Beranda blog Halaman 661

Wali Kota Lepas Peserta Kontingen Penas KTNA

ZONA KOTAMOBAGU – Sebanyak 21 Anggota Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Kotamobagu yang akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) ke-XV di Banda Aceh, resmi dilepas Wali Kota, Ir Hj Tatong Bara, Rabu (03/05).

Wali Kota mengatakan, tujuan dari penyelenggaraan penas tersebut antara lain sebagai wadah memvisualisasikan kreatifitas dan inovasi dalam mengelola potensi pertanian, perikanan, kelautan dan kehutanan dengan berbagai teknologi tepat guna dan modern.

“Selain itu untuk meningkatkan kemampuan manajerial dalam pengelolaan usaha tani yang profesional serta memantapkan kelembagaan petani nelayan dan petani hutan sebagai mitra kerja pemerintah dalam rangka kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan menuju kesejahteraan petani dan keluarganya.”

Ditambahkan, pemerintah sangat mendukung terkait dengan keberangkatan kontingen untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman di KTNA. KTNA merupakan berbagai program termasuk di bidang pertanian dan kelautan, banyak sekali terdapat pemberdayaan petani dan nelayan.

“Program-program ini terbukti sangat memberikan motivasi dan semangat serta optimisme dalam berusaha tani. Mudah-mudahan konsistensi ini terus dipertahankan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan petani,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi positif terhadap keikutsertaan KTNA Kota Kotamobagu dalam PENAS 2017. “Sebab, kegiatan ini sudah sangat tepat dan dapat memberi motivasi menuju kedaulatan pangan karena mengandung makna peningkatan kualitas SDM petani dan nelayan untuk menuju petani yang handal, tangguh, dan mandiri serta tumbuh rasa bangga menjadi petani,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kotamobagu Hardy Mokodompit melaporkan pada penas yang akan berlangsung di Banda Aceh tanggal 6-11 Mei mendatang. “Jumlah peserta sebanyak 21 orang. Nantinya akan membawa produk andalan yang ada di Kotamobagu,” kata Hardy.(adv/gito)

Diduga Depresi, Warga Bilalang Ini Gantung Diri

ZONA HUKRIM –  Seorang lelaki warga Desa Bilalang 1, Kecamatan Kotamobagu Utara, ditemukan gantung diri di pohon mengunakan tali nilon, Rabu (03/05). Lelaki 27 tahun yang diketahui bernama Otik Manangin tersebut ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita, tepatnya di perkebunan Toundopot, Desa Apado, Kecamatan Bilalang.

Menurut Uding Longkun (48) warga sekampung dengan korban, kali pertama melihat korban ketika ia dalam perjalanan menuju ke kebun. Ia mengaku kaget ketika melihat sosok orang tergantung di pohon.  Merasa penasaran, ia mendekati dan ternyata sosok yang tergantun itu dikenalinya.

“Setelah saya mendekat, mayat itu saya kenal, karena sekampung dengan saya. Saat itu juga saya langsung memberi tahukan kepada pihak keluarga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Passi,” ungkap Uding.

Menerima laporan tersebut, pihak keluarga korban dan aparat langsung bergegas menuju lokasi di yang berjarak sekitar 4 km. Setiba di lokasi, korban langsung dievakuasi ke rumahnya untuk dikebumikan.

“Menurut keterangan Albert Managin keluarga korban, korban mengakhiri hidupnya kemungkinn karena depresi dan putus asa akibat penyakit batuk-batuk berdarah yang dideritanya selama 5 bulan belakangan,” kata Kapolres Bolmong, AKBP Faisol Wahyudi SIK, melalui Kassubag Humas AKP Syaiful Tammu.

Dikatakan, terkait peristiwa itu, keluarga korban tidak keberatan dan tidak mempermasalahkan karena dianggap murni gantung diri. Sehingga keluarga korban sudah tidak mengizinkan dilakukan otopsi korban. “Korban pada hari itu juga langsung dikebumikan keluarganya,” jelas Syaiful.(gito)

Wali Kota Resmikan Gerai KFC Kotamobagu

Wali Kota resmikan Gerai KFC Kotamobagu (2)

ZONA KOTAMOBAGU – Usaha waralaba tersohor asal Amreika, Kentucky Fried Chicken (KFC), resmi hadir di Kotamobagu. Itu terbukti dengan diresmikannya gerai KFC Kotamobagu oleh Wali Kota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, Selasa (02/5).

