Beranda blog Halaman 626

Luas Wilayah Kotamobagu Bertambah 40 KM2

Marham Anas Tungkagi

ZONA KOTAMOBAGU – Luas wilayah Kota Kotamobagu bertambah sekira 40 kilometer persegi (km2) atau menjadi 104 km2 dari 68,8 km2. Hal itu sesuai kesepatakan Pemerintah Kota Kotamobagu dengan Kabupaten Bolmong yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 68 Tahun 2017 tentang batas daerah Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolmong.

Menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Anas Tungkagi, Permendagri tentang batas daerah sudah diterima usai rakor dan sosialisasi batas daerah yang dilaksanakan Kemendagri Direktorat Wilayah III dan Biro Pemerintahan dan Otda Setda Provinsi Sulut di Swis Bell Hotel Manado, Selasa (19/9).

 “Alhamdulillah salinan Permendagri batas daerah Kota Kotamobagu dan Bolmong yang ditunggu-tunggu sejak tahun 2015 sudah diserahkan tadi (kemarin, red) bersama peta wilayah. Ini akan terus kita sosialisasikan,” kata Anas.

Meski dalam Permendagri tersebut tak tercantum angka luas wilayah Kotamobagu, namun ia mengungkapkan berdasarkan hasil kesepakatan dengan Pemkab Bolmong bahwa luas wilayah Kotamobagu menjadi 104 km2.

“Itu belum angka pasti, karena untuk menentukan angka luas wilayah yang valid kita masih akan berkoodinasi dengan BIG (Badan Informasi Geospasial) sekaligus penetuan titik koordinat desa dan kelurahan yang berbatasan dengan daerah tetangga. Tapi itu baru akan kita laksanakan di triwulan I tahun 2018,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ketambahan luas wilayah Kota Kotamobagu akan sangat berdampak pada besaran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat. “Kalau luas wilayah bertambah, maka DAU juga tentu akan bertambah karena disesuaikan dengan luas suatu wilayah,” tambahnya. (ads/gito)

Sangadi-Lurah Diimbau Jangan Persulit Penyaluran Rastra

Alfian Hassan

ZONA KOTAMOBAGU – Para sangadi dan lurah diminta untuk tidak mempersulit penyaluran beras sejahtera (rastra). Program ataupun kewajiban lain yang tak berkaitan dengan beras subsidi pemerintah itu tak boleh dipersyaratkan kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM).

“Ada lurah ataupun sangadi yang mewajibkan penerima manfaat harus melunasi dulu PBB dan retribusi sampah baru diberikan rastra. Itu yang tidak boleh, karena rastra tidak ada kaitannya dengan itu,” kata Kepala Bagian Perekonomian, Alfian Hasan.

Ia mengungkapkan, kewajiban PBB dan retribusi sampah adalah urusan lain yang tak berkaitan dengan rastra. “Pajak dan retribusi sampah itu kewajiban masyarakat, sedangkan rastra itu adalah bantuan pemerintah. Tidak boleh dikaitkan,” ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini penyaluran rastra triwulan III sedang dilakukan ditingkat desa dan kelurahan. “Penyalurannya sementra berlangsung,” tambahnya.

Diketahui, jumlah penerima rastra tahun ini sebanyak 5.510 RTS-PM. Setiap RTS-PM mendapat jatah 15 kilo gram per bulan dengan harga tebus Rp1.600 per kilo gram.(ads/gito)

Jumlah Penerima Rastra per Kelurahan/Desa

Kelurahan/Desa      Jumlah KPM                Jumlah Rasta

  • Biga                              115 KK                              1.725 Kg
  • Upai                              151 KK                              2.265 Kg
  • Sia’                                36 KK                               540 Kg
  • Genggulang                 68 KK                               1.020 Kg
  • Pontodon                    53 KK                               795 Kg
  • Pontodon Timur         49 KK                               735 Kg
  • Bilalang I                     95 KK                               1.425 Kg
  • Bilalang II                   153 KK                              2.295 Kg
  • Kotobangon                 171 KK                              2.565 Kg
  • Tumubui                     142 KK                              2.130 Kg
  • Sinindian                     81 KK                                1.215 Kg
  • Matali                           202 KK                             3.030 Kg
  • Motoboi Besar           156 KK                              2.340 Kg
  • Kobo Besar                154 KK                              2.310 Kg
  • Kobo Kecil                   320 KK                             4.800 Kg
  • Moyag                         160 KK                              2.400 Kg
  • Moyag Todulan          121 KK                              1.815 Kg
  • Moyag Tampoan         87 KK                               1.305 Kg
  • Motoboi Kecil               251 KK                              3.765 Kg
  • Mongondow                 127 KK                              1.905 Kg
  • Pobundayan                219 KK                              3.285 Kg
  • Poyowa Besar I           286 KK                             4.290 Kg
  • Poyowa Besar II         247 KK                             3.705 Kg
  • Tabang                         239 KK                             3.585 Kg
  • Bungko                        133 KK                              1.995 Kg
  • Kopandakan I            195 KK                              2.925 Kg
  • Poyowa Kecil             195 KK                              2.925 Kg
  • Kotamobagu              146 KK                              2.190 Kg
  • Gogagoman               439 KK                             6.585 Kg
  • Mogolaing                  200 KK                             3.000 Kg
  • Molinow                    329 KK                             4.935 Kg
  • Mongkonai                95 KK                               1.425 Kg
  • Mongkonai Barat      95 KK                               1.425 Kg

