Beranda blog Halaman 621

6,8 miliar untuk Anggaran Panwaslu

PENGAWASAN PILWAKO: Penandatangan NPHD oleh Walikota Tatong Bara disaksikan ketua dan para anggota Panwaslu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mengalokasikan dana hibah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) sebesar Rp6,8 miliar. Besaran anggaran tersebut tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang telah ditandatangani Walikota Tatong Bara dan Ketua Panwaslu Musly Mokoginta.

“Pemerintah Kotamobagu memiliki pandangan yang sama dengan Panwaslu, bahwa Pilwako harus sukses. Untuk menyukseskannya, tentu tergantung dari bagaimana lembaga Panwaslu melakukan pengawasan,” kata Tatong.

Tatong mengungkapkan, Pemkot sangat mendukung Panwaslu Kotamobagu. Sebagai bentuk dukungan itu, telah dialokasikan dana hibah sebesar Rp6,8 miliar. “Dengan dukungan anggaran itu, kita harapkan pengawasan terhadap jalannya proses Pilwako dapat maksimal,” ungkapnya.

Ketua Panwaslu, Musly Mokoginta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkot yang mendukung penuh khususnya soal penganggaran dan penempatan pegawai di sekretariat. “Dana hibah itu akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengawasan Pilwako, termasuk didalamnya soal honorarium Panwascam, PPL, pengawas TPS, sosialisasi dan operasional lainnya,” sebutnya. (ads/gito)

Disbudpar Siapkan Strategi Pengembangan Desa Wisata

PARIWISATA: Disbudpar menyiapkan Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata. Tampak Kepala Disbudpar saat memaparkan strategi pengembangan desa wisata di aula rumah dinas walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, disiapkan menjadi desa wisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) sebagai instansi teknis mulai menyusun strategi untuk mewujudkan target tersebut. Kamis (5/10), Disbudpar menggelar sosialisasi strategi pengembangan pariwisata Kotamobagu, di aula rumah dinas walikota.

Pada sosialisasi itu, Kepala Disbudpar Agung Adati, menjelaskan tentang strategi pengembangan pariwisata melalui pembentukan desa wisata berbasis masyarakat atau pola Community Based Tourism (CBT). Sebelum menetapkan Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata, terlebih dahulu dilakukan survey dan memenuhi unsur-unsur yang meliputi atraksi atau pertunjukan tarian lokal daerah, aksebilitas atau kemudahan akses dan amenitas atau unsur pendukung seperti home stay, pos keamanan, pos kesehatan dan sebagainya.

“Kongkritnya Desa Kobo Kecil memiliki potensi alam yang unik dan menarik dengan adanya wisata air terjun yang mudah dijangkau, persawahan, kolam pemancingan serta tradisi lokal masyarakat setempat,” terangnya.

Lanjutnya, model pengembangan yang akan diterapkan di desa wisata Kobo Kecil yakni model interaksi langsung. Sehingga wisatawan yang ingin tinggal dan bermalam di lokasi wisata tersebut, akan melalui akomodasi yang disediakan oleh desa wisata itu. “Yang pasti dalam pengembangannya kita tetap berpegang pada prinsip desa wisata, yaitu tidak bertentangan dengan adat dan istiadat budaya,” ujarnya. (ads/gito)

 

Gagal Bungkam Peru, Argentina Terancam Tak Lolos ke Piala Dunia

Argentina bermain 0-0 melawan Peru pada laga lanjutan menjalani laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan, di Stadion Alberto Jose Armando, Buenos Aires, Jumat (6/10/2017).

Hasil negatif membuat Argentina menghuni peringkat keenam dengan 25 poin di klasemen sementara. Mereka terpaut selisih gol dari Peru yang menduduki urutan kelima, atau batas zona play-off. Dengan satu matchday tersisa, tim Tango terancam gagal melenggang ke Piala Dunia 2018.

Jorge Sampaoli membuat keputusan mengejutkan ketika menghadapi Peru. Dalam skema 4-2-3-1 yang diterapkan, sang pelatih memilih memainkan Darío Benedetto sebagai ujung tombang ketimbang Mauro Icardi atau Paulo Dybala.

Akan tetapi, situasi itu tidak menurunkan agresivitas lini serang Argentina. Peluang pertama pun lahir dari Gabriel Mercado pada menit kedelapan. Sayangnya, bola hasil sepakan sang pemain masih bisa dimentahkan pertahanan Peru.