Dalam sambutannya, Wali Kota merasa bangga dan berterima kasih kepada pihak PT. Fastfood Indonesia,Tbk selaku pemegang hak waralaba tunggal KFC, yang telah mempercayakan Kota Kotamobagu sebagai salah satu daerah untuk berinvestasi.

Wali Kota resmikan Gerai KFC Kotamobagu (1)

“Sesuai dengan tema pemerintah Kota Kotamobagu tahun ini, yaitu tahun investasi dan perekonomian daerah, ini jelas merupakan energi positif bagi kita sekalian. Ini terbukti dengan banyaknya investor yang masuk di Kotamobagu, salah satunya KFC.” ujar Wali Kota.

Manager Restaurant KFC Kotamobagu, Gifari Minabari, menjelaskan dengan diresmikannya gerai waralaba KFC di Kotamobagu, tercatat sudah 1.732 gerai KFC se-Indonesia dan khusus di Sulawesi Utara adalah gerai yang ke 14.

Wali Kota resmikan Gerai KFC Kotamobagu (3)

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kotamobagu, karena telah memberikan banyak kemudahan kepada kami untuk berinvestasi, di antaranya kemudahan pengurusan pengurusan perizinan. Dan Sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kotamobagu, seluruh karyawan kami ambil langsung dari Kotamobagu,” jelas Gifari.

Turut serta dalam peresmian tersebut antaranya, Kapolsek Kotamobagu, Kompol. Ruswan Buntuan, Kadis Kominfo, Moch. Agung Adati, ST, M.Si, Kadis PM-PTSP, Noval. C. Manoppo, SE, Kadis P3A, Sitti Rafiqah Bora, SE, Pimpinan Paris Super Store, Sanny Wijoyo, Kepala BUMN/BUMD serta lurah/aangadi se-Kota Kotamobagu.(adv/gito)

Syahril: Kartu Nelayan Syarat Utama Mendapat Bantuan

ilustrasi nelayan

ZONA BOLMONG – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolmong, Syahril Mokoagow mengatakan, pihaknya membuka pengurusan kartu nelayan agar terdata sebagai profesi nelayan dan mendapat bantuan nelayan.

“Kelebihan kartu tersebut selain kita tahu profesi nelayan, mereka juga akan mendapatkan bantuan. Karena itu syarat utama jika ingin mendapatkan bantuan,” ujar Syahril.

Dijelaskan, seluruh nelayan harus mengurus kartu tersebut agar kedepan bisa terdata dalam program yang ada di perikanan nanti. “Untuk percetakan kartu nelayan dinas telah membuka ruang bagi nelayan yang ingin mengurus kartu tersebut. Selain fungsinya banyak jumlah nelayan di wilayah Bolmong terdata semua,” ungkapnya.

Syahril menambahkan, untuk mempermudah pengadaan kartu nelayan pihaknya sudah mengadakan alat percetakan. Namun untuk percetakan kartu nelayan masih menunggu dari pusat.  “Soalnya blangko yang akan digunakan adanya di pusat. Olehnya sekarang ini kewenangan dinas perikanan Bolmong hanya melakukan pendataan untuk dikirim kepusat,” jelasnya.

Lanjutnya, semua nelayan di wilayah Bolmong dapat mengurus kartu nelayan dengan mudah. Asalkan datanya lengkap. “Seluruh nelayan bisa mengurus kartu tersebut, karena Dinas Perikanan Bolmong tidak memiliki target sampai kapan berakhir percetakan kartu nelayan ini,” tutupnya.(gung)

DKP Bolmong Sipakan 13 Ton Berat Bagi Masyarakat Pesisir

Imi Manangin

ZONA BOLMONG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menyiapkan cadangan 13 ton beras bagi masyarakat yang ada di pesisir, atau jauh dari pusat kota Lolak.

“Ya, kita telah mempersiapkan cadangan pangan 13 ton beras untuk tahun 2017, dan ini hanya pada masyaranat yang ada di pesisir, seperti, Mengkang, Matayangan, Pindolili dan ada beberapa Desa lagi,” ujar Kepala DKP Imi Manangin.

