Weny Gaib Apresiasi Respons Cepat Gubernur YSK Tangani Jembatan Kobidu–Monsi
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), atas respons cepat dalam menindaklanjuti kerusakan jembatan gantung Kobidu–Monsi di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, yang putus sejak Oktober 2025.
Jembatan sepanjang lebih dari 60 meter tersebut merupakan akses vital menuju kawasan perkebunan Monsi dan selama ini digunakan para petani dari berbagai wilayah, termasuk Bilalang dan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow. Putusnya jembatan menyebabkan warga terpaksa menyeberangi sungai secara manual, yang selain rawan banjir juga diketahui kerap dilintasi buaya. Kondisi ini bahkan telah memakan korban.
Wali Kota Weny Gaib melaporkan kondisi tersebut secara langsung kepada Gubernur YSK usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada 25 November 2025.
“Gubernur sangat merespons. Bahkan beliau menyampaikan bahwa pembangunan jembatan permanen akan diperjuangkan hingga ke pemerintah pusat,” ujar Weny Gaib, Jumat (28/11/2025).
Sebagai solusi jangka pendek, Gubernur YSK langsung memerintahkan jajaran Pemprov Sulut untuk menyiapkan jembatan Bailey yang akan dipinjam-pakaikan kepada Pemerintah Kota Kotamobagu. Wali Kota memastikan proses administratif telah berjalan.
“Surat resmi pinjam pakai jembatan Bailey sudah kami kirimkan ke Pemprov Sulut, dan saya juga sudah menghadap langsung membicarakan hal ini. Alhamdulillah, Pak Gubernur langsung merespons,” ungkapnya.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, Pemkot Kotamobagu menyiapkan anggaran sekitar Rp2 hingga Rp3 miliar guna pembangunan pondasi dan kaki jembatan. Sementara struktur utama jembatan Bailey akan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Wali Kota menilai langkah cepat tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada akses jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur YSK. Ini adalah bukti kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan jembatan sementara ini, petani bisa kembali beraktivitas secara aman,” pungkas Weny.
“Liputan belum dimulai, tapi jalan sudah menguji.”
Oleh: Udi Masloman
Senja saat Melanjutkan Perjalanan yang Tertunda (Foto:Udi)
Sulut, ZONABMR.COM — Rabu, 19 November 2025. Waktu di ponsel pintar saya menunjukkan pukul 11.56 WITA saat pesan WhatsApp masuk memberitahukan untuk segera datang ke titik kumpul yang telah disepakati.
Setelah membalas pesan singkat tersebut, saya bergegas balik ke rumah untuk mengambil tas carrier berkapasitas 65 liter, di mana segala perlengkapan peliputan termasuk pakaian untuk beberapa hari telah disiapkan sejak malam sebelumnya. Bukan rahasia lagi, persiapan adalah separuh dari peperangan seorang jurnalis.
Selepas menunaikan salat Dzuhur dan makan siang secukupnya, saya pun bergegas pergi.
Setiba di lokasi, kediaman Ketua PBSI Kotamobagu yang menjadi tempat perjanjian, telah menunggu tuan rumah Sri Afni Manoppo dan jurnalis Sandi Gautama Mokoagow, partner dalam perjalanan peliputan kali ini.
Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara (Porprov Sulut) XII dengan Kota Manado yang menjadi tuan rumah adalah tujuan peliputan.
Kami bertolak menuju Manado saat waktu menunjukkan pukul 13.23 WITA, yang perhitungannya cukuplah untuk tiba tepat waktu menghadiri Opening Ceremony Porprov Sulut XII di Stadion Klabat, Ranotana.
Selepas melewati gerbang perbatasan Kotamobagu–Bolmong, sinyal telepon mulai naik-turun, tetapi saya tetap berusaha mengabari redaksi soal jadwal hari pertama liputan.
Pekerjaan jurnalis selalu dimulai jauh sebelum tiba di lokasi pertandingan; perjalanan sering menjadi ruang paling jujur untuk merancang strategi.
Karena saya paham Porprov bukan sekadar kompetisi, tetapi perjalanan panjang yang melibatkan harapan banyak orang—dan tugas saya adalah mencatat setiap detail, memastikan doa-doa dan harapan yang dilangitkan warga Kotamobagu tersampaikan ke mereka, terlepas apa pun hasilnya.
