Pace Inzaghi Pencetak Sejarah di Wali Kota Cup VII 2025 (Foto: Askot PSSI)
Kotamobagu, ZONABMR.COM — Yohanis “Pace Inzaghi” Batara Randa, kembali membuktikan bahwa usia hanyalah deretan angka.
Pemain senior kelahiran Makale, Tana Toraja, 18 Mei 1975 itu tampil luar biasa dan menjadi sorotan besar setelah mencetak gol spektakuler serta menorehkan sejarah sebagai pemain dan pencetak gol tertua di Wali Kota Cup VII 2025.
Berseragam Solata Totabuan FC, Pace Inzaghi menunjukkan kualitas yang tak lekang oleh waktu dalam laga menghadapi Diktra Prima Pobundayan di Lapangan Olahraga Aruman, Motoboi Kecil, 3 Desember 2025.
Dalam lanjutan turnamen Wali Kota Cup Tepat pada menit ke-30, ia membuat penonton di tribun bersorak lewat sontekan kaki kanan yang begitu terukur dan mengecoh penjaga gawang lawan.
Gol itu memastikan namanya tercatat dalam sejarah turnamen sebagai striker setengah abad atau tertua yang masih mampu mengoyak gawang lawan!
Meski pertandingan berakhir 1–1 dan Solata Totabuan FC gagal lolos dari grup H dan melaju ke babak 16 besar, aura kebanggaan tak bisa disembunyikan dari wajah sang legenda lapangan hijau Bolmong Raya tersebut.
“Saya bangga sekaligus bersyukur masih bisa bertanding sepak bola di usia setengah abad. Saya akan main bola sampai tiba waktunya tak mampu lagi,” ungkap Pace dengan nada penuh energi seolah usia 50-an bukan apa-apa baginya.
Sosok Setengah Abad dengan Semangat Anak Muda
Prestasi ini menambah panjang daftar momen Pace Inzaghi yang sebelumnya juga kerap mewarnai berbagai kompetisi si bola bundar—mulai dari aksinya di kompetisi mini soccer, keterlibatannya dalam laga amal, hingga kontribusinya di berbagai turnamen komunitas.
Semua itu menjadikannya ikon hidup sepak bola lokal.
Di luar lapangan, ayah tiga anak dan suami dari Ni Ketut Sayang ini dikenal sebagai mantan pemain tarkam voli era 90-an, hobi menulis, dan peduli pada isu sosial kemasyarakatan.
Bahkan ia pernah menyaksikan langsung Piala Dunia Brasil 2014, pengalaman yang terus menjaga nyala semangatnya hingga kini.
Turnamen Penuh Sejarah: VAR, Pemain Asing, dan Pace Inzaghi
Walikota Cup 2025 sendiri tercatat sebagai edisi paling kaya kejutan—dari penggunaan VAR, hadirnya pemain asing, hingga kemunculan fenomenal Pace Inzaghi, striker setengah abad yang masih produktif mencetak gol.
Satu hal yang kini tak terbantahkan:
Pace Inzaghi bukan hanya legenda — ia simbol bahwa gairah sepak bola tak mengenal usia.
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kotamobagu resmi meningkatkan penanganan dugaan pelanggaran di tiga kafe dan sejumlah warung ke tahap penyidikan. Kasus ini berkaitan dengan dugaan penjualan minuman beralkohol tanpa izin serta keberadaan pengunjung di bawah umur.
Keputusan tersebut diambil setelah penyidik Satpol PP melakukan serangkaian pendalaman, mulai dari pengumpulan data, klarifikasi terhadap pemilik usaha, hingga pencocokan keterangan dengan temuan saat operasi lapangan. Dari hasil pemeriksaan awal, unsur dugaan pelanggaran dinilai semakin kuat.
Adapun enam pemilik tempat usaha yang kini resmi masuk dalam proses penyidikan, yakni:
U.Y.N – Café Blacklist
S.W.D – Café Agnes
M.K – Café M’Classic
A.M – Kios Angie
D.P – Warung Jihan
A.F.W – Kios Sking
Penyidik Satpol PP memastikan bahwa proses hukum akan segera berlanjut ke tahapan berikutnya.
