Beranda blog Halaman 408

51 Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan

ZONA KOTAMOBAGU – Sebanyak 51 penyandang disabilitas sensorik netra yang terdampak Covid-19 mendapat bantuan sembako dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial, yang diserahkan langsung Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Kamis (11/6) kemarin.

Wali Kota dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, karena Kota Kotamobagu mendapat intervensi dalam berbagi kasih ditengah pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, dari jarak yang jauh kami masih diberikan kesempatan untuk menikmati bantuan ini terutama saudara-saudara kita penyandang tuna netra, yang tentu merupakan bagian yang tidak terkecuali dari dampak Covid-19,” ujar Walikota.

Menurutnya, saat ini Kota Kotamobagu masih dalam kategori zona merah untuk itu, Pemkot Kotamobagu terus berupaya, berikhtiar agar bisa masuk pada zona hijau. “Itu kerinduan dan keinginan yang tidak terbatasi oleh wabah ini, sehingga kita berjuang bersama untuk menuju ke zona hijau,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan bantuan ini akan meringankan saudara-saudara kita tuna netra, karena saya rasa walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka juga memiliki aktifitas dan karena kondisi ini mereka juga terdampak. Atas nama pemerintah dan penerima kami ucapkan banyak terima kasih,” pungkasnya.

Seperti diketahui, bantuan yang diserahkan berupa paket beras 5 kg, 10 butir telur, 2 kaleng ikan kaleng, 8 bungkus mie instan, sabun cuci, sabun mandi dan minyak goreng. (guf)

Pastikan Tepat Sasaran, TB-NK Serahkan Langsung Bantuan Sembako kepada Warga

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan (TB-NK), menyerahkan langsung bantuan Sembako kepada masyarakat dalam rangka penanganan dampak pandemi covid-19 di sejumlah desa dan kelurahan. Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Hari ini saya dengan Wakil Walikota menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat. Bantuan yang bapak ibu terima ini masih sama dengan yang diterima bapak ibu beberapa waktu lalu, yakni beras, gula, minyak goreng, mi isntan, ikan kaleng, teh dan kopi bubuk,” kata Walikota, saat menyerahkan bantuan di Desa Bungko, Kamis (11/6).

Diketahui, kunjungan penyerahan sembako oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini dimulai dari Kelurahan Pobundayan, Desa Bungko, Desa Tabang, Desa Poyowa Besar I dan II, Kelurahan Mongondow, Desa Poyowa Kecil dan Desa Kopandakan I. (guf)

Masih Zona Merah, Wali Kota Ajak Masyarakat Bersama Lawan Covid-19

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara menyampaikan pesan dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bahwa seluruh daerah se Sulawesi Utara harus berjuang sama-sama untuk melawan covid-19.

“Pak Gubernur memberikan istilah tersebut dengan singkatan ODSK yakni Operasi Daerah Selesaikan Korona,” kata Walikota, Kamis (11/6).

Wali kota menerangkan, di Sulawesi Utara yang masuk kategori zona hijau yaitu Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Sitaro. Kemudian Zona Kuning yaitu Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Utara, Sangihe dan Talaud. “Dan kita (Kotamobagu) belum zona hijau, oleh sebab itu ODSK perlu kita sama-sama lakukan di wilayah Kotamobagu,” ujarnya.

Wali Kota juga berpesan, kepada seluruh masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai covid-19. “Kotamobagu masih masuk zona merah, untuk itu dibutuhkan peran masyarakat untuk bekerjasa sama-sama dalam penanganan covid-19. Kotamobagu juga masih menunggu hasil sekitar 60 sampel swab, dan mudah-mudahan semuanya hasilnya negatif agar Kotamobagu bisa masuk zona hijau. Sehingga aktifitas bisa kembali berjalan dengan baik, dan tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (guf)

107 KUBE Terima Bantuan Stimulan Rp2 Miliar dari Pemkot

PEMERINTAH Kotamobagu memberikan bantuan stimulan kepada 107 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan total anggaran sekitar Rp2 miliar yang tersebar di 8 desa dan kelurahan di Kecamatan Kotamobagu Selatan dan Kecamatan Kotamobagu Timur. Kegiatan tersebut digelar di Aula rumah dinas Wali Kota, Kamis (11/6) pagi.

