Beranda blog Halaman 412

Putus Rantai Siklus Kemiskinan dan Kekerdilan, Pemkab Bolmut Gelar Rembung Stunting Online

Rembuk stunting online yang dilaksanakan Pemkab Bolmut di ruang rapat Dinas Kesehatan.

ZONA BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong Utara (Bolmut) menggelar rembuk stunting online tingkat Kabupaten Tahun 2020. Kegiatan itu dilaksanakan melalui Video Conference (Vicon) di ruang rapat Dinas Kesehatan (Dinkes), Kamis (4/6).

Sekertaris Daerah (Sekda) Dr Drs Hi Asripan Nani MSi yang mewakili Bupati Drs Hi Depri Pontoh, saat membuka kegiatan itu menyampaikan, berdasarkan pemantauan status gizi tahun 2016, prevalensi stunting di Bolmut sebesar 43,80 persen. Kemudian turun di tahun 2017 menjadi 36,80 persen, selanjutnya data riset kesehatan daerah menyebutkan bahwa tahun 2019 prevalensi stunting di Kabupaten Bolmut berhasil turun diangka 15,30 persen.

“Dengan melihat data-data itu, maka bukan tidak mungkin pemerintah daerah akan mencapai target stunting pada RPJMD, yakni pada angka 10 persen serta mendukung target stunting pemerintah pada RPJMN Tahun 2020-2024 yaitu 19 persen,” kata Sekda.

“Sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam upaya memutus mata rantai siklus kemiskinan dan kekerdilan di Kabupaten Bolmut, maka dilaksanakan rembuk stunting online pada hari ini dengan berpedoman pada surat Menteri Dalam Negeri RI nomor :440/2159/Bangsa perihal pelaksanaan rembuk stunting pada kondisi pandemi Covid-19,” sambungnya.

Rembuk stunting ini merupakan tahapan aksi ketiga dari delapan aksi konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Bolmut. Pada aksi pertama, telah ditentukan dan disepakati lotus desa-desa yang menjadi fokus penanggulangan stunting tahun 2021. Sedangkan di aksi kedua, disepakati program, kegiatan dan pendanaan terhadap 16 desa lokus stunting tahun 2021. (rendi)

Berikut 16 Desa Lokus Stunting di Kabupaten Bolmut Tahun 2021:

Desa Apeng Sembeka

Desa Sang Tombolang

Desa Sompiro

Desa Bintauna Pantai

Desa Biontong

Desa Biontong Satu

Desa Binjeita

Desa Binjeita satu

Desa Biontong dua

Desa Binuanga

Desa Mokoditek

Desa Saleo Satu

Desa Ollot dua

Desa Paku Selatan

Desa Bigo

Desa Tuntung Timur

Soal Pembukaan Kembali Rumah Ibadah, Pemkot Rapat Bersama Lurah-Sangadi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan rapat koordinasi bersama lurah dan sangadi dalam rangka pelaksanaan pengaktifan kembali rumah ibadah berdasarkan surat edaran Menteri Agama, bertempat di Aula Kantor Wali Kota, Kamis (4/6).

Asisten I, Teddy Makalalag, mengatakan pelaksanaan pengaktifan kembali rumah ibadah di wilayah Kota Kotamobagu tetap menunggu Surat Edaran Wali Kota selaku ketua gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Seluruh pelaksanaan ibadah mulai dari masjid, gereja pura dan tempat ibadah lainnya masih menunggu surat edaran wali kota selaku ketua gugus sesuai dengan edaran Menteri Agama,” kata Teddy.

