Beranda blog Halaman 373

Pemkot-Imigrasi Perketat Pengawasan Orang Asing

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut, Ganda Samosir (kiri) dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu, Usman SE MM.

ZONA KOTAMOBAGU – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu menggelar rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) bersama Pemerintah Kotamobagu, bertempat di Restoran Pondok Telaga, Senin (12/10).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu, Usman SE MM mengatakan, rakor tersebut dalam rangka pengawasan keberadaan orang asing bersama Tim Pora Kotamobagu. “Rakor ini juga untuk koordinasi dengan instansi terkait dan membahas pelaksanaan serta pengawasan orang asing yang ada di Kota Kotamobagu. Kemudian membahas terkait langkah-langkah yang akan diambil apabila ada warga asing yang tidak memiliki izin tinggal atau kunjungan wisata,” kata Usman.

Dijelaskannya, jika ada warga negara asing baik itu kunjungan wisata maupun kunjungan keluarga, tidak dibenarkan untuk bekerja atau dijadikan pekerja di suatu perusahaan. “Kecuali mereka dalam hal studi kelayakan yang oleh perusahaan akan memakai tenaga kerja mereka. Tapi kalau untuk bekerja mereka tidak diperkenankan. Dan jika bekerja mereka harus memakai KITAS atau Kartu Izin Terbatas,” jelasnya.

Lanjut Usman, apabila ada warga asing yang ditemukan pihaknya dan melanggar ketentuan keimigrasian akan diproses sesuai aturan yang berlaku. “Jika ada yang melanggar ketentuan, kita akan tindak secara keimigrasian berupa deportasi kemudian kita lanjutkan ke proses hukum,” tegas Usman.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara, Ganda Samosir menambahkan, salah satu paparan dalam kegiatan rakor Tim PORA tersebut, bahwa tugas Imigrasi juga melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. “Pemerintah telah mengeluarkan Permenkumham nomor 26 tahun 2020, salah satunya adalah mengijinkan orang asing pemegang bebas visa kunjungan untuk masuk dan tidak mengijinkan orang asing untuk melakukan kunjungan hanya dengan visa kunjungan ke Indonesia. Tadi ada pengecualian terhadap awak crew itu dibolehkan, kemudian tenaga medis, palang merah dan bantuan internasional masih diperbolehkan,” terangnya.

Yang diperbolehkan saat ini, lanjut Ganda, adalah warga negara asing yang akan bekerja pemegang visa izin tinggal terbatas yang bekerja di proyek-proyek strategis nasional. “Dengan catatan dan beberapa persayaratan, salah satunya harus ada surat keterangan bebas rapid test, kemudian harus ada surat keterangan bersedia untuk dilakukan pengkarantinaan begitu tiba di Indonesia. Harus ada pernyataan bersedia untuk dilakukan monitoring terhadap keberadaan mereka selama masa karantina. Dan itu peran imigrasi,” tutupnya. (guf)

Buka Bisnis Alat Musik, Vicro Raup Pendapatan Jutaan Rupiah Per Bulan

ZONA EKONOMI – Pandemi Covid-19 menjadi babak baru bagi banyak orang untuk mencoba peruntungan lewat dunia bisnis. Sepertihalnya dengan Vicro Lamusu, warga Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Sempat mencoba berbagai macam bisnis mulai dari membuka travel hingga percetakan, akhirnya ia membulatkan tekad untuk berbisnis toko alat musik yang Ia beri nama Kotamobagu Musik.

Menurut Vicro, toko Kotamobagu Musik yang ia dirikan di kompleks SPBU Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur, berpenghasilan hingga jutaan rupiah perbulan. “Awal-awal sempat mencoba berbagai macam bisnis, hingga suatu hari berpikir untuk memulai bisnis di bidang musik ini,” kata Vicro.