Wali kota Tatong Bara, mengatakan dana yang diberikan kepada KUBE itu untuk pergerakan ekonomi dan diharapkan nantinya bisa mewujudkan keinginan dan kemampuan dari setiap kelompok untuk dikembangkan dalam usahanya.

“Tentu diharapkan bantuan dana ini bisa bergerak sesuai dengan tujuan. Dan Pemerintah Kotamobagu juga terus akan mengawasi hal ini,” ujar Wali Kota.

Wali kota juga berharap, nantinya KUBE bisa berkembang untuk meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat dan tentunya akan meningkatkan derajat masyarakat yang ada di Kota Kotamobagu. “Sehingga untuk 107 Kelompok KUBE yang diberikan bantuan mudah-mudahan dapat memperkuat sektor usaha,” harapnya.

Walikota berpesan, bantuan dana untuk KUBE jangan dibagi-bagi ke anggota kelompok tapi harus dikembangkan menjadi usaha. “Saya titip pesan bikin kelompok usaha yang kuat agar bisa mencetak usaha dan lapangan pekerjaan dan tentunya akan dapat mencetak pendapatan ekonomi,” pungkasnya.

8 Desa dan Kelurahan yang menerima bantuan Stimulan KUBE Tahun Anggaran 2020:

1. Poyowa Besar I, 20 kelompok, Rp. 392.000.000

2. Kotobangon, 17 kelompok, Rp. 338.000.000

3. Moyag, 7 kelompok, Rp. 124.000.000

4. Motoboi Kecil, 17 kelompok, Rp. 306.000.000

5. Moyag Tampoan, 9 kelompok, Rp. 166.000.000

6. Mongondow, 11 kelompok, Rp. 206.000.000

7. Matali, 13 kelompok, Rp. 222.000.000

8. Pobundayan, 13 kelompok, Rp. 252.000.000

Total: Rp. 2.006.000.000

(Advertorial)

Besok Sat Lantas Gelar Patroli Bersepeda dan Siapkan SIM Gratis

IPTU Novita Citra Restika SIK

ZONA HUKUM – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kotamobagu bersama dengan TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Satpol PP dan Jasa Raharja, Kamis (11/6) esok pagi, akan menggelar patroli bersepeda dalam rangka menyambut HUT ke-74 Bhayangkara, 1 Juli mendatang, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan Covid-19. Selain itu, Sat Lantas juga menyiapkan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis bagi masyarakat kelahiran 1 Juli.

“Jadi dalam rangka HUT Bhayangkara, kita akan menggelar patroli di wilayah Kotamobagu dengan bersepeda. Jalur yang kita fokuskan di Pasar Serasi, kemudian arah jalan Adampe Dolot, baru ke kelurahan Gogagoman dan terakhir di wilayah di pusat kota dan seputaran Kantor Wali Kota,” kata Kasat Lantas, IPTU Novita Citra Restika, SIK, Rabu (10/6).

Menurut Novita yang pada 1 Juli 2020 akan naik pangkat setingkat lebih tinggi, tujuan dari patroli bersepeda bersama instansi teknis terkait ini, juga untuk mengingatkan serta mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dalam setiap melakukan aktifitas di tengah pandemi Covid-19. “Nantinya dalam patroli kami akan mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, dengan selalu menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Kemudian mengimbau juga kepada pengendara agar tetap tertib dalam berlalu lintas, selalu menggunakan helm SNI dan melengkapi surat kendaraan jika berkendara,” ujarnya.

Novita menambahkan, Satlantas Polres Kotamobagu juga akan menyiapkan SIM secara gratis kepada masyarakat yang ber ulang tahun pada tanggal 1 Juli 2020. “Tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Jadi misalnya hari ini ada yang ber ulang tahun 1 Juli, kita proses mulai dari tanggal 15 Juni untuk register sampai 20 Juni masa tenggang waktu. Setelah register, yang bersangkutan akan mengikuti ujian praktek dari tanggal 21 sampai 30 Juni. Apabila lulus tes, mulai dari ujian praktek, teori, psikologi serta prosedur lainnya, baru kita kasih SIM secara gratis. Biayanya kita tanggung semua,” terang Novita. (guf)

Bahas LPj APBD, DPRD Gilir SKPD

ZONA POLITIK – DPRD Kota Kotamobagu melakukan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD Tahn 2019 bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menjadi mitra kerja masing-masing komisi.

