Beranda blog Halaman 557

Pemkot Anggarkan 1,7 miliar untuk Pembebasan Lahan Jalan Masuk Pasar Genggulang

Herman Aray
Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan pasar yang representatif untuk masyarakat. Salah satunya adalah yang berada di Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara. Untuk menunjang operasional pasar tersebut, Pemkot akan membangun akses jalan masuk ke pasar yang berada di kompleks pemukiman warga itu.

“Sekarang sementara proses pembebasan lahan. Mudah-mudahan bisa selesai akhir bulan ini atau paling lambat awal Agustus,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM), Herman Aray.

Ia menjelaskan, anggaran untuk pembebasan lahan warga yang akan dilalui proyek pembangunan jalan masuk pasar tersebut sebesar Rp1,7 Triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Panjang jalan sekitar 200 meter dan lebar 24 meter. Lahan yang akan dilalui itu miliki delapan orang. Ada lahan kosong, ada juga bangunan rumah warga. Untuk biaya per meternya masih akan kita hitung lagi disesuaikan dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak),” jelasnya.

Lanjutnya, pembangunan fisik jalan tersebut akan dilaksanakan setelah proses pembebasan lahan selesai. “Pekerjaan itu di Dinas PU, kemungkinan tahun depan akan dikerjakan. Untuk bangunan pasar sudah selesai, tinggal pembangunan jalan saja,” ujarnya. (ads/gito)

Tiga Koperasi Dapat Hadiah 37,5 juta

Foto bersama walikota, Kepala Disperindagkop dan perwakilan tiga koperasi usai menerima hadiah secara simbolis.

ZONA KOTAMOBAGU – Tiga koperasi terbaik di Kota Kotamobagu yang menjadi pemenang lomba dalam rangka Hari Koperasi ke-71, mendapat hadiah berupa uang tunai sebesar Rp37,5 juta. Serah terima hadiah tersebut dilakukan usai apel korpri di Lapangan Boki Hotinimbang, Selasa (17/7), oleh Walikota Tatong Bara kepada perwakilan dari tiga koperasi tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, menjelaskan tiga koperasi yang mendapat hadiah tersebut adalah Koperasi Sepakat, Yuda Amerta dan Sinar Mas. “Untuk juara I mendapat hadiah lima belas juta, juara II dua belas juta lima ratus dan juara III sepuluh juta. Kemudian yang mendapat juara I nantinya akan menjadi wakil Kota Kotamobagu pada lomba koperasi tingkat provinsi tahun depan,” jelasnya.

Lanjutnya, ketiga koperasi yang ditetapkan sebagai pemenang atau yang terbaik itu sebelumnya telah melalui tahapan penilaian pada Bulan Maret, April dan Mei lalu. “Ada beberapa kriteria penilaiannya, diantaranya soal administrasi, rutinitas melaksanakan RAT (Rapat Akhir Tahunan) dan sebagainya. Penilaian ini rutin kita laksanakan setiap tahun,” ujarnya.

Disisi lain, ia mendorong 80 koperasi aktiv di Kota Kotamobagu untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan. “Semua harus berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Sebab koperasi ini menjadi salah satu penggerak roda ekonomi masyarakat,” tambahnya. (ads/gito)

Direksi Bank SulutGo Diminta Gelar RUPS Luar Biasa

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) merespon surat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong terkait permintaan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. Surat bernomor 900/Setdakab/08/224/VII/2018 tertanggal 12 Juli 2018, perihal permintaan RUPS Luar Biasa Bank SulutGo yang ditujukan ke pemegang saham pengendali dan pemegang saham Bank SulutGo.

“Dalam surat itu, Pemkab Bolmong meminta direksi menggelar RUPS Luar Biasa seperti yang dibicarakan pada RUPS sebelumnya. Kita (Pemkot) sebagai salah satu pemegang saham mendukung langkah Pemkab Bolmong itu,” kata Walikota Tatong Bara.

