Beranda blog Halaman 545

Kembangkan Potensi Perikanan, Pemkot Salur 100 ribu Bibit Ikan Nila

Penyaluran bibit ikan nila oleh Kepala Dinas Pertanian kepada kelompok penerima bantuan.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi perikanan sangat menjanjikan. Ada berbagai jenis ikan yang dikembangkan masyarakat lewat kelompok-kelompok budidaya, termasuk ikan nila. Data diperoleh, produksi ikan nila di Kota Kotamobagu dalam setahun berada di atas angka 300 hingga 400 ton. Melihat besarnya potensi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui instansi terkait tertarik untuk mengembangkannya lewat berbagai program. Salah satu yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan bibit dan pakan kepada kelompok-kelompok budidaya ikan.

Beberapa hari lalu, Dinas Pertanian dan Perikanan menyalurkan 100 ribu bibit ikan nila serta 2 ribu kilo gram pakan ke 10 kelompok budidaya ikan. “Sebelumnya kita salurkan bantuan kepada kelompok budidaya ikan patin. Untuk kali ini yang dapat bantuan adalah kelompok budidaya ikan nila,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Muljadi Suratinoyo.

Ia mengungkapkan, pemberian bantuan tersebut dimaksudkan untuk menggenjot produksi ikan nila yang muaranya pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Potensi perikanan di sini sangat menjanjikan. Peluang ini yang kita tangkap dengan memberi rangsangan ke masyarakat lewat pemberian bantuan bibit dan pakan ke kelompok-kelompok budidaya ikan,” ungkapnya.

Lanjutnya, setiap kelompok mendapatkan bantuan bibit sebanyak 10 ribu ekor dan 200 kilo gram pakan. Namun sebelum bantuan itu disalurkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan survey lapangan soal kelayakan menerima bantuan tersebut. Hal itu dilakukan agar kelompok penerima bantuan itu benar-benar layak menerimanya. “Ini tidak hanya sampai pada penyaluran bibit dan pakan saja, kita akan awasi action-nya di lapangan. Kemudian akan ada juga pendampingan dari penyuluh agar proses pemeliharaan hingga panennya bisa maksimal,” ujarnya.

Ia berharap, kelompok penerima bantuan itu dapat memanfaatkannya dengan baik. Agar tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa dicapai. “Harapan kita bantuan ini dimanfaatkan dan dikelola dengan baik,” harapnya. (ads/gito)

Pemkot Miliki Dua Unit Mobil Penyedot Tinja

Imran Amon
Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) kini memiliki dua unit mobil penyedot tinja. Namun pengoperasiannya masih menunggu perampungan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang ada di Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Kepala Dinas PRKP, Imran Amon, mengatakan operasional mobil tinja tersebut dimungkinan pada 2019 mendatang. “Kemungkinan tahun depan, karena pembangunan IPLT baru akan selesai akhir tahun ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, dua unit mobil tinja itu menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab ada retribusi yang ditarik dari setiap penggunaannya. “Semua masyarakat boleh menggunakannya, tapi harus bayar retribusi. Untuk besaran retribusi nanti tergantung Perda (Peraturan Daerah) yang sedang disusun. Ini salah satu sumber PAD kita,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat dengan cara tidak membuang sampah sembarangan pada tempat pembuangan tinja. “Jangan buang sampah pelastik, sisa makanan dan sejenisnya di tempat pembuangan, karena itu bisa menimbulkan penyumbatan,” imbaunya. (ads/gito)