Rabu (10/6), Komisi III memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  membahas bersama program dan kegiatan di bidang kesehatan yang dilaksanakan tahun anggaran 2019. “Nanti setelah pembahasan ini, kita akan turun meninjau seperti apa realisasi kegiatan di lapangan. Begitu juga dengan pelayanan serta sarana dan prasarana, apakah sesuai dengan yang diprogramkan atau seperti apa,” kata Sekretaris Komisi III, Dani Ikbal Mokoginta.

Ia berharap, program dan kegiatan di bidang kesehatan yang dilaksanakan tahun 2019 bisa sesuai yang diprogramkan atau tepat sasaran. “Harapan kita realisasinya sesuai program yang direncanakan. Begitu juga dengan serapan anggarannya,” harapnya.

Paripurna tahap I LPj APBD Tahun 2019 digelar Senin (8/6). Usai paripurna langsung dilakukan pembahasan. Tiap SKPD digilir satu per satu oleh sesuai mitra kerja masing-masing komisi. (guf)

Hadapi New Normal, Wawali: Kita Harus Tetap produktif, Tapi Tidak Boleh Lalai

Nayodo Koerniawan

ZONA KOTAMOBAGU– Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mematangkan persiapan menuju tatanan normal baru (New Normal). Persiapan itu diantaranya dengan menggelar pertemuan bersama para Lurah dan sangadi (Kepala Desa) serta kalangan pemuka agama.

“Beberapa hari lalu kami sudah mengadakan pertemuan dengan beberapa kalangan pemangku kepentingan. Seperti pemuka agama yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama. Pertemuan dan pembicaraan dengan tokoh agama itu, merupakan bagian dari persiapan ke arah tatanan kehidupan baru,” kata Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, disela rapat paripurna di gedung DPRD Kotamobagu, Senin (8/6).

Nayodo menjelaskan, meskipun saat ini Kota Kotamobagu belum termasuk di antara kabupaten/kota yang dinyatakan zona hijau oleh pemerintah pusat, tidak ada salahnya jika persiapan menghadapi new normal mulai dilakukan. “Yang Pemkot lakukan saat ini, masih bagian dari persiapan atau tahapan menuju new normal. Bukan sudah akan menerapkan new normal,” jelasnya.

Lanjutnya, pandemi Covid-19 ini jangan sampai membuat masyarakat menjadi tidak produktif. “Kita jangan mengalah pada keadaan dan perasaan. Covid-19 menjadi tantangan bagi kita. Kita ditantang untuk tetap bisa beraktivitas atau produktif, tapi sekaligus juga harus waspada dari virus itu. Kita harus tetap produktif, tetapi tidak boleh lalai,” tandasnya. (guf)

Pemkot Rutin Lapor Penggunaan Anggaran Covid-19 ke Kemenkeu dan Kemendagri

Sugiarto Yunus

KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu telah menganggarkan Rp82 miliar untuk penanganan Covid-19. Dari total tersebut, yang terserap sejumlah Rp28 miliar atau 34 persen. Terbanyak serapan ada di RSUD Kotamobagu senilai Rp18 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Sugiarto Yunus, menjelaskan ada tiga bidang serapan anggaran penanganan covid-19, yakni Kesehatan sebesar Rp70.843.710.823, penyediaan jaring Pengaman Sosial Rp9.296.293.359 dan penanganan dampak ekonomi Rp2.721.440.000. “Sampai hari ini dari total Rp82 miliar tersebut, sudah terserap 34 persen atau Rp28 miliar,” terang Sugiarto.

