Beranda blog Halaman 565

Pererat Silaturahmi di Hari Raya Binarundak

Pjs walikota saat memberi sambutan pada perayaan festival binarundak di Kelurahan Motoboi Besar.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah dan masyarakat Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, merayakan hari raya binarundak, Senin (18/6). Dalam pelaksanaannya, disiapkan 2.050 kilo gram (kg) beras ketan yang diolah menjadi binarundak atau nasi bambu sebanyak lebih dari 4.000 bambu.

Lurah Motoboi Besar, Zulfan Pombaile, mengatakan perayaan hari raya binarundak merupakan sebuah tradisi turun-temurun yang selalu dilaksanakan masyarakat setempat sejak belasan tahun yang lalu. Tujuannya adalah lebih mempererat persaudaraan dan kekerabatan dengan jalinan tali silaturahmi. “Perayaan seperti ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan saja, tapi dijadikan momentum untuk meningkatkan hubungan meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama,” katanya.

Baca: Besok, Perayaan Hari Raya Binarundak di Motoboi Besar

Dijelaskannya, Binarundak memiliki makna tersendiri. Rempah-rempah yang digunakan untuk membuat binarundak memiliki arti kebersamaan ditengah banyak perbedaan. Sedangkan bumbunya adalah pemersatu. Selanjutnya, api yang digunakan untuk membakar diartikan sebagai simbol semangat dalam membangun. “Seperti filosofi binarundak dengan keberagaman rempah dan bahan lainnya yang dipersatukan dalam satu wadah kemudian dibakar dengan semangat kebersamaan. Oleh karena itu, perayaan ini kita maknai sebagai wadah pemersatu dan perekat hubungan kekeluargaan kita,” jelasnya.

Lanjutnya, titik perayaan hari raya binarundak ke-11 tahun ini dibagi di empat lokasi yang berada di tiap lingkungan. “Kemudian ada juga kelompok swadaya masyarakat, sehingga total ada 50-an titik pembakaran. Kegiatan seperti ini akan terus berkelanjutan kedepannya dan akan lebih ditingkatkan lagi. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu yang turut mensupport kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengungkapkan perayaan hari raya binarundak yang dikemas dalam festival binarundak tahun 2018 tersebut tak hanya sekadar jadi momentum mempererat tali silaturahmi antar sesama, tapi juga juga menjadi destinasi wisata baru di Kota Kotamobagu. “Ini harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Pjs walikota, saat memberi sambutan pada pembukaan kegiatan tersebut. (ads/gito)

Digunakan Sholat ID, MRBM Tampung Ribuan Jamaah

Suasana Sholat ID di MRBM.

ZONA KOTAMOBAGU – Keinginan pemerintah dan masyarakat khususnya umat muslim di Kota Kotamobagu agar Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) segera difungsikan, akhirnya terwujud. Meski fisik bangunannya sedang dalam tahap perampungan, namun masjid yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) itu sudah bisa dan telah digunakan sebagai lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri Tahun 1439 Hijriah.

“Alhamdulillah, akhirnya masjid ini sudah bisa digunakan meskipun belum 100 persen selesai. Mudah-mudahan lanjutan pembangunan masjid ini berjalan lancar agar bisa segera rampung dan kedepannya sudah bisa digunakan untuk sholat setiap harinya,” kata Refly Mamonto, salah satu warga Kotamobagu.

MRBM dibangun pemerintah dengan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dalam beberapa tahun terakhir, dialokasikan anggaran miliaran rupiah setiap tahunnya untuk penyelesaian fisik bangunan masjid tersebut. Kapasitas masjid tersebut diperkirakan bisa menampung sekira 5.00o ribu jamaah. Namun karena masih beberapa bagian yang belum rampung pekerjaannya, sehingga pada pelaksanaan sholat Idul Fitri tahun ini hanya bisa menampung 3.000-an jamaah saja. (ads/gito)

Besok, Perayaan Hari Raya Binarundak di Motoboi Besar

Proses pembakaran Binarundak di Kelurahan Motoboi Besar.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah dan masyarakat Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, menyiapkan 2.050 kilo gram (Kg) beras ketan untuk dibuat Binarundak (nasi bambu) pada perayaan Hari Raya Binrundak tahun ini yang akan dilaksanakan Senin (18/6). Hal ini diutarakan Lurah Motoboi Besar, Zulfan Pombaile.

