ZONA KOTAMOBAGU – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap, memuji berbagai kemajuan Kota Kotamobagu di era pemerintahan Tatong Bara. Hal itu diutarakannya saat berkunjung ke data center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) usai menghadiri rapat paripurna penyampaian visi misi walikota dan wakil walikota periode 2018-2023 di di Gedung DPRD Kotamobagu, Senin (1/10).
Menurut James, perkembangan pembangunan di Kota Kotamobagu sangat luar biasa, termasuk memiliki data center yang menjadi infrastruktur penunjang smart city.
“Saya harus banyak belajar dari dia (Tatong Bara), karena sudah tiga periode (satu periode wakil walikota dan dua periode walikota). Luar biasa, ini jarang terjadi di Indonesia. Kita di Minahasa Tenggara sudah bagus tapi masih konvensional, tapi di Kota Kotamobagu sudah berbasis teknologi dan ini yang terbaik di Sulut,” kata James.
Sementara itu, Walikota Tatong Bara, mengungkapkan kehadiran Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) merupakan sebuah kebanggaan bagi dirinya dan juga semua masyarakat Kota Kotamobagu. “Saya berterima kasih karena bisa datang di paripurna, kemudian menyaksikan secara langsung kondisi data center kita. Kita bangga karena dikunjungi pimpinan daerah lain,” sebut Tatong. (ads/trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Walikota, Nayodo Koerniawan, memantau aktivitas jual-beli di Pasar Serasi, Sabtu (29/9). Datang sekira pukul 05.00 Wita, bersama pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah S(KPD) terkait, Nayodo melihat dari dekat kondisi pasar serta berbagai aktivitas pedagang dan pembeli di pasar yang berada di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat itu.
Dari pemantauan yang dilakukan itu, kondisi kebersihan serta arus lalu lintas menjadi poin penting yang diperhatikan dan akan ditindaklanjuti kedepannya. “Nantinya kita menata dan mengingkatkan lagi fasilitas di pasar ini. Dengan begitu, pedagang atau pembeli akan lebih nyaman beraktifitas,” kata Nayodo.
Disisi lain, Nayodo mendorong instansi terkait untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya. Berbagai persoalan yang kerap terjadi di pasar tersebut katanya harus segera dicarikan solusinya. “Anggota Satpol PP dan petugas Dinas Perhubungan harus lebih maksimal lagi. Satpol PP maksimal dalam penegakan Perda tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Begitu juga dengan Dinas Perhubungan, kemacetan di Pasar Serasi dan Pasar 23 Maret harus diatasi, termasuk mengatur area perparkiran. Kemudian Dinas Pedagangan, harus bisa mengatur pedagang agar semua tertib dan bisa menempati atau berjualan di tempat yang sudah disediakan,” pinta Nayodo. (ads/trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Tahapan Pemilihan Sangadi (Pilsang) antar waktu di Desa Poyowa Kecil, bergulir. Saat ini sedang berlangsung tahapan pendaftaran yang dimulai Jumat (21/9) hingga Sabtu (6/10) mendatang.
“Pendaftaran sudah dibuka, dan saat ini sudah ada dua orang yang mendaftar,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Poyowa Kecil, Jupriadi Bonok.
Ia mengungkapkan, jumlah pendaftar calon sangadi maksimal tiga orang. Jika hingga batas waktu yang ditentukan yang mendaftar melebihi jumlah tersebut, maka akan diseleksi kembali untuk mencari tiga orang atau calon yang akan masuk ke tahap selanjutnya. “Kalau melihat posisi sekarang kemungkinan bisa melebihi tiga orang. Jika itu terjadi, maka akan ada seleksi. Aturannya seperti itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Anas Tungkagi, mengatakan Pilsang antar waktu di Desa Poyowa Kecil adalah yang kedua kalinya diselenggarakan di Kota Kotamobagu. Sebelumnya, Pilsang antar waktu telah dilaksanakan di Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Proses pemilihannya katanya tak dilakukan secara langsung oleh semua masyarakat, melainkan hanya tiga orang perwakilan dari tiap unsur desa. Unsur desa yang dimaksud adalah; perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan dan sebagainya.
