Beranda blog Halaman 622

Pemkab Boltim Belajar Susun Master Plan TIK di Kotamobagu

Foto bersama Kepala Dinas Kominfo Kotamobagu Ahmad Yani Umar (kemeja putih) dan jajarannya bersama pegawai Diskominfo Boltim.

ZONA KOTAMOBAGU – Komitmen Walikota Tatong Bara dalam menerapkan konsep smart city di era digital saat ini, mendapat pengakuan dari berbagai daerah khususnya di wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Terbukti, sejumlah daerah datang berkunjung ke Kota Kotamobagu untuk berkonsultasi soal pelaksanaan program smart city yang sedang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Selama dua hari atau sejak Selasa (10/10) hingga Rabu (11/10), Diskominfo Kabupaten Bolmong Timur datang berkonsultasi soal penyusunan master plan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). “Kota Kotamobagu sudah maju dua langkah dari daerah lain. Sehingga itu kita datang ke sini untuk konsultasi soal master plan TIK. Kita sudah pergi ke beberapa daerah yang menerapkan konsep smart city, tapi kita juga datang ke Kotamobagu untuk mengambil perbandingan dan akan dilaksanakan di Boltim,” kata Kabid Litbang Diskominfo Boltim, Elvira Lobud.

Kepala Bidang TIK, Yusrin Mantali, mengungkapkan ada beberapa poin yang ditanyakan pihak Diskominfo Bolmong Timur untuk diterapkan di daerah mereka. “Mereka tanya soal persiapan menuju smart city. Mulai dari infrastruktur, pembangunan data center, pengaplikasian dan lainnya. Mereka butuh perbandingan dengan daerah lain yang sudah dikunjungi,” ungkapnya.

Ditambahkannya, command center dan data center yang menjadi infrastruktur dasar menuju smart city serta baru dimiliki oleh Kota Kotamobagu. Sedangkan daerah lain di Sulawesi Utara seperti Manado dan Tomohon baru memiliki satu diantaranya. “Tentunya kita menyambut baik dan terbuka dengan daerah lain yang ingin berkonsultasi,” tambahnya. (ads/gito)

Masyarakat Kobo Kecil Dukung Pengembangan Desa Wisata

Kepala Disbudpar, Agung Adati, memberi penjelasan soal rencana pengembangan desa wisata dihadapan pemerintah dan masyarakat Desa Kobo Kecil.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah dan masyarakat Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, mendukung rencana Pemerintah Kota (Pemkot) menjadikan Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata.

“Tentu kami sangat mendukungnya, karena banyak manfaatnya bagi kami masyarakat. Selain desa kami akan dikenal luas dan banyak pengunjung yang datang ke sini, juga bisa memberi keuntungan tersendiri dari segi ekonomi,” kata Risno Mamonto, warga setempat.

Sangadi (kepala desa, red), Refly Ginintu, mengungkapkan  hasil musyawarah yang dilaksanakan di tingkat desa, telah disepakati pembebasan lahan di lokasi destinasi air terjun dengan anggaran yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). “Ada tiga tempat yang akan dibebaskan, yaitu lokasi resting area, lokasi parkir dan lahan di sekitar lokasi air terjun. Kemudian diakhir tahun ini juga akan dilakukan renovasi jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju ke lokasi air terjun itu,” ungkapnya.

Senin (9/10) malam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar sosialisasi tentang rencana pengembangan Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata di Balai Pertemuan Umum (BPU) desa setempat. Dihadapan semua elemen masyarakat yang hadir pada kegiatan itu, Kepala Disbudpar Agung Adati, menyampaikan rencana dan konsep pengembangan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah masyarakat merespon baik konsep desa wisata ini. Saya juga berharap dalam waktu dekat segera dibentuk kelompok sadar wisata dan kelompok sanggar seni untuk mendukung program ini. Kelompok ini menjadi bagian penting dalam menyukseskan sapta pesona yang menjadi syarat penting bagi masyarakat dalam mengelola desa wisata,” ungkap mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu. (ads/gito)

Tahapan Presentasi Makalah dan Wawancara Dimulai

Suasana pelaksanaan tahapan presentasi makalah dan wawancara.

ZONA KOTAMOBAGU – Tahapan wawancara dan presentasi makalah oleh calon pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), dimulai Senin (9/10), di ruang kerja Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Satu persatu pejabat atau peserta seleksi digilir untuk mempresentasikan makalah sekaligus wawancara dihadapan tim panelis.

