Beranda blog Halaman 623

Pemkot Kirim 140 Atlit Ikut Porprov, Walikota Janjikan Bonus ke Atlit Beprestasi

SUPPORT: Walikota Tatong Bara mendukung penuh keikutsertaan 140 atlit yang berlaga di Porprov tahun ini. Tampak proses pelepasan atlit yang dilakukan di aula rudis, kemarin.

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara mendukung penuh keikutsertaan 140 atlit dari 15 cabang olahraga yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada Senin (9/10) hingga Senin (16/10) pekan depan. Tak hanya sekadar mendukung, Tatong juga memberi perhatian khusus terhadap para atlit yang akang berlaga di ajang tersebut.

Pada pelepasan pemberangkatan atlit, Kamis (5/10), di aula rumah dinas walikota, Tatong memberi support kepada semua atlit agar bisa berprestasi dan membawa harum nama daerah di ajang tersebut, sekaligus menyerahkan uang saku dari uang pribadi sebesar Rp50 untuk makan dan kebutuhan lain atlit selama mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, kepada tim official diingatkan agar mendampingi, mengawasi dan memperhatikan segala sesuatu yang dibutuhkan atlit selama kegiatan berlangsung.

“Terutama masalah makan dan pemenuhan gizi serta tempat tinggal mereka. Ini harus dijaga dan diperhatikan,” tegas Tatong.

Pada kesempatan itu, Tatong juga berjanji akan memberikan bonus kepada setiap atlit yang berhasil meraih juara disetiap cabang olahraga yang diikuti. “Dengan persiapan, latihan dan pembinahan yang sudah dilakukan selama ini, saya yakin atlit Kotamobagu bisa meraih juara. Target kita masuk lima besar. Bagi yang meraih medali emas, perak atau perunggu nantinya akan ada bonus,” sebut Tatong.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Tony Ponongoa, mengungkapkan jumlah atlit Kotamobagu yang diutus mengikuti Porprov tahun ini adalah yang terbanyak dibandingkan daerah lain di Bolmong Raya.

“Untuk cabang renang dan tenis tidak bisa ikut, karena ada permasalahan. Namun untuk cabang olahraga lainnya semua siap dan kami yakin bisa meraih juara,” ujarnya.

Ditambahkannya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotamobagu sudah memfasilitasi tempat tinggal atlit selama mengikuti kegiatan. “Sudah ada dua home stay untuk atlit di Kampung Jawa Tondano. Mereka menawarkan tempat di situ karena masih ada hubungan emosional dengan Kota Kotamobagu,” tambahnya. (ads/gito)

Pekan Depan, 33 Pejabat Presentasi Makalah

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah mengantongi ijin tertulis dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) soal pelaksanaan seleksi terbuka calon pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), Panitia Seleksi (Pansel) langsung menjadwalkan pelaksanaan tahapan wawancara dan presentasi makalah, pada Senin (9/10) hingga Jumat (13/10) pekan depan.

“Presentase makalah dilaksanakan pada Hari Senin, karena disesuaikan dengan kesiapan tim panelis,” kata Ketua Pansel, Adnan Massinae, kemarin.

Ketua Tim Sekretariat Pansel, Asral Impe, mengungkapkan tahapan wawancara dan presentasi akan dilaksanakan selama lima hari. Dalam pelaksanaannya, setiap pejabat atau peserta seleksi akan digilir satu persatu berdasarkan jam dan waktu yang sudah ditentukan. “Jumlah peserta yang lolos ditahapan ini ada 33 orang. Dihadapan Pansel, mereka akan memaparkan makalah kemudian wawancara. Jadwalnya sudah kita atur dengan waktu satu jam per peserta,” ungkapnya.

Dijelaskannya, saat wawancara dan presentasi makalah, setiap peserta diharuskan menyiapkan bahan presentasi dalam bentuk power point. “Kita harap juga datang tapat waktu dan mengenakan pakaian yang sudah ditentukan, yaitu hitam-putih,” jelasnya.

Lanjutan pelaksanaan seleksi terbuka tersebut merupakan tindaklanjut dari surat Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) nomor 800/7602/OTDA tertanggal 26 September, perihal tanggapan pelaksanaan seleksi terbuka. Seperti diketahui, pelaksanaan tahapan seleksi sempat tertunda beberapa pekan lantaran Pemkot maupun Pansel belum mengantongi ijin tertulis dari Mendagri dan rekomendasi KASN. (ads/gito)

Langgar Disiplin, 2 ASN Turun Pangkat

Majelis kode etik ASN saat melakukan sidang kode etik.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) tak main-main soal disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Sanksi tegas langsung diberikan bagi yang kedapatan melakukan tindakan indisipliner. Terkini, Pemkot melalui Majelis Kode Etik (MKE) menjatuhkan sanksi penurunan pangkat selama tiga tahun bagi dua ASN, yakni FB dan YKM. Pasalnya, staf di Kantor Kelurahan Mongkonai dan staf di Puskesmas Kotobangon itu kedapatan melakukan pelanggaran disiplin.

