Beranda blog Halaman 529

5 miliar untuk Bangun Jalan Pasar Genggulang

Claudy Mokodongan

ZONA KOTAMOBAGU — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sekira Rp5 miliar untuk membangun jalan masuk Pasar Genggulang. Hal ini diutarakan Kepala Bidang Bina Marga, Claudy Mokodongan.

Menurutnya, pembangunan jalan masuk pasar genggulang itu akan mulai dikerjakan di awal tahun depan. Proses lelang katanya direncanakan pada Januari 2019. “Setelah selesai lelang Januari atau Februari, maka paling lambar Maret sudah mulai pekerjaan. Untuk pembebasan lahannya sudah diselesaikan Dinas Perdagangan tahun ini, jadi tinggal fisiknya saja di tahun depan,” katanya.

Dijelaskannya, jalan masuk Pasar Genggulang akan dibangun dua jalur, dengan panjang sekira 170 meter, lebar 24 meter dan di tengahnya dibuatkan median. “Kita harap pekerjaanya bisa berjalan lancar dan sesuai yang kita harapkan. Agar setelah selesai pekerjaan, masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Ditambahkannya, pembangunan jalan masuk pasar genggulang itu dimaksudkan untuk memmpermudah akses masyarakat ke pasar tersebut. “Pembangunannya menjadi salah satu prioritas kita tahun ink. Jalan ini adalah akses utama menuju pasar. Dengan adanya dukungan infrastruktur jalan yang memadai, aktivitas di pasar itu akan semakin hidup. Dan dampaknya juga bisa dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya. (ads/trz)

Dinsos Perbarui Data Lansia

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Sosial (Dinsos) kembali memperbarui data warga lanjut usia (lansia) di tiap desa dan kelurahan. Hal itu dilakukan untuk proyeksi pemberian bantuan di tahun 2019 mendatang.

Kepala Dinsos, Sarida Mokoginta, mengatakan pendataan dilakukan langsug ditiap desa dan kelurahan, agar data yang dimiliki nanti benar-benar valid. “Sekarang sementara pendataan, sudah ada sebagaian yang selesai dan langsung diinput. Target kita sebelum akhir tahun ini sudah selesai,” katanya.

Lansia yang didata itu akan diusulkan menerima bantuan tahun depan. Bantuan yang diberikan katanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, seperti pakaian, bahan pokok dan kebutuhan lainnya. “Data ini akan kita verifikasi lagi. Kemudian yang mendapat akan bantuan nanti sudah tentu yang memenuhi kriteria,” ujarnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Jaminan Sosial, Candra Wahid, mengungkapkan lansia yang akan diberi bantuan adalah yang berusia 60 tahun ke atas, serta hanya hidup seorang diri. “Jadi tidak semua akan mendapatkan bantuan. Meskipun berusia di atas 60 tahun dan berlatar belakang keluarga mampu, maka tidak bisa menerima bantuan. Ini hanya untuk lansia yang kurang mampu. Kemudian kita juga akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran nanti,” ungkapnya.

Pemberian bantuan itu katanya dimaksudkan untuk membantu para lansia dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. “Untuk tahun ini, ada 69 lansia yang menerima bantuan berupa kebutuhan pokok sehari-hari. Mudah-mudahan dengnan bantuan itu, bisa membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya. (ads/trz)

Sangadi Poyowa Kecil Segera Dilantik

Marham Anas Tungkagi
Anas Tungkagi

ZONA KOTAMOBAGU – Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, tidak lama lagi akan memiliki sangadi (kepala desa, red) definitif. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sangadi terpilih hasil Pemilihan Sangadi (Pilsang) antar waktu direncanakan dilakukan akhir tahun ini.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Anas Tungkagi, mengatakan laporan hasil pelaksanaan Pilsang sudah diserahkan panitia pelaksana Pilsang ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan ditindaklanjuti ke Pemerintah Kota (Pemkot). “Laporan hasil Pilsang sudah kita terima, dan sekarang sedang dalam pengkajian,” katanya.