“Sampai siang ini (kemarin, red) sudah ada dua orang yang selesai. Nanti semua akan digilir sesuai jadwal dan waktu yang sudah ditentukan,” kata Ketua Sekretariat Pansel, Asral Impe.

Ia mengungkapkan, tahapan tersebut akan dilaksanakan selama lima hari ke depan atau sampai Jumat (13/10) mendatang. Setiap hari ada tujuh orang pejabat atau peserta yang akan mempresentasikan makalah dan wawancara. “Bisa saja jadwalnya berubah, karena kita menyesuaikan dengan waktu tim panelis,” ungkapnya. (ads/gito)

32 Siswa SPN Silaturahmi dengan Walikota

SILATURAHMI: Asisten II Gunawan Damopolii yang mewakili Walikota Tatong Bara memberi sambutan saat menyambut kedatangan 32 siswa SPN Karombasan di aula Rudis Walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – 32 siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan Polda Sulut bertatap muka dengan Pemerintah Kota (Pemkot), Senin (9/10), di aula rumah dinas walikota. Pada pertemuan itu, setiap siswa diberi kesempatan memperkenalkan diri masing-masing.

Asisten II Gunawan Damopolii yang mewakili Walikota Tatong Bara, mengaku bangga dan mengapresiasi para siswa SPN yang telah berkunjung dan bertatap muka dengan Pemkot. Ia juga berharap agar para siswa tersebut tetap menjaga kedisiplinan serta selalu giat selama mengikuti pendidikan.

“Yang paling penting adalah disiplin dan belajar. Itu adalah modal utama dalam pendidikan,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menaruh harapan besar agar para siswa SPN yang didominasi warga Kota Kotamobagu itu dapat menunjukan prestasi selama mengikuti pendidikan. “Kalian semua adalah kebanggaan orang tua, daerah dan bangsa. Terus berbuat yang terbaik demi masa depan kalian,” sebutnya. (ads/gito)

Kelola Anggaran Besar, Legislator Usul Pemkot Dampingi Desa

ZONA KOTAMOBAGU – 15 desa akan mengelola anggaran besar di sisa empat bulan terakhir tahun anggaran 2017. Total ada sekira 36 miliar anggaran yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (Dandes) yang akan masuk ke desa. Untuk memaksimalkan pengelolaanya, pihak DPRD meminta Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melakukan pendampingan kepada para pengelola anggaran tersebut.

“Harus ada pendampingan dari instansi terkait terhadap 15 desa yang mendapatkan penambahan anggaran pada APBD Perubahan. Ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata anggota DPRD, Meydi Makalalag, pada rapat paripurna pembicaraan tingkat I Ranperda APBD Perubahan, pekan lalu.

Menanggapinya, Walikota Tatong Bara, mengungkapkan pengelolaan dana desa dan ADD ditiap desa menjadi perhatian pemerintah kotamobagu. “Apalagi dengan bertambahnya anggaran yang masuk ke tiap desa, maka perhatian pemerintah tentu akan lebih besar lagi, sehingga dapat digunakan sesuai aturan, bermanfaat bagi masyarakat dan tidak berkonsekuensi hukum dikemudian hari,” ungkap Tatong.

Disisi lain, Tatong mengapresiasi pihak DPRD yang menaruh perhatian terhadap pengelolaan dana di tiap desa. “Terima kasih kepada DPRD atas saran kepada kami,” sebut Tatong. (ads/gito)

Walikota Keluarkan Perwako Tentang Penerbitan Akta Kematian

Virginia Olii

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) nomor 22 Tahun 2017 tentang penerbitan akta kematian cepat dan tepat waktu. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Virginia Olii.

Menurutnya, pihaknya sudah melaksanakan program pencatatan data kependudukan baik yang meninggal atau baru lahir. Akan tetapi, untuk melegalkan proses pelaksanaannya, maka diterbitkan Perwako tersebut. “Perwako itu merupakan payung hukum untuk penunjang program ini. Sehingga tidak butuh lama proses penerbitan akta kematian dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Ia menjelaskan, akta kematian penting untuk pihak keluarga atau ahli waris, terutama dalam mengurus Taspen, mengurus warisan, klaim asuransi dan menjadi syarat ketika salah satu pihak melakukan pernikahan kembali. “Jika ada warga yang sudah meninggal dunia dan akta kematiannya sudah terbit, maka datanya sudah terhapus dalam data kependudukan,” jelasnya.

