Beranda blog Halaman 10

Dibatasi Regulasi, Kotamobagu Tetap Menghantam Podium Akuatik Porprov Sulut XII!

Dibatasi Regulasi, Kotamobagu Tetap Menghantam Podium Akuatik Porprov Sulut XII!
Dibatasi Regulasi, Kotamobagu Tetap Menghantam Podium Akuatik Porprov Sulut XII! (Foto: Udi/Akuatik Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM — Regulasi ketat yang membatasi jumlah atlet penerima medali tiap daerah di cabor akuatik Porprov Sulut XII, tidak mampu menghentikan laju para atlet renang Kotamobagu.

Alih-alih surut, para perenang Kotamobagu justru tampil ganas di Kolam Renang Tirto Sagoro 09 Danlantamal VIII Koarmada II, Kairagi, Sabtu, 22 November 2025, dengan banjir medali yang kembali mengguncang arena.

Hari kedua mencatatkan torehan spektakuler 2 emas dan 4 perak.

Yang masing-masing diraih oleh:

Perak 100m gaya bebas putra — Muh. Taufik Hidayat Mokodompit

Emas 100m gaya bebas putri — Ni Puti Widyaningsih

Perak 50m gaya punggung putra — Zefanya In Crist Tambuwun

Perak 50m gaya punggung putri — Ni Puti Widyaningsih

Perak 50m gaya kupu-kupu putra — Zefanya In Cristp Tambuwun

Emas 50m gaya kupu-kupu putri — Agista Aisya Tunggali

Perak 50m gaya kupu-kupu putri — Ni Puti Widyaningsih

Dengan hasil ini, total sementara akuatik Kotamobagu mengoleksi 5 emas dan 4 perak, kukuh di posisi teratas klasemen cabor akuatik Porprov Sulut XII.

Sosok yang mencuri perhatian adalah Agista Aisya Tunggali, perenang belia pemilik emas 50m gaya kupu-kupu putri yang masih duduk di kelas 6 MI Alkhairat Mogolaing. Talenta muda yang memperlihatkan kapasitas atlet masa depan.

Pelatih renang Kotamobagu, Noldy Tambuwun, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pendukung.

Support dari Ketua Akuatik Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, luar biasa. Demikian juga pengurus KONI Kotamobagu, pak Anugrah Beggie Chandra Gobel, pak Tonny Ponongoa, dan pak Hendra Mokoagow yang datang langsung mendukung. Besok tinggal dua nomor, mohon doa masyarakat Kotamobagu. Tuhan tolong torang,” ujarnya.

Di balik prestasi gemilang itu, ada aturan pembatasan atlet penerima medali per daerah.

Ketua Akuatik Indonesia Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa bersama Para Atlet Berfoto Bersama Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling yang Datang Menyaksikan Langsung Cabor Akuatik (Foto: Akuatik Indonesia Kotamobagu)

Ketua Akuatik Indonesia Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, mengatakan di nomor 100 meter gaya bebas putri, sebenarnya Kotamobagu finis juara 1 dan 3.

“Tapi karena aturan panitia hanya mengizinkan satu atlet per daerah naik podium, maka yang peringkat tiga tidak dihitung dan peringkat empat yang naik podium. Ini aturan Porprov yang harus kita ikuti,” ucapnya.

Meski demikian, Aisya memastikan mental dan kualitas atlet Kotamobagu tetap terjaga.

“Kita tetap fokus pada pembinaan. Atlet sudah menunjukkan kapasitasnya. Aturan hanya soal teknis, bukan ukuran kemampuan.”

Sementara, Sekretaris Akuatik Indonesia Provinsi Sulut, Jimmy Rorintulus, menambahkan penjelasan terkait regulasi pembatasan.

“Aturan ini keputusan yang telah disetujui juga okeh KONI. Tujuannya untuk memotivasi kabupaten/kota secara merata. Aturan ini juga diterapkan di cabor selam.”

Bahkan awalnya, pihak KONI meminta untuk dibatasi hanya satu atlet per nomor perlombaan tapi tidak disetujui oleh pihaknya.