Potensi PAD, Dishub Lirik Tempat Parkir Pusat Perbelanjaan

Nasli Paputungan

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan (Dishub) terus ‘memutar otak’ untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari setor perparkiran. Tahun ini, PAD dari sektor retribusi ijin tempat parkir khusus sebesar Rp2,8 miliar, namun yang terealisasi hingga akhir triwulan II lalu baru Rp706 juta. Untuk mencapai target itu, semua potensi dimaksimalkan termasuk penagihan di pos parkir yang ada di beberapa titik.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Hisam Paputungan, mengatakan ada beberapa terobosan yang akan dilakukan, salah satunya adalah mengelola perparkiran di tempat hiburan, pusat perbelanjaan serta rumah sakit. “Kalau hanya mengandalkan pos parkir pasti akan sulit. Sehingga itu kita mencari pendapatan lain,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga berencana menambah alat parkir elektronik yang akan dipasang di beberapa titik di pusat kota. “Sekarang yang terpasang baru di pintu masuk rumah sakit. Dengan adanya sistem parkir elektronik, maka penagihan retribusinya bisa lebih maksimal lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Nasli Paputungan, mengaku optimis bisa mencapai target PAD. “Dengan adanya sistem parkir elektronik, kami yakin penagihan PAD bisa maksimal,” ujarnya. (ads/gito)

Angka Pencaker Meningkat, 8 Bulan Disnaker Terbitkan 491 AK1

Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU –  Angka pencari kerja (pencaker) meningkat. Ini bisa dilihat dari data di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang mencatat ada 491 warga Kota Kotamobagu yang mengurus kartu tanda pencari kerja selang Januari hingga Agustus tahun ini.

Menurut Kepala Bidang Tenaga Kerja, Idris Amparodo, angka pencaker tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari hingga Desember 2017 katanya pihaknya hanya mengeluarkan 317 kartu tanda pencari kerja.

“Kartu tanda pencari kerja atau yang biasa disebut kartu kuning itu adalah salah satu syarat yang diminta ketika seseorang hendak melamar kerja. Yang mengeluarkan itu adalah kami (Disnaker). Dengan adanya kartu kuning itu, para pencari kerja bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan, karena syarat itu sudah terpenuhi,” katanya.

Ia mengakui, saat ini gairah investasi di Kota Kotamobagu terus meningkat. Hal itu sejalan tersedianya lapangan kerja. “Sekarang ini lapangan kerja semakin terbuka. Peluang ini harus dimanfaatkan terutama bagi yang belum memiliki pekerjaan. Silahkan mengajukan lamaran pekerjaan, namun semua persyaratannya harus dipenuhi terlebih dahulu. Salah satunya adalah kartu kuning,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran. Salah satu yang dilakukan adalah meminta perusahaan waralaba yang beroperasi di wilayah Kota Kotamobagu untuk memprioritaskan putra-putra daerah dalam rekrutmen tenaga kerja. “Ada beberapa perusahaan yang kami datangi, termasuk Indomaret dan Alfa Mart agar mengakomodir anak-anak kita sebagai pekerja,” tambahnya. (ads/gito)

Dispertanak Antisipasi Penyerbaran Penyakit Unggas

Manaf Pudul

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus mengawasi aktivitas peternakan ayam kampung di sejumlah tempat usaha. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus yang kerap menyerang unggas.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak), Manap Pudul, mengatakan ada berbagai jenis penyakit atau virus yang kerap menyerang unggas, salah satunya adalah Newcastle Disease (ND). “ND ini adalah jenis penyakit pada unggas yang mematikan. Sehingga itu perlu diantisipasi sedini mungkin agar tidak terjadi dan menyebar di sini,” katanya.

Ia mengakui, penyakit ND jarang terjadi atau menyerang unggas di Kota Kotamobagu. Namun demikian, upaya antisipasi perlu dilakukan. “Kita siap melakukan vaksinasi unggas untuk ND ini. Siapapun peternak yang membutuhkannya, kita siap membantu,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan para peternak. Jika ada unggas peliharaan yang diduga terserang penyakit ini, segera melaporkan untuk ditindaklanjuti. “Apalagi saat kondisi cuaca yang tak menentu, itu rentan terjadi penyakit. Bukan hanya ND, tapi juga jenis penyakit lainnya,” tambahnya. (ads/gito)

Potensi Pertanian Akan Dipromosikan di Pameran HUT Provinsi

Muljadi Suratinoyo

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) siap ambil bagian dalam pameran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke-54 tahun ini. Berbagai potensi daerah akan dipamerkan pada kegiatan yang akan dimulai tanggal 14 hingga 24 September mendatang. Salah satunya adalah potensi pertanian.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo, ada beberapa potensi unggulan di sektor pertanian yang akan dipamerkan, salah satunya adalah kopi. Katanya, Kota Kotamobagu memiliki potensi kopi yang menjanjikan. Oleh karena itu, Pemkot sengaja membawa kopi sebagai salah satu komiditas pertanian yang akan dibawa dalam pameran itu. “Tujuan kita adalah mempromosikan kopi Kotamobagu ke masyarakat luas, dengan harapan ada investor atau pihak luar yang tertarik dengan kopi Kotamobagu,” katanya.