Ia mengungkapkan, pelantikan sangadi terpilih direncanakan dilakukan akhir tahun ini. Hal itu dimaksudkan agar setelah dilantik sangadi terpilih bisa langsung action dengan berbagai program dan kegiatan untuk tahun 2019. “Kalau tidak akhir tahun ini, paling lambat awal Januari pelantikannya. Waktu pelantikannya kita sesuaikan dengan akhir tahun atau awal tahun, agar pertanggungjawaban APBDes 2018 yang menjadi tanggung jawab penjabat sangadi sudah diselesaikan sebelum ada serah terima jabatan,” ungkapnya.

Pilang antar waktu Da Poowa Kecil dlaksanakan pada 22 Oktober lalu. Habel Lokiman dipilih mayoritas pemilik suara yang terdiri dari perwakilan tiap unsur desa. Calon nomor urut 2 itu mendapat dukungan 28 suara. Sedangkan dua pesaingnya masing-masing hanya mendapat 15 dan 7 suara dari total 50 suara sah.

“Semua masyarakat harus mendukung sangadi terpilih, agar proses pemerintahan dan pembangunan di dalam desa bisa berjalan dengan baik. Kemudian bagi sangadi terpilih, harus merangkul semua masyarakat dan bersama membangun desa,” Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan. (ads/trz)

 

Desa Tabang Ditetapkan jadi Kampung KB

Djufri Ngandu

ZONA KOTAMOBAGU — Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, akan ditetapkan sebagai Kampung KB. Pencanangannya direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Djufri Ngandu, penetapan Desa Tabang sebagai Kampung KB berdasarkan surat edaran dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggi dan Transmigrasi (Kemendes dan PDTT). “Tinggal pencanangannya saja. Kita rencanakan akan dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian kegiatan hari ibu sekalian ada pelayanan KB dan lainnya. Yang pasti pada Bulan Desember,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan ditetapkannya Desa Tabang sebagai Kampung KB, maka Kampung KB di Kota Kotamobagu bertambah menjadi enam. Sebelumnya, telah dicanangkan Kampung KB Gogagoman, Kotobangon, Kotamobagu, Pobundayan dan Bilalang I. Penetapan Kampung KB itu katanya merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan laju angka pertumbuhan penduduk.

“Kehadiran Kampung KB ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan di bidang KB. Khusus di desa dan kelurahan yang sudah dicanangkan itu, kita harap dapat memberi efek positif terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Bulan Juli lalu, Wali Kota Tatong Bara menerima Satyalancana Pembangunan dari Presiden Joko Widodo sebagai penghargaan sebagai kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi terhadap program KB, kependudukan dan pembangunan keluarga. Sebelum itu juga, Kampung KB Kelurahan Gogagoman juga menjadi percontohan dan mewakili Sulut pada pameran poster yang dilaksanakan Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN). (ads/trz)

6.693 Anak Belum Diimunisasi MR

ZONA KOTAMOBAGU – Progres Imuniasasi Meales Rubella (MR) di Kota Kotamobagu masih sangat rendah. Data di Dinas Kesehatan (Dinkes), hingga 30 November tercatat baru 78 persen atau 23.839 anak dari target 30.532 anak yang diimunisasi. Itu artinya, masih ada 6.693 anak yang belum diimunisasi.

Pengelola Program Imunasi, Heru Damopolii, mengatakan batas waktu pelaksanaan imunisasi MR berakhir pada 15 Desember. Hal itu sesuai hasil pertemuan antara Wakil Wali Kota, Dinkes, Dinas Pendidikan, Kementrian Agama dan para camat se-Kota Kotamobagu beberapa waktu lalu. “Sampai tanggal 15 Desember progresnya paling rendah 95 persen. Ini akan kita pacu agar bisa mencapai angka tersebut,” katanya.

