Beranda blog Halaman 532

Besok, 396 Pelamar CPNS Ikut SKD Ulang

Sahaya Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tak mencapai nilai passing grade saat Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) beberapa waktu lalu, berkesempatan untuk memperbaiki nilainya. Bukan karena ada ujian SKD ulang lantaran fenomena gugur massal peserta CPNS, melainkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) merespon keluhan pelamar yang saat ujian lalu menemukan banyak soal yang bermasalah. Keluhan pelamar itu dituangkan dalam berita acara dan disampaikan pengawas ke BKN.

Pelaksanaan SKD ulang ini sesuai pengumuman Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) nomor 800/BKPP-KK/XI/518/2018 tentang pelaksanaan seleksi kembali SKD CPNS Tahun 2018.

Menurut Kepala BKPP,  Sahaya Mokoginta, tidak semua pelamar CPNS yang terdaftar sebagai peserta SKD yang dilakanakan beberapa waktu lalu, berkesempatan mengikuti SKD ulang. Katanya, hanya ada 396 dari jumlah 861 total pelamar sebelumnya yang akan mengikuti SKD ulang. “Nama-nama ini dikeluarkan oleh BKN berdasarkan berita acara yang disampaikan ke pengawas pasca ujian lalu. Untuk Kota Kotamobagu hanya 396 peserta,” kata Sahaya.

Ia mengungkapkan, nilai SKD yang digunakan sebagai dasar penetapan hasil seleksi adalah hasil SKD yang terakhir dilaksanakan. “Jika hasil SKD semula nilainya lebih tinggi, maka nilai yang digunakan adalah hasil SKD yang terakhir,” ungkapnya.

Lanjutnya, pelaksanaan SKD ulang akan dilaksanakan dalam dua sesi. Tempat pelaksanaannya di Kantor BKN Regional XI Manado, Minggu (18/1) besok. “Pelamar yang tidak memanfaatkan kesempatan mengikuti SKD pada waktu yang ditentukan (besok) dengan alasan apapun, maka tidak diberi kesempatan lagi mengikuti SKD. Kemudian untuk nilai yang akan digunakan sebagai dasar penetapan akhir adalah nila SKD sebelumnya,” ujarnya.

Pelaksanaan SKD ulang ini disambut baik para pelamar.  Kesempatan itu menurut mereka akan dimanfaatkan sebaik mungkin agar bisa mencapai nilai passing grade yang ditentukan. “Boleh dibilang ini adalah kesempatan kedua. Insya allah saya bisa mendapatkan hasil yang memuaskan,” sebut salah satu pelamar yang meminta namanya tak disebutkan. (ads/trz)

Dua Kader PKK Kotamobagu Terima Penghargaan Adhi Bakti dari Istri Gubernur

Ketua dan pengurus PKK Kotamobagu foto bersama usai kegiatan.

ZONA KOTAMOBAGU – Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Anki Taurina Makoginta, dan jajarannya mengikuti kegiatan temu kader perempuan se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), di Kantor Gubernur Sulut, Manado, Jumat (16/11).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kehidupan berkoperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan,” katanya.

Ada berbagai lomba yang dilaksanakan pada kegiatan itu, seperti cerdas cermat dan yel-yel serta devile yang dari para peserta yang berasal dari kabupaten dan kota se-Sulut. “Kita (TP PKK Kota Kotamobagu) mengutus 38 orang untuk mengikuti berbagai lomba,” ujarnya.

Kegiatan yang dibuka Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, itu juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan adhi bakti 10 tahun tingkat Provinsi Sulut kepada dua kader PKK Kota Kotamobagu, yakni Samsia Mokolanut Tegela dan Mariana Kobandaha Damopolii. (ads/trz)

Cegah Banjir, Warga Diminta tak Buang Sampah di Sungai

Refly Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Masyarakat khususnya yang tinggal di dekat aliran sungai diminta untuk selalu mewaspadai ancaman banjir. Pasalnya, beberapa hari terakhir Kota Kotamobagu selalu diguyur hujan.

“Jika sedang hujan dan melihat debit air sudah mulai naik, maka sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Begitu juga dengan anak-anak, jangan biarkan mereka bermain di dekat sungai terlebih saat sedang hujan. Ini harus jadi perhatian kita guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Refly Mokoginta.

