Beranda blog Halaman 496

Warga Pendatang Wajib Didata

Irianto Mokoginta
Irianto Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Setiap pemilik kost-kostan atau kontrakan wajib mendata dan melaporkan identitas penghuni di tempat kost maupun kontrakan masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan warga pendatang yang tinggal sementara di Kota Kotamobagu.

“Kota Kotamobagu ini daerah tujuan, banyak yang dari luar daerah datang dan tinggal sementara di sini dengan alasan bekerja atau sekolah. Sehingga itu perlu didata dan dilaporkan identitas mereka agar ketika terjadi sesuatu, bisa dengan cepat diketahui,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Irianto Mokoginta.

Lanjutnya, pemilik tempat kost dan kontrakan juga harus mengetahui apa tujuan setiap penghuni datang dan tinggal sementara. “Data lengkap mereka harus tahu, bila perlu minta copy-an KTP agar lebih mudah lagi mengawasi. Kemudian aktivitas mereka juga harus selalu dipantau, jangan sampai ada yang melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satpol PP dan Damkar, Bambang Dahlan, mengungkapkan pemilik kost atau kontrak harus selalu berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan pemerintah desa, jika ada warga dari luar daerah yang datang dan tinggal sementara. “Harus didata kemudian dilaporkan. Ini juga untuk memudahkan pengawasan terhadap setiap mereka yang datang dan tinggal sementara di sini,” ujarnya.

Ia mengakui, ada ada banyak tempat kost dan rumah kontrakan di Kota Kotamobagu. Yang tinggal katanya tak hanya warga dari daerah lain di Bolmong Raya, tapi banyak juga yang berasal dari luar provinsi, seperti Pulau Jawa, Kalimantan dan sebagainya. “Setiap pendatang wajib melapor dalam 1 x 24 jam,” katanya.

Ditambahkannya, pihaknya dalam beberapa waktu ke depan akan melakukan inspeksi di sejumlah tempat kost dan kontrakan. “Kita akan periksa identitas setiap penghuni kost atau kontrakan. Kalau ada yang tidak memiliki kartu identitas, maka akan kita tindaklanjuti,” tambahnya. (gjm)

Soal Banpol, Pemkot Tunggu Pelantikan Aleg Terpilih

Hendra Makalalag

ZONA KOTAMOBAGU – Pencairan dana Bantuan Politik (Banpol) untuk Partai Politik (Parpol) peraih kursi di DPRD Kotamobagu, belum bisa dilakukan meski sudah ada hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasalnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) masih menunggu kepastian pelantikan anggota DPRD Kotamobagu periode 2019-2024.

“Kalau pelantikannya di bawah tanggal 15 September, maka pencairan Banpol mengacu pada hasil Pemilu tahun ini, tapi kalau di atas tanggal 15 maka acuannya tetap pada hasil Pemilu 2014,” kata Sekretaris Kesbangpol, Hendra Makalalag.

Jika mengacu pada hasil Pemilu tahun ini, maka Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) sebagai peraih suara terbanyak akan mendapat Banpol terbesar, disusul Nasdem, Golkar dan Parpol lainnya. Namun jika mengacu pada hasil Pemilu 2014, maka Banpol terbesar diterima Partai Amanat Nasional (PAN). “Soal besarannya disesuaikan dengan perolehan suara masing-masing parpol. Kita harap Parpol peraih kursi di DPRD agar sudah bisa menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, agar ketika tiba waktunya langsung diproses pencairannya,” katanya.

Satu suara seharga Rp9.700 yang dikalikan total perolehan suara Parpol. Hasil Pemilu 2014, PAN menerima Rp190.061.800, Golkar Rp110.240.500, PDI Perjuangan Rp64.990.000, Demokrat Rp58.655.900, PKB Rp46.395.100, Gerindra Rp54.465.500, Hanura Rp42.214.400 dan PKS Rp33.678.400. (gjm)

Pekan Depan Wali Kota Terima Penghargaan dari Presiden

Sitti Rafiqah Bora
Sitti Rafiqah Bora

ZONA KOTAMOBAGU – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mewujudkan Kota Kotamobagu sebagai Kota Layak Anak (KLA), berbuah hasil positif. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengundang Wali Kota, Tatong Bara, menerima penghargaan KLA Tahun 2019. Undangan dengan nomor B-855/KPP-PA/D.IV/Sesdep/07/2019 tertanggal 17 Juli telah diterima Pemkot.