Di mobil, kami sejenak berbincang penuh optimisme tentang peluang perolehan medali yang diyakini bersama bakal bisa melewati perolehan Porprov Sulut XI dua tahun silam di Kabupaten Bolmong.
Sekadar informasi, beberapa cabang olahraga (cabor) telah dimulai sebelum seremoni pembukaan Porprov, di mana beberapa atlet Kotamobagu telah menyelesaikan pertandingan dan berhasil meraih medali, seperti Andika Inggolalo dari cabor atletik serta Caca Mokodongan dari cabor pencak silat.
Memasuki Desa Lobong, saya memutuskan untuk memejamkan mata—mengisi kembali energi, persiapan peliputan yang pastinya membutuhkan stamina dan konsentrasi tinggi.
Perjalanan menuju Manado bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan ritme: dari keseharian yang tenang di Kotamobagu menuju hiruk-pikuk venue, tensi pertandingan, dan drama yang selalu muncul di setiap Porprov.
Namun pepatah “hari sial tak ada di kalender” nyata benar adanya. Di jalan raya AKD Desa Muntoi, tiba-tiba ban mobil yang kami tumpangi kempes.
Perjalanan pun terpaksa terhenti. Selama kurang lebih satu setengah jam, kami harus menunggu mobil pengganti untuk melanjutkan perjalanan, yang artinya kemungkinan besar kami tak akan sempat tiba tepat waktu menghadiri seremoni pembukaan Porprov Sulut XII.
Singkat cerita, kami pun berpindah ke mobil pengganti dan melanjutkan perjalanan yang, Alhamdulillah, kali ini lancar tanpa kendala.
Pukul 19.45 kami mulai memasuki Kota Manado. Suasana ibu kota provinsi dengan keramaian dan hiruk-pikuknya mulai terasa.
Kami tiba di Kos Permata Ria dan Hotel, Ranotana, yang menjadi base camp kontingen atlet Kotamobagu cabor sepak bola, bulu tangkis, atletik, dan bola basket.
Kepala Dinas Perhubungan, Anas Tungkagi, dan Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga, Hendra Mokoagow, yang menjadi official pendamping atlet, menyambut kami di halaman parkir.
Dan benar adanya, seremoni pembukaan telah selesai. Rombongan atlet dari berbagai kabupaten/kota tampak berseliweran saat kami berbincang-bincang—letak penginapan ini memang tak jauh dari Stadion Klabat.
Opening Ceremony Porprov Sulut XII yang Terlewatkan (Foto: Hendra)
Setelahnya, saya dan Sandi diarahkan ke kamar yang akan ditempati. Lantai 3, kamar 209, menjadi tempat saya dan Sandi berdiskusi dan merancang pemberitaan hingga hari terakhir penutupan Porprov Sulut XII.
Usai mandi dan makan malam, saya dan Sandi memutuskan untuk sejenak keluar menikmati suasana malam Kota Manado.
Menggunakan mobil pinjaman dari official, kami berdua mengitari ibu kota provinsi sambil bercakap-cakap.
Gemerlap lampu jalan dan lampu hias bertemakan Natal yang akan segera tiba di Desember nanti tampak cantik menghiasi kota.
Namun, sayangnya, atribut-atribut Porprov Sulut XII tampak kurang di Jalan Boulevard yang merupakan salah satu pusat keramaian dan sering menjadi tujuan utama warga Sulut dari luar kota.
Kurang lebih sejam kemudian, kami kembali tiba di base camp dan segera berkutat mengolah berita dari beberapa cabor, di mana atlet-atlet Kotamobagu berhasil meraih medali, sebelum merebahkan badan untuk beristirahat.
Di titik itu, perjalanan panjang dari Kotamobagu terasa baru prolog. Bagian sesungguhnya baru dimulai ketika kami melangkah masuk ke venue pertama dan bersiap menangkap setiap detik yang bisa menjadi cerita besar.
Porprov tidak hanya dimulai bagi 242 atlet dan official Kotamobagu yang bertarung di 21 Cabor ketika pertandingan pertama digelar. Bagi seorang jurnalis, Porprov dimulai di sini—di saat kaki menginjakkan diri di arena, dan cerita mulai menunggu untuk ditemukan. (Bersambung)
Diskominfo Kotamobagu–Pemprov Sulut Sinkronkan Program Kerja 2026
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kotamobagu menerima kunjungan kerja dari Diskominfo Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (27/11/2025). Pertemuan ini membahas penyelarasan program kerja tahun 2026 sebagai upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi.