Vicro sendiri selain dikenal sebagai pebisnis dibidang musik, juga merupakan salah satu personil band ternama di Sulawesi Utara yakni Beranda Rumah Mangga (Braga). Meski demikian tutur Vicro, ia mampu membagi waktu antara profesi musisi dan pebisnis. “Intinya musisi dan pebisnis alat musik merupakan satu kesatuan. Maka dari itu, saya tengah memfokuskan waktu di band dan juga berbisnis,” kata Ayah dua anak ini.

Apalagi lanjut Vicro, ditengah pandemi Covid-19, undangan untuk manggung di beberapa daerah masih terhenti. “Kita ketahui bersama, segala aktifitas yang dapat membuat kerumunan orang masih dihentikan akibat pandemi covid. Olehnya, saya lebih memilih untuk fokus di toko,” ucapnya.

Di toko Kotamobagu Musik telah tersedia berbagai macam alat musik. Terutama gitar yang tersedia dengan berbagai macam merk. “Untuk harga, ada beberapa varian. Tergantung jenis dan merk gitarnya. Mulai dari Rp750 ribu hingga diatas satu juta rupiah,” sebutnya.

Sekadar diketahui, selain menyediakan berbagai macam pilihan alat musik, Kotamobagu Musik juga menerima jasa setting dan upgrade gitar. Nah, bagi pengunjung yang ingin mendatangi toko Kotamobagu Musik, agar dapat berkunjung ke alamatnya langsung atau bisa lewat kontak WhatsApp di nomor 085240043200. (guf)

Wakili Wali Kota, Asisten I Buka Rakor Tim Pengawasan Orang Asing

ZONA KOTAMOBAGU – Mewakili Wali Kota Tatong Bara, Asisten I Setda Kotamobagu, Teddy Makalalag, menghadiri sekaligus membuka kegiatan rapat koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu Kementerian Hukum dan HAM, bertempat di restoran Pondok Telaga, Senin (12/10).

Asisten I Setda Kotamobagu, Teddy Makalalag mengatakan, rapat koordinasi Tim PORA ini setiap tahun dilaksanakan dan tempatnya ditentukan oleh pihak Kantor Imigrasi Kotamobagu.

Dirinya menjelaskan, dalam pelaksanaan serta pengawasan orang asing di wilayah Kota Kotamobagu, pihak Imigrasi bekerjasama pemerintah daerah dengan melibatkan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kotamobagu.

“Misalnya dinas catatan sipil terkait dengan persoalan kependudukan, dinas pariwisata menyangkut dengan kunjungan wisatawan, kemudian dinas ketenagakerjaan jika ada warga asing yang bekerja di Kotamobagu serta instansi terkait lainnya. Sehingga pemerintah Kotamobagu menyambut baik dalam pelaksanaannya dalam kaitan dengan pengawasan terhadap orang asing sekalipun di Kotamobagu belum terlalu banyak warga negara asing,” jelas Makalalag yang juga wakil ketua Tim PORA, saat diwawancarai usai rakor tersebut.

Untuk mengantisipasi warga negara asing datang di Kotamobagu, lanjut Makalalag, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan pihak Imigrasi terkait pelaksanaan serta pengawasannya.

“Kita harus antisipasi dari awal, karena kedepan perkembangan Kotamobagu ini apalagi Provinsi Bolmong Raya terbentuk, pasti jumlah wisatawan juga akan bertambah. Nah, untuk itu sangat diperlukan kesiapan perangkat daerah yang secara terkoordinasi bisa bekerja sama dengan imigrasi dalam hal pengawasan orang asing di wilayah Kotamobagu,” pungkasnya. (guf)

Pemkot Gelar Pasukan Satgas Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Prokes Covid-19

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kotamobagu melaksanakan Apel Gelar Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, bertempat di halaman Kantor Wali Kota, Senin (12/10) pagi.

Apel gelar pasukan tersebut, guna menindaklanjuti Peraturan Wali Kota (Perwako) Kotamobagu Nomor 42 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum Protokol Kesehatan (Prokes) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 serta pemberlakuan tindakan dan sanksi bagi masyarakat yang tidak menaati Prokes Covid-19.

