Beranda blog Halaman 453

Gali Potensi Olahraga, Pemdes Moyag Agendakan Tiga Cabor

Maskur Gumalangit

ZONA KOTAMOBAGU – Dalam rangka menggali potensi olahraga di dalam desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, mengagendakan tiga cabang olahraga (Cabor) dalam kegiatan pembinaan olahraga sebagaimana yang menjadi inovasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotamobagu.

Sekretaris Desa Moyag, Maskur Gumalangit mengatakan, kegiatan tersebut guna menindaklanjuti inovasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menggali potensi olahraga di desa.

“Untuk pembinaan keolahragaan di Desa Moyag, ada tiga cabor yang akan dilakukan pembinaan, yakni sepak bola, bulu tangkis dan tenis meja,” kata Maskur.

Lanjut Maskur, untuk anggaran pelaksanaan, Pemdes Moyag akan menganggarkan pembinaan tersebut di Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Moyag Tahun 2020. “Pembinaan ini masuk di anggaran tahun 2020. Namun kepastian kapan dimulai, masih menunggu pencairan dana,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa dalam pembinaan keolahragaan ini, Pemdes hanya menyiapkan fasilitas yang diperlukan ketiga cabor tersebut. Untuk honor dari pelatih, itu merupakan tanggungan dari Dispora Kotamobagu. “Sesuai isi surat dari Dispora ke DPMD kemudian dilanjutkan ke 15 Desa di Kotamobagu, bahwa untuk honor dari pelatih itu akan dibiayai Dispora Kotamobagu,” terangnya. (gjm)

Dispora Mulai Seleksi Calon Anggota Paskibraka

Seleksi calon anggota Paskibraka di Lapangan Olahraga Desa Bungko.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mulai menyeleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2020. Rabu (19/2), 364 siswa-siswi SMA sederajat di Kota Kotamobagu mengikuti seleksi yang dilaksanakan di Lapangan Olahraga Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

“Ini adalah proses penjaringan untuk mendapatkan Paskirbara yang akan bertugas mengibarkan bendera merah-putih pada 17 Agustus nanti,” kata Kepala Dispora, Anas Tungkagi.

Ia mengungkapkan, peserta seleksi ada siswa dan siswi utusan dari tiap sekolah. Para peserta itu akan mengikuti berbagai tahapan seleksi hingga beberapa bulan ke depan. “Seleksi ini kita laksanakan di desa dan kelurahan mewakili tiap kecamatan. Ini dimaksudkan agar masyarakat bisa melihat secara langsung tentang proses seleksi yang dilakukan,” ungkapnya.

Untuk menjadi seorang Paskibraka, para peserta katanya harus melewati semua proses seleksi yang didalamnya ditetapkan beberapa kriteria. “Selain tinggi dan berat badan, akan ada juga tahapan wawancara, tes tertulis dan mental disiplin,” tambahnya. (gjm)

Tahun Ini BPKD Maksimalkan Target PAD dari PBB-P2

Ilmar Rusman

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus memaksimalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2020.

Target PAD sektor PBB-P2 Kotamobagu tahun 2020 yakni Rp 6.573.683.661 Miliar. Hal ini tentu perlu melihat potensi pajak yang ada di daerah setempat untuk dimaksimalkan.

Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kotamobagu, Pra Sugiarto Yunus melalui Kabid Pendataan dan Pendaftaran, Ilmar Rusman, bahwa pihak mereka akan bekerja semaksimal mungkin guna mendorong target tersebut agar tercapai.

“Kita sudah menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah Terhutang (SPPDT) dan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) Pajak Bumi Bangunan (PBB) kepada Sangadi dan Lurah se Kota Kotamobagu. Pun kita juga memberi waktu sampai dengan bulan Maret 2020 untuk perbaikan dan verifikasi ulang data,” ujar Ilmar.

Dikatakannya, sosialisasi juga akan dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka mengoptimalkan realisasi PBB-P2 tahun ini, mengingat PBB-P2 merupakan salah satu sumber utama PAD Kotamobagu.

