Beranda blog Halaman 565

Sedekah Tatong Bara Bukan Money Politics

Ketua Panwaslu (tengah) didampingi anggota Panwaslu (kiri) dan Kapolres Bolmong (kanan) saat konferensi pers di Kantor Panwaslu.

ZONA KOTAMOBAGU – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang terdiri dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kotamobagu, Polres Bolmong dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, menyimpulkan penanganan perkara dugaan money politics yang dilakukan salah satu Calon Walikota, tidak memenuhi unsur sebagai perbuatan pidana. Hal ini diutarakan Ketua Panwaslu, Musly Mokoginta, saat konferensi pers di kantornya, Rabu (20/6).

Dijelaskannya, pihaknya melakukan pemeriksaan atas beberapa temuan ataupun hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) OTT Polres Bolmong dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Moyag Tampoan, Kelurahan Mogolaing, Desa Pontodon dan Desa Bilalang I. Dalam pemeriksaan itu, pihaknya memeriksa 25 orang saksi termasuk seorang saksi ahli dari Universitas Trisakti Jakarta. Katanya, berdasarkan pasal 187 ayat satu dan dua Undang undang nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang, yang berbunyi setiap orang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia, baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih agar tidak mengunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu dengan unsur-unsur setiap orang, unsur sengaja, unsur melakukan perbuatan hukum, unsur menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan baik secara langsung atau tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih.

“Berdasarkan uraian di atas, maka disimpulkan bahwa perkara tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia, baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih agar tidak mengunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, tidak memilih calon tertentu,” jelasnya.

Lanjutnya, dengan pertimbangan itu maka disimpulkan bahwa Calon Walikota Tatong Bara yang memberikan atau membagikan bingkisan Hari Raya Idul Fitri kepada warga kaum dhuafa yang membutuhkan untuk keperluan hari raya merupakan perbuatan  rutinitas yang dilakukan setiap Hari Raya Idul Fitri, dan dalam pembagian tersebut tdak ditemukan kata atau kalimat ajakan agar memilih calon tertentu dalam Pilkada serta tidak mencantumkan nomor urut peserta ataupun identitas pasangan calon tertentu, sehingga jelas bukan merupakan perbuatan melawan hukum untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu atau tidak memilih calon tertentu.

“Itulah hasil pemeriksaan baik temuan Panwas dan hasil OTT dari Polres Bolmong,” terang Musly.

Soal barang bukti yang diamankan, ia mengaku bahwa ada 36 lusin minuman serta amplop berisikan uang dan semua itu akan dikembalikan kepada pemiliknya. “Itu yang ada dalam pengawasan kami. Kalau yang di Mogolaing dan Moyag Tampoan, dari hasil koordinasi dengan Dandim dan Kapolres bahwa itu (barang bukti) tidak ada di Kodim, Polres dan di Panwaslu. Hasil pemeriksaan pelapor dan terlapor mereka mengatakan bahwa itu diambil oleh tim dari sekretariat JaDi-JO,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya akan terus melakukan pengawasan, patroli sampah hari H pemungutan suara untuk mengantisipasi praktek money politics atau jenis pelanggaran lainnya. “Kita juga akan selalu berkoordinasi baik dalam pengawasan atau penindakan jika ada indikasi money politics,” tambahnya.

Menanggapi putusan atau kesimpulan Panwaslu tersebut, Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan, mengaku bahwa penanganan perkara tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Panwaslu. “Itu kami serahkan sepenuhnya kepada Panwaslu,” sebutnya.

Disisi lain, ia mengimbau kepada pasangan calon maupun tim pemenangan masing-masing untuk tidak melakukan praktek money politics. “Kami akan terus melakukan pengawasan. Jika ditemukan ada yang melakukan pelanggaran, akan kita tindak,” tegasnya. (trz)

Hutan Kota Bonawang Alternatif Wisata yang Menjanjikan

Hutan Kota Bonawang Kelurahan Mongkonai Barat.

ZONA KOTAMOBAGU – Hutan Kota Bonawang yang berada di Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat, menjadi salah satu alternatif wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, baik saat akhir pekan maupun sekadar mengisi waktu liburan. Objek wisata yang menyuguhkan keanekaragaman hayati ini berada tak jauh dari pusat kota, dan mudah diakses baik menggunakan roda dua maupun roda empat.

