Beranda blog Halaman 557

Pemkot Boyong Dua Penghargaan Tingkat Provinsi Sulut

Sekkot, Adnan Massinae, (kedua dari kiri) foto bersama para penerima penghargaan.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu berhasil memboyong dua penghargaan di bidang pembangunan sanitasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur nomor 464 Tahun 2017 tentang penetapan penerima anugerah Sulawesi Utara Sensanitasional Award Tahun 2017, Kota Kotamobagu mendapat peringkat III Anugerah Sulawesi Utara Sensanitasional Award Tahun 2017 dan terbaik III kategori persampahan. Piala dan piagam penghargaan tersebut diterima Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae dari Asisten II Pemprov Sulut Muhammad Mokoginta, pada kick off meeting dan rapat evaluasi tengah tahun PPSP 2018, Rabu (25/7) di Kantor Gubernur.

“Alhamdulillah, Kota Kotamobagu mendapatkan peringkat III dalam penilaian Anugerah Sulawesi Utara Sensanitasional Award Tahun 2017 dan terbaik III kategori persampahan. Penghargaan ini didapat berkat dukungan dan kerja sama dari semua elemen masyarakat,” kata Adnan.

Adnan mengungkapkan, penganugerahan Sulut Sensanitasional Award diberikan untuk mendorong percepatan tercapainya target pembangunan sanitasi Tahun 2019 dan percepatan pembangunan sanitasi di Sulut. “Anugerah Sulut Sensanitasional itu diberikan kepada kabupaten dan kota yang berkinerja baik dalam pembangunan sanitasi di wilayahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Imran Amon, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) terus memaksimalkan program pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Bahkan dalam beberapa waktu ke depan, sanimas akan kembali dibangun di Kelurahan Kotobangon dan Bilalang I dengan anggaran sebesar Rp1,2 miliar yang diberikan Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Alhamdulillah Kota Kotamobagu mendapatkan pengahrgaan itu. Ini menandakan bahwa sanitasi sudah baik,” sebutnya. (ads/gito)

Di Era Tatong Bara, Pembangunan MRBM Rampung

Masjid Raya Baitul Makmur

ZONA KOTAMOBAGU – Penyelesaian pembangunan Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) di era kepemimpinan Walikota Tatong Bara. Pengerjaan bangunan masjid termegah di Sulawesi Utara itu terus dipacu agar cepat selesai dan bisa segera difungsikan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan, Sofian Hatam, mengungkapkan pihak ketiga pelaksana proyek tersebut saat ini sedang memacu target pekerjaan agar bisa selesai tepat waktu sebelum berakhir masa kontrak pada 23 Agustus mendatang.

“Sekarang sedang berlangsung pekerjaan pemasangan marmer, pengecatan bagian dalam dan kaligrafi. Progresnya sudah 80 persen. Tiap hari kita awasi, agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan perencanaan dan selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya berencana memperpanjang kontrak kerja PT LBI sebagai pihak ketiga pelaksana proyek tersebut, menyusul adanya penambahan anggaran Rp250 juta dari Sisa Hasil Tender (SHT) sebesar Rp14,7 miliar yang akan digunakan untuk pemasangan pagar keliling berbahan stainless.

“Karena ada penambahan anggaran, maka waktu pengerjaanya juga bertambah. Nantinya akan ada adendum kontrak. Tapi ini baru rencana,” ujarnya.

Dijelaskannya, penambahan waktu pengerjaan tersebut direncanakan selama 45 hari. Masa waktu itu sesuai permintaan pihak ketiga dengan pertimbangan panjangnya waktu pemesanan bahan yang akan digunakan.

“Bahannya akan dipesan di Surabaya. Waktu pengirimannya sampai ke sini sekitar dua minggu, kemudian pemasangannya sekitar 30 hari. Jadi mereka minta waktu 45 hari. Kita sudah komunikasikan dengan mereka (pihak ketiga), dan mereka siap,” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah semua target pekerjaan tahun ini selesai, pihaknya akan kembali mengalokasikan anggaran sekira Rp9 miliar untuk pembangunan landscape dan basement tahun 2019 mendatang. “Harapan kita bersama pembangunannya berjalan lancar agar cepat selesai dan bisa segera difungsikan,” tambahnya. (ads/gito)

 

Kamis, KPU Tetapkan Pemenang Pilwako

Amir Halatan

ZONA POLITIK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengagendakan rapat pleno penetapan calon walikota dan wakil walikota terpilh, Kamis (26/7). Hal ini diutarakan Anggota KPU, Amir Halatan.

