Beranda blog Halaman 435

Ini Website Pemkot yang Memuat Informasi Soal Perkembangan Covid-19 di Kota Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan website khusus yang memuat informasi mengenai Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Website yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu bernama: covid19.kotamobagukota.go.id. atau klik: https://covid19.kotamobagukota.go.id/

Dalam website itu, memuat berbagai informasi mengenai Covid-19, termasuk upaya pencegahan yang dilakukan Pemkot, peta sebaran hingga jumlah pasien. Selain berbagai informasi perkembangan Covid-19, website itu juga bisa mengedukasi masyarakat mengenai mulai dari proses penularan hingga cara melindungi diri dari wabah virus tersebut.

Sekretaris Dinas Kominfo, Fahri Damopolii, mengatakan website itu diluncurkan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi mengenai Covid-19. “Mudah-mudahan website ini nisas menjadi sarana informasi bagi masyarakat Kota Kotamobagu yang ingin tahu perkembangan Covid-19 di daerah ini,” katanya.

Adapun perkembangan Covid-19 di Kota Kotamobagu yang termuat dalam website tersebut Kamis (26/3), yakni; 73 orang yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), kemudian tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 0 atau tidak ada pasien positif. Jumlah ODP dan PDP itu tersebar di sejumlah desa dan kelurahan. (guf)

Dana Desa dan ADD Bisa Dipakai untuk Pencegahan Covid-19

Rum Mokoagow

ZONA KOTAMOBAGU – Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) bisa dipakai untuk pencegahan dan penanganan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Rum Mokoagow.

Menurutnya, pada dasarnya untuk teknis pengelolaan kegiatan desa melalui APBDes mengacu pada Permendagri nomor 10 tahun 2018 dengan cantolan kegiatan pada bidang pembangunan sub bidang kesehatan yakni penyelenggaraan desa siaga kesehatan. “Jadi pemerintah desa diharapkan bisa menata kegiatan melalui dana desa, ADD atau sumber keuangan lainnya untuk pengadaan belanja alat semprot, disinfektan, masker dan bahan kebutuhan lainnya dalam rangka desa siaga kesehatan yang saat ini mengenai pencegahan Covid-19,” ujar Rum.

Lanjutnya, untuk level pencegahan penyebaran Covid-19 dalam penggunaan dana desa ini, pemerintah desa diharapkan dapat mengedukasi masyarakat di wilayahnya seperti mengkampanyekan pola hidup bersih dan sehat. “Tetapi harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan tingkat kebutuhan penanganan,” sebutnya.

Dirinya menambahkan, penggunaan dana desa dan ADD dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini, pemerintah desa juga harus berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam hal ini Gugus Tugas Pemkot Kotamobagu agar penggunaan dan kebutuhannya sesuai dengan skala kebutuhan masyarakat. “Jadi dengan adanya koordinasi itu, perangkat desa bersama masyarakat bisa mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan dalam penanganan penyebaran Covid-19 di di dalam desa,” pungkasnya. (guf)

Baru Tiba di Kotamobagu, Warga Dianjurkan Screening di Klinik PIE Puskesmas Mocil

dr Tanty Korompot

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan, mengimbau bagi warga Kota Kotamobagu yang baru tiba dari luar daerah atau 14 hari sebelumnya pernah berpergian di daerah Pandemi Covid-19, agar melakukan pemeriksaan (Screening) awal di Klinik Penyakit Infeksi Emerging (PIE) di Puskesmas, Kelurahan Motoboi Kecil (Mocil), Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Disediakannya layanan Klinik PIE ini, sebagai bentuk upaya Pemkot dalam rangka percepatan pemutusan rantai penyebaran Pandemi Covid-19 di wilayah Kota Kotamobagu.

“Bagi mereka yang baru tiba maupun mempunyai riwayat 14 hari sebelumnya bepergian ke daerah pandemi Covid-19, agar supaya memeriksakan kesehatannya di klinik yang sudah disediakan pemerintah,” imbau Kepala Dinas Kesehatan, dr Tanty Korompot.

Menurutnya, layanan ini akan terus dilakukan pihaknya sampai masa tanggap darurat Covid-19 selesai. “Layanan pemeriksaan ini gratis dan kita buka 1×24 jam setiap harinya,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, peran aktif lurah dan Sangadi untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat. “Diharapkan bantuan semua Lurah dan sangadi se-Kotamobagu agar dapat mensosialisasikan ke masyarakat di wilayahnya masing-masing apabila ada warga yang baru tiba dari luar daerah untuk segera melakukan pemeriksaan di Klinik PIE,” pungkasnya. (guf)

Pemkot Rilis Peta Sebaran ODP dan PDP, Warga Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Rumah

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) merilis data terbaru Peta Sebaran Covid-19 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di tiap desa dan kelurahan se-Kota Kotamobagu, Rabu (25/3) pukul 07.00 Wita.

