Beranda blog Halaman 613

DKP Provinsi Sulut Jual Bapok Murah di Kotamobagu

Kegiatan pasar murah yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulut, di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan Bulog dan DKP Kota Kotamobagu menggelar pasar murah di tiga lokasi berbeda di Kota Kotamobagu, Selasa (21/11). Tiga lokasi yang menjadi sasaran tempat penjualan bahan pokok murah itu ada Lapangan Boki Hotinimbang, Kelurahan Tumubui dan Desa Kopandakan I.

“Ini sudah menjadi program Pemprov Sulut untuk menggelar pasar murah di seluruh wilayah termasuk di Bolmong Raya,” kata Plt Kepala DKP Provinsi Sulut, Rudi Mokoginta.

Dijelaskannya, bahan pokok yang dijual murah meliputi beras sebanyak 2 ton, tepung terigu 1,5 ton, serta bahan pangan seperti bawang, telur, minyak goreng yang disediakan oleh pihak Bulog. “Semua itu dijual dengan harga murah yang lebih murah dibandingkan harga dinormal di pasaran,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut akan membantu warga terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Tujuan kita adalah membantu masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memudahkan dalam mendapatkan bahan pokok,” harapnya.

Kepala Bidang Distribusi dan Ketahanan Pangan DKP Kotamobagu, Ashar Kulo, mengungkapkan pasar murah tersebut hanya dilaksanakan sehari di tiga lokasi berbeda. “Setelah ini (Lapangan Boki Hotinimbang), akan dipindah ke Tumubui dan Kopandakan I,” ungkapnya. (ads/gito)

DPMD Ingatkan Sangadi Soal Administrasi Dandes

Teddy Makalalag

ZONA KOTAMOBAGU – Semua desa diminta untuk memperhatikan administrasi pengelolaan dana desa. Hal itu perlu dilakukan guna menghindari temuan saat pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nanti. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Teddy Makalalag.

Menurutnya, saat ini BPK sedang melakukan uji petik pemeriksaan atas penggunaan dana desa tahun 2017 di tiga daerah, yakni Kabupaten Bolmong, Minahasa Utara dan Minahasa Selatan.

“Kota Kotamobagu tak masuk lokasi uji petik oleh BPK. Hanya tiga daerah itu. Tapi kita harap para sangadi dan jajarannya dapat memeriksa kembali dan melengkapi seluruh administrasi kegiatan jika ada yang masih kurang. Jangan sampai ada temuan ketika pemeriksaan,” kata Teddy.

Soal penyaluran dandes tahap II, ia mengaku semua desa sudah menerima dan sedang melaksanakan sejumlah program dan kegiatan yang pembiayaannya melalui 40 persen sisa anggaran tersebut.

“Semuanya sudah tersalur, batas waktu kegiatan sampai 31 Desember. Diharapkan seluruh kegiatan bisa selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Ditambahkannya, selain waktu pelaksanaan kegiatan, ia juga mengingatkan soal kualitas dari setiap pekerjaan yang dilaksanakan.

“Pekerjaannya harus sesuai perencanaan yang tertuang dalam APBDes,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Validasi Data Penerima Rastra Tahun 2018

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) segera memvalidasi data penerima beras sejahtera (rastra) tahn 2018. Itu dilakukan guna mendapat data valid soal penerima beras murah dari pemerintah itu.

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Alfian Hasan, mengungkapkan penerima rastra tahun ini sebanyak 5.510 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) dengan jatah 15 kg per bulan dan harga tebus Rp1.600 per kg.

“Bisa saja bertambah atau berkurang tergantung dari hasil validasi nanti,” katanya.

Diungkapkannya, untuk mendapatkan akurasi data penerima rastra, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Sosial (Dinsos) serta kelurahan dan desa.

“Soal kapan waktunya kita turun ke lapangan nanti akan dikoordinasikan lagi. Tapi dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, rastra tersebut merupakan beras yang diberikan pemerintah khusus kepada masyarakat kurang mampu.