Lanjutnya, dalam pengaktifan kembali rumah ibadah, pihaknya sudah menyusun format untuk pelaksanaan di lapangan. “Dalam pertemuan awal bersama lurah dan sangadi kita sudah menyusun langkah-langkah serta persiapan dalam rangka pembukaan kembali tempat ibadah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pertemuan ini agar lurah dan sangadi sudah mengetahui lebih dahulu, minimal jauh sebelumnya mereka sudah mulai mempersiapkan sesuai apa yang disyaratkan dalam pembukaan kembali rumah ibadah. “Karena nantinya ada mekanisme yang akan mengatur terkait protokol kesehatan dalam pembukaan kembali rumah ibadah serta pelaksanaanya. Di dalam lampiran edaran menteri agama ada syarat yang harus dilaksanakan seperti masjid harus steril dari Covid-19, begitu juga gereja dan tempat ibadah lainnya. Jika syarat dan ketentuan mereka (lurah-sangadi) sudah penuhi, kemudian gugus tugas akan kembali meninjau tempat ibadah apakah sudah memenuhi standar protokol kesehatan atau belum,” pungkasnya. (guf)

Penuhi Kebutuhan Penikmat Kopi, Antero Coffee Sediakan Layanan Delivery Order

ZONA KOTAMOBAGU – Kopi merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Sejak dulu hingga sekarang, minuman yang satu ini memang tetap menjadi primadona. Para penikmat kopi di Indonesia pun semakin hari semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan semakin menjamurnya bisnis kedai kopi atau coffee shop di berbagai kota.

Saat ini bisnis kedai kopi atau coffee shop menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan berkembangnya trend minum kopi di kedai kopi atau biasa disebut nongkrong.

Seperti halnya dengan kedai Antero Coffee yang terletak di Jalan Merdeka, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur. Kedai coffee milik Fatra Wonggo ini diketahui sudah beroperasi sejak dua tahun silam.

Menurut Fatra, penikmat kopi di Kota Kotamobagu setiap tahunnya kian meningkat. Hal inilah yang mendorong Fatra untuk mendirikan kedai coffee disamping kediamannya. “Selama masa pandemi covid-19, kami juga menyediakan konsep pesan antar atau delivery order. Nah, hal ini agar kita bisa memenuhi kebutuhan penikmat kopi yang tetap beraktifitas dari rumah, dikarenakan himbauan pemerintah untuk tetap menerapkan pola physical distancing,” ucap Fatra.

Dijelaskannya, ia juga melakukan kerjasama dengan pelaku industri kopi untuk memproduksi bahan baku. Hal ini untuk tetap menjaga sinergitas antar pelaku industri bahan baku kedai kopi yang semua proses produksinya tersendat akibat pandemi covid-19.

“Saat ini, kami menggunakan bahan baku kopi Modayag. Sebab, kopi modayag ini memiliki cita rasa khas. Nah, untuk project kedepan kita juga akan menggandeng beberapa industri kopi se BMR yang juga memiliki rasa khas,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, selain memuaskan hobby pribadi sebagai pecinta kopi, berbisnis lewat kedai kopi ini dapat memberikan keuntungan melimpah. “Alhamdulillah keuntungannya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saya bersama satu karyawan. Pun, jika masa pandemi covid-19 masih akan berlanjut, pelanggan atau penikmat kopi di Antero Coffee agar dapat memesan di nomor Telepon/Whatsapp 081245710003.” Pungkasnya. (guf)

Dirut RSUD: Pemulangan Pasien Sembuh Sesuai Prosedur Penanganan Covid-19

dr Eka Budiyanti

ZONA KOTAMOBAGU – Sejumlah masyarakat Kotamobagu bertanya-tanya terkait bagaimana proses pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan bisa diperbolehkan pulang. Ini dikarenakan saat adanya pengumuman tiga pasien terakhir, Senin (1/6) lalu, ada dugaan miss komunikasi antara pengumuman gugus tugas Provinsi Sulut dengan RSUD Kotamobagu.

Dirut RSUD Kotamobagu dr Eka Budiyarti menegaskan jika pengeluaran pasien Covid-19 yang sembuh sudah sesuai prosedur. “Prosedur awal pengumuman terkait pasien Covid-19 adalah diumumkan secara nasional, kemudian disusul provinsi. Setelah itu baru kami dari kabupaten/kota mengumumkannya. Itu juga berlaku bagi pasien yang sembuh. Untuk pemulangan covid-19 adalah setelah ada petunjuk dari provinsi bahwa hasil swab 2 kali negative, maka kami baru bisa memulangkan yang bersangkutan,” kata dr Eka.