Sumber: Bagian Perekonomian Setda Kotamobagu

Pemkot Salurkan Beasiswa Program Anak Asuh di Kotamobagu Barat

ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kotamobagu, mulai menyalurkan Bantuan Beasiswa Program Anak Asuh untuk Kecamatan Kotamobagu Barat, bertempat di Kantor Lurah Mogolaing, Kotamobagu Barat, Senin (18/9) pagi.

Kepala BPKD Kotamobagu, Rio A. Lombone, S.STP, M.H, melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan, Moh. Guntur Niu, S.E, menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari penyerahan secara simbolis beasiswa yang dilakukan oleh Wali Kota Kotamobagu beberapa waktu yang lalu.

“Minggu sebelumnya kami sudah menyerahkan beasiswa ini di Kecamatan Kotamobagu Utara dan Kotamobagu Timur. Mulai hari ini giliran Kecamatan Kotamobagu Barat. Target kami minggu ini dapat selesai penyaluran untuk Kecamatan Kotamobagu Barat,” jelas Guntur.

Guntur menambahkan sesuai dengan jumlah anak asuh Pemkot Kotamobagu yaitu, 2.765 orang, dana yang dibayarkan berjumlah Rp.4.072.250.000,- dan khusus Kotamobagu Barat, alokasi dana yang dibayarkan sebesar Rp.641.850.000,- untuk 466 anak asuh. (ads/gito)

Hadiri Hatam Alquran, Gunawan: Ini Membentuk Karakter Umat Sejak Dini

ZONA KOTAMOBAGU — Wali Kota Kotamobagu diwakili Asisten Perekonomian, Pembangunan dan kesejahteraan Masyarakat, Drs. Gunawan Damopolii, menghadiri kegiatan wisuda dan Hatam Al-qur’an para santri dan santriawati se-Kota Kotamobagu, Senin (18/9) sore.

Gunawan menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Kotamobagu itu sangat penting dan berarti bagi seluruh masyarakat Kotamobagu.

“Kegiatan Hatam Alquran dan wisuda santri ini, berperan membentuk karakter umat sejak dini, serta menumbuhkembangkan minat mengaji bagi anak-anak taman pengajian. Sehingga diharapkan ke depan mereka akan menjadi generasi penerus yang mempunyai akhlak dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Alquran,” kata Gunawan.

Kabag Kesra Setda Kotamobagu, Adin Mantali menambahkan, hatam Alquran bagi 1.000 siswa ini bertujuan memotivasi para santri untuk mencintai Alquran.

“Kegiatan ini juga sebagai sarana evaluasi keberhasilan program dari Pemerintah Kotamobagu, yaitu gerakan masyarakat gemar mengaji tahun 2017,” jelas Adin.

Turut hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Aula Siti Barokah Convention Hall ini diantaranya, Kepala Kementerian Agama Kotamobagu, unsur Forkopimda, pimpinan SKPD, lurah dan sangadi, serta seluruh guru mengaji se-Kota Kotamobagu.(ads/gito)

Wali Kota Terima Kunker Uskup Keuskupan Manado

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Estephanus P. Benedictus Rolly Untu, M.Sc, di rumah dinas Wali Kota Kotamobagu, Sabtu (17/09) malam.

Dalam kesempatannya, Wali Kota menyampaikan ucapan terima kasih dan perasaan bahagia atas kehadiran Uskup Keuskupan Manado yang baru saja betugas menggantikan uskup yang lama, Mgr. Josef Suwatan M.Sc.

“Secara pribadi sekaligus mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, saya mengucapkan selamat datang di Kota Kotamobagu. Semoga kehadiran dari uskup yang baru ini bisa membawa berkah kebaikan bagi kami masyarakat Kotamobagu,” kata Wali Kota.