Kepala Diskominfo Kotamobagu, Muhammad Fahri Damopolii, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis untuk memastikan program komunikasi dan informatika berjalan terpadu, efisien, serta tidak saling tumpang tindih.
“Mereka datang dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi program, supaya bisa selaras dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota,” ujar Fahri.
Menurutnya, Diskominfo Kotamobagu menyambut baik upaya koordinatif tersebut karena dinilai akan memberikan dampak positif terhadap perencanaan dan pelaksanaan program di tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa keselarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan daerah sangat penting agar setiap program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Rombongan Pemerintah Provinsi Sulut dipimpin oleh Sinta Nisale, Pejabat Analisis Kebijakan di Sekretariat Provinsi Sulut. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari rencana kerja 2026, peningkatan layanan informasi publik, hingga penguatan sistem komunikasi pemerintahan.
Diskominfo Kotamobagu berharap kolaborasi ini menjadi fondasi penguatan kinerja komunikasi dan informatika di daerah, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Kotamobagu secara terpadu.
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan komitmennya untuk memberikan bonus penghargaan kepada para atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025 di Manado.
Rencana pemberian bonus tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Kamis (27/11/2025), usai membuka Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Master Plan Pendidikan Kota Kotamobagu Tahun 2025–2030 di Aula Rumah Dinas Wali Kota.
Wali Kota menjelaskan bahwa bonus atlet saat ini masih dalam tahap finalisasi dan akan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
“Insya Allah kita tata di 2026. Untuk besarannya, hari ini masih didiskusikan dan tentu akan disesuaikan dengan kemampuan APBD,” ujar Wali Kota.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang telah berjuang dan membawa pulang medali untuk Kota Kotamobagu pada Porprov XII.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semangat, daya juang, dan dedikasi para atlet dalam mengharumkan nama Kotamobagu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pemberian bonus bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat motivasi dan kesinambungan pembinaan olahraga daerah. Ia mendorong seluruh ketua cabang olahraga untuk meningkatkan pola pembinaan secara lebih kompetitif dan berkelanjutan.
“Yang sudah meraih medali emas agar dipertahankan. Yang perak dan perunggu harus ditingkatkan. Sementara atlet yang belum meraih medali tetap menjaga motivasi dan terus berlatih menghadapi Porprov XIII yang direncanakan berlangsung di Minahasa dan Kota Tomohon,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti pencapaian membanggakan dari cabang olahraga selam. Meski Kotamobagu bukan daerah pesisir, atlet selam justru mampu meraih prestasi.
“Walaupun kita tidak punya laut, atlet selam kita bisa membawa pulang tiga medali. Ini kelebihan Kotamobagu. Luar biasa dan sangat patut diapresiasi,” ungkapnya.
Terkait daftar penerima bonus, Wali Kota menyampaikan bahwa penentuan atlet yang berhak masih dalam tahap pembahasan bersama perangkat daerah terkait, agar mekanisme pemberian bonus berjalan adil, transparan, dan sesuai ketentuan.
Pemkot Kotamobagu Monitoring Penyaluran Bantuan Beras dan Minyak Goreng Oktober–November 2025
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan, bersama Perum Bulog Sub Drive Bolaang Mongondow, melakukan monitoring penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng untuk alokasi Oktober hingga November 2025.
Monitoring ini dilakukan guna memastikan bantuan pangan tersalurkan tepat sasaran, sesuai jumlah, serta benar-benar diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Kota Kotamobagu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu, Piter Suli, menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan pada alokasi Oktober–November 2025 mencapai 4.932 KPM yang tersebar di empat kecamatan.
“Untuk alokasi bulan Oktober dan November 2025, total KPM yang menerima bantuan pangan sebanyak 4.932. Setiap KPM mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk pemenuhan kebutuhan dua bulan,” ujar Piter, Rabu (26/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan monitoring tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Wali Kota Kotamobagu, guna memastikan ketersediaan dan kecukupan stok bantuan dari Bulog di setiap kelurahan dan desa.
“Saya hanya menjalankan tugas dari Pak Wali Kota untuk memastikan jumlah bantuan yang disiapkan Bulog sesuai kebutuhan penerima di setiap kelurahan dan desa. Saya juga menyampaikan salam dari Pak Wali Kota kepada seluruh masyarakat penerima. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat,” ucapnya.