Lanjutnya, cadangan pangan itu nantinya akan disebarkan ketika permintaan dari desa sudah ada, dan pihaknya akan segera menindak secepatnya. “Ketika sudah ada permintaan, kami secepatnya akan menindaklanjuti. Dan ini tujuannya demi kesejahteraan masyarakat Bolmong khususnya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Manangin menambahkan, bagi masyarakat yang mendapat musibah dan bencana alam serta yang mengalami kekeringan, nantinya juga akan mendapat bantuan beras. “Ya, kita sama-ratakan bantuan beras seperti ini. Tapi BPBD dulu yang turun ketika terjadi bencana, setelah sebulan baru kita salurkan bantuan beras dari DKP,” tutupnya.(gung)

200 Sekdes di Bolmong Ikut Bimtek

ZONA BOLMONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bolmong menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aparatur Pemerintahan Desa Dalam Bidang Manajemen Pemerintahan Desa Tahun 2017. Bimntek yang digelar di Hotel Sutan Raja Kotamobagu pada Rabu (03/05) siang, dibuka Asisten Administrasi Pemerintahan Sekda Christofel Titov Kamasaan dan diikuti 200 Sekertaris Desa (Sekdes) se-Bolmong.

Dalam sambutannya, Kamasaan mengatakan bahwa desa adalah ujung tombak pemerintahan yang merupakan satu kesatuan masyarakat hukum dan memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. “Sekdes adalah salah satu yang mengatur dan mengurus masyarakat,” ungkapnya.

Lanjutnya, desa sebagai basis penyelenggaraan pelayanan publik, sehingga untuk dapat menjalankan peran tersebut secara efektif dan efisien, diperlukan adanya pengembangan dan peningkatan pengetahuan aparatur pemerintah desa, yang sesuai dengan perkembangan kemajuan masyarakat.

“Sekdes sebagai penyelenggara diimbangi pula dengan pengembangan kapasitas aparatur pemerintah desa agar berdampak pada perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat desa,” ungkapnya.

Ia mengingatkan. melalui pelaksanaan bimbingan teknis kali ini diharap seluruh peserta dapat memahami dengan baik manajemen pemerintahan desa dalam aspek perencanaan, pengawasan, kelembagaan dan keuangan desa. Termasuk laporan penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Peserta harusnya dapat memahami kegiatan ini agar nantinya diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Sehingga fungsi pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan di desa dapat terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Albert Tangkere dalam Laporannya mengatakan tujuan pelaksanaan bimtek ini untuk meningkatkan pelayanan prima terhadapa masyarakat. “Bimtek ini untuk meningkatkan pemahaman tentang administrasi dan pengelolaan keuangan desa agar bisa berdampak pada masyarakat.” Tutupnya.(gung)

Dishub Tertibkan Pengaturan Parkir Kendaraan ASN Kantor Wali Kota

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kotamobagu bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bolmong mulai mengatur dan menyiapkan tempat parkir kendaraan bermotor ASN di Lingkungan Kantor Wali Kota Kotamobagu, Rabu (03/4) pagi tadi.

Kepala Dishub Kotamobagu, Dolly Zulhadji mengatakan, selama ini kendaraan bermotor ASN maupun masyarakat yang datang, diparkir di depan Kantor Wali Kota. Hal ini menyebabkan kesemrautan dan tidak bagus dilihat, sehingga perlu disiapkan tempat parkir yang memadai.

“Mulai hari ini, kita menyiapkan lahan parkir kendaraan bermotor mulai dari simpang tiga depan Kantor Wali Kota sampai ke simpang empat Kantor Telkom. Dan sudah dikoordinasikan dengan pihak Satlantas Polres Bolmong. Nantinya, kita siapkan personel dari Dishub untuk memantau dan menjaga tempat parkir ini,” kata Dolly.

Asisten Administrasi Umum,  Adnan Massinae juga mengimbau seluruh ASN  lingkup Kantor Wali Kota agar mentaati peraturan yang sudah dibuat oleh Dishub. Sehingga tidak ada lagi yang memarkir kendaraan bermotor di depan Kantor Wali Kota.