“Penghargaan ini akan diserahkan Presiden Joko Widodo di Hotel Four Points Makassar, kepada seluruh kepala daerah penerima penghargaan, bertepatan dengan acara puncak Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli 2019,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Sitti Rafiqah Bora.

Ia mengaku, sangat bangga atas raihan penghargaan KLA tahun ini. “Tentunya ini adalah kebanggaan pemerintah dan semua masyarakat Kota Kotamobagu. Ini juga hasil kerja keras dan kerja sama semua elemen masyarakat, serta bimbingan dari wali kota dan wakil wali kota,” sebutnya.

Penghargaan KLA ini diberikan kepada kepala daerah yang telah menyelenggarakan kebijakan, program, dan kegiatan dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak dalam bentuk kabupaten/Kota Layak Anak. (gjm)

Besok Pendaftaran Seleksi JPT Ditutup

Sande Dodo

ZONA KOTAMOBAGU — Jumlah pendaftar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), masih minim. Hingga Rabu (17/9), baru ada tiga pejabat yang menyerahkan berkas pendaftaran ke tim sekretariat (Panitia Seleksi (Pansel), sementara pendaftaran akan ditutup Jumat (19/7) besok.

“Tiga orang sudah mendaftar, tapi untuk nama pejabat dan jabatan yang dilamar belum bisa kita publish,” kata anggota tim sekretariat Pansel, Dedy Afandy Iman.

Ia mengaku, pihaknya masih menunggu batas akhir waktu pendaftaran. “Kita tunggu sampai Hari Jumat, karena sudah banyak yang mengambil formulir pendaftaran, biasa mereka datang pada hari terakhir,” ujarnya.

Jika hingga batas waktu pendaftaran ada formasi jabatan yang tidak ada pelamar, atau jumlah pendaftar pada satu formasi kurang dari empat orang, maka pansel akan kembali memperpanjang waktu pendfataran selama sepekan. “Perpanjangannya hanya satu kali. Kalau tetap masih kurang atau ada jabatan yang tidak asa pelamar, maka kita akan koordinasikan lagi dengan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara),” jelas Ketua Pansel, Sande Dodo. (gjm)

2,1 miliar Biaya Prajab 232 CPNS

Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020, untuk biaya prajabatan bagi 232 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kasubid Sumber Daya Manusia Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Dwi Pobela, mengatakan biaya prajabatan disesuaikan dengan jumlah peserta. Untuk satu orang CPNS katanya menghabiskan biaya sekira Rp9 juta-an. Besaran biaya itu disesuaikan dengan Standar Biaya Umum (SBU) Lembaga Administrasi Negara (LAN). “Semua biaya ditanggung pemerintah, kecuali untuk perlengkapan seperti baju olahraga dan lainnya itu ditanggung peserta,” ungkapnya.

Tempat pelaksanaannya, ia mengungkapkan akan dilaksanakan di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulut, Manado. “Untuk waktunya belum bisa dipastikan, yang jelas itu (Prajabatan) tahun depan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, teknis pelaksanaan prajabatan akan disesuaikan dengan petunjuk BPSDM. “Kita tunggu dari BPSDM karena mereka yang mengatur teknisnya, termasuk pembagian gelombang,” tambahnya. (gjm)

Wakil Bupati Buka Jambore TP PKK

Wakil Bupati, Amin Lasena, disela pembukaan kegiatan Jambore TP PKK.

ZONA BOLMUT – Wakil Bupati, Amin Lasena MAP, membuka kegiatan Jambore TP PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Rabu (17/9), d Lapangan Sogi Bolangitang, Kecamatan Bolangitang Barat.

Ketua TP PKK, Ainun Pontoh Talibo, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan itu merupakan wujud kebersamaan antara TP PKK dengan kader untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman, yang dikemas dalam suasana keakraban serta menciptakan ikatan kelembagaan yang kuat.

“Jambore PKK ini juga merupakan wadah silaturahmi antar kader dengan model pembinaan melalui kegiatan-kegiatan dan lomba, diantaranya sosialisasi, lomba cerdas tangkas, lomba pidato, studi tiru Desa percontohan, siraman rohani, Gebyar Paud, olahrga dan lomba menu B2SA dari masing-masing Desa,” katanya.

