Beranda blog Halaman 265

Dinilai Tak Profesional, Kinerja PLN UP3 Kotamobagu Tuai Sorotan

Kantor PLN UP3 Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Kinerja PT PLN (Persero) UP3 Kotamobagu menuai sorotan dan banyak mendapat keluhan dari masyarakat.

Pasalnya, proses permintaan pembayaran listrik oleh PLN UP3 Kotamobagu, dinilai sangat tidak profesional, bahkan cenderung abal-abal. Ini tercermin dari status facebook milik salah satu anggota DPRD Kota Kotamobagu Jusran Deby Mokolanut, pada Rabu 22 September 2021 tadi malam.

“Woy PLN belum abis ini bulan, kong ngoni somo pake ancaman seputus lampu (Hai PLN, belum habis bulan ini, terus kalian sudah pakai ancaman untuk melakukan pemutusan listrik.red),” tulis akun facebook Jusran Deby Mokolanut.

“Tuhari so bayar ngoni kase surat moseputus. Antara orang dilapangan deng managemen Nda ada kordinasi.error, pantas negara sudah mo urus ini PE EL ENG. (Yang lalu sudah dibayar, kalian beri surat untuk mau lakukan pemutusan listrik. Antara orang di lapangan dan managemen tidak ada kordinasi. Eror, pantas negara susah untuk urus ini PLN),” sambungnya dengan emoticon marah pada status facebook tersebut.

Menariknya, status Jusran Deby Mokolanut ini, rupanya memantik warga lain untuk mencurahkan kejadian mereka, akibat ulah dari pihak PLN UP3 Kotamobagu tersebut. “Asli pak Bos qu tadi siang kejadian pakita, pas dia kse sisip itu kartas kong kita buka kage pintu, kita bilang baru juga ada bayar, kertas apa ini, kyapa mokase lia slip pembayaran, kurang dia bajalang kong bilang sory sorry. (Asli pak Bosku, kejadian kepada saya tadi siang, ada petugas sisipkan kertas dan berpapasan saya membka pintu tiba-tiba, saya katakan kepadanya kalau kami baru membayar, ini kertas apa? Kenapa mau perlihatkan slip pembayaran. Petugas itu lantas langsung jalan, dan meminta maaf),” tulis akun Anto Anthoni pada komentar facebook dari status Jusran Deby Mokolanut tersebut.

Tidak hanya itu, gaya para petugas PLN yang melayangkan tahihan listrik ke warga pun dinilai sudah keterlaluan, bahkan telah mengarah ke gaya debt collector. “Betul pak Ketua, so sama dengan deptcollectro jo dorang, pake ba ancam. Kalu kase mati lampu nomor 1. (Betul pak ketua, mereka seperti debt collector, pakai mengancam. Kalau padamkan listrik nomor 1,” tambah akun facebook Citra Dewi Ololah masih di komentar Jusran tersebut.

Gaya penagihan petugas PLN UP3 Kotamobagu yang terkesan kerap memaksa, ikut dikuatkan oleh warganet lainnya. Bahkan, mereka menyebut kalau ada petugas yang sudah memaksa untuk melakukan pembayaran tagihan, padahal belum memasuki batas waktu pembayaran. “Kejadian kmrg dirmh lagi ini, Riki Apin so ba marah kiap blm bayar brpa bulan so”,,dri drg dtg drmh. Konk ad blg ni bulan pnya biasa nti tgl 24 mo bayr dri blm ABS le ni bulan..Mar drg paksa so harus byar kmrin konk pe dodak le dya blg musti byar p dya. (Kejadian juga kemarin di rumah, sampai Apin marah dan mempertanyakan sudah berapa bulan belum dibayar, sampai mereka para petugas datang ke rumah. Lantas dikasih tau, kalau biasa kita nanti tanggal 24 mau bayar, karena bulan ini belum juga habis, Tetapi mereak memaksa harus bayar saat itu juga, dan meminta langsung bayar ke mereka),” jelas akun facebook Ingka Eriscka Rampan.

