Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan memimpin Apel Korpri di lapangan Boki Hotinimbang.
ZONA KOTAMOBAGU– Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, memimpin Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, bertempat di lapangan upacara Boki Hotinimbang, Senin (17/1).
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Kotamobagu membacakan Sambutan Wali Kota Kotamobagu, Ir Tatong Bara. Dikatakan, KORPRI memiliki peran yang sangat penting dan sangat strategis, tidak saja hanya bagi anggota KORPRI namun juga bagi masyarakat umum.
“Mengingat pentingnya fungsi organisasi KORPRI ini, maka saya juga menghimbau kepada seluruh anggota KORPRI dilingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu, untuk harus memahami makna yang terkandung dalam Panca Prasetya Korpri, demi terwujudnya misi organisasi Korps Pegawai Republik Indonesia, yakni diantaranya adalah, untuk mewujudkan organisasi KORPRI yang kuat, berwibawa, membangun Solidaritas dan Soliditas Pegawai Republik Indonesia sebagai perekat dan alat pemersatu Bangsa dan Negara,” ujarnya.
Dirinya mengimbau, kepada seluruh anggota KORPRI untuk meningkatkan disiplin dan profesionalisme, bekerja dan bertindak secara Cepat, Tepat dan Akurat, demi pelayanan kepada seluruh masyarakat di Kota Kotamobagu.
“Saya meminta kepada seluruh anggota KORPRI dilingkungan pemerintah Kota Kotamobagu untuk meningkatkan peran dan kinerja dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai aparatur pemerintah, serta terus meningkatkan kompetensi,” imbaunya.
Apel yang dilaksanakan di Lapangan Kota Kotamobagu tersebut, dihadiri Sekretaris Daerah Sande Dodo, para asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. (*/guf)
ZONA POLITIK – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah (Pemkot) Kotamobagu, Senin (17/1).
Ketua Bapemperda Anugerah Beggie Gobel mengatakan, bahwa rakor tersebut menyangkut program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) yang list-nya mencapai 28 usulan.
“Daftarnya ada 28, makanya kami menggelar rapat koordinasi dengan Pemkot dan dari rapat ini pun menjadi 24 inisiatif,” kata Beggie.
Namun lanjut Beggie, meski begitu final untuk kepastiannya yang akan dibahas tetap di-paripurna-kan terlebih dahulu.
“Meski begitu, kita finalnya di paripurna nanti apakah tetap di 24 atau bisa jadi 25 atau lebih,” tandasnya.
Turut hadir dalam rapat ini Sekretaris Daerah Sande Dodo beserta beberapa perwakilan atau kepala-kepala OPD dilingkup Pemkot Kotamobagu. (Advertorial)
Pelayaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun serta masyarakat umum di SDN 3 Moyag. Nampak Babinsa Moyag Todulan Serka Gafar Mamonto turut membantu pelayanan vaksinasi.
ZONA KOTAMOBAGU – Ratusan pelajar usia 6-11 tahun di SDN 3 Moyag Kecamatan Kotamobagu Timur, antusias mengikuti program vaksinasi Covid-19, Senin (17/1).
Pantauan media, pelayanan vaksinasi dibuka mulai pukul 08.00 Wita. Adapun tenaga vaksinator yang melakukan pelayanan vaksinasi yakni tim Kesdam XIII/Merdeka serta didampingi Babinsa Moyag Todulan, Serka Gafar Mamonto.
Data diperoleh, sebanyak 118 pelajar SDN 3 Moyag telah melakukan vaksinasi dari target sasaran 158 orang. Selain pelajar, ada juga dari tingkatan masyarakat umum berjumlah 14 orang datang melakukan vaksinasi baik dosis I dan II.
“Alhamdulillah pelayanan vaksinasi berjalan lancar, aman dan tak ada kendala. Untuk pelajar yang belum mendapat suntikan vaksin masih ditunda karena ada keluhan sakit flu dan lain-lain. Tadi juga, kita membawa 14 orang diantaranya dewasa dan Lansia untuk menerima dosis vaksin. Untuk jenis vaksin yang digunakan yakni Sinovac dan yang terpakai sebanyak 66 vial atau 132 dosis,” kata Babinsa Moyag Todulan, Serka Gafar Mamonto.