Diungkapkannya, untuk pencatatan data base dalam penerbitan akta kematian, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan terkait data diri dari yang bersangkutan. “Setelah ada laporan, kita turun ke lapangan untuk memastikannya. Setelah semua terpenuhi akan, langsung diproses penerbitannya dan diserahkan ke pihak keluarga,” ungkapnya.

Ditambahkannya, penerbitan akta kematian adalah gratis. Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah desa dan kelurahan agar tak melakukan pungutan dengan dalih apapun kepada pihak keluarga. “Penerbitannya gratis. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tambahnya. (ads/gito)

6,8 miliar untuk Anggaran Panwaslu

PENGAWASAN PILWAKO: Penandatangan NPHD oleh Walikota Tatong Bara disaksikan ketua dan para anggota Panwaslu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mengalokasikan dana hibah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) sebesar Rp6,8 miliar. Besaran anggaran tersebut tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang telah ditandatangani Walikota Tatong Bara dan Ketua Panwaslu Musly Mokoginta.

“Pemerintah Kotamobagu memiliki pandangan yang sama dengan Panwaslu, bahwa Pilwako harus sukses. Untuk menyukseskannya, tentu tergantung dari bagaimana lembaga Panwaslu melakukan pengawasan,” kata Tatong.

Tatong mengungkapkan, Pemkot sangat mendukung Panwaslu Kotamobagu. Sebagai bentuk dukungan itu, telah dialokasikan dana hibah sebesar Rp6,8 miliar. “Dengan dukungan anggaran itu, kita harapkan pengawasan terhadap jalannya proses Pilwako dapat maksimal,” ungkapnya.

Ketua Panwaslu, Musly Mokoginta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkot yang mendukung penuh khususnya soal penganggaran dan penempatan pegawai di sekretariat. “Dana hibah itu akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengawasan Pilwako, termasuk didalamnya soal honorarium Panwascam, PPL, pengawas TPS, sosialisasi dan operasional lainnya,” sebutnya. (ads/gito)

Disbudpar Siapkan Strategi Pengembangan Desa Wisata

PARIWISATA: Disbudpar menyiapkan Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata. Tampak Kepala Disbudpar saat memaparkan strategi pengembangan desa wisata di aula rumah dinas walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, disiapkan menjadi desa wisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) sebagai instansi teknis mulai menyusun strategi untuk mewujudkan target tersebut. Kamis (5/10), Disbudpar menggelar sosialisasi strategi pengembangan pariwisata Kotamobagu, di aula rumah dinas walikota.

Pada sosialisasi itu, Kepala Disbudpar Agung Adati, menjelaskan tentang strategi pengembangan pariwisata melalui pembentukan desa wisata berbasis masyarakat atau pola Community Based Tourism (CBT). Sebelum menetapkan Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata, terlebih dahulu dilakukan survey dan memenuhi unsur-unsur yang meliputi atraksi atau pertunjukan tarian lokal daerah, aksebilitas atau kemudahan akses dan amenitas atau unsur pendukung seperti home stay, pos keamanan, pos kesehatan dan sebagainya.

“Kongkritnya Desa Kobo Kecil memiliki potensi alam yang unik dan menarik dengan adanya wisata air terjun yang mudah dijangkau, persawahan, kolam pemancingan serta tradisi lokal masyarakat setempat,” terangnya.

Lanjutnya, model pengembangan yang akan diterapkan di desa wisata Kobo Kecil yakni model interaksi langsung. Sehingga wisatawan yang ingin tinggal dan bermalam di lokasi wisata tersebut, akan melalui akomodasi yang disediakan oleh desa wisata itu. “Yang pasti dalam pengembangannya kita tetap berpegang pada prinsip desa wisata, yaitu tidak bertentangan dengan adat dan istiadat budaya,” ujarnya. (ads/gito)

 

Gagal Bungkam Peru, Argentina Terancam Tak Lolos ke Piala Dunia

Argentina bermain 0-0 melawan Peru pada laga lanjutan menjalani laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan, di Stadion Alberto Jose Armando, Buenos Aires, Jumat (6/10/2017).