Informasi didapat, di Hutan Kota Bonawang tersebut terdapat 100 jenis tanaman, diantaranya tanaman nyatoh, mahoni, jati putih, angsana, dan cempaka. Selain itu juga terdapat 25 jenis fauna seperti  orang hutan, tarsius, ular patola, ayam hutan, kakak tua, burung hantu dan gagak dan lainnya. Selain di itu, hutan kota yang memiliki luas sekira 4,3 hektare itu terdapat berbagai fasilitas yang disiapkan untuk para pengunjung, seperti shelter, jalan paving lima arah, sarana tempat penelitian, tempat belajar untuk siswa atau mahasiswa dan lainnya.

“Hutan kota ini sangat baik sekali untuk dikunjungi. Bagi wisatawan yang datang ke sini bisa menikmati udara sejuk juga akan mendapatkan pengetahuan tentang alam dan lingkungan,” kata Said Alwi, salah satu pemerhati lingkungan di Kota Kotamobagu. (ads/gito)

PNS jangan Tambah Libur

Muhammad Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengingatkan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), untuk dapat mematuhi ketentuan libur dan cuti bersama dalam rangka hari idul fitri tahun ini. Menurutnya, semua pegawai pemerintahan wajib masuk kantor dan kembali beraktivitas seperti biasa pada Kamis (21/6).

“Tidak ada yang menambah libur. Semua wajib masuk kantor tanpa terkecuali pada tanggal 21,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, waktu libur dan cuti bersama terbilang cukup panjang. Oleh karena itu, ia menekankan agar tidak ada yang sengaja menambah libur dengan alasan yang tidak jelas. “Waktu libur cukup panjang, jadi tidak ada yang tambah-tambah libur lagi,” ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta, menegaskan semua PNS dan tenaga kontrak wajib mengikuti apel kerja perdana pada hari pertama masuk kerja pasca libur dan cuti bersama Idul Fitri. “Tanpa terkecuali baik PNS maupun tenaga kontrak, semua wajib ikut apel perdana pada tanggal 21,” tegas Sahaya.

Ditambahkannya, kehadiran PNS saat apel kerja perdana menjadi bagian dari penghitungan Tunjangan Penghasian Pegawai (TPP). Oleh karena itu, ia berharap agar tidak ada PNS yang absen saat apel perdana nanti. “Ada beberapa kriteria dalam penghitungan TPP, salah satunya adalah soal kehadiran pada apel perdana. Ketika kewajiban itu dilaksanakan maka akan ada reward dari pemerintah, berupa pemberian TPP,” tambahnya. (ads/gito)

Perayaan Hari Raya Binarundak jadi Destinasi Wisata Kuliner

Proses pembakaran Binarundak di Kelurahan Motoboi Besar.

ZONA KOTAMOBAGU – Perayaan Hari Raya Binarundak yang baru saja dilaksanakan di Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, tak hanya menjadi momentum perekat silaturahmi antar sesama masyarakat, tapi juga menjadi destinasi wisata kuliner di Kota Kotamobagu. Dalam pelaksanaannya, panitia pelaksana menyiapkan 2.050 kilo gram (Kg) beras ketan yang diolah menjadi binarundak sebanyak lebih dari 4.000 ruas bambu.

Menurut Kepala Dinas Pariwisa dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, perayaan hari raya binarundak yang dikemas dalam kegiatan festival binarundak Tahun 2018 merupakan sebuah destinasi wisata kuliner. Selain yang disiapkan pemerintah di empat titik pelaksanaan, di tiap rumah warga juga menyediakan menu binarundak yang disajikan kepada setiap tamu yang datang.

“Kalau bicara binarundak, rugi kalau tidak ke Kelurahan Motoboi Besar. Di sana disiapkan di rumah-rumah warga dan juga di beberapa titik yang disiapkan panitia,” katanya.

Ia mengungkapkan, selain binarundak yang menjadi salah satu menu khas daerah, Kota Kotamobagu juga dikenal dengan berbagai menu khasnya, seperti sayur yondog, ayam sinorang dan lainnya. “Kita sudah beberapa kali menggelar festival kuliner khas Kotamobagu dengan sasaran untuk mempromosikan makanan khas Kotamobagu. Ini juga sudah masuk dalam 100 calender of event Pemprov Sulut,” ungkapnya.