Sekadar diketahui, pemberian vaksin bagi anak usia 6-12 tahun ini bertujuan melindungi mereka dari paparan Covid-19 dan memberikan keamanan saat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Adapun tujuan atau manfaat vaksinasi bagi anak itu meliputi; mencegah sakit berat pada anak yang terinfeksi Covid-19, Mencegah Penularan Covid-19 pada anggota keluarga dan saudara, mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka, meminimalisasi penularan Covid-19 di sekolah atau satuan pendidikan serta mempercepat tercapainya Herd Population. (guf)
Kepala SDN 1 Moyag Hijana Mokodompit didampingi Babinsa Moyag Serka Sumardi Maengkom memberikan hadiah kepada siswa yang telah menjalani vaksinasi.
ZONA KOTAMOBAGU – Pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bekerjasama TNI-Polri terus bergulir.
Adapun pelayanan vaksinasi anak di hari ke empat, Senin (17/1), berdasarkan jadwal digelar di 12 titik atau sekolah dasar yang ada di wilayah Kota Kotamobagu.
Pantauan media, di wilayah Kecamatan Kotamobagu Timur pelayanan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dilaksanakan di SDN 1 Moyag dan SDN 3 Moyag, berjalan dengan lancar dan tanpa ada kendala. Pelajar yang turut didampingi orang tua begitu antusias mengikuti program vaksinasi yang dibuka sejak pukul 08.00 Wita.
“Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi di SDN 1 Moyag berjalan lancar tanpa ada kendala. Sebanyak 78 siswa sudah menerima vaksin dari 122 sasaran, dan sisanya masih ditunda. Tadi juga ada masyarakat umum yang datang menjalani vaksinasi di SDN 1 Moyag,” kata Penjabat Sangadi Moyag Tampoan, Samsuri Mamonto.
Penjabat Sangadi Moyag Tampoan, Samsuri Mamonto turun memantau pelayanan vaksinasi anak di SDN 1 Moyag.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Moyag Hijana Mokodompit mengatakan, selain mendapat pelayanan vaksinasi para siswa juga mendapat hadiah berupa bingkisan serta bantuan sembako. “Setiap siswa yang melakukan vaksinasi kita siapkan hadiah. Kemudian ada juga bantuan dari Dinas Sosial berupa sembako sebanyak 10 paket. Bantuan sembako ini kita undi untuk 10 siswa, yakni lima orang dari kelas rendah dan lima orang dari kelas tinggi,” ujar Hijana.
Terinformasi, pelayanan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SDN 1 Moyag, melibatkan tim vaksinator mobile dari Kesdam XIII/Merdeka yang turut didampingi Babinsa Moyag, Serka Sumardi Maengkom. (guf)
Kapolres Kotamobagu, AKBP Irham Halid diwawancarai awak media disela-sela kegiatan vaksinasi secara massal di halaman Mapolres.
ZONA KOTAMOBAGU– Hari ketiga berjalan, progres capaian vaksinasi Covid-19 khusus untuk anak usia 6-11 tahun di Kota Kotamobagu sudah diangka 35 persen. Hal ini diungkapkan Kapolres Kotamobagu, AKBP Irham Halid SIK, disela-sela kegiatan vaksinasi secara massal yang digelar di halaman Polres Kotamobagu, Sabtu (15/1).
Selain anak usia 6-11 tahun, pelayanan juga dibuka untuk masyarakat umum, orang dewasa serta lanjut usia (Lansia).
Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid SIK, mengatakan pelayanan vaksinasi dibuka sejak pukul 08.00 sampai dengan 21.00 Wita.
“Data yang ada pada tim administrator kami sudah mencapai 618 orang, dan sampai saat ini kita lihat bersama masyarakat masih berdatangan,” kata AKBP Irham Halid SIK kepada awak media, ditemui disela-sela pelaksanaan vaksinasi.
Sementara itu lanjut dia, khusus pelaksanaan vaksinasi anak juga intens dilakukan pihak bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
“Untuk vaksinasi anak sampai dengan hari ketiga ini hampir 4.000 anak, karena kita targetkan setiap harinya di 11 titik gerai se Kotamobagu, itu rata-rata angkanya 100 siswa yang divaksin bahkan lebih,” ujarnya.
