Beranda blog Halaman 619

Jalan Masuk Pabrik Gula Aren Dikerjakan Tahun Depan

ZONA KOTAMOBAGU — Peningkatan akses jalan menuju pabrik gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, akan diprioritaskan tahun depan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sande Dodo.

Menurutnya, anggaran pengerjaan proyek tersebut akan diusulkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. “Anggarannya masih dihitung lagi, baru itu akan diusulkan di APBD tahun depan,” katanya.

Diungkapkannya, akses jalan yang akan ditingkatkan dimulai dari kompleks perkampungan warga hingga ke lokasi pabrik yang panjangnya berkisar 1.000 meter hingga 2.000 meter. “Jadi yang akan diaspal itu sampai ke pabrik,” ungkapnya.

Usulan pengaspalan jalan menuju pabrik gula aren itu pernah disampaikan Sangadi Moyag, Rusmin Mamonto, kepada Walikota Tatong Bara saat perayaan Halal bi Halal di Desa Moyag tahun lalu.

Menurut Rusmin, pengaspalan jalan tersebut sangat mendesak, karena selain menjadi akses petani juga di sekitar lokasi tersebut berdiri pabrik gula aren. Walikota yang mendengar aspirasi tersebut berjanji akan menindaklanjutinya dengan mengalokasikan anggaran melalui APBD.

“Gula aren adalah produk unggulan Desa Moyag. Ini akan terus kita kembangkan. Selain pabrik, infrastruktur penunjang lainnya seperti akses jalan masuk ke pabrik akan ditingkatkan,” ujar walikota. (ads/gito)

Pengusaha Kuliner Wajib Urus Sertifikat Laik Sehat

 

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaku usaha rumah makan, restoran maupun kuliner diminta untuk mengurus sertifikat laik sehat. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 1098/Menkes/SK/VII/2013 tentang persyaratan hygiene dan sanitasi rumah makan maupun restoran. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Haris Mongilong.

Menurutnya, sertifikat laik sehat akan dikeluarkan jika tempat usaha restoran, rumah makan atau kuliner sudah mengantongi sertifikat higienis dan sanitasi dari Dinkes. “Kita harap ada kerja sama dari para pelaku usaha, terutama dalam mengurus sertifikat laik sehat. Ini penting untuk kelancaran usaha masing-masing,” katanya.

Diungkapkannya, pihaknya berencana memberi pelatihan kepada pemilik usaha kuliner agar memenuhi standar hyginie dan sanitasi. Hal itu bertujuan agar jenis makanan atau minuman yang disajikan laik sehat. “Restoran laik sehat wajib memberikan jaminan kepada masyarakat selaku konsumen untuk mendapatkan makanan yang laik sehat, melalui penyediaan bahan baku yang segar dan sehat, proses pengelolaan yang baik hingga sarana prasarana sanitasi yang memadai,” ungkapnya.

Ditambahkannya, setelah pelatihan tersebut pihaknya akan mengeluarkan sertifikat hygiene dan sanitasi yang akan digunakan untuk mengurus sertifikat laik sehat. “Kita harap ada kerja sama dari semua pelaku usaha,” tambahnya. (ads/gito)

Sekkot: Manfaat Potensi Desa

 

Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, meminta seluruh sangadi dan perangkatnya untuk memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di desa masing-masing melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang didanai melalui Dana Desa (Dandes).

“Dandes yang diberikan cukup besar. Itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Banyak potensi yang bisa digarap dan dimaksimalkan melalui BumDes,” kata Adnan.