Jusran Deby Mokolanut dalam menanggapi komentar warganet di akunnya, menyayangkan kinerja dari PLN UP3 Kotamobagu tersebut. “Rakyat pe keadaan so susah kong perusahaan negara se klas PLN depe managemen manual. Harusnya PLN punya IT yang bagus, sehingga antara petugas lapangan dengan managemen di kantor yg di dukung IT tersambung online dan nda salah seputus lampu. Abal abal memang, torang ada bayar pajak pa negara, juga untuk mensupport/membiayai agar PLN tetap bagus. (Keadaan rakyat sudah susah, lantas perusahaan negara sekelas PLN managemennya ternyata manual. Harusnya PLN punya IT yang bagus, sehingga antara petugas di lapangan dan managemen di kantor, yang di dukung IT tersambung secara online, dan tidak salah salam melakukan pemutusan listrik. Abal-abal memang, kami bayar pajak ke negara juga untuk bisa mendukung atau membiayai agar kinerja PLN tetap bagus,” jelas Jusran.

Sementara itu, upaya konfirmasi ke pihak PLN UP3 Kotamobagu terkait dengan status dan keluhan warga di media sosial facebook tersebut, hingga berita ini diturunkan masih terus dilakukan. (*/guf)

Bermodalkan Medsos, Yuli Raup Penghasilan dari Usaha Jualan Ayam Geprek dan Piscok

ZONA EKONOMI — Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini menjadi ladang bagi para pebisnis rumahan. Hanya dengan menggunakan media sosial, masyarakat yang ingin menjalankan usaha dalam berbagai bidang usaha bisa terealisasikan.

Salah satu warga Kota Kotamobagu yang menjalankan usaha lewat media sosial yakni Yuliana Lumi, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur ini menjalankan usaha dibidang kuliner ayam geprek dan pisang cokelat (Piscok)

Diakui Yuliana, dengan adanya media sosial ia bisa lebih mudah dalam menjalankan dagangannya.

“Penjualan terasa sangat mudah dan cepat habis hanya karena menggunakan media sosial,” ujar Yuli sapaan akrabnya.

Menurutnya, berjualan dengan menggunakan media sosial lebih fleksibel. Karena dalam berjualan tinggal menunggu orderan tanpa harus menyiapkan terlebih dahulu.

“Untuk jualan bisa lebih fleksibel karena tidak harus selalu stand by di tempat seperti berjualan offline. Tinggal menunggu orderan kemudian dibuat,” tuturnya.

Dalam sehari, ayam geprek dan pisang cokelat yang ia buat bisa menghasilkan ratusan ribu rupiah. “Alhamdulillah keuntungan yang saya dapat lewat jualan ayam geprek dan pisang cokelat ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Yul.

Untuk order, bisa langsung menghubungi nomor WhatsApp di nomor: +62 857-5698-8793. (*/guf)

Pemdes Moyag Salurkan BLT Dana Desa Tahap 9

Mewakili Sangadi Moyag, Sekdes Maskur Gumalangit bersama anggota BPD menyerahkan secara simbolis BLT dana desa kepada penerima.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (Dandes) tahap IX (sembilan) untuk bulan September 2021 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bertempat di aula Kantor Desa, Kamis (23/9), dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sangadi (Kepala Desa) Moyag, Rusmin Mamonto melalui Sekretaris Desa (Sekdes), Maskur Gumalangit mengatakan, sebanyak 45 KPM di Desa Moyag telah menerima BLT dana desa tahap 9. “Yang telah menerima sebanyak 45 KPM, termasuk 11 orang pengganti,” kata Maskur.

Ia menerangkan, 11 KPM yang baru menerima itu dikarenakan KPM sebelumnya telah masuk dalam daftar penerima bantuan sosial lainnya seperti, BST, PKH dan BPNT. “Otomatis mereka langsung diganti dengan warga yang belum tersentuh BLT dana desa,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk penyaluran BLT dana desa bulan Oktober sampai Desember akan ada ketambahan jumlah penerima dikarenkan adanya penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Tahap berikut yang akan menerima BLT dana desa bertambah menjadi 145 KPM. Untuk kriteria penerima mereka yang menderita sakit kronis, masyarakat yang terkena PHK dari tempat kerja dan yang belum menerima bantuan sosial lainnya,” ujarnya.