Sementara itu, Uskup Mgr. Estephanus P. Benedictus Rolly Untu, M.Sc, ketika menyampaikan sambutan, mengungkapkan kebanggaanya atas sambutan yang begitu luar biasa dari Wali Kota dan masyarakat Kotamobagu.

“Saya merasa bersyukur atas sambutan ini, saya berharap kiranya kerjasama yang dibangun selama ini antara pemerintah dan para pemuka agama, dapat berlanjut terus dengan baik, dan menjadi sebuah anugerah bagi kita semua, tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras maupun golongan tertentu. Semoga slogan Sulut Sulit disulut bisa kita jaga dan pelihara, khususnya di Kotamobagu yang sama-sama kita cintai ini,” ungkap Uskup.

Turut hadir dalam pertemuan diantaranya Pastor Paroki Kristus Raja Kotamobagu, Pastor Kanisius  Rumondor, M.Sc, Sekretaris Daerah Kotamobagu, Adnan Massinae, S.Sos, M.Si, pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), pengurus dan anggota Kaum Bapa Katolik (KBK), pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), pengurus Kelompok Kategorial, ketua-ketua Wilayah Rohani, serta seluruh pimpinan SKPD Pemerintah  Kotamobagu. (ads/gito)

Launching Tahapan Pilwako, Wali Kota: Pemkot Dukung Penuh

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, menghadiri peresmian dan sosialisasi tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwako) Tahun 2018 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu, Sabtu (16/9) sore.

Wali Kota ketika menyampaikan sambutan pemerintah menyampaikan dukungannya terhadap proses pelaksanaan Pilwako yang secara resmi telah dimulai.

“Pemerintah Kota Kotamobagu akan mendukung penuh semua tahapan pelaksanaan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu pada 2018 nanti, agar bisa berjalan dengan baik dan sukses,” ungkap wali Kota.

Apresiasi pun diungkapkan Wali Kota atas kehadiran Ketua KPU RI, Arif Budiman S.S, S.IP, M.BA, yang datang langsung melakukan launching tahapan Pilwako di Kotamobagu.

“Kehadiran Ketua KPU Pusat dalam launching hari ini adalah energy positif bagi kita semua untuk menyukseskan pelaksanaan Pilwako di Kotamobagu,” ujar Wali Kota

Launching yang digelar di Halaman Kantor KPU Kotamobagu tersebut turut  dihadiri Ketua KPU Sulut dan jajaran Komisioner, Ketua KPU Kotamobagu dan Jajaran Komisioner,   Sekretaris Daerah Kotamobagu, Adnan Massinae, S.Sos, M.Si, Ketua Panwaslu Kotamobagu dan jajaran komisioner, para ketua partai politik di Kotamobagu, jajaran SKPD serta seluruh lurah dan sangadi se-Kota Kotamobagu.(ads/gito) 

Waspada Peredaran Obat PCC, Wali Kota Minta Pengawasan Diperketat

ZONA KOTAMOBAGU – Maraknya penyalahgunaan obat paracetamol caffein carisoprodol (PCC) khususnya di kalangan remaja membuat Wali Kota Tatong Bara angkat bicara. Menurutnya, pengawasan ketat terhadap peredaran dan penyalahgunaan obat tersebut harus dilakukan.

“Peredaran obat ini sangat mengkhawatirkan, termasuk akibatnya yang sangat membahayakan. Korban bisa berhalusinasi, tidak sadarkan diri dan bahkan bisa sampai meninggal dunia,” kata Wali Kota.

Lanjutnya, peran orang tua dan guru di sekolah sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak khususnya saat beraktivitas di luar rumah maupun luar sekolah.

“Kita semua harus mengawasi sekaligus mewaspadai  serta memutus mata rantai peredarannya. Jangan sampai disalahgunakan oleh anak-anak kita. Kalau mengetahui ada yang membawa, menggunakan dan mengedarkan, laporkan ke pihak berwajib,” ujarnya. (ads/gito)

Proyek Pelebaran Jalan Dakoulu Dikeluhkan, Sande: Segera Kami Tindak Lanjuti

ZONA KOTAMOBAGU – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sande Dodo, mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pengerjaan proyek pelebaran Jalan Dakoulu Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur.

“Ini tetap kita tindaklanjuti. Apalagi sudah menimbulkan kerugian khususnya masyarakat di sekitar lokasi,” sebutnya.

Ditambahkannya, pengerjaan drainase tersebut tetap akan dilanjutkan. “Intinya drainase tetap dikerjakan, tapi agak pelan pengerjaannya. Saya sudah tegur kontraktornya agar segera menambah jumlah pekerja, agar cepat selesai,” tambahnya.