Dari data peta sebaran tersebut, sebanyak 62 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kemudian ada tiga orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dalam keterangan, orang yang berstatus ODP dan PDP semuanya sudah diperiksa dan dalam pemantauan selama 14 hari.

Mengantisipasi angka penyebaran Covid-19 ini, Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi anjuran pemerintah selama masa tanggap darurat Covid-19 dengan menerapkan Physical Distancing (menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar).

“Diharapkan kepada masyarakat baik di desa dan kelurahan agar membatasi aktivitas ke luar rumah. Jaga diri dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan lingkungan. Semoga wabah ini cepat berakhir,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, dr Tanty Korompot.

Seperti diketahui, Pemkot melalui Gugus Tugas terus melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak menggelar kegiatan yang bersifat mengumpul orang dalam jumlah banyak. Tindakan ini dilakukan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Kotamobagu. (guf)

Banyak Pembeli, Pedagang Jahe Raup Untung

Pedagang jahe di Pasar 23 Maret meraup keuntungan lebih.

ZONA KOTAMOBAGU – Banyaknya pembeli jahe atau biasa disebut goraka, membuat para pedagang meraup keuntungan melimpah.

Menurut Papa Neli salah satu pedagang jahe di Pasar 23 Maret, naiknya harga jahe di pasaran dikarenakan adanya isu virus corona. “Harga jahe naik pasca adanya isu virus itu. Sebab jahe merupakan salah satu penangkal virus di dalam tubuh jika dikonsumsi,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, sebelum adanya isu virus corona di Kotamobagu, harga jahe merah hanya berkisar Rp35 ribu. “Kalau jahe kuning harganya 20 ribu per kilogram. Berbeda dengan jahe merah yang saat ini harganya 60 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jahe yang ia jual tersebut diambil dari petani di perkebunan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. “Selain kita ambil di Modoinding, ada juga petani dari desa Bilalang yang datang mengantar jahe kepada kami,” ujarnya. (guf)

Pemkab Bolmut Siapkan Ruang Isolasi Sementara Untuk Pasien Covid-19

ZONA BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyiapkan ruang isolasi sementara di RSUD Bolmut untuk penanganan pasien Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi jika ada pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Ruangan berkapasitas 10 kamar itu dijadikan ruang isolasi sementara untuk penanganan pasien dengan status PDP sebelum dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk Kementrian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Asripan Nani, Asisten I Leksi Talibo, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sofian Mokoginta serta jajaran RSUD Bolmut telah meninjau bangunan gedung yang disiapkan sebagai ruang isolasi sementara. “Kita sudah tinjau kesiapan gedung untuk dijadikan ruang isolasi sementara. Ini (ruang isolasi) penting dan harus disiapkan tiap daerah,” kata Sekda, Asripan Nani. (rendi)

Pemkab Bolmut Siapkan Posko Layanan Covid-19

ZONA BOLMUT – Gugus tugas pencegahan dan percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), menyiapkan posko layanan masyarakat.

Kepala Bagian Humas, Sri Wahyuni Pontoh, mengatakan posko tersebut disiapkan Pemkab Bolmut untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan terutama mengenai Covid-19. “Melalui posko ini pemerintah bisa mengontrol dan cepat tanggap jika ada masyarakat yang membutuhkan penanganan serius,” katanya, Selasa (24/3).

Selain pelayanan, di posko itu masyarakat juga bisa mendapatkan informasi mengenai pencegahan maupun gejala-gejala terinfeksi Covid-19. “Di posko ini masyarakat bisa bertanya apa saja mengani Covid-19, sehingga bisa paham cara pencegahannya serta mengenali ciri-cirinya,” ujarnya. (rendi)

Pemkot Berbenah, RSUD Kotamobagu Rujukan Pasien Covid-19

Wali Kota Taton Bara saat mendampingi Gubernur Olly Dondokambey meninjau fasilitas RSUD Kotamobagu, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mengambil langkah cepat dalam mengatasi penyebaran virus corona. Sejak Januari lalu atau awal-awal virus corona mewabah di Cina, Pemkot sudah melakukan langkah antisipasi dengan membenahi RSUD Kotamobagu.

Saat ini, RSUD yang berlokasi di Kelurahan Pobundayan itu sudah ditetapkan Kementrian Kesehatan sebagai salah satu rujukan penanganan pasien corona.