Dirinya juga mengimbau kepada penerima bantuan sosial agar tetap mematuhi peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. “Diharapkan juga kepada masyarakat Desa Moyag pada umumnya untuk senantiasa mematuhi prokes ketika beraktifitas di luar rumah. Kemudian bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi agar secepatnya mendatangi tempat pelayanan penyuntikan vaksin sehingga Kota Kotamobagu mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Dan kita berdoa semoga pandemi ini akan segera berlalu,” pungkasnya. (Advertorial)

Bupati Sachrul Resmi Tutup Pelaksanaan Selter JPT Pratama

Bupati Sam Sachrul Mamonto foto bersama dengan para penguji dan peserta seleksi terbuka JPT Pratama Pemkab Boltim.

ZONA BOLTIM – Bupati Sam Sachrul Mamonto, secara resmi menutup kegiatan Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang dilaksanakan di Hotel Grand Puri Manado, Rabu (22/9).

Dalam sambutannya, bupati menegaskan bahwa dengan seleksi yang dilakukan seperti ini secara kapabilitas dan kapasitas untuk mengukur kemampuan pejabat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. “Serta mendedikasikan loyalitas dan integritas peserta yang nantinya siapa-siapa yang akan terseleksi dan menjadi yang terpilih untuk mengemban amanah sebagai kepala SKPD yang dilamar,” ujar bupati.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan bahwa siapa saja yang nantinya terpilih harus bekerja dengan baik dan maksimal untuk kemajuan daerah Bolaang Mongondow Timur tercinta. “Dan tentunya mewujudkan program Visi dan Misi Bupati dan wakil Bupati yakni Boltim Bersinar,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boltim, Reza Mamonto, mengatakan bahwa pengumuman hasil seleksi terbuka JPT Pratama Pemkab Boltim akan dipercepat. “Insha allah paling lambat tanggal 25 September,” kata Reza, Kamis (23/9).

Ditambahkannya, sebelum diumumkan Pansel akan mengusulkan nama-nama pejabat hasil Selter ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). “Hasil seleksi terlebih dahulu dilaporkan ke bupati selaku PPK sebelum meminta rekomendasi pelantikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” ujarnya.

Seluruh tahapan seleksi yang diikuti 16 peserta, mulai dari uji kompetensi serta diakhiri tahapan penulisan makalah, presentase dan wawancara berjalan dengan baik dan lancar. Ada enam jabatan eselon II B di lingkungan Pemkab Boltim yang akan diisi melalui Selter. Ke-enam jabatan tersebut, yakni; Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (ADVERTORIAL)

Berusia 57 Tahun, Tatong Bara: Ditangan OD-SK Sulut Semakin Maju dan Hebat

Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara menyampaikan ucapan Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 57 Tahun Provinsi Sulawesi Utara, 23 September 2021.

“Di usia ke – 57 Tahun ini, Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Bapak Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Bapak Drs. Steven. O.E. Kandouw, sudah semakin maju, berkembang dan semakin hebat, dengan berbagai kemajuan dalam pembangunan yang dilaksanakan,” kata Tatong.

Wali Kota dua periode ini mengatakan, selama ini, kerjasama, koordinasi dan kolaborasi antar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Kotamobagu sudah terjalin dengan sangat baik, terutama dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. “Kami berharap ini akan terus berlanjut dan berkesinambungan demi pembangunan dan kemajuan Provinsi Sulawesi Utara yang sama-sama kita cintai,” ujarnya.

“Dirgahayu Provinsi Sulawesi Utara ke – 57 Tahun. Sulawesi Utara Maju dan Sejahtera, Indonesia Maju,” ucapnya. (*/guf)

TP-PKK Sulut Gelar Peningkatan Kapasitas Kader PKK Boltim

TP-PKK Boltim saat mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas kader PKK.

ZONA BOLTIM – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), menggelar kegiatan peningkatan kapasitas kader PKK Boltim.

Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Kantor Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda), Rabu (22/9) kemarin, dengan protokol kesehatan ketat.

