Beranda blog Halaman 539

SKPD Diminta Maksimalkan Potensi PAD

ZONA KOTAMOBAGU – Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta untuk memaksimalkan semua potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini ditekankan Wakil Walikota, Nayodo Koerniawan, saat rapat evaluasi potensi PAD Tahun 2019, di Aula Rumah Dinas Walikota, kemarin.

Menurut Nayodo, tiga bulan terakhir tahun anggaran 2018 ini harus dimanfaatkan tiap SKPD khususnya yang mengelola PAD untuk menginventarisir semua potensi untuk dimaksimalkan di tahun 2019. “PAD harus ditingkatkan. Caranya adalah memaksimalkan setiap potensi yang ada. Data semua potensi, agar targetnya bisa terukur,” kata Nayodo.

Selain itu, Nayodo juga meminta kerja sama lintas SKPD dalam rangka meningkatkan PAD di semua sektor. “Sinergitas antar SKPD itu penting. Kita harus saling mengisi, agar semua bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Beberapa SKPD mulai menggarap potensi PAD yang selama ini belum terkelola maksimal. Dinas Perhubungan (Dishub) misalnya. Area parkir rumah sakit mulai dikelolah dengan memasang portal parkir elektronik. Hal itu dimaksudkan untuk menggenjot PAD dari sektor perparkiran. Selain Dishub, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) juga sedang memaksimalkan potensi PAD dari dua Rusunawa yang ada di Kelurahan Pobundayan dan Gogagoman. Kehadiran dua Rusunawa itu diyakini akan mampu mengatrol PAD di Dinas PRKP.

Tahun ini, PAD ditargetkan sebesar Rp56,2 miliar. Target itu dibagi di 10 SKPD yang besarannya disesuaikan dengan potensi masing-masing. Ke-10 SKPD yang bertarget PAD adalah; Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), UPTD Rumah Sakit, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perindagkop dan UKM, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas PRKP dan Dinas Satpol PP. (ads/trz)

Ini Jumlah Sementara Pelamar CPNS dan Formasi Yang Paling Diminati

ZONA KOTAMOBAGU – Calon pelamar yang berencana mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Kotamobagu, diminta untuk segera memasukkan berkas ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setelah berhasil menyelesaikan pendaftaran secara online.

“Kalau sudah menyelesaikan pendaftaran langsung memasukkan fisik berkas ke BKPP, agar kia bisa memonitor jumlah calon pelamar yang akan ikut seleksi di sini,” kata Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

Ia mengungkapkan, saat ini baru sedikit calon pelamar yang telah menyelesaikan proses pendaftaran via online menyerahkan fisik berkas ke BKPP. “Tiap hari ada yang datang menyerahkan berkas. Jadi jumlahnya tiap hari terus bertambah,” ungkapnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Faisal Pobela, menjelaskan hingga hari ke-sembilan pendaftaran CPNS dibuka, sudah ada 253 pelamar yang terdaftar di website BKN. Dari jumlah itu, katanya baru sebagian kecil yang memasukkan berkas ke BKPP. “Baru 78 berkas yang masuk. Kita tetap menunggu calon pelamar datang menyerahkan berkas, karena dari situ bisa dilihat keseriusannya,” jelasnya.

Lanjutnya, darijumlah pelamar yang telah mendaftar via online paling banyak mendaftar pada formasi tenaga kesehatan dan guru. Sedangkan tenaga teknis tercatat baru dua orang. “Jumlah pendaftar ini pasti akan bertambah lagi, karena pendaftaran masih diperpanjang sampai tanggal 15 Oktober,” ujarnya. (ads/trz)

 

Desa Didorong Manfaatkan Potensi Lewat BUMDes

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag Tampoan memaksimalkan potensi pertanian di desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal itu dimaksudkan Hal ini disampaikan Sangadi, Halidun Tunggil.

Menurutnya, mayoritas masyarakat di desanya berporfesi sebagai petani. Oleh karena itu, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas yang akan dikembangkan lewat BUMDes. “Di Desa Moyag Tampoan ada petani jagung, padi, kelapa dan lainnya. Ini akan kita kembangkan dengan memberi kemudahan bagi petani untuk mendapatkan pupuk maupun alat-alat pertanian. Itu akan kita siapkan lewat BUMDes,” katanya.