Sejauh ini tambah Irham, pelaksanaan vaksinasi anak berjalan sukses dan belum menemui kendala. Dimana dari target 11.889 anak, saat ini capaian progresnya sudah 35 persen.
“Target anak usia dini sebanyak 11. 889 mulai usia 6-11 tahun yang duduk di bangku SD kelas 1 sampai 6. Bahkan ada di SMP tapi usianya 11 tahun termasuk warga masyarakat pendatang yang usianya 6-11 tetap kita layani,” imbuhnya.
Selain membuka layanan vaksinasi di tempat, pihaknya juga masih intens melakukan program vaksinasi dengan metode jemput bola atau mendatangi langsung rumah masyarakat yang akan divaksin.
“Untuk program vaksinasi ketok pintu tetap kita laksanakan. Dalam hal ini kita bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui unsur terkait, meliputi dinas kesehatan, camat, lurah/sangadi kita ajak bersama melakukan pendataan yang belum tervaksin masyarakatnya kita akan datangi. kita screnning kalau dibolehkan divaksin maka kita vaksin di tempat,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polres Kotamobagu, bahwa vaksinasi Covid-19 aman, halal dan telah lulus uji klinis. “Silahkan mendatangi gerai vaksin yang di buka di wilayah Kotamobagu, Insyaallah ini untuk kebaikan kita bersama,” pungkasnya. (*/guf)
Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh, memberi sambutan dihadapan kepala daerah yang hadir dalam agenda kunjungan kerja di Kota Kotamobagu.
ZONA BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, menghadiri agenda kunjungan kerja Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Cicilia Evie Denny Djoike Tuejeh, bertempat di Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Jumat (14/1).
Pantauan media, Bupati Sachrul mendatangi rumah dinas wali kota bersama dengan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boltim.
Dalam agenda kunjungan Pangdam XIII/Merdeka itu, Sachrul duduk bersama dengan Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong, Dandim 1303/Bolmong, Letkol Inf. Raja Gunung Nasution dan Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid SIK, mendengarkan sambutan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh.
Dalam sambutannya, Pangdam mengapresiasi capaian vaksinasi di wilayah Bolaang Mogondow Raya.
“Saya menerima laporan dari Dandim 1303 Bolmong bahwa di daerah BMR untuk penanganan Covid-19 sudah 81 persen. Ini satu capaian yang begitu tinggi, dan saya yakin capaian itu tidak serta merta bisa dicapai kalau tidak ada kerja sama, komunikasi, koordinasi, sinergitas yang baik antar lembaga yang ada di sini. Dan tentu saja itu adalah berkat koordinasi yang dilakukan dengan baik oleh para kepala daerah, baik wali kota maupun bupati,” kata Perwira tinggi berbintang dua itu, saat memberikan sambutan di rumah dinas wali kota kotamobagu.
Meski demikian kata Pangdam, Capaian tersebut perlu harus ditingkatkan. Dalam dua pekan terakhir ini di wilayah Kodam XIII/Merdeka baik Sulawesi Utara, Gorontalo maupun Sulawesi Tengah tidak menunjukkan trend peningkatan kasus Covid-19.
“Hal ini tentunya tidak akan terwujud tanpa ada usaha dan upaya kita bersama dalam melakukan penanganan di lapangan,” ujarya.
Pangdam menegaskan, program vaksinasi masih menjadi prioritas pemerintah. Sementara disatu sisi pemerintah harus menggenjot pertumbuhan ekonomi dan sisi lain harus mengendalikan bencana non alam ini.
“Tetapi kita perlu bersyukur bahwa pemerintah mampu menyeimbangkan antara penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Sehingga Negara Indonesia menjadi salah satu negara yang diakui oleh dunia mampu menangani covid-19 dan memulihkan ekonomi secara baik,” terangnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pemerintah bersama stakeholder yang ada di Kotamobagu, Bolmong, Boltim, Bolsel serta Bolmut, telah berkontribusi dalam penanggulangan pandemi ini. Kata Pangdam, untuk mengatasi pandemi covid-19, butuh waktu yang panjang.