Kegiatan Jambore itu mengusung tema “Merajut Harmoni Mengasah Kreatifitas Kader Pkk Dalam Mewujudkan Bolmut Yang Berkelanjutan, Mandiri, Berbudaya dan Berdaya Saing”. Untuk itu, ia berharap kegiatan itu bisa menjadi sarana pembelajaran untuk mengasah kratifitas para kader dalam melaksanakan tugas PKK di Desa, serta terbangunnya kerjasama, kebersamaan dan solidaritas untuk meningkatkan kapasitas kader untuk turut serta dalam proses panjang pembangunan di Kabupaten Bolmut.

Sementara itu, Wakil Bupati menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan yang diharapkan dapat bermanfaat untuk seluruh pengurus dan kader PKK Bolmut. “Kegiatan ini merupakan ajang untuk peningkatan kemampuan kader dalam menggali potensi diri yang berorientasi pada peningkatan kompetensi SDM yang mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan daerah,” kata Wabup.

Kedepannya,  Wabup berharap kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dengan lokasi bergilir di tiap kecamatan, serta perlu menetapkan kalender tahunan pelaksanaan Jambore PKK. “Diinstruksikan kepada perangkat daerah bersama TP PKK dapat merumuskan kalender Jambore PKK tersebut dengan terlebih dahulu melakukan kajian dan menerima masukan dari semua stakeholder yang ada, termasuk dengan beban pembiayaannya,” ujar Wabup. (Rendi)

37 JCH Ikut Manasik Haji

Amin Lasena

ZONA BOLMUT – Wakil Bupati, Amin Lasena MAP, membuka manasik haji, Rabu (17/9), di Aula Kantor Camat Bolangitang Barat. Peragaan pelaksanaan ibadah haji itu diikuti 37 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), yang terdiri dari 15 jamaah laki-laki dan 22 perempuan.

Pada kesempatan itu, Wabup mengajak seluruh JCH untuk memperbanyak bekal pengetahuan seputar ibadah haji. Sehingga ini bisa dimanfaatkan demi menggali seluasnya tentang pengetahuan tersebut.

Selain itu, Wabup juga meminta agar semua JCH untuk selalu menjaga kesehatan, agar setibanya di Mekkah bisa melaksanakan semua rangkaian ibadah haji. “Kita doakan bersama agar semua jamaah haji khususnya asal Kabupaten Bolmut bisa berangkat dan menunaikan ibadah haji dengan lancar, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat,” katanya. (Rendi)

Pemkot Genjot Infrastruktur Smart City

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Tatong Bara, menghadiri kegiatan Indonesia International Smart City Expo dan Forum (IISMEX) 2019, di Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu (17/7).

Kegiatan itu dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), para gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia, serta lembaga terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah dan pemerintah daerah agar terus bersinergi mendukung pelaksanaan smart city (kota cerdas) di daerah masing-masing. Tujuannya agar bisa memberikan layanan publik dan pemerintahan yang mudah, murah, cepat, tepat, transparan, serta dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurut wapres, kecanggihan teknologi informasi saat ini adalah penunjang utama yang harus dibarengi kemampuan para kepala daerah dalam berinovasi untuk meningkatkan mutu serta kualitas pengelolaan kota.

Wali Kota, Tatong Bara, menyambut baik penyampaian Wakil Presiden Yusuf Kalla. Menurutnya, kesiapan infrastruktur teknologi informasi di Kota Kotamobagu saat ini sudah cukup memadai, meski masih perlu terus ditingkatkan cakupan presentasenya.

“Infrastruktur kita sudah berkisar 80 persen. Selain terus mempersiapkan infrastruktur penunjang lainnya untuk proses integrasi data perencanaan pembangunan di masing-masing perangkat daerah, kita juga terus memperkuat kualitas SDM bidang teknologi informasi untuk menunjang peningkatan layanan publik pemerintah kota,” kata wali kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ahmad Yani Umar, menyatakan dukungannya bagi penerapan program smart city yang digagas Wali Kota Tatong Bara. “Kami tentu saja sangat mendukung dan akan terus bekerja keras untuk memperluas cakupan infrastruktur teknologi informasi guna meningkatkan palayanan publik dan pemerintahan di Kota Kotamobagu,” katanya. (gjm)

Ada Festival Gapura Cinta Negeri Jelang HUT RI

Hendra Makalalag

ZONA KOTAMOBAGU – Masyarakat Kota Kotamobagu diminta ikut serta memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus mendatang. Hal ini disampaikan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Hendra Makalalag.

Menurutnya, dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-74 RI, akan diadakan festival gapura cinta negeri tingkat rukun warga (RW). Festival gapura itu dilaksanakan secara nasional.