Menurutnya, beras ketan yang menjadi bahan dasar pembuatan Binarundak itu bersumber dari bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) serta partisipasi masyarakat setempat. “Itu (beras ketan) dibagi di empat lingkungan, karena ditiap lingkungan disiapkan satu lokasi perayaan. Insya allah besok (hari ini, red) walikota hadir dan akan mengunjungi empat titik lokasi perayaan,” katanya.

Ia mengungkapkan, perayaan hari raya binarundak merupakan tradisi yang sudah puluhan tahun dilaksanakan masyarakat setempat di tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri. “Ini sudah jadi tradisi di sini. Setiap tahunnya selalu dilaksanakan kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, perayaan hari raya binarundak itu merupakan ajang silaturahmi antar sesama masyarakat. “Ini terbuka untuk umum. Itu artinya, siapa saja masyarakat bisa hadir dan merayakan bersama. Selain di empat lokasi yang disiapkan itu, di rumah-ruma warga juga ada,” tambahnya. (ads/gito)

Ratusan Pemuda Lintas Gereja Amankan Lokasi Sholat ID

Para pemuda lintas gereja membersihkan sampah yang ditinggalkan jamaah di lokasi sholat ID.

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) dan ribuan masyarakat melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM), Jumat (15/6). Dari pantauan, pelaksanaan sholat berjalan aman dan lancar. Ribuan jamaah terlihat khusyu mengikuti semua rangkaian ibadah mulai dari sholat hingga selesai khotib berkhotbah.

Sementara di luar area MRBM, ada lebih dari 100 pemuda lintas gereja yang berjaga-jaga sebelum hingga selesai pelaksanaan sholat, mengatur arus lalu lintas di sekitaran masjid hingga membersihkan sampah yang berserakan di sekitar lokasi. Tak hanya itu, dua hari sebelum hari H pelakasanaan sholat Idul Fitri, umat kristiani juga ikut ambil bagian dalam pembersihan lokasi pelaksanaan sholat. Semua itu dilakukan selain memberi rasa aman dan nyaman bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah, juga untuk lebih memperkokoh toleransi antar umat beragama yang sudah lama terjalin di Kota Kotamobagu.

“Ini adalah inisiatif kita, dengan tujuan agar memberi rasa aman dan kenyamanan bagi saudara-saudara kita beragama muslim yang sedang melaksanakan ibadah,” kata salah satu tokoh pemuda kristen Kotamobagu, David Wullur.

Ia berharap, toleransi antar umat beragama di Kota Kotamobagu terus terjaga. Katanya, dengan bertoleransi dapat tercipta suasana aman dan damai di tengah masyarakat. “Kita harus bersatu menjaga keamanan dan kedamaian di daerah ini, apalagi Kota Kotamobagu masuk 10 besar kota paling toleran di Indonesia. Ini harus kita jaga bersama,” harapnya. (ads/gito)

Walikota Kotamobagu Gelar Open House Lebaran Idul Fitri

Open House Penjabat Walikota Kotamobagu (1)

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Walikota Kotamobagu, Muhammad Rudi Mokoginta, menggelar Open House selama dua hari yakni 15 -16 Juni 2018, dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Open House yang dilaksanakan di rumah jabatan Walikota Kotamobagu tersebut, juga dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs. Steven. O. E. Kandouw, bersama para pimpinan Satuan Kerja Pimpinan Daerah (SKPD) Provinsi Sulawesi Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), para pimpinan SKPD dan ASN dilingkungan Pemerintah Daerah Kotamobagu, serta ribuan masyarakat yang ada di wilayah Kota Kotamobagu.

Open House Penjabat Walikota Kotamobagu (1)Selain menggelar Open House di rumah jabatan Walikota Kotamobagu, Walikota bersama sejumlah pimpinan SKPD juga melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman Bupati Bolaang Mongondow, Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow, serta kediaman, Ir. Hj. Tatong Bara, dan Drs. H. Jainuddin Damopolii.

