Beranda blog Halaman 256

Mekal Minta RSUD Kotamobagu Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat

Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag.

ZONA POLITIK – Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag berharap, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu terus memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi seluruh masyarakat.

Hal ini disampaikan Meiddy, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD bersama Manajemen RSUD Kotamobagu, yang berlangsung di ruang Banmus, Selasa (26/10).

Menurut Mekal sapaan akrab Meiddy Makalalag, kedepan RSUD Kotamobagu bisa menjadi salah satu ikon untuk Kotamobagu, dengan catatan infrastruktur pendukung medis dan pelayanan pasien bisa dimaksimalkan.

“Kita tahu sendiri tidak sedikit anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah untuk kemajuan RSUD Pobundayan. Mulai dari infrastruktur dan lain sebagainya. Harapannya agar masyarakat Kotamobagu bahkan daerah tetangga bisa merasakan pelayanaan kesehatan yang maksimal. Namun, hal itu juga harus berbarengan dengan SDM yang berkerja di lingkungan rumah sakit dalam hal ini tenaga medis agar bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait peningkatan SDM rumah sakit, Meiddy pun mengaku sangat mendorong dan mendukung penuh. Agar gaung pelayanan prima di satu-satunya rumah sakit di Bolmong Raya ini dapat terwujud.

“Kepada manajemen RSUD kami minta agar tidak tanggung-tanggung meminta kepada pemerintah bilamana kekurangan tenaga ahli sesuai kebutuhan rumah sakit. Berapapun biayanya yang penting demi pelayanan tetap maksimal. Disamping itu, dengan banyaknya tenaga kesehatan yang dibutuhkan otomatis membuka lapangan pekerjaan bagi para adik-adik kita yang saat ini sedang sekolah di bidang kesehatan. Kedepan para generasi muda ini tetap mengabdi di tanah kelahiranya sendiri dan tidak mesti keluar jauh untuk mencari pekerjaan. Karena saya sadar betul bahwa pekerjaan dari tenaga kesehatan sangat tidak gampang bila bukan ahlinya,” pungkasnya. (*/guf)

Komisi III DPRD Bolmong Gelar RDP Bersama Tiga SKPD

Komisi III DPRD Bolmong rapat dengar pendapat bersama tiga SKPD di lingkup Pemkab Bolmong.

ZONA BOLMONG – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerja eksekutif, Selasa (26/10).

RDP dilaksanakan di Ruang Paripurna DPRD Bolmong, dengan diikuti tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKDP) yakni, Dinas Pemuda dan Olahraga Bolmong, Dinas Pariwisata Bolmong dan Dinas Kesehatan Bolmong.

Anggota DPRD Supandri Damogalad saat membuka rapat menyampaikan, agar Dinas Pemuda dan olahraga memasukkan Jambore Pemuda menjadi program untuk tahun 2022 nanti. “Kegiatan jambore pemuda penting, sebab akan melahirkan konsep gerakan Pemuda di Bolaang Mongondow,” kata Supandri.

Tidak hanya itu, Supandri juga mengatakan, bahwa harus ada rumusan terkait pengembangan olahraga di kabupaten Bolmong. Selain itu Supandri juga memberikan masukan kepada Dinas Pariwisata Bolmong tentang pengelolaan potensi pariwisata yang ada.

“Saya sarankan kedepannya wisata religi dan wisata budaya, harus menjadi wilayah garapan oleh Kadis Pariwisata yang baru, karena itu menjadi wajah daerah, jangan sampai situs-situs sejarah kita akan hilang,” Supandri menyarankan.

Selanjutnya, anggota komisi III Febrianto Tangahu dalam kesempatannya menegaskan, program dari Dinas Pemuda dan olahraga yang diusulkan tahun 2022 harus merata, apapun itu. Sebab di wilayah-wilayah hampir tidak pernah merasakan.

“Dispora harus memperhatikan kegiatan yang dicover, jika tidak terlalu bermanfaat kepada pemuda, seharusnya tidak diusulkan,” tegasnya.

