Ketua HIPMI Kotamobagu Jadi Motor Negosiasi Investasi dengan Sandiaga Uno
Jakarta, ZONABMR.COM – Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Kotamobagu, Hi. Alfian Arisa, memainkan peran penting sebagai jembatan dalam mempertemukan Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib dan Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi dengan pengusaha nasional sekaligus tokoh politik, Sandiaga Salahuddin Uno.
Pertemuan yang berlangsung di lantai 15 Gedung Daerah, Kuningan, Jakarta, menjadi ajang audiensi strategis guna membahas berbagai potensi investasi di wilayah Kotamobagu dan Bolaang Mongondow.
Dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan, pertemuan yang awalnya dijadwalkan hanya 45 menit pun berlangsung hingga dua jam.
“Alhamdulillah, kami disambut dengan sangat baik oleh Bang Sandiaga Uno. Suasana audiensi cair, bahkan sempat saling berbalas pantun sebelum memasuki diskusi utama,” ungkap Hi. Alfian.
Dalam audiensi tersebut, Ketua HIPMI Kotamobagu memaparkan sejumlah data dan peluang investasi di berbagai sektor, termasuk infrastruktur, pariwisata, mineral pertambangan, perkebunan dan ekonomi kreatif.
Pemaparan disampaikan dengan pendekatan negosiasi yang matang, sehingga mendapat perhatian serius dari Sandiaga Uno.
“Bang Sandi sangat menikmati pembahasan dan merespons positif semua yang kami sampaikan,” tambah Bendahara Umum HIPMI, Rizka Masagu.
Menanggapi paparan tersebut, Sandiaga Uno menyatakan ketertarikannya untuk berkunjung langsung ke wilayah Kotamobagu dan Bolaang Mongondow dalam waktu dekat.
“InsyaAllah saya akan melihat langsung potensi yang ada di sana. Kami akan segera menjadwalkan kunjungan,” ujar Sandiaga.
Di akhir pertemuan, Sandiaga Uno yang dikenal sebagai sosok santun dan cerdas menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan HIPMI Kotamobagu dan para kepala daerah, serta menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi.
“Beliau mengantar kami hingga ke depan lift bahkan membukakan pintu lift sebagai bentuk penghargaan dan keramahan,” pungkas Hi. Alfian.
Manado, ZONABMR.COM — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK) resmi menunjuk Marlina Moha Siahaan (MMS) sebagai Staf Khusus Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Hal itu dipastikan saat MMS menjadi bagian dari 20 staf khusus yang dilantik pada April 22 April 2025 sebagai upaya untuk mendukung program-program prioritas pemerintah provinsi.
MMS merupakan sosok yang tidak asing di kancah politik dan sosial Sulawesi Utara.
Dikenal sebagai tokoh pemekaran Bolmong Raya -menjadi 4 kabupaten 1 kota- MMS, mantan Bupati Bolmong dua periode itu memiliki pengaruh yang luar biasa di Sulut.
Dengan pengalamannya, MMS diharapkan mampu mendorong implementasi program-program yang berfokus pada kesetaraan gender dan peningkatan kesejahteraan anak-anak di Sulut.
Gubernur YSK, yang mulai menjabat awal tahun ini, menyatakan bahwa penunjukan para staf khusus, termasuk MMS, bertujuan untuk memperkuat kinerja pemerintahan dalam bidang-bidang strategis.
“Kami menaruh harapan besar kepada Ibu Marlina untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak-anak. Isu ini adalah salah satu prioritas kami,” ujar YSK dalam keterangannya kepada media.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Sulut menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.
Harapannya, kehadiran MMS dapat membawa perubahan signifikan dan menjadi penggerak utama dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkeadilan sosial bagi seluruh masyarakat Sulut.
