
ZONA POLITIK – Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag berharap, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu terus memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi seluruh masyarakat.
Hal ini disampaikan Meiddy, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD bersama Manajemen RSUD Kotamobagu, yang berlangsung di ruang Banmus, Selasa (26/10).
Menurut Mekal sapaan akrab Meiddy Makalalag, kedepan RSUD Kotamobagu bisa menjadi salah satu ikon untuk Kotamobagu, dengan catatan infrastruktur pendukung medis dan pelayanan pasien bisa dimaksimalkan.
“Kita tahu sendiri tidak sedikit anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah untuk kemajuan RSUD Pobundayan. Mulai dari infrastruktur dan lain sebagainya. Harapannya agar masyarakat Kotamobagu bahkan daerah tetangga bisa merasakan pelayanaan kesehatan yang maksimal. Namun, hal itu juga harus berbarengan dengan SDM yang berkerja di lingkungan rumah sakit dalam hal ini tenaga medis agar bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujarnya.
Terkait peningkatan SDM rumah sakit, Meiddy pun mengaku sangat mendorong dan mendukung penuh. Agar gaung pelayanan prima di satu-satunya rumah sakit di Bolmong Raya ini dapat terwujud.
“Kepada manajemen RSUD kami minta agar tidak tanggung-tanggung meminta kepada pemerintah bilamana kekurangan tenaga ahli sesuai kebutuhan rumah sakit. Berapapun biayanya yang penting demi pelayanan tetap maksimal. Disamping itu, dengan banyaknya tenaga kesehatan yang dibutuhkan otomatis membuka lapangan pekerjaan bagi para adik-adik kita yang saat ini sedang sekolah di bidang kesehatan. Kedepan para generasi muda ini tetap mengabdi di tanah kelahiranya sendiri dan tidak mesti keluar jauh untuk mencari pekerjaan. Karena saya sadar betul bahwa pekerjaan dari tenaga kesehatan sangat tidak gampang bila bukan ahlinya,” pungkasnya. (*/guf)

Tidak hanya itu, Supandri juga mengatakan, bahwa harus ada rumusan terkait pengembangan olahraga di kabupaten Bolmong. Selain itu Supandri juga memberikan masukan kepada Dinas Pariwisata Bolmong tentang pengelolaan potensi pariwisata yang ada.
Tidak hanya di Dinas Pemuda dan olahraga yang menjadi sorotan aleg yang dikenal kritis itu, namun di Dinas Pariwisata Bolmong, ia juga meminta untuk memperhatikan limbah pemandian air panas Bakan yang melintas di pemukiman Desa Bakan serta juga mengusulkan program pemahaman tentang sejarah Bolaang Mongondow.
Menanggapi itu, Kepala Dinas pariwisata Bolmong Linda Mashoeri menyampaikan, bahwa sudah membicarakan tentang pembangunan sanggar budaya di Bolmong, kemudian sedang menggarap Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) untuk mempermudah proses pengusulan wilayah mana yang akan dijadikan tempat wisata. “Ini sangat penting sekali, kita tidak akan mendapatkan bantuan jika tidak mempunyai PPKD,” jelasnya.

ZONA KOTAMOBAGU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sande Dodo, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD), bertempat di Aula Kantor Bappelitbangda, Selasa (26/10).