Tidak hanya di Dinas Pemuda dan olahraga yang menjadi sorotan aleg yang dikenal kritis itu, namun di Dinas Pariwisata Bolmong, ia juga meminta untuk memperhatikan limbah pemandian air panas Bakan yang melintas di pemukiman Desa Bakan serta juga mengusulkan program pemahaman tentang sejarah Bolaang Mongondow.

“Soal limbah itu jelas berbahaya bagi kesehatan masyarakat, dan untuk program pemahaman sejarah harus diakomodir sebab jangan sampai tidak ada lagi generasi yang paham akan sejarah,” ungkapnya.

Selanjutnya anggota Komisi III lainnya, yakni Ibu Sutarsi Mokodompit juga menyampaikan agar memperhatikan tempat wisata air panas Bakan, sebab mulai dari tempat sampah tidak ada, serta mempertanyakan tempat wisata yang ada di Desa Passi yang berbatasan dengan Kotamobagu. “Di cek lagi apakah itu masuk wilayah Bolmong atau Kotamobagu, sebab setahu saya itu berada di wilayah Desa Passi,” tegasnya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas pariwisata Bolmong Linda Mashoeri menyampaikan, bahwa sudah membicarakan tentang pembangunan sanggar budaya di Bolmong, kemudian sedang menggarap Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) untuk mempermudah proses pengusulan wilayah mana yang akan dijadikan tempat wisata. “Ini sangat penting sekali, kita tidak akan mendapatkan bantuan jika tidak mempunyai PPKD,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan olahraga Yani Pudul dalam kesempatannya menyampaikan untuk semua yang disampaikan oleh Komisi III akan menjadi bahan kajian untuk ditindaklanjuti kemudian mana yang menjadi prioritas. (Advertorial)

Komisi III Evaluasi Program Kegiatan RSUD Kotamobagu

Komisi III DPRD Kotamobagu menggelar RDP bersama manajemen RSUD Kotamobagu.

ZONA POLITIK – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu, Selasa (26/10).

Rapat yang berlangsung di Ruang Banmus ini, dipimpin Ketua Komisi III Royke Kasenda didampingi Ketua DPRD Meiddy Makalalag bersama Wakil Ketua Syarifudin Mokodongan.

Adapun anggota DPRD yang hadir dalam RDP tersebut masing-masing Dani Ikbal Mokoginta dan Sukardi Sugeha. Sementara pihak RSUD dihadiri Direktur bersama staff.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Kotamobagu, Royke Kasenda, RDP digelar dalam rangka evaluasi program dan kegiatan selama triwulan III.

“Rapat ini masih kita pending hingga waktu yang belum ditentukan. Inti dari RDP ini yaitu evaluasi mengenai program serta kegiatan yang dilaksanakan RSUD selama triwulan tiga,” kata Kasenda.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Syarifudin Mokodongan memberikan masukan kepada pimpinan dan staff rumah sakit. Menurutnya selain ditopang infrastruktur yang sudah memadai para nakes juga harus bisa memberikan pelayanan prima terhadap para pasien.

“Kita ketahui bersama, pelayanan rumah sakit ini sudah maksimal namun, saya berikan masukan dan hal ini yang paling banyak menjadi sorotan masyarakat yaitu soal keramahan para nakes. Dengan memberikan kesan yang ramah kepada pasien akan menimbulkan hal yang positif juga untuk citra pihak rumah sakit sendiri,” pesan Syarif.

Pantauan media ini, kegiatan berlangsung tertib dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19. (*/guf)

Pemkab Boltim Tekankan Pentingnya Penggunaan Kontrasepsi untuk Cegah Stunting dan Autisme

Asisten III Rusmin Mokoagow membacakan sambutan Bupati Sam Sachrul Mamonto pada kegiatan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang digelar TP-PKK Boltim.

ZONA BOLTIM – Mewakili Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, Asisten III Bidang Administrasi Umum Rusmin Mokoagow, menghadiri peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia atau Word Contraception Day (WCD), bertempat di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Selasa (26/10).

Rusmin Mokoagow saat membacakan sambutan Bupati mengatakan, ditengah kondisi pandemi covid-19, Pemkab Boltim tetap berkomitmen menekankan pentingnya kontrasepsi dan mengatur jarak kehamilan guna mencegah stunting dan autisme. Pasalnya, jarak antara kehamilan dan jarak melahirkan memiliki hubungan erat dengan stunting maupun autisme.

