ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tak henti-hentinya berinovasi. Setelah sukses dengan beragam aplikasi layanan publik dan layanan pemerintahan, kali ini melalui Tim IT, Dinas Kominfo menjajaki layanan SMS Blast.
Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, mengatakan ada berbagai informasi yang akan disebarkan melalui layanan SMS Blast, seperti ucapan selamat datang di Kotamobagu, visi misi daerah serta berbagai penawaran lainnya.
“Ini sedang dalam persiapan. Mudah-mudahan berjalan lancar dan bisa aktif awal tahun depan,” kata Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar.
Ia menjelaskan, dengan layanan SMS Blast, handphone dari setiap pengunjung yang datang ke Kota Kotamobagu akan menerima pesan ucapan selamat datang. “Ketika pengunjung datang dari arah mana saja, maka akan langsung disambut dengan sms berisi selamat datang di Kota Kotamobagu yang disertai visi misi. Kemudian akan ada juga tawaran berupa hotel, penginapan, tempat wisata, kuliner dan lainnya,” jelasnya.
Ditambahkannya, layanan SMS Blast tersebut juga akan sangat memudahkan pengunjung yang datang ke Kota Kotamobagu. “Kalau ada pengunjung dari daerah lain yang baru pertama kali datang ke sini, maka bisa dengan mudah mencari penginapan, tempat wisata ataupun kuliner. Karena itu akan ditawarkan melalui pesan singkat yang masuk ke ponsel pengunjung,” tambahnya. (ads/gito)
Suasana kegiatan Bursa Inovasi Desa di Gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II.
ZONA BOLMONG – Kegiatan Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) di Gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II, sukses digelar. Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (13/9) itu dihadiri bupati, wakil bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) serta pemerintah desa di 200 desa se-Kabupaten Bolmong.
Kesuksesan jalannya kegiatan tersebut juga tak lepas dari peran panitia pelaksana yang bekerja 24 jam non stop selama dua hari yang dimulai dari persiapan hingga puncak pelaksanaan kegiatan.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar, sukses dan sesuai yang kita harapkan bersama,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Asrul Potabuga.
Disisi lain, ia mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bolmong yang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada ibu bupati, pak wakil bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bolmong atas dukungannya sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik,” sebutnya.
Ia berharap, banyak hal positif yang didapat khususnya para sangadi dari kegiatan tersebut, dan kedepannya dapat lebih memperbaiki sistem pengelolaan dana desa. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas penggunaan dana desa melalui kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa,” tambahnya. (trz)
ZONA BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong mendapat 250 alokasi formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang terbagi atas; tenaga guru 157, kesehatan 60 dan teknis 30 serta formasi khusus untuk eks tenaga honorer kategori 2 (TH-K2) untuk tenaga guru 3.
Untuk tenaga guru terdiri atas guru kelas dan guru bidang study dengan kualifikasi pendidikan S1. Sedangkan untuk tenaga kesehatan, meliputi apoteker, perawat, dokter spesialis dan dokter umum dengan kualifikasi pendidikan D-III dan S-1 untuk perawat. Sementara untuk tenaga teknis terdiri atas tenaga teknik dan analisis, dengan kualifikasi pendidikan S-1/D-IV. (trz)
Rincian Formasi CPNS di Lingkungan Pemkab Bolmong:
1. Formasi Khusus Eks TH-K2:
Tenaga Guru (S1 Sebelum November 2013) : 3 orang
2. Formasi Umum
Tenaga Guru
Guru Kelas (S1 PGSD): 50 orang
Guru Agama Islam (S1 Pendidikan Agama Islam) : 19 orang
Guru Agama Kristen (S1 Pendidikan Agama Kristen): 5 orang
Guru Agama Hindu (S1 Pendidikan Agama Hindu) : 3 orang
Guru Seni Budaya(S1 Pendidikan Seni Budaya) : 6 orang
Guru Matematika (S1 Pendidikan Matematika) : 8 orang
Guru IPS (S1 Pendidikan Geografi/Sejarah/Ekonomi/Akuntansi): 3 orang
Guru Bimbingan Konseling (S1 Bimbingan Konseling) : 8 orang
Guru Bahasa Indonesia (S1 Pendidikan Bahasa Indonesia) : 10 orang
Guru IPA (S1 Pendidikan Biologi/Fisika/Kimia/IPA) : 24 orang
Guru Penjasorkes (S1 Pendidikan Olahraga): 20 orang
Tenaga Kesehatan
Apoteker : 2 orang
Perawat Ahli (S-1 Keperawatan + Ners) : 9 orang
Perawat Terampil (D-III Keperawatan) : 9 orang
Perawat Gigi (D-III Keperawatan Gigi) : 5 orang
Dokter Gigi : 4 orang
Dokter Spesialis Anastesi : 2 orang
Dokter Spesialis Bedah : 2 orang
Dokter Spesialis Gigi Anak : 2 orang
Dokter Spesialis Jiwa : 2 orang
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin : 2 orang
Dokter Spesialis Mata : 1 orang
Dokter Spesialis Obgyn : 2 orang
Dokter Spesialis Penyakit Dalam : 2 orang
Dokter Spesialis Syaraf : 2 orang
Dokter Spesialis THT: 2 orang
Dokter Spesialis Anak : 2 orang
Dokter Umum: 10 orang
Tenaga Teknis:
Teknik Jalan dan Jembatan (S1 Teknik Sipil): 4 orang
Analisis Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan (S-1/D-IV Ekonomi/Akuntansi : 5 orang
Analisis Sitem Informasi (S-1/D-IV Teknik Inforatika/Teknik Komputer): 4 orang
Analisis Permasalahan Hukum (S-1/D-IV Ilmu Hukum/Ilmu Administrasi/Ilmu Pemerintahan: 2 orang
Analisis Pengembangan Kompetensi (S-1/D-IV Manajemen/Ekonomi/Administrasi/Psikologi): 3 orang
Analisis Laporan Kueangan (S-1/D-IV Ekonomi/Manajemen/Akuntansi) : 1 orang
Penelaah Laik Fungsi Prasarana Fisik (S-1/D-IV Teknik Sipil/Teknik Arsitektur/Teknik Lingkungan): 4 orang
Teknik Tata Bangunan dan Perumahan (S-1/D-IV Teknik Sipil/Teknik Arsitektur/Rancang Kota): 4 orang
Pranata Alat Persandian (S-1 Teknik Elektro/Teknik Informatika) : 3 orang
Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow saat memberi sambutan pada kegiatan Bursa Inovasi Desa.
ZONA BOLMONG – Sejumlah desa di Kabupaten Bolmong masuk zona merah dalam pengelolaan Dana Desa (Dandes). Oleh karena itu, Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, terus mendorong semua terus memperbaiki sistem pengelolaan Dandes agar bisa keluar dari zona tersebut.
Menurut bupati, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat soal pengelolaan Dandes di 200 desa sudah diserahkan dan telah berada di tangannya. Dari pemeriksaan itu, ada sejumlah temuan yang didapat dan harus ditindaklanjuti oleh setiap desa bersangkutan. “Pemeriksaan inspektorat itu bukan untuk mencari kesalahan, tapi membantu memperbaiki segala kekurangan soal pengelolaan dana desa,” kata bupati, saat memberi sambutan pada kegiatan Bursa Inovasi Desa di gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II, Rabu (14/9).
Bupati menyebut, Kabupaten Bolmong adalah daerah pertama yang membagi zonasi pengelolaan dana desa. Ada zona hijau, kuning dan merah. “Menurut BPK kita adalah kabupaten pertama yang telah membagi zonasi. Ada beberapa desa yang masuk di zona merah. Untuk itu saya perlu berkoordinasi dengan para pendamping desa agar desa-desa itu bisa keluar dari zona merah ini. Saya akan panggil satu persatu sangadi yang desanya masuk zona merah atau kuning dan bersama inspektorat memperbaikinya,” sebut bupati.