Aturan itu juga, lanjutnya, tidak memengaruhi seleksi untuk PON mendatang. “Untuk seleksi PON, kami tetap memilih atlet terbaik, bukan berdasarkan medali Porprov.”

Dari penelusuran redaksi ZONABMR, regulasi Porprov ini berbeda dengan standar kompetisi renang internasional, yang memperbolehkan dua atlet dari daerah yang sama meraih podium.

Di sisi lain, jurnalis sekaligus pengamat olahraga Hairil Paputungan memberikan pandangan tajam terkait polemik aturan penerima medali.

“Renang itu olahraga yang dipertandingkan di Olympic, artinya seharusnya aturannya mengacu pada regulasi IOC (International Olympic Committee).”

Menurut Hairil, jika regulasi internasional memperbolehkan dua atlet dari daerah atau negara yang sama naik podium, maka pembatasan di Porprov patut dipertanyakan.

“Kalau alasannya untuk memotivasi kabupaten/kota lain, itu ngawur. Harus dipikirkan juga mental atlet yang seharusnya menerima medali. Dan jangan sampai atlet peringkat di bawah cepat berpuas diri karena dimanjakan aturan.”

Hairil menilai ada banyak cara untuk memotivasi pembinaan daerah lain tanpa mengorbankan hak atlet yang sudah bekerja keras.

Ia juga menyoroti kurangnya sosialisasi aturan. “Okelah aturan ini diberlakukan jika disepakati saat manager’s meeting dan technical meeting. Tapi kalau masih banyak pihak yang mempertanyakan, berarti sosialisasinya tidak maksimal.”

Menurutnya, masyarakat yang tidak memahami teknis kompetisi hanya menilai dari medali.

“Misalnya kalau masyarakat tahunya atlet mereka peraih perak Porprov, tetapi saat seleksi PON tidak dipanggil karena yang dipilih adalah peringkat dua sebenarnya, itu bisa memicu polemik baru.”

Hairil pun menegaskan bahwa persoalan ini harus dibenahi segera. “Ini PR besar yang harus diselesaikan cepat oleh pengurus Akuatik Indonesia Provinsi Sulut sebelum Porprov berikutnya.”

Duo Al-Buchari Mengamuk! Balap Sepeda Kotamobagu Sabet Dua Emas di Hari Terakhir Porprov Sulut XII

Duo Al-Buchari Mengamuk! Balap Sepeda Kotamobagu Sabet Dua Emas di Hari Terakhir Porprov Sulut XII
Duo Al-Buchari bersama Coach Samsuri Mamonto (Foto: ISSI Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM — Cabang olahraga balap sepeda Kotamobagu kembali tampil memukau di Porprov XII Sulut 2025.

Meski tidak meraih emas maupun perak, atlet muda andalan Moh. Riski E. Syamsudin tetap menjadi motor penting perolehan medali Kotamobagu.

Setelah sebelumnya menyumbang perunggu di nomor Criterium dan Individual Time Trial (ITT) kategori Under 25, Riski kembali naik podium dengan torehan perunggu di nomor Individual Road Race (IRR) Under-25, Sabtu, 22 November 2025.

Lintasan yang berangkat dan finis di kawasan Pasir Putih Taman Getsmani Boulevard, Manado, menjadi saksi konsistensi Riski sebagai atlet muda yang stabil, tangguh, dan menjadi harapan besar Kotamobagu untuk masa depan balap sepeda.

Tiga medali perunggu dari tiga nomor berbeda menegaskan perannya sebagai penyumbang poin penting bagi kontingen.

Di hari yang sama, panggung utama mengarah ke Duo Al-Buchari.

Dayat Buchari, yang sehari sebelumnya gagal meraih medali akibat insiden jatuh, bangkit dengan performa luar biasa.

Tampil di nomor IRR elite 26-35, Dayat menebus kegagalan tersebut dengan meraih medali emas.

Dayat yang sempat berada di posisi kedua, menunjukkan performa luar biasa menjelang garis finish hingga berhasil menjadi nomor satu.

Tak mau kalah, Mamet Al-Buchari ikut menutup rangkaian cabor balap sepeda dengan gemilang di IRR Master 36+.