Wali Kota Tatong Bara, dalam sambutannya meminta kepada tim satgas untuk terus meningkatkan giat operasi di lapangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayah Kota Kotamobagu.

“Saya meminta kepada tim untuk terus meningkatkan upaya pencegahan termasuk operasi yustisi dan penegakan disiplin protokol kesehatan,” kata wali kota.

Lanjutnya, pembentukan Satgas pencegahan Covid-19 ini menjadi sangat penting untuk terus kita laksanakan bersama, mengingat masih rendahnya disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Jumlah kasus Covid-19 di kota kotamobagu masih mengalami kenaikan. Maka, dengan terbentuknya tim ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan upaya pencegahan penyebaran dan penerapan disiplin serta penegakan hukum pencegahan Covid-19 di kota kotamobagu,” pungkasnya. (guf)

Kampanye Dialogis SSM-OPPO di Desa Dodap, Mama Icat Serasa Pulang Kampung

Seska A Budiman istri Calon Bupati Boltim nomor urut 2 Sam Sachrul Mamonto saat kampanye di Desa Dodap.

ZONA BOLTIM – Kegiatan Kampanye Dialogis Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Nomor Urut 2, Sam Sachrul Mamonto (SSM) – Oskar Manoppo (OPPO), di Desa Dodap Kecamatan Tutuyan, Jumat (9/10/2020) sore tadi, cukup berkesan di mata Politisi Partai Nasdem, Seska A Budiman yang tak lain istri tercinta Sachrul. Pasalnya, kehadiran Seska di Desa Dodap terasa seperti pulang kampung karena bisa bertemu dengan masyarakat keturunan Nusa Utara.

“Saya juga keturunan Nusa Utara. Sehingga kehadiran saya disini terasa seperti pulang kampung karena bisa bertemu dengan keluarga saya warga Nusa Utara,” ujar Mama Icat, sapaan akrabnya.

Lanjut, Ketua Fraksi Restorasi DPRD Boltim ini mengatakan, warga Dodap bersatu harus bangga, karena saat ini ada 3 Anggota DPRD Boltim yang berasal dari daerah Nusa Utara, yakni dirinya, Kevin Sumendap dan Wilken Rareho.

“Maka kita juga harus bangga pada Pilkada 2020 ini ada Istri Calon Bupati yang keturunan Nusa Utara. Untuk itu mari ajak seluruh keluarga kita di Dodap bersatu untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 2 SSM – OPPO,” ungkap Budiman.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Dodap Bersatu, Mangalo Tine, mengajak kepada seluruh warga Boltim keturunan Nusa Utara untuk memilih SSM – OPPO.

“Saya bangga, ada istri Calon Bupati yang keturunan Nusa Utara. Untuk itu kita wajib memenangkan SSM – OPPO. Ingat, jangan tukar harga diri kita dengan uang. Sudah saatnya kita bersatu memilih pasangan calon nomor urut 2,” ujar mantan Staf Khusus Bupati Boltim Sehan Landjar ini. (*/guf)

Keliling Kotamobagu Jualan Bakso, Mas Ary Raup Ratusan Ribu Per Hari

ZONA EKONOMI – Saban pagi dan sore hari sering dijumpai pedagang keliling di wilayah Kota Kotamobagu, mulai dari yang menggunakan gerobak dorong, sepeda, hingga sepeda motor bahkan mobil. Salah satunya Mas Ari, pria 27 tahun asal Jawa Timur, yang setiap harinya menjajakan bakso tusuk serta aneka gorengan lainnya di atas motor bututnya.

Meski terlihat sederhana, tak disangka penghasilan yang bisa didapatkan Mas Ari dengan jualan bakso tusuk dan beberapa menu lainnya, berkisar 100 hingga 150 ribu tiap harinya. Artinya, rata-rata dirinya bisa mengumpulkan keuntungan tiga jutaan per bulan. “Ya Alhamdulillah, rata-rata 100 ribu per hari, kalau lagi bagus harinya bisa dapat lebih,” katanya.

