota juga berpesan kepada para pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya.

“Kota Kotamobagu menjadi tujuan banyak orang. Peluang ini harus ditangkap. Manfaatkan, benahi dan perbaiki kualitas usaha dengan baik,” pesannya. (ads/gito)

Pemkot Tunggu Jawaban Mendagri Soal Pelantikan Pejabat

ZONA KOTAMOBAGU – Pelantikan 11 pejabat hasil seleksi terbuka masih menunggu persetujuan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Saat ini, nama-nama pejabat hasil seleksi serta rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah diserahkan dan sedang berproses di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kita tinggal menunggu persetujuan pelantikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya sudah ada,” kata Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta, mengungkapkan nama-nama yang dikirim ke Kemendagri sesuai dengan komposisi hasil seleksi terbuka.

“Untuk daerah yang akan menggelar Pilkada seperti Kota Kotamobagu boleh melakukan pergantian atau rolling jabatan untuk kebutuhan organisasi pemerintahan, asalkan ada persetujuan Mendagri. Selain Kota Kotamobagu ada ratusan daerah lainnya yang juga mengusulkan seleksi terbuka,” ungkap Sahaya. (ads/gito)