“Kami akan terus mendorong agar wajib pajak melaksanakan kewajibannya membayar pajak tepat waktu. Kita berharap target yang telah ditetapkan tersebut dapat tercapai 100 persen,” jelas Ilmar.

Di satu sisi, Pemkot Kotamobagu juga mengapresiasi semua pihak yang memiliki kesadaran tinggi dengan memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak. Sebab, membayar pajak adalah salah satu wujud peran aktif masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan yang tengah dilakukan Pemkot Kotamobagu dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat. (gjm)

KPU Launching Tahapan Pilkada Boltim

Launching Maskot Pilkada Boltim.

ZONA BOLTIM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) launching pemilihan bupati dan wakil Bupati Boltim dengan perkenalkan maskot Pilkada 2020 dari KPU Boltim.

Launching yang dihadiri oleh masyarakat Boltim, Komisioner KPU RI, Ketua KPU Provinsi Sulut Ardiles Mewoh bersama para Komisioner KPU Provinsi Sulut, para Ketua KPU dan Komisioner kabupaten/kota se-Sulut, Bawaslu Boltim, Asisten I Pemkab Boltim Priamos dan Kaban Kesbangpol Boltim Udel Simbala itu digelar di Taman Pondabo, Tutuyan, Selasa (18/2/2020).

Komisioner Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Boltim Terry F Suoth mengatakan alasan pemilihan maskot tersebut karena agar lebih familiar di mata masyarakat.

Ia menjelaskan, Bolang dan Awang adalah satu kesatuan dalam bahasa Mongondow yaitu Bolangawang atau cengkih yang diplesetkan jadi dua yaitu Bolang dan Awang.

“Jadi hal itu bertujuan supaya akrab di masyarakat, supaya juga agar lebih mudah disosialisasikan,” ucapnya.

Menurutnya, karakter tersebut dipakai menggunakan baju adat Bolaang Mongondow. “Jadi karakter Si Bolang dan Si Awang menggunakan pakaian adat Bolaang Mongondow , selain itu ada beberapa makna pada maskot itu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, warna cokelat pada karakter itu menggambarkan warna cengkih yang sudah kering dan senyuman pada karakter menggambarkan pelayanan KPU yang ramah kepada masyarakat Boltim.

“Selanjutnya tangan kanan itu memegang paku dengan jari kelingking yang sudah berwarna tinta, hal itu bermakna mengajak masyarakt Boltim agar berpartisipasi dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur di Boltim,” ucapnya.

Lanjutnya, tangan kiri itu memegang kertas dengan keterangan bahwa waktu pemilihan di Boltim itu pada tanggal 23 September tahun 2020.

“Terus ada lagi, Hamose atau kalung yang digunakan si Awang itu kita menggambarkan karakter, kalung yang ber warna merah muda yang memiliki tujuh titik hitam yang mengartikan tujuh kecamatan yang ada di Boltim serta lima gantungan yang mengartikan lima komisioner dengan 23 titik kuning yang mengartikan tanggal 23 September, nah itu diskripsi maskotnya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Boltim Jamal Rahman Irot mengatakan, dengan launching pemilihan bupati dan wakil bupati Boltim berarti dimulainya seluruh tahapan KPU.

“Pelaksanan Pilkada 2020, KPU Boltim selalu terbuka, apabila ada masukan dari masyarakat dipersilakan,” ujarnya. (rpm)

Pelaku Usaha Kecil di Moyag Tampoan Disentuh Bantuan

Herdy Mokoagow

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag Tampoan, Kecamatan Kotamobagu Timur, akan menyalurkan bantuan kepada para pelaku usaha di desa. Demikian dikatakan Sekretaris Desa (Sekdes), Herdy Mokoagow S.Hut , Senin (17/2).

Menurutnya, pihaknya saat ini sementara mendata pelaku usaha kecil di desa untuk diberikan bantuan berupa peralatan dalam menunjang pengembangan usahanya.