“Jadi sudah jelas, sehabis melahirkan dan jika tidak memakai kontrasepsi lantas hamil dengan jarak kurang dari dua tahun, maka peluang terjadi stunting dan autisme cukup besar. Itulah sebabnya kontrasepsi sangat penting dalam rangka melahirkan generasi yang unggul bebas dari stunting dan autisme,” tegas Mokoagow.

Lanjut Mokoagow, angka stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur saat ini berada pada angka 6,53%. Menurutnya, stunting memiliki tiga konsekuensi. Pertama adalah postur tubuhnya tidak memenuhi syarat untuk bersaing. Kedua, orang stunting intelektualnya tidak optimal sehingga untuk bersaing menjadikannya cerdas agak berat. Ketiga, orang yang stunting pada ketika sudah berumur 45 tahun keatas mudah sakit.

“Sakitnya bisa gangguan metabolisme seperti kencing manis atau gangguan kardiovaskuler seperti tekanan darah tinggi, stroke kemudian serangan jantung. Itulah orang stunting, masa kecilnya tidak bisa bersaing, masa tuanya tidak lagi produktif karena sakit,” tutup Mokoagow.

Seperti diketahui, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Boltim Seska Ervina Mamonto-Budiman bersama Sekretaris Rosita Pobela, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ir Tino Tandaju M Erg beserta rombongan, pengurus yayasan Kanker Sulut, Ketua PC IBI Boltim, Ketua Bhayangkari Boltim, dan seluruh Stakeholder terkait. (*/guf)

Sekda Kotamobagu Buka FGD Penyusunan RPKD

ZONA KOTAMOBAGU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sande Dodo, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD), bertempat di Aula Kantor Bappelitbangda, Selasa (26/10).

Menurut Sande, tujuan dari kegiatan tersebut untuk menyusun strategi dan kebijakan yang dapat mempercepat pencapaian penanggulangan kemiskinan di Kota Kotamobagu.

“Sesuai data BPS 2019 tercatat 5,71 persen menjadi 5,42 persen pada 2020. Diharapkan dengan tersusunnya RPKD 2021 ini, ke depannya angka kemiskinan di Kota Kotamobagu sudah di bawah 5 persen,” ungkap Sande.

Sande juga berharap melalui kegiatan ini, angka kemiskinan di Kota Kotamobagu bisa berkurang.

Kegiatan tersebut, menghadirkan narasumber Een Walewangko, dosen fakultas ekonomi dan bisnis UNSRAT dan kepala OPD Pemkot Kotamobagu, Kepala Bappelitbangda Kotamobagu Adnan Masinae, selaku pelaksana kegiatan FGD RPKD KK 2021. (*/guf)

Peringati WCD, TP-PKK Boltim Gelar Kegiatan Pelayanan KB dan KR

Ketua TP-PKK Boltim Seska Ervina Mamonto-Budiman memberikan sambutan pada peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia atau Word Contraception Day (WCD).

ZONA BOLTIM – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR) bersama mitra kerja, dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia atau Word Contraception Day (WCD), bertempat di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Selasa (26/10).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Boltim Seska Ervina Mamonto-Budiman bersama Sekretaris Rosita Pobela, Bupati Boltim yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Rusmin Mokoagow, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ir Tino Tandaju M Erg beserta rombongan, pengurus yayasan Kanker Sulut, Ketua PC IBI Boltim, Ketua Bhayangkari Boltim, dan seluruh Stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Boltim menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan guna memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia atau Word Contraception Day (WCD).

“Memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, Tim Penggerak PKK bekerjasama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dan Yayasan Kanker Indonesia, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) serta Dinas Kesehatan, untuk melaksanakan Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) test guna mendeteksi kanker serviks secara dini, dan Pelayanan KB semua jenis alat kontrasepsi,” kata Ketua TP-PKK yang juga mantan Anggota DPRD Boltim tersebut.

Ia menerangkan, Word Contraception Day (WCD) ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tentang metode pengendalian kelahiran (birth control) yang tersedia bagi perempuan dan pasangannya, yang memungkinkan mereka membuat keputusan tepat terkait kesehatan reproduksi mereka.