Ia mengungkapkan, banjir merupakan salah satu ancaman bencana bagi masyarakat khususnya di beberapa wilayah di Kota Kotamobagu, seperti Kelurahan Kotobangon, Mongkonai, Gogagoman dan Mogolaing. “Bencana alam yang paling dominan terjadi adalah banjir. Ada beberapa kejadian sepanjang tahun ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pemkot sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi banjir. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan normalisasi sungai. “Yang terpenting juga dan harus jadi perhatian masyarakat adalah tidak membuang sampah di sungai, karena itu bisa menjadi salah satu penyebab terjadi banjir,” ujarnya.

Selain banjir, ancaman bencana longsor serta pohon tumbang juga harus diwaspadai di saat musim hujan seperti saat ini. Beberapa wilayah khususnya di Kecamatan Kotamobagu Utara yang paling rawan dengan ancaman bencana tersebut. (ads/trz)

14 KIM Diajari Cara Menulis Berita

Peserta sosialisasi dan pemberdayaan KIM mendapatkan materi soal dasar-dasar jurnalistik.

ZONA KOTAMOBAGU – 14 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dibekali ilmu jurnalistik melalui sosialisasi dan pemberdayaan KIM yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Dengan menggandeng wartawan yang bertugas meliput di Kota Kotamobagu sebagai pemateri, KIM diajari teknik dasar menulis berita.

“Dasar-dasar jurnalistik sangat penting untuk diketahui dalam menulis atau menyajikan informasi. Apalagi informasi itu akan dimuat di website masing-masing KIM,” kata pemateri, Niko Paat.

Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komunikasi Publik (SIKP), Fahri Damopolii, mengungkapkan materi soal jurnalistik yang diberikan ke peserta lebih dititikberatkan pada jenis-jenis berita. “KIM harus menguasi materi hingga prakteknya, agar nantinya informasi yang disajikan melalui website bisa terarah dan dimengerti oleh masyarakat atau pembaca,” ungkapnya.

Lanjutnya, materi dasar-dasar jurnalistik sangat penting bagi anggota KIM dalam rangka menyampaikan informasi melalui website masing-masing. “Kita harap materi yang didapat melalui kegiatan ini bisa diterapkan di lapangan nanti,” ujarnya.

Selain materi soal dasar-dasar jurnalistik tersebut, para anggota KIM sebelumnya juga sudah diberi berbagai materi seperti program inovasi desa dan kelurahan, internet sehat, pemanfaatan website sebagai media promosi dan publikasi, pemanfaatan saluran komunikasi elektronik, jurnalisme warga hingga design dan pembuatan blog. (ads/trz)

Wawali Tampung Asmara Lewat Mobile Government

ZONA KOTAMOBAGU – Agenda mobile goverment yang dilakukan Wakil Walikota (Wawali), Nayodo Koerniawan, dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kecamatan Kotamobagu Selatan, telah berakhir. Dari kegiatan yang dilakukan itu, wawali menerima banyak aspirasi masyarakat (asmara) serta mendapati berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Persoalan-persoalan itu katanya sudah ditampung untuk ditindaklanjuti.

“Kita harus turun sampai ke tingkatan bawah (desa dan kelurahan) untuk mengetahui apa saja keluhan masyarakat. Setelah itu kita inventarisir dan selanjutnya dicarikan solusinya bersama-sama,” katanya.

Setelah di Kecamatan Kotamobagu Selatan, kegiatan dalam rangka belanja masalah itu akan dilanjutkan di wilayah Kecamatan Kotamobagu Barat. “Sebenarnya sudah mulai di Kecamatan Kotamobagu Barat, tapi karena ada agenda pemerintahan yang tak kalah pentingnya, sehingga masih ditunda. Rencananya Hari Jumat (pekan ini) kita di enam kelurahan di Kotamobagu Barat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, mobile government tersebut akan terus dilakukan hingga beberapa waktu ke depan. Setelah di semua desa dan kelurahan, katanya ia bersama jajaran SKPD juga akan turun ke tiap kecamatan dengan agenda yang sama. “Kita harus turun ke lapangan, tidak bisa hanya menganalisa saja karena tidak akan dapat permasalahannya,” ungkapnya.

Sebelum mobile government ke desa dan kelurahan, wawali juga sudah ‘naik-turun’ SKPD untuk melihat langsung aktivitas sekaligus mengevaluasi program yang sudah dan belum dilaksanakan di tiap satuan kerja. “Nantinya hasil yang kita dapatkan itu akan menjadi bahan evaluasi kedepannya,” tambahnya. (ads/trz)

Pemkot Uji Publik Ranperda Penyelenggaraan Kota Layak Anak

Suasana kegiatan uji publik Ranperda tentang penyelenggaraan kota layak anak.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar uji publik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyelenggaraan kota layak anak (KLA), Rabu (14/11), di Restoran Lembah Bening Kelurahan Sinindian.