Disinggung soal transparansi anggaran, aa menjelaskan jika Pemkot melakukan pelaporan setiap bulannya ke Pemerintah pusat. “Kami (seluruh pemda) wajib melaporkan anggaran covid-19 dan realisasi setiap bulannya ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kemendagri. Jika tak melaporkan, maka pemda akan mendapatkan sanksi tertundanya Dana Alokasi Umum (DAU),” jelasnya.

Ia mengakui jika tertinggi anggaran Covid-19 ada di RSUD Kotamobagu. Ini dikarenakan RSUD telah ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan nasional.

Sebelumnya Wali Kota Tatong Bara menjelaskan jika Pemkot sudah menyiapkan anggaran penanganan covid-19 hingga Desember 2020. “Untuk Kotamobagu, kita sudah ikuti dari awal dan sudah ada perencanaan sampai Desember, termasuk pemberian sembako dan BLT dana desa,” kata wali kota, beberapa waktu lalu sambil menerangkan jika Pemkot menyesuaikan dengan skema di Kementerian yang sudah menganggarkan sampai Desember.

“Kita lihat perkembangan dan kita menyesuaikan, karena kedaruratan kita mengikuti keputusan nasional,” jelasnya.

Dari total anggaran tersebut sudah termasuk untuk kesehatan dan perekonomian. “Baru 30 persen yang terpakai, memang kita sudah anggarkan, tapi kita ikut kebutuhan yang ada,” jelasnya.(guf)

RDP Soal Ketahanan Pangan, Komisi II Undang Instansi Terkait

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan beberapa SKPD terkait tata kelola dan keberlanjutan ketahanan pangan Kota Kotamobagu selama masa pandemic. RDP digelar Selasa (09/06), yang dipimpin Ketua Komisi II Jusran D Mokolanot, serta diikuti Ketua DPRD Meiddy Makalalag, Wakil Ketua Syarifudin Mokodongan serta anggota DPRD Adrianus Mokoginta dan Suryadi Baso.

RDP yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD itu dihadiri Asisten II Seta Kotamobagu Gunawan Damopolii, Kepala BPKAD Sugiarto Yunus, Kepala Dinas Pertanian Muhammad Yahya, Kadis Ketahanan Pangan Nurachim Mokoagow serta Kepala Bappeda Sofyan Mokoginta.

Jusran selaku pimpinan rapat mengatakan bahwa dalam rapat ini kita akan membahas soal tata kelola serta ketahanan pangan selama masa pandemi Covid-19. Hal itu menurutnya penting dilakukan demi demi kelanjutan ketersediaan bahan pangan yang ada di Kota Kotamobagu.

“Yang kita bahas soal tata kelola serta anggaran dari Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Pertanak Kotamobagu yang secara teknis terlibat soal ketersediaan pangan ini harus benar-benar berkoordinasi dan bekerja sama. Juga harus memiliki konsep serta grand design yang jelas,” kata Jusran Deby Mokolanut. (guf)

Selang Januari-Juni 2020, 18 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Terjadi di Kotamobagu

Sitti Rafiqah Bora
Sitti Rafiqa Bora

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mencatat sebanyak 18 kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, baik Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Penelantaran hingga Pelecehan seksual terjadi di Kota kotamobagu selang Januari hingga Juni 2020.

Jumlah tersebut berpotensi meningkat jika dibandingkan dengan data tahun lalu dimana sepanjang 2019 hanya terdapat 20 kasus.

“Meski jumlahnya belum melewati angka kasus tahun lalu, namun sangat berpotensi meningkat. Karena baru pertengahan tahun ini sudah mencapai 18 kasus,” ungkap Kadis DP3A, Sitti Rafiqa Bora.

Menurutnya, pengaruh peningkatan kasus tersebut, karena adanya pandemi Covid-19 yang sangat berpengaruh pada kurangnya sosialisasi dan edukasi bagi anak sekolah maupun masyarakat.

Meski begitu, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dini melalui publikasi Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Molin) serta Media sosial (Medsos). “Melihat kondisi seperti ini, maka sosialisasi menggunakan Molin dan Medsos yang paling efektif. Karena langkah kami masih dibatasi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19. Terutama physical distancing sehingga saat ini yang bisa kami lakukan adalah melakukan hal tersebut,” pungkasnya. (guf)