Untuk mencapai angka 95 persen itu, ia mengaku pihaknya sudah bekerja sama dengan instansi terkait lainnya, agar dalam pelaksanaannya di lapangan bisa berjalan lancar dan tanpa kendala. “Lima Puskesmas akan kita maksimalkan. Dan kita optimis target itu bisa terpenuhi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, ia mengaku petugas mendapati banyak kendala, seperti penolakan dari orang tua maupun pihak sekolah. “Memang banyak orang tua yang setuju anaknya diimunisasi, begitu juga dengan pihak sekolah. Tapi kita suda berkoordinasi dengan Kementrian Agama dan juga Dinas Pendidikan. Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi di lapangan,” tambahnya. (ads/trz)

Kotamobagu Dapat Kuota 30 ribu Sertifikat Bidang Tanah

Kabag Tapem bersama sejumlah sangadi saat berkunjung ke Kementrian ATR, pekan lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu mendapatkan kuota 30 ribu sertifikat bidang tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) dari Kementrian Agraria dan Tata Ruang di tahun 2019 hingga 2020 mendatang. Hal ini diutarakan Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem), Anas Tungkagi.

Menurutnya, kuota 30 ribu sertifikat bidang tanah itu ditarget tahun 2019 hingga 2020 mendatang. “Kemarin (Kamis) kita berkunjung ke Kementrian ATR untuk mempresentasekan realisasi program PTSL di Kota Kotamobagu. Dalam pertemuan itu, Bagian Humas Kementrian ATR mengungkapkan jatah sertifikat bidang tanah tahun 2019 sampai 2020 sebanyak 30 ribu,” katanya.

Kuota yang diberikan Kementrian ATR itu katanya merupakan kabar baik bagi masyarakat, terutama yang bidang tanahnya belum memiliki sertifikat. “Nantinya ini akan kita tindaklanjuti, agar ke depan semua bidang tanah di Kota Kotamobagu telah bersertifikat,” ujarnya.

Terkait realisasi program PTSL tahun ini, ia mengakui proses pendataan sudah selesai. Laporan realisasinya katanya sudah disampaikan ke Kementrian ATR. “Tahun ini kita dapat kuota 2.100 sertifikat, dan sudah selesai. Sekarang kita tinggal menunggu tindak lanjut untuk tahun depan,” tambahnya. (ads/trz)

Cegah Pencemaran, Masyarakat Diminta tak Buang Sampah di Sungai

Nasrun Gilalom

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan pengawasan semua sungai yang ada di Kota Kotamobagu. Hal itu dilakukan guna memastikan sungai yang mengalir di wilayah Kota Kotamobagu tak tercemar.

Plt Kepala DLH, Nasrun Gilalom, mengatakan terdapat enam titik aliran sungai yang menjadi fokus pengawasan, yakni sungai Upai, Kopandakan, Kobo, Sinindian, Bungko dan Osion dan Katulidan. “Setiap saat kita melakukan pengawasan dan memantau semua sungai itu, untuk memastikan tidak ada pencemaran. Dari pengawasan dilakukan, semua sungai di daerah ini tidak tercemar,” katanya.

Ia mengungkapkan, dari enam sungai tersebut, ada dua diantaranya yang memiliki limbah terbanyak, yakni Sungai Osion dan Sungai Katulidan. Namun limbah di kedua sungai itu hanya limbah rumah tangga, kotoran hewan dan sebagainya. “Hanya itu, kalau limbah kimia tidak ada,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan, Dewi Anggraini Dohi, menuturkan pihaknya rutin memantau kualitas air sungai. “Kita sudah menguji kualitas air sungai di sini. Hasilnya, semunya aman atau tidak tercemar,” tuturnya.