Hasil negatif membuat Argentina menghuni peringkat keenam dengan 25 poin di klasemen sementara. Mereka terpaut selisih gol dari Peru yang menduduki urutan kelima, atau batas zona play-off. Dengan satu matchday tersisa, tim Tango terancam gagal melenggang ke Piala Dunia 2018.

Jorge Sampaoli membuat keputusan mengejutkan ketika menghadapi Peru. Dalam skema 4-2-3-1 yang diterapkan, sang pelatih memilih memainkan Darío Benedetto sebagai ujung tombang ketimbang Mauro Icardi atau Paulo Dybala.

Akan tetapi, situasi itu tidak menurunkan agresivitas lini serang Argentina. Peluang pertama pun lahir dari Gabriel Mercado pada menit kedelapan. Sayangnya, bola hasil sepakan sang pemain masih bisa dimentahkan pertahanan Peru.

Argentina terus menyerang pertahanan Peru agar dapat mengubah kedudukan. Sayangnya, berbagai peluang yang diciptakan Alejandro Gomes hingga Lionel Messi masih belum membuahkan hasil positif sepanjang babak pertama.

Memasuki babak kedua, Jorge Sampaoli memasukan beberapa pemain untuk mengubah peruntungan. Fernando Gago adalah salah satunya, yang masuk menggantikan Ever Banega pada menit ke-61. Namun, Gago harus ditarik keluar karena mengalami cedera tujuh menit berselang. Argentina terus menyerang secara sporadis untuk bisa memecah kebuntuan. Namun, kukuhnya lini pertahanan Peru membuat skor 0-0 tetap bertahan hingga laga berakhir.

Susunan Pemain:

Argentina: 1-Sergio Romero; 2-Gabriel Mercado, 14-Javier Mascherano, 17-Nicolas Otamendi, 15-Marcos Acuna; 6-Lucas Biglia, 19-Ever Banega (5-Fernando Gago 61′ {8-Enzo Perez 67′}); 11-Angel Di Maria (16-Emiliano Ariel Rigoni 46′), 10-Lionel Messi, 22-Alejandro Gomez; 7-Dario Benedetto.

Pelatih: Jorge Sampaoli (Argentina)

Peru: 1-Pedro Gallese; 2-Alberto Rodriguez, 5-Miguel Araujo, 6-Miguel Trauco, 3-Aldo Corzo; 19-Yoshimar Yotun, 13-Renato Tapia (23-Pedro Aquino 82′), 16-Sergio Pena (8-ilder Cartagena 53′), 20-Edison Flores; 10-Jefferson Farfan (14-Andy Pol 70′), 9-Paolo Guerrero.

Pelatih: Ricardo Gareca (Argentina)

***Sumber: Goal.com

Insentif Petugas Agama dan Guru Mengaji Dibebankan ke Desa

TUNGGU GILIRAN: Ratusan petugas agama dan guru mengaji antri di depan Kantor Bagian Kesos untuk menerima insentif.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembayaran insentif guru mengaji dan petugas agama triwulan IV Tahun 2017 sedikit berbeda dari sebelum-sebelumnya. Jika pembayarannya biasanya dibayarkan oleh Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), maka kedepannya akan langsung diberikan oleh setiap desa. Hal ini disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesos, Adin Mantali, Kamis (5/10).

Menurutnya, perubahan sistem pembayaran insentif guru mengaji dan petugas agama tersebut hanya berlaku di desa yang dibayarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Sedangkan di kelurahan sistem pembayarannya masih seperti biasa. “Ini mulai berlaku pada triwulan IV sampai seterusnya,” ujarnya.

Diterangkannya, terdapat 510 petugas agama dan 210 orang guru mengaji yang tersebar di desa dan kelurahan. Dari jumlah itu, ada 165 petugas agama dan 76 guru mengaji yang pembayarannya insentfinya akan melalui desa. “Sisanya masih tetap di sini (Bagian Kesos),” terangnya.

Terkait pembayaran insentif triwulan III, ia mengungkapkan sedang dilakukan pencairan. Seperti biasanya, ada syarat yang harus dipenuhi setiap petugas agama maupun guru mengaji sebelum menerima hak mereka masing-masing. “Syaratnya yaitu memasukan laporan kinerja bulanan,” tambahnya. (ads/gito)