“WHO telah mengeluarkan pernyataan bahwa paling cepat Covid-19 ini dinyatakan sebagai endemi itu nanti pada tahun 2024. Masih dua tahun lagi kita akan keluar dari bencana non alam ini,” ujarnya.
Lanjutnya, sudah dua tahun dilakukan upaya penanggulangan covid-19 dan telah memakan energi yang sangat besar.
“Tidak saja Indonesia secara nasional, tetapi juga di daerah, baik kepala daerah, Dandim serta Kapolres, itu energi sudah besar yang keluar. Nah kalau kita mampu mengendalikan dengan baik, sementara perlu kita waspadai dan kita jaga adalah konsistensi mental, agar bagaimana kita bisa konsisten menjaga semangat kita bekerja, tidak bosan, tidak termakan rutinitas untuk terus mengingatkan masyarakat terkait pentingnya program vaksinasi serta mematuhi protokol kesehatan. Tujuannya hanya satu, agar warga kita yang ada di sini bisa bekerja tanpa ada rasa takut,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Sam Sachrul Mamonto, usai kegiatan mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh Pangdam agar memaksimalkan capaian vaksinasi di semua wilayah, telah menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh pemerintah daerah.
“Itu menjadi kewajiban kita semua untuk mencapai target vaksinasi yang seperti yang diminta oleh pemerintah. Setiap daerah tentu berlomba-lomba untuk bisa mencapai target dan InsyaAllah kami akan mencapai target,” tandasnya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Ir Tatong Bara, turun langsung meninjau pelaksanaan percepatan vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di wilayah Kota Kotamobagu, bertempat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Jumat (14/1) pagi tadi.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Tatong Bara turut didampingi Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Sekretaris Daerah Sande Dodo, Kepala Dinas Kesehatan dr Tanty korompot, Kepala Dinas Pendidikan Rukmini Simbala, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Nasli Paputungan, Inspektur Daerah Yusrin Mantali, Camat Kotamobagu Barat Hendra Manoppo serta Lurah Mongkonai Barat, Oktaf Tongkasi.
Kepala Dinas Kesehatan, dr Tanty Korompot mengajak seluruh masyarakat serta unsur terkait, untuk ikut serta mensukseskan program percepatan vaksinasi untuk anak agar target pembentukan kekebalan komunal atau Herd Immunity di tengah – tengah masyarakat di Kotamobagu bisa segera tercapai.
“Ayo ajak keluarga, sahabat dan kerabat untuk vaksinasi. Lindungi diri dan keluarga dari Covid-19. Mari bersama wujudkan masyarakat yang sehat dan produktif dengan vaksinasi,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, program vaksinasi covid-19 untuk masyarakat terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu, bersinergi bersama dengan sejumlah instansi, baik itu TNI, Polri maupun BIN. Dimana, jika sebelumnya target vaksinasi covid-19 menyasar orang dewasa dengan umur 12 tahun keatas, saat ini vaksinasi covid-19 tengah masuk ke anak – anak dengan usia 6 – 11 tahun, sebagaimana edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (*/guf)
ZONA BOLTIM– Bupati Sam Sachrul Mamonto, menanggapi isu rolling jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Terkait hal ini kata Sachrul, bisa dilakukan kapan saja.
“Rolling bisa dilakukan kapan saja, semua tergantung dari evaluasi kinerja,” ungkap Sachrul ditemui sejumlah awak media, usai menghadiri kunjungan Pangdam XIII Merdeka, di Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu, Jumat (14/1).
Masih menurut dia, apabila saat dievaluasi ada pejabat atau pegawai yang tidak menunjukan kinerja yang maksimal atau terkesan setengah-setengah maka konsekuensinya harus siap ganti.
“Hal ini sebagai upaya kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memaksimalkan setiap program yang sudah tertata untuk pembangunan Boltim,” ujarnya.
Berkaitan dengan hal ini, Sachrul pun kembali menegaskan kepada para pejabat dan ASN di Boltim untuk selalu mengedepankan profesionalitas dalam bekerja.
“Selalu saya ingatkan sebagai abdi negara harus selalu mengedepankan trimatra pengabdian yakni profesionalitas serta yang utama adalah loyalitas dalam bekerja membangun daerah,” tandasnya. (*/guf)
Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh foto bersama Wali Kota Kotamobagu, Bupati Boltim, Bupati Bolsel serta Forkopimda dalam lawatannya di daerah Kota Kotamobagu.