Pada kesempatan itu, bupati juga mengingatkan agar semua sangadi memanfaatkan dana desa sesuai peruntukkannya dan selalu mengacu pada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaannya. “Yang saya garis bawahi, jangan sampai ada dana desa yang masuk di kantong pribadi. Ini harus dihindari agar tidak tersangkut masalah hukum,” tegas bupati.
Disisi lain, bupati juga meminta para pendamping desa untuk mengarahkan para sangadi agar tidak salah dalam mengelolah dana desa. “Jangan mengarahkan yang salah kepada sangadi. Program dan kegiatan yang dilaksanakan betul-betul dibutuhkan masyarakat. Jangan ada kepentingan dari pendamping desa dengan memasukanp program sesuai keinginan (pendamping desa) sendiri,” tambah bupati. (trz)
Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow (ke-enam dari kanan) dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk (ke-lima dari kanan) foto bersama usai kegiatan.
ZONA BOLMONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menggelar bursa inovasi desa di Gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II, Kamis (13/9). Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, hadir pada kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, bupati mengatakan kegiatan bursa inovasi desa sangat baik mengingat Kabupaten Bolmong memiliki desa paling banyak di bandingkan daerah lain di Bolmong Raya. Oleh karena itu, bupati meminta para peserta kegiatan terutama pada sangadi untuk mencermati arahan yang disampaikan tenaga ahli pendamping desa, baik dari kementrian, provinsi maupun pendamping yang ada di Bolmong. “Saya harap juga agar para pendamping dapat memberi masukan kepada sangadi dan BPD, agar pelaksanaan semua program pembangunan di desa bisa berjalan dengan baik,” kata bupati.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD), Ahmad Yani Damopolii, mengungkapkan kegiatan bursa inovasi desa itu merupakan implementasi dari Program Inovasi Desa (PID) yang menjadi wadah pertukaran informasi dan pengetahuan antar desa dalam hal melaksanakan program inovasi desa. “Tujuannya untuk mendorong penggunaan dan pemanfaatan dana desa yang lebih berkualitas, efektif dan efisien melalui kegiatan inovatif dan produktif,” ungkapnya.
Lanjutnya, PID merupkan salah satu upaya pemerintah mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMD 2015-2019. PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas, agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi, serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.
“Ada dua komponen utama dalam PID yaitu, pengelolaan pertukaran pengetahuan dan inovasi desa dan penyediaan peningkatan kapasitas teknis desa dengan tujuan agar desa-desa mendapatkan jasa layanan teknis yang lebih berkualitas dari lembaga profesional,” jelasnya. (trz)
Keputusan MenPAN-RB tentang kebutuhan pegawai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu Tahun 2018.
ZONA KOTAMOBAGU- Kabar gembira bagi masyarakat khususnya yang berkeinginan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam waktu dekat ini akan ada rekrutmen CPNS di Kota Kotamobagu. Ada 300 alokasi formasi yang disetujui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB), yang terdiri 160 tenaga guru, 110 tenaga kesehatan dan 30 tenaga teknis. Adapun kualifikasi pendidikan untuk semua formasi itu yakni; D-III, D-IV dan S-1.