Soal adanya dugaan miss komunikasi tiga pasien terakhir Covid-19 di RSUD Kotamobagu, dr Eka menyebutkan jika dirinya ikut prosedur yang telah ditetapkan. “Data yang dikeluarkan provinsi saat konfrensi pers, ada 2 orang yang dinyatakan sembuh. Dan data yang dikirimkan ke RSUD Kotamobagu juga 2 pasien yang sembuh. Namun yang diumumkan provinsi adalah pasien umur 30-an dan 44 tahun, tapi yang dikirimkan data ke kami adalah pasien yang sama-sama umur 30an tahun. Untuk umur 40an belum terkonfirmasi sembuh.
Kami kemudian melakukan konfirmasi ke propinsi soal data mana yang benar, apakah data yang diumumkan provinsi atau data yang diterima kami dalam bentuk hasil swab pasien. Ternyata mereka (dari provinsi) menerangkan jika yang benar adalah hasil lab yang dikirimkan ke RSUD Kotamobagu,” jelasnya.

Atas dasar itu, akhirnya pihak RSUD Kotamobagu memulangkan 2 pasien yang berumur 30-an tersebut Senin (1/6) siang, sesuai hasil laboratorium yang diterima. Namun setelah memulangkan 2 pasien tersebut, RSUD Kotamobagu kembali berkoordinasi dengan tim gugus tugas Provinsi, terkait satu pasien yang telah diumumkan sembuh, yakni pasien yang berusia 44 tahun.

“Kami minta data hasil laboratorium pasien yang berumur 44 tahun tersebut. Dan akhirnya kami menerima hasil swab sekitar pukul 20.00, Senin malam. Maka dari itu, pasien tersebut dipulangkan malam. Pihak keluarga meminta untuk menjemput yang bersangkutan dan kami mempersilahkan karena hasil swab telah menyatakan bahwa yang bersangkutan negative saat swab ke-3 dan 4,” ungkap dr Eka sambil menegaskan jika kepulangan pasien tersebut tidak ada tekanan dari pihak manapun seperti yang beredar di medsos.

“Kami pulangkan karena memang prosedurnya seperti itu. Jika hasil swab 2 kali negative maka baru bisa dipulangkan,” sambungnya.

Seperti diketahui, 9 pasien Covid-19 di Kotamobagu telah dinyatakan sembuh. Kini masih ada satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 namun pasien tersebut dirawat di RSUD Datoe Binangkang.(*)

Sekda Bolmut Mengikuti Vicon Bersama KASN

ZONA BOLMUT — Sekertaris Daerah (Sekda), Dr Drs Hi Asripan Nani MSi mengikuti Video Conference (Vicon) bersama Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Rabu (3/6), sehubungan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024, sistem merit ditetapkan sebagai program prioritas nasonal yang harus dilaksanakan oleh kementrian/lembaga dan daerah. Kegiatan itu dilaksanakan di ruang kerja Sekda.

Terkait dengan Video Conference (Vicon) tersebut membahas dalam rangka audiensi nasional tentang kebijakan penerapan sistem merit dalam manajemen Aperatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan instansi Pemerintah di pusat dan daerah.

Turut Hadir Kepala Badan BKPP Bolmut Khristanto Nani SSTP, serta pejabat adimistrator terkait. (rendi)

Ciptakan Furniture Murah dan Unik, Warga Bilalang I Ini Raup Pendapatan Lebih

ZONA KOTAMOBAGU – Fitra Mokoginta warga Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, mampu meraup pendapatan lebih berkat keterampilannya mengasah material kayu dan besi menjadi furniture atau perlengkapan rumah dan kantor yang unik dan murah. Dari hasil kerajinan tangannya membuat rak bunga, meja dan berbagai model perlengkapan rumah, Fitra mengaku mendapatkan penghasilan mencapai jutaan rupiah.