Kegiatan ini penting diikuti semua kader PKK Boltim sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan para kader PKK dalam melaksanakan program pokok PKK dan program pendukung lainnya.

Melalui kegiatan itu, diharapkan dapat tercipta keterpaduan antara program kerja PKK yang didukung program organisasi perangkat daerah selaku mitra PKK. “Sinergitas antara PKK dan Pemerintah Daerah harus terjalin dengan baik, demi pencapaian visi misi bupati dan wakil bupati Bolaang Mongondow Timur,” kata Kepala Dinas PMD Boltim, Herlina Damopolii.

Dalam kegiatan itu, para pemateri yang terdiri dari perwakilan PKK Provinsi Sulut serta perwakilan DPMD Provinsi Sulut memberi materi berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing Pokja. (*/guf)

HUT ke-57 Sulut, Bupati Sachrul: OD-SK Bawa Sulut Semakin Hebat, Maju dan Berjaya

ZONA BOLTIM – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke-57 tahun yang jatuh pada Kamis 23 September, besok.

“Saya Sam Sachrul Mamonto mengucapkan selamat ulang tahun Provinsi Sulawesi Utara yang ke-57. Semoga diusia ke-57 ini dan dibawah kepemimpinan bapak Gubernur Olly Dondokambey dan bapak Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), semoga Sulut menjadi daerah yang semakin hebat, semakin maju dan tetap berjaya, Merdeka!,” ucap Bupati Sachrul, Rabu (22/9).

Disisi lain, bupati memuji kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut). Menurut bupati, Sulut mengalami kemajuan pesat diberbagai sektor.

“Banyak sekali prestasi ditorehkan. Program-program pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat sangat dirasakan, termasuk kita di Bolaang Mongondow Timur,” ujar bupati.

Seperti diketahui, kegiatan memperingati HUT ke-57 Provinsi Sulut dilaksanakan secara sederhana, adapun rangkaian kegiatan sudah berjalan dimulai bakti sosial secara simbolis di empat kabupaten dan kota dan ziarah ke makam mantan para Gubernur dan Wagub. (guf)

Pemkab Boltim Percepat Program Vaksinasi, Besok Digelar di 7 Titik

ZONA BOLTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus memacu pelaksanaan percepatan program vaksinasi guna menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Boltim. Penyuntikan vaksin dosis I dan II dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan serta tempat umum lainnya.

Untuk mensukseskan program vaksinasi tersebut, Rabu (21/9) tadi, Pemkab Boltim melaksanakan penyuntikan bagi masyarakat yang berlokasi di enam titik. Diantaranya; Puskesmas Kotabunan bertempat di Kantor Desa Paret Induk, Puskesmas Tutuyan di Kantor Desa Tombolikat Selatan, Puskesmas Nuangan di Kantor Desa Nuangan Barat, Puskesmas Mooat di SMP Negeri 2 Mooat, Puskesmas Modayag di Kantor Desa Liberia dan Kantor Desa Modayag, serta Puskesmas Modayag Barat di Kantor Kecamatan Modayag Barat.

Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi Kamis (23/9) besok, akan digelar di 7 wilayah kerja, yakni; Puskesmas Kotabunan bertempat di BPU Paret Timur dan BPU Kotabunan Selatan, Puskesmas Tutuyan di Kantor Desa Tutuyan Induk, Puskesmas Nuangan di Kantor Desa Nuangan Selatan, Puskesmas Motongkad di SMP Jiko Port, Puskesmas Modayag di Kantor Desa Modayag, Puskesmas Modayag Barat di Kantor Kecamatan Modayag Barat, serta Puskesmas Buyat di Desa Buyat Induk.

“Untuk besok (Kamis, 23 September 2021) kita laksanakan di 7 titik wilayah kerja,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Boltim, Eko Marsidi, Rabu (22/9).

Dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat yang belum melakukan vaksinasi agar segera mengikuti program vaksinasi dalam upaya mencapai herd immunity (kekebalan kelompok). “Mari jo ba vaksin. Vaksin aman dan halal,” pungkas Eko. (*/guf)

Digitalisasi Desa Wisata jadi Program Unggulan Wujudkan Boltim Bersinar

Bupati Sam Sachrul Mamonto ketika mengeksplore lokasi wisata Pantai Abadi, di Desa Jiko, Kecamatan Motongkad, Boltim.