Melalui kayuhan presisi dan ritme yang nyaris tanpa celah, Mamet turut mempersembahkan emas kedua untuk Kotamobagu dari nomor IRR.

ISSI Kotamobagu Berjaya di Porprov Sulut XII (Foto: ISSI Kotamobagu)

Pelatih sekaligus pengurus ISSI Kotamobagu, Samsuri Mamonto, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian seluruh atlet.

“Berkat latihan keras serta doa dan dukungan masyarakat Kota Kotamobagu, cabor balap sepeda bisa memberikan hasil maksimal dan membawa pulang medali tambahan untuk daerah kita,” ujarnya.

Dengan kontribusi tiga perunggu dari Riski dan dua emas dari Duo Al-Buchari, Kotamobagu kembali menegaskan kekuatannya di lintasan balap sepeda Porprov XII Sulut 2025.

Semangat, kerja keras, dan dukungan masyarakat tetap menjadi bahan bakar utama dalam mengejar prestasi lebih tinggi ke depan.

Kotamobagu Tambah 1 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu di Porprov XII Sulut dari Pencak Silat

Kotamobagu Tambah 1 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu di Porprov XII Sulut dari Pencak Silat
Kotamobagu Tambah 1 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu di Porprov XII Sulut dari Pencak Silat (Foto: IPSI Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM — Cabang olahraga pencak silat kembali mencatatkan kontribusi penting bagi kontingen Kota Kotamobagu pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025.

Bertanding di arena Kodim 1309 Manado, Jumat, 21 November 2025, para atlet berhasil mengumpulkan total 1 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu dari sejumlah nomor yang dipertandingkan.

Medali emas diraih oleh Anggi Dwinindi Abdul Kadir, pesilat muda yang turun pada kelas under 45 kg putri.

Anggi tampil stabil dan terus menunjukkan performa meyakinkan, yang akhirnya memastikan medali emas pertama untuk cabor pencak silat Kotamobagu di Porprov tahun ini.

Untuk medali perak, Keyzha Chairunissah Mokodongan berhasil menyumbang satu keping melalui nomor tunggal putri.

Tambahan satu perak lainnya juga datang dari kategori tunggal putri, menjadikan nomor ini sebagai salah satu penyumbang medali terbesar pada pertandingan hari itu.

Sementara itu, tiga medali perunggu disumbangkan oleh Siti Jeika Paputungan, Cintia Yustisia Podomi, dan Amirah Nadhifah Pujianto.

Ketiga atlet putri ini mampu menunjukkan daya juang kuat meski harus puas berada di posisi ketiga.

Sekretaris Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Kotamobagu, Hajir Bilatullah, menyampaikan apresiasi atas capaian para atlet.

Menurutnya, perolehan ini tidak lepas dari latihan intensif dan disiplin para pesilat selama masa persiapan.

“Hasil 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu ini kami syukuri. Terima kasih kepada masyarakat Kota Kotamobagu atas dukungan dan doa yang diberikan,” ujarnya.

Tiga Emas Menggelegar! Atlet Akuatik Kotamobagu Ngamuk di Kolam Porprov XII Sulut

Tiga Emas Menggelegar! Atlet Akuatik Kotamobagu Ngamuk di Kolam Porprov XII Sulut 2025
Tiga Emas Menggelegar! Atlet Akuatik Kotamobagu Ngamuk di Kolam Porprov XII Sulut 2025 (Foto: Titin)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Hari pertama cabang olahraga akuatik yang digelar di Kolam Renang Tirto Sagoro 09 di Markas Komando Lantamal VIII Manado, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulut 2025 langsung diselimuti euforia.

Tim Akuatik Kota Kotamobagu, Jumat, 21 November 2025, tampil menggila dan sukses memborong tiga medali emas, mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan besar di kolam renang Porprov tahun ini.

Emas pertama dipersembahkan oleh Muh Taufik Hidayat Mokodompit di nomor 200 meter gaya ganti putra.

Taufik tampil eksplosif sejak start dan tak terbendung hingga garis finis.

Tidak cukup dengan satu emas, ia kembali tampil fenomenal pada nomor 50 meter gaya dada putra, mengunci emas kedua untuk Kotamobagu.