Open House Penjabat Walikota Kotamobagu (1)Sebelumnya, pada Kamis (14/6) malam, Walikota Kotamobagu juga melepas para peserta pawai takbiran dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, serta pada Jumat (15/6), melaksanakan Sholat Ied bersama ribuan Ummat Islam di Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) Kotamobagu.

Jualan di Badan Jalan, Tim Terpadu Tertibkan Pedagang Pasar Serasi

Tim terpadu saat menertibkan pedagang di kompleks Pasar Serasi.

ZONA KOTAMOBAGU – Tim terpadu Pemerintah Kota (Pemkot) yang terdiri dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub), menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan kompleks Pasar Serasi, Rabu (13/6) sekira pukul 02.00 Wita dini hari. Pasalnya, aktivitas pedagang di area tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan menjadi pemicu terjadinya kemacetan kendaraan.

“Mereka kita pindahkan karena berjualan bukan di tempat yang semestinya,” kata Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray.

Disisi lain, ia mengimbau kepada semua pedagang agar menempati tempat yang sudah disiapkan, yakni di dalam area pasar.

“Kita harap ada kerja sama dari para pedagang agar tidak lagi menggunakan badan jalan sebagai tempat berjualan. Ada petugas Dishub yang stand by untuk mengawasi di sana,” imbaunya. (ads/gito)

Kotamobagu Tuan Rumah Konswil X Sulut-Go

Badan Pengurus Cabang GMKI Kotamobagu foto bersama usai audiens dengan Pjs walikota di rumah dinas walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Pengurus cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kotamobagu terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan Konsultasi Wilayah (Konswil) X GMKI wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut-Go) yang akan dilaksanakan di Kota Kotamobagu, 22 hingga 23 Juni mendatang.

Menurut Ketua Badan Pengurus Cabang GMKI Kotamobagu, Nelson Yonathan Ochotan SPd, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Gereja GMIBM PNIEL Tumubui dan direncanakan akan dibuka Penjabat Sementara (Pjs) Walikota. “Persiapan terus kita matangkan, baik itu kesiapan tempat, teknis acara maupun para senior GMKI yang akan diundang. Kemarin kita sudah audiens dengan walikota serta Ketua Sinode GMIBM, dan mendapat respon sangat baik,” katanya.

Atas nama Badan Pengurus Cabang GMKI Kotamobagu dan panitia pelaksana kegiatan Konswil X Sulawesi Utara dan Gorontalo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pjs Walikota atas dukungan moril terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. “Terima kasih dan apresiasi kami kepada Pemerintah Kota Kotamobagu atas dukungannya. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai yang kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Dijelaskannya, fokus pembicaraan pada Konswil kali ini adalah untuk membicarakan perkembangan organisasi di tingkat kabupaten dan kota, serta persiapan pelaksanaan Konsultasi Nasional (Konas) yang akan dilaksanakan di Kota Bitung, Juli mendatang. “Hasil Konswil ini nantinya akan menjadi rekomendasi untuk dibawa ke Konas nanti,” jelasnya. (trz)

21 Juni Apel Kerja Perdana, PNS dan Tenaga Kontrak Wajib Ikut

Sahaya Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) wajib mengikuti apel kerja perdana pasca cuti bersama Idul Fitri, pada Kamis (21/6). Sanksi tegas siap diberikan bagi abdi negara yang bolos di hari kerja pertama itu.

“Cuti bersama dalam rangka Idul Fitri tahun ini terbilang cukup panjang. Jadi tidak ada alasan untuk sengaja menambah libur. Tanpa terkecuali baik PNS maupun tenaga kontrak, semua wajib ikut apel perdana pada tanggal 21,” tegas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.

Ia mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor: 800/BKPP-KK/390/v/2018 tentang penetapan cuti bersama. Dalam surat edaran itu tertuang waktu cuti bersama PNS yaitu tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19 dan 20 Juni. Penetapan cuti bersama itu berdasarkan keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB) nomor 223 Tahun 2018, nomor 46 tahun 2018 dan nomor 13 tahun 2018 tentang perubahan atas keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan MenPAN-RB nomor 707 tahun 2017, nomor 256 Tahun 2017 dan nomor 01/SKB/MENPAN-RB/09/2017 tentang pelaksanaan cuti idul fitri tahun 1439 hijriah.

