Beranda blog Halaman 536

Diikuti Tiga Calon, Pilsang Antar Waktu Desa Poyowa Kecil Digelar Pekan Depan

Foto bersama para calon sangadi usai pengundian nomor urut beberapa hari lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemilihan Sangadi (Pilsang) antar waktu Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, akan dilaksanakan pada 22 Oktober mendatang. Saat ini panitia pelaksana terus mematangkan persiapan.

“Kita tinggal menunggu hari H pemungutan suara. Pada intinya semua sudah siap, tinggal pelaksanaannya saja,” kata Ketua Panitia Pilsang, Ardin Paputungan.

Ia menjelaskan, Pilsang antar waktu itu akan diikuti tiga calon, masing-masing Olii Asiking nomor urut 1, Habel Lokiman nomor urut 2 dan Doli Sugeha nomor urut 3. Ketiga calon tersebut terpilih setelah mengikuti tes tertulis. “Jumlah pendaftar ada tujuh orang, jadi dilaksanakan tes tertulis untuk menentukan tiga orang. Karena syaratnya peserta paling banyak tiga orang dan paling sedikit dua orang,” jelasnya.

Pilsang antar waktu di Desa Poyowa Kecil itu adalah yang kedua kalinya dilaksanakan di Kota Kotamobagu. Tahun sebelumnya, Pilsang antar waktu juga digelar di Desa Tabang. Mekanisme pemilihan sangadi berbeda dengan Pilsang pada umumnya, sebab hanya dipilih oleh tiga orang perwakilan dari tiap unsur desa, seperti perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda dan unsur lainnya.

 “Ada tujuh belas unsur di desa, dan setiap unsur hanya diwakili tiga orang. Untuk penentuan tiga orang perwakilan tiap unsur itu akan dilakukan pengundian. Jadi hanya lima puluh satu orang yang punya hak pilih sebagai perwakilan dari masing-masing unsur desa,” terangnya.

Setelah pemungutan suara pada 22 Oktober, akan langsung dilanjutkan dengan penghitungan suara dan penetapan calon terpilih. Selanjutnya panitia akan menyampaikan laporan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Nanti BPD yang menyerahkan ke Pemerintah Kota Kotamobagu melalui camat untuk penerbitan SK. Insya allah Bulan Desember pelantikan sangadi terpilih,” tambahnya. (ads/trz)

Permintaan Tinggi, Stok Premium di SPBU Kurang

Antrian kendaraan roda dua hingga ke luar area SPBU Moyag untuk mengisi premium.

ZONA KOTAMOBAGU – Antrian panjang kendaraan selalu terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Moyag dan Matali, khususnya di pagi hari. Kendaraan yang mengantri itu untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

“Di Kotamobagu ini ada lima SPBU, tapi yang ada premium hanya di sini (Moyag) dan Matali. Tiga SPBU lain hanya pertalite dan pertamax saja. Jadi jangan heran kalau antrian kendaraan untuk mengisi premium selalu panjang,” kata Arman Mokoagow, warga Kelurahan Biga.

Ia mengaku, untuk mendapatkan premium pengendara harus datang mengantri di depan SPBU sejak pagi hari. “Kalau tidak mau mengantri terpaksa harus mengisi di depot (eceran). Harganya sudah lebih mahal dibandingkan di SPBU,” sebut pengendara bentor itu.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan, Alfian Hasan, mengungkapkan stok BBM yang dipasok setiap hari di tiap SPBU sebanyak 8.000 liter. Jumlah itu kebutuhan konsumsi BMM kendaraan. “Sejauh ini tidak ada kelangkaan BBM, baik itu premium, pertalite dan juga pertamax. Kita terus memantau ketersediaan stok sekaligus mengawasi semua SPBU,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua SPBU untuk menyediakan premium. Namun ada SPBU yang tak bisa menyanggupinya karena berbagai pertimbangan. “Yang selalu ada premium memang hanya di Moyag dan Matali. Kalau di Kotobangon untuk sementara belum, karena ada kendala teknis mungkin di bak penampungan. Kemudian di Pontodon sering ada, tapi juga sering kali juga tidak ada. Untuk di Mongkonai tidak ada sama sekali karena alasan mereka lokasi SPBU itu ada di jalan trans dan rawan kecelakaan kalau ada antrian panjang kendaraan. Jadi ketersediaan premium ini tergantung dari permintaan SPBU itu sendiri.  Padahal kalau semua ada premium pasti antrian kendaraan tidak akan terlihat lagi, karena kendaraan terbagi di semua SPBU,” ujarnya. (ads/gito)

RSUD Kotamobagu Butuh Dokter Spesialis

Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Kebutuhan dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sepertinya belum bisa terpenuhi tahun ini. Pasalnya, 30 formasi khusus tenaga dokter spesialis pada rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini tak terisi semua. Hingga hari terakhir tahapan pendaftaran pada Senin (15/10), hanya ada satu pelamar pada formasi dokter spesialis anak. Itupun jumlah pelamar dan kuota belum sesuai karena yang dibutuhkan tiga, sementara yang mendaftar hanya satu orang.