“Ada sekira seratus lebih pelaku usaha kecil. Mereka akan diberi bantuan berdasarkan kebutuhan masing-masing. Misalnya untuk pembuat kue kita berikan peralatan membuat kue, kemudian untuk usaha salon kita berikan peralatan gunting. Begitu juga dengan lainnya. Jadi yang diberikan sesuai apa yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, anggaran pengadaan bantuan itu dialokasikan melalui Alokasi Dana Desa (ADD ) Tahun 2020. “Pemberian bantuan bagi pelaku usaha kecil di desa itu adalah bagian dari program pemberdayaan,” ungkapnya.

Disisi lain, ia berharap bantuan yang akan diberikan itu dapat membantu peningkatan usaha yang dijalankan masyarakat di desa. “Tujuannya pengembangan usaha yang sasarannya adalah peningkatan ekonomi masyarakat,” harapnya. (gjm)

KMT Topang Angka Produksi Rica di Kotamobagu

Pihak Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu saat meninjau kebun cabe petani Matali.

ZONA KOTAMOBAGU – Salah satu Petani Holtikultura jenis Cabe di Kelurahan Matali Kecamatan Kotamobagu Timur yang juga merupakan anggota Komunitas Mareta Totabuan (KMT), Lukman Nur menerima kunjungan Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu, Selasa (18/2).

Ketika dihubungi awak media Lukman Nur mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka melihat langsung hasil Pertaniannya. “Pagi ini pihak Dinas Pertanian dan Perikanan datang dan melihat langsung hasil Tanaman Holtikultura jenis Cabe yang kami kembangkan,” ungkap Lukman.

Dirinya menerangkan, dengan cara bertani yang KMT lakukan, mampu menghasilkan Cabe dengan panen yang cukup maksimal yaitu 100 Kilo Gram sepekan untuk 1.000 Pohon. “Seminggu bisa panen hingga 100 Kilo Gram, tapi tentunya Cabe ini harus mendapatkan perlakuan khusus,” terang Lukman.

Dalam kunjungan tersebut Lanjut Lukman, Dinas Pertanian dan Perikanan juga mendata luas lahan yang dikelola KMT. “Jika digabungkan itu lebih dari 10 hektar, yang secara otomatis jika digabungkan bisa menghasilkan cabe sekitar 15 Ton setiap minggunya,” jelas Lukman.

Lukman menambahkan, KMT juga berencana membuat varietas Cabe khusus lokal yang akan di beri nama Mareta Totabuan namun masih terkendala dengan peralatan. “Kendalanya kami hanya peralatan saja seperti Mesin Jhonder, Hand Tracktor, Kultifator. Bahkan, alat pembuat Bedeng yang kami pakai selama ini harus menyewa milik orang lain. Kami berharap, kedepan pemerintah bisa membantu peralatan-peralatan tersebut guna menunjang dan mempertahankan produksi Cabe kami,” harapnya. (gjm)

Proyek MABM Dilelang, Maret Target Action Pekerjaan

Kondisi terkini bangunan MABM.

ZONA KOTAMOBAGU — Proyek lanjutan pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur (MABM) mulai dilelang. Tahapan saat ini adalah evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga. Informasi dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), ada 20 perusahaan yang mendaftar untuk mendapatkan paket pekerjaan dengan Harga Penawaran Sementara (HPS) Rp2,5 miliar itu.

“Sudah mulai lelang. Kalau semua berjalan lancar dan sesuai tahapan (lelang), kemungkinan pertengah bulan depan (Maret) sudah mulai action pekerjaan di lapangan,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Dedy Mamonto.

Ia mengungkapkan, anggaran Rp2,5 miliar yang dialokasikan tahun ini adalah penganggaran terakhir untuk pekerjaan lanjutan pembangunan masjid tersebut.

“Pekerjaan tahun ini tinggal finisihing saja. Paling banyak di luar bangunan masjid. Ada pengerjaan basement, pemasangan kaca besar di sebelah barat masjid, penantaan landscape sekaligus taman dan paving. Kita harapkan bersama agar semua prosesnya mulai dari lelang sampai pengerjaan nanti berjalan lancar dan sesuai yang kita harapkan, agar masjid ini sudah bisa rampung 100 persen dan bisa langsung digunakan,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mengharapkan pihak ketiga pemenang proyek tersebut bisa mengerjakan semua item pekerjaan yang diberikan. “Selain waktu, kualitasnya juga harus diperhatikan. Untuk pengawasan di lapangan tetap kita lakukan agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya. (gjm)