Berikut daftar 20 staf khusus Gubernur Sulut beserta bidang tugas masing-masing:
Drs Ferdinand E.M Mewengkang — Pemerintahan dan Pengembangan SDM (Koordinator Staf Khusus)
Max Lomban — Kebudayaan
Prof Grevo Gerung — Pendidikan
Dr. Fiko Onga, S.IP., M.Si — Politik dan Kebijakan
Prof Benny Pinontoan — Pembangunan Sumber Daya Alam
Recky Harry Langie — Investasi
Dr Magdalena Wullur, SE, MM., MAO, CMILT — Perencanaan Pembangunan
Olvie Limpele — Sosial Kemasyarakatan/Kerohanian
Fariest Soeharyo — Kepemudaan
Herold V Kaawoan — Pemberdayaan Masyarakat
Marlina Moha Siahaan — Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Komunitas TBS bersama Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib memberikan apresiasi tinggi kepada Komunitas Torang Baku Sayang (TBS) atas dedikasi dan konsistensinya dalam menjalankan kegiatan sosial sejak resmi terbentuk pada 4 Januari 2025.
Dalam kegiatan Halalbihalal yang digelar di TCW Bintang, Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat pada Senin 21 April 2025, Weny Gaib menyampaikan kekagumannya terhadap aksi nyata komunitas yang dipenuhi anak-anak muda tersebut.
“Pertanyaannya, apakah kita sudah berbagi? Apakah kita mampu melakukan hal seikhlas ini, mampu berbagi seperti ini?” ucap Weny Gaib dalam sambutannya.
Weny Gaib menegaskan bahwa tidak semua orang memiliki keikhlasan untuk berbagi, dan apa yang dilakukan oleh Komunitas TBS patut dijadikan teladan.
Menurut Weny Gaib, jika seluruh anak muda di Kotamobagu terinspirasi melakukan aksi sosial seperti yang dilakukan komunitas tersebut, maka beban pemerintah akan jauh lebih ringan.
“Pemerintah tidak mampu melakukan semua ini karena keterbatasan anggaran. Pemerintah tidak punya dana yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat,” tambah Weny Gaib.
Dokter spesialis mata itu juga melihat potensi besar kolaborasi antara komunitas seperti TBS dengan pemerintah untuk memberi manfaat nyata dan membawa kemajuan bagi masyarakat.
Sementara, Ketua Komunitas TBS Michael Sholat Bibisa dalam sambutannya mengatakan komunitas TBS terbentuk secara alami.
“Saat kongkow-kongkow muncul ide untuk membantu sesama,” ujar Iqel sapaan akrabnya.
Awalnya, ungkap Iqel, mereka hanya sekadar berkumpul untuk melepas penat dan mempererat persahabatan. Namun, dari kebersamaan itu tumbuh kepedulian yang nyata terhadap lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, komunitas ini tak hanya dikenal sebagai kumpulan sahabat, tetapi juga sebagai penggerak aksi sosial yang aktif. Dari kegiatan berbagi makanan hingga penggalangan dana untuk mereka yang membutuhkan, kami membuktikan bahwa persahabatan bisa menjadi kekuatan besar untuk perubahan positif,” tutup Iqel.
Dalam momen Halalbihalal tersebut, turut dibuka open donasi yang akan disalurkan kepada masyarakat miskin ekstrem di Kotamobagu.
Donasi itu menjadi bagian dari komitmen Komunitas Torang Baku Sayang dalam memperluas jangkauan kegiatan sosial mereka.
Komunitas TBS terus menunjukkan bahwa dengan semangat gotong royong dan kepedulian, perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan ketulusan hati.
Sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemkot Kotamobagu, Wakil Ketua DPRD Kotamobagu Jusran Mokolanot, anggota DPRD Kotamobagu Jayadi Paputungan dan undangan, turut hadir dalam giat tersebut.
Sulut, ZONABMR.COM – Konferensi Wilayah (Konferwil) XIII Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara (Sulut) menetapkan Muliadi Paputungan sebagai Ketua PW GP Ansor Sulut periode 2025–2029 secara aklamasi.
Muliadi merupakan calon tunggal yang diusulkan oleh sembilan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Sulut.