Namun demikian, ia mengaku pihaknya akan terus mengawasi semua aliran sungai, terutama di dua sungai yang ditemukan banyak terdapat limbah rumah tangga dan kotoran hewan. “Hasil uji baku mutu bahwa dua sungai itu limbah yang dihasilkan rumah tangga, kotoran hewan dan limbah alam lainnya. Itu yang menjadi fokus perhatian kami,” sebutnya.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai untuk tidak membuang sampah serta selalu menjaga kebersihan sungai. “Sungai bukan tempat membuang sampah. Ini harus diperhatikan agar sungai-sungai yang ada di daerah ini terhindar dari pencemaran,” imbaunya. (ads/trz)

Jaga Kamtibmas Jelang Natal

Dolly Dzulhadji

ZONA KOTAMOBAGU – Stabilitas keamanan menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota (Pemkot) jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan dberdayakan untuk ikut menjaga situasi yang aman dan damai.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dolly Dzulhadji, mengatakan pihaknya akan rutin melakukan patroli untuk memastikan situasi di lingkungan masyarakat tetap kondusif. “Ini kita lakukan untuk mencegah hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat,” katanya.

Selain itu, penyalahgunaan obat batuk cair, lem merk tertentu maupun minuman keras juga menjadi fokus perhatian pasukan penegak perda itu. “Itu perlu kita antisipasi bersama. Pencegahannya harus dilakukan sedini mungkin, karena itu semua berpotensi menggangu keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Selain intens melakukan patroli di lapangan, pihaknya selalu stand by menunggu informasi atau laporan masyarakat. Setiap ada laporan katanya akan langsung ditindaklanjuti. “Ketertiban di lingkungan masyarakat perlu kita jaga bersama. Apalagi ini sudah menjelang akhir tahun. Saudara-saudara kita umat kristiani akan merayakan natal,” tambahnya. (ads/trz)

Pemkot Peringati HUT Korpri ke-47

Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Kamis (29/11), di halaman kantor SKPD, Mogolaing. Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, bertindak sebagai inspektur pada upacara yang dihadiri para pejabat dan PNS di lingkungan Pemkot Kotamobagu.

“Korpri telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keberagaman. Jajaran Aparatur Sipil Negara telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjadi motor penting dalam pembangunan nasional,” kata Adnan, saat membacakan sambutan Presiden Joko Widodo.

Setiap anggota Korpri harus selalu memberikan yang lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dihadapkan pada perubahan sosial dan ekonomi yang sangat pesat, Aparatur Sipil Negara juga harus melakukan banyak penyesuaian untuk mengantisipasi perubahan zaman. Selain itu, semua anggota Korpri juga ditekankan untuk menjadi pilar utama pemersatu bangsa dan negara, dengan aparatur sipil negara sebagai agen perekat kebinekaannya.

“Korpri harus benar-benar memahami peta kompetisi ke depan. Tidak ada pilihan lain kecuali menuntaskan program pembangunan nasional melalui inovasi yang berlandaskan pada moralitas dan berdasar pada pancasila,” ungkap Adnan. (advertotial)

Pemdes Moyag Tampoan Segera Miliki Balai Desa Representatif

Pengerjaan bangunan balai desa Moyag Tampoan..

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag Tampoan memanfaatakan anggaran sekira Rp600 juta yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk membangun kantor desa. Pembangunannya saat ini sedang berlangsung dan dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.

“Insya allah tidak ada kendala, akhir tahun ini sudah selesai. Sekarang sementara pengecoran tiang-tiang penyangga. Setelah itu baru lanjut untuk pekerjaan lain,” kata Sekretaris Desa (Sekdes), Alfian Golonda.

Lanjutnya, pengerjaan pembangunan kantor desa tersebut melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja dan diberikan honor sebesar Rp100 ribu per orang. “Ini kita lakukan agar masyarakat bisa merasakan manfaat. Dengan begini, uang proyek tersebut juga berputar di desa ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, bangunan kantor desa yang sedang dalam perampungan itu akan sangat menunjang tugas pelayanan pemerintah desa ke masyarakat. “Setelah selesai dikerjakan akhir tahun ini, maka insya allah awal tahun depan kita sudah berkantor di situ,” tambahnya. (ads/trz)