Dijelaskannya, ada beberapa jenis kopi produksi Kota Kotamobagu yang akan dibawa dalam pameran itu, seperti Kopi Mojago, Kopi Dinodok, Kopi Sinondag dan Kopi Mopira. “Semua kopi produk daerah ini akan kita bawa ke sana,” jelasnya.

Lanjutnya, pada kegiatan itu pihaknya juga akan menunjukkan visualisasi cara sambung bibit cokelat seperti yang dilakukan petani di Kota Kotamobagu. “Jadi bukan hanya kopi saja, tapi juga cokelat dan potensi unggulan daerah lainnya akan dipamerkan,” terangnya. (ads/gito)

Bisnis Besi Tua Menjanjikan, Bantu Gerakkan Roda Ekonomi Masyarakat

Salah satu tempat penampungan besi tua di Kelurahan Mongondow.

ZONA KOTAMOBAGU – Bisnis besi tua ternyata menggiurkan. Keuntungan yang didapat dari bisnis jual-beli besi tua cukup besar. Dalam sebulan bisa mencapai jutaan rupiah.

Suayia (40), warga Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, mengakui sudah bertahun-tahun menggeluti bisnis besi tua. Bisnis yang dilakoni bersama suaminya itu masih tetap bertahan dan terus berkembang hingga saat ini. “Mulai dari tahun 1996 merintis usaha ini. Awalnya hanya bekerja pada orang lain, kemudian mencoba usaha sendiri dengan membeli botol bekas dan besi tua. Alhamdulillah sampai sekarang ini masih bertahan dan sudah ada orang kerja (karyawan). Keuntungan sampai jutaan per bulan,” katanya.

Dalam sehari, katanya ia bisa mengumpulkan 150 kilo gram besi tua dari para pekerjanya. 1 kilo gram besi tua dibeli dengan harga Rp3.500 kemudian dipasok ke luar daerah. “Biasanya dalam satu bulan bisa kirim satu kontainer ke Bitung hingga Jakarta. Sudah ada langganan tetap. Itu untuk diolah lagi,” sebutnya.

Kepala Dinas Perindustrian Dinas Perindustrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Fadlun Paputungan, mengakui bisnis jual-beli besi tua terbilang sangat menjanjikan. Para pebisnis katanya hanya mengumpulkan atau membeli barang bekas kemudian dijadikan sebagai sesuatu yang bernilai ekonomi. “Kita terus mendukung usaha seperti ini. Dampaknya ke masyarakat cukup besar, terutama dari sektor peningkatan ekonomi masyarakat. Bukan hanya pengusahanya, tapi juga para pekerja. Banyak yang sukses dengan bisnis ini,” ungkapnya. (ads/gito)

Pemkot Kirim Bantuan ke Korban Kebakaran

Penyerahan bantuan oleh Dinas Sosial kepada keluarga korban bencana kebakaran di Desa Poyowa Kecil.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mengirim bantuan kepada dua keluarga yang tertimpa bencana kebakaran di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Bantuan berupa perlengkapan atau peralatan rumah tangga diserahkan melalui Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan diterima para pihak korban, Minggu (2/9).

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos), Chandra Wahid, mengatakan bantuan yang diberikan adalah paket peralatan keluarga seperti family kit, terpal, selimut, materas dan makanan siap saji. “Bantuan sudah kita serahkan dan telah diterima keluarga korban,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemberian bantuan itu merupakan sebuah keharusan bagi Pemkot dalam membantu para korban yang tertimpa bencana. “Bantuan ini kita siapkan untuk warga yang terdampak bencana,” ungkapnya.