“Kita harap masyarakat yang menerimanya dapat terbantukan. Sehingga itu kita akan terus awasi proses penyalurannya agar bisa tepat sasaran,” tambahnya. (ads/gito)

Walikota Optimis Pertahankan Piala Adipura

Walikota Tatong Bara saat berada di TPA

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara optimis bisa mempersembahkan kembali piala adipura kepada masyarakat Kota Kotamobagu Tahun 2018 mendatang atau diakhir periode kepemimpinannya.

Hal ini diutarakan walikota saat berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Senin (20/11).

Menurutnya, berbagai usaha dan kerja keras termasuk pembenahan diberbagai sektor yang dilakukan dinilai cukup dan bukan hal mustahil untuk menjadikan Kota Kotamobagu sebagai kota peraih piala adipura tahun depan.

“Dengan kerja keras semua elemen masyarakat, saya optimis Kota Kotamobagu akan menerima piala adipura lagi tahun 2018,” kata walikota.

Ia mengakui, kesadaran masyarakat saat ini terutama soal kebersihan lingkungan terus meningkat. Itu dibuktikan dengan raihan piala adipura yang didapat tahun ini.

“Prestasi yang ditorehkan ini tak lepas dari dukungan masyarakat,” sebutnya.

Soal penilaian pertama (P1) yang akan dimulai Selasa (21/11) hingga Rabu (22/11), ia mengakui sudah sangat siap dan tinggal menunggu kedatangan tim penilai dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kita selalu siap dinilai kapan saja,” tambanya. (ads/gito)

Pemkot Peduli Pelaku UMKM

Walikota Tatong Bara saat menyerahkan ijin usaha gratis kepada pelaku UMKM, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menaruh perhatian serius terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Untuk menopang perkembangannya, Pemkot melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disgakop & UKM) telah menyerahkan 1.250 ijin gratis kepada pelaku UMKM.

“Ijin gratis yang diberikan itu dapat membantu para pelaku UMKM mendapatkan modal usaha di bank yang telah ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan kredit usaha dengan jaminan ijin usaha,” kata Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Mohammad Yamin.

Diungkapkannya, 1.250 ijin tersebut diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 1.000 ijin dan sisanya di tahap ke dua. “Tahun depan target kita 750 UMKM lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Walikota Tatong Bara, berpesan kepada para pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan ijin tersebut dalam pengembangan usahanya masing-masing.

“Saya harap ini dapat memberi lompatan yang luar biasa. SKPD siap memberi pelayanan dan pihak perbankan siap mendanai para pelaku usaha,” harapnya.

Selain itu, walikota juga berpesan kepada para pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya.

“Kota Kotamobagu menjadi tujuan banyak orang. Peluang ini harus ditangkap. Manfaatkan, benahi dan perbaiki kualitas usaha dengan baik,” pesannya. (ads/gito)

Pemkot Tunggu Jawaban Mendagri Soal Pelantikan Pejabat

ZONA KOTAMOBAGU – Pelantikan 11 pejabat hasil seleksi terbuka masih menunggu persetujuan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Saat ini, nama-nama pejabat hasil seleksi serta rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah diserahkan dan sedang berproses di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kita tinggal menunggu persetujuan pelantikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya sudah ada,” kata Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta, mengungkapkan nama-nama yang dikirim ke Kemendagri sesuai dengan komposisi hasil seleksi terbuka.

“Untuk daerah yang akan menggelar Pilkada seperti Kota Kotamobagu boleh melakukan pergantian atau rolling jabatan untuk kebutuhan organisasi pemerintahan, asalkan ada persetujuan Mendagri. Selain Kota Kotamobagu ada ratusan daerah lainnya yang juga mengusulkan seleksi terbuka,” ungkap Sahaya. (ads/gito)

PNS jangan Bertukar Jam Kerja dengan Tenaga Kontrak

ZONA KOTAMOBAGU — Walikota Tatong Bara mengingatkan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) khususnya tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk terus meningkatkan disiplin. Tak hanya soal kehadiran, tapi kepatuhan terhadap kam kerja juga harus diperhatikan.

“Laksanakan tugas masing-masing. Tidak boleh PNS yang sedang bertugas menukar waktu dengan tenaga kontrak. Apalagi jam kerjanya di malam hari,” kata walikota, dihadapan para petugas kesehatan saat menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), beberapa hari lalu.