Berdasarkan data penyaluran, berikut rincian jumlah penerima bantuan pangan di empat kecamatan:
Kecamatan Kotamobagu Barat
Gogagoman: 450 KPM
Kotamobagu: 182 KPM
Mogolaing: 246 KPM
Molinow: 226 KPM
Mongkonai: 105 KPM
Mongkonai Barat: 117 KPM
Bungko: 73 KPM
Kecamatan Kotamobagu Selatan
Kopandakan Satu: 165 KPM
Mongondow: 137 KPM
Motoboi Kecil: 267 KPM
Pobundayan: 278 KPM
Poyowa Besar Dua: 195 KPM
Poyowa Besar Satu: 215 KPM
Poyowa Kecil: 154 KPM
Tabang: 202 KPM
Kecamatan Kotamobagu Timur
Kobo Besar: 136 KPM
Kobo Kecil: 222 KPM
Kotobangon: 158 KPM
Matali: 119 KPM
Motoboi Besar: 98 KPM
Moyag: 129 KPM
Moyag Tampoan: 46 KPM
Moyag Todulan: 87 KPM
Sinindian: 176 KPM
Tumubui: 121 KPM
Kecamatan Kotamobagu Utara
Biga: 74 KPM
Bilalang Dua: 149 KPM
Bilalang Satu: 105 KPM
Genggulang: 133 KPM
Pontodon: 43 KPM
Pontodon Timur: 21 KPM
Sia: 23 KPM
Upai: 190 KPMTotal penerima bantuan pangan pada alokasi Oktober–November 2025 berjumlah 4.932 KPM.
Dengan adanya monitoring langsung dari pemerintah daerah, diharapkan proses penyaluran bantuan pangan ini berjalan transparan, akuntabel, serta mampu membantu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat yang membutuhkan.
Sejarah! Era Michael Solat Bibisa Antar Sepakbola Kotamobagu Raih Medali Perdana Porprov Sulut (Foto: Askot PSSI Kotamobagu)
Kotamobagu, ZONABMR.COM — Sebuah era baru dimulai. Untuk pertama kalinya tim sepak bola Kotamobagu berhasil meraih medali Porprov, mengunci posisi Juara III pada gelaran Porprov Sulut XII Tahun 2025 di Manado.
Era baru ini dikomandoi Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa yang belum lama menjabat.
Capaian ini bukan hanya angka di papan klasemen—tetapi simbol kebangkitan sepak bola Kotamobagu setelah sekian penyelenggaraan Porprov hanya terhenti di penyisihan grup.
Dan seperti lazimnya kisah besar, jalan menuju podium dipenuhi drama, tekanan, dan ketegangan yang membuat perjalanan tim ini layak dikenang publik.
Stadion Klabat, Ranotana, Ahad, 23 No vember 2025, menjadi saksi salah satu laga paling emosional bagi Kotamobagu, kontra Kabupaten Bolmong.
Pertandingan berjalan sengit, penuh kontak fisik, dan tensi tinggi. Kotamobagu unggul 1–0, namun justru babak kedua menjadi ujian terbesar.
Saat Bolmong mendapat peluang emas, kapten tim mengambil keputusan berani dan penuh pengorbanan.
Ia melakukan pelanggaran taktis untuk memutus serangan demi menjaga gawang tetap aman.
Aksi itu langsung berbuah kartu kuning kedua, dan otomatis kartu merah.
Tiba-tiba, suasana Stadion Klabat berubah tegang. Serangan Bolmong menggila, waktu masih panjang, Kotamobagu harus bertahan dengan 10 pemain. Pelatih, official, hingga suporter dibuat menahan napas setiap menit.
Namun pertahanan terakhir yang heroik dan mentalitas baja para pemain muda akhirnya menjaga skor 1–0 hingga laga usai.
Kemenangan itu mengantar Kotamobagu ke podium juara tiga dan menjadi momen paling krusial meraih medali perunggu.
Di tengah euforia itu, satu hal yang tak bisa dipungkiri, peran Ketua Askot PSSI Kotamobagu Michael Solat Bibisa.
Michael Solat Bibisa
Dukungan yang diberikan bukan hanya dalam bentuk motivasi dan kehadiran, tetapi juga bonus dari kantong pribadinya, bahkan sejak tim memastikan tiket semifinal.