Lanjutnya, keberadaan BumDes ditiap desa akan sangat berpengaruh pada perputaran roda ekonomi masyarakat desa, karena bisa dimanfaatkan sebagai mitra dagang melalui tanam saham atau modal bagi warung kecil. “Jadi BumDes itu bukan hanya untuk simpan pinjam, tapi bisa juga dimanfaatkan untuk perdagangan melalui penanaman modal ke warung-warung kecil yang ada di desa,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Teddy Makalalag, mengungkapkan semua desa di Kotamobagu sudah membentuk BumDes. “Tapi yang berjalan baru di Desa Bilalang I. Yang lain masih menunggu penyertaan modal melalui dana desa tahap II, kemudian ada juga yang sedang merampungkan administrasinya,” ungkapnya. (rpm)

MBFC Siap Tampil di JSFT 2017

 

 

Tim Mitra Bhayangkara FC

ZONA BOLA – Tim Mitra Bhayangkara FC (MBFC) siap berlaga di turnamen Jurnalist Sulut Futsal Toernament (JSFT) 2017. Tim yang berisi wartawan yang kesehariannya bertugas meliput di Polres Bolmong itu, mengusung target besar, yakni lolos babak fase grup di turnamen yang memperebutkan piala tetap dari Gubernur Olly Dondokambey dan piala bergilir dari Wakil Gubernur Steven Kandouw.

“Target kita lolos ke putaran selanjutnya dulu, setelah itu tercapai baru kita pasang target lain,” kata Manager MBFC, Bripka Toto Monoarfa didampingi pelatih Bripka Arafat Mamonto.

Meski memasang target lolos putaran selanjutnya, namun Katim Bogani Polsek Urban Kotamobagau itu meminta para pemain untuk tetap fokus dan tak menjadikan target tersebut sebagai beban. “Jadikan setiap pertandingan sebagai final. Kita tak boleh memandang remeh tim lawan, tapi kita juga harus berjuang dan bekerja keras agar tak diremehkan,” sebutnya.

Pembina dan penasehat MBFC, AKBP Gani Fernando Siahaan SIK MH, menitip pesan kepada semua pemain dan official tim untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti turnamen. “Keluarkan kemampuan kalian semua. Dan yakinlah bahwa kalian semua bisa,” sebutnya, saat pelepasan tim di halaman Mapolres, sore tadi.

MBFC tergabung dalam grup A bersama Bolmong Hebat, JIPS, Jaya Sakti FC. Dipertandingan pertama Senin (23/10), MBFC akan menjajal kekuatan JIPS yang berstatus sebagai juara bertahan. (Tim Redaksi)

Pemkot Lobi Penambahan Armada Damkar

 

Dolly Zulhadji

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berencana mengusulkan penambahan armada pemadam kebakaran (Damkar) pada 2018 mendatang. Usulan tersebut akan dilakukan melalui proposal ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurut Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Dolly Dzulhadji, usulan penambahan armada Damkar tersebut guna lebih memaksimalkan pelayanan ke masyarakat khususnya dalam penanganan bencana kebakaran. “Ada informasi dari Ditjen Bina Administrasi Kewilayah akan memberi hibah  Damkar ke daerah tahun depan. Itu yang kita manfaatkan dengan mengajukan proposal. Insya allah akan direalisasikan,” katanya.

Selain melobi di tingkat pusat, pihaknya juga akan mengusulkan melalui anggaran pengadaan satu unit melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. “Tapi ini baru sebatas usulan. Mudah-mudahan saja mendapat persetujuan,” ujarnya.

Ditambahkannya, 4 unit armada Damkar yang dimiliki saat ini terus dimaksimalkan dalam penanganan setiap bencana kebakaran. “Secara perlahan jumlahnya akan kita tambah. Apalagi kita punya untuk setiap kecamatan ada satu unit. Sehingga dalam penanganan bencana kebakaran bisa lebih maksimal,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Target MRBM Difungsikan Tahun Depan

ZONA KOTAMOBAGU – Realisasi pengerjaan proyek lanjutan pembangunan Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) menyentuh angka 60,3 persen. Angka tersebut terbilang maksimal, karena melebihi target capaian di minggu ke-19 waktu pengerjaan.

“Dari presentasenya sudah maksimal. Minggu ke-19 target kita 53,3 persen tapi yang terealisasi 60,3 persen. Kita optimis target pekerjaan akan tuntas sampai akhir tahun anggaran,” kata PPK Proyek MRBM, Adin Mantali, kemarin.