Fitra mengungkapkan, awalnya hanya membuat rak bunga untuk dipakai di rumah, namun setelah di-upload ke Media Sosial (Medsos), dirinya mengaku mendapatkan pesanan. Ada pun pemesan ini datang dari wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). “Awalnya hanya untuk dibuat untuk di rumah. Tapi, setelah di-upload ke facebook, ada sejumlah masyarakat tertarik dan memesan. Jadi, saya dan keluarga saya membuatkan pesanan itu, dan mengantarkan langsung ke rumah pemesan,” ungkap Fitra.

Dari usaha yang baru digeluti sebulan ini, dirinya mengaku sudah bisa mengantongi jutaan rupiah perharinya. Pendapatan itu didapatkan dari hasil menjual rak bunga dengan harga yang bervariasi. “Dalam sehari pernah mengantar 4 pesanan rak bunga yang terbuat dari kayu. Rak bunga itu bisa menampung empat pot bunga, dan bisa diletakkan dalam rumah sebagai hiasan. Ada rak bunga yang harga Rp250 ribu, ada juga yang Rp400.000. Harganya sesuai dengan model yang dimintakan pemesan. Kalau menggunakan kayu kualitas bagus, memakan banyak material kayu, cat dan keterampilan khusus maka harganya sedikit mahal,” tambah Fitra.

Ke depan, dirinya akan melakukan beberapa inovasi untuk menciptakan rak bunga yang lebih unik. Dimana, akan ditambah dengan sentuhan gambar di setiap bilik penempatan pot. “Supaya lebih menarik, kita akan tambah material berupa tripleks untuk menaruh gambar. Bisa gambar kartun, atau pun gambar yang dimintakan pemesan. Ini agar rak bunga lebih kelihatan unik,” tutur Fitra. (guf)

Rencana Penerapan New Normal Life Dalam Dunia Pendidikan, DPRD Panggil Dinas Pendidikan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan mengenai rencana penerapan new normal life untuk dalam dunia pendidikan di Kota Kotamobagu. Kegiatan itu dilaksanakan di ruang rapat Banmus, Rabu (3/6).

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi II Jusran Mokolanut didampingi Wakil Ketua DPRD Herdy Korompot, Ketua Komisi I Agus Suprijhanta dan Ketua Komisi III Royek Kasenda.

“Tujuan rapat ini adalah untuk memastikan kesiapan Dinas Pendidikan menghadapi new normal life dalam dunia pendidikan. Itu harus dilakukan secara konsepsional dan tehnis sesuai prosedur yang ada,” kata Ketua Komisi II, Jusran Mokolanut.

“SOP – nya bagaimana bila sudah diberlakukan New Normal Life, kesiapan infrastruktur sekolah sesuai dengan prosedur, dan model pembelajarannya seperti apa serta dukungan anggarannya harus jelas, dan terakhir adannya regulasi atau Perwali,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III Royke Kasenda, mengatakan Dinas Pendidikan harus melakukan persiapan yang matang jelang penerapan new normal life. “Perlu ada persiapan yang matarang, perancangan serta evaluasi sebelum penerapannya. Ini pending guna menghindari penularan Covid-19,” ujarnya. (guf)

Gugus Tugas Mulai Persiapkan Tim Pemakaman Jenazah Covid-19

dr Tanty Korompot

ZONA KOTAMOBAGU – Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pemkot Kotamobagu, saat ini tengah mempersiapkan tim pemakaman jenazah Covid-19. Hal ini diutarakan juru bicara gugus tugas, dr Tanty Korompot, kepada awak media baru-baru ini.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan pembentukan tim pemakaman jenazah yang meninggal karena Covid-19. Jika sudah lengkap tinggal diterbitkan Surat Keputusan dari Wali Kota,” kata dr Tanty.

Untuk tim pemakaman jenazah covid-19, dr Tanty yang juga Kepala Dinas Kesehatan ini mengatakan, pembentukan akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Puskesmas, pihak Kecamatan serta Desa dan Kelurahan yang ada di Kotamobagu.