“Dari hasil klarifikasi dan data lapangan, perkara ini akan kami naikkan ke tahap penyidikan. Dalam waktu dekat kami akan menggelar perkara untuk memastikan seluruh unsur pelanggaran telah terpenuhi,” ujar penyidik Satpol PP.
Dalam gelar perkara nanti, penyidik akan memfokuskan pemeriksaan pada dugaan bahwa sejumlah pemilik usaha membuka kafe dan warung yang menyediakan minuman beralkohol tanpa izin edar resmi, serta melayani pengunjung di bawah umur. Kedua hal tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran berat sesuai ketentuan Peraturan Daerah yang berlaku di Kota Kotamobagu.
Satpol PP menegaskan bahwa seluruh dugaan pelanggaran ini akan diproses secara tegas dan profesional sesuai hukum yang berlaku, sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.
Flower Board yang Menghebohkan di Jalan Adampe Dolot Kelurahan Mogolaing (Foto: zb/im)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Rabu, 3 Desember 2025, Kota Kotamobagu dihebohkan dengan flower board atau papan ucapan berisi kecaman yang diduga ditujukan ke perebut laki orang (pelakor).
Keberadaan Flower board tersebut, menarik perhatian para pengendara yang melintas di jalan Adampe Dolot, Mogolaing, tepatnya depan di lokasi pembangunan laboratorium medis, Medylab.
Karena isinya berupa tulisan sindiran/dukacita yang memuat foto serta akun sosial media Instagram dari terduga pelakor.
Papan berukuran besar itu dihias bunga plastik layaknya papan belasungkawa pada umumnya.
Namun alih-alih memuat ungkapan simpati, papan tersebut menyasar seorang perempuan dengan kalimat-kalimat bernada kecaman dan menyiratkan tuduhan perselisihan rumah tangga.
Dikutip langsung, dalam flower board bertuliskan: “Turut Berduka Cita atas hilangnya moral dan rasa malu janda mu****n An*** R***n, yang telah menghancurkan rumah tangga seorang perempuan terhormat. Bukan nge****n anak, malah nge****n suami orang!”
Nama lengkap beserta foto-foto terduga pelakor dengan inisial AR terpampang jelas. Selain itu, akun sosial media @ang****n juga tercantum di flower board.
Hingga berita ini tayang, ZONABMR.COM masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak yang namanya tercantum dalam papan tersebut, termasuk akun media sosial yang ditampilkan di bagian bawah.
Beberapa warga sekitar, saat dimintai keterangan mengaku tidak tahu-menahu kapan papan tersebut dipasang. Mereka hanya memberikan keterangan serupa, bahwa sejak mulai beraktivitas pagi tadi, papan tersebut telah terpasang di situ.
Belum ada keterangan resmi mengenai kebenaran isi tuduhan maupun latar belakang persoalannya.
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menerima kunjungan audiensi dari BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Provinsi Sulawesi Utara di Ruang Kerja Wali Kota Kotamobagu, Selasa (2/12/2025).
Audiensi tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Kotamobagu dan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dalam upaya meningkatkan perlindungan serta kesejahteraan tenaga kerja di daerah.
Dalam pertemuan itu, BPJS Ketenagakerjaan memaparkan laporan jumlah klaim peserta di Kota Kotamobagu sejak Januari hingga November 2025. Wali Kota Weny Gaib mengapresiasi kontribusi nyata BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai memberikan dampak langsung bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Artinya, secara ekonomi BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat,” ujar Weny Gaib.
Selain laporan klaim, BPJS Ketenagakerjaan juga menyampaikan rencana kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan, dalam rangka sosialisasi dan edukasi langsung ke perusahaan-perusahaan. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh pekerja terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Wali Kota menegaskan pentingnya perlindungan tenaga kerja, terutama bagi pekerja yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit akibat pekerjaan. Menurutnya, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan menjadi instrumen penting dalam memberikan jaminan perlindungan menyeluruh bagi para pekerja.