Kanit Patroli Satlantas Polres Bolmong, Ipda D.S. Ngalimin, yang ikut serta dalam kegiatan tersebut menyampaikan tujuan dari penyiapan lahan parkir ini agar tercipta Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) yang baik dan tidak semraut di depan Kantor Wali Kota Kotamobagu.(ads/gito)

Empat Siswa Berkebutuhan Khusus Ikut UN

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat tidak hanya diikuti siswa pada umumnya, namun siswa berkebutuhan khusus juga ikut menjadi peserta. Sebanyak empat siswa disabilitas di SMP Luar Biasa Negeri Poyowa Besar Kotamobagu turut mengikuti UN.

Menurut Kepsek SLB Poyowa Besar, Ria Risnawaty Mokoagow, soal yang diberikan kepada para siswa ini berbeda dengan sekolah umum lainnya. Mereka harus mengikuti jenis ketunaan yang ada di sekolah.

“Untuk sekolah ini yang mengikuti ujian nasional ada tiga orang, dan yang mengikuti ujian sekolah satu orang. Tiga orang siswa yang mengikuti UN mengalami tuna runggu, sedangkan satu orang lagi mengalami tuna Grahita atau keterbelakangan mental,” jelas Ria, kemarin.

Untuk jenis soal yang diberikan kata Ria, berbeda dengan sekolah umum lainnya karena harus sesuai dengan ketentuan yang ada di sekolah ini. “Untuk soal, disesuaikan,” katanya.(ads/gito)

Masterplan Proyek Ring Road Diserahkan, Kementerian Tunggu Pembebasan Lahan

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu menyerahkan masterplan (rencana induk) pembangunan ring road (jalan lingkar) ke Kementerian Pekerjaan Umum lewat pra-Musrenbang tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), di Manado.

Usulan proyek jalan lingkar tersebut, memiliki panjang 34 kilometer, dengan rute Kotamobagu, Kabupaten Boltim dan Kabupaten Bolmong.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kotamobagu, Sofian Hatam menjelaskan, setelah diserahkan rencana proyek pembangunan ring road itu, Pemkot tinggal menunggu pembebasan lahan.

Menurutnya, dari rencana serta dari masterplan yang ada, pihak Kementerian akan siap untuk menganggarkan dalam APBN. Dana yang dibutuhkan dalam pembangunan itu sebesar Rp800 miliar.

“Intinya pihak Kementerian tinggal menunggu pembebasan lahan dari pemerintah daerah,” paparnya.(ads/gito)

Dandes Tahap I Masuk Rekening Kasda

rio lombone

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) segera menyalurkan Dana Desa (Dandes) tahap I.  Sebagaimana Dandes Tahap I tersebut telah masuk ke rekening Kas Daerah (Kasda).

“Untuk Dandes Tahap I, baru 60 persen yang ditransfer,” ungkap Kepala BPKD Kotamobagu, Rio Lombine.

Ia mengatakan, 60 persen yang ditransfer melalui KPPN itu, yakni Rp9.102.889.200 dari pagu Rp15.171.482.000. Menurutnya, desa yang sudah bisa melakukan pencairan yakni yang sudah melengkapi sejumlah administrasi. Mulai dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), dan laporan realisasi Dandes tahun 2016.

“Jadi, bagi desa yang sudah mencairkan ADD dan BHP, sudah bisa dicairkan dana desa. Karena syarat pencairan ADD dan BHP ini sama dengan pencairan Dandes,” paparnya.

Untuk Kota Kotamobagu ada 15 desa penerima dana desa. 15 desa penerima dana desa tersebar di empat kecamatan. Rio mengaku, pencairan dana desa tahap pertama memang terlambat. Sesuai jadwal, semestinya pencairan sudah bisa dilakukan per 2 Maret lalu. Keterlambatan tersebut disebabkan perubahan sistem pencairan.

“Kemungkinan besar minggu ini dananya sudah bisa diambil atau dicairkan di rekening desa masing-masing. Namun bagi desa yang belum menyelesaikan administrasi belum bisa ditransfer,” jelasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya dandes ditransfer secara langsung dari Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, namun sekarang harus melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Pencairan Dandes tahun ini dibuat dua tahap, tahap I rencananya dicairkan Maret ini sebesar 60 persen, dan tahap II rencananya dicairkan Agustus mendatang sebesar 40 persen. (ads/gito)