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, meminta agar perayaan hari raya binarundak yang dikemas dalam kegiatan festival binarundak tahun 2018 itu, dijadikan wadah untuk saling bersilaturahmi. “Semoga melalui kegiatan ini, semakin mempererat silaturahmi diantara kita semua,” sebut Pjs walikota.

Asisten II Pemprov Sulut itu juga mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kelurahan Motoboi Besar yang telah menggagas kegiatan tersebut. Kedepannya ia berharap kegiatan serupa tetap dilaksanakan dan lebih ditingkatkan lagi. “Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga menjadi destinasi wisata di Kota Kotamobagu. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Lurah Motoboi Besar, Zulvan Pombaile, menuturkan perayaan hari raya binarundak sebuah tradisi turun-temurun yang selalu dilaksanakan masyarakat setempat sejak belasan tahun yang lalu. Tujuannya adalah lebih mempererat persaudaraan dan kekerabatan dengan jalinan tali silaturahmi. “Perayaan seperti ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan saja, tapi dijadikan momentum untuk meningkatkan hubungan meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama,” tuturnya.

Lanjutnya, titik perayaan hari raya binarundak ke-11 tahun ini dibagi di empat lokasi yang berada di tiap lingkungan. “Kemudian ada juga kelompok swadaya masyarakat, sehingga total ada 50-an titik pembakaran. Kegiatan seperti ini akan terus berkelanjutan kedepannya dan akan lebih ditingkatkan lagi. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu yang turut mensupport kegiatan ini,” ujarnya. (ads/gito)

Jumlah Pemilih Bertambah di Hari H Pemungutan Suara

Virginia Olii
Virginia Olii

ZONA KOTAMOBAGU – Jumlah pemilih pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota dipastikan akan kembali bertambah pada hari H pemungutan suara, 27 Juni mendatang. Data diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), ada sekira 136 orang yang pada hari pemungutan suara itu baru genap berusia 17 tahun atau masuk usia pilih.

“136 orang itu baru akan berusia 17 tahun saat hari H atau pada tanggal 27 Juni. Mereka sudah bisa melakukan perekaman e-KTP dan kita akan memberikan surat keterangan (suket) pengganti e-KTP,” kata Kepala Dinas Dukcapil, Virginia Olii.

Ia mengungkapkan, satu hari sebelum hari H atau pada 26 Juni, pihaknya akan membuka pelayanan perekaman e-KTP di kantor yang berada di Jalan Paloko Kinalang hingga pukul 24.00 Wita. “Di tanggal 27 Juni kami sudah tidak lagi melakukan perekaman, tapi hanya melayani sampai tanggal 26. Nantinya warga yang sudah merekam itu akan diberikan surat keterangan pengganti e-KTP agar bisa menyalurkan hak pilihnya,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengaku pihaknya akan berupaya agar warga yang sudah merekam bisa segera mengantongi e-KTP. “Mudah-mudahan tidak terkendala jaringan, e-KTP sudah bisa langsung dicetak. Karena untuk blanko sangat siap,” ujarnya.

Disisi lain, ia meminta kerja sama dari kepala desa dan lurah untuk membantu menyosialisasikan ke warganya masing-masing, terutama yang belum merekam e-KTP agar segera mendatangi Kantor Dinas Dukcapil melakukan perekaman. “Kami terus berusaha agar semua warga yang berusia di atas 17 tahun bisa segera memiliki e-KTP atau paling tidak sudah terekam dan mengantongi surat keterangan terlebih dahulu. Bahkan di hari libur kami tetap memberi pelayanan, termasuk juga turun ke desa dan kelurahan,” tambahnya. (ads/gito)

Pjs Walikota Berbaur dengan Masyarakat di Hari Raya Binarundak

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta menghadiri perayaan hari raya Binarundak yang dilaksanakan pemerintah dan masyarakat Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, Senin (18/6). Datang bersama Ketua TP PKK Kotamobagu, Yunikesumawati Mokoginta-Paputungan, didampingi para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pjs walikota berbaur dan terlihat akrab dengan masyarakat.

Pjs walikota bersama Kapolsek Urban Kotamobagu, Lurah Motoboi Besar dan Asisten I Setda saat berada di salah satu lokasi perayaan hari raya binarundak.