Wali Kota, Tatong Bara, yang membuka kegiatan itu mengatakan perlindungan anak menjadi hal yang utama dan terutama. Oleh karena itu, menurut wali kota perlu ada upaya dari semua pihak untuk menyiapkan generasi penerus yang lebih unggul di kemudian hari.

“Dari sisi perundang-undangan sudah ada, namun untuk Perda-nya yang saat ini sementara dirampungkan. Untuk itu saya harap semua yang hadir pada uji publik ini dapat memberikan saran serta masukan atas Ranperda penyelenggaraan kota layak anak, sehingga nantinya akan dapat melahirkan sebuah payung hukum yang kuat dalam penyelenggaraan kota layak anak,” kata wali kota.

Pada kesempatan itu, wali kota juga meminta para lurah dan sangadi bersama seluruh perangkatnya untuk terus memberikan dukungan terhadap perlindungan anak dari berbagai tindakan kekerasan dan diskriminasi serta upaya pemenuhan hak anak. “Saya juga akan membuat 21 Indikator di setiap desa dan kelurahan, yang harus dapat diselesaikan oleh para lurah dan dangadi. Indikator itu adalah tidak adanya tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta kewajiban pajak,” ujar wali kota. (ads/trz)

Relawan PATBM Dikukuhkan

Suasana pengukuhan relawan PATBM.

ZONA KOTAMOBAGU – Asisten I Nasrun Gilalom mewakili Wali Kota Tatong Bara mengukuhkan relawan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang ada di 9 desa dan kelurahan. Pengukuhan itu dilakukan disela kegiatan uji publik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak, Rabu (14/11) di Restoran Lembah Bening.

“Saya yakin dan percaya, relawan yang dikukuhkan hari ini (kemarin, red) dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” kata Nasrun.

Ia mengungkapkan, pembentukan relawan PATBM di desa dan kelurahan itu adalah untuk menguatkan kapasitas masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan tindakan diskriminatif terhadap anak. “Tugas dari relawan PATBM ini adalah memberi informasi, sosialisasi dan pendidikan tentang norma dan praktik budaya menerima, membenarkan atau mengabaikan kekerasan. Ini juga menjadi salah upaya membangun sistem pada tingkat komunitas dan keluarga untuk pengasuhan yang mendukung relasi yang aman untuk mencegah kekerasan, serta meningkatkan keterampilan hidup dan ketahanan sejak dini pada anak dalam mencegah kekerasan,” ungkapnya.

Relawan PATBM yang dikukuhkan adalah di Kelurahan Motoboi Kecil, Genggulang, Pobundayan, Upai, Biga, Matali, Desa Poyowa Besar, Bungko dan Moyag Todulan. Usai pengukuhan relawan PATBM itu, dilaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dengan Pos Bantuan Hukum dan Advokat Indonesia (Posbakumadin) Sulawesi Utara (Sulut) tentang penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang. (ads/trz)

Aplikasi Edupatrol Permudah Pengawasan Siswa di Sekolah

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah sukses dengan berbagai aplikasi layanan publik dan layanan pemerintahan, Pemerintah Kota (Pemkot) kini sedang merancang Aplikasi Edupatrol atau Education Parental Control. Aplikasi tersebut akan digunakan untuk memudahkan pengawasan siswa di sekolah serta kinerja pegawai yang ada di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Menurut Wali Kota Tatong Bara, aplikasi tersebut akan memudahkan orang tua dalam mengawasi anaknya di sekolah. Demikian juga dengan aktivitas di tiap SKPD yang akan terpantau lewat aplikasi Edupatrol. “Dengan aplikasi ini, orang tua dapat mengontrol perkembangan maupun keberadaan siswa, baik jam masuk dan pulang sekolah, mata pelajaran di kelas maupun hasil ujian. Aplikasi ini juga bisa dengan mudah digunakan lewat telepon seluler,” katanya, usai pertemuan dengan PT BNI Persero Tbk Cabang Kotamobagu yang akan bekerja sama dalam implementasi penerapan aplikasi tersebut, Selasa (13/11)