Minimnya jumlah pelamar khusus tenaga dokter spesialis itu memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) harus mencari alternatif lain, agar kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit bisa segera terpenuhi. Apalagi, rumah sakit milik Pemkot yang berlokasi di Kelurahan Pobundayan itu dipersiapkan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Bolmong Raya dan daerah sekitar lainnya.

Humas RSUD, Gunawan Ijom, mengatakan dokter spesialis sangat dibutuhkan dalam menunjang operasional RSUD. “Ini akan sangat berpengaruh. Kita sekarang sangat membutuhkan tenaga dokter spesialis. Kedepan kita fikirkan lagi seperti apa supaya dokter spesisialis ada di sini, dengan mengusulkan ke kementrian kesehatan untuk mendatangkan dokter melalui program WKDS (Wajib Kerja Dokter Spesialis),” katanya.

Ia menjelaskan, dokter spesialis yang ada di RSUD saat ini berjumlah 13 orang, yang terdiri dari dokter spesialis kandungan dua orang, dokter anastesi satu orang, dokter spesialis penyakit dalam satu orang, dokter spesialis anastesi satu orang, dokter spesialis anak satu orang, dokter spesialis bedah satu orang, dokter spesialis mata dua orang, dokter spesialis jantung satu orang dan dokter spesialis syaraf satu orang. Dari jumlah itu, hanya empat orang  yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sedangkan sembilan lainnya berstatus kontrak. “Dokter spesialis sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan. Kemudian ketersediaan dokter spesialis juga menjadi salah satu syarat kenaikan kelas atau tipe sebuah rumah sakit,” ujarnya. (ads/trz)

Nayodo Minta SKPD Tingkatkan Pelayanan Publik

Wakil Walikota saat memberi sambutan pada asesmen unit pengelolaan pengaduan pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, di Aula Rumah Dinas Walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Walikota, Nayodo Koerniawan, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada pelaksanaan kegiatan kunjungan asesmen unit pengelolaan pengaduan pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Kamis (18/10), di Aula Rumah Dinas Walikota.

“Mari kita semua terus meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat Kota Kotamobagu, dengan lebih cepat dan efisien,” Imbau Nayodo.

Pada kesempataan itu, Nayodo juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) telah memiliki aplikasi untuk pengaduan masyarakat, yakni Aplikasi Sistem Informasi Keluhan Masyarakat atau Sikemas, “Dengan adanya aplikasi Sikemas, maka berbagai masukan serta keluhan dari masyarakat, akan dapat ditangani, serta dapat ditindaklajuti dengan lebih cepat sehingga secara tidak langsung juga akan dapat ikut meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Nayodo. (ads/trz)

Pelamar CPNS Wajib Tahu, Ini Jadwal dan Syarat Pengambilan Pengambilan Kartu Peserta Ujian

ZONA KOTAMOBAGU – Pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada Minggu (21/10). Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, terlebih dahulu harus mengambil kartu peserta ujian sebelum syarat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Jadwal pengambilan kartu sudah ditetapkan selama dua hari, yakni; Kamis (25/10) mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita, serta Jumat (26/10) pukul 08.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita. Hal itu sesuai pengumuman Panitia Pelaksana CPNSD Tahun 2018 nomor: II/813/TIMSEL-CPNSD/X/2018 tentang ketentuan pengambilan kartu peserta ujian Computer Assisted Test (CAT) CPNS. Dalam surat edaran itu, tegaskan bahwa pelamar yang tidak mengambil kartu peserta ujian dinyatakan gugur.