Argentina terus menyerang pertahanan Peru agar dapat mengubah kedudukan. Sayangnya, berbagai peluang yang diciptakan Alejandro Gomes hingga Lionel Messi masih belum membuahkan hasil positif sepanjang babak pertama.

Memasuki babak kedua, Jorge Sampaoli memasukan beberapa pemain untuk mengubah peruntungan. Fernando Gago adalah salah satunya, yang masuk menggantikan Ever Banega pada menit ke-61. Namun, Gago harus ditarik keluar karena mengalami cedera tujuh menit berselang. Argentina terus menyerang secara sporadis untuk bisa memecah kebuntuan. Namun, kukuhnya lini pertahanan Peru membuat skor 0-0 tetap bertahan hingga laga berakhir.

Susunan Pemain:

Argentina: 1-Sergio Romero; 2-Gabriel Mercado, 14-Javier Mascherano, 17-Nicolas Otamendi, 15-Marcos Acuna; 6-Lucas Biglia, 19-Ever Banega (5-Fernando Gago 61′ {8-Enzo Perez 67′}); 11-Angel Di Maria (16-Emiliano Ariel Rigoni 46′), 10-Lionel Messi, 22-Alejandro Gomez; 7-Dario Benedetto.

Pelatih: Jorge Sampaoli (Argentina)

Peru: 1-Pedro Gallese; 2-Alberto Rodriguez, 5-Miguel Araujo, 6-Miguel Trauco, 3-Aldo Corzo; 19-Yoshimar Yotun, 13-Renato Tapia (23-Pedro Aquino 82′), 16-Sergio Pena (8-ilder Cartagena 53′), 20-Edison Flores; 10-Jefferson Farfan (14-Andy Pol 70′), 9-Paolo Guerrero.

Pelatih: Ricardo Gareca (Argentina)

***Sumber: Goal.com

Insentif Petugas Agama dan Guru Mengaji Dibebankan ke Desa

TUNGGU GILIRAN: Ratusan petugas agama dan guru mengaji antri di depan Kantor Bagian Kesos untuk menerima insentif.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembayaran insentif guru mengaji dan petugas agama triwulan IV Tahun 2017 sedikit berbeda dari sebelum-sebelumnya. Jika pembayarannya biasanya dibayarkan oleh Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), maka kedepannya akan langsung diberikan oleh setiap desa. Hal ini disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesos, Adin Mantali, Kamis (5/10).

Menurutnya, perubahan sistem pembayaran insentif guru mengaji dan petugas agama tersebut hanya berlaku di desa yang dibayarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Sedangkan di kelurahan sistem pembayarannya masih seperti biasa. “Ini mulai berlaku pada triwulan IV sampai seterusnya,” ujarnya.

Diterangkannya, terdapat 510 petugas agama dan 210 orang guru mengaji yang tersebar di desa dan kelurahan. Dari jumlah itu, ada 165 petugas agama dan 76 guru mengaji yang pembayarannya insentfinya akan melalui desa. “Sisanya masih tetap di sini (Bagian Kesos),” terangnya.

Terkait pembayaran insentif triwulan III, ia mengungkapkan sedang dilakukan pencairan. Seperti biasanya, ada syarat yang harus dipenuhi setiap petugas agama maupun guru mengaji sebelum menerima hak mereka masing-masing. “Syaratnya yaitu memasukan laporan kinerja bulanan,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Kirim 140 Atlit Ikut Porprov, Walikota Janjikan Bonus ke Atlit Beprestasi

SUPPORT: Walikota Tatong Bara mendukung penuh keikutsertaan 140 atlit yang berlaga di Porprov tahun ini. Tampak proses pelepasan atlit yang dilakukan di aula rudis, kemarin.

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara mendukung penuh keikutsertaan 140 atlit dari 15 cabang olahraga yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada Senin (9/10) hingga Senin (16/10) pekan depan. Tak hanya sekadar mendukung, Tatong juga memberi perhatian khusus terhadap para atlit yang akang berlaga di ajang tersebut.