“Apabila ada pekerja yang mengalami sakit akibat pekerjaan, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan jaminan pembiayaan. Bahkan BPJS juga bekerja sama dengan rumah sakit untuk menanggung biaya yang tidak tercover BPJS Kesehatan. Ini sangat positif bagi perlindungan pekerja,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kotamobagu juga mengimbau seluruh pengusaha di wilayahnya agar memastikan seluruh pekerja terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami menganjurkan seluruh pengusaha untuk memastikan para pekerja mereka terlindungi,” tegas Weny.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara, Maulana Ansari Siregar, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan agenda silaturahmi sekaligus audiensi, mengingat dirinya baru menjabat sebagai kepala wilayah.
Ia turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Kotamobagu, baik dari sisi kebijakan, regulasi, maupun penganggaran terhadap pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan.
“Berkat dukungan Pemkot Kotamobagu, total manfaat klaim yang disalurkan kepada masyarakat sejak Januari hingga November 2025 mencapai Rp12,9 miliar. Dari jumlah tersebut, khusus klaim untuk pekerja rentan di Kota Kotamobagu mencapai sekitar Rp500 juta,” ungkap Maulana.
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Kotamobagu didampingi Asisten II Setda Pemkot Kotamobagu Adnan Masinae, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kotamobagu Sofyan Boulu, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara.
Bonus Atlet Porprov XII Dipastikan Masuk APBD 2026, Pemkot Kotamobagu Tegaskan Komitmen Pembinaan Olahraga
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu memastikan anggaran pembinaan dan bonus bagi atlet peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025 telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
Kepastian ini menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah mengharumkan nama Kota Kotamobagu pada Porprov XII yang berlangsung di Manado, November 2025 lalu.
Ketua KONI Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, menyambut baik langkah tersebut dan menilai perhatian pemerintah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga di daerah.
“Terkait bonus yang pernah dijanjikan oleh Wali Kota, Alhamdulillah karena memang ada perhatian dari pemerintah. Insya Allah ada manfaat untuk anak-anak yang berprestasi,” ujar Rendy, Senin (1/12/2025).
Ia menilai kepastian penganggaran ini penting untuk menjaga motivasi atlet serta memperkuat kepercayaan insan olahraga terhadap keberpihakan pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kotamobagu, Hendra Mokoagow, membenarkan bahwa anggaran pembinaan dan bonus atlet telah masuk dalam struktur APBD 2026.
“Untuk uang pembinaan kepada para atlet, Dispora sudah menerapkannya dalam APBD 2026 dan mudah-mudahan akan dibayarkan di triwulan pertama tahun 2026,” jelas Hendra.
Pemerintah Kota Kotamobagu berharap pengalokasian bonus dan pembinaan tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi atlet untuk terus meningkatkan prestasi, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga daerah agar mampu bersaing pada ajang yang lebih tinggi ke depan.
Rendy Mangkat Pimpin Upacara Memperingati Hari Guru Nasional dan HUT KORPRI Ke-54 (Foto: Diskominfo Kotamobagu)
Advertorial, Kotamobagu – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., memimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional, HUT PGRI ke-80, dan HUT KORPRI ke-54 yang digelar di Alun-alun Boki Hontinimbang, Senin (1/12/2025).
Dalam upacara tersebut, Wakil Wali Kota membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang menegaskan pentingnya peran guru sebagai agen peradaban di tengah persoalan akademik, sosial, moral, spiritual, hingga ketergantungan gawai dan judi online yang dihadapi murid.
“Guru semakin dibutuhkan sebagai figur inspiratif, teladan, orang tua, mentor, motivator, dan sahabat bagi murid di dalam dan di luar kelas,” ungkap Rendy dalam sambutan tersebut.
Ia juga menyampaikan lima nasihat Presiden Prabowo Subianto kepada para murid: belajar dengan baik, mencintai orang tua, menghormati guru, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air.
Selain itu, Wakil Wali Kota turut membacakan sambutan Ketua Umum PB KORPRI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota KORPRI atas dedikasi dan loyalitas selama 54 tahun pengabdian.