Lanjutnya, penggunaan aplikasi tersebut akan dimulai Tahun 2019 mendatang. “Para siswa nantinya akan menggunakan smart card sebagai akses masuk gerbang sekolah dan ruang kelas belajar. Tahap awal ini akan diterapkan di SD Negeri 2 Kotamobagu dan SMP Negeri 4 Kotamobagu, termasuk salah satu kantor SKPD,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Data Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rudy Yuanto Uno, mengungkapkan pihaknya akan segera mensurvey, sekaligus menghitung dan mendata kebutuhan infrastruktur sekolah-sekolah dan SKPD yang akan dijadikan percontohan penggunaan aplikasi tersebut. (ads/trz)

14 KIM Dilatih Cara Pemanfaatan Teknologi Informasi

Wali Kota, Tatong Bara, memberi sambutan pada sosialisasi dan pemberdayaan KIM yang dilaksanakan Dinas Kominfo.

ZONA KOTAMOBAGU — 14 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) mengikuti sosialisasi dan pemberdayaan yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Selasa (13/11), di Aula Rumah Dinas Wali Kota.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komuniasi Publik, Fahri Damopolii, menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan dan keterampilan KIM dalam pengelolaan dan pemberdayaan informasi, serta mendorong berkembangnya motivasi masyarakat untuk berpatisipasi aktif dalam penyelenggaraan pembangunan. Kegiatan itu juga katanya mampu meningkatkan kemampuan KIM dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta membangun kemitraan dan sinergitas antara pemerintah daerah dan KIM dalam pembangunan daerah.

“Kita sudah membentuk 14 KIM yang tersebar di tiga desa dan sebelas kelurahan,” katanya.

Ia mengungkapkan, selain sebagai wahana informasi, KIM juga berperan sebagai media pusat pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. “Ini juga sejalan dengan visi misi walikota dan wakil walikota menjadikan Kota Kotamobagu sebagai smart city di tahun 2021,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Tatong Bara, mengharapkan KIM yang telah dibentuk di 14 desa dan kelurahan itu bisa mendorong peningkatan ekonomi serta mengedukasi masyarakat dalam memperoleh informasi pelayanan hingga pembangunan daerah. “Kita sudah memiliki data center, command center, aplikasi penunjang pelayanan publik dan KIM. Saya harap ini dapat berjalan baik sehingga masyarakat mendapat manfaat dari KIM ini,” harap walikota. (ads/trz)

3 Triwulan, 5 Puskesmas Sumbang 2,2 miliar PAD

Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pendapatan dana kapitasi JKN ditarget sebesar Rp3,2 miliar. Besaran target tersebut dibagi ke lima Puskesmas yang ada sesuai potensi di wilayah masing-masing.

Puskesmas Motoboi Kecil mendapat target sebesar Rp1,4 miliar, Puskesmas Gogagoman diberi target Rp1,0 miliar, kemudian Puskesmas Kotobangon ditargetkan Rp391 juta. Sedangkan untuk Puskesmas Upai dan Bilalang target yang diberikan masing-masing Rp127 juta dan Rp253 juta. Realisasi semua Puskesmas tersebut rata-rata telah berada di atas angka 60 persen.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Devi Ch Lala, target PAD sektor tersebut terus diupayakan agar bisa maksimal hingga akhir tahun anggaran. Angka Rp2,2 miliar atau 69,58 persen yang terealisasi hingga akhir triwulan III lalu akan terus ditingkatkan. “Tiap Puskesmas kita dorong untuk terus meningkatkan realiasi target PAD-nya masing-masing. Kita yakin sampai akhir tahun angkanya akan terus bertambah dan maksimal,” katanya.

Selain dari sektor pendapatan dana kapitasi JKN, ia mengaku pihaknya juga terus memaksimalkan PAD dari sektor pelayanan kesehatan Puskesmas yang ditargetkan sebesar Rp451 juta, serta JKN non kapitasi. “Untuk retribusi pelayanan kesehatan Puskesmas realisasinya 203 juta. Kemudian untuk JKN non kapitasi yang masuk sudah 254 juta. Dua sektor ini juga kita yakin akan terus bertambah sampai akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Diterangkannya, secara keseluruhan target Dinas Kesehatan sebesar Rp3,7 miliar dengan realisasi Rp2,7 miliar atau 73,47 persen hingga akhir trilwuan III lalu. Meski terbilng cukup besar, namun target tersebut diyakini akan maksimalkan sebelum berakhir tahun anggaran. “Semua potensi yang ada terus kita maksimalkan agar target PAD bisa kita capai,” tambahnya. (ads/trz)