Tanpa panggung, tanpa pencitraan, tanpa sorotan kamera—komitmen itu menjadi dorongan moral besar bagi pemain.
“Saya bangga dengan perjuangan mereka. Ini baru awal. Pembinaan akan kami perkuat, struktur akan kita rapikan, dan target kita adalah prestasi yang lebih tinggi di masa depan,” tegas Michael, Rabu, 26 November 2025.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Kotamobagu, Wenny Gaib, Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, dan OPD yang turut memberi dukungan penuh.
Asisten pelatih Reflyn Buntuan menyebut pencapaian ini sebagai momen emosional.
“Setelah sekian lama, akhirnya kita berdiri di podium Porprov. Juara Tiga ini punya makna besar.”
Ia menegaskan bahwa perhatian dan dukungan Michael sangat menentukan.
“Bonus pribadi yang beliau berikan sangat memotivasi. Kami benar-benar merasa diperhatikan.”
Dengan seluruh rangkaian perjuangan—drama semifinal, kartu merah sang kapten, determinasi pemain, dan dukungan solid dari pucuk pimpinan—Kotamobagu kini resmi memasuki fase baru.
Era kebangkitan sepak bola Kotamobagu telah dimulai, dan tanpa mengecilkan peran atlet, pelatih serta official, jejak itu dimotori oleh Michael Solat Bibisa.
Ketua PBSI Kotamobagu, Sri Afni Manoppo, Kucurkan Bonus dari Kantong Pribadi untuk Tim Bulu Tangkis (Foto: PBSI Kotamobagu)
Kotamobagu, ZONABMR.COM — Atmosfer kebangkitan bulutangkis Kota Kotamobagu kian terasa usai kembali mengukir prestasi membanggakan pada Porprov Sulut XII 2025 di Manado.
Tradisi emas berhasil dipertahankan, torehan medali bertambah, dan sebagai puncaknya Ketua Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kotamobagu, Sri Afni Manoppo memberikan bonus secara langsung dari kantong pribadinya.
Pemberian bonus itu dirangkaikan dengan malam apresiasi pada Senin, 26 November 2025 di Cafe Bintang, Mongkonai, sebagai bentuk penghargaan konkret terhadap perjuangan kepada seluruh atlet, pelatih, official, hingga tim support.
Dalam sambutannya, Afni menyampaikan rasa terima kasih mendalam dan menyoroti bahwa kebangkitan bulutangkis bukan sekadar soal medali.
“Hadiah paling mulia itu ketika masyarakat kembali mencintai bulutangkis, kembali menyayangi atlet-atletnya. Itu kebahagiaan terbesar kami,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa misinya adalah mengembalikan kejayaan bulutangkis Kotamobagu, dan momentum Porprov harus dijadikan pijakan menuju gelar-gelar lebih besar.
Tim Bulu Tangkis Kotamobagu Berhasil Pertahankan Tradisi Emas di Ajang Porprov Sulut (Foto: PBSI Kotamobagu)
Namun Afni tidak memberi ruang euforia berlebihan. “Pekerjaan kita belum selesai. Menjadi juara itu mudah, mempertahankan yang sulit. Jangan lengah. Masih banyak gelar yang harus kita rebut,” serunya berapi-api, disambut tepuk tangan para atlet.
Malam itu diisi dengan hiburan musik dan sesi bernyanyi bersama—membuat para atlet bisa menghela napas sejenak setelah perjuangan panjang.
Sebagai informasi, prestasi tim Bulu tangkis Kotamobagu di gelaran Porprov Sulut XII itu, dipimpin atlet andalan Leyticia C.M L, yang tampil garang di venue GOR Poltekkes Manado, Perkamil, pada partai final.
Leyticia tanpa ampun menumbangkan rivalnya dari tuan rumah Manado, Diva Marente, dengan dua set langsung 21–13 dan 21–15.
Leyticia Tampil Impresif di Partai Final dan Sukses Menyumbangkan Medali Emas (Foto: Udi)
Total tim bulutangkis Kotamobagu meraih 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, pada Porprov XII 2025.
Pelatih bulutangkis, Rudy Ginoga, tak menutupi rasa bangganya. Menurutnya, meski target raihan emas secara jumlah belum terpenuhi, keberhasilan menjaga tradisi emas adalah capaian penting.