Ia mengungkapkan, modal usaha pada BUMDes direncanakan sebesar Rp350 juta. Anggaran tersebut diperuntukkan pada pengadaan pupuk, alat-alat pertanian dan kebutuhan petani lainnya dan selanjutnya akan dijual kembali ke petani. “Jadi semua kebutuhan petani kita siapkan lewat BUMDes. Nanti petani membelinya dengan harga murah. Itu tentu akan memudahkan petani,” ungkapnya.

Selain sektor pertanian, Pemdes Moyag Tampoan juga mendorong pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di desa. “Usaha kecil seperti kantor, bengkel motor dan lainnya juga akan kita akomodir. Nanti kita akan rapat dengan para pelaku usaha itu, kalau mereka mau nanti kita kembangkan bersama lewat BUMDes,” ujarnya.

Pada kegiatan Bursa Inovasi Desa, Wakil Walikota Nayodo Koerniawan, mendorong semua pemerintah desa untuk memanfaatkan Dandes dengan baik dan sesuai peruntukkannya. Selain kegiatan pembangunan, pemberdayaan masyarakat lewat BUMDes juga harus dilaksanakan. “Banyak sarana dan prasarana yang dibutuhkan di desa. Itu juga penting. Tapi kegiatan lain yang harus menjadi prioritas adalah yang memberi dampak bagi pertumbuhan ekonomi desa,”ujar Nayodo. (ads/trz)

 

Pemkot Matangkan Persiapan Tes CPNS

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal-hal yang dibutuhkan seperti;  komputer, jaringan internet dan kebutuhan lain yang akan digunakan untuk tes CAT empat daerah di Bolmong Raya dipastikan siap digunakan.

“Intinya kita sudah siap. Komputer sudah tersedia, begitu juga dengan jaringan internet,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.

Dijelaskannya, fasilitas komputer yang dipersiapkan sebanyak 200 unit. Selain itu, ada juga genset berkapasitas besar yang disiapkan untuk mengantisipasi pemadaman listrik. “Kita juga akan berkoordinasi dengan PLN agar tidak ada pemadaman listrik agar semua bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Bolmong, Boltim dan Bolmut rencananya akan menggelar tes CAT di Kota Kotamobagu. Untuk memastikan kesiapannya, katanya pihaknya akan berkoordinasi dengan intansi terkait di tiga daerah tersebut. “Kita akan rapat bersama mereka soal persiapan pelaksanaan tes. Hal-hal yang masih kurang akan kita selesaikan bersama-sama,” ungkapnya. (ads/trz)

Dinas Dukcapil ‘Diserbu’ Calon Pelamar CPNS

ZONA KOTAMOBAGU – Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dipadati pengunjung. Kondisi itu terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Pantauan koran ini, masyarakat atau pengunjung yang datang didominasi calon pelamar CPNS yang hendak melegalisir Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Rian Damopolii, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, mengaku dirinya rela mengantri dan menunggu lama di Dinas Dukcapil untuk mendapatkan legalisir KTP dan KK. “Memang banyak yang mengurus. Harus menunggu dari pagi sampai sore. Tapi tidak apa-apa, ini bagian dari perjuangan mengikuti CPNS,” katanya.

Kepala Dinas Dukcapil, Virginia Olii, mengakui antusias masyarakat datang ke Dinas Dukcapil meningkat sejak pengumuman pendaftaran CPNS dibuka. Namun demikian, ia menyebut pihaknya siap melayani masyarakat terutama calon pelamar yang membutuhkan pelayanan. “Hampir semua yang datang untuk melegalisir KTP dan KK. Kita tetap stand by dan memberi pelayanan yang maksimal ke masyarakat,” katanya.

Ia mengungkapkan, legalisir KTP dan KK gratis. Sehingga itu ia meminta masyarakat agar tidak kuatir dengan ada pungutan. “Ini gratis. Cukup memperlihatkan KTP dan KK yang asli kemudian menyerahkan copiannya yang akan dilegalisir,” ungkapnya.

