Beranda blog Halaman 612

Audit Interim, BPK Gunakan Aplikasi Pemeriksaan

BPK Perwakilan Sulut mulai melakukan audit interim atas LKPD Tahun 2017. Tampak entry meeting di aula rumah dinas walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta untuk menyiapkan data dan dokumen selama proses audit interim oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, pada entry meeting bersama BPK Perwakilan Sulut dalam rangka pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2017.

Menurut Adnan, semua pimpinan SKPD maupun pejabat lain yang berurusan dengan pengelolaan keuangan harus memperhatikan apa yang diminta atau disampaikan tim auditor selama proses audit berlangsung. “Kehadiran (BPK) di sini sangat berarti bagi kami terutama dalam memberikan masukan terhadap kekurangan dalam pengelolaan keuangan daerah. Sehingga itu diharapkan semua (data dan dokumen) dapat disiapkan dan menjadi perhatian bersama,” kata Adnan.

Ditambahkannya, audit interim tersebut akan dilaksanakan selama 24 hari aau berakhir pada 20 Desember mendatang. “Diharapkan ada kerja sama dari pimpinan SKPD agar prosesnya berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Ketua Tim Audit Interim BPK Perwakilan Sulawesi Utara, Tutus Sulfani Sulaiman, mengungkapkan proses pemeriksaan interim saat ini berbeda dengan yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini katanya sudah menggunakan aplikasi pemeriksaan. Sehingga semua data yang diminta ke tiap SKPD akan diinput melalui sistem aplikasi tersebut.

“Jadi sekarang ini lebih banyak menggunakan sistem aplikasi. Sehingga itu kami harapkan agar data atau dokumen yang dimintakan harus yang paling terakhir dan valid, karena tidak bisa diganti lagi kalau sudah di input dalam aplikasi. Aplikasi ini membantu pemeriksa dalam mengumpulkan dokumen,” tambahnya.

Diterangkannya, ruang lingkup objek pemeriksaan adalah updating sistem pengendalian intern (SPI), pengendalian dan pengujian subtantif atas akun-akun LRA seperti pendapatan, belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal. “Kemudian kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, pemantauan tindaklanjut hasil pemeriksaan sebelumnya serta proses transaksi keuangan pemerintah sejak 1 Januari sampai 31 Oktober 2017,” terangnya. (ads/gito)

Peringati HGN, Guru SD-SMP ‘Menari’ di Lapangan

Peringati HGN para guru menggelar jalan sehat dan dilanjutkan dengan dana-dana. Tampak tarian dana-dana oleh para guru yang dilaksanakan di Lapangan Boki Hotinimbang.

ZONA KOTAMOBAGU – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-72 diisi dengan jalan sehat dan tarian dana-dana massal yang diikuti ribuan siswa-siswi serta para guru di lingkungan Dinas Pendidikan, Sabtu (25/11).

“Kegiatan ini (jalan sehat dan dana-dana) diikuti oleh siswa dan guru SD dan SMP se-Kota Kotamobagu,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala.

Diungkapkannya, puncak peringatan HGN akan dilaksanakan upacara bendera pada 5 Desember mendatang. Setelah upacara tersebut, semua guru akan berdialog dengan Walikota Tatong Bara. “Puncaknya nanti awal Desember. Akan ada juga rangkaian kegiatan yang akan kita laksanakan,” ungkapnya.

Pada momentum peringatan HGN ini, ia berharap semua guru dapat lebih meningkatkan profesionalisme demi kemajuan dunia pendidikan di Kota Kotamobagu. “Harapan kami semua guru dapat lebih profesional lagi, terus meningkatkan kinerja dan disiplin. Selamat hari guru untuk semua guru di Kotamobagu,” ujarnya.  (ads/gito)

Besok, Piala Swasti Saba Diarak Keliling Kota

ZONA KOTAMOBAGU – Piala swasti saba atau penghargaan kota sehat yang akan diterima Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), drg Haris Mongilong, Selasa (28/11) besok, rencananya akan diarak keliling 33 desa dan kelurahan. Semua jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) baik PNS, tenaga kontrak maupun sukarela akan digerakkan untuk penjemputan penghargaan yang pertama kali didapat Kota Kotamobagu itu.