Momentum perayaan hari raya binarundak yang dikemas dalam kegiatan festival binarundak tahun 2018 itu, dijadikan wadah untuk saling bersilaturahmi.

Pjs walikota, Muhammad Mokoginta, bersama Ketua TP PKK Kotamobagu, Yunikesumawaty Mokoginta-Paputungan, disambut itum-itum oleh tokoh adat saat tiba di lokasi perayaan Hari Raya Binarundak.

“Semoga melalui kegiatan ini, semakin mempererat silaturahmi diantara kita semua,” sebut Pjs walikota.

Asisten II Pemprov Sulut itu juga mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kelurahan Motoboi Besar yang telah menggagas kegiatan tersebut. Kedepannya ia berharap kegiatan serupa tetap dilaksanakan dan lebih ditingkatkan lagi. “Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga menjadi destinasi wisata di Kota Kotamobagu. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Pjs walikota bersama Ketua TP PKK Kotamobagu saat berada di tempat kegiatan.

Pada perayaan hari raya binarundak tahun ini, panitia pelaksana menyiapkan 2.050 kilo gram (kg) beras ketan yang diolah menjadi binarundak atau nasi bambu sebanyak 4.000 ruas bambu. Titik pelaksanaannya terbagi di empat lokasi yang berada di tiap lingkungan. (advertorial)

Pererat Silaturahmi di Hari Raya Binarundak

Pjs walikota saat memberi sambutan pada perayaan festival binarundak di Kelurahan Motoboi Besar.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah dan masyarakat Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, merayakan hari raya binarundak, Senin (18/6). Dalam pelaksanaannya, disiapkan 2.050 kilo gram (kg) beras ketan yang diolah menjadi binarundak atau nasi bambu sebanyak lebih dari 4.000 bambu.

Lurah Motoboi Besar, Zulfan Pombaile, mengatakan perayaan hari raya binarundak merupakan sebuah tradisi turun-temurun yang selalu dilaksanakan masyarakat setempat sejak belasan tahun yang lalu. Tujuannya adalah lebih mempererat persaudaraan dan kekerabatan dengan jalinan tali silaturahmi. “Perayaan seperti ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan saja, tapi dijadikan momentum untuk meningkatkan hubungan meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama,” katanya.

Baca: Besok, Perayaan Hari Raya Binarundak di Motoboi Besar

Dijelaskannya, Binarundak memiliki makna tersendiri. Rempah-rempah yang digunakan untuk membuat binarundak memiliki arti kebersamaan ditengah banyak perbedaan. Sedangkan bumbunya adalah pemersatu. Selanjutnya, api yang digunakan untuk membakar diartikan sebagai simbol semangat dalam membangun. “Seperti filosofi binarundak dengan keberagaman rempah dan bahan lainnya yang dipersatukan dalam satu wadah kemudian dibakar dengan semangat kebersamaan. Oleh karena itu, perayaan ini kita maknai sebagai wadah pemersatu dan perekat hubungan kekeluargaan kita,” jelasnya.

Lanjutnya, titik perayaan hari raya binarundak ke-11 tahun ini dibagi di empat lokasi yang berada di tiap lingkungan. “Kemudian ada juga kelompok swadaya masyarakat, sehingga total ada 50-an titik pembakaran. Kegiatan seperti ini akan terus berkelanjutan kedepannya dan akan lebih ditingkatkan lagi. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu yang turut mensupport kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengungkapkan perayaan hari raya binarundak yang dikemas dalam festival binarundak tahun 2018 tersebut tak hanya sekadar jadi momentum mempererat tali silaturahmi antar sesama, tapi juga juga menjadi destinasi wisata baru di Kota Kotamobagu. “Ini harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Pjs walikota, saat memberi sambutan pada pembukaan kegiatan tersebut. (ads/gito)

Digunakan Sholat ID, MRBM Tampung Ribuan Jamaah

Suasana Sholat ID di MRBM.

ZONA KOTAMOBAGU – Keinginan pemerintah dan masyarakat khususnya umat muslim di Kota Kotamobagu agar Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) segera difungsikan, akhirnya terwujud. Meski fisik bangunannya sedang dalam tahap perampungan, namun masjid yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) itu sudah bisa dan telah digunakan sebagai lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri Tahun 1439 Hijriah.