Penetapan ini menandai estafet kepemimpinan dari Yusra Alhabsyi, yang selama masa jabatannya telah membawa banyak perubahan signifikan bagi GP Ansor Sulut.
Muliadi Paputungan menyatakan akan berusaha membawa GP Ansor Sulut lebih baik lagi ke depannya.
Dalam pemaparannya Muliadi mengatakan akan kembali mengaktifkan kembali Rijalul Ansor, memperluas kepengurusan hingga ke tingkat ranting, serta mendistribusikan kader-kader terbaik ke level pusat.
Muliadi pun menargetkan peningkatan representasi kader GP Ansor di berbagai lini pemerintahan.
“Kalau hari ini kita punya satu anggota DPRD provinsi, ke depan kita bisa sepuluh atau bahkan lebih. Kalau hari ini dua kepala daerah, ke depan bisa lima,” tambahnya optimistis.
Lebih dari itu, anggota DPRD Provinsi Sulut dari dapil Bolmong Raya itu juga mencetuskan program Badan Usaha Milik Ansor guna mengurangi ketergantungan pada proposal untuk setiap kegiatan organisasi dan meningkatkan ekonomi anggotanya.
“Di masa Yusra Alhabsyi, sudah ada bukti. Insya Allah, di masa kami nanti, kamilah yang akan menjadi bukti,” ujar Muliadi.
Diketahui, selain mendapat dukungan penuh dari para peserta Konferwil, Muliadi Paputungan juga mendapat diskresi khusus dari Pengurus Pusat.
Namun, tetap diwajibkan mengikuti Pendidikan Kader Nasional (PKN) sebagai syarat mutlak pengukuhan.
Momentum ini pun bertepatan dengan 19 Syawal 1446 H, menjadi catatan penting dalam perjalanan organisasi Islam terbesar di kalangan pemuda Sulawesi Utara tersebut.
GP Ansor Bolmong Tegaskan Dukung Kader Asli BMR di Konferwil GP Ansor Sulut 2025
Bolmong, ZONABMR.COM – Menjelang Konferensi Wilayah (Konferwil) XIII Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara tahun 2025, GP Ansor Bolaang Mongondow (Bolmong) mengambil sikap tegas soal arah dukungan politik organisasinya.
Dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang digelar di lantai dua Cafe Korot, Kotamobagu, Kamis (17/04/2025), GP Ansor Bolmong menyuarakan harapan besar agar kepemimpinan GP Ansor Sulut berikutnya dipegang oleh figur dari tanah Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Ketua GP Ansor Bolmong, Rudi Satria Mandala Bonuot, menyampaikan langsung sikap tersebut di hadapan jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang se-Bolmong.
“Sudah waktunya kader dari BMR diberi kepercayaan memimpin Ansor Sulut. Kami yakin, banyak kader di BMR yang punya kapasitas dan pengalaman untuk membawa organisasi ini lebih maju,” ujar Rudi.
Ia pun menegaskan, meski belum menyebutkan nama, pilihan GP Ansor Bolmong sudah jelas.
“Yang pasti, calon yang kami dukung nanti adalah putra asli BMR. Soal siapa, akan kami rekomendasikan secara resmi. Tapi sikap kami tidak berubah: harus dari BMR,” tegasnya.
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Anggota DPRD Kota Kotamobagu, Jayadi Paputungan, menyampaikan apresiasinya terhadap Komunitas Torang Baku Sayang (TBS).
Kiprah di berbagai aksi sosial yang dilakukan, membuat Jayadi melabeli bahwa TBS bukan sekadar komunitas tapi juga harapan bagi sesama.
Menurut Jayadi, yang akrab disapa Jaya, gerakan sosial seperti yang dilakukan TBS memberikan dampak langsung kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat solidaritas antaranggota komunitas, tetapi juga menunjukkan peran aktif mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Jayadi Paputungan, Rabu 16 April 2025.