“Kita harap semua PNS mematuhi ketentuan waktu cuti bersama ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kehadiran PNS saat apel kerja perdana menjadi bagian dari penghitungan Tunjangan Penghasian Pegawai (TPP). Oleh karena itu, ia berharap agar tidak ada PNS yang absen saat apel perdana nanti. “Ada beberapa kriteria dalam penghitungan TPP, salah satunya adalah soal kehadiran pada apel perdana. Ketika kewajiban itu dilaksanakan maka akan ada reward dari pemerintah, berupa pemberian TPP,” tambahnya. (ads/gito)

 

Pjs Walikota dan Jajarannya Sholat ID di MRBM

Adin Mantali

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Muhammad Mokoginta bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan akan melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM).

“Insya allah walikota akan sholat ID di MRBM,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali.

Ia mengungkapkan, bangunan MRBM sedang dalam tahap perampungan. Namun demikian, bagian dalam masjid sudah bisa digunakan untuk shlat meski belum secara keseluruhan. “Daya tampung masjid bisa sampai lima ribu jamaah, tapi karena ada beberapa bagian yang belum selesai dikerjakan sehingga untuk kapasitas untuk shlat ID tahun ini hanya tiga ribu jamaah saja,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya saat ini mulai melakukan pembenahan lokasi pelaksaan sholat ID. “Sementara dilakukan pembersihan termasuk penyiapkan perlengkapan sholat,” tambahnya. (ads/gito)

 

Kotamobagu Kaya dengan Potensi Wisata Budaya

Gedung Bobakidan yang berada di Kelurahan Kotobangon.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu memiliki berbagai potensi daerah yang menjanjikan. Salah satunya adalah potensi wisata budaya. Informasi didapat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), terdapat sejumlah objek daya tarik wisata yang yang menjanjikan seperti yakni Rumah Adat Bobakidan, Pembangunan Museum dan  Patung Bogani di Kelurahan Kotobangon, Makam Raja Datu Cornelis Manoppo di Kelurahan Matali, Makam Raja Datoe Binangkang di Desa Poyowa Besar I, Makam Raja Abo’ Tadohe di Kelurahan Upai, Rumah Adat Khas Bolaang Mongondow di Kelurahan Molinow dan Desa Kopandakan I.

“Tempat-tempat bernuansa budaya yang ada di Kota Kotamobagu perlu didorong untuk dikembangkan, agar bisa menarik perhatian wisatawan dari luar daerah. Itu adalah satu potensi yang dimiliki daerah ini,” kata Erwin, salah satu pemerhati budaya Bolaang Mongondow.

Kepala Dinas Disparbud, Agung Adati, mengungkapkan pengembangan objek wisata budaya sudah masuk dalam tahap perencanaan, namun dilakukan secara bertahap kedepannya. Yang pertama ini adalah Rumah Adat Bobakidan yang akan direhabilitasi. “Sesuai nama Bobakidan, ini berfungsi sebagai tempat musyawarah. Rumah adat ini juga sering digunakan sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya. Sudah disiapkan DED-nya (Detail Enginering Design). Untuk anggarannya sekitar 12 miliar. Gedung itu nantinya akan berfungsi sebagai gedung kesenian,” ungkapnya.

Ditambahkannya, selain wisata budaya, Kota Kotamobagu juga memiliki sejumlah potensi wisata bdaya dan religi, seperti masjid tertua di Bolmong Raya yakni Masjid Al Huda yang berada di Desa Kopandakan I, Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow di Kelurahan Kotamobagu, Klenteng Tian Shang Shen Mu di Kelurahan Mongkonai dan Pura Jagatnata Kotamobagu di Kelurahan Mogolaing, serta Masjid Raya Baitul Makmur di Kelurahan Kotamobagu. “Semua itu perlu kita jaga bersama, karena menjadi simbol kebudayaan dan keberagaman di daerah in,” tambahnya. (ads/gito)