Menurutnya, jadwal pleno penetapan calon terpilih sudah melalui rapat bersama para komisioner serta hasil koordinasi dengan KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Sebenarnya kita sudah agendakan tanggal 23, tapi hasil koordinasi dengan KPU Provinsi nanti dilakukan pada tanggal 26 secara serentak dengan daerah lain yang melaksanakan Pilkada di Sulut,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga masih menunggu surat dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait tidak adanya Permohonan Hasil Pemilihan (PHP) untuk Pilkada Kota Kotamobagu.

“Terinformasi tak ada gugatan untuk Pilkada Kotamobagu, tapi kita tetap menunggu surat dari MK,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam pleno tersebut pihaknya akan mengundang para calon walikota dan wakil walikota peserta Pilwako 2018, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). “Setelah pleno penetapan pasangan calon terpilih, kita tinggal melaporkan hasil Pilkada ke KPU secara berjenjang dan DPRD,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam menyukseskan Pilwako. “Terima kasih kepada semua elemen masyarakat karena pelaksanaan Pilwako Kotamobagu berjalan aman, lancar dan sukses,” sebutnya.

Seperti diketahui, hasil penghitungan suara pemilihan walikota dan wakil walikota, pasangan Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK) meraih suara terbanyak dibandingkan pasangan Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JadiJo). (trz/gito)

Pemkot Raih Dua Penghargaan, Bukti Komitmen Beri Perlindungan Terhadap Anak

Pemkot Raih Penghargaan Layak Anak (2)

ZONA KOTAMOBAGU – Upaya Pemerintah Kota Kotamobagu untuk terus melakukan upaya pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak, mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat. Terbukti, daerah yang dipimpin Waki Kota Ir Tatong Bara itu kembali berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA), dan Sekolah Ramah Anak (SRA) Tahun 2018 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Prestasi Tingkat Nasional berupa penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2018, dan Sekolah Ramah Anak (SRA), sebagai terbaik nasional, untuk kategori Madrasah Aliyah (MA), yang diraih oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu, diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Republik Indonesia, Prof. DR. Yohana Yembise, kepada Walikota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, pada Malam Penganugerahan Kabupaten / Kota Layak Anak Tahun 2018, yang diselenggarakan di Dyandra Convention Centre, Surabaya – Jawa Timur, Senin (23/7) .

Pemkot Raih Penghargaan Layak Anak (2)

Wali Kota Ir. Tatong Bara, usai menerima kedua penghargaan tingkat nasional tersebut mengatakan bahwa diraihnya penghargaan tersebut, merupakan hasil dari kerja keras dan dukungan dari seluruh masyarakat Kotamobagu yang selama ini selalu mendukung serta menyukseskan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kotamobagu dalam rangka untuk memenuhi hak–hak anak dan menjamin perlindungan terhadap anak di Kota Kotamobagu.

“Penghargaan tingkat nasional ini tentunya merupakan hasil dari adanya komitmen, kerja keras, serta dukungan dari seluruh masyarakat yang ada di Kota Kotamobagu, dan kedepan nanti, Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu akan terus meningkatkan berbagai upaya untuk pemenuhan hak – hak anak, serta perlindungan terhadap anak, termasuk yang berhubungan dengan Tumbuh Kembang Anak, seperti Pendidikan dan Waktu luang, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Perlindungan khusus, Hak Sipil dan Kebebasan, serta Keluarga dan Pengasuhan alternatif, sehingga nantinya setiap anak di Kotamobagu akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, terlindungi hak – haknya, serta terpenuhi kebutuhannya,” ujar Walikota.

Pemkot Raih Penghargaan Layak Anak (2)

Sebagaimana diketahui, sejak dicanangkan untuk menuju Kota Layak Anak, Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Kota Kotamobagu, telah melaksanakan berbagai upaya dalam rangka untuk mewujudkan Kota Kotamobagu sebagai Kota Layak Anak, yakni antara lain dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), pembentukan Forum Anak, pembentukan Gugus Tugas TPPO, Kampanye Tree Ends, dan berbagai kegiatan lainnya, yang bertujuan untuk memenuhi Hak – Hak Anak, serta Perlindungan terhadap anak.