Lanjut walikota, pihaknya menunggu respon dari jajaran Direksi Bank SulutGo soal tindak lanjut surat Pemkab Bolmong tersebut. Jika permintaan itu tidak diindahkan, walikota mengaku akan mempertimbangkan untuk memindahkan Rekening Kas Umum Daerah ke bank lain. “Kita masih menunggu respon dari mereka (Direksi Bank SulutGo), jika tidak kita pertimbangkan untuk memindahkan RKUD,” ujarnya.

Walikota mengungkapkan, Pemkot bersama DPRD Kotamobagu pernah menyurat ke Direksi Bank SulutGo untuk rapat bersama terkait berbagai persoalan yang terjadi diinternal bank tersebut. “Sudah beberapa kali kita menyurat, tapi tidak ada tanggapan. Mereka tak kooperatif, padahal kami adalah satu satu pemegang saham juga,” ungkap walikota.

Disisi lain, walikota mengakui sedikit kecewa dengan berbagai kebijakan pihak Bank SulutGo, baik soal penempatan jajaran direksi maupun rekrutmen pegawai yang belum secara maksimal mengakomodir kader-kader Bolmong Raya. “Soal perekrutan karyawan saja kenapa harus di Manado lagi. Harusnya diserahkan saja ke daerah (kantor cabang) saja,” sebut walikota. (ads/gito)

Ini Lokasi 25 Potensi Wisata di Kotamobagu

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu memiliki berbagai objek wisata yang menjanjikan. Semua itu sudah didata dan direncakanan untuk dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot), agar kedepannya menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Informasi didapat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), ada 25 objek wisata yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan, yang terdiri dari objek wisata alam, budaya, buatan serta budaya dan religi (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Disparbud, Agung Adati, mengatakan semua potensi wisata yang ada sudah didata dan telah masuk dalam rencana pengembangan. “Semua akan dikembangkan, tapi dilakukan secara bertahap karena kita menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” katanya.

Untuk pengembangan semua potensi wisata tersebut, ia juga mendorong ke semua pemerintah desa untuk mengalokasikan anggaran melalui alokasi dana desa untuk pengambangan objek wisata yang ada di desa masing-masing. “Jika itu dikembangkan, maka bisa mendatangkan PADes (Pendapatan Asli Desa) bagi desa masing-masing,” ujarnya.

Dari semua potensi wisata yang ada, beberapa diantaranya terdapat di Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, seperti Air Panas Malelang, Air Batu Putih serta Kawasan batu Putih Malelang.

“Selain potensi pertanian, di sini ada juga potensi wisata. Lokasinya tak jauh. Insya allah itu akan kita optimalkan bersama instansi terkait. Kemudian ada juga air terjun yang lokasi dekat dengan pemukiman warga. Nantinya kita akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memanfaatkan air terjun itu sebagai sumber air yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Kepala Desa Bilalang I, Badaria Mokoginta.

Ia mengakui, sejumlah objek wisata tersebut saat ini belum terkelola. Sebab saat ini pemerintah desa masih terfokus pada pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan serta peningkatan sarana dan prasarana fisik. “Anggaran untuk penanganannya memang besar, sehingga itu nanti akan kita optimalkan tahun 2019 dengan anggaran dari dana desa serta berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya,” sebutnya. (ads/gito)

 

Potensi Wisata Kota Kotamobagu

Objek Wisata                                                        Lokasi                                                     Jenis Daya Tarik Wisata

Air Terjun Molimpungan                                   Desa Kobo Kecil                                   Alam

Air Terjun Mongkonai                                        Kelurahan Mongkonai Barat             Alam

Air Terjun Boliangonan                                      Desa Poyowa Besar II                         Alam

Air Terjun Mobuya                                              Desa Poyowa Besar II                         Alam

Air Panas Malelang                                              Desa Bilalang I                                      Alam

Air Batu Putih                                                      Desa Bilalang I                                      Alam

Kawasan Batu Putih Malelang                          Desa Bilalang I                                      Alam

Gunung Sia                                                           Desa Sia                                                 Alam

Hutan Kota Bonawang                                       Kelurahan Mongonai Barat               Buatan

Taman Kota                                                          Kelurahan Kotamobagu                     Buatan