“Para atlet tampil luar biasa. Persaingan sangat ketat, lawan-lawan berat dari Minahasa, Manado, sampai Bitung. Tapi kerja keras atlet membuat Kotamobagu tetap menjaga tradisi emas,” kata Rudy.
Rudy juga menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari peran Ketua PBSI Kotamobagu, Sri Afni Manoppo, yang selama ini memberi dukungan penuh dari proses latihan hingga keberangkatan.
Ia berharap momentum Porprov semakin memantik semangat pebulutangkis muda agar lahir bibit-bibit baru yang bisa tembus ke level regional, nasional hingga timnas.
Dengan tradisi emas yang berhasil dipertahankan, dukungan penuh dari PBSI, dan atmosfer kekeluargaan yang kuat, bulutangkis Kota Kotamobagu tampak kembali menemukan denyut terkuatnya.
Yang jelas, Porprov hanya awal. Dan dari sorot mata para atlet malam itu, Kotamobagu sepertinya belum ingin berhenti menang.
Kotamobagu Finis Enam Besar Porprov XII Sulut 2025, Raih 97 Medali dan Catat Lompatan Prestasi
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dunia olahraga Kota Kotamobagu kembali mencatat capaian membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025 di Manado. Kontingen Kotamobagu berhasil mengoleksi 97 medali, masing-masing 24 emas, 33 perak, dan 40 perunggu, sekaligus menempatkan diri di peringkat keenam klasemen akhir.
Hasil tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibanding Porprov XI tahun 2022, di mana Kotamobagu hanya meraih 72 medali dan finis di posisi kedelapan. Kenaikan 25 medali serta lonjakan dua peringkat ini menjadi indikator meningkatnya kualitas pembinaan dan manajemen olahraga daerah.
Ketua KONI Kotamobagu yang juga Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, dinilai sebagai salah satu figur kunci di balik kemajuan tersebut. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah cabang olahraga mengalami penguatan, mulai dari pola latihan, pemenuhan kebutuhan atlet, hingga dukungan teknis menjelang kompetisi.
Rendy dikenal sebagai pemimpin muda yang mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang lebih tertata dan kompetitif, dengan melibatkan sinergi pemerintah daerah, pelatih, klub, dan atlet sebagai satu kesatuan sistem pembinaan.
Pengurus KONI Kotamobagu, Sisman Damopolii, menegaskan bahwa capaian di Porprov XII merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen olahraga di Kotamobagu.
“Peningkatan prestasi ini bukan terjadi begitu saja. Ini hasil kerja bersama antara pemerintah, KONI, pelatih, klub, dan atlet. Di bawah kepemimpinan Pak Rendy Mangkat, pembinaan semakin terarah dan terukur. Prestasi hari ini membuktikan ekosistem olahraga Kotamobagu berkembang pesat,” ujar Sisman, Selasa (25/11/2025).
Ia menambahkan, Porprov XII menjadi momentum kebangkitan olahraga Kotamobagu sekaligus fondasi penting untuk menghadapi ajang yang lebih besar di tingkat regional maupun nasional.
Dengan pembinaan yang semakin sistematis, dukungan pemerintah yang konsisten, serta kepemimpinan yang progresif, olahraga Kota Kotamobagu dinilai berada pada jalur yang tepat untuk menembus prestasi yang lebih tinggi ke depan.
Manado, ZONABMR.COM — Di tengah dugaan perlakuan diskriminatif, tim Akuatik Kotamobagu justru tampil semakin menyala di hari terakhir Porprov Sulut XII, Ahad, 23 November 2025, kemarin.
Para atlet kebanggaan Kota Kotamobagu kembali menambah pundi medali dan mengunci dominasi yang telah mereka perlihatkan sejak hari pertama.
Di Kolam Renang Tirto Sagoro 09 Danlantamal VIII Koarmada II, Kairagi, berbagai tekanan dan kejanggalan tak mampu menghentikan laju skuad akuatik Kotamobagu.
Hari ketiga kembali ditutup dengan 1 medali emas dan 3 perak.
Emas melalui Muh Taufik Hidayat Mokodompit di 100m gaya dada putra, serta tiga perak masing-masing dari Stevani Neva Celia Laoh (100m gaya dada putri), Zevanya In Cristo Tambuwun (50m gaya dada putra), dan Agista Aisya Tunggali (50m gaya bebas putri).