“Jadi tim pemakaman dibawah kendali pihak Kecamatan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai dengan prosedur,” pungkas dr Tanty. (guf)

Refleksi Kepemimpinan TB–NK

(Penulis : Hendra Makalalag)

Kota Kotamobagu- Terus tumbuh dan menggeliat di Sulawesi Utara. Ya
Kotamobagu menjadi kekuatan ekonomi baru di Sulawesi Utara dengan Visi Kota
kotamobagu Sebagai Kota Jasa Dan Perdagangan Berbasis Kebudayaan Lokal
Menuju Masyarakat Sejahtera Dan Berdaya Saing. Kebijakan strategis
pembangunan diarahkan kepada konsep pemodelan Kota Jasa, tanpa mengabaikan
sektor lain sebagai penunjang dalam mencapai tujuan pembangunan yang
berkelanjutan. Kotamobagu kini diera kepemimpinan Walikota Ir. Tatong Bara pada
periode keduanya dan didampingi Wakil Walikota Nayodo Kurniawan, SH yang
dikenal dengan (TBNK) semakin memantapkan diri sebagai pusat bisnis BMR dan
jasa lainnya dengan ditopang kebudayaan dan kehidupan keagamaan yang
harmonis. Berbekal birokrasi yang sejuk kini Kotamobagu sudah memasuki Tahun
Investasi.

Sejak dilantik pada 25 september Tahun 2018 Kota Kotamobagu resmi dipimpin oleh
TB-NK sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Era dimana model kepemimpinan yang
diterapkan oleh Walikota Kota Kotamobagu adalah kombinasi Tipe Kepemimpinan
Kharismatik dan Demokratis dalam pengamatan penulis. Perpaduan Tipe
Kepemimpinan ini memiliki kekuatan energy, daya tarik dan pembawaan yang luar
biasa sehingga ia mempunyai pengikut sangat besar dan para pembantunya yang
dapat dipercaya dalam hal ini Birokrat sebagai penyelenggara urusan pemerintahan.
Kepemimpinan kharismatik yang dimiliki oleh sang Walikota memiliki inspirasi,
keberanian dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan
kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.

Saat ini ekonomi dan infrastruktur Kotamobagu tumbuh pesat, bahkan pertumbuhan
ekonomi Kotamobagu mencapai angka 6,84 persen Tahun 2019, dimana tahun
sebelumnya mencapai 6,67 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi
Sulawesi Utara. Tentu saja ini adalah satu indikator keberhasilan pembangunan
Daerah oleh Pemerintah Kota Kotamobagu yang dinakhodai Ir. Tatong Bara.

Tata kelolah Pemerintahan dan tata kelolah keuangan Daerah berjalan dengan
sangat baik, hal ini dapat dilihat dan diukur dari 7 Tahun bertutut-turut telah
memperoleh Opini Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dengan predikat
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Untuk menunjang sistim yang dibangun dalam
Tata Kelolah Pemerintahan Walikota pun telah menyediakan Data Center yang
dikendalikan oleh Dinas Kominfo dan termasuk yang pertama di sulawesi Utara.
Keberhasilan ini tentu sangat dipengaruhi oleh model Kepemimpinan sebagaimana
saya sebutkan diatas.

Berbagai penghargaan tingkat Provinsi maupun Nasional telah diraih oleh
Pemerintah Kota Kotamobagu selama kurun waktu 20 bulan terakhir. Beberapa
prestasi telah dicapai oleh Pemerintahan TBNK antara lain ; 1, Kotamobagu
ditetapkan sebagai daerah dengan pelayanan publik terbaik kedua se sulawesi
Utara, 2, Juara Adiwiyata (ada 4 sekolah terbaik), 3, Daerah pertama
mencanangkan kebangkitan Zakat di sulawesi Utara, 4, Penghargaan Nasional
sebagai Kota Layak Anak (KLA),5, Pemkot menerima penghargaan dari
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik
Indonesia sebagai Kepala Daerah yang mendukung kegiatan Sehari Belajar di Luar
Kelas melalui Surat Edaran, 6,Menerima Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik
dan 7, Penghargaan Kota Peduli Hak Azasi Manusia (HAM), 8, Piala Adipura
sebagai Kota Terbersih. Predikat Kota terbersih tidaklah mudah untuk kita raih,
kecuali hanya dengan cara kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan slogan “ Lipu’ Modarit Lipu’ Mosehat “ tingkat kesadaran dan partisipasi aktif
dari masyarakat dalam hal menjaga kebersihan dan keindahan Kota sudah tumbuh
dan dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

Kotamobagu terus bertransformasi dalam membangun daerah dibawah kendali
Pemerintahan TBNK dengan dukungan Team Work yang handal dan profesional.
Sentuhan tangan dingin Ir. Tatong Bara dengan segudang pengalaman dan
kemampuan intelektual sehingga mampu menciptakan model kepemimpinan yang
mengkombinasikan gaya kepemimpinan kharismatik dan demokratis.