Politisi dari Partai Hanura itu menambahkan, di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu dan daya beli masyarakat yang menurun, aksi nyata seperti ini sangat tepat sasaran.
“Kita sedang menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah. Apa yang dilakukan Komunitas TBS sangat relevan dan berarti bagi mereka yang terdampak, terutama warga dari kalangan ekonomi lemah,” jelas anggota Komisi II DPRD itu.
Jayadi, yang juga dikenal sebagai salah satu anggota dewan termuda, berharap kegiatan serupa dapat memicu semangat berbagi dari komunitas lainnya.
“Inisiatif positif ini bisa menjadi contoh bagi kelompok atau komunitas lain. Apalagi di era digital seperti sekarang, kegiatan sosial bisa dengan cepat menyebar lewat media sosial dan menginspirasi lebih banyak orang,” ucap Jayadi.
Gorontalo, ZONABMR.COM – Duka menyelimuti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) setelah insiden tragis menimpa sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-NPKM) saat melaksanakan kegiatan pemetaan di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Selasa 15 April 2025.
Para mahasiswa yang berjumlah 10 orang dari Jurusan Teknik Geologi itu terseret arus sungai saat melaksanakan kegiatan pemetaan geologi di wilayah pegunungan.
Dalam kejadian tersebut, dua mahasiswa dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Pusat KKN LPPM UNG, Rosbin Pakaya, menyampaikan informasi resmi lewat video yang beredar luas di media sosial terkait peristiwa itu dalam pernyataan terbuka yang ditujukan kepada warga UNG dan keluarga korban.
“Mahasiswa yang berjumlah sepuluh orang ini naik gunung pada pukul 10 pagi untuk melakukan kegiatan pemetaan. Setelah selesai, mereka turun sekitar pukul 3 atau 4 sore,” jelas Rosbin.
Namun nahas, saat dalam perjalanan turun, mereka dihantam oleh air bah yang datang secara tiba-tiba.
Akibatnya, kelompok tersebut terpencar. Sebagian sempat bertahan di atas batu, namun lainnya terseret arus deras.
Dua mahasiswa perempuan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Lima orang lainnya telah berhasil dievakuasi, meski mengalami luka-luka, dan satu orang lagi -juga seorang mahasiswi- masih dalam proses pencarian.
Salah satu korban selamat adalah Koordinator Desa (Kordes) kelompok tersebut, yang meskipun mengalami luka berat, berhasil diselamatkan dan kini tengah mendapat perawatan.
Tim gabungan dari UNG, Lembaga KKN, tenaga medis, dan pihak terkait kini tengah bekerja keras untuk mengevakuasi korban lainnya serta melakukan pencarian terhadap satu mahasiswi yang masih hilang.
Pihak kampus menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta berharap proses pencarian dan evakuasi dapat segera tuntas dengan lancar.
Suasana Audiensi di Ruang Kerja Wali Kota Kotamobagu
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat menerima kunjungan silaturahim dan audiensi dari Komisaris PT. Fabolous Argo Mandiri (FARM) sekaligus Direktur F Corp, Aditya Anugrah Moha (ADM) di ruang kerja Wali Kota, Selasa 15 April 2025.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai agenda strategis dibahas untuk mendukung pembangunan daerah, antara lain:
1. Penguatan Iklim Investasi: Mendorong terciptanya iklim investasi yang ramah dan berkelanjutan untuk menarik minat investor ke wilayah Kotamobagu.
2. Transformasi Digital: Menjadikan Kotamobagu sebagai Digital City melalui digitalisasi layanan publik dan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.
3. Pengentasan Kemiskinan Berbasis Digital: Implementasi program-program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi.
4. Integrasi Good Governance: Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel di semua sektor.
5. Program dan Pelayanan Terpadu: Penguatan layanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, hukum, serta sosial kemasyarakatan.
Kepada Zonabmr.com, ADM menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari Pemerintah Kota Kotamobagu.