“Kita juga sudah menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit di Kotamobagu seperti Rumah Sakit Kinapit, Rumah Sakit Monompia dan Rumah Sakit Sitti Fatimah untuk menerima transferan pasien bukan terinfeksi Corona/Non Covid-19 dari RSUD Kotamobagu. Ini salah satu langkah antisipasi agar supaya ketika wabah ini meluas kita akan lebih fokus menangani pasien Covid-19, termasuk menyiapkan beberapa gedung pemerintah yang akan dialihfungsikan sebagai rumah sakit sementara. Namun, kita juga tetap berusaha semaksimal mungkin dengan segala daya untuk mengantisipasi agar tidak ada satupun warga Kotamobagu yang terjangkit virus ini, sembari tetap berdoa bersama agar dijauhkan dari virus ini,” kata Wali Kota, Tatong Bara.

Diketahui, Pemerintah Kota Kotamobagu dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 sudah mengeluarkan himbauan soal cara pencegahan, dengan membentuk Tim Gugus Tugas pencegahan Covid-19, penyemprotan disinfektan, dan bahkan sudah menganggarkan dana senilai 15,4 Miliar untuk keperluan penanganan Covid-19 ini. (guf)

Cegah Penyebaran Covid-19, Kadis Kominfo Ikut Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kantor Diskominfo.

ZONA KOTAMOBAGU – Satuan Gugus Tugas kembali melanjutkan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Kotamobagu dalam rangka memutus rantai penyebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19), Selasa (24/3).

Pantauan di lapangan, salah satu kantor yang dilakukan penyemprotan oleh satgas Covid-19 yakni, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dalam penyemprotan tersebut, Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, ikut ambil bagian melakukan penyemprotan cairan disinfektan di ruangan dan lingkungan kantor.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim gugus tugas covid-19 Kota Kotamobagu yang telah melaksanakan Penyemprotan disinfektan di kantor-kantor OPD termasuk di dinas Kominfo,” ucap Yani.

Satgas Covid-19 semprot disinfektan ruangan data center Diskominfo.

Menurutnya, upaya ini dilaksanakan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan kantor pemerintahan. “Kami ASN dan THL Dinas Kominfo akan mendukung dan menjalankan perintah dari Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mengantisipasi segala bentuk penyebaran virus corona atau covid-19 yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat umum. Marilah kita terapkan pola hidup bersih dan sehat, jangan lupa tetap cuci tangan, hindari bentuk-bentuk keramaian, hajatan pesta, rapat-rapat, jaga jarak fisik, pakai masker dan segala upaya untuk menghindari dan melindungi diri dari ancaman wabah Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Refly Mokoginta mengatakan, setelah melakukan penyemprotan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, tim Satgas Covid-19 melanjutkan penyemprotan di kantor pemerintahan dan fasilitas umum kemasyarakatan. “Penyemprotan hari ini kita bagi dua tim. Untuk tim I melakukan penyemprotan di 13 kantor pemerintahan termasuk Markas Kodim 1303 Bolmong. Kemudian tim II juga melakukan penyemprotan di 13 lokasi, baik kantor OPD, kantor kelurahan dan panti asuhan,” ujarnya. (guf)

Pemkot Siapkan Rusunawa untuk Karantina Pasien ODP Covid-19

Rusunawa Pobundayan disiapkan untuk perawatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, bagi pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang mengalami gejala ringan Covid-19. Dipilihnya Rusunawa tersebut, guna meminimalkan risiko penularan penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.

Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Imran Amon, Rusunawa Pobundayan yang berada di kompleks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu, untuk sementara dialihfungsikan sebagai tempat karantina bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) Wabah Virus Corona.

“Untuk sementara sudah ada peringatan dini dari pihak rumah sakit, bilamana dalam waktu satu atau dua minggu kedepan tiba-tiba membludak maka yang masih dalam status pemantauan, mereka itulah yang nantinya akan dikarantina di Rusunawa Pobundayan. Tetapi yang sudah positif, tetap di ruang isolasi rumah Sakit,” kata Amon.

Ia berharap, penghuni yang tinggal di Rusunawa tersebut dapat merelakan tempat ini sementara demi kepentingan bersama.

“Ada 60 orang yang tinggal di Rusunawa Pobundayan. Sedangkan yang tersedia sebanyak 90 kamar. Jadi untuk mengantisipasi itu, mereka yang sehat harus mengalah dulu. Dan sementara akan dipindahkan atau dikumpulkan dulu dengan keluarga terdekat atau bisa menginap dulu di kos-kosan terdekat untuk sementara waktu sampai fase ini selesai,” harapnya. (guf)