Prestasi demi prestasi didapat tentunya disebkan oleh karena Team Work yang
dipimpin oleh Ir. Tatong Bara memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan
Daerah sesuai Rencana Strategis Daerah yang dituangkan dalam rencana tahunan
daerah. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mampu mengimplementasikan
Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota dalam menjalankan dan menyelesaikan
program dan kegiatannya mereka mampu merealisasikan dan memanfaatkan
anggaran secara efektif, efisien dan akuntabel. Hal ini dapat kita lihat pada Tahun
pertama Pemerintahan TBNK Sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(SAKIP) memperoleh nilai B (baik) yang ditandai dengan menerima Penghargaan
dari Kementerian PAN&RB dimana tahun sebelumnya Kotamobagu masih memiliki
nilai cukup.

Perlu diketahui juga bahwa Pemerintah Kota dan Yayasan Pendidikan UDK telah
sepakat untuk menaikkan status Perguruan Tinggi milik yayasan ini akan dijadikan
sebagai Perguruan Tinggi Negeri pertama di BMR. Kerjasama Pemerintah dan
Masyarakat patut kita apresiasi oleh karena tujuannya sama-sama membangun
Daerah kita menjadi lebih baik sekarang dan dimasa yang akan datang. Sektor
Pendidikan menjadi perhatian juga dari Pemerintah dalam rangka mencerdaskan
kehidupan Bangsa dan disatu sisi untuk mempersiapkan generasi penerus yang
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sektor Kesehatan sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD)
merupakan prioritas yang akan dicapai oleh Pemerintahan TBNK. Keseriusan
Pemerintah dalam mencapai tujuan disektor ini ditandai dengan mulai dibenahinya
sistim pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Rumah Sakit Pobundayan,
perlahan namun pasti RS Pobundayan terus berbenah untuk melayani kesehatan
masyarakat kotamobagu. Upaya Pemerintah Kota meningkatkan pelayanan
kesehatan masyarakat telah memperjuangkan Rumah Sakit Pobundayan sebagai
Rumah Sakit Rujukan Regional untuk daerah BMR, Minahasa Selatan dan
Minahasa Utara bagi pasien BPJS. Pembangunan Tower A dan Tower B RS
Pobundayan merupakan komitmen Walikota Ir. Tatong Bara untuk meningkatkan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Fasilitas dan peralatan Rumah sakit terus
dibenahi agar tujuan pelayanan kesehatan secara profesional dengan sumber daya
para medis yang memadai pun menjadi perhatian dan prioritas dibidang kesehatan
masyarakat.

Perhatian pemerintah Kota dalam menjaga dan melindungi kesehatan masyarakat
telah mendapat penghargaan dari BPJS karena dinilai mampu menjamin rakyatnya
sehat dan sejahtera melalui integritas Jamkesda dalam program JKN-KIS, termasuk
penghargaan BPJS ketenagakerjaan atas peran aktif dan kepedulian terhadap
perlindungan pegawai pemerintah bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam
Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu dinilai juga yang terbaik se sulawesi Utara
dalam hal Surveylans. Pembenahan secara kelembagaan maupun pelayanan
kesehatan masyarakat melalui puskesmas terus ditingkatkan. Prestasi PusKesMas
Gogagoman sebagai satu-satunya Puskesmas yang mendapatkan Akreditas
Paripurna se sulawesi Utara merupakan kebanggaan disamping Puskesmas
Motoboi kecil juga yang mendapatkan penghargaan sebagai puskesmas berprestasi
se sulawesi Utara, demikian juga Puskesmas pembantu (Pustu) kelurahan
Mongkonai mendapatkan juga penghargaan Pustu terbaik se sulawesi Utara.