Dari sektor putri, Ni Putu Widyaningsih juga tampil memukau.

Dengan teknik yang matang dan konsistensi stamina, ia sukses mempersembahkan emas ketiga di nomor 200 meter gaya ganti putri, melengkapi pesta kemenangan Kotamobagu di hari pertama.

Sejak awal, cabang olahraga akuatik memang menjadi salah satu cabor unggulan Kotamobagu untuk mendulang medali emas. Tradisi prestasi yang sudah terbangun dari tahun ke tahun kini kembali terlihat dengan jelas pada Porprov 2025 ini.

Ketua Akuatik Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas semangat juang para atlet.

“Saya sangat bangga dengan anak-anak atlet akuatik yang sudah berjuang dengan penuh semangat. The winner adalah sosok yang pantang menyerah, melawan rasa takut, dan percaya diri mengeluarkan seluruh kemampuan. Hari ini mereka membuktikan itu semua dengan mempersembahkan emas untuk Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Dengan modal tiga emas di hari pertama, akuatik semakin menegaskan diri sebagai lumbung prestasi bagi Kotamobagu.

Masyarakat kini menantikan torehan medali berikutnya dari para pejuang kolam renang yang tengah berada pada performa terbaik mereka.

PN Kotamobagu Musnahkan Seluruh Minuman Beralkohol Ilegal, Satpol-PP Apresiasi Putusan Tegas

PN Kotamobagu Musnahkan Seluruh Minuman Beralkohol Ilegal, Satpol-PP Apresiasi Putusan Tegas
PN Kotamobagu Musnahkan Seluruh Minuman Beralkohol Ilegal, Satpol-PP Apresiasi Putusan Tegas

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pengadilan Negeri Kotamobagu memutuskan pemusnahan seluruh barang bukti minuman beralkohol (Minol) ilegal dalam sidang Tindak Pidana Ringan pada Jumat, 21 November 2025. Putusan ini mendapat respons positif dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, yang menyatakan kepuasannya atas ketegasan hakim.

Menurut Sahaya, pemusnahan barang bukti menjadi langkah nyata untuk membersihkan Kotamobagu dari peredaran Minol ilegal. Dalam perkara yang melibatkan tiga terdakwa, hakim memutuskan seluruh Minol hasil sitaan dirampas untuk dimusnahkan, termasuk barang bukti terbesar dari CV Tita.

Sidang dipimpin Hakim Tunggal M. Burhanudin, S.H., M.H., dan dihadiri Kuasa Penuntut Umum Sahaya Mokoginta, S.STP, M.E., serta Bambang Dachlan, S.E. Berdasarkan fakta persidangan, hakim menegaskan peredaran Minol tanpa izin melanggar Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 dan berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dalam amar putusan:

  • Terdakwa JG (pemilik CV Tita) dan TMJ (pemilik Toko Bukit Karya) dijatuhi denda masing-masing Rp15.000.000 subsider satu bulan kurungan, serta diwajibkan membayar biaya perkara Rp3.000. Seluruh Minol mereka disita untuk dimusnahkan.
  • Terdakwa JE (pemilik Toko Klantongan) dijatuhi denda Rp7.000.000 subsider 15 hari kurungan, dengan seluruh barang bukti turut disita dan dimusnahkan.

Usai sidang, Sahaya menegaskan kepuasannya. “Kami cukup puas. Pemusnahan seluruh barang bukti adalah langkah kuat untuk membersihkan Kotamobagu dari Minol ilegal. Ini keputusan penting,” ujarnya.

Bambang Dachlan menambahkan bahwa Pemerintah Kota Kotamobagu tetap konsisten tidak memberi toleransi terhadap peredaran Minol tanpa izin. “Tidak ada tebang pilih. Barang bukti dimusnahkan, pelaku ditindak. Ini komitmen kami,” ungkapnya.

Putusan ini menegaskan bahwa PN Kotamobagu tidak hanya menjatuhkan hukuman kepada pelaku, tetapi juga memastikan peredaran Minol ilegal dihentikan hingga ke akar.