Pada pelepasan pemberangkatan atlit, Kamis (5/10), di aula rumah dinas walikota, Tatong memberi support kepada semua atlit agar bisa berprestasi dan membawa harum nama daerah di ajang tersebut, sekaligus menyerahkan uang saku dari uang pribadi sebesar Rp50 untuk makan dan kebutuhan lain atlit selama mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, kepada tim official diingatkan agar mendampingi, mengawasi dan memperhatikan segala sesuatu yang dibutuhkan atlit selama kegiatan berlangsung.

“Terutama masalah makan dan pemenuhan gizi serta tempat tinggal mereka. Ini harus dijaga dan diperhatikan,” tegas Tatong.

Pada kesempatan itu, Tatong juga berjanji akan memberikan bonus kepada setiap atlit yang berhasil meraih juara disetiap cabang olahraga yang diikuti. “Dengan persiapan, latihan dan pembinahan yang sudah dilakukan selama ini, saya yakin atlit Kotamobagu bisa meraih juara. Target kita masuk lima besar. Bagi yang meraih medali emas, perak atau perunggu nantinya akan ada bonus,” sebut Tatong.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Tony Ponongoa, mengungkapkan jumlah atlit Kotamobagu yang diutus mengikuti Porprov tahun ini adalah yang terbanyak dibandingkan daerah lain di Bolmong Raya.

“Untuk cabang renang dan tenis tidak bisa ikut, karena ada permasalahan. Namun untuk cabang olahraga lainnya semua siap dan kami yakin bisa meraih juara,” ujarnya.

Ditambahkannya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotamobagu sudah memfasilitasi tempat tinggal atlit selama mengikuti kegiatan. “Sudah ada dua home stay untuk atlit di Kampung Jawa Tondano. Mereka menawarkan tempat di situ karena masih ada hubungan emosional dengan Kota Kotamobagu,” tambahnya. (ads/gito)

Pekan Depan, 33 Pejabat Presentasi Makalah

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah mengantongi ijin tertulis dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) soal pelaksanaan seleksi terbuka calon pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), Panitia Seleksi (Pansel) langsung menjadwalkan pelaksanaan tahapan wawancara dan presentasi makalah, pada Senin (9/10) hingga Jumat (13/10) pekan depan.

“Presentase makalah dilaksanakan pada Hari Senin, karena disesuaikan dengan kesiapan tim panelis,” kata Ketua Pansel, Adnan Massinae, kemarin.

Ketua Tim Sekretariat Pansel, Asral Impe, mengungkapkan tahapan wawancara dan presentasi akan dilaksanakan selama lima hari. Dalam pelaksanaannya, setiap pejabat atau peserta seleksi akan digilir satu persatu berdasarkan jam dan waktu yang sudah ditentukan. “Jumlah peserta yang lolos ditahapan ini ada 33 orang. Dihadapan Pansel, mereka akan memaparkan makalah kemudian wawancara. Jadwalnya sudah kita atur dengan waktu satu jam per peserta,” ungkapnya.

Dijelaskannya, saat wawancara dan presentasi makalah, setiap peserta diharuskan menyiapkan bahan presentasi dalam bentuk power point. “Kita harap juga datang tapat waktu dan mengenakan pakaian yang sudah ditentukan, yaitu hitam-putih,” jelasnya.

Lanjutan pelaksanaan seleksi terbuka tersebut merupakan tindaklanjut dari surat Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) nomor 800/7602/OTDA tertanggal 26 September, perihal tanggapan pelaksanaan seleksi terbuka. Seperti diketahui, pelaksanaan tahapan seleksi sempat tertunda beberapa pekan lantaran Pemkot maupun Pansel belum mengantongi ijin tertulis dari Mendagri dan rekomendasi KASN. (ads/gito)

Langgar Disiplin, 2 ASN Turun Pangkat

Majelis kode etik ASN saat melakukan sidang kode etik.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) tak main-main soal disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Sanksi tegas langsung diberikan bagi yang kedapatan melakukan tindakan indisipliner. Terkini, Pemkot melalui Majelis Kode Etik (MKE) menjatuhkan sanksi penurunan pangkat selama tiga tahun bagi dua ASN, yakni FB dan YKM. Pasalnya, staf di Kantor Kelurahan Mongkonai dan staf di Puskesmas Kotobangon itu kedapatan melakukan pelanggaran disiplin.

Menurut Kepala Bidang Mutasi Promosi dan Penilaian Kinerja Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahrudin Bambela, sanksi kepada dua ASN tersebut adalah penurunan pangkat setingkat lebih rendah. FB diturunkan pangkatnya dari IIC ke IIB, sedangkan YKM dari IID ke IIC. “Penurunan pangkat ini selama tiga tahun, nanti setelah itu baru dikembalikan pada pangkat mereka sebelumnya,” katanya.