“Tiga orang perwakilan yang bisa memilih itu akan diundi. Misalnya untuk perangkat desa, tidak semua bisa memilih tapi hanya diwakili tiga orang. Pilsang antar waktu ini berbeda dengan pemilihan yang umum dilaksanakan. Semua prosesnya sama seperti yang dilaksanakan di Desa Tabang beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Ditambahkannya, pemungutan suara akan dilaksanakan pada 22 Oktober mendatang. Pelaksanaan semua tahapan diharapkannya dapat berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan bersama. “Kita harap semua berjalan lancar sebelum hingga sesudah pemungutan suara,” tambahnya. (ads/trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, memiliki beragama objek wisata alam yang menjanjikan. Data di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), ada tiga objek wisata di desa tersebut yakni; Air Panas Malelang, Kawasan Batu Putih Malelang dan Air Batu Putih. Ketiga objek wisata tersebut sudah didata dan masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda).
Sekretaris Desa (Sekdes) Bilalang I, Hartono Mamonto, mengatakan pengembangan semua objek wisata itu sudah masuk perencanaan, namun akan dilaksanakan secara bertahap. “Yang pertama akan dikembangkan adalah wisata batu putih. Sudah beberapa kali Dinas Pariwisata datang ke situ,” katanya.
Ia mengakui, lokasi wisata kawasan batu putih hanya berjarak sekira 1,5 kilo meter dari pemukiman warga. Setiap pengunjung katanya bisa ke tempat itu dengan menggunakan kendaraan roda dua. “Kita minta dukungan dari pemerintah daerah untuk mengembangkannya, karena itu butuh anggaran yang cukup besar terutama untuk pembukaan akses jalan masuk,” ujarnya.
Kepala Dinas Disparbud, Agung Adati, mengungkapkan pihaknya sudah menginventarisir sseua potensi wisata baik alam, buatan, budaya dan religi yang ada di semua desa dan kelurahan. “Semua sudah kita data, termasuk yang ada di Desa Bilalang I. Itu juga masuk dalam rencana pengembangan,” ungkap Agung.
Disisi lain, mantan Kepala Dinas Kominfo itu mendorong pemerintah desa untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di wilayah masing-masing dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) ataupun Dana Desa (Dandes). “Kalau potensi wisata yang ada di tiap desa dikembangkan, maka itu bisa menjadi salah satu sumber pendapatan desa,” tambahnya. (ads/trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) berecana memasang lampu di taman kota yang ada di Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Hal ini diutarakan Kepala Dinas PRKP, Imran Amon.
Menurutnya, anggaran pemasangan lampu tersebut cukup besar dan tak memungkinkan teralokasi pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. “Kita menyesuaikan juga dengan kemampuan keuangan daerah. Karena ada efisiensi sehingga nanti diusulkan untuk anggaran tahun depan,” katanya.
Ia mengakui, pihaknya terus melakukan perawatan di sejumlah taman kota, termasuk yang ada di Kelurahan Pobundayan. Perawatan yang dilakukan berupa penanaman bunga dan tanaman lain serta rutin melakukan pembersihan. “Anggaran perawatan taman dan juga pemasangan lampu kita usulkan di APBD Perubahan. Tapi kalau tidak terakomodir kita prioritaskan tahun depan,” ujarnya.
Taman Kota Pobundayan sering kali disalahmanfaatkan terutama oleh anak-anak remaja. Beberapa kali, petugas kepolisian dan pemerintah kelurahan setempat mendapati ada sekelompok anak remaja yang melakukan aktivitas terlarang di tempat tersebut. “Taman itu perlu dipasangi lampu, karena kalau malam hari sangat gelap gulita. Kondisi itu bisa dimanfaatkan sekelompok orang untuk melakukan hal-hal negatif,” kata Reza Ramadhan, pemuda Kelurahan Pobundayan. (ads/trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Kabar gembira bagi masyarakat khususnya yang berencana mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tersedia wifi yang bisa digunakan secara gratis oleh calon pelamar menginput data dalam proses pendaftaran.