“Usai menerima penghargaan, tim langsung bertolak dari Jakarta ke Manado dan langsung menuju Kotamobagu. Diperkirakan Hari Rabu sekira jam 11 atau jam 12 siang piala swasti saba sudah tiba di batas kota (Kelurahan Mongkonai). Dari situ akan dijemput oleh semua jajaran Dinas Kesehatan kemudian diarak keliling desa dan kelurahan. Kita sengaja arak-arakan sampai ke desa dan kelurahan karena mereka adalah ujung tombak kota sehat,” kata Tendy Ponubu, salah satu anggota tim kota sehat.

Pada penjemputan nanti, Sekretaris Dinkes, Direktur RSUD, Kepala Instalasi Farmasi serta para kepala Puskesmas diharapkan dapat menggerakan semua ASN, tenaga kontrak dan sukarela untuk terlibat dalam penjemputan tersebut.

“Tanpa mengganggu pelayanan, semua harus dilibatkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, rencana awal penghargaan tersebut akan diterima Walikota Tatong Bara, namun karena ada agenda lainnya sehingga diwakilkan ke Kepala Dinkes Haris Mongilong.

“Pak Kadis akan mewakili ibu walikota menerima penghargaan itu, karena disaat yang bersamaan ibu (walikota) berada di Inggris, sementara pak Sekkot ada agenda pembahasan APBD 2018 di Manado,” ujarnya.

Kepala Dinkes, drg Haris Mongilong, menyebut raihan penghargaan kota sehat Tahun 2017 merupakan hasil kerja sama dan kerja keras semua pihak terkait.

“Alhamdulillah berkat kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas kita semua, pengahrgaan tertinggi di bidang kesehatan kita raih. Penghargaan ini dipersembahkan untuk masyarakat Kota Kotamobagu,” sebutnya. (ads/gito)

Pekan Depan Walikota Terima Penghargaan Kota Sehat

Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berhasil mengawinkan penghargaan kota terbersih dengan raihan piala adipura buana Tahun 2017, dengan penghargaan swasti swaba atau kota sehat. Piala adipura sudah diterima pada Agustus lalu, sedangkan penghargaan swasti saba baru akan diterima pada 28 November.

“Undangan untuk ibu walikota sudah diterima. Acaranya akan dilaksanakan di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ahmad Yani Umar.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu mengungkapkan penghargaan kota sehat diberikan kepada setiap kabupaten dan kota yang sudah berupaya atau berproses menjadi kota sehat melalui upaya gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat.

“Jadi penyelenggaraan lebih mengutamakan proses daripada target. Itu berjalan secara berkesinambungan dimulai dengan kegiatan prioritas dalam suatu tatanan kawasan dan dicapai dalam waktu yang sesuai dengan kemampuan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, menyebut raihan penghargaan kota sehat tersebut merupakan buah kerja sama dan kerja keras semua elemen termasuk masyarakat. “Alhamdulillah. Atas nama ibu walikota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu mengucapkan sukur moanto atas partisipasi dan doa dari seluruh masyarakat, sehingga daerah kita kembali meraih penghargaan. Kali ini penghargaan kota sehat diberikan Kementrian Dalam Negeri bersama Kementria Kesehatan,” sebut Adnan. (ads/gito)

Disbudpar Data Semua Objek Wisata

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu memiliki potensi wisata baik alam maupun budaya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mencatat ada 25 objek wisata yang menjanjikan.

Menurut Kepala Disbudpar, Agung Adati, semua tempat wisata tersebut akan dikembangkan, namun akan dilakukan secara bertahap. “Konsep pengembangan pariwisata di Kotamobagu terus kita maksimalkan. Salah satunya dengan konsep pendekatan CBT (Community Based Tourism) atau pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Agung.

Diterangkannya, CBT merupakan sebuah konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berfokus pada masyarakat sebagai aktor utamanya dan pemerintah sebagai koordinator sekaligus fasilitator.

“Untuk sama merencanakan mengelola, memonitor, mengevaluasi dan seterusnya hingga berjalannya pengembangan pariwisata baik itu alam maupun wisata budaya,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk pengembangan semua objek wisata sistem penganggarannya dilakukan secara keroyokan melalui APBD, APBD Provinsi serta DAK. “Intinya, pemerintah kota saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan sektor pariwisata. Lobi-lobi anggaran juga terus diupayakan,” tambahnya. (ads/gito)

BPBD Usul Anggaran 47 miliar ke BNPB

Refly Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengusulkan anggaran sebesar Rp47 miliar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanggulangan bencana yang meliputi pengerjaan fisik, rehabilitasi dan rekonstruksi talud, serta drainase.