“Kita sudah terima pemberitahuan melalui radiogram yang ditujukan kepada gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia. Nanti pemberitahuan ini akan kita tindaklanjuti ke masyarakat. Untuk saat ini sementara tahap sosialisasi, agar masyarakat atau kelompok masyarakat dapat mempersiapkan kelompok yang ada di lingkungannya untuk merencanakan dan merancang bentuk seperti apa gapura yang akan diikutsertakan dalam lomba,” kata Hendra, kemarin.

Ia menjelaskan, gapura yang akan ditentukan sebagai pemenang lomba berdasarkan semangat gotong royong/kolaborasi, orisinalitas, keasrian, kebersihan, keunikan, kreativitas dan asas manfaat terhadap masyarakat. “Kemudian setiap gapura harus mencantumkan logo HUT RI ke-74 dan unsur ke-Indonesia-an, seperti burung garuda dan motif kedaerahan. Untuk pesertanya adalah perwakilan kelompok masyarakat di tingkat lingkungan atau RW,” jelasnya.

Lanjutnya, pelaksanaan lomba dimulai 8 Juli hingga 31 Juli mendatang. Sedangkan pemenang lomba katanya akan mendapatkan piala presiden dan akan diundang ke Istana Merdeka. “Kita harap kelompok masyarakat dapat berpartisipasi untuk mengikuti lomba. Ini juga bagian dari mempromosikan daerah dan membangkitkan kreatifitas masyarakat, disamping menanamkan semangat patriotisme ke-Indonesia-an. Melalui kegiatan ini juga diharapkan menjadi wahana gotong royong bagi warga untuk membangun persatuan dan kesatuan masyarakat,” tambahnya.(gjm)

Tim Penilai LSS Tingkat Nasional Kunjungi SMA Negeri 3 Kotamobagu

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, saat menyambut kedatang tim penilai LSS tingkat nasional.

ZONA KOTAMOBAGU – Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional mengunjungi SMA Negeri 3 Kotamobagu, Selasa (16/7). Kedatangan tim penilai yang berasal dari berbagai unsur itu adalah untuk menilai kelayakan sekolah perwakilan Sulut itu mendapatkan predikat sekolah sehat tingkat nasional.

Anggota tim penilai, Dra Maya Pinontoan, mengatakan ada banyak indikator yang menjadi fokus penilaian, yang termasuk didalamnya adalah soal kepedulian terhadap lingkungan. “SMA Negeri 3 Kotamobagu mampu memenuhi semua indikator yang ada. Contohnya, di sekolah ini setiap murid yang melihat sampah langsung diangkat tanpa harus diperintahkan. Selain itu penilaiannya ada pada kantin sehat, kemudian hubungan antara pihak sekolah dengan tim pembina UKS tingkat kabupaten, serta kegiatan pelatihan atau sosialisasi yang dilakukan pihak Puskesmas di sekolah ini,” katanya.

Ada 24 sekolah tingkat menengah atas yang mengikuti lomba LSS tingkat nasional. 24 sekolah itu adalah perwakilan dari tiap-tiap provinsi yang ada di Indonesia. Setelah penilaian, selanjutnya akan dipilih 9 sekolah terbaik yang akan menerima penghargaan untuk tiga kategori. “Ini tidak mudah. Butuh kerja kerja dan kerja sama semua pihak terkait untuk ikut lomba ini. Sebelumnya kita ikut LSS tingkat SMA di Kotamobagu, dan hanya mendapat juara II. Sejak itu kami terus berbenah dan memperbaiki mana yang masih kurang, sehingga mendapatkan juara I untuk tingkat Kotamobagu dan tingkat Provinsi,” sebut Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 3, Warini Daun.

Ia mengakui, persiapan pihaknya dalam mengikuti LSS tingkat nasional sudah sangat matang, dan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. “Tidak mudah untuk sampai pada posisi ini. Kita harus mengubah cara berpikir warga SMA Negeri 3 Kotamobagu. Aspek terpenting dari keberhasilan ini adalah menerapkan budaya hidup bersih. Insya Allah kita bisa mendapatkan yang terbaik di tingkat nasional ini,” tambahnya.

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, yang menyambut kedatangan rombongan tim penilai itu menjelaskan panjang lebar soal keberadaan Kota Kotamobagu. Ia juga membeber beragam prestasi yang didapat Pemerintah Kota (Pemkot) diusianya yang relatif muda sejak dimekarkan sebagai daerah otonom baru pada 23 Mei 2007 lalu. (gjm)