Diterangkannya, target pekerjaan yang harus dituntaskan pihak ketiga pelaksana proyek tersebut adalah pemasangan interior yang meliputi instalasi listrik, plafon hingga pemasangan marmer. “Sekarang ini sementara pengecatan plafon. Pekerjaannya memang tak nampak dari luar, karena fokus di bagian dalam. Kita semua bisa lihat progresnya,” terangnya.

Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, mengungkapkan tahun anggaran 2018 akan dialokasikan sebesar Rp16 miliar untuk penyelesaian pembangunan MRBM. Besaran anggaran tersebut diperuntukkan pada finishingbangunan serta beberapa fasilitas di luar masjid. “Sekitar 16 miliar lagi. Tapi kita menyesuaikan dengan fluktuasi harga barang, karena bisa saja berubah setiap saat,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bangunan MRBM tersebut ditarget sudah bisa difungsikan untuk sholat Idul Fitri tahun depan. “Insya allah tahun depan kita sholat idul fitri di situ,” tambahnya. (ads/gito)

Satu Peserta Seleksi Terbuka tak Ikut Assessment

ZONA KOTAMOBAGU — Peserta seleksi terbuka calon pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), mengikuti assessment yang dilaksanakan di ruang CAT Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Jumat (20/10).

Pantauan media ini, sejak pagi hingga siang ini, mengikuti arahan sekaligus mengisi setiap setiap soal yang diberikan assessor yang terdiri dari lima kategori tes.

“Ada 21 peserta, tapi satu orang sedang tugas luar jadi belum sempat ikut, tapi akan dilaksanakan susulan, kemungkinan Hari Senin (pekan depan),” kata Ketua Tim Sekretariat Pansel, Asral Impe.

Diungkapkannya, tahapan assessment tersebut hanya dilaksanakan sehari. Selanjutnya, pihaknya akan merekapitulasi hasil penilaian dari semua tahapan dan dibawa ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Kementeian Dalam Negeri (Kemendagri). “Setelah ini kita rekap nilai dari tiap peserta, kemudian ditetapkan tiga orang yang meraih hasil tertinggi dan dibawa ke KASN dan Mendagri,” katanya.

Lanjutnya, setelah proses di KASN dan Kemendagri, hasil tersebut akan dikembalikan ke Pejabat Pembinan Kepegawaian (PPK) untuk ditetapkan satu nama. “Nama yang ditetapkan PPK itu kemudian akan dibawa lagi ke Kemendagri untuk mendapatkan persetujuan pelantikan,” ujarnya.

Ditanya soal waktu pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka, ia mengaku masih menunggu rekomendasi atau persetujuan Mendagri dan KASN. “Waktu pelantikan itu tergantung dari persetujuan Mendagri dan KASN,” tambahnya. (ads/gito)

Dandes Tahap II Masuk RKUD

Hamdan Monigi

ZONA KOTAMOBAGU – Dana desa (dandes) tahap II sebesar Rp6,06 miliar atau 40 persen dari total anggaran Rp15,1 miliar, akan segera dicairkan ke 15 desa penerima. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) tinggal menunggu transfer dana dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

“Informasinya hari ini (kemarin, red) sudah akan ditransfer ke kas daerah. Nanti kita chek lagi, karena RC bank hari ini (kemarin) baru akan diserahkan besok (hari ini). Kalau sudah masuk desa sudah boleh menyiapkan pengajuan pencairannya, kemudian Senin (pekan depan) sudah mulai dicairkan,” kata Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Syarifudin Abas, kemarin.

Lanjutnya, setelah anggaran masuk ke kas daerah, pihaknya siap memproses pencairan ke rekening masing-masing desa. “Tinggal tergantung desa, kalau berkasnya lengkap akan langsung diproses. Kemudian harus melampirkan SPj penggunaan anggaran tahap I. Minimal realisasinya 70 persen sudah bisa dicairka,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Hamdan Monigi, mengimbau tiap desa untuk segera mengajukan dikumen pencairan dandes tahap II. “Desa yang sudah melengkapi administrasinya, akan langsung diproses pencairannya. Ini juga sudah kita sampaikan ke tiap desa saat pertemuan beberapa hari lalu,” imbaunya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar para sangadi yang mengelola dandes diminta untuk memperhatikan penyerapan anggaran, sebab ada sanksi administratif yang akan diberikan bagi desa yang realisasinya tak maksimal. “Meski ada aturan soal sanksi pemotongan, tapi aturan harus tetap diperhatikan. Jangan mengejar angka (realisasi) kemudian bermasalah. Ini yang harus diperhatikan,” tambahnya. (ads/gito)