Kepala BPBD, Refly Mokoginta, mengatakan ada 17 lokasi yang terdampak bencana diusulkan ke BNPB untuk dikerjakan. “Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi talud anggarannya Rp34,6 miliar, kemudian drainase atau gorong-gorong anggaran Rp12,3 miliar. Total yang kita ajukan ke BNPD Rp47 miliar,” kata Refly.

Kasubid Inventarisasi Pembiayaan BNPB, Makbul, menjelaskan pihak melakukan survey berdasarkan proposal yang diajukan BPBD.

“Data diolah tim verifikasi, kemudian diajukan ke DPR dengan direktorat jenderal perimbangan keuangan untuk dibahas bersama BNPB. Andaikan usulan itu disetujui, nanti akan ada MoU antara Pemkot dengan pemerintah pusat terkait perjanjian hibah daerah yang pengelolaannya oleh BPBD Kotamobagu,” jelas Makbul, saat berada di Kotamobagu, Rabu (22/11).

Lanjutnya, dari hasil pengamatan yang dilakukan sejak pagi hingga sore hari, pihaknya melihat pemenuhan kriteria yang sesuai dana rehab rekon atau dana sesudah bencana. “Mudah-mudahan saja usulan itu disetujui, karena yang menentukan dapat atau tidak buka kami. Ada mekanismenya,” ujarnya. (ads/gito)

Awal 2018 BKPP Launching Aplikasi SIAP-ASN

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) merampungkan aplikasi Sistem Informasi Penataan Aparatur Sipil Negara (SIAP-ASN). Aplikasi tersebut sengaja dirancang untuk mengontrol semua informasi yang berkaitan dengan PNS, tenaga kontrak hingga pembayaran tunjangan.

“Besok (hari ini, red) kita mulai menginput data. Untuk tenaga kontrak akan diberikan nomor registrasi kontrak, sehingga SKPD tidak bisa lagi sembarangan menambah tenaga kontrak. Datanya sudah masuk dalam sistem aplikasi itu. Begitu juga dengan hal lain yang berkaitan dengan PNS,” kata Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

Ia mengungkapkan, setelah aplikasi SIAP-ASN, pengembangan aplikasi pendukung seperti kehadiran PNS secara real time dan penghitungan TPP pegawai juga akan dilakukan. “Misalnya, pembayaran honorarium setiap bulan itu mengacu pada data SIAP-ASN ini. Raport-nya di print setiap bulan kemudian di setujui Sekda untuk pengajuan honorarium,” ungkapnya.

Soal launching aplikasi SIAP-ASN, ia mengatakan akan dilakukan pada awal Tahun 2018. “Insya allah awal Januari tahun depan. Sekarang kita masih mengumpulkan data dulu agar saat launching nanti semua sudah siap,” tambahnya. (ads/gito)

Petugas Kebersihan Harap Kotamobagu Kembali Dapat Piala Adipura

Tim penilai adipura saat berada di Jalan Paloko Kinalang.

KOTAMOBAGU – Tim penilai adipura dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai melakukan penilaian pertama (P1) adipura di Kota Kotamobagu, Rabu (22/11). Pantauan Posko Manado, tim penilai yang beranggotakan tiga orang itu didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengunjungi setiap titik pantau yang terdiri dari kawasan TPA, Bank Sampah, taman kota dan sejumlah titik pantau lainnya.

“Nanti akan dilihat apakah selesai hari ini (kemarin, red) atau dilanjutkan besok (hari ini, red). Yang jelas mereka (tim penilai) masih terus berjalan ke lokasi-lokasi yang menjadi sasaran penilaian,” kata Plh Kepala DLH, Gunawan Damopolii.

Ditanya sudah berapa banyak titik pantau yang dinilai, Asisten II Setda Kotamobagu itu tak merincinya. “Sudah banyak dan saya belum hitung jumlahnya,” sebutnya, sembari berlalu menuju mobil dinasnya.

Sebelumnya, Walikota Tatong Bara Walikota Tatong Bara optimis bisa mempersembahkan kembali piala adipura kepada masyarakat Kota Kotamobagu Tahun 2018 mendatang atau diakhir periode kepemimpinannya. Hal ini diutarakan walikota saat berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Senin (20/11).

Menurutnya, berbagai usaha dan kerja keras termasuk pembenahan diberbagai sektor yang dilakukan dinilai cukup dan bukan hal mustahil untuk menjadikan Kota Kotamobagu sebagai kota peraih piala adipura tahun depan. “Dengan kerja keras semua elemen masyarakat, saya optimis Kota Kotamobagu akan menerima piala adipura lagi tahun 2018,” kata walikota.