Keliling Kotamobagu, Profit Tiga Jutaan Per Bulan Ekonomi Perantau sejak 2008 silam menginjakkan kaki di bumi Totabuan ini, kini bermukim di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat. Dia menceritakan, sebelumnya pernah merantau di Kalimantan, sudah banyak pekerjaan yang digelutinya, namun dia senang dengan apa yang dikerjakannya sekarang. “Awalnya jualan di Kotamobagu cuma pake sepeda, Alhamdullilah sekarang sudah bisa pakai motor,” ucapnya tengah melayani pembeli.

Ditanya tentang kendala dalam menjalankan usahanya, Mas Ary mengaku, semua usaha pasti punya kendala, namun bisa diatasi. “Yah kalau sekarang, yang paling berasa, berkurangnya pelanggan di tiap sekolah, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang membuat seluruh siswa tidak belajar di sekolah,” tuturnya.

Mas Ari menginvestasikan waktunya untuk berdagang, setiap jam 6 pagi hingga jam 11 siang kemudian dilanjutkan sore sekira jam 3 hingga jam 8 malam. Usaha itu dilakukannya setiap hari dengan rute yang tidak direncanakan, “Saya tak punya jalur khusus, pokoknya jalan saja, ya di seputaran Kotamobagu,” tutupnya. (guf)

Tahapan Pemilihan Anggota BPD di 9 Desa Digulir, Ini Jadwal Pelaksanaannya

Wiwi Sabunge

ZONA KOTAMOBAGU — Pemkot Kotamobagu melalui Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) mulai melaksanakan tahapan pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bagi 9 desa di Kecamatan Kotamobagu Timur dan Utara.

Menurut Kepala Bagian Tapem melalui Kasubag Pemerintah Desa dan Kelurahan, Wiwi Anita Sabunge, bahwa pada tanggal 6 Oktober lalu, para sangadi (kepala desa) telah menyurat ke masing-masing BPD untuk penyampaian laporan kinerja akhir masa jabatan.

“Tahapannya sudah dimulai sejak 6 Oktober, dimana para sangadi menyurat ke BPD tentang penyampaian secara tertulis laporan kinerja selama menjabat anggota BPD dan jangka waktunya itu paling lambat 30 hari terhitung sejak disampaikan,” kata Wiwi, Kamis (8/10).

Lanjutnya, sesuai agenda yang sudah terjadwal, untuk tahap selanjutnya yakni tahapan pembentukan panitia yang akan dilaksanakan pada 16 Oktober mendatang. “Tahap selanjutnya pembentukan panitia. Sedangkan pendaftaran calon mulai dibuka pada tanggal 26 Oktober hingga 6 November,” ungkapnya.

Dirinya pun memastikan, pelaksanaan pemilihan BPD di wilayah Kota Kotamobagu sendiri akan berjalan sesuai tahapan yang sudah dijadwalkan.

“Untuk Kotamobagu tidak mengalami penundaan, karena kami sudah melakukan koordinasi ke Kemendagri lewat Dirjen Bina Pemerintahan Desa. Dimana, informasi yang diterima, kalau untuk pemilihan BPD pada bulan Februari itu sudah tidak masalah, karena setelah Pilkada serentak, akan turun lagi edaran secara nasional dari Kemendagri RI perihal pencabutan surat edaran penundaan pelaksanaan pemilihan BPD yang telah dilayangkan sebelumnya,” pungkasnya. (*/guf)

Tingkatkan Pendapatan Sektor UMKM, Pemprov Sasar Produk Lokal Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Kotamobagu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini terlihat ketika Dinas Koperasi dan UKM Provinsi didampingi Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kotamobagu, melakukan kunjungan ke tiap UMKM yang ada di wilayah Kotamobagu, Kamis (8/10) kemarin.

Kepala Disdagkop dan UKM Kotamobagu, Herman Aray mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka memantau sekaligus melakukan belanja produk lokal kotamobagu oleh pihak Provinsi Sulut.