“Alhamdulillah, kami bisa berdiskusi, berbagi informasi, dan berkolaborasi demi Kotamobagu yang lebih maju. Terima kasih atas penerimaan dan sambutan baik dari Pemkot Kotamobagu,” ungkap ADM.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai lokal Motobatu Molintak Kon BMR, ADM berharap Pemkot Kotamobagu bersama para pemangku kepentingan dapat terus bersinergi dan berkontribusi dalam agenda-agenda kerakyatan.
“InsyaAllah, dengan semangat bersama, kolaborasi, sinergi, dan persatuan, kita dapat menghadirkan Kotamobagu yang maju, inklusif, dan berdaya saing,” tutup ADM.
~ Mereka berkarya, bukan karena ingin dikenal, tapi karena ingin didengar. ~
Ironi Musisi Daerah: Dihargai di Luar, Diabaikan di Rumah Sendiri
Opini, ZONABMR.COM – Lembaran kertas penuh tulisan dan coretan, lantunan alat musik dan senandung dari bibir yang coba menyesuaikan harmoni sembari berusaha keras mencari nada yang sekiranya pantas; sesekali berhenti untuk menyesap asupan air hitam pekat. Belum lagi waktu yang entah butuh berapa banyak – sebuah proses yang sering diabaikan banyak orang – mengiringi karya itu lahir.
Senyap menyelimuti para pemilik suara. Musisi daerah. Mereka yang mengukir nada dari bilik sempit dan menulis lirik dari luka yang tak dilihat siapa-siapa. Mereka yang berkarya, bukan karena ingin dikenal, tapi karena ingin didengar.
Namun sayang, mereka lebih sering disambut tepuk tangan di tempat asing, daripada di tempat yang mereka sebut rumah.
Ironi itu terus berulang: yang dekat dianggap biasa, yang jauh dielu-elukan. Padahal, karya-karya mereka tak kalah merdu, tak kurang tulus, tak sedikit pun kehilangan nyawa.
Lucunya, dunia hari ini lebih cepat jatuh cinta pada suara yang menyanyikan ulang lagu orang lain. Musisi cover dengan pencahayaan pas dan estetika kekinian dihujani pujian dan dibanjiri tayangan.
Sedang musisi yang menulis dari nol – dengan getar jari dan degup hati – harus menunggu waktu lebih lama, atau bahkan tak pernah cukup dianggap.
Mereka tidak punya lagu yang sudah viral untuk dijadikan umpan. Mereka hanya punya kejujuran yang kadang terlalu asing untuk didengar.
Tidak, saya tidak pernah bermasalah dengan musisi cover, – saya pernah juga menjadi bagian dari itu demi sedikit pundi-pundi cuan untuk bertahan hidup di perantauan – dan saya memiliki hubungan yang cukup baik dengan mereka.
Ini bukan soal siapa yang lebih layak, tapi soal siapa yang berani menciptakan dari ruang sunyi. Mereka yang melahirkan karya dari ketiadaan seharusnya jadi pondasi ekosistem musik yang sehat.
Namun apa daya, perhatian kita kadang terlampau silau oleh nama-nama besar, hingga lupa bahwa bintang pun pernah redup di tanahnya sendiri.
Dan lebih menyakitkan lagi—dukungan yang paling dibutuhkan, justru tak datang dari yang paling dekat. Keluarga yang diam, teman yang pura-pura lupa, tetangga yang hanya mengintip dari balik layar.
Mereka tahu lagunya enak, mereka tahu karyanya niat, tapi untuk membagikan? Untuk datang saat tampil? Untuk memberi semangat sederhana? Tak banyak yang tergerak.
Terlebih di kota kecil ini, mereka yang punya kemampuan lebih untuk turut mempromosikan, nyatanya tak bisa diharapkan.
Mereka yang mengaku pernah menjadi bagian dari pergerakan musik lokal, nyatanya mungkin hanya dijadikan batu loncatan untuk meraup simpati.