“Kita siapkan wifi agar para calon pelamar bisa terbantukan saat mengkases internet. Ini gratis,” kata Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar.
Ia menjelaskan, wifi tersebut di pasang di Kantor Dinas Kominfo dan aktif selama 24 jam. “Kapasitasnya 20 Mbps. Ini bisa diakses hingga jarak 100 meter,” jelasnya.
Bagi pelamar CPNS yang ingin menggunakan wifi tersebut, cukup mengakses Free Hotspot Diskominfo dengan Password; diskominfo_2018. “Kita harap wifi yang kita pasang ini dapat digunakan dengan baik dan bisa membantu calon pelamar pada proses pendaftaran lewat online,” tambahnya. (ads/trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Kecamatan Kotamobagu Barat menjadi wilayah dengan potensi Pajak Bumi Bangunan (PBB) terbesar di Kota Kotamobagu. Meski hanya terdiri dari enam kelurahan, namun wilayah yang menjadi pusat perdagangan itu memiliki jumlah penduduk terbanyak. Melihat potensi itu, Pemerintah Kota (Pemkot), menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PBB dari wilayah itu sebesar Rp1,2 miliar.
“Kecamatan Kotamobagu Barat yang paling besar, targetnya 1,2 miliar. Kemudian Kecamatan Kotamobagu Timur 775 juta, Kecamatan Kotamobagu Selatan 593 juta, dan terakhir Kecamatan Kotamobagu Utara 251 juta,” kata Kepala Bidang Penagihan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Hamkah Daun.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan target PBB tahun ini sebesar Rp2,8 miliar. Angka tersebut diyakini bisa dimaksimalkan hingga akhir tahun anggaran. “Penagihan di lapangan terus dimaksimalkan. Kita harap juga ada kerja sama dari para camat dan sangadi-lurah untuk memaksimalkan perangkat desa dan kelurahan dalam melakukan penagihan di lapangan,” jelasnya.
Diungkapkannya, saat ini realisasi PBB baru berada pada angka 46 persen atau. Namun ia optimis realisasinya akan maksimalkan dalam beberapa bulan ke depan. “Biasanya akan naik signifikan di bulan November dan Desember. Tapi kita harap agar penagihan tetap terus dimaksimalkan tanpa harus menunggu akhir tahun,” ungkapnya. (ads/trz))
Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan disela acara pelantikan sebagai walikota dan wakil walikota periode 2018-2023.
ZONA KOTAMOBAGU – Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan telah dilantik sebagai walikota dan wakil walikota periode 2018-2023, Selasa (25/9). Selanjutnya, pasangan walikota dan wakil walikota yang akrab dengan sebutan TB-NK itu akan langsung bekerja dan melaksanakan berbagai tugas dan tanggung jawab sebagai nahkoda Kota Kotamobagu.
Menurut walikota, ada berbagai program dan kegiatan yang sudah disiapkan dalam rangka menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan. Salah satu yang akan segera dilaksanakan adalah, mengambil langkah cepat dalam ralam rangka mewujudkan visi misi sesuai target dan waktu yang direncanakan.
“Ini adalah masa transisi. Ada masa estafet pemerintahan dan sudah diperhadapkan dengan APBD 2019. Pertama yang akan kita laksanakan adalah bagaimana merumuskan RPJM. Sejak jauh hari setelah dinyatakan menang, kita sudah membuat kisi-kisi visi misi yang dijabarkan dalam RPJM itu,” kata walikota, saat diwawancarai usai pelantikan, kemarin.
Lanjut walikota, selain itu ada hal yang paling mendesak dan akan segera dilaksanakan, yakni penguatan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat pemerintahan. Hal itu katanya menjadi sebuah keharusan yang harus dilaksanakan demi mencapai sistem pemerintahan yang baik dan sesuai yang diharapkan bersama. “Ada format baru yang diinginkan pemerintah pusat, yaitu pemerintahan yang berbasis IT serta sistem pelayanan publik yang cepat dan transparan. “Kedepan digitalisasi sudah menjadi mutlak. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas dalam rangka penyesuaian dan pencapaian keinginan pemerintah pusat. Semua jajaran pemerintahan sampai ke tingkat desa dan kelurahan harus menguasai IT,” ungkap walikota.