“Jadi pihak dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulut berinisiatif dengan berbelanja produk local kotamobagu, jadi ada beberpa UKM yang mengalami penurunan omset ditengan pandemic ini, sehingga pihak provinsi melakukan belanja dalam rangka meningkatkan kembali pendapatan pelaku UMKM,” jelas Aray, Jumat (9/10).

Menurutnya, produk lokal kotamobagu tersebut nantinya akan dijual di warung UMKM Provinsi Sulut yang ada di Kota Manado. “Ada beberapa produk lokal yang disasar oleh pihak provinsi yang nantinya akan dijual di warung UMKM di manado. Diantaranya, Kacang Goyang, Kopi Organik dan Kolombeng Selai,” ujarnya

Dia berharap, para pelaku UMKM Kotamobagu terus meningkatka kwalitas prodaknya. “Harapan kedepan dengan pembelian ini agar pendapatan pelaku UMKM bertambah, kemudian kualitasnya harus dijaga, karena tamu-tamu dari luar daerah akan berbelanja produk lokal di manado, juga dapat mempromosikan produk daerah kotamobagu,” pungkasnya. (*/guf)

2 Kader PAN Boltim Siap Menangkan Sachrul-Oskar

Kader PAN Boltim Jems Tine saat berorasi di kampanye SSM-OPPO di Desa Togid.

ZONA BOLTIM – Kampanye dialogis Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Nomor Urut 2, Sam Sachrul Mamonto (SSM) dan Oskar Manoppo (OPPO), di Desa Togid Kecamatan Tutuyan, Kamis (8/10) sore tadi, turut dihadiri dua panglima dari wilayah pesisir sebutan Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dan pegunungan sebutan wilayah Dapil 2. Keduanya adalah Jems E Tine dan Marsaoleh Mamonto.

Diketahui, Marsaoleh dan Jems, merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN) serta mantan Anggota DPRD Boltim.

Dalam orasinya, Marsaoleh mengatakan, alasan dirinya mendukung SSM-OPPO karena keduanya memiliki pengalaman di eksekutif dan legislatif.  “Saya menggunakan akal sehat untuk menentukan pilihan pada Pilkada 2020 di Boltim. Dan pilihan saya jatuh ke pasangan nomor urut 2 SSM-OPPO. Keduanya memiliki pengalaman dalam menyusun APBD Boltim, karena pak Sachrul mantan Ketua DPRD dan Pak Oskar mantan Sekda. Jadi ini pasangan yang sangat cocok untuk memimpin Boltim lima tahum kedepan,” ujar Marsaoleh.

Sementara itu, Jems E Tine, menambahkan, dirinya mendukung penuh paslon yang diusung Partai Nasdem, PKB dan PBB tersebut. “Saya tidak neko-neko, jangankan jabatan, nyawa pun akan saya korbankan untuk pasangan SSM-OPPO. Saya yakin kita pasti menang dan masyarakat jangan ragu untuk memilih pasangan ini,” ungkap Tine.

Calon Wakil Bupati Boltim, Oskar Manoppo, dihadapan para pendukungnya mengatakan, dirinya dan Sachrul dalam merancang program yang tertuang dalam visi-misi mengacu pada kemampuan anggaran daerah. “Harus disesuaikan dengan kemampuan APBD kita, sehingga nanti tidak terkesan hanya memberikan janji yang tak pasti kepada masyarakat. Saya lama menduduki jabatan di Badan Keuangan Daerah, saya tau persis kemampuan anggaran kita,” tuturnya.

Lanjut Oskar, jalan pertanian juga menjadi fokus perhatian jika SSM-OPPO terpilih dalam Pilkada 2020. “Kita juga akan mendatangkan investor. Intinya kita janjikan program sesuai kemampuan APBD kita, agar nantinya tidak ada program yang mengada-ngada,” ungkapnya.