“Kampanye global ini juga mendorong pendidikan yang lebih baik terkait seks yang aman dan terlindungi sehingga tidak ada kehamilan yang tidak direncanakan atau tidak diinginkan,” terangnya.

Ketua TP-PKK menambahkan, saat ini indonesia sedang menghadapi Pandemi Covid-19 yang tentunya berdampak pada seluruh aspek kehidupan termasuk penyelengaraan pelayanan KB. Sementara itu, pencapaian program Keluarga Berencana sangat ditentukan oleh kesertaan Masyarakat, terutama pada pasangan Usia Subur (PUS). Oleh karena itu, sangat penting untuk terus menjalin kerja sama serta meningkatkan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan pencapaian program Bangga Kencana.

“Dukungan yang dapat di berikan oleh mitra kerja di antaranya Dukungan Kebijakan, Anggaran Pendukung di dalam APBD, hingga tenaga lini Lapangan yang dapat membantu tugas para PLKB untuk mengerakkan Masyarakat agar tertarik menjadi calon Akseptor KB MKJP. Peran-peran tersebut dapat di lakukan oleh TNI, Tenaga Pengerak PKK, pendamping keluarga dan seluruh pihak terkait. Harapan kami, mari kita jadikan momentum hari Kontrasepsi Sedunia ini menjadi spirit untuk kita semua. Selamat Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2021,” pungkas ketua TP-PKK. (*/guf)

Intervensi Spesifik-Sensitif Langkah Strategis Penanggulangan Stunting

Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi.

ZONA BOLTIM – Dinas Kesehatan (Dinkes), Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menunjang kesehatan masyarakat, diantaranya intervensi spesifik dan intervensi sensitif sebagai langkah konkrit dalam penanggulangan stunting.

“Langkah konkrit dalam penanggulangan stunting mulai dari 1000 HPK serta optimalisasi fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mempercepat akses masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” ungkap Kepala Dinkes Boltim, Eko Rujadi Marsidi, Selasa (26/10).

Lanjut Eko mengatakan, pelaksanaan aksi konvergensi stunting dilakukan melalui pelaksanaan 8 aksi yang terdiri dari analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan bupati, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi data serta melakukan review kinerja pelaksanaan program kegiatan.

“Saat ini, kabupaten Boltim sementara menjalankan aksi tujuh, yakni pendataan (Pengukuran dan Penimbangan) dan publikasi, setelah sebelumnya telah selesai melaksanakan Sistem Manajemen Data,” tuturnya.

Eko menambahkan, berbagai kemajuan bidang kesehatan di Kabupaten Boltim selama ini, tidak terlepas dari peran berbagai pihak. “Termasuk peran serta lintas sektor dalam upaya penurunan stunting,” tutupnya.(*/guf)

Kopi Arabika Moanok Produk Warga Poyowa Besar Mulai Dijual dalam Bentuk Kemasan

Kopi Moanok produk warga Poyowa Besar mulai dijual dalam bentuk kemasan.

ZONA KOTAMOBAGU – Kopi Arabika yang diberi nama atau merek ‘Kopi Moanok’ produksi Rudi Mokodompit, warga Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan, mulai dijual dalam bentuk kemasan dan siap diedarkan di pasaran.

Menurut Rudi Mokodompit, kopi yang ia jual dalam bentuk kemasan tersebut, merupakan hasil dari perkebunan kopi miliknya. “Kopi ini diolah dari perkebunan Mologuyun di Desa Poyowa Besar II Kecamatan Koitamobagu Selatan,” ungkap Rudi.

Dalam hal pengolahan, Rudi Mokodompit menjelaskan kalau pihaknya mengedepankan betul kwalitas dari kopi yang akan dijual oleh mereka itu. “Proses produksinya cukup panjang, dimulai dari pemetikan sampai dengan pengemasan sebelum dijual,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, kalau pihaknya hanya mengambil biji kopi yang benar-benar telah matang dan siap untuk dipanen, untuk kemudian diolah mereka dalam mesin yang telah disiapkan. “Yang kita ambil hanyalah biji kopi yang sudah berwarna merah. Setelah itu, biji kopi tersebut kita uji dulu, apakah layak untuk dijual atau tidak. Setelah itu baru kemudian kita olah, dan masukkan dalam kemasan. Sehingga, hasil dari kemasan kopi ini benar-benar teruji,” tuturnya.