Sementara itu, Wakil Walikota Nayodo Koerniawan, menuturkan setelah pelantikan ia bersama Walikota Tatong Bara akan langsung bekerja dan bersama jajaran pemerintahannya dengan cepat merumuskan apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan visi misi. “Diharapkan juga ada dukungan dari semua elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan,” tutur Nayodo.
Pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan bersama para kepala daerah lainnya yang dilantik, diminta untuk segera bekerja dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagaimana mestinya. “Selamat kepada bapak ibu yang dilantik. Semoga apa yang menjadi harapan kita semua bisa segera terwujud. Saya yakin bapak dan ibu sekalian mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini dengan baik. Selamat bekerja,” kata Gubernur Olly Dondokambey, dalam sambutannya. (ads/trz)
ZONA KOTAMOBAGU – 5.068 wajib KTP di Kota Kotamobagu hingga kini belum juga melakukan perekaman KTP. Sebagai konsekuensinya, data kependudukan mereka terancam diblokir jika hingga 31 Desember belum juga mengantongi atau merekam KTP.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatatan Sipil (Dukcapil), Virginia Olii, mengatakan pemblokiran data kependudukan merupakan penegasan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang siap ditindaklanjuti. “Masih ada kesempatan bagi yang belum merekam. Setiap hari di kantor ada pelayanan,” katanya.
Ia mengungkapkan, data kependudukan yang akan diblokir adalah warga yang berusia 23 tahun ke atas. Hal itu dilakukan agar ada kesadaran dari warga soal pentingnya KTP tersebut. “Fokusnya umur 23 tahun ke atas jika sampai 31 Desember belum merekam. Untuk usia 17 tahun ini masih pemula jadi masih ada dispensasi, tapi alangkah baiknya sudah merekam meski baru genap usia 17 tahun,” ungkapnya.
Ditambahkannya, setiap hari pihaknya siap melayani perekaman e-KTP. Demikian juga dengan blanko yang hingga saat ini selalu tersedia. “Kendalanya hanya pada kesadaran warga saja. Kita sudah melakukan berbagai upaya, termasuk turun ke desa dan kelurahan. Tapi ketika kita turun, mereka yang belum ada KTP tidak berada di tempat,” tambahnya. (ads/trz)
Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan (TB-NK) dilantik sebagai walikota dan wakil walikota periode 2018-2023. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (25/9), oleh Gubernur Olly Dondokambey.
Prosesi pelantikan TB-NK bersama kepala daerah lain di Sulut.
Setelah pelantikan itu, Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan bersama para kepala daerah lainnya yang dilantik, diminta untuk langsung bekerja dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik serta bisa melakukan konsolidasi baik diinternal pemerintahan maupun secara berjenjang dengan pemerintah di atasnya, sehingga bisa tercipta sinergitas kerja dengan segenap stakeholder.
Walikota Tatong Bara (putih) foto bersama Forkopimda usai pelantikan.
“Selamat bekerja. Saya yakin bapak dan ibu sekalian mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini dengan baik,” kata Gubernur Olly Dondokambey, dalam sambutannya disela pelantikan.
Sementara itu, Tatong Bara mengaku ia bersama Nayodo Koerniawan akan langsung bekerja setelah dilantik sebagai walikota dan wakil walikota periode 2018-2023. Selain iu, Tatong juga mengharapkan dukungan dari semua elemen masyarakat untuk mendukung sepenuhnya pelaksanaan program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan selama lima tahun ke depan.
Foto Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan disela acara pelantikan.
“Setelah pelantikan ini, kita langsug fokus pada pelaksanaan program dan kegiatan yang akan dirumuskan dalam RPJM,” kata Tatong.
Pelantikan Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan sebagai walikota dan wakil walikota disaksikan ribuan undangan termasuk para pejabat di lingkungan Pemkot Kotamobagu serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (advertorial)