Menurut Kepala Bidang Mutasi Promosi dan Penilaian Kinerja Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahrudin Bambela, sanksi kepada dua ASN tersebut adalah penurunan pangkat setingkat lebih rendah. FB diturunkan pangkatnya dari IIC ke IIB, sedangkan YKM dari IID ke IIC. “Penurunan pangkat ini selama tiga tahun, nanti setelah itu baru dikembalikan pada pangkat mereka sebelumnya,” katanya.

Ia mengungkapkan, sanksi yang diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan keduanya. Berdasarkan laporan yang masuk ke BKPP, tingkat kedisiplinan keduanya sangat rendah. “Keduanya jarang masuk kantor, kalaupun datang ke kantor sering terlambat dan pulang cepat. FB tidak masuk kantor selama 33 hari dan YKM 36 hari. Itu akumualsi dari Bulan Januari sampai Juli tahun ini. Laporan itu kami terima dari Camat Kotamobagu Barat dan Kepala Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Selain dua ASN itu, masih ada satu orang lagi yang akan dipanggil MKE, yakni MM yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. “Dia (MM) belum sempat disidang karena masih ada agenda lain. Nanti akan dijadwalkan lagi. Untuk sanksinya, kemungkinan juga penurunan pangkat,” ujarnya.

Plt Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta, mengungkapkan pemberian sanksi bagi ASN yang melakukan tindakan indisipliner sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 Tahujn 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Siapa saja yang melanggar, pasti akan ditindaklanjuti,” ungkapnya. (ads/gito)

Perjuangkan Nasib UDK, Tatong Minta Bantuan Tim Wantanas

Walikota Tatong Bara saat menerima kunjungan Tim Setjen Wantanas

ZONA KOTAMOBAGU – Peningkatan status Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) dari yayasan ke perguruan tinggi negeri menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota (Pemkot). Setelah membentuk Yayasan Pendidikan Kotamobagu sebagai yayasan baru yang akan mengurus pengelolaan satu-satunya universitas di Bolmong Raya itu, Pemkot juga telah mengusulkan penambahan program studi ke koordinator kopertis dan tim evaluator untuk ditindaklanjuti ke Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenriset dan Dikti). Terkini, Pemkot juga mengusulkan kepada tim Sekertariat Jenderal (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) untuk ikut memperjuangkan pengalihan status universitas tersebut. Pada tatap muka dengan Tim Wantanas di aula rumah dinas walikota, Rabu (4/10), Walikota Tatong Bara membeber kondisi UDK saat ini.

“Perguruan tinggi negeri adalah salah satu yang kami butuhkan. Sekarang pemerintah kota sedang memperjuangkan pengalihan status UDK dari yayasan menjadi perguruan tinggi negeri. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kajian yang komprehensif dari Tim Wantanas,” kata Tatong.

Tatong mengungkapkan, ada sekira 5000-an putra-putri Kotamobagu yang menuntaskan pendidikan tingkat menengah setiap tahun. Dari jumlah itu, rata-rata memilih melanjutkan pendidikan ke luar daerah seperti Makasar, Jogjakarta, Gorontalo, Manado dan daerah lainnya. “Ketika ada perguruan tinggi negeri di sini, maka putra-putri daerah tentu tak perlu jauh-jauh lagi kuliah,” ungkap Tatong.

Apa yang disampaikan walikota tersebut langsung mendapat respon dari Tim Wantanas. Salah satu anggota tim, Kolonel Octav Siagian, meminta pihak Pemkot untuk segera membuat naskah akademik dan diserahkan untuk ditindaklanjuti ke Kemenristekdikti. “Nanti naskah akademik itu berikan ke saya, kemudian saya yang akan menindaklanjutinya ke kementrian terkait,” ujar putra Kotamobagu itu. (ads/gito)