Porprov Sulut XII Gempar! Ring Muay Thai Rusak, Atlet Sangihe Cedera di Depan Bupati

Porprov Sulut XII Gempar! Ring Muay Thai Rusak, Atlet Sangihe Cedera di Depan Bupati!
Venue Cabor Muay Thai Sempat Memanas Akibat Insiden Cederanya Atlet Sangihe Akibat Kondisi Ring (Foto: Udi)

Manado, ZONABMR.COM — Gelaran Muay Thai pada Porprov Sulut XII memicu sorotan tajam setelah seorang atlet Sangihe mengalami cedera pergelangan kaki saat berlaga, akibat kondisi lantai ring yang bermasalah ketika pertandingan berlangsung, Kamis, 20 November 2025, malam tadi di Manado Youth Center, Kawasan Mega Mas, Manado.

Insiden itu semakin menyedot perhatian karena terjadi di depan Bupati Sangihe, Michael Thungari, yang turut menyaksikan langsung jalannya laga.

Cedera tersebut terjadi ketika atlet Sangihe berhadapan dengan atlet Kota Manado.

Karena insiden ini murni dipicu kondisi teknis pada lantai ring, laga itu akhirnya dinyatakan no contest oleh juri.

Pelatih sekaligus Pengurus Muay Thai Indonesia Kabupaten Sangihe, Yohanes Edward Karel, tak dapat menutupi kekecewaannya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah memperingatkan panitia sejak kemarin lusa mengenai kondisi ring yang tidak layak digunakan.

“Kami sudah bilang dari awal kalau ring bermasalah. Tapi tidak ditindaklanjuti. Sekarang atlet kami yang jadi korban,” tegas Yohanes.

Ketua DPRD Sangihe, Ferdy Sondakh, ikut mengecam keras insiden tersebut.

Menurutnya, kejadian itu bukan hanya merugikan atlet, tetapi juga mengacaukan peluang Sangihe yang selama ini menjadi langganan emas di cabor Muay Thai.

“Ini pukulan besar bagi kami. Muay Thai adalah andalan Sangihe. Ke depan panitia harus benar-benar siap agar hal seperti ini tidak terulang,” ujar Ferdy.

Para atlet yang berlaga juga mengakui bahwa lantai ring memang bermasalah saat pertandingan berlangsung, dengan beberapa titik yang terasa goyang dan tidak stabil.

“Saat berpijak, lantainya tidak stabil. Itu jelas memengaruhi performa kami,” ungkap salah satu atlet yang meminta namanya tak disebutkan.

Situasi semakin memanas ketika panitia sempat mengambil keputusan kontroversial untuk melanjutkan pertandingan hanya di setengah bagian ring yang dianggap aman.

Penolakan keras dari para manajer tim membuat keputusan itu dibatalkan. Laga akhirnya ditunda sampai ring diperbaiki.

Pelatih Muay Thai Kotamobagu, Andre Pakaryanto, menegaskan bahwa keselamatan atlet harus menjadi prioritas.

“Risikonya terlalu besar. Lebih baik dihentikan dulu. Tapi tentu ini merugikan kami karena atlet kami yang belum tampil di semifinal harus bertanding besok. Jika lolos ke final, mereka harus dua kali turun dalam sehari,” ujar Andre.

Ketua Panitia Cabor Muay Thai Porprov Sulut, Hendra Massie, membantah tudingan bahwa panitia tidak siap.

“Muay Thai paling siap dibanding cabor lain. Ini insiden. Jangan memojokkan panitia, itu keliru,” tegasnya.

Hendra juga memastikan bahwa sebagai bentuk tanggung jawab, atlet Sangihe yang cedera akan diberikan medali emas penghargaan, terlepas dari siapa pemenang final antara Kotamobagu dan Manado.

“Akan diberikan medali emas bersama,” ujarnya.

Keputusan panitia tersebut akhirnya diterima oleh pihak tim atlet Muay Thai Sangihe, yang menilai langkah itu menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan atlet mereka yang terhenti karena faktor teknis di luar kendali.

Namun, gelombang kecaman tak berhenti. Pengamat olahraga yang juga mantan jurnalis, Hairil Paputungan, mengkritik keras kelalaian panitia yang dinilainya mengabaikan aspek keselamatan.