“Pengambilan kartu peserta ujian tidak boleh diwakilkan. Kemudian saat datang mengambil kartu, pelamar harus membawa KTP asli, ijazah dan transkrip nilai, ijazah (S1 farmasi + apoteker, S1 keperawatan + ners, profesi dokter + dokter spesialis). Kalau tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen itu, maka kartunya tak bisa diberikan,” kata Sekretaris Panitia Pelaksana CPNSD 2018, Sahaya Mokoginta, melalui pengumuman tersebut. (ads/trz)

 

Pantau Kinerja Pegawai, Wawali Kunjungi SKPD

Wakil Walikota, Nayodo Koerniawan, saat berada di Dinas Pertanian.

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Walikota, Nayodo Koerniawan, mengunjungi empat SKPD, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Pertanian serta Badan Ketahan Pangan (BKP), Rabu (17/10). Hal itu dilakukan untuk memastikan semua aparatur bekerja sekaligus mengetahui program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh tiap SKPD.

“Kunjungan ini bagian dari silaturahmi dengan semua pegawai yang ada ditiap SKPD. Dengan begini, juga kita bisa mengetahui program dan kegiatan apa yang sudah dan belum dilaksanakan oleh tiap SKPD,” kata Wawali.

Disela kunjungan itu, Wawali juga menekankan semua SKPD khususnya yang mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk terus memaksimalkan semua potensi yang ada, seperti sewa alat berat di Dinas PUPR, retribusi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Dinas PRKP dan sebagainya. “PAD harus terus ditingkatkan. Caranya adalah memaksimalkan semua potensi yang ada,” ujarnya. (ads/trz)

Realisasi PBB-P2 Desa Moyag dan Sia Belum 1 persen

Ilmar Rusman

ZONA KOTAMOBAGU – Realisasi Pajak Bumi Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) masih minim. Data di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), hingga 8 Oktober atau pekan pertama di triwulan IV realisasinya baru mencapai 51,07 persen atau Rp1.481.499.419 dari target Rp2.901.159.209. Itu artinya, masih ada Rp1.419.659.790 yang harus dicari 33 desa dan kelurahan dalam waktu kurang dari tiga bulan ini.

Dari semua desa dan kelurahan, hanya satu desa yang realisasinya sudah berada di atas angka 80 persen, yakni Desa Kobo Kecil dengan realisasi Rp63,4 juta atau 81,95 persen dari target Rp77,3 juta. Di bawah Desa Kobo Kecil, ada Desa Pontodon Timur, Bilalang I, Poyowa Besar I dan Kopandakan I yang realisasinya berada di atas angka 70 persen. Sedangkan desa dan kelurahan lainnya, rata-rata realisasinya baru 50 persen. Selain itu, ada juga tiga desa yang realisasinya di bawah 20 persen, yaitu Desa Moyag Tampoan 13,76 persen, Moyag 0,95 persen dan Sia’ 0,94 persen.

Kepala Bidang Penagihan, Ilmar Rusman, mengungkapkan penagihan PBB-P2 dilakukan perangkat desa dan kelurahan masing-masing. “Hasil evaluasi kami, yang menjadi kendala dalam penagihan adalah petugas tidak sempat menemui wajib pajak. Ketika petugas datang ke rumah, wajib pajaknya selalu tidak ada di tempat,” katanya.

Meski secara keseluruhan realisasinya masih minim, namun ia optimis angka-angka tersebut akan naik signifikan sebelum tutup buku tahun anggaran pada 31 Desember mendatang. “Biasanya akan maksimal di akhir tahun,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengimbau pemerintah desa dan kelurahan untuk lebih memaksimalkan penagihan di lapangan tanpa harus menunggu akhir tahun. “Harus dipacu lagi, apalagi ini sudah triwulan empat. Kita harap ini jadi perhatian pemerintah desa dan kelurahan,” imbaunya. (ads/trz)

 

Tim Relawan Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Sulteng

Refly Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Tim relawan yang dikirim Pemerintah Kota (Pemkot) ke Sulawesi Tengah (Sulteng) telah tiba di Kota Kotamobagu setelah menyelesaikan misi kemanusiaan di daerah yang terdampak bencana gempa dan tsunami.

“Alhamdulillah kami tiba tadi pagi (kemarin, red) dalam keadaan sehat dan selamat wal afiat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Refly Mokoginta, yang tergabung dalam tim relawan.