Petani Nenas Sambut Baik Kerja Sama Pemkot-BI

KERJA SAMA: Walikota Tatong Bara bersama Kepala BI Perwakilan Sulut menandatangani MoU terkait pengembangan Nenas di Kotamobagu, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng Bank Indonesia (BI) dalam mengembangkan potensi nenas di Kota Kotamobagu, disambut baik para petani. Selain akan berdampak pada peningkatan produktivitas, apa yang dilakukan Pemkot tersebut juga diyakini akan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat khususnya petani nenas.

“Kerja sama Pemkot dengan pihak BI ini menjadi semangat baru bagi kami petani nenas. Selama ini yang menjadi kendala kami adalah soal pemasaran buah nenas. Biasanya setelah panen, hanya di jual di pinggiran jalan atau di bawa ke pasar. Dengan adanya kerja sama ini, maka kita bisa dengan mudah memasarkan hasil panen,” Sumitro Limpaton, petani nenas asal Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Petani lainnya, Mustofa Paputungan, mengungkapkan iklim dan cuaca Kota Kotamobagu sangat cocok untuk pengembangan potensi nenas. “Kita bersyukur, karena potensi besar ini bisa dilihat oleh pemerintah dengan mengajak Bank Indonesia bekerja sama soal pengembangannya. Ini menjadi kabar baik bagi kami petani nenas di daerah ini,” ujarnya.

Ia berharap, perjanjian kerja sama antara Pemkot dan BI yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani walikota dan kepala BI Perwakilan Sulut beberapa pekan lalu, segera ditindaklanjuti.

“Kami sebagai petani hanya bisa berharap segera ada tindaklanjutnya. Pada intinya kami menyambut baik adanya kerja sama itu, dan menyampaikan terima kasih kepada ibu walikota yang begitu peduli dengan nasib para petani,” sebutnya.

Walikota Tatong Bara, mengungkapkan berbagai potensi unggulan daerah termasuk komoditas nenas, perlu dikembangkan. Selain program yang sedang dan akan dilaksanakan oleh dinas terkait, upaya melobi investor juga terus dilakukan.

“Jumlah produksinya besar, kemudian kualitasnya juga baik. Peluang ini kita tangkap dan mudah-mudahan bisa menjadi sesuatu yang baik bagi petani,” ungkap walikota.

Usai menandatangani MoU bersama walikota dua pekan lalu, Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardjojo, mengakui nenas Kotamobagu memiliki rasa serta keunikan tersendiri. Hal itu menjadi alasan pihaknya tertarik mengembangkan salah satu potensi unggulan Kota Kotamobagu itu.

“Saya sudah rasa Nenas Lampung, Nenas Jawa. Kalau dibandingkan Nenas Kotamobagu lebih unggul. Rasanya manis dan tanaman ini cocok dikembangkan di daerah ini,” sebutnya.

Lanjutnya, Nenas Kotamobagu merupakan potensi perekonomian yang patut dikembangkan mulai dari proses produksi hingga pemasarannya. Oleh karena itu, pihaknya berencana memberi pelatihan kepada para petani soal tata cara tanam yang baik dan benar, dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas Nenas.

“Jika sudah sesuai standarnya, maka akan kita tingkatkan di segi lainnya. Tapi kalau belum, aspek produksinya akan lebih dulu diutamakan sebelum menuju ke bagian pengolahan. Setelah itu kita menuju ke pengolahan atau pasca panen,” ujarnya. (ads/gito)

Pembangunan 14 Unit RTLH Dimulai

Material banguan RTLH diterima warga penerima bantuan tersebut.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dimulai. Saat ini sedang berlangsung pendistribusian material bangunan ke masing-masing penerima.

“Yang diantar baru batu bata sebanyak 4.500 buah. Menurut mereka (pihak ketiga) akan segera dikirim bahan material lainnya,” kata Beni Manopo (52), warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Ia mengakui, bantuan RTLH yang diterimanya itu akan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan tempat tinggal keluarganya. “Terima kasih kepada pemerintah khususnya ibu walikota yang sudah memperhatikan kami masyarakat kecil. Bantuan yang diberikan ini sangat berarti bagi kami,” sebutnya.

Kepala Bidang Sosial dan Fakir Miskin Dinas Sosial, Roi Paputungan, mengatakan anggaran pembangunan 14 unit RTLH tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp385 juta. “Setiap unit anggarannya dua puluh tujuh juta lima ratus. Pengerjaannya dilakukan secara serentak dan ditargetkan selesai Bulan November,” katanya.