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara, menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh, bertempat di rumah dinas wali kota, Jumat (14/1).
Kedatangan Pangdam XIII di Kota Kotamobagu itu, turut didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Cicilia Evie Denny Djoike Tuejeh, Komandan Korem 131 Santiago Brigjen TNI Prince Mayor Putong serta para pejabat utama Kodam XIII/Merdeka.
Wali Kota Tatong Bara dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pangdam XIII/Merdeka beserta seluruh rombongan di daerah Kota Kotamobagu. “Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat se-Bolaang Mongondow Raya mengucapkan selamat datang kepada bapak Pangdam beserta rombongan dengan bahasa
adat ‘Dega Niondon Komintan‘ (Selamat datang semuanya). Ucapan syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Pangdam dan rombongan yang pada siang hari ini telah berkenan meluangkan waktu serta meringankan langkah untuk melaksanakan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi bersama kami semua yang ada di Bolaang Mongondow Raya ini,” ucap Wali Kota Tatong Bara.
Dalam kesempatan itu, wali kota juga menyampaikan kondisi serta situassi wilayah Bolaang Mongondow Raya khususnya Kota Kotamobagu yang saat ini dalam keadaan aman serta terkendali dari Covid-19. “Alhamdulillah setiap daerah di wilayah bolmong raya capaian vaksinasi sudah sangat baik, dan insha allah pertemuan ini akan lebih mempererat kita dalam rangka menunjang pembangunan dan kemasyarakatan di daerah yang kita
cintai,” ucapnya.
“Kami kepala daerah se-Bolaang Mongondow Raya meminta arahan, bimbingan dan tuntunan dari bapak Pangdam XIII/merdeka untuk daerah ini. Alhamdulillah kondisi setiap wilayah di BMR sangat aman, koordinasi serta kerjasama dengan TNI-Polri sangat baik sehingga kondisi daerah sangat terkendali didukung dengan filosofi Bolaang Mongondow yaitu, Mototompian, Mototabian bo Mototanoban yang senantiasa dipegang oleh masyarakat di Bolaang mongondow Raya,” tambah wali kota.
Sementara itu, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh, menyampaikan bahwa dalam kunjungan perdananya di wilayah Bolaang Mongondow Raya itu, membawa kurang lebih 60 pejabat utama Kodam XIII/Merdeka. Dalam sambutannya Pangdam menuturkan bahwa dirinya merupakan putra asli Sulawesi Utara yang lahir di Tondano. “Saya tinggal di Tataaran II, dan lahir besar di sana, istri saya orang malang. Dan
tentunya saya sangat senang berkunjung di sini. Saya pernah datang ke sini pada tahun 2018 waktu itu kegiatan Wasev TMMD. Kalau tidak jadi Pangdam mungkin kapan bisa melihat Bolmong Raya, yang pasti Torang Samua Basudara,” ucap Pangdam.
Dalam kesempatan itu, Pangdam juga menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan arahan kepada Dandim 1303 Bolmong serta prajurit TNI yang bertugas di wilayah Bolmong Raya untuk selalu hadir jika ada masalah yang timbul di setiap daerah ini. “Tugasnya tentara itu pada masa damai ini untuk memberikan jaminan kepada wali kota dan bupati untuk bisa melaksanakan program-program pembangunan serta upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Itu tugasnya Dandim untuk membantu mengamankan program serta kebijakan kepala daerah dan termasuk tugas saya juga selaku Pangdam,” tuturnya.