Sebelumnya, proses pengerjaan proyek berbanderol Rp3,4 miliar oleh PT Gading Murni Perkasa itu dikeluhkan lantaran berpotensi membawa bencana bagi warga sekitar lokasi proyek. Terlebih saat hujan turun, material yang sudah bercampur lumpur untuk pekerjaan drainase terbawa air dan masuk ke pemukiman warga.

“Drainasenya belum selesai. Padahal sudah kami sampaikan agar cepat kerjakan, karena posisi drainase itu berada tepat di belakang rumah. Kalau hujan, material bercampur lumpur yang dibawa air langsung masuk ke dalam rumah,” keluh Deisy Mokoagow, warga setempat.

Sangadi Moyag, Rusmin Mamonto, meminta pihak pelaksana proyek tersebut untuk secepatnya menyelesaikan pengerjaan drainase. “Saya sudah cek lebar dan tinggi drainase sangat kecil. Kalau hujan turun pasti takkan mampu menampung debit air. Ini akan berdampak buruk bagi masyarakat,” ujarnya.(ads/gito)

Utusan Pemkot Raih Gelar Nyong Persahabatan

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Utusan Pemerintah Kotamobagu (Pemkot) di ajang pemilihan Nyong Noni Sulut 2017, Maikel Rumengan, berhasil meraih gelar nyong persahabatan pada malam grand final yang dilaksanakan di Ball Room Novotel Manado, Sabtu (16/09).

“Atas nama Pemkot Kotamobagu kami memberikan apresiasi kepada Maikel dan Debi yang telah mengikuti kegiatan ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kotamobagu, Agung Adati.

Ia mengakui, raihan gelar nyong persahabatan oleh salah satu utusan Pemkot tersebut merupakan sebuah pencapaian luar biasa dan patut dibanggakan. “Kami menyadari bahwa persaingan cukup ketat. Semua peserta bersaing dengan utusan dari tiap kabupaten dan kota. Selain syarat administrasi dan teknis, peserta juga harus memiliki wawadan dan penguasaan bahasa yang baik,” sebutnya.

Ia berharap, prestasi yang didapat utusan Pemkot tersebut bisa menjadi motivasi bagu Nanu dan Uyo Kotamobagu untuk lebih berprestasi dimasa yang akan datang. “Apa yang didapat selama mengikuti ajang ini harus ditularkan kepada para Nanu Uyo Kotamobagu, agar kedepannya mereka bisa mengambil pelajaran agar bisa meraih prestasi yang lebih baik kedepannya,” harapnya.(ads/gito)

Terduga Pelaku Pemerkosaan Balita di Bolsel Terungkap

Hanny Lukas
Hanny Lukas

ZONA HUKRIM – Kasus pembunuhan di Desa Matandoi, Kecamatan Pinoloisian Timur, Kabupaten Bolsel, dengan korban Jingga (5)–nama samaran–, berhasil diungkap. Kuat dugaan, HM (26) alias Dra alias Indole warga setempat sebagai pelaku pembunuhan. Hal itu sesuai hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan tim reskrim Polres Bolmong, Kamis (14/9).

Menurut Kasat Reskrim, AKP Hanny Lukas, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait ketidakwajaran kematian korban pada Rabu (13/9). Keesokan harinya atau Kamis (14/9) pagi, mantan Kasat Reskrim Polres Minahasa Utara itu memimpin anggotanya menuju tempat awal ditemukan jasad korban. Sekira tiga jam melakukan penyelidikan ditambah keterangan sejumlah warga setempat, akhirnya terungkap bahwa pelakunya adalah HM.

Korban sebelum dibunuh terlebih dahulu oleh pelaku. Dari hasil penyelidikan itu, petugas kemudian menuju ke kediaman pelaku dan menangkapnya kemudian digiring ke Polres Bolmong. “Tidak ada perlawanan saat penangkapan. Dia (pelaku) saat itu sedang tidur,” kata Hanny.

Diungkapkannya, pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Bolmong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pelaku akan dijerat dengan Undang-undang perlingungan anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Jingga (5) ditemukan tak bernyawa di hilir sungai hutan bakau, Senin (11/9), oleh kakak kandungnya Umar Paputungan. Oleh keluarga serta warga setempat awalnya menduga bahwa korban hanyut di sungai. Namun pada Rabu (13/9), berkembang rumor bahwa korban meninggal dengan tidak wajar dan bukan karena hanyut di sungai. Hal itupun langsung direspon petugas kepolisian dengan melakukan penyelidikan di tempat awal ditemukan jasad korban.(gito)