Lanjutnya, program pembangunan RTLH dilaksanakan dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Warga yang sebelumnya tinggal di rumah yang tak layak huni menjadi sasaran program tersebut. “Mudah-mudahan masyarakat khususnya penerima program ini akan merasakan manfaatnya dan bisa tinggal di rumah yang layak huni,” tambahnya.

Selain 14 unit yang dibiayai APBD tersebut, ia mengungkapkan pihaknya juga masih menunggu realisasi bantuan program yang sama dari pemerintah provinsi. “Kalau dari provinsi hanya dua unit. Sebenarnya ada enam unit, tapi setelah diverifikasi lapangan ternyata empat unit yang lain tidak memenuhi syarat, sehingga yang disetujui hanya dua unit saja. Kita masih menunggu realisasinya,” ungkapnya. (ads/gito)

Walikota Janji Naikkan Gaji Tenaga Kontrak

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana menaikkan gaji tenaga kontrak di tahun 2019 mendatang. Hal itu dimaksudkan memotivasi para tenaga kontrak dalam meningkatkan kinerjanya.

Menurut Walikota Tatong Bara, Pemkot saat ini sedang mengevaluasi kinerja setiap tenaga kontrak. Evaluasi itu katanya penting dilakukan, agar kedepannya semua tenaga kontrak yang ada di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki kompetensi dan kemampuan bekerja.

“Evaluasi terus dilakukan, karena rencananya mulai Januari 2019 gajinya diterima setiap bulan dan kita rencanakan ada kenaikan,” kata walikota.

Selain mendorong agar terus meningkatkan kinerjanya, walikota juga meminta agar semua tenaga kontrak terus meng-up grade kemampuan khususnya di bidang informasi dan teknologi.

“Semua wajib mengetahui IT, sebab Kota Kotamobagu on the track smart city. Bukan hanya tenaga kontrak, PNS hingga perangkat kelurahan desa juga harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini,” ujar walikota.

Selain itu, walikota juga terus mendorong agar instansi yang berurusan dengan pelayanan publik harus terus memaksimalkan pelayanan melalui sistem yang berbasis teknologi.

“Ini perlu dilakukan. Kita tak boleh ketinggalan. Perkembangan teknologi saat ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” tambah walikota. (ads/gito)

Pemdes Poyowa Besar II Dorong Pengembangan Bisnis Ayam Petelur

Salah satu tempat usaha ayam petelur di Desa Poyowa Besar.

ZONA KOTAMOBAGU – Desa Poyowa Besar II, Kecamatan Kotamobagu Selatan, menjadi sentra produksi ayam petelur di Kota Kotamobagu. Tak sedikit warga setempat yang menggantungkan hidup sebagai pebisnis ayam petelur. Bahkan di desa tersebut, terdapat satu lokasi yang didalamnya berdiri kandang tempat produksi.

Salah satu pengusaha, Rafiq Mokodompit (31), mengakui dirinya sudah lebih dari 20 tahun berbisnis ayam petelur. Keuntungan yang yang didapat dari bisnis itu katanya sangat menjanjikan. “Ayam dan telur ayam ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Alhamdulillah, sampai sekarang bisnis ini masih berjalan dan lancar,” sebutnya.

Ia menjelaskan, produksi telur ayam per hari bisa mencapai 40 bak, yang dalam satu bak berisi 30 butir telur. “Jumlah ayam ada seribu tujuh ratus ekor. Untuk harganya relatif, karena mengikuti harga dipasaran,” jelasnya.

Ia menyebut, modal yang dihabiskan untuk mengembangkan usaha tersebut tidak sedikit. Mulai dari pembuatan tempat, pembelian ayam hingga perawatannya memakan anggaran besar hingga mencapai Rp100 juta. “Modalnya cukup besar, tapi namanya berbisnis harus berani. Jika kita tekuni hasilnya cukup lumayan dan kita sendiri yang menikmatinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sangadi (Kepala Desa, red), Yendi Mokoagow, mengatakan pihaknya akan mendorong bisnis ayam petelur di desanya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Untuk lebih meningkatkan produksinya, ini akan kita dorong lewat dana desa. Mungkin dari segi infrastruktur jalan atau kebutuhan lainnya,” ungkapnya. (ads/gito)

Lomba Masamper se-Sulut Sukses

Kepala Disparbud, Agung Adati, menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba.