Capai Passing Grade, 601 Pelamar CPNS Belum Aman

Alfi Syahrin Rustam

ZONA KOTAMOBAGU – 601 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mencapai passing grade pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), belum aman. Pasalnya, para pejuang Nomor Induk Pegawai (NIP) itu masih akan melalui proses perankingan sebelum masuk ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Yang mencapai nilai ambang batas belum serta-merta ikut SKB. Masih ada proses perankingan lagi,” kata Anggota Tim Sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) Pengadaan CPNS Kotamobagu, Alfi Syahrin Rustam.

Pelaksanaan SKB dijadwalkan pada Maret mendatang. Untuk peserta yang akan mengikuti tahapan itu adalah berdasarkan perankingan.

“Jadi dari 601 peserta yang passing grade tidak semua ikut SKB, karena ada perankingan dulu. Misalnya untuk formasi kebidanan dengan satu formasi, bila yang lulus satu orang maka hanya satu orang itu yang ikut SKB. Kalau dua orang, dua-duanya ikut. Begitu juga kalau tiga orang, semuanya ikut SKB. Berbeda kalau lima orang, akan akan diranking terlebih dahulu. Peringkat 1, 2 dan 3 yang berhak ikut SKB,” ujarnya. (gjm)

Pemkot Siapkan Rumah Penitipan Anak di RSUD

Rukmi Simbala dan Rafiqa Bora.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan Rumah Penitipan Anak (RPA) di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Hal itu bertujuan untuk membantu para orang tua yang hendak membesuk pasien di rumah sakit.

RPA yang dibangun itu dilengkapi peralatan permainan serta guru PAUD yang nantinya akan dikelola Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).

“Jadi jika ada orang tua yang datang menjenguk keluarga (pasien) di RSUD dan membawa anak dibawah usia 13 tahun bisa langsung dititipkan di RPA. Disitu kita sudah sediakan alat bermain di dalam ruangan dan satu kamar untuk anak balita,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala.

Dirinya menerangkan, jika telah selesai dibenahi rumah penitipan anak tersebut, pihaknya akan menugaskan tutor-tutor PAUD untuk mengelola fasilitas RPA. “Ada empat guru PAUD yang akan kita tugaskan. Sistem kerjanya dibuat ship pagi jam 07,00 sampai jam 13.00, kemudian ship siang jam 13.00 sampe jam 20.00,” ujar Rukmi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Rafiqa Bora mengatakan, saat ini rumah penitipan anak di RSUD Kotamobagu dalam tahap penyelesaian. “Sekarang masih pembenahan,” singkatnya. (gjm)

Bina Program K3, ini 10 Aspek yang Diterapkan ke Perusahaan

Wali kota Tatong Bara (kanan) dan Kepala Disperinaker Imran Golonda (kiri) foto bersama dengan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

ZONA KOTAMOBAGU – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam membina program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), berbuah penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov). Penghargaan itu diterima Wali Kota, Tatong Bara, dari Gubernur Olly Dondokambey, usai upacara peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja nasional tahun 2020 Provinsi Sulawesi Utara, di Kantor Gubernur, Senin (17/2).

“Alhamdulillah, tadi ibu wali kota sudah menerima penghargaan dari pak gubernur,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinaker), Imran Golonda.

Ia mengungkapkan, penghargaan yang diterima wali kota itu merupakan bukti perhatian dan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. “Ada 10 aspek yang jadi fokus perhatian dalam penerapan sistem K3, yakni komitmen dalam kebijakan K3, sistem manajemen K3, program K3, pelaksanaan P3K, manajemen kebakaran, lembaga K3, BPJS tenagakerjaan dan kesehatan, hygieni industry, audit SMK3 serta data JKO tiga tahun terakhir. Dari hasil pengawasan tim pengawas tenaga kerja yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Kotamobagu dan Disperinaker Provinsi Sulawesi Utara, semua perusahaan di Kota Kotamobagu menerapkan semua aspek yang ditetapkan itu,” ungkapnya. (gjm)