Calon Bupati Sam Sachrul Mamonto dalam orasinya menyampaikan, jika terpilih nanti, dirinya berjanji akan menetap diwilayah ibu kota Boltim di Tutuyan. “Isu yang beredar jika saya terpilih akan memindahkan rumah dinas bupati di wilayah Modayag itu tidak benar, karena sesuai undang-undang, rumah dinas kepala daerah harus berada di ibu kota kabupaten,” tegasnya.

Diketahui, Kampanye dialogis SSM-OPPO di Desa Togid tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Boltim Muhammad Jabir, Ketua PBB Boltim Dahlan Saniman, Ketua Fraksi Restorasi DPRD Boltim, Seska A Budiman dan Tokoh Masyarakat Boltim Keturunan Nusa Utara, Purnawiran Mangalo Tine, dan Ketua Harian Tim Pemenangan SSM-OPPO Hendra Dj Damopolii. (*/guf)

PWI Sambangi Kadiv Humas, Polri Bakal Siapkan Rompi Wartawan untuk Liput Demo

ZONA JAKARTA – Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyambangi Mabes Polri, Senin (12/10/2020. Tujuannya membahas keselamatan wartawan saat meliput aksi demonstrasi di lapangan, serta mencegah terjadinya kekerasan terhadap para wartawan oleh aparat ke depannya.

Hal ini terkait dengan masih adanya wartawan yang mengalami kekerasan saat meliput aksi demonstrasi menolak UU Ciptaker, Kamis (8/10/2020) lalu.

Dalam kesempatan itu PWI diwakili oleh Ketua Umumnya Atal S Depari, Sekjen PWI Mirza Zulhadi dan Sekertaris PWI Jaya, Naek Pangaribuan. Mereka diterima oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono.

Pada pertemuan itu, disepakati bahwa Polri akan kembali mensosialisasikan ke aparat di lapangan bahwa kerja wartawan dilindungi Undang-undang dan tidak boleh mengalami kekerasan serta intimidasi.

Meskipun sebenarnya hal ini sudah seringkali diinstruksikan ke aparat di lapangan. “Artinya Polri juga wajib melindungi wartawan yang bekerja saat meliput aksi demonstrasi di lapangan,” kata Argo Yuwono.

Menurut Argo, pihaknya juga meminta wartawan di lapangan dilengkapi dengan tanda pengenal dan kartu identitas yang jelas. “Karenanya ke depan kami akan membuat rompi khusus bagi wartawan di lapangan, agar dapat dikenali petugas. Sehingga tidak terjadi kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan,” ujar Argo.

Untuk penyediaan rompi bagi wartawan ini, kata Argo, akan dimulai nantinya bagi para wartawan di Mapolda Metro Jaya dan susul kota-kota besar di Indonesia. “Selanjutnya secara bertahap di seluruh wartawan di semua Polda,” kata Argo.

Sementara itu Ketua PWI Atal S Depari mengatakan bahwa pada dasarnya Polri juga sepakat bahwa kinerja wartawan di lapangan adalah dilindungi Undang-undang serta dijamin tidak mengalami kekerasan.

Namun katanya di saat atau momen tertentu yang rusuh atau chaos saat aksi demonstrasi, keberadaan wartawan sangat menentukan untuk terhindar dari lapangan.

“Dalam teknis peliputan di lapangan saat aksi demonstrasi, jurnalis idealnya berada di belakang aparat, agar terhindar dari kekerasan,” kata Atal.

Atau paling tidak, kata Atal, posisi wartawan adalah di samping antara aparat dan pendemo yang berhadapan.

“Jadi cerdaslah mengambil posisi. Jangan memaksakan diri menerobos ke depan, karena itu berpotensi mendapat kekerasan,” kata Atal.

Terkait rencana Polri yang akan menyediakan rompi khusus bagi wartawan yang meliput di lapangan, Atal sangat mendukungnya.

“Karena dengan begitu, aparat mengetahui bahwa seseorang itu adalah wartawan, dan bukan ancaman bagi mereka. Sehingga wartawan terhindar dari kekerasan,” kata Atal. (*)