Kolam Renang Artabanyu                                 Kelurahan Kobo Besar                       Buatan

Kolam Renang Tirta Kencana                           Kelurahan Mogolaing                         Buatan

Perkebunan Sibatuon Mobalang                      Desa Poyowa Besar II                         Buatan

Rumah Adat Bobakidan                                     Kelurahan Kotobangon                      Budaya

Pembangunan Museum                                     Kelurahan Kotobangon                      Budaya

Patung Bogani                                                     Kelurahan Kotobangon                      Budaya

Makam Raja DC Manoppo                  Kelurahan Matali                                 Budaya

Makam Raja Datoe Binangkang                        Desa Poyowa Besar I                          Budaya

Makam Raja Abo Tadohe                                   Kelurahan Upai                                    Budaya

Rumah Adat Khas Bolmong                              Kelurahan Molinow                            Budaya

Rumah Adat Khas Bolmong                              Desa Kopandakan I                              Budaya

Masjid Tertua Al Huda                                        Desa Kopandakan I                              Budaya dan Religi

GMIBM                                                                  Kelurahan Kotamobagu                     Budaya dan Religi

Klenteng Tian Shan Sheng Mu                         Kelurahan Mongkonai Barat             Budaya dan Religi

Pura Jagat Nata                                                   Kelurahan Mogolaing                         Budaya dan Religi

*** Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Kelola BUMDes, Desa Dapat PADes

Hamdan Monigi

ZONA KOTAMOBAGU – 15 desa di Kota Kotamobagu mengelola anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Selain diperuntukkan pada pembangunan, pemerintah desa diperbolehkan menyertakan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Penyertaan modal bisa dari dana desa, bisa juga dari ADD. Tergantung dari kesepakatan bersama lewat rapat oleh pemerintah desa dan pengelola BUMDes. Kemudian untuk penyertoaan modalnya bisa seratus juta, dua ratus juta, lima ratus juta atau lebih. Yang penting ada usaha yang dikelola dan atas persetujuan bersama,” kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Hamdan Monigi.

Ia menjelaskan, masih ada satu dari 15 desa yang belum memiliki BUMDes, yakni Desa Moyag Tampoan. Sedangkan 14 desa lainnya sudah ada dan mulai jalan sejak awal tahun ini. “Di Moyag Tampoan masih dalam proses pembentukan. Kalau tahun ini rampung bisa langsung jalan, tergantung pihak desa. Tapi kalau tidak, tahun depan sudah jalan seperti desa yang lain,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, setiap desa akan mendapatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dari hasil pengelolaan BUMDes. “Desa sudah ada pendapatan sendiri, tapi untuk tahun ini belum diketahui berapa pendapatan tiap desa karena masih sedang berjalan. Nanti pada akhir tahun baru diakumulasi total pendapatan, kemudian itu dilaporkan sebagai pertanggungjawaban,” ungkapnya. (rpm)

Sangadi-BPD Diminta Bersinergi

Nasrun Gilalom

ZONA KOTAMOBAGU – Sangadi (kepala desa, red) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diminta untuk selalu bersinergi dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan di dalam desa. Hal ini disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda), Nasrun Gilalom.

Menurutnya, sinergitas sangadi dan BPD harus tercipta, agar sistem pemerintahan desa dapat berjalan dengan baik. “Dua unsur ini sangat berpengaruh terhadap kesuksesan penyelenggaraan sistem pemerintahan dan pembangunan di dalam desa,” ujarnya.

Ia mengakui, jika sangadi dan BPD memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, maka jalannya sistem pemerintahan dan pembangunan akan berjalan baik. “Jelas dalam aturan maupun undang-undang yang mengatur tentang BPD dan kepala desa. Kalau kedua pihak itu memahami tupoksi masing-masing, maka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan akan berjalan sesuai yang diharapkan,” sebutnya.