ZONA BOLTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus berkomitmen memacu laju pembangunan dalam rangka mewujudkan visi misi Boltim BERSINAR.

Bahkan visi misi yang tengah digaungkan dibawah kepemimpinan Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto dan Wakil Bupati Oskar Manoppo, patut mendapatkan apresiasi. Karena salah satu program yang menjadi prioritas dan diunggulkan dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi adalah ‘Digitalisasi Desa Wisata’.

Sehingga dalam rangka mematangkan program unggulan tersebut, Pemkab Boltim menginisiasi berbagai langkah strategis yang salah satunya menjalin sinergitas dengan Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen BPD), Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).

Adapun langkah inisiatif ini diawali dengan Diskusi Webinar dengan tajuk “Menuju Boltim Bersinar melalui Digitalisasi Desa Wisata” yang di helat pada Senin (20/9/2021) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto S.Sos menyampaikan, bahwa komitmen untuk memajukan ekonomi di Boltim akan diwujudkan dengan berfokus pada Ekonomi Desa, sebagai unggulan dan tulang punggung perekonomian Boltim.

Hal ini menjadi penting karena karakteristik wilayah Boltim adalah wilayah Pedesaan bukan Urban. Lebih lanjut Bupati Sam Sachrul Mamonto (SSM) yang tampil sebagai pembicara utama dalam webinar tersebut, bahwa untuk dapat mewujudkan visi tersebut Pemkab Boltim harus bisa bersinergi dengan banyak pihak terutama Pemerintah Pusat.

Alasan mengapa, Bupati mengutarakan, sinergitas dengan Kemendagri melalui Ditjen BPD menjadi penting. Karena program apapun yang akan dilaksanakan tidak akan sukses, apabila sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan dan mengelolanya kurang baik.

“Dalam konteks Pembangunan Desa, Saya ingin memulainya dan memberi fokus yang benar-benar serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur desa. SDM dulu kita benahi, baru program-program strategis lain bisa kita jamin keberhasilannya. Itu sebabnya, mengapa kita bersinergi dengan Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri sebagai pembina dan pengampuh Pemerintahan Desa,” demikian diungkapkan Bupati Sam Sachrul Mamonto, S.Sos yang tampil sangat memukau saat menjelaskan visi dan bagaimana cara mewujudkan visinya.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa – Kemendagri Dr Yusharto Huntoyungo M.Pd, dalam sambutan dan presentasinya yang pada kesempatan tersebut di wakili oleh Analist Perencanaan Strategis Dr Tomy Bawulang Ph.D, menyampaikan bahwa saat ini peningkatan kapasitas aparatur desa merupakan fokus dan program prioritas Kementrian Dalam Negeri melalui program penguatan pemerintahan dan pembangunan desa atau yang di kenal dengan Program P3PD.

Melalu Program ini, nantinya aparatur pemerintahan desa diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kapasitasnya secara berkesinambungan. Karena salah satu bagian program ini adalah menyiapkan satu sistem pembelajaran online atau learning management system, yang bisa diakses dimana saja dan kapanpun. Lebih lanjut dalam paparannya menjelaskan bahwa Program P3PD bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan, serta meningkatkan kualitas belanja desa.

“Sehingga program-program strategis dan afirmatif pemerintah dapat benar benar membawa dampak perubahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa,” ujarnya.

Dr Tomy Bawulang Ph.D yang selama ini terkenal dengan kegigihannya mentransformasi desa yang saat itu tampil mewakili Dirjen BPD Kemendagri.

“Siap dan komitmen bersama-sama mendampingi Kabupaten Boltim untuk mentransformasi beberapa desa terpilih, menjadi model desa wisata yang terfasilitasi secara digital,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Boltim, Mohamad Risky Lamaluta SE menjelaskan, Kabupaten Boltim saat ini sudah memiliki 6 desa Wisata yang siap dikembangkan lebih lanjut.