Disektor Pertanian Pemerintah Kota Kotamobagu melalui instansi teknis telah
melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang sasarannya adalah masyarakat
petani. Bantuan langsung kepada Kelompok Tani berupa alsintan, bibit padi, jagung
dan bibit ikan air tawar serta pendampingan kelompok tani melalui para Penyuluh
Pertanian Lapangan (PPL) terus ditingkatkan agar target sasaran dapat dicapai
dengan hasil yang maksimal. Hal ini dapat dirasakan dengan terpenuhinya
kebutuhan pangan melalui peningkatan produktivitas hasil pertanian diwilayah Kota
Kotamobagu.

Pengembangan Agro dan Ekowisata diwilayah Kota Kotamobagu pun menjadi
perhatian dari Pemerintah Kota dibawah kepemimpinan Ir. Tatong Bara dengan
terbitnya Peraturan Walikota tentang penetapan perkebunan Mobalang sebagai area
Agro dan ekowisata dengan mengembangkan tanaman kopi sebagai unggulan
disamping tanaman tahunan lain dan berbagai jenis buah-buahan. Sentra produksi
Kopi yang ada di Kecamatan Kotamobagu Selatan diharapkan kedepan akan
menjadi tumpuan masyarakat petani dalam rangka meningkatkan pendapatan
menuju kesejahteraan.

Dari beberapa rencana pembangunan di Kotamobagu telah jalan sesuai rencana
Pemerintah Kota dengan konsep pemodelan menuju Kota Jasa. Langkah
pemerintahan TBNK dalam memajukan Kota Kotamobagu sebagian sudah
diwujudkan meskipun tetap membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Beberapa pencapaian prestasi Kotamobagu tidaklah berlebihan ketika kita
merefleksikannya dalam ungkapan maupun melalui goresan tangan untuk
mengapresiasi keberhasilan TBNK 20 bulan terakhir. Semoga prestasi yang sudah
dicapai bersama-sama dapat dipertahankan dan ditingkatkan untuk masa-masa
yang akan datang.

Kotamobagu Bisa !!……………TOGETHER WE CAN !

Ini Penjelasan Pemkot Terkait Penanganan Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh

ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) angkat bicara terkait penanganan pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Kotamobagu hingga dinyatakan sembuh.

Menurut Kepala Dinkes, dr Tanty Korompot, penanganan pasien Covid-19 dilakukan dengan cara simtomatik atau pengobatan sesuai gejala. “Contohnya, kalau pasien batuk ya kita kasih obat batuk. Kemudian ada juga suplemen serta multivitamin kita berikan. Tapi yang paling utama itu tergantung daya tahan tubuh,” ungkap dr Tanty yang juga juru bicara percepatan penanganan Covid-19 Pemkot Kotamobagu.

Dirinya juga menjelaskan, pada umumnya virus itu tergantung dengan daya tahan tubuh. Jadi penyakit seperti virus ini tidak bisa diobati dengan anti biotik, kecuali ada infeksi bakteri baru dilakukan pengobatan dengan menggunakan anti biotik.

“Selain kita lakukan penanganan secara medis, para pasien juga diberi dorongan serta motivasi untuk sembuh sebagai cara menghindari pasien agar tidak stres. Intinya vitamin yang kita berikan untuk menjaga daya tahan tubuh. Dan Alhamdulillah, bisa sembuh karena daya tahan tubuh mereka terus dijaga,” jelasnya.

Ditambahkannya, program peningkatan daya tahan tubuh memang sudah direncanakan sejak sebelum pandemi ini muncul di Indonesia.

“Bahkan sebelum Covid-19 muncul di Kotamobagu, kami dari pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Kotamobagu, sudah merencanakan program pemberian vitamin, suplemen yang tujuannya meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Tak hanya pasien, melainkan seluruh tenaga kesehatan juga harus diberikan vitamin agar imunitas tubuh mereka terjaga,” pungkasnya. (guf)