Ia mengungkapkan, sanksi yang diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan keduanya. Berdasarkan laporan yang masuk ke BKPP, tingkat kedisiplinan keduanya sangat rendah. “Keduanya jarang masuk kantor, kalaupun datang ke kantor sering terlambat dan pulang cepat. FB tidak masuk kantor selama 33 hari dan YKM 36 hari. Itu akumualsi dari Bulan Januari sampai Juli tahun ini. Laporan itu kami terima dari Camat Kotamobagu Barat dan Kepala Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Selain dua ASN itu, masih ada satu orang lagi yang akan dipanggil MKE, yakni MM yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. “Dia (MM) belum sempat disidang karena masih ada agenda lain. Nanti akan dijadwalkan lagi. Untuk sanksinya, kemungkinan juga penurunan pangkat,” ujarnya.

Plt Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta, mengungkapkan pemberian sanksi bagi ASN yang melakukan tindakan indisipliner sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 Tahujn 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Siapa saja yang melanggar, pasti akan ditindaklanjuti,” ungkapnya. (ads/gito)

Perjuangkan Nasib UDK, Tatong Minta Bantuan Tim Wantanas

Walikota Tatong Bara saat menerima kunjungan Tim Setjen Wantanas

ZONA KOTAMOBAGU – Peningkatan status Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) dari yayasan ke perguruan tinggi negeri menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota (Pemkot). Setelah membentuk Yayasan Pendidikan Kotamobagu sebagai yayasan baru yang akan mengurus pengelolaan satu-satunya universitas di Bolmong Raya itu, Pemkot juga telah mengusulkan penambahan program studi ke koordinator kopertis dan tim evaluator untuk ditindaklanjuti ke Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenriset dan Dikti). Terkini, Pemkot juga mengusulkan kepada tim Sekertariat Jenderal (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) untuk ikut memperjuangkan pengalihan status universitas tersebut. Pada tatap muka dengan Tim Wantanas di aula rumah dinas walikota, Rabu (4/10), Walikota Tatong Bara membeber kondisi UDK saat ini.

“Perguruan tinggi negeri adalah salah satu yang kami butuhkan. Sekarang pemerintah kota sedang memperjuangkan pengalihan status UDK dari yayasan menjadi perguruan tinggi negeri. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kajian yang komprehensif dari Tim Wantanas,” kata Tatong.

Tatong mengungkapkan, ada sekira 5000-an putra-putri Kotamobagu yang menuntaskan pendidikan tingkat menengah setiap tahun. Dari jumlah itu, rata-rata memilih melanjutkan pendidikan ke luar daerah seperti Makasar, Jogjakarta, Gorontalo, Manado dan daerah lainnya. “Ketika ada perguruan tinggi negeri di sini, maka putra-putri daerah tentu tak perlu jauh-jauh lagi kuliah,” ungkap Tatong.

Apa yang disampaikan walikota tersebut langsung mendapat respon dari Tim Wantanas. Salah satu anggota tim, Kolonel Octav Siagian, meminta pihak Pemkot untuk segera membuat naskah akademik dan diserahkan untuk ditindaklanjuti ke Kemenristekdikti. “Nanti naskah akademik itu berikan ke saya, kemudian saya yang akan menindaklanjutinya ke kementrian terkait,” ujar putra Kotamobagu itu. (ads/gito)