Dandes Terancam Dipotong, Jika Silpa Diatas 30 Persen

ZONA KOTAMOBAGU – 15 desa diminta untuk memaksimalkan penyerapan dana desa (dandes). Sanksi administratif berupa berupa penundaan penyaluran hingga pemotongan dandes akan diberikan bagi desa yang angka Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) berada di atas 30 persen hingga akhir tahun. Hal ini diutarakan Instruktur Aparatur Desa Pemkot Kotamobagu, Ahmad Yani Umar.

Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 8 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas peraturan PP nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN, mengatur soal sanksi bagi desa yang tak maksimal dalam penyerapan dandes. “Apabila terdapat sisa dana desa di RKD (Rekening Kas Daerah) lebih dari 30 persen hingga akhir tahun, maka kepala daerah dalam hal ini walikota akan memberikan sanksi administratif bagi desa penerima anggaran tersebut,” katanya, saat pemaparan dalam rapat evaluasi penggunaan dana desa Tahun 2017 dii Balai Desa Poyowa Besar II, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Selasa (17/10).

Ia mencontohkan, jika ada satu desa yang penggunaan anggarannya menyisahkan sisa 30 persen, maka tahun anggaran berikutnya desa yang bersangkutan akan mendapat sanksi penundaan penyaluran dana desa tahap I sebesar angka silpa. Bila kasus yang sama terjadi lagi di tahun anggaran berikutnya, maka akan ada pemotongan sebesar angka silpa yang tersisa. “Pemotongan anggaran ini juga menjadi dasar menteri keuangan melakukan pemotongan alokasi dana desa kabupaten kota pada tahun berikutnya,” terangnya.

Meski ada ancaman sanksi bagi desa yang tak maksimal dalam menyerap dana desa, namun ia mengimbau agar setiap desa tetap fokus menyelesaikan dan memanfaatkan anggaran tersebut sesuai program dan kegiatan yang tertuang dalam APBDes. “Para kepala desa tidak perlu terbebani dengan sanksi ini. Yang paling penting berkomitmen menyelesaikan program yang sudah direncanakan, dengan mengedepankan asas manfaat dalam pengalokasian dana desa, tertib administrasi dan tetap patuh pada ketentuan yang telah ditetapkan,” imbaunya. (ads/gito)

Deteksi Dini Ancaman Gangguan Kamtibmas Jelang Pilwako

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mulai mengatur strategi guna mengantisipasi berbagai ancaman dan gangguan dalam gelaran pemilihan walikota dan wakil walikota 2018 mendatang. Deteksi dini, peringatan dan pencegahan akan dilakukan, agar perhelatan pesta demokrasi di Kotamobagu bisa berjalan dengan lancar tanpa ada tantangan dan hambatan.

“Semua menginginkan Pilwako Kotamobagu berjalan dengan aman dan lancar. Oleh karena itu, melalui deteksi dini Kesbangpol tentu dapat mengetahui gambaran berbagai potensi, gangguan, ancaman maupun hambatan dalam pelaksanaan Pilwako,” kata Sekretaris Badan Kesbangpol, Hendra Makalalag, Rabu (18/10).

Lanjutnya, hasil kerja-kerja Kesbangpol tersebut akan dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk lembaga penyelenggara seperti KPU dan Panwaslu. “Prinsip kami saling membantu dan bekerja sama dalam melaksanakan tugas, dengan tujuan mensukseskan pelaksanaan Pilwako Kotamobag,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing. “Hal-hal yang berpotensi terjadinya gangguan Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) harus dilaporkan ke pihak berwajib,” imbaunya. (ads/gito)