Secara keseluruhan, tim akuatik Kotamobagu menuntaskan Porprov dengan total 6 medali emas 7 Perak, sekali lagi menegaskan bahwa Kotamobagu merupakan salah satu kekuatan paling stabil dan menonjol di arena air gelaran Porprov tahun ini.
Taufik menutup dengan 3 emas dan 1 perak, Ni Putu Widyaningsih 2 emas dan 1 perak, Agista 1 emas dan 1 perak, sementara Zevanya 3 perak dan Stevani masing-masing mempersembahkan satu perak.
Berita tersebut diduga menjadi pemicu perlakuan berbeda terhadap kontingen Kotamobagu.
Bahkan membuat pertandingan molor dari jadwal pukul 08.00 WITA menjadi pukul 10.00 WITA. Hukuman pun sempat dijatuhkan, di mana Kotamobagu hanya diizinkan mengutus satu dari dua atlet yang lolos babak final, sementara daerah lain tidak mendapat perlakuan serupa.
Ketua Akuatik Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, mengaku perlakuan tersebut membuat ia kecewa, karena menurutnya tindakan dari TD Wiwi Akub itu tidak fair dan tidak berdasar, bahkan merugikan Atlet.
“Meski siangnya hukuman itu dibatalkan, tapi atlet kami An. Ni Putu Widyaningsih yang akan turun dinomor pertandingan 50m gaya bebas putri, tidak jadi bertanding. Dikarenakan, saat mendapat diskriminasi dengan hukuman itu, kami dengan berat hati harus memilih atlet dengan catatan waktu terbaik di penyisihan,” keluh Christine.
Sayangnya, saat hukuman itu akhirnya dibatalkan karena protes keras, atlet yang awalnya tidak diizinkan ikut putaran final terlanjur datang ke venue tanpa persiapan.
“Dia datang dengan niat untuk memberi support rekannya, jadi tanpa persiapan sama sekali. Sementara perlombaan akan segera dimulai,” sesal Christine.
Christine pun mempertanyakan sikap dari TD Wiwi Akub, yang memberikan hukuman pada tim akuatik Kotamobagu dengan alasan yang tidak jelas.
“Kalau karena pemberitaan, pertanyaannya, statement saya yang mana yang memojokkan panitia? Tidak ada! Dalam berita pun jelas jurnalis tidak mengubah statement saya. Jelas di situ, kami menerima aturan panitia. Kejadian ini sangat merugikan kami,” tegas Christine.
Namun mental juara atlet Kotamobagu tidak luntur sedikit pun.
“Ketika atlet tetap berjuang meski halangan datang bertubi-tubi, di situlah terlihat mental seorang pemenang. The Winners! Saya bangga sekali dengan mereka,” ujar Christine.
Christine juga menegaskan bahwa para atlet yang belum meraih medali tetap layak diapresiasi, di antaranya Ryuzaki Al Aqsa Mokodompit, Gisel Felicia Panungkelan, Muh Rizan Fauzi Tunggali, dan Carisa Magdalena Lamongi.
“Semangat pantang menyerah mereka membuat saya terharu. Segala halangan tak membuat mereka surut, justru menjadi pemicu untuk tampil lebih baik dari target,” ungkapnya.
Cerita Tak Mengenakkan Menimpa Tim Kotamobagu di Porprov Sulut XII (Foto: Udi)
Namun pengalungan medali tak serta-merta meredam gelombang kekecewaan atas dugaan diskriminasi tersebut.
Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu Bidang Informasi, sekaligus jurnalis berkompetensi utama, Supardi Bado, menilai pemberitaan ZONABMR.COM tidak bermasalah jika itu yang dijadikan dasar panitia menjatuhkan hukuman.
“Pemberitaan sudah proporsional. Mungkin panitia saja yang terlalu sensitif,” katanya.
Pengamat olahraga sekaligus jurnalis senior, Hairil Paputungan, turut mempertanyakan.
“Renang itu cabor Olympic. Aturannya harus mengacu ke IOC dan World Aquatic. Kalau ada aturan mendadak berbeda di level Porprov, wajar itu dipertanyakan. Kenapa saat diberi saran tidak mau menerima?” tanyanya.
Terkait dugaan perlakuan diskriminatif yang melibatkan ZONABMR.COM. Tim redaksi segera bergerak cepat dengan berkali-kali mencoba menghubungi TD Wiwi Akub sejak Ahad, 23 November, malam hingga Senin, 24 November, pagi, namun tidak direspon.