“Keselamatan atlet itu harusnya prioritas. Karena kepentingannya Porprov kan untuk persiapan PON juga. Kalau keselamatan atlet tidak diperhatikan, yang rugi kan kita juga, Sulut,” tegas Hairil.

Ia menambahkan bahwa ketika ada keluhan dari peserta tentang arena, panitia seharusnya langsung bergerak cepat agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.

“Mestinya setiap laporan atau keluhan itu ditanggapi segera. Kalau tidak, kasus seperti ini akan terus terulang, dan itu sangat merusak dunia olahraga kita. Apalagi pernyataan panitia yang menyatakan paling siap, tapi kenyataannya?!,” ujarnya.

Terkait keputusan memberikan medali emas bersama atau medali penghargaan, Hairil menyebut langkah itu sebagai solusi konyol dan tidak mendidik.

“Jika masalah diselesaikan hanya dengan membagi medali, maka panitia tidak belajar apa-apa. Besok-besok, ketika ada arena rusak atau pertandingan tidak aman, solusi instannya ya bagi medali lagi. Ini tidak mendidik dan berpotensi jadi preseden buruk,” katanya memberi alasan.

Hairil menegaskan, panitia harus meminta maaf secara resmi kepada seluruh kontingen dan bertanggung jawab penuh atas insiden yang mencoreng jalannya Porprov tersebut.

Publik kini menuntut evaluasi besar-besaran agar keselamatan atlet tidak lagi dipertaruhkan oleh kelalaian teknis.

Prestasi Melampaui Ekspektasi, Billiard Kotamobagu Koleksi Enam Medali

Prestasi Melampaui Ekspektasi, Billiard Kotamobagu Koleksi Enam Medali
Natalia Yusuf dan Tammy Manoppo, Menutup Porprov Sulut dengan Manis (Foto: POBSI Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM — Cabang olahraga billiard Kota Kotamobagu kembali membawa pulang medali dan mencatatkan sejarah baru pada Porprov XII Sulawesi Utara 2025.

Meski pasangan double mix, Tammy Manoppo dan Natalia Yusuf, harus mengakhiri langkah mereka di babak penentuan, keduanya tetap menyumbangkan medali perunggu yang menambah catatan gemilang kontingen Kotamobagu di meja hijau.

Pertandingan yang digelar di Miland Billiard and Cafe, Buha, Rabu, 20 November 2025,, menjadi momen penutup bagi seluruh rangkaian laga cabor billiard.

Dengan tambahan perunggu di nomor double mix, total medali yang berhasil dibawa pulang mencapai enam keping, yakni 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Ucapan selamat khusus juga diberikan kepada pasangan Tami Manoppo dan Natalia Yusuf, yang menjadi penyumbang medali di pertandingan terakhir tersebut.

Coach billiard Kotamobagu, Egi Kurniawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung tim sejak awal.

“Terima kasih buat semua yang sudah mendukung kami. Khususnya untuk Ketua Fachrian Mokodompit. Hari ini menjadi hari terakhir pertandingan, dan besok setelah salat Jumat akan dilanjutkan dengan pengalungan medali. Salut untuk Kotamobagu, ini rapor terbaik selama Porprov,” tutur Egi.

Menurutnya, capaian tahun ini bukan hanya menggembirakan, tetapi juga menunjukkan lompatan besar dibandingkan keikutsertaan sebelumnya.

“Porprov yang lalu-lalu kita selalu jadi juru kunci, tapi tahun ini Kotamobagu justru masuk tiga besar di cabor billiard. Perjuangan dan latihan selama ini tidak sia-sia,” tambahnya.

Kotamobagu Berhasil Menembus 3 Besar Cabor Billiard (Foto: POBSI Sulut)

Ketua POBSI Kotamobagu, Fachrian Mokodompit, sebelumnya telah memberikan apresiasi mendalam atas torehan tersebut.

“Ini sungguh di luar ekspektasi. Dengan raihan medali ini, POBSI Kotamobagu bukan hanya melampaui target, tetapi juga mencatat capaian terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Kotamobagu di cabor billiard Porprov Sulut. Ini prestasi luar biasa,” ujar Fachrian.