“Alhamdulillah, akhirnya masjid ini sudah bisa digunakan meskipun belum 100 persen selesai. Mudah-mudahan lanjutan pembangunan masjid ini berjalan lancar agar bisa segera rampung dan kedepannya sudah bisa digunakan untuk sholat setiap harinya,” kata Refly Mamonto, salah satu warga Kotamobagu.

MRBM dibangun pemerintah dengan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dalam beberapa tahun terakhir, dialokasikan anggaran miliaran rupiah setiap tahunnya untuk penyelesaian fisik bangunan masjid tersebut. Kapasitas masjid tersebut diperkirakan bisa menampung sekira 5.00o ribu jamaah. Namun karena masih beberapa bagian yang belum rampung pekerjaannya, sehingga pada pelaksanaan sholat Idul Fitri tahun ini hanya bisa menampung 3.000-an jamaah saja. (ads/gito)

Besok, Perayaan Hari Raya Binarundak di Motoboi Besar

Proses pembakaran Binarundak di Kelurahan Motoboi Besar.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah dan masyarakat Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, menyiapkan 2.050 kilo gram (Kg) beras ketan untuk dibuat Binarundak (nasi bambu) pada perayaan Hari Raya Binrundak tahun ini yang akan dilaksanakan Senin (18/6). Hal ini diutarakan Lurah Motoboi Besar, Zulfan Pombaile.

Menurutnya, beras ketan yang menjadi bahan dasar pembuatan Binarundak itu bersumber dari bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) serta partisipasi masyarakat setempat. “Itu (beras ketan) dibagi di empat lingkungan, karena ditiap lingkungan disiapkan satu lokasi perayaan. Insya allah besok (hari ini, red) walikota hadir dan akan mengunjungi empat titik lokasi perayaan,” katanya.

Ia mengungkapkan, perayaan hari raya binarundak merupakan tradisi yang sudah puluhan tahun dilaksanakan masyarakat setempat di tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri. “Ini sudah jadi tradisi di sini. Setiap tahunnya selalu dilaksanakan kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, perayaan hari raya binarundak itu merupakan ajang silaturahmi antar sesama masyarakat. “Ini terbuka untuk umum. Itu artinya, siapa saja masyarakat bisa hadir dan merayakan bersama. Selain di empat lokasi yang disiapkan itu, di rumah-ruma warga juga ada,” tambahnya. (ads/gito)

Ratusan Pemuda Lintas Gereja Amankan Lokasi Sholat ID

Para pemuda lintas gereja membersihkan sampah yang ditinggalkan jamaah di lokasi sholat ID.

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) dan ribuan masyarakat melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM), Jumat (15/6). Dari pantauan, pelaksanaan sholat berjalan aman dan lancar. Ribuan jamaah terlihat khusyu mengikuti semua rangkaian ibadah mulai dari sholat hingga selesai khotib berkhotbah.

Sementara di luar area MRBM, ada lebih dari 100 pemuda lintas gereja yang berjaga-jaga sebelum hingga selesai pelaksanaan sholat, mengatur arus lalu lintas di sekitaran masjid hingga membersihkan sampah yang berserakan di sekitar lokasi. Tak hanya itu, dua hari sebelum hari H pelakasanaan sholat Idul Fitri, umat kristiani juga ikut ambil bagian dalam pembersihan lokasi pelaksanaan sholat. Semua itu dilakukan selain memberi rasa aman dan nyaman bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah, juga untuk lebih memperkokoh toleransi antar umat beragama yang sudah lama terjalin di Kota Kotamobagu.

“Ini adalah inisiatif kita, dengan tujuan agar memberi rasa aman dan kenyamanan bagi saudara-saudara kita beragama muslim yang sedang melaksanakan ibadah,” kata salah satu tokoh pemuda kristen Kotamobagu, David Wullur.

Ia berharap, toleransi antar umat beragama di Kota Kotamobagu terus terjaga. Katanya, dengan bertoleransi dapat tercipta suasana aman dan damai di tengah masyarakat. “Kita harus bersatu menjaga keamanan dan kedamaian di daerah ini, apalagi Kota Kotamobagu masuk 10 besar kota paling toleran di Indonesia. Ini harus kita jaga bersama,” harapnya. (ads/gito)