Selain pelayanan legalisir KTP dan KK, pelayanan perekaman KTP dan dokumen kependudukan lainnya juga tetap berjalan seperti biasanya. “Ini tidak mengganggu pelayanan yang lain. Yang ingin mengurus KTP, KK, akta kelahiran dan sebagainya tetap kita layani,” tambahnya. (ads/trz)

Tatong-Nayodo Ikut Prosesi Adat Podui’an dan Poponikan Kon Komalig

Walikota Tatong Bara dan Wakil Walikota Nayodo Koerniawan mengikuti prosesi podui’an atau penobatan pemangku adat tertinggi dan poponikan kon komalig atau menempati rumah jabatan, Rabu (3/10). Prosesi podui’an dilaksanakan di Lapangan Boki Hotinimbang yang diawali dengan bakid atau musyawarah oleh para camat, lurah, sangadi dan pemangku ada di 33 desa dan kelurahan, kemudian molumbat atau permohonan doa untuk membersihkan diri bagi calon pemangku adat tertinggi. Selanjutnya, ada pemasangan tapaluk atau pakaian adat kebesaran seorang pemimpin wanita, penyerahan tungkud atau tongkat sebagai simbol pemimpin adat yang diserahkan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, serta dodandian atau perjanjian antara pemimpin dan rakyat. Setelah prosesi adat podui’an itu, maka Walikota Tatong Bara resmi bergelar Kolano in Kotamobagu.

Selanjutnya, dilaksanakan juga proses adat poponikan kon komalig atau prosesi untuk menempati rumah jabatan. Pada proses ini, Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan diantar oleh para pemangku adat menuju rumah jabatan walikota dan wakil walikota dengan sejumlah prosesi adat mongondow.

Pelaksanaan prosesi adat podui’an dan poponikan kon komalig itu dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD Kotamobagu, Sekretaris Daerah, pimpinan SKPD, tokoh agama, tokoh adat serta elemen masyarakat Kota Kotamobagu. (advertorial)

Pendaftaran CPNS Diperpanjang Sampai 15 Oktober

ZONA KOTAMOBAGU – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diperpanjang hingga Senin (15/10) mendatang. Hal itu sesuai surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor K26-30/V 141-2/99 yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Dalam surat yang ditandatangani Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, perpanjangan jadwal pendaftaran itu berdasarkan hasil rapat Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang membahas perkembangan terkini di berbagai daerah yang berdampak pada jadwal pelaksanaan seleksi CPNS. Perpanjangan pendaftaran melalui sscn.bkn.go.id itu dilakukan secara otomatis, sehingga kementrian, lembaga dan pemerintah daerah tidak perlu melakukan setting ulang penutupan penerimaan karena sudah dilakukan secara terpusat oleh  Panselnas.

“Iya, ada perpanjangan pendaftaran sampai tanggal 15 Oktober pukul 23.59 WIB,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta. (ads/trz)

Dipercantik, Pengunjung Hutan Kota Meningkat

ZONA KOTAMOBAGU – Hutan Kota Bonawang menjadi salah satu objek wisata alam di Kota Kotamobagu. Pembenahan dan penataannya terus dilakukan agar lebih menarik minat wisatawan. Saat ini, Hutan Kota yang ada di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, itu sudah dipercantik dengan berbagai fasilitas yang didekorasi sedemikian rupa. Beberapa tempat sudah dihiasi payung kecil dan hiasan-hiasan lainnya. Semua itu disiapkan untuk memanjakan pengunjung yang datang ke tempat itu.

“Sebelum dibuat seperti ini, pengunjung tidak terlalu ramai. Tapi sekarang ini pengunjung lebih meningkat. Mereka datang bukan hanya sekadar melihat flora dan fauna di sini, tapi ikut berfoto-foto di tempat yang baru dibuat itu,” kata Ramanda Maleteng (40), penjaga Hutan Kota Bonawang.