Lanjut walikota, dirinya sudah mendapat laporan soal pertukaran jam kerja oleh PNS dan tenaga kontrak.

“Sudah ada laporan ke saya, tapi belum ada yang kedapatan langsung. Makanya saya ingatkan dan ini harus diperhatikan,” ujar walikota.

Walikota menegaskan, sanksi tegas akan diberikan jika ada yang kedapatan melakukan hal demikian. Sanksi yang akan diberikan berupa pembinaan sekaligus pemindahan.

“Mudah-mudahan tidak ada seperti itu. Tapi kalau ada dan didapati orangnya pasti ada sanksinya untuk keduanya. (ads/gito)

Pemkot Respon Aspirasi Lembaga Adat

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana memberi insentif kepada lembaga adat yang ada di desa dan kelurahan. Hal itu dimaksudkan untuk menambah motivasi kerja para lembaga adat. Rencana pemberian insentif tersebut merupakan tindaklanjut dari aspirasi para lembaga adat yang dalam beberapa kesempatan disampaikan kepada Pemkot maupun pihak DPRD.

“Pemerintah akan berusaha memberi insentif pada 2018 nanti. Kita realiasasikan aspirasi mereka (lembaga adat),” kata Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae.

Ia mengakui, kinerja lembaga adat di desa dan kelurahanperlu diberi apresiasi.

“Mereka juga bekerja siang dan malam. Tugas mereka di tengah masyarakat sangat vital dan perlu diapresiasi. Insya allah akan terealisasi tahun depan. Untuk pembayarannya melalui bagian Tata Pemerintahan,” ujar Adnan. (ads/gito)

 

2018, DID Turun 18 miliar

Rio A. Lombone, SSTP, MH

ZONA KOTAMOBAGU – Dana Insentif Daerah (DID) yang akan diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Tahun 2018 dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) hanya sebesar Rp18 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari yang diterima tahun ini sebesar Rp50 miliar atau turun sekira Rp32 miliar.

“Kota Kotamobagu hanya dapat DID Rp18 miliar,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Rio Lombone.

Iamengungkapkan, ada beberapa indikator yang mempengaruhi turunnya angka DID yang akan diterima tahun depan. Meski tak merinci indikatornya, namun ia mengakui ada sejumlah keberhasilan yang diraih Pemkot sehingga masih mendapatkan DID.

“Bersyukur kita masih dapat DID meski angkanya tak sama dengan tahun ini,” ujarnya. (ads/gito)

Walikota: Petugas Medis Harus Ramah

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara berpesan kepada para petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Puskesmas dan tempat pelayanan kesehatan lainnya, untuk selalu bersikap ramah dan terus memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat atau pasien.

Hal ini disampaikan walikota saat memberi sambutan pada puncak perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Rabu (15/11).

Menurut walikota, pelayanan kesehatan adalah bagian dari amanat negara. Sehingga itu, semua petugas medis diminta untuk memberi pelayanan yang maksimal ke masyarakat.

“Selamat HKN kepada keluarga besar Dinas Kesehatan Kotamobagu. Tetap konsisten memberikan yang terbaik kepada masyarakat, serta selalu tampilkan keramahan yang baik. Salam, sapa, senyum wajib dilakukan oleh semua petugas kepada pasien. Tidak ada yang pemarah lagi. Sekarang kita bangkit untuk semangat baru,” kata walikota.

Lanjut walikota, dengan tutur kata sopan dan sifat yang ramah akan memberikan dorongan mental pasien selama dirawat.

“Pengaruhnya sangat besar. Bila kita akrab maka pasien akan lebih nyaman dan mau berterus terang dengan keluhan yang dideritanya,” ujar walikota.

Walikota menambahkan, setiap petugas medis dituntut untuk selalu maksimal dalam memberi pelayanan.

“Kita dijemput oleh tugas berat. Sehingga itu perlu ada komitmen yang serius. Saya harap, dengan menuju kota sehat, kita selalu tampilkan pelayanan yang prima,” tambah walikota. (ads/gito)