Disisi lain, ia mengimbau agar BPD sebagai mitra pemerintah desa untuk mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa. “BPD dapat mengawasi dan meminta pertanggungjawaban tentang penyelenggaraan pemerintahan desa, kemudian sangadi berkewajiban menyatakan pendapat atas penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa,” imbaunya. (ads/gito)

Walikota Jagokan Perancis, Ketua KONI dan ASKOT PSSI Pilih Kroasia

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Pertandingan final piala dunia antara Kroasia dan Perancis, Minggu (15/7), menyita perhatian publik. Tak hanya di Rusia sebagai tuan rumah atau di negara yang menjadi peserta pesta sepak bola terakbar di dunia itu, tapi juga di Indonesia tak terkecuali dengan Kota Kotamobagu.

Antusias masyarakat menyambut partai puncak ini terlihat cukup tinggi. Selain sudah menyiapkan dan merencakan tempat nonton bareng, prediksi siapa yang akan keluar menjadi juara juga sudah dilakukan oleh insan-insan sepak bola di Tanah Totabuan. Ada yang memilih Perancis, tapi ada juga yang menjagokan Kroasia sebagai juara piala dunia.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotamobagu, Tony Ponongoa, memprediksi akan ada juara baru pada gelaran piala dunia di Rusia. Itu artinya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kotamobagu itu memilih Kroasia sebagai juara piala dunia di Negeri Beruang Merah. “Sejak memasuki babak delapan besar, saya lihat permainan Kroasia sangat baik. Kerja sama dan perpaduan antar lini selalu terlihat. Di tim itu tak ada pemain bintang yang menonjol, kualitas pemain-pemainnya merata semua. Saya bukan melihat negaranya, tapi kolektivitas timnya. Saya yakin akan keluar juara baru. Kroasia juara,” kata Tony.

Senada dengannya, Ketua ASKOT PSSI Kotamobagu, Benny Ramdhani, mengungkapkan Timnas Kroasia meski tak dihuni pemain-pemain bintang, namun memiliki mental dan spirit untuk merubah sejarah piala dunia. Ia yakin, Luka Modric dan kawan-kawan akan mengangkat trophy piala dunia di Rusia. “Kroasia memang negara kecil dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak. Tapi mereka punya semangat dan mental untuk merubah sejarah sepak bola dunia dan mengalahkan negara-negara besar. Saya yakin Kroasia menang,” sebutnya.

Berbeda dengan Ketua KONI dan Ketua ASKOT PSSI itu, Ketua Asosiasi Futsal Kota Kotamobagu, Renza Bambuena, justru memilih Perancis sebagai pemenang di partai puncak yang akan dihelat di Luzhniki Stadium, Moskow. “Dari awal saya menjagokan Perancis, dan saya yakin Les Blues akan keluar sebagai juara piala dunia tahun ini,” kata Renza.

Walikota Tatong Bara juga memilih Perancis sebagai jawara pada pagelaran piala dunia edisi ke-21 ini. “Saya menjagokan Perancis menjadi juara dunia 2018,” ujar Tatong.

Menurut Tatong, alasannya memilih Perancis karena tim berjuluk Ayam Jantan itu dihuni oleh pemain-pemain top di semua lini, mulai dari penjaga gawang hingga pemain depan. “Pemain muda Perancis, Kylian Mbappe, akan mencetak gol di laga final melawan Kroasia. Perancis pasti menang,” kata Tatong, optimis.  (ads/gito)

Gairah Investasi Meningkat, Ekonomi Masyarakat Bertumbuh

Noval Manoppo
Noval Manoppo

ZONA KOTAMOBAGU – Tingginya gairah investasi di Kota Kotamobagu sangat memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini diakui Kepala Dinas Penanaman dan Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Noval Manoppo.

Menurutnya, masuknya berbagai investasi di Kota Kotamobagu memberi kontribusi besar dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Pada semester kedua tahun ini, investasi akan lebih bergairah lagi. Ini akan terus memacu gairah ekonomi masyarakat,” kata Noval.

Noval menjelaskan, nilai investasi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan mencapai triliunan rupiah. “Dari tahun 2014 sampai sekarang totalnya sudah mencapai 3,6 triliun. Khusus di tahun 2018 ini, terhitung mulai 1 Januari sudah mencapai 243 dengan nilai investasi mencapai 427 miliar. Nilai itu diperkirakan akan terus bertambah pada triwulan III hingga triwulan IV,” jelasnya.