Atau mungkin faktor gengsikah? Faktor merasa harusnya mereka lebih besar, lebih hebat, lebih berkemampuan? Atau mungkin ada faktor lain? Entahlah.
Musisi daerah tak butuh karpet merah. Mereka hanya ingin didengar sebelum terlambat. Mereka hanya ingin diyakini, sebelum dunia melakukannya lebih dulu.
Jangan sampai ketika mereka berdiri di panggung besar, kita baru sibuk mengklaim, “Itu orang sini,” padahal dulu kita sendiri yang tak pernah hadir di barisan penontonnya.
Saatnya kita di BMR ubah cara pandang. Mulailah dengarkan yang belum populer. Sebarkan karya yang lahir dari tanah para Bogani ini. Hargai musisi yang menulis, bukan hanya yang mengulang.
Karena di balik setiap lagu yang belum viral, ada jiwa yang menanti pengakuan. Dan barangkali, lewat dukungan kecil kita, sebuah karya besar sedang tumbuh.
Bila bukan kita yang lebih dulu percaya, maka kita pun tak pantas ikut bangga saat dunia menyambutnya. ***
Udi Masloman
*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Zonabmr. Aktif di pergerakan musik lokal daerah, frontman dan penulis lagu di band Krayon INS. Pernah menjadi penyiar di stasiun radio lokal DC FM; saat ini menjabat sebagai Ketua DPC organisasi pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Bolmong
RVM Resmi Buka Seleksi Paskibra Kota Kotamobagu Tahun 2025
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM) secara resmi membuka tahapan seleksi pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Paskibra tingkat Daerah Kota Kotamobagu Tahun 2025.
Acara pembukaan tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu pada hari Senin, 14 April 2025, dan dihadiri oleh unsur pemerintah, panitia seleksi, serta para peserta seleksi dari berbagai sekolah tingkat menengah atas se-Kotamobagu.
Dalam sambutannya, RVM menegaskan bahwa seleksi Paskibra bukan hanya menjadi bagian dari rutinitas tahunan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, namun memiliki makna yang sangat mendalam dalam rangka pembinaan karakter generasi muda bangsa.
“Menjadi bagian dari Paskibra bukan hanya soal baris-berbaris, tapi juga tentang semangat kebangsaan dan kepemimpinan. Ini adalah wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan integritas kepada para pelajar yang merupakan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” ungkap RVM
RVM menyampaikan harapan besar kepada para peserta seleksi agar mengikuti seluruh tahapan dengan penuh semangat, kejujuran, dan dedikasi tinggi.
“Kami berharap, anak-anak kita yang mengikuti seleksi ini mampu menunjukkan dedikasi, semangat, dan kecintaan pada Tanah Air. Jadikan ini sebagai pengalaman berharga yang akan membentuk kalian menjadi generasi yang kuat, cinta tanah air, dan siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” tutur RVM.
Tak lupa, mantan anggota DPRD Kotamobagu itu juga menegaskan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam proses seleksi.
“Bagi panitia seleksi, kami titipkan tugas mulia ini agar dilakukan secara objektif, profesional, dan transparan. Kita ingin menghasilkan calon-calon Paskibra yang benar-benar layak dan siap mewakili Kota Kotamobagu, baik di tingkat daerah maupun hingga ke Tingkat Nasional jika terpilih. Seleksi ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik secara fisik, tapi juga menyangkut keteguhan sikap, mental, dan kecintaan terhadap bangsa,” tegas RVM.
Seleksi Paskibra tingkat daerah akan menjadi dasar dalam memilih peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kota Kotamobagu dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2025 mendatang.
Para peserta yang lolos seleksi akan menjalani pelatihan intensif, baik dalam hal keterampilan teknis baris-berbaris maupun dalam pembinaan mental dan wawasan kebangsaan.
Dengan terlaksananya kegiatan seleksi itu, PemKot Kotamobagu menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara fisik, namun juga memiliki karakter yang kuat, nasionalisme tinggi, serta mampu menjadi panutan dan teladan bagi sesama.