Kawan Kota FC Mampu Imbangi Kopandakan Legend

Tim Kawan Kota FC

ZONA KOTAMOBAGU — Pertandingan Kawan Kota FC melawan Kopandakan Legend, Rabu (14/10), menjadi pembuka kegiatan sepakbola yang diselenggarakan pemuda dan Pemerintah Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Kawan Kota yang mengenakan kostum putih-biru tampil berhati-hati saat pertanding baru dimulai. Sementara tim tuan rumah yang diperkuat beberapa eks punggawa Persibom Bolaang Mongondow langsung mengambil alih permaian. Serangan bertubi-tubi dari tuan rumah lewat kedua sisi lapangan belum mampu menembus pertahanan kokoh yang digalang Rusmin Mamonto. Tim Kawan Kota bukan tanpa peluang. Operan pendek dari kaki ke kaki beberapa kali menembus pertahanan tim tuan rumah. Akan tetapi penyelesain akhir yang kurang baik masih menjadi kendala Kawan Kota untuk mencetak gol. Di separuh pertandingan, Kopandakan Legend baru berhasil membobol gawang Kawan Kota yang dijaga Savdar Fransisco. Lewat skema serangan balik dari sektor kiri, Pra Sugiarto Yunus mengirim umpan manja kepada pemain depan dan berhasil diselesaikan dengan baik. Gol tercipta dan kedudukan berubah menjadi 1-0.
Tertinggal defisit satu gol, Kawan Kota langsung merespon dengan merubah skema permaian. Alhasil, serang bertubi-tubi le pertahanan tim lawan tercipta. Tendangan pemain depan, Renza Bambuena, masih bisa ditangkap dengan manis oleh penjaga gawang. Demikian juga dengan keras winger Kawan Kota, Rendi Lasut, yang hanya membentur tiang gawang. Keasyikan menyerang, Kawan Kota justru kembali kebobolan. Lewat serangan balik cepat, tim tuan rumah berhasil menggetarkan jala gawang Kawan Kota untuk yang kedua kalinya.
Beberapa pergantingan pemain dilakukan trio pelatih Kawan Kota, Hasdy Fattah, Kano Tontolawa dan Dadang Djabu. Akan tetapi strategi menyerang diakhir pertandingan yang diisntruksikan ketiganya dari pinggir lapangan tak mampu merubah skor hingga pertandingan selesai
“Liar biasa perjuangan Kawan Kota. Meskipun kalah tapi mampu mengimbangi permaianan tim lawan,” kata Kano didampingi Dadang dan Hasdy.
Ketua Pemuda Kopandakan, Pra Sugiarto Yunus, mengapresiasi Tim Kawan Kota yang sudah ikut ambil bagian pada pembukaan kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada Tim  Kawan Kota dan seluruh teman-teman wartawan di Kotamobagu yang sudah ikut meramaikan kegiatan ini,” sebut Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kotamobagu itu. (***)

Presiden Diagendakan Berkunjung ke Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Presiden Joko Widodo direncanakan akan hadir di Kota Kotamobagu dengan agenda penyerahan secara langsung sertifikat Program Nasional (Prona) Pendataan Tanah Sistematis Langsung (PTSL). Hal ini diutarakan Walikota Tatong Bara, saat menghadiri launching alat pengukuran tanah pada program PTSL Tahun 2017 di Lapangan Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Selasa (3/10).

Menurutnya, orang nomor 1 di Indonesia itu akan datang ke Kotamobagu dengan syarat 5.000 tanah warga telah bersertifikat melalui Prona PTSL.

“Kemarin Kakanwil BPN telah sampaikan kalau 5.000 bidang tanah yang bisa diukur dan disertifikat oleh pemerintah bersama BPN, maka pak presiden akan datang menyerahkan langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Tatong menjelaskan, Pemkot menargetkan 10.000 bidang tanah bersertifikat lewat progam tersebut. Saat ini proses pendataan sedang berlangsung dan dilanjutkan dengan pengukuran.

“Sekarang ini sudah ada 8.000 berkas yang masuk dan sudah ada sekitar 4.000 yang diukur. Saya optimis target itu bisa dicapat apalagi proses pengukurannya sudah menggunakan drone,” jelasnya.

Disisi lain, ia mengapresiasi pihak BPN yang hingga saat ini terus bersama pemerintah desa dan kelurahan dalam proses penerbitan sertifkat tanah. “Kalau di Sulut, Kotamobagu progresnya sangat baik. Selain karena pak presiden akan datang itu soal prestasi, tapi kepentingan pengukuran PTSL ini adalah masyarakat. Pemerintah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan sertifikat tanah,” sebutnya.