Tema peringatan HUT KORPRI ke-54, “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju”, ditegaskan sebagai wujud komitmen ASN untuk menjaga persatuan, profesionalisme, dan integritas dalam pelayanan publik.
Upacara tersebut dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu, unsur Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, pengurus Kwarcab Pramuka, jajaran OPD, para guru, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu
Norma Ali Paputungan (Foto: FB Norma Ali Paputungan)
Kotamobagu, ZONABMR.COM — Di tengah ramainya aktivitas ekonomi dan sosial di Kota Kotamobagu, ada satu sosok pengusaha yang memilih melangkah dalam senyap.
Norma Ali Paputungan, pengusaha lokal yang namanya mulai beredar dari mulut ke mulut, mencuri perhatian warga bukan karena bisnisnya—melainkan karena aksi sosialnya yang mengalir tanpa sorotan media.
Tanpa ingin dikenal atau dipuji, Norma rutin berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan warga kurang mampu.
Tidak ada kamera, tidak ada panggung, tidak ada publikasi. Hanya niat tulus untuk membantu.
Menurut warga sekitar, Norma kerap menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, pakaian, hingga uang tunai untuk keperluan harian keluarga yang sedang kesulitan.
Yang membuat banyak warga tersentuh, ia turun langsung ke rumah-rumah penerima bantuan, memastikan apa yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang layak.
“Beliau tidak pernah ingin dikenal. Setiap kali berbagi, beliau hanya bilang ‘ini rezeki dari Allah untuk kita semua’. Orangnya sangat rendah hati,” ungkap Sofian, salah satu warga penerima bantuan.
Semua dilakukan tanpa acara besar, tanpa dokumentasi khusus.
Baginya, membantu adalah ibadah dan bentuk menjaga hubungan baik antar sesama manusia, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Kebaikan yang dilakukan secara senyap ini justru menjadi gema kebaikan di tengah masyarakat Kotamobagu, menginspirasi banyak orang untuk saling peduli dan membantu, terlebih di masa ekonomi yang makin menantang bagi sebagian warga.
Aksi sederhana, tapi dampaknya nyata. Norma membuktikan bahwa kebaikan tidak selalu butuh panggung—cukup hati yang tulus dan keberanian untuk membantu tanpa pamrih.
Weny Gaib Apresiasi Respons Cepat Gubernur YSK Tangani Jembatan Kobidu–Monsi
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), atas respons cepat dalam menindaklanjuti kerusakan jembatan gantung Kobidu–Monsi di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, yang putus sejak Oktober 2025.
Jembatan sepanjang lebih dari 60 meter tersebut merupakan akses vital menuju kawasan perkebunan Monsi dan selama ini digunakan para petani dari berbagai wilayah, termasuk Bilalang dan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow. Putusnya jembatan menyebabkan warga terpaksa menyeberangi sungai secara manual, yang selain rawan banjir juga diketahui kerap dilintasi buaya. Kondisi ini bahkan telah memakan korban.
Wali Kota Weny Gaib melaporkan kondisi tersebut secara langsung kepada Gubernur YSK usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada 25 November 2025.
“Gubernur sangat merespons. Bahkan beliau menyampaikan bahwa pembangunan jembatan permanen akan diperjuangkan hingga ke pemerintah pusat,” ujar Weny Gaib, Jumat (28/11/2025).
Sebagai solusi jangka pendek, Gubernur YSK langsung memerintahkan jajaran Pemprov Sulut untuk menyiapkan jembatan Bailey yang akan dipinjam-pakaikan kepada Pemerintah Kota Kotamobagu. Wali Kota memastikan proses administratif telah berjalan.
“Surat resmi pinjam pakai jembatan Bailey sudah kami kirimkan ke Pemprov Sulut, dan saya juga sudah menghadap langsung membicarakan hal ini. Alhamdulillah, Pak Gubernur langsung merespons,” ungkapnya.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, Pemkot Kotamobagu menyiapkan anggaran sekitar Rp2 hingga Rp3 miliar guna pembangunan pondasi dan kaki jembatan. Sementara struktur utama jembatan Bailey akan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Wali Kota menilai langkah cepat tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada akses jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur YSK. Ini adalah bukti kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan jembatan sementara ini, petani bisa kembali beraktivitas secara aman,” pungkas Weny.