Ia berharap, bantuan yang diberikan itu dapat membantu meringankan beban keluarga yang menjadi korban bencana. “Mudah-mudahan apa yang kita berikan ini bisa membantu beban mereka,” harapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kebakaran di Desa Poyowa Kecil itu terjadi Minggu (2/9). Dua rumah warga masing-masing milik Sanifa Daeng Fagesa dan Asirun Okong. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (ads/gito)

Digulir Oktober, Walikota Cup III Libatkan Klub Sepak Bola se-Sulut

Walikota Tatong Bara foto bersama tim pemenang usai penyerahan hadiah pada gelaran Walikota Cup sebelumnya.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menaruh perhatian serius terhadap pengembangan olahraga sepakbola. Sejumlah program dan kegiatan untuk pengembangan salah satu cabang olahraga itu, terus dilakukan. Selain itu, kompetisi rutin dilaksanakan dengan tujuan untuk pengembangan minat dan bakat para pesepakbola di Kota Kotamobagu. Salah satu kompetisi yang sudah menjadi agenda rutin tahunan adalah walikota cup. Tahun ini, turnamen sepak bola itu akan kembali digulir dan direncanakan akan dilaksanakan di Lapangan Nunuk, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, pada Oktober mendatang.

“Kita pilih Bulan Oktober dan November, karena saat itu tidak ada kompetisi sepak bola nasional. Dengan begitu, klub-klub peserta Walikota Cup III bisa mendatangkan pemain berlabel nasional yang bermain di Liga Indonesia I, II dan III, untuk lebih menambah gensi kompetisi,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Tony Ponongoa.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan mengundang semua klub sepak bola di se-Sulawesi Utara. “Di Sulut ini banyak klub. Kita akan undang semua untuk ikut berpartisipasi pada Walikota Cup tahun ini,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan Walikota Cup I dan II yang dilaksanakan pada 2016 dan 2017 lalu, panitia pelaksana menyiapkan total hadiah ratusan juta rupiah. Klub-klub peserta kegiatan itu adalah klub sepak bola se-Sulawesi Utara dengan melibatkan pemain-pemain yang pernah berkompetisi di Liga I Indonesia.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah pembinaan, pengembangan bakat juga sebagai sarana hiburan bagi masyarakat. Di daerah ini, sepak bola adalah olahraga yang paling digandrungi masyarakat,” tambahnya. (ads/gito)

Pengendara Hati-hati, Jalan Upai-Pontodon Berlubang

BELUM DIPERBAIKI: Akses jalan penghubung Kelurahan Upai dan Desa Pontodon berlubang.

ZONA KOTAMOBAGU – Jalan penghubung Kelurahan Upai dan Desa Pontodon, rusak parah. Lubang berukuran kecil hingga besar menganga di beberapa titik jalan di wilayah Kecamatan Kotamobagu Utara itu. Kondisi tersebut sudah lama terjadi, namun hingga kini belum ada perbaikan.

“Sudah lama begini (rusak), tapi belum juga diperbaiki. Kalau dibiarkan terus, akan semakin parah dan bisa membahayakan pengguna jalan,” kata Is Dondo, warga Kelurahan Upai.

Menanggapinya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sande Dodo, mengatakan perbaikan jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Hal itu sesuai SK Gubernur Sulut nomor 267 Tahun 201 tertanggal 23 Agustus tentang penetapan ruas jalan provinsi di wilayah Sulut. “Ada beberapa ruas jalan yang masuk di wilayah kewenangan provinsi, seperti di Jalan Upai sampai ke Bilalang, Mongkonai sampai di Lalow (Kabupaten Bolmong), Kopandakan I sampai ke Tungoi dan Matali Baru (Bolmong). Itu jalan yang menghubungkan dua kabupaten dan kota,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya mengalokasikan anggaran pemeliharaan jalan. Namun katanya, anggaran itu tak bisa diperuntukkan pada pemeliharaan jalan yang menjadi wewenang Provinsi atau pusat. “Kecuali jalan daerah, itu bisa kita tindaklanjuti baik itu pemeliharaan ataupun perbaikan,” tambahnya. (ads/gito)