Lebih lanjut Pangdam mengatakan, dirinya mengapresiasi terkait capaian vaksinasi setiap daerah di wilayah Bolaang Mongondow Raya. “Saya menerima laporan dari Dandim 1303 Bolmong bahwa di daerah BMR untuk penanganan Covid-19 sudah 81 persen, ini satu capaian yang begitu tinggi dan saya yakin capaian itu tidak serta merta bisa dicapai kalau tidak ada kerja sama, komunikasi, koordinasi, sinergitas yang baik antar lembaga yang ada di sini dan tentu saja itu adalah berkat koordinasi yang dilakukan dengan baik oleh para
kepala daerah, baik wali kota maupun bupati. Capaian ini perlu harus kita tingkatkan. Dalam dua pekan terakhir ini di wilayah Kodam XIII/Merdeka baik Sulawesi Utara, Gorontalo maupun Sulawesi Tengah tidak menunjukkan trend peningkatan kasus Covid-19. Hal ini tentunya tidak akan terwujud tanpa ada usaha dan upaya kita bersama dalam melakukan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Untuk itu Pangdam menegaskan, bahwa program vaksinasi masih menjadi prioritas pemerintah, sementara disatu sisi pemerintah harus menggenjot pertumbuhan ekonomi dan sisi lain harus mengendalikan bencana non alam ini. “Tetapi kita perlu bersyukur bahwa pemerintah mampu menyeimbangkan antara penanggulangan Covid-19 dan
pemulihan ekonomi, sehingga Negara Indonesia menjadi salah satu negara yang diakui oleh dunia mampu menangani covid-19 dan memulihkan ekonomi secara baik,” ungkapnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pemerintah serta seluruh stakeholder yang ada di Kotamobagu, Bolmong, Boltim, Bolsel serta Bolmut, itu telah berkontribusi dalam penanggulangan pandemi ini. Pun untuk mengatasi pandemi covid-19 ini kata Pangdam, butuh waktu yang panjang. WHO telah mengeluarkan pernyataan bahwa paling cepat Covid-19 ini dinyatakan sebagai endemi itu nanti pada tahun 2024.
“Masih dua tahun lagi kita akan keluar dari bencana non alam ini. Dan sudah dua tahun kita melakukan upaya penanggulangan covid-19 yang telah memakan energi yang sangat besar tidak saja Indonesia secara nasional tetapi juga di sini di daerah baik kepala daerah, Dandim serta Kapolres itu energi sudah besar yang keluar. Nah kalau kita mampu mengendalikan dengan baik, sementara perlu kita waspadai dan kita jaga adalah
konsistensi mental agar bagaimana kita bisa konsisten menjaga semangat kita bekerja, tidak bosan, tidak termakan rutinitas untuk terus mengingatkan masyarakat terkait pentingnya program vaksinasi serta mematuhi protokol kesehatan. Tujuannya hanya satu agar warga kita yang ada di sini bisa bekerja tanpa ada rasa takut,” pungkas Pangdam.
Turut hadir dalam kunjungan Pangdam XIII/Merdeka tersebut, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, Mewakili Bupati Bolmong, Mewakili Bupati Bolmut, Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Raja Gunung Nasution, Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid SIK, Sekda Kotamobagu Sande Dodo, para asisten serta pimpinan OPD baik Kotamobagu, Bolsel, Boltim, Bolmong
serta Bolmut. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Terkait informasi adanya larangan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi anak usia 6-11 tahun yang belum divaksinasi, ditanggapi pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu.
Kepala Dinas Kesehatan dr Tanty Korompot menjelaskan, bahwa surat pemberitahuan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI tertanggal 4 Januari 2022.
“Surat yang diterbitkan Pemkot Kotamobagu dan ditandatangani Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan sudah sesuai dengan SE dari Kemenkes. SE dari Kemenkes sudah kami Terima dan dasar penerbitan surat Pemkot adalah SE Kemenkes tertanggal 4 Januari 2022,” ungkap Tanty, Jumat (14/1).
Menurutnya, adapun poin kedua dalam surat pemberitahuan Pemkot Kotamobagu itu bukan melarang anak yang belum divaksin untuk sekolah. “Tapi tetap belajar seperti biasa dengan sistem daring, sedangkan yang sudah divaksin sudah bisa mengikuti pembelajaran tatap muka,” Jelas Tanty.
Terinformasi, cakupan vaksinasi di Kota Kotamobagu saat ini sudah mencapai angka 82 persen untuk dewasa. “Capaian vaksinasi kita sudah 82 persen. Tapi karena ada penambahan sasaran yakni anak usai 6-11 tahun jadi capaian itu berkurang, sehingga tinggal 72 persen. Adapun untuk lansia capaian vaksinasi 61 persen.” terang dr Tanty. (*/guf)