Dengan raihan di atas target dan pencapaian terbaik dalam sejarah keikutsertaan mereka, cabor billiard resmi menutup Porprov XII Sulut 2025 dengan penuh kebanggaan.

Pencapaian ini sekaligus menjadi pondasi kuat untuk mengincar hasil lebih tinggi pada ajang berikutnya.

Taekwondo Kotamobagu Sabet Dua Medali Perunggu di Porprov XII Sulut

Taekwondo Kotamobagu Sabet Dua Medali Perunggu di Porprov XII Sulut
Princesa Tawas (kiri) & Syafri Sanusi (kanan), Dua Atlet Taekwondo Berhasil Menambah Medali Perunggu Untuk Kotamobagu (Foto: Ethward)

Manado, ZONABMR.COM—Cabang olahraga taekwondo kembali menyumbang prestasi bagi Kontingen Kota Kotamobagu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025.

Dua atlet kebanggaan daerah, Syafri Sanusi dan Princesa Tawas, masing-masing berhasil meraih medali perunggu pada pertandingan yang digelar di Aula Kodam XIII/Merdeka, Teling, Kamis, 20 November 2025.

Tambahan dua medali ini semakin memperkuat kontribusi taekwondo dalam perolehan medali Kotamobagu secara keseluruhan di Porprov tahun ini.

Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di cabang taekwondo terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pelatih taekwondo Kotamobagu, Ethward Pakaryanto, menyampaikan rasa bangganya atas capaian Syafri dan Princesa.

Ia menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras para atlet, program latihan yang teratur, serta dukungan penuh dari pengurus dan official selama masa persiapan menuju Porprov.

“Syafri dan Princesa sudah berjuang dengan maksimal. Dua medali perunggu ini menjadi pencapaian penting dan menunjukkan bahwa taekwondo Kotamobagu berada di jalur yang tepat dalam pembinaan atlet,” ujar Ethward.

Ethward juga menekankan bahwa meski masih ada beberapa kekurangan yang perlu dievaluasi untuk kejuaraan berikutnya, raihan medali ini sudah menjadi motivasi besar bagi seluruh atlet taekwondo Kotamobagu agar terus meningkatkan kemampuan mereka.

Ia berharap prestasi ini dapat menjaga semangat kontingen secara keseluruhan, sekaligus menjadi pemicu bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih dan memberi kontribusi bagi daerah.

Menurutnya, dukungan masyarakat Kotamobagu sangat membantu meningkatkan percaya diri para atlet dalam menghadapi event sebesar Porprov.

Dengan tambahan dua perunggu dari taekwondo, harapan untuk menambah koleksi medali di cabang-cabang lain pun semakin terbuka.

Kontingen Kotamobagu optimistis dapat terus memperbaiki posisi klasemen perolehan medali hingga seluruh rangkaian pertandingan Porprov XII Sulut 2025 selesai digelar.

Bulu Tangkis Kembali Raih Perunggu, Ketua PBSI Komit Bonus Pribadi dan Patok Emas!

Bulu Tangkis Kembali Raih Perunggu, Ketua PBSI Komit Bonus Pribadi dan Patok Emas!
Bulu Tangkis Kembali Raih Perunggu untuk Kotamobagu (Foto: PBSI Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM – Cabang olahraga bulu tangkis kembali memberikan medali perunggu untuk Kota Kotamobagu di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulut 2025.

Kali ini, medali perunggu berhasil diamankan dari nomor beregu putra yang tampil penuh determinasi.

Bertanding di GOR Poltekes Perkamil, Manado, Rabu, 19 November 2025, tim beregu putra Kotamobagu—yang diperkuat Glen Yosua Rumondor, Devis N.A. Karundeng, Azil Abdillah Manoppo, Meutiu R. Karundeng, Stevi G. Mioyo dan Grenly Alkatip Lumintang—harus mengakui keunggulan tim tuan Bitung dengan skor 0–2 di babak semifinal.

Kendati gagal melangkah ke partai puncak, para atlet tetap berhak atas medali perunggu bersama Kota Manado.