Walikota Tatong Bara, mengatakan 300 alokasi formasi yang diberikan KemenPAN-RB tersebut merupakan sebuah peluang yang harus dimanfaatkan putra-putri daerah. “Ini adalah kesempatan. Kita berharap kuota 300 ini semua terisi oleh putra-putri terbaik Kotamobagu,” kata walikota. (ads/gito)
Rincian Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkot Kotamobagu:
A. Tenaga Guru:
Guru Bahasa Indonesia SMP (S1) : 8 orang
Guru Bahasa Inggris SMP (S1) : 6 orang
Guru Bimbingan Konseling SMP (S1) : 5 orang
Guru IPA SMP (S1) : 2 orang
Guru IPS SMP (S1) : 5 orang
Guru TIK SMP (S1) : 9 orang
Guru Matamatika SMP (S1) : 9 orang
Guru Penjas (S1) : 5 orang
Guru PKN (S1) : 5 orang
PGSD Guru Kelas SD (S1) : 101 orang
Guru Penjasorkes SD (S1) : 5 orang
Jumlah : 160 orang
B. Tenaga Kesehatan
Dokter Spesialis Anak : 3 orang
Dokter Spesialis anastesi : 1 orang
Dokter Spesialis bedah : 3 orang
Dokter Spesialis Paru : 1 orang
Dokter Spesialis jiwa : 1 orang
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin : 1 orang
Dokter Spesialis Mata : 2 orang
Dokter Spesialis Obgyn : 1 orang
Dokter Spesialis Penyakit Dalam : 2 orang
Dokter Spesialis Syaraf : 2 orang
Dokter Spesialis THT : 2 orang
Dokter Spesialis Radiologi : 1 orang
Dokter Spesialis Patologi Klinik : 1 orang
Dokter Spesialis Patologi Anatomi : 1 orang
Dokter Spesialis Jantung : 2 orang
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi : 1 orang
Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik : 1 orang
Dokter Spesialis Urologi : 1 orang
Dokter Spesialis Bedah Syaraf : 1 orang
Dokter Spesialis Forensik : 1 orang
Dokter Spesialis Bedah Pelastik : 1 orang
Dokter Ahli : 10 orang
Dokter Gigi : 2 orang
Apoteker : 15 orang
Asisten Apoteker (D III Farmasi) : 17 orang
Perawat (S1) : 14 orang
Perawat (DIII) : 13 orang
Perawat Gigi (DIII) : 5 orang
Bidan (D IV) : 2 orang
Bidan (DIII) : 2 orang
Jumlah : 110 orang
C. Tenaga Teknis
Teknik Tata Bangunan dan Perumahan (S1 Teknik Arsitek) : 2 orang
Pengawas Bangunan dan Gedung (S1 Teknik Arsitek) : 2 orang
Analisis Bangunan dan Permukiman (S1 Teknik Arsitek) : 2 orang
Pengelola Tata Ruang dan Tata Bangunan (S1 Planologi) : 2 orang
Analisis Tata Ruang (S1 Planologi) : 2 orang
Penelaah Pengelolaan Leger Jalan (S1 Teknik Sipil) : 2 orang
Teknik Jalan dan Jembatan (S1 Teknik Sipil) : 2 orang
Pengawas Jalan dan Jembatan (S1 Teknik Sipil) : 2 orang
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Air (S1 Teknik Lingkungan) : 2 orang
Penguji Laboratorium Tanah, Aspal dan Beton (S1 Teknik Sipil) : 2 orang
Pemeriksa Jalan dan JEmbatan (S1 Teknik Sipil) : 2 orang
Analisis Lingkungan Hidup (S1 Teknik Lingkungan) : 4 orang
Penelaah Dampak Lingkungan (S1 Kimia/Teknik Lingkungan) : 4 orang
Walikota menyerahkan bantuan anak asuh secara simbolis kepada penerima tingkat SD.
ZONA KOTAMOBAGU – Bantuan anak asuh mulai disalurkan. Beberapa hari lalu, Walikota Tatong Bara menyerahkan bantuan senilai Rp10,5 miliar itu secara simbolis kepada perwakilan penerima, di Aula Rumah Dinas Walikota.
Bantuan anak asuh yang menjadi program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) di bidang pendidikan itu, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik dan sesuai peruntukkanya. “Ini harus dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan tujuan program ini. Jangan digunakan untuk membayar arisan dan jangan untuk bayar kredit. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu membiayai kebutuhan sekolah anak-anak,” kata Tatong.