Ia mengungkapkan, pengunjung yang datang tak hanya berasal dari Kota Kotamobagu saja, tapi banyak juga yang berasal dari luar daerah. “Berapa minggu lalu ada bule’ (Warga Negara Asing) dari Belgia yang datang melakukan penelitian,” ungkapnya.

Untuk pengembangan Hutan Kota Bonawang itu, Pemerintah Kota (Pemkot) sedang mengkaji penambahan luas wilayahnya. Lahan perkebunan warga di sekitar lokasi itu sudah ditwarkan pemilknya dan sedang dipertimbangkan untuk dijadikan area Hutan Kota.

“Hutan kota ini memang perlu ada perluasan. Mengingat fungsinya yang sangat penting dan menjadi paru-paru Kota Kotamobagu,” kata Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Subandi Paputungan.

Ditambahkannya, selain penambahan luas wilayah, sarana dan prasarana penunjng juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. “Akses jalan, toilet dan fasilitas lain akan dibenahi. Kemudian kita juga akan menanam beberapa jenis pohon di situ,” tambahnya. (ads/trz)

Wakil Walikota Dorong Desa Berinovasi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa yang ada di wilayah Kota Kotamobagu diharapkan dapat menciptakan berbagai Inovasi dalam rangka  untuk mensejahterakan masyarakat, yang ada di desa masing –  masing. Hal tersebut yang disampaikan Wakil Walikota, Nayodo Koerniawan, saat membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa, Selasa (2/10).

“Kegiatan Bursa Inovasi Desa yang kita laksanakan pada pagi hari ini, merupakan program dari Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia, sebagai upaya untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di daerah perdesaan, melalui pemanfaatan Dana Desa, secara lebih berkualitas, efektif dan Inovatif, melalui strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan, khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi  lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, serta Infrastruktur desa,” kata Nayodo.

Nayodo juga mengharapkan, agar Inovasi maupun kegiatan yang akan dilaksanakan di desa, dapat memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Bursa Inovasi Desa yang kita laksanakan ini, juga diharapkan akan mampu untuk lebih memicu munculnya inovasi–inovasi baru, sekaligus menjadi wadah pertukaran ide, gagasan dan pengetahuan, sehingga nantinya seluruh desa yang ada di wilayah Kota Kotamobagu akan lebih maju dan berkembang,” tambah Nayodo.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa Tahun 2018 yang dilaksanakan di Aula Restaurant Lembah Bening itu dihadiri perwakilan dari Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Sulawesi Utara, para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Sangadi dan perangkat desa. (ads/trz)

127 Kelompok Tani Terima Alsintan

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus menggenjot produktifitas hasil pertanian. Berbagai program dan kegiatan dilakukan, termasuk menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Alsintan yang diserahkan berupa 1 unit excavator mini, 6 unit tractor roda 4, 24 unit tractor roda 2, 5 unit cultivator, 10 unit pompa air, 76 unit handsprayer dan 15 unit mesin potong rumput.

Senin (1/10), Walikota Tatong Bara menyerahkan secara simbolis bantuan alsintan tersebut kepada kelompok tani penerima. “Harapan kita bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, agar tujuan pemerintah untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian dapat diwujudkan,” harap walikota.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Meiva Najoan, mengungkapkan semua alsintan tersebut disiapkan untuk para petani. Tujuannya adalah membantu petani dalam menggarap lahan pertanian, dengan sasaran peningkatan produktiftas hasil pertanian yang muaranya pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Untuk excavator mini, tractor roda empat dan roda dua dan satu unit cultivator diberikan ke brigade alsintas Dinas Pertanian. Kemudian alsintan yang lainnya diberikan ke kelompok tani,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ada 127 kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebut. Kelompok-kelompok tani itu terdiri dari kelompok tani sawah, jagung, holtikulura dan lainnya. “Setelah memberikan bantuan ini, kita akan awasi penggunaannya di lapangan. Kalau ada kelompok tani yang tidak memanfaatkan bantuan ini sesuai peruntukkannya atau ada yang sudah tidak aktif lagi, maka bisa saja bantuan yang diberikan ditarik kembali dan diserahkan ke kelompok yang lain,” tambahnya. (ads/trz)