Raihan ini sekaligus mempertegas posisi bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga andalan yang konsisten menyumbangkan medali bagi Kontingen Kotamobagu di Porprov XII.

Ketua PBSI Kotamobagu, Sri Afni Manoppo, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet.

Saat mengunjungi mess bulutangkis di Permata Ria, Ranotana, Afni mengumumkan langsung komitmennya untuk memberikan bonus dari kantong pribadinya bagi atlet-atlet yang berhasil menyumbang medali.

Bulu Tangkis Kembali Raih Perunggu, Ketua PBSI Komit Bonus Pribadi dan Patok Emas!
Ketua PBSI Kotamobagu, Sri Afni Manoppo bersama Para Atlet Bulu Tangkis (Foto: Rudi)

“Saya bangga dengan perjuangan mereka. Bonus pribadi sudah saya siapkan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para atlet,” ujar Afni tegas.

Lebih jauh, Afni menegaskan bahwa target besar masih menanti. Ia memasang target wajib dua medali emas dari para atlet yang akan melakoni kaga semi final besok.

“Target kita jelas: dua emas dari dua kelas yang tersisa. Itu wajib,” tegas Afni.

Terpisah, pelatih bulutangkis Kotamobagu, Rudi Ginoga, menambahkan bahwa besok ada tiga nomor yang akan berlaga di semifinal.

Tunggal putra menghadapi Kabupaten Minahasa, tunggal putri menantang Kota Bitung, dan ganda putra berjumpa Kota Tomohon.

“Kami optimis bisa melangkah ke final. Keyakinan atlet tinggi, persiapan matang, dan mereka siap tampil habis-habisan,” ucap Rudi penuh optimisme.

Dengan semangat yang terus menyala dan dukungan langsung dari Ketua PBSI, cabor bulutangkis Kotamobagu kini membidik medali emas untuk mengukuhkan dominasi pada Porprov XII Sulut 2025.

Tembus Podium! Riski Hadirkan Perunggu Cabor Balap Sepeda Porprov XII

Tembus Podium! Riski Hadirkan Perunggu Cabor Balap Sepeda Porprov XII Sulawesi Utara 2025
Tembus Podium! Riski Hadirkan Perunggu Cabor Balap Sepeda Porprov XII Sulawesi Utara 2025 (Foto: ISSI Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Kamis, 20 November 2025, menjadi momen membanggakan bagi atlet Cabor Balap Sepeda Kota Kotamobagu di ajang Porprov XII Sulawesi Utara 2025.

Atlet muda andalan, Moh. Riski E. Syamsudin, sukses menyumbangkan medali perunggu pada nomor Individual Time Trial (ITT) kategori Under 25, yang digelar di lintasan kompleks kawasan Bukit Golf Boulevard, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Sejak start, Riski tampil agresif namun tetap terkontrol hingga mampu menjaga konsistensi kecepatan dan menutup balapan dengan catatan waktu yang mengantarkannya ke podium tiga.

Pengurus ISSI Kotamobagu sekaligus pelatih balap sepeda, Samsuri Mamonto, mengapresiasi perjuangan atletnya.

“Riski sudah bekerja keras sejak masa persiapan. Perunggu ini adalah buah dari kerja kerasnya dan dukungan tim. Kami sangat bangga,” ujar Samsuri.

Ia juga menegaskan bahwa ISSI Kotamobagu masih membidik medali tambahan pada nomor-nomor berikutnya.

“Untuk Jumat dan Sabtu besok, kami menargetkan medali di nomor Criterium dan Individual Road Race (IRR), baik di kelas 26–35 tahun maupun Master 35+. Persiapan para atlet sangat baik, dan kami optimistis,” jelasnya.

Samsuri turut meminta dukungan penuh dari warga. “Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Kota Kotamobagu, agar cabor balap sepeda bisa memberikan hasil maksimal dan membawa pulang medali tambahan untuk daerah kita,” tambahnya.

Dengan capaian ini, Kotamobagu kembali menegaskan kehadirannya di lintasan balap sepeda Porprov XII Sulut 2025. Semangat, kerja keras, dan doa masyarakat menjadi kombinasi yang siap mengantarkan prestasi selanjutnya.