ZONA KOTAMOBAGU – Lomba masamper tingkat Provinsi Sulut yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan warga Nusa Utara di Kota Kotamobagu, sukses digelar. 18 grup dari berbagai daerah di Sulut tampil memukau dan menarik perhatian penonton maupun tim juri.

Dari lomba yang dilaksanakan Sabtu (21/7) hingga Minggu (22/7), grup asal Kota Manado berhasil menyapu bersih hadiah uang pembinaan dengan total puluhan juta rupiah yang disiapkan panitia. ST 25, Narwastu dan Smirna masing-masing menjadi juara I, II dan III. Sedangkan juara harapan I didapat Sahabat Tanpa Batas Kotamobagu, juara harapan II Glori Tumumpa Manado dan Arnas Manado mendapatkan juara harapan III.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, mengatakan ajang pesona masamper yang dikemas dalam sebuah lomba itu, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengangkat budaya masamper sebagai salah satu kearifan lokal di Sulawesi Utara.

“Lomba ini diikuti oleh 18 grup yang berasal dari berbagai daerah di Sulut. Kita bersyukur karena acara ini berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Ia mengungkapkan, ajang pesona masamper itu akan menjadi agenda rutin tahunan. “Insya allah kegiatan ini akan menjadi ivent tahunan Pemkot Kotamobagu. Kegiatan seperti ini sangat memberi dampak terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, karena dapat menarik wisatawan datang ke Kota Kotamobagu,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Didi Manarat, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada peserta lomba yang sudah memberikan yang terbaik serta tim juri yang sudah ikut membantu menyukseskan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kota Kotamobagu yang sudah mendukung penuh kegiatan ini sehingga dapat terselenggara dengan baik,” sebutnya.

Grup atau peserta yang mendapatkan juara I berhak atas uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Sedangkan juara II dan III masing-masing mendapatkan Rp10 juta dan Rp7,5 juta. Sementara untuk juara harapan I mendapatkan Rp6 juta, harapan II Rp5 juta dan harapan III Rp4 juta. (ads/gito)

 

Pekan Depan, Walikota Terima Penghargaan dari Presiden

Sitti Rafiqah Bora
Sitti Rafiqah Bora

ZONA KOTAMOBAGU – Satu lagi penghargaan tingkat nasional diberikan pemerintah pusat ke Kota Kotamobagu. Kali ini yang didapat adalah penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2018. Kepastian diraihnya penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) itu sesuai undang bernomor B-940/KPP-PA/Dep.IV/TKA.01.02/07/2018 perihal penghargaan KLA Tahun 2018 yang ditujukan ke Walikota Kotamobagu tertanggal 17 Juli 2018.

“Alhamdulillah, evaluasi kabupaten/kota layak anak sudah selesai dan Kota Kotamobagu dapat penghargaan KLA Tahun 2018. Insya allah penghargaan ini akan diterima ibu walikota Hari Senin (pekan depan) di Kota Surabaya, dan sesuai rencana akan diserahkan oleh Presiden Joko WIdodo,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Sitti Rafiqah Bora.

Dijelaskannya, ada 24 indikator yang terbagi dalam lima kluster yakni, kelembagaan, hak sipil dan kebebasan, keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan masyarakat dan kesejahteraan sosial pendidikan dan waktu luang. “Tim penilai atau verifikasi lapangan terdiri dari Kementrian PPPA, Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri dan tim independen,” jelasnya.

Selain penghargaan KLA 2018, Kota Kotamobagu juga mendapatkan penghargaan Sekolah Ramah Anak (SRA) Tahun 2018. Dari hasil penilaian oleh tim verifikasi lapangan dan keputusan bersama tim juri, ditetapkan tiga sekolah di Sulawesi Utara yang mendapatkan penghargaan SRA terbaik Tahun 2018. “MAN I Kotamobagu bersama SMA Advent Klabat dan SMK Negeri I Sonder mendapatkan penghargaan itu. Kita bersyukur, karena Kota Kotamobagu mendapat dua penghargaan sekaligus,” ujarnya.

Ia mengakui, raihan penghargaan KLA dan SRA 2018 itu berkat dukungan dan kerja sama semua elemen masyarakat terkait pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dilaksanakan Pemkot Kotamobagu. “Ini juga tak lepas dari peran media yang selalu menyosialisasikan program pemerintah terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan sedang dan akan dilaksanakan,” sebutnya. (ads/gito)