Ia mengakui, kesadaran masyarakat saat ini terutama soal kebersihan lingkungan terus meningkat. Itu dibuktikan dengan raihan piala adipura yang didapat tahun ini. “Prestasi yang ditorehkan ini tak lepas dari dukungan masyarakat,” sebutnya.

Harapan agar Kota Kotamobagu kembali mendapat piala adipura datang juga dari para petugas kebersihan. Pasukan orange –sebutan lain petugas kebersihan- yang keseharian menyapu, mengangkat dan mengangkut sampah yang berserakan di jalan hingga ke sudut-sudut kota menginginkan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup itu bisa didapat kembali. “Yang lalu dapat adipura, mudah-mudahan ini akan dapat lagi. Kami (petugas kebersihan) pasti senang kalau dapat itu (piala adipura),” kata Harundja Mamonto (53), salah satu petugas kebersihan yang bertugas menyapu di Jalan Paloko Kinalang. (ads/gito)

Turnamen Walikota Cup jadi Ajang Hiburan Masyarakat BMR

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Turnamen walikota cup II Tahun 2017 se-SulutGo yang dilaksanakan di Stadion Nunuk Kelurahan Matali, menjadi tempat hiburan baru bagi para penikmat sepakbola. Tak hanya di Kota Kotamobagu tapi juga di daerah lain di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Pasalnya, dari 19 tim yang menjadi peserta turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp100 juta dan medali itu, rata-rata memainkan pemain berkelas nasional yang sudah malang melintang di kancah persepakbolaan Indonesia seperti PSM Makasar, Persija Jakarta, Mitra Kukar, PSS Sleman, Persib Bandung, Borneo FC dan lainnya.

“Setiap hari saya pasti datang ke lapangan menonton, karena tim-tim yang bertanding rata menurunkan pemain liga (liga I dan liga II Indonesia). Itu pasti seru dan enak ditonton,” kata Imran Asiaw, warga Kelurahan Motoboi Kecil.

Ayah satu anak itu juga mengucapkan terima kasih kepada Walikota Tatong Bara yang sudah menggagas kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat positif, karena menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat pelaku sepak bola. Selain itu menjadi tempat hiburan tersendiri bagi kami yang memang penggemar olahraga sepak bola. Terima kasih ibu walikota yang sudah memfasilitasi kegiatan ini,” sebutnya.

Walikota Tatong Bara, mengaku usai membuka kegiatan tersebut pada Senin (19/11) lalu, dirinya selalu memantau pertandingan setiap harinya. Bahkan saat berada di luar daerahpun, ia selalu meminta data hasil pertandingan serta tim-tim yang turun bertanding.

“Memang tujuan utama selain pembinaan, pengembangan bakat, juga sebagai sarana hiburan bagi masyarakat Kotamobagu. Sepakbola memang digandrungi di daerah ini, dan saya berharap masyarakat dapat terhibur dan pesertanya selalu menjunjung tinggi fair play,” sebut walikota. (ads/gito)

Kotamobagu Masuk 10 Besar Kota Toleran se-Indonesia, Tatong: Saya tak Pernah Menduga

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Setara Institue dan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) mengeluarkan laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2017. Dari hasil itu, Kota Kotamobagu masuk 10 besar daerah dengan indeks tertinggi dengan skor 5,80 atau sama dengan beberapa kota lainnya seperti Binjai, Palu dan Tebing Tinggi. Raihan skor itu hanya kalah dengan Kota Manado, Pematang Siantar, Singkawang dan Tual dengan capaian 5,90.

Walikota Tatong Bara, mengaku dirinya tak pernah menduga Kota Kotamobagu bisa masuk 10 besar kota toleran se-Indonesia. “Saya tidak pernah menduga. Item-item apa yang dinilai saya tidak tahu. Tapi setelah saya mendapatkan informasi bahwa kita masuk 10 besar, tentu ini kompleks,” sebut walikota, usai membuka turnamen walikota cup di Kelurahan Matali, Senin (20/11).

Walikota mengungkapkan, capaian tersebut menjadi sebuah surprise bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kotamobagu. “Ini adalah kebanggaan kita semua yang harus kita syukuri. Saya berterima kasih kepada masyarakat karena dengan capaian ini berarti Kota Kotamobagu kebersamaannya mampu dijalankan ditengah-tengah perbedaan,” ungkap walikota.

Walikota juga meminta masyarakat untuk memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Kotamobagu. “Kita boleh berbeda suku, agama, ras dan golongan, tapi perbedaan itu yang harus menguatkan kita semua,” imbau walikota. (ads/gito)