
Olahraga, ZONABMR.COM – Di tengah sorotan terhadap para pemain muda, sosok Yohanis Batara Randa mencuri perhatian di ajang Liga Tambun 30K.
Meski telah memasuki usia 50 tahun, pria yang dijuluki “Pace Inzaghi” ini justru menjadi pahlawan kemenangan timnya Ice Cream FC lewat adu penalti dramatis mengungguli Gacor FC.
Laga final berakhir imbang 0-0 di waktu normal.
Meski hanya bermain sekitar 25 menit di babak kedua, tim yang dipimpin Yohanis berhasil memaksakan adu penalti.
Pada momen krusial, Yohanis tampil sebagai penendang kelima—penentu hasil akhir—dan sukses memastikan kemenangan 5-4.
“Alhamdulillah 0-0, saya masuk babak kedua, hanya main 25 menit dengan beberapa peluang tapi belum berhasil karena rapatnya pertahanan lawan,” ujar Yohanis, yang juga menjabat sebagai Kepala FIF Cabang Kotamobagu.
Tak hanya membawa tim meraih Juara 1, Yohanis juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik turnamen.
Prestasi ini memperpanjang rekam jejaknya setelah sebelumnya meraih juara di Liga Dumara 30K.
Dengan penuh percaya diri, Yohanis membandingkan dirinya dengan mega bintang dunia, Cristiano Ronaldo atau CR7.
“Saya 50 tahun masih bisa jadi juara dan pemain terbaik. Ronaldo 40 tahun. Jadi belum tentu usia menentukan segalanya,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan rekan-rekannya.
Prestasi Yohanis membuktikan bahwa semangat juang, dedikasi, dan kecintaan pada sepak bola tak lekang oleh usia. Di usianya yang ke-50, ia tetap bersinar—menjadi legenda hidup di kancah sepak bola lokal.
Prestasi di Bidang Olahraga Lain
Tak hanya dikenal lewat kiprahnya di dunia sepakbola, Yohanis juga menorehkan prestasi di cabang olahraga lari.
Bersama putri tercintanya, Theresia Natalia Batara Randa, Yohanis sukses menyelesaikan lomba lari 10 kilometer dalam ajang Kotamobagu Fun Race 2025, yang digelar beberapa waktu lalu.

Partisipasi ayah dan anak ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan bahwa semangat dan determinasi dalam olahraga tak mengenal usia.Bagi Yohanis, kegiatan ini bukan sekadar ajang lari, melainkan bentuk nyata dari komitmennya untuk terus menginspirasi masyarakat, terutama generasi muda.
“Usia hanyalah angka. Yang terpenting adalah semangat untuk terus bergerak dan memberikan contoh positif, terlebih kepada keluarga dan lingkungan,” ujar Yohanis.
Tak sedikit yang menyampaikan apresiasi atas semangat dan teladan yang mereka tunjukkan, bahwa kebugaran dan gaya hidup aktif bisa dimulai kapan saja — dan bisa dilakukan bersama keluarga.
Dengan pencapaian ini, Yohanis kembali membuktikan bahwa dirinya bukan hanya figur di lapangan hijau, tetapi juga sosok inspiratif di lintasan olahraga lainnya.