Kepala BPN Kotamobagu, Deany Kientjem, mengungkapkan pengukuran tanah pada program PTSL di Kotamobagu akan menggunakan pesawat tanpa awal UAV sky mapper aeril maping service. Hal itu katanya akan sangat membantu mempercepat proses pengukuran. “Di Sulut hanya dua daerah yang menggunakan alat ini, yaitu di Kota Tomohon dengan 12 ribu bidang PTSL dan Kota Kotamobagu 10 bidang,” ujarnya. (ads/gito)

Seleksi Terbuka Berlanjut, Besok Mulai Tahapan Wawancara

ZONA KOTAMOBAGU – Sempat tertunda beberapa pekan, akhirnya seleksi terbuka calon pejabat tinggi akhirnya kembali dilanjutkan. Surat rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan ijin tertulis dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri) yang menjadi kendala pelaksanaan tahapan seleksi, akhirnya dikantongi panitia seleksi (pansel).

“Seleksi terbuka ini sudah mendapat ijin dari KASN dan Depdagri,” kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.

Sebagai tindaklanjut atas rekomendasi KASN dan ijin tertulis Depdagri nomor: 800/7602/OTDA, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan panitia seleksi terkait lanjutan pelaksanaan tahapan seleksi. “Insya allah Hari Kamis (besok) sudah bisa dilanjutkan untuk tahapan wawancara dan presentase makalah,” ujarnya.

Tahapan wawancara dan presentase makalah sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 11 September hingga 15 September lalu. Namun karena belum ada rekomendasi KASN dan ijin tertulis dari Depdagri, Pansel akhirnya menunda pelaksanaan seleksi hingga beberapa pekan. Pada seleksi kali ini, ada 11 formasi jabatan yang akan diisi lewat proses seleksi terbuka. (ads/gito)

Walikota Terima Kunjungan Tim Wantanas

Walikota Tatong Bara menerima kunjungan Tim Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) di aula rumah dinas walikota, Rabu (4/10). Kunjungan tim yang dipimpin Brigjen Ali Hamdan Gobra itu untuk melihat langsung sekaligus menganalisa semua aspek baik itu ekonomis, sosial, kemasyarakatan dan lainnya untuk disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

“Pertemuan amat sangat baik. Karena banyak hal yang bisa kita sampaikan kemudian dikaji oleh Tim Wantanas dan disampaikan langsung ke presiden,” kata walikota.

Pada kesempatan itu, walikota juga membeber berbagai prestasi yang sudah dirah Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Selain itu walikota juga menyampaikan beberapa poin yang paling dibutuhkan masyarakat, seperti perguruan tinggi negeri, penyelesaian pembangunan RSUD Kotamobagu, dana desa dan lainnya. “Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan ini dapat ditindaklanjuti untuk mendapatkan jalan keluar dari berbagai permasalahan yang ada,” harap walikota. (adv/gito)

Desa Tabang Segera Miliki Sangadi Baru

Marham Anas Tungkagi
Marham Anas Tungkagi

ZONA KOTAMOBAGU – Tahapan pemilihan sangadi (Pilsang) antar waktu di Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, terus bergulir. Saat ini panitia pelaksana sedang melakukan verifikasi berkas bakal calon untuk sebelum penetapan calon sangadi.

“Verifikasi berkas sampai Kamis (pekan ini). Kemudian Senin (pekan depan) penetapan calon,” kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Anas Tungkagi.

Berdasarkan jadwal yang ditentukan, waktu pemilihan sangadi Tabang dilakukan pada 12 Oktober mendatang. Namun demikian, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak panitia pelaksana soal waktu pelaksanaannya. “Kalau tidak berubah lagi tanggal 12 pemilihan. Mudah-mudahan tidak bergeser lagi,” ujarnya. (ads/gito)

DPPPA Segera Launching Puspaga

Sitti Rafiqah Bora

ZONA KOTAMOBAGU – Tingginya angka perceraian, pernikahan dini dan Kekerasaran Dalam Rumah Tangga (KDRT) rupanya menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot). Berbagai program dan kegiatan yang ditujukan untuk menekan dan mengantisipasi kasus-kasus tersebut sudah dilakukan. Untuk lebih memaksimalkannya, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang digagas Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), akan segera di-launching di Kotamobagu.

Menurut Kepala DPPPA, Siti Rafiqah Bora, Puspaga adalah tempat pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan tenaga profesional. “Dalam pelaksanaannya kita akan menggandeng beberapa pihak, termasuk Kemenag. Untuk gedung sudah siap, tinggal diresmikan. Kalau bukan akhir tahun ini berarti awal tahun depan,” katanya.

Lanjutnya, dalam Puspaga itu akan ada sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas orang tua atau keluarga, agar bertanggungjawab terhadap anak khususnya dalam mengasuh dan melindunginya dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran. “Untuk mengantisipasi kasus yang demikian, memang perlu ada kerja sama semua pihak,” ujarnya. (ads/gito)