ZONA KOTAMOBAGU – Sebanyak 51 penyandang disabilitas sensorik netra yang terdampak Covid-19 mendapat bantuan sembako dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial, yang diserahkan langsung Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Kamis (11/6) kemarin.
Wali Kota dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, karena Kota Kotamobagu mendapat intervensi dalam berbagi kasih ditengah pandemi Covid-19.
“Alhamdulillah, dari jarak yang jauh kami masih diberikan kesempatan untuk menikmati bantuan ini terutama saudara-saudara kita penyandang tuna netra, yang tentu merupakan bagian yang tidak terkecuali dari dampak Covid-19,” ujar Walikota.
Menurutnya, saat ini Kota Kotamobagu masih dalam kategori zona merah untuk itu, Pemkot Kotamobagu terus berupaya, berikhtiar agar bisa masuk pada zona hijau. “Itu kerinduan dan keinginan yang tidak terbatasi oleh wabah ini, sehingga kita berjuang bersama untuk menuju ke zona hijau,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan bantuan ini akan meringankan saudara-saudara kita tuna netra, karena saya rasa walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka juga memiliki aktifitas dan karena kondisi ini mereka juga terdampak. Atas nama pemerintah dan penerima kami ucapkan banyak terima kasih,” pungkasnya.
Seperti diketahui, bantuan yang diserahkan berupa paket beras 5 kg, 10 butir telur, 2 kaleng ikan kaleng, 8 bungkus mie instan, sabun cuci, sabun mandi dan minyak goreng. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan (TB-NK), menyerahkan langsung bantuan Sembako kepada masyarakat dalam rangka penanganan dampak pandemi covid-19 di sejumlah desa dan kelurahan. Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara menyampaikan pesan dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bahwa seluruh daerah se Sulawesi Utara harus berjuang sama-sama untuk melawan covid-19.
PEMERINTAH Kotamobagu memberikan bantuan stimulan kepada 107 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan total anggaran sekitar Rp2 miliar yang tersebar di 8 desa dan kelurahan di Kecamatan Kotamobagu Selatan dan Kecamatan Kotamobagu Timur. Kegiatan tersebut digelar di Aula rumah dinas Wali Kota, Kamis (11/6) pagi.
Wali kota Tatong Bara, mengatakan dana yang diberikan kepada KUBE itu untuk pergerakan ekonomi dan diharapkan nantinya bisa mewujudkan keinginan dan kemampuan dari setiap kelompok untuk dikembangkan dalam usahanya.
Wali kota juga berharap, nantinya KUBE bisa berkembang untuk meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat dan tentunya akan meningkatkan derajat masyarakat yang ada di Kota Kotamobagu. “Sehingga untuk 107 Kelompok KUBE yang diberikan bantuan mudah-mudahan dapat memperkuat sektor usaha,” harapnya.
Walikota berpesan, bantuan dana untuk KUBE jangan dibagi-bagi ke anggota kelompok tapi harus dikembangkan menjadi usaha. “Saya titip pesan bikin kelompok usaha yang kuat agar bisa mencetak usaha dan lapangan pekerjaan dan tentunya akan dapat mencetak pendapatan ekonomi,” pungkasnya.
ZONA POLITIK – DPRD Kota Kotamobagu melakukan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD Tahn 2019 bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menjadi mitra kerja masing-masing komisi.

Disinggung soal transparansi anggaran, aa menjelaskan jika Pemkot melakukan pelaporan setiap bulannya ke Pemerintah pusat. “Kami (seluruh pemda) wajib melaporkan anggaran covid-19 dan realisasi setiap bulannya ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kemendagri. Jika tak melaporkan, maka pemda akan mendapatkan sanksi tertundanya Dana Alokasi Umum (DAU),” jelasnya.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan beberapa SKPD terkait tata kelola dan keberlanjutan ketahanan pangan Kota Kotamobagu selama masa pandemic. RDP digelar Selasa (09/06), yang dipimpin Ketua Komisi II Jusran D Mokolanot, serta diikuti Ketua DPRD Meiddy Makalalag, Wakil Ketua Syarifudin Mokodongan serta anggota DPRD Adrianus Mokoginta dan Suryadi Baso.