Ia menjelaskan, selama berada di Sulteng tim relawan Pemkot Kotamobagu mendatangi sepuluh titik Posko Pengungsian dan memberikan bantuan yang dibawa dari Kota Kotamobagu. “Mereka (pengungsi) sangat berterima kasih atas bantuan yang kita berikan itu. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita terutama kebutuhan makan dan minum, perlengkapan mandi dan mencuci, pakaian dan selimut. Mudah-mudahan bantuan yang kita berikan bisa bermanfaat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pemulihan Kota Palu dan daerah sekitar lainnya pasca bencana gempa dan tsunami membutuhkan waktu yang cukup lama dan dengan anggaran yang besar. “Kita sempat berkunjung ke daerah-daerah yang terdampak bencana. Ada beberapa titik yang paling parah, seperti Petobo, Balaroa, Mamboro, Jono Oge dan lainnya. Di lokasi-lokasi itu bangunan rumahnya hancur dan tak layak dihuni lagi. Begitu juga dengan aktivitas pemerintahan, semuanya lumpuh karena bangunan pemerintah rusak terdampak bencana,” ujarnya. (ads/trz)

Air Panas Mobuya Potensi jadi Tempat Wisata Permandian

Lokasi air panas mobuya di Desa Bilalang I

ZONA KOTAMOBAGU – Air Panas Mobuya menjadi salah satu potensi wisata alam yang ada di Kota Kotamobagu. Berada di Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, air panas tersebut menjanjikan untuk dikembangkan sebagai pusat wisata permandian air panas.

Menurut penuturan warga setempat, air panas itu dulunya sebagai tempat permandian warga sekitar. Namun seiring berjalannya waktu, tempat tersebut mulai ditinggalkan lantaran rata-rata warga telah memilik tempat permandian di rumah sendiri. “Kalau dulu masih terawat, tapi sekarang tidak lagi karena pada umumnya warga di sini sudah punya tempat mandi di rumah,” kata Herlina Mokoginta, warga setempat.

Ia mengungkapkan, air panas tersebut berada tak jauh dari pemukiman warga. Jaraknya berkisar satu kilo meter dengan melewati pinggiran sungai. Selain menjadi tempat permandian pada jaman dahulu, air panas itu juga dipecaya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit. “Orang-orang dahulu yang punya penyakit kulit hanya mandi di situ bisa sembuh,” ungkap Ketua RT 8 itu.

Untuk pengembangannya, ia mengaku Pemerintah Desa (Pemdes) berencana merehab dan menata sarana penunjang di lokasi air panas itu. “Dari Provinsi juga sudah pernah datang meninjau. Rencananya itu akan dikembangkan sebagai objek wisata di Kotamobagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Sangadi Bilalang I Badaria Mokoginta, mengungkapkan pemerintah desa akan mengembangkan Air Panas Mobuya bersama objek wisata alam lainnya yang ada di desa tersebut. Namun untuk pengembangannya akan dilakukan secara bertahap. “Untuk tahun ini kita masih terfokus pada pembangunan infrastruktur di dalam desa serta program pengentasan kemiskinan. Kita rencanakan tahun depan akan kita kembangkan dengan anggaran melalui Dana Desa. Itu butuh anggaran besar sehingga kita juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait,” ungkapnya. (ads/trz)

Ini Jumlah Pelamar CPNS yang Sudah Memasukan Berkas ke BKPP

ZONA KOTAMOBAGU — Pemasukan berkas fisik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibuka hingga Jumat (19/10) pukul 11.00 Wita. Itu artinya, masih ada kesempatan bagi pelamar khususnya yang belum memasukan berkas untuk segera memasukannya ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

“Pendaftaran via online hanya sampai sebentar pukul 23.59 Wita. Tapi untuk pemasukan berkas sampai tanggal 19 (Hari Jumat),” kata Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Kompetensi BKPP, Faisal Pobela.

Ia menjelaskan, sejak hari pertama hingga Senin (15/10), pihaknya sudah menerima 1.148 berkas yang terdiri dari 600 berkas tenaga guru, 448 berkas tenaga kesehatan dan 100 berkas tenaga teknis. Jumlah tersebut katanya memungkinkan akan bertambah dengan melihat waktu yang masih tersisa beberapa hari lagi. “Tiap hari ada petugas dari kantor pos yang membawa berkas ke sini. Itu (berkas) yang dikirim pelamar dari luar daerah via kantor pos. Kita masih menunggu sampai hari terakhir,” ujarnya.

Informasi didapat, hingga pukul 12.00 Wita siang tadi, pelamar yang sudah mendaftar melalui portal sscn.bkn.go.id sebanyak 1.235 orang, dengan rincian tenaga guru 645 orang, kesehatan 468 orang dan teknis 122 orang. (ads/trz)