
Kotamobagu, ZONABMR.COM — Yohanis “Pace Inzaghi” Batara Randa, kembali membuktikan bahwa usia hanyalah deretan angka.
Pemain senior kelahiran Makale, Tana Toraja, 18 Mei 1975 itu tampil luar biasa dan menjadi sorotan besar setelah mencetak gol spektakuler serta menorehkan sejarah sebagai pemain dan pencetak gol tertua di Wali Kota Cup VII 2025.
Berseragam Solata Totabuan FC, Pace Inzaghi menunjukkan kualitas yang tak lekang oleh waktu dalam laga menghadapi Diktra Prima Pobundayan di Lapangan Olahraga Aruman, Motoboi Kecil, 3 Desember 2025.
Dalam lanjutan turnamen Wali Kota Cup Tepat pada menit ke-30, ia membuat penonton di tribun bersorak lewat sontekan kaki kanan yang begitu terukur dan mengecoh penjaga gawang lawan.
Gol itu memastikan namanya tercatat dalam sejarah turnamen sebagai striker setengah abad atau tertua yang masih mampu mengoyak gawang lawan!
Meski pertandingan berakhir 1–1 dan Solata Totabuan FC gagal lolos dari grup H dan melaju ke babak 16 besar, aura kebanggaan tak bisa disembunyikan dari wajah sang legenda lapangan hijau Bolmong Raya tersebut.
“Saya bangga sekaligus bersyukur masih bisa bertanding sepak bola di usia setengah abad. Saya akan main bola sampai tiba waktunya tak mampu lagi,” ungkap Pace dengan nada penuh energi seolah usia 50-an bukan apa-apa baginya.
Sosok Setengah Abad dengan Semangat Anak Muda
Prestasi ini menambah panjang daftar momen Pace Inzaghi yang sebelumnya juga kerap mewarnai berbagai kompetisi si bola bundar—mulai dari aksinya di kompetisi mini soccer, keterlibatannya dalam laga amal, hingga kontribusinya di berbagai turnamen komunitas.
Semua itu menjadikannya ikon hidup sepak bola lokal.
Di luar lapangan, ayah tiga anak dan suami dari Ni Ketut Sayang ini dikenal sebagai mantan pemain tarkam voli era 90-an, hobi menulis, dan peduli pada isu sosial kemasyarakatan.
Bahkan ia pernah menyaksikan langsung Piala Dunia Brasil 2014, pengalaman yang terus menjaga nyala semangatnya hingga kini.
Turnamen Penuh Sejarah: VAR, Pemain Asing, dan Pace Inzaghi
Walikota Cup 2025 sendiri tercatat sebagai edisi paling kaya kejutan—dari penggunaan VAR, hadirnya pemain asing, hingga kemunculan fenomenal Pace Inzaghi, striker setengah abad yang masih produktif mencetak gol.
Satu hal yang kini tak terbantahkan:
Pace Inzaghi bukan hanya legenda — ia simbol bahwa gairah sepak bola tak mengenal usia.