“Liputan belum dimulai, tapi jalan sudah menguji.”
Oleh: Udi Masloman
Senja saat Melanjutkan Perjalanan yang Tertunda (Foto:Udi)
Sulut, ZONABMR.COM — Rabu, 19 November 2025. Waktu di ponsel pintar saya menunjukkan pukul 11.56 WITA saat pesan WhatsApp masuk memberitahukan untuk segera datang ke titik kumpul yang telah disepakati.
Setelah membalas pesan singkat tersebut, saya bergegas balik ke rumah untuk mengambil tas carrier berkapasitas 65 liter, di mana segala perlengkapan peliputan termasuk pakaian untuk beberapa hari telah disiapkan sejak malam sebelumnya. Bukan rahasia lagi, persiapan adalah separuh dari peperangan seorang jurnalis.
Selepas menunaikan salat Dzuhur dan makan siang secukupnya, saya pun bergegas pergi.
Setiba di lokasi, kediaman Ketua PBSI Kotamobagu yang menjadi tempat perjanjian, telah menunggu tuan rumah Sri Afni Manoppo dan jurnalis Sandi Gautama Mokoagow, partner dalam perjalanan peliputan kali ini.
Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara (Porprov Sulut) XII dengan Kota Manado yang menjadi tuan rumah adalah tujuan peliputan.
Kami bertolak menuju Manado saat waktu menunjukkan pukul 13.23 WITA, yang perhitungannya cukuplah untuk tiba tepat waktu menghadiri Opening Ceremony Porprov Sulut XII di Stadion Klabat, Ranotana.
Selepas melewati gerbang perbatasan Kotamobagu–Bolmong, sinyal telepon mulai naik-turun, tetapi saya tetap berusaha mengabari redaksi soal jadwal hari pertama liputan.
Pekerjaan jurnalis selalu dimulai jauh sebelum tiba di lokasi pertandingan; perjalanan sering menjadi ruang paling jujur untuk merancang strategi.
Karena saya paham Porprov bukan sekadar kompetisi, tetapi perjalanan panjang yang melibatkan harapan banyak orang—dan tugas saya adalah mencatat setiap detail, memastikan doa-doa dan harapan yang dilangitkan warga Kotamobagu tersampaikan ke mereka, terlepas apa pun hasilnya.
Di mobil, kami sejenak berbincang penuh optimisme tentang peluang perolehan medali yang diyakini bersama bakal bisa melewati perolehan Porprov Sulut XI dua tahun silam di Kabupaten Bolmong.
Sekadar informasi, beberapa cabang olahraga (cabor) telah dimulai sebelum seremoni pembukaan Porprov, di mana beberapa atlet Kotamobagu telah menyelesaikan pertandingan dan berhasil meraih medali, seperti Andika Inggolalo dari cabor atletik serta Caca Mokodongan dari cabor pencak silat.
Memasuki Desa Lobong, saya memutuskan untuk memejamkan mata—mengisi kembali energi, persiapan peliputan yang pastinya membutuhkan stamina dan konsentrasi tinggi.
Perjalanan menuju Manado bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan ritme: dari keseharian yang tenang di Kotamobagu menuju hiruk-pikuk venue, tensi pertandingan, dan drama yang selalu muncul di setiap Porprov.
Namun pepatah “hari sial tak ada di kalender” nyata benar adanya. Di jalan raya AKD Desa Muntoi, tiba-tiba ban mobil yang kami tumpangi kempes.
Perjalanan pun terpaksa terhenti. Selama kurang lebih satu setengah jam, kami harus menunggu mobil pengganti untuk melanjutkan perjalanan, yang artinya kemungkinan besar kami tak akan sempat tiba tepat waktu menghadiri seremoni pembukaan Porprov Sulut XII.