TD Wiwi Akub akhirnya memberi respon, dengan membalas melalui pesan WA pada pukul 11.29 WITA.
Dikatakan Wiwi Akub dalam pesan WA, itu teguran kepada official akuatik Kotamobagu. Karena ternyata selama ini tidak pernah menginfokan seluruh hasil technical meeting dan info-info dari rapat ke Ketua Akuatik Kotamobagu.
Bahkan, lanjut Wiwi Akub dalam chat-nya, THB (Technical Handbook) juga tidak pernah diteruskan ke Ketua Akuatik.
“Tapi pada saat pelaksanaan tetap dilaksanakan seperti biasa. Punishment tidak dilakukan. Pertandingan sudah selesai, semua aman, lancar,” kilahnya.
Sayangnya, saat dimintai klarifikasi terkait benar tidaknya dugaan hukuman itu terkait dengan pemberitaan, Wiwi Akub lagi-lagi tetap tidak mau mengangkat panggilan telepon.
Ia hanya membalas lewat chat, untuk lebih lanjut mengklarifikasi ke Sekretaris Akuatik Sulut Jimmy Rorintulus.
Tanggapan lain juga datang dari Organisasi pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kotamobagu.
“Kami dari Projurnalis Media Siber Kotamobagu sangat menyayangkan kejadian yang menyebabkan atlet Akuatik Kotamobagu tidak dapat tampil maksimal karena sebelumnya diinformasikan tidak turun dalam lomba. Meski telah dicabut sanksi bagi atlet dan bisa turun gelanggang namun telah memberi dampak negatif bagi atlet,” ucap Ketua PJS Kotamobagu, Ridwan Kalaw.
Jika dugaan diskriminasi diakibatkan oleh pemberitaan, lanjut Ridwan, maka PJS Kotamobagu pun sangat menyayangkan sikap tidak profesional panpel.
“Ini harus diusut hingga tuntas. KONI Sulut dan KONI Kotamobagu juga harus menyeriusi persoalan ini. Jika terbukti maka panitia cabor akuatik harus diberi sanksi keras karena menyebabkan kerugian bagi atlet dan bisa disimpulkan panitia akuatik belum bisa menangani event sekelas Porprov. Ini merupakan kemunduran bagi pelaksanaan Porprov khususnya di cabang akuatik.”
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif mencegah perilaku menyimpang yang bertentangan dengan nilai agama, adat, budaya, dan norma sosial. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketentraman umum sekaligus pembinaan moral masyarakat.
Kepala Satpol PP Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, menegaskan bahwa imbauan tersebut ditujukan untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan bebas dan paparan konten digital yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Pengawasan terhadap generasi muda bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama orang tua, keluarga, dan lingkungan,” ujar Sahaya, Senin (24/11/2025).
Menurutnya, indikasi penyebaran konten dan ajakan yang mengarah pada perilaku menyimpang mulai terlihat di media sosial maupun pergaulan sehari-hari. Karena itu, Satpol PP tidak hanya menjalankan fungsi penegakan perda, tetapi juga pembinaan sosial.
“Ini bukan upaya mendiskriminasi, melainkan langkah perlindungan agar generasi muda tidak terjerumus pada risiko sosial dan kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kotamobagu, Noval Manoppo, menilai perilaku menyimpang di kalangan remaja berpotensi menimbulkan dampak sosial jangka panjang, mulai dari degradasi nilai moral hingga gangguan psikologis dan kekerasan.
“Banyak persoalan sosial berawal dari lemahnya pengawasan keluarga dan pergaulan yang tidak terarah. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibanding penanganan ketika masalah sudah terjadi,” jelas Noval.
Melalui imbauan ini, pemerintah mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, mengawasi aktivitas media sosial anak dan remaja, menghidupkan pendidikan agama dan budaya, serta mengoptimalkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat. Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan aktivitas yang mengarah pada perilaku menyimpang kepada Satpol PP atau pemerintah setempat.
Di akhir pernyataannya, Sahaya menegaskan komitmen Satpol PP dalam menjaga Kotamobagu tetap aman dan bermartabat. “Mari bersama melindungi generasi muda dari dampak negatif modernisasi yang tidak sejalan dengan nilai dan kultur kita,” pungkasnya.