Sedangkan dari sisi coverage internet, Kepala Dinas Kominfo Boltim, Khaeruddin Mamonto SE mengakui, bahwa butuh peningkatan yang cukup signifikan jika program Digitalisasi Desa Wisata akan dijadikan program unggulan, karena mengingat baru 50 persen wilayah Kabupaten Boltim yang saat ini terkoneksi dengan fiber optik.

Meski berbeda pendapat antara keinginan dan kesiapan sarana prasarana, namun kedua pejabat teras tersebut sepakat dan optimis bahwa program strategis pemerintahan saat ini bisa dilaksanakan dengan baik.

Webinar yang dipandu Ekonom Universitas Sam Ratulangi yang juga merupakan staf khusus Bupati Boltim Dr Magdalena Wullur tersebut berlangsung selama dua jam dan menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja yang nantinya akan di dukung oleh semua perangkat Daerah di Kabupaten Boltim. (*/guf)

Membanggakan, Pemkot Kotamobagu Raih 2 Penghargaan Tingkat Nasional dalam Sepekan

Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara.

ZONA KOTAMOBAGU—Capaian berbagai prestasi membanggakan terus diraih Pemerintah Kota Kotamobagu, baik di tingkat regional maupun nasional.

Dalam sepekan di minggu keempat bulan September ini, Pemkot Kotamobagu kembali meraih 2 (dua) penghargaan prestisius sekaligus dari pemerintah pusat. Pertama dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan ditetapkannya Puskesmas Motoboi Kecil sebagai Juara I Tingkat Nasional untuk Kategori Fasilitas Kesehatan dengan capaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) tertinggi se-Indonesia dengan nilai 75,08 dalam Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Sejuta Akseptor. Penghargaan kedua datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan ditetapkannya Kota Kotamobagu sebagai daerah yang memiliki prakarsa dan komitmen dalam pencapaian kesetaraan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG) dengan meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas capaian prestasi yang kembali diraih Pemkot Kotamobagu. Menurutnya penghargaan dari pemerintah pusat ini merupakan bentuk pengakuan atas kinerja pemerintah daerah dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah pusat tentu tak main-main dalam memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah. Penghargaan ini secara langsung mengartikan bahwa pemerintah pusat memberikan pengakuan atas kinerja pelayanan yang dilaksanakan oleh Pemkot Kotamobagu. Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas raihan 2 penghargaan ini,” ujar Wali Kota di ruang kerjanya, Rabu (22/9).

lebih lanjut Wali Kota menjelaskan untuk bisa mendapatkan 2 penghargaan ini pemerintah daerah harus bisa memenuhi sejumlah indikator yang ditetapkan, baik dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, maupun dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

“Capaian MKJP itu indikatornya digunakan untuk mengukur perbaikan kesehatan ibu melalui pengaturan kelahiran serta akses terhadap pelayanan reproduksi kesehatan yang sangat esensial. Sementara untuk Anugerah Parahita Ekapraya (APE) pemerintah daerah harus memenuhi 7 komponen kunci, mulai dari komitmen, kebijakan, kelembagaan, SDM dan anggaran, alat analisis gender, data gender, serta partisipasi masyarakat. indikator-indikator ini semuanya harus dipenuhi oleh pemerintah daerah untuk mendapatkan penghargaan ini,” lanjut Wali Kota perempuan dengan segudang prestasi ini.

Diraihnya penghargaan ini menurut wali kota tentu tak lepas dari kerja keras semua pihak terkait, yang bisa bekerjasama, berkoordinasi dan saling kolaborasi dalam memenuhi berbagai indikator yang ada.

“Atas nama pemerintah daerah saya menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tinggi atas kerja keras perangkat daerah teknis serta semua pihak yang terlibat langsung dalam pemenuhan indikator-indikator ini, dan tentu yang paling penting adalah peran serta masyarakat yang ikut aktif memberikan dukungan dalam pelayanan yang dilaksanakan Pemkot Kotamobagu. Ini menandakan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat di Kota Kotamobagu sudah berjalan dengan sangat baik,” ucap Wali Kota. (*/guf)