Singkat cerita, kami pun berpindah ke mobil pengganti dan melanjutkan perjalanan yang, Alhamdulillah, kali ini lancar tanpa kendala.
Pukul 19.45 kami mulai memasuki Kota Manado. Suasana ibu kota provinsi dengan keramaian dan hiruk-pikuknya mulai terasa.
Kami tiba di Kos Permata Ria dan Hotel, Ranotana, yang menjadi base camp kontingen atlet Kotamobagu cabor sepak bola, bulu tangkis, atletik, dan bola basket.
Kepala Dinas Perhubungan, Anas Tungkagi, dan Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga, Hendra Mokoagow, yang menjadi official pendamping atlet, menyambut kami di halaman parkir.
Dan benar adanya, seremoni pembukaan telah selesai. Rombongan atlet dari berbagai kabupaten/kota tampak berseliweran saat kami berbincang-bincang—letak penginapan ini memang tak jauh dari Stadion Klabat.
Opening Ceremony Porprov Sulut XII yang Terlewatkan (Foto: Hendra)
Setelahnya, saya dan Sandi diarahkan ke kamar yang akan ditempati. Lantai 3, kamar 209, menjadi tempat saya dan Sandi berdiskusi dan merancang pemberitaan hingga hari terakhir penutupan Porprov Sulut XII.
Usai mandi dan makan malam, saya dan Sandi memutuskan untuk sejenak keluar menikmati suasana malam Kota Manado.
Menggunakan mobil pinjaman dari official, kami berdua mengitari ibu kota provinsi sambil bercakap-cakap.
Gemerlap lampu jalan dan lampu hias bertemakan Natal yang akan segera tiba di Desember nanti tampak cantik menghiasi kota.
Namun, sayangnya, atribut-atribut Porprov Sulut XII tampak kurang di Jalan Boulevard yang merupakan salah satu pusat keramaian dan sering menjadi tujuan utama warga Sulut dari luar kota.
Kurang lebih sejam kemudian, kami kembali tiba di base camp dan segera berkutat mengolah berita dari beberapa cabor, di mana atlet-atlet Kotamobagu berhasil meraih medali, sebelum merebahkan badan untuk beristirahat.
Di titik itu, perjalanan panjang dari Kotamobagu terasa baru prolog. Bagian sesungguhnya baru dimulai ketika kami melangkah masuk ke venue pertama dan bersiap menangkap setiap detik yang bisa menjadi cerita besar.
Porprov tidak hanya dimulai bagi 242 atlet dan official Kotamobagu yang bertarung di 21 Cabor ketika pertandingan pertama digelar. Bagi seorang jurnalis, Porprov dimulai di sini—di saat kaki menginjakkan diri di arena, dan cerita mulai menunggu untuk ditemukan. (Bersambung)
Diskominfo Kotamobagu–Pemprov Sulut Sinkronkan Program Kerja 2026
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kotamobagu menerima kunjungan kerja dari Diskominfo Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (27/11/2025). Pertemuan ini membahas penyelarasan program kerja tahun 2026 sebagai upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi.
Kepala Diskominfo Kotamobagu, Muhammad Fahri Damopolii, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis untuk memastikan program komunikasi dan informatika berjalan terpadu, efisien, serta tidak saling tumpang tindih.
“Mereka datang dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi program, supaya bisa selaras dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota,” ujar Fahri.
Menurutnya, Diskominfo Kotamobagu menyambut baik upaya koordinatif tersebut karena dinilai akan memberikan dampak positif terhadap perencanaan dan pelaksanaan program di tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa keselarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan daerah sangat penting agar setiap program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Rombongan Pemerintah Provinsi Sulut dipimpin oleh Sinta Nisale, Pejabat Analisis Kebijakan di Sekretariat Provinsi Sulut. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari rencana kerja 2026, peningkatan layanan informasi publik, hingga penguatan sistem komunikasi pemerintahan.
Diskominfo Kotamobagu berharap kolaborasi ini menjadi fondasi penguatan kinerja komunikasi dan informatika di daerah, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Kotamobagu secara terpadu.