Tatong mengungkapkan, pelaksanaan program anak asuh merupakan wujud dari komitmen dan kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Kotamobagu terhadap dunia pendidikan. “Inilah komitmen pemerintah. Kehadiran penerima bantuan anak asuh ini merupakan energi bagi kami pemerintah. Sudah sejak tahun 2017 program ini dilaksanakan. Di tahun pertama anggarannya tujuh miliar, dan di tahun ke dua ini anggarannya naik menjadi sepuluh miliar. Anggaran memang ada, tapi kalau tidak tahu menata maka tidak mungkin ada program ini,” ungkap Tatong. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU — Hari Momintan, terdakwa kasus pembunuhan seorang guru di Desa Kobo Kecil pada 2016 silam, divonis bebas. Pemuda asal Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Kabupaten Boltim yang hampir 2 tahun menjalani rentet proses hukum itu, dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan tidak bersalah dalam sidang di Pengadilan Negeri Kotamobagu, Rabu (12/9).
Majelis Hakim yang diketuai Warsito, SH beranggotakan Rommel CH Danes, SH dan Raja Bonar Siregar, SH MH, menyatakan membebaskan terdakwa Hari Momintan dari seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum.
“Memulihkan hak terdakwa dalam hal kemampuan, kedudukan, harkat, dan martabatnya,” kata Ketua Majelis Hakim.
Sebelumnya, perkara ini sempat dijatuhi putusan sela dengan amar membatalkan dakwaan jaksa karena dianggap tidak cermat. Beberapa pekan selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum kembali mendakwa terdakwa dengan dakwaan aternatif Kesatu primer pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP atau Kedua Pasal 353 ayat (1) KUHP. Selanjutnya dalam tuntutannya, Jaksa menuntut terdakwa dihukum 15 tahun penjara.
Atas putusan hakim tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyatakan dalam persidangan masih pikir-pikir. Sedangkan terdakwa melalui Penasihat Hukumnya mengaku menerima putusan tersebut.
Diwawancarai usai persidangan, Eldy Noerdin SH, penasihat hukum terdakwa mengaku pihaknya sangat mengapresiasi putusan hakim. Menurutnya, kasus ini memerlukan pendalaman aparat untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya. Terlebih hingga saat ini motor korban tidak diketahui keberadaannya.
“Saya yakin, jika motor korban ditemukan, akan sangat memudahkan aparat dalam melakukan penelusuran siapa dan bagaimana peristiwa pembunuhan malam itu sebenarnya terjadi,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, kasus pembunuhan ini bermula ketika warga Desa Kobo Kecil digemparkan dengan penemuan sosok mayat di perkebunan Desa Kobo Kecil, pada 18 Oktober 2016 silam. Dari penemuan mayat tersebut, aparat kepolisian selanjutnya mengembangkan pemeriksaan dan 3 hari setelahnya menangkap terdakwa karena diduga keras merupakan pelaku pembunuhan.
Menurut keterangan pihak kepolisian waktu itu, terdakwa ditangkap karena merupakan orang terakhir bersamakorban. Terdakwa diamankan berserta sejumlah barang bukti antaranya sebilah pisau yang diduga digunakan sebagai alat melakukan pembunuhan. (trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berencana menggelar seminat adat mongondow. Hal itu dilakukan guna mengaktualisasi adat, seni maupun budaya lokal yang sekarang ini sudah hampir punah.
Menurut Kepala Disparbud, Agung Adati, pihaknya mendata ada sejumlah seni budaya mongondow yang hampir punah. Oleh karena itu, pihaknya menggagas seminar yang didalamnya membahas sekaligus mengkaji warisan leluhur yang harus dipertahankan. “Ada sekitar 17 seni tradisi mongondow yang hampir punah. Ini akan kita kaji bersama lewat kegiatan itu,” kata Agung.
Lanjutnya, usulan kegiatan tersebut muncul pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota yang dilakukan pada 2017 lalu. “Ini tentu masukan yang baik untuk kita tindaklanjuti,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaannya nanti pihaknya akan bekerja sama dengan para lembaga ataupun tokoh adat mongondow yang ada di Kota Kotamobagu. “Kita rencanakan pada kegiatan itu juga akan ada pertunjukan kesenian asli mongondow seperti Bondit, Yoyungkagi, Odenon dan masih banyak lagi. Mudah-mudahan kegiatan ini akan terlaksana dengan baik,” ungkapnya. (ads/gito)