Pengolahan kopi Moanok yang benar-benar teliti dan mengedepankan kwalitas tersebut, ternyata ikut memantik perhatian dari pemerintah daerah setempat. Hal ini tercermin dari pernyataan Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Kotamobagu, Norman Jaya Muis.

“Kopi moanok ini merupakan salah satu produk baru dengan jenis kopi arabika, dimana dari segi pengemasan produk sudah sangat bagus, selain itu sumber daya pengelolanya juga cukup baik, serta memiliki pengetahuan betul dalam hal kopi,” ungkapnya. (*/guf)

Sektor Pertanian Jadi Stabilitator dalam Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Suasana kegiatan tanam terpadu tani pangan dalam rangka Hari Pangan Sedunia yang digelar Dinas Pertanian dan Peternakan Boltim.

ZONA BOLTIM – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41, dengan menggelar kegiatan panen raya dan tanam terpadu tani pangan, bertempat di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak), Senin (25/10).

Kegiatan yang diikuti oleh Kabupaten/Kota se-provinsi Sulawesi Utara (Sulut) via zoom meeting itu, turut dihadiri Asisten II Pemkab Boltim, Dinas Ketahanan Pangan, pihak Balai Karantina Penyuluh Provinsi Sulut, serta tamu undangan.

Kepala Dispertanak, Mat Sunardi menuturkan bahwa pada masa pandemi Covid-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan dan menjadi stabilitator dalam pemulihan ekonomi. Bahkan tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan.

“Dikondisi Pandemi Covid-19 bukan hanya mempengaruhi segi kesehatan, namun sektor ekonomi. Tentunya pemulihan ekonomi nasional jadi target utama sebagai bentuk kontribusi di tiap daerah, apa terlebih di bidang pertanian,” ucap Sunardi.

Selain itu, lanjutnya, tantangan pangan kini kian kompleks akibat dampak perubahan iklim. Namun, itu tak menyurutkan langkah kita untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi pangan bagi masyarakat.

“Mari jadikan peringatan HPS ke-41 ini momentum bersama untuk merubah strategi pembangunan pertanian dengan menerapkan teknologi dan riset yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, juga dampak Pandemi saat ini kita rasakan,” pintanya.

Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boltim, mengimbau masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam memperkuat ketahanan pangan juga pertanian di Boltim.

“Saya mengajak semua pihak untuk lebih agresif dan bersemangat dalam menghadapi tantangan ke depan,” tandasnya. (*/guf)

Bupati Boltim Tegaskan Penanganan Stunting Tetap Diprioritaskan

Bupati Sam Sachrul Mamonto memberikan sambutan pada pertemuan konvergensi stunting lintas sektor dan lintas program.

ZONA BOLTIM – Permasalahan stunting, merupakan masalah serius dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Demikian dikatakan, Bupati Sam Sachrul Mamonto, saat memberikan sambutan, pada pertemuan Konvergensi Stunting Lintas Sektor, berlangsung di Hotel Ibis Manado, Senin (23/10) sore.

“Tantangan ini harus diatasi dengan baik agar generasi di masa depan bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing dan berkualitas,” ujar Sachrul.

Lanjut Sachrul mengatakan, adanya pandemi Covid-19, dimana terjadi pembatasan mobilitas dan perlambatan ekonomi yang menyebabkan berkurangnya akses terhadap pangan bergizi seimbang dan aman, hal ini dapat memperburuk permasalahan stunting.

“Untuk itu, penanganan stunting di tengah pandemi Covid-19 tetap perlu diprioritaskan,” pintanya.

Bupati menambahkan, berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2018, prevalensi stunting di Kabupaten Boltim berada di angka 28,6 persen. Kemudian turun di tahun 2019 menjadi 7,59 persen dan di tahun 2020, menurut data EPPGBM prevalensi stunting berada di angka 6,53 persen.

“Konvergensi didefinisikan sebagai sebuah pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama pada target sasaran wilayah geografis serta rumah tangga prioritas untuk mencegah stunting,” tutupnya. (*/guf)