Disisi lain, ia mengakui pihaknya terus memberi kemudahan bagi setiap investor yang hendak berinvestasi di Kota Kotamobagu. “Kita terbuka bagi setiap investor yang datang, kemudian diberi kemudahan dalam hal perijinan. Namun kita harap semua tetap mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku,” tambahnya. (ads/gito)

Investor Tertarik Bangun Pabrik Pengalengan Nenas di Kotamobagu

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Buah Nenas Kotamobagu dilirik investor untuk dikembangkan. Beberapa lalu, pemodal asal Guangzhou, China, telah datang berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) terkait rencana pembangunan pabrik pengalengan Nenas di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.

“Ya, mereka (investor China) sudah datang pada Bulan Februari lalu. Sekarang kita tinggal menunggu bagaimana tindak lanjut dari mereka. Pada intinya, kita siap dan terbuka bagi setiap investor yang hendak datang menanamkan modal di sini,” kata Kepala Bidang Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan dan Promosi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Imran Golonda.

Diungkapkannya, saat berkunjung ke Kota Kotamobagu beberapa waktu lalu, tiga orang asal Negeri Tirai Bambu itu mengaku tertarik mengembangkan industri di bidang pertanian dengan terfokus pada Nenas dan Kelapa. Namun dari dua jenis komoditi itu, Nenas yang paling diprioritaskan. “Mereka sangat tertarik untuk berinvestasi di sini, kalau mereka serius kami juga lebih serius,” ungkapnya.

Selain investor China, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) juga tertarik mengembangkan potensi Nenas Kotamobagu. Jumat (12/7), walikota bersama Kepala BI Perwakilan Sulut telah menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) klaster unggulan daerah komoditas Nenas. Ukuran buah yang besar serta rasanya yang berbeda dengan Nenas dari daerah lain menjadi alasan pihak BI tertarik untuk mengembangkannya.

“MoU ini merupakan salah satu bentuk dukungan pihak BI dalam men-support pengembangan dan mempromosikan Buah Nenas Kotamobagu. Harapan kita setelah ini, tercipta peluang khususnya dalam pemasaran Nenas,” kata Tatong.

Tatong mengakui, pengembangan potensi Nenas di Kota Kotamobagu akan memampu menopang dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat. “Ini adalah momen yang baik bagi kita, karena akan sangat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” sebut Tatong. (ads/gito)

Luas Wilayah Bertambah, DAU Naik

Marham Anas Tungkagi
Anas Tungkagi

ZONA KOTAMOBAGU – Luas wilayah Kota Kotamobagu bertambah 40 kilo meter persegi atau menjadi 108,8 kilo meter persegi dari sebelumnya hanya 68,8 kilo meter persegi. Hal itu sesuai kesepakatan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permedagri) nomor 68 Tahun 2017 tentang batas daerah Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolmong.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan, Anas Tungkagi, ketambahan luas wilayah itu terbagi di empat wilayah kecamatan. Kecamatan Kotamobagu Barat menjadi wilayah yang luasnya bertambah sangat besar, yakni 20 kilo meter persegi. Selanjutnya di Kecamatan Kotamobagu Timur dengan luas 10 kilo meter persegi, serta Kecamatan Kotamobagu Selatan dan Kotamobagu Utara dengan masing-masing 5 kilo meter persegi.

“Ketambahan luas wilayah itu rata-rata berada di area perkebunan rakyat,” katanya.

Lanjutnya, perubahan luas wilayah itu langsung ditindaklanjuti ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementrian Keuangan (Kemenkeu). “Jika luas wilayah bertambah, maka DAU (Dana Alokasi Umum) juga ikut bertambah,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda), Adnan Massinae, mengungkapkan dokumen yang dikirim Pemkot terkait ketambahan luas wilayah itu sudah diserahkan ke Kemendagri dan Kemenkeu. “Ketambahan luas wilayah menjadi salah satu syarat bertambahnya besaran DAU. Itu sudah ditindaklanjuti, kita tinggal menunggu saja,” ungkapnya. (ads/gito)