Kawan Kota FC Mampu Imbangi Kopandakan Legend

Tim Kawan Kota FC

ZONA KOTAMOBAGU — Pertandingan Kawan Kota FC melawan Kopandakan Legend, Rabu (14/10), menjadi pembuka kegiatan sepakbola yang diselenggarakan pemuda dan Pemerintah Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Kawan Kota yang mengenakan kostum putih-biru tampil berhati-hati saat pertanding baru dimulai. Sementara tim tuan rumah yang diperkuat beberapa eks punggawa Persibom Bolaang Mongondow langsung mengambil alih permaian. Serangan bertubi-tubi dari tuan rumah lewat kedua sisi lapangan belum mampu menembus pertahanan kokoh yang digalang Rusmin Mamonto. Tim Kawan Kota bukan tanpa peluang. Operan pendek dari kaki ke kaki beberapa kali menembus pertahanan tim tuan rumah. Akan tetapi penyelesain akhir yang kurang baik masih menjadi kendala Kawan Kota untuk mencetak gol. Di separuh pertandingan, Kopandakan Legend baru berhasil membobol gawang Kawan Kota yang dijaga Savdar Fransisco. Lewat skema serangan balik dari sektor kiri, Pra Sugiarto Yunus mengirim umpan manja kepada pemain depan dan berhasil diselesaikan dengan baik. Gol tercipta dan kedudukan berubah menjadi 1-0.
Tertinggal defisit satu gol, Kawan Kota langsung merespon dengan merubah skema permaian. Alhasil, serang bertubi-tubi le pertahanan tim lawan tercipta. Tendangan pemain depan, Renza Bambuena, masih bisa ditangkap dengan manis oleh penjaga gawang. Demikian juga dengan keras winger Kawan Kota, Rendi Lasut, yang hanya membentur tiang gawang. Keasyikan menyerang, Kawan Kota justru kembali kebobolan. Lewat serangan balik cepat, tim tuan rumah berhasil menggetarkan jala gawang Kawan Kota untuk yang kedua kalinya.
Beberapa pergantingan pemain dilakukan trio pelatih Kawan Kota, Hasdy Fattah, Kano Tontolawa dan Dadang Djabu. Akan tetapi strategi menyerang diakhir pertandingan yang diisntruksikan ketiganya dari pinggir lapangan tak mampu merubah skor hingga pertandingan selesai
“Liar biasa perjuangan Kawan Kota. Meskipun kalah tapi mampu mengimbangi permaianan tim lawan,” kata Kano didampingi Dadang dan Hasdy.
Ketua Pemuda Kopandakan, Pra Sugiarto Yunus, mengapresiasi Tim Kawan Kota yang sudah ikut ambil bagian pada pembukaan kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada Tim  Kawan Kota dan seluruh teman-teman wartawan di Kotamobagu yang sudah ikut meramaikan kegiatan ini,” sebut Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kotamobagu itu. (***)

Presiden Diagendakan Berkunjung ke Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Presiden Joko Widodo direncanakan akan hadir di Kota Kotamobagu dengan agenda penyerahan secara langsung sertifikat Program Nasional (Prona) Pendataan Tanah Sistematis Langsung (PTSL). Hal ini diutarakan Walikota Tatong Bara, saat menghadiri launching alat pengukuran tanah pada program PTSL Tahun 2017 di Lapangan Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Selasa (3/10).

Menurutnya, orang nomor 1 di Indonesia itu akan datang ke Kotamobagu dengan syarat 5.000 tanah warga telah bersertifikat melalui Prona PTSL.

“Kemarin Kakanwil BPN telah sampaikan kalau 5.000 bidang tanah yang bisa diukur dan disertifikat oleh pemerintah bersama BPN, maka pak presiden akan datang menyerahkan langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Tatong menjelaskan, Pemkot menargetkan 10.000 bidang tanah bersertifikat lewat progam tersebut. Saat ini proses pendataan sedang berlangsung dan dilanjutkan dengan pengukuran.

“Sekarang ini sudah ada 8.000 berkas yang masuk dan sudah ada sekitar 4.000 yang diukur. Saya optimis target itu bisa dicapat apalagi proses pengukurannya sudah menggunakan drone,” jelasnya.

Disisi lain, ia mengapresiasi pihak BPN yang hingga saat ini terus bersama pemerintah desa dan kelurahan dalam proses penerbitan sertifkat tanah. “Kalau di Sulut, Kotamobagu progresnya sangat baik. Selain karena pak presiden akan datang itu soal prestasi, tapi kepentingan pengukuran PTSL ini adalah masyarakat. Pemerintah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan sertifikat tanah,” sebutnya.

Kepala BPN Kotamobagu, Deany Kientjem, mengungkapkan pengukuran tanah pada program PTSL di Kotamobagu akan menggunakan pesawat tanpa awal UAV sky mapper aeril maping service. Hal itu katanya akan sangat membantu mempercepat proses pengukuran. “Di Sulut hanya dua daerah yang menggunakan alat ini, yaitu di Kota Tomohon dengan 12 ribu bidang PTSL dan Kota Kotamobagu 10 bidang,” ujarnya. (ads/gito)