ZONA POLITIK – Sekretariat Dewan (Setwan) Dekot Kotamobagu menerima kunjungan kerja (Kunker) DPRD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Senin (12/04/2021).
Ketua komisi I Dekab Bolmut, Reksosiswoyo Binolombangan bersama anggota komisi diterima kepala sub bagian perencanaan keuangan dan verifikasi Setwan Kotamobagu, Ruslandi Mongilong.
Ruslandi mengatakan, ada beberapa hal tujuan kunjungan ini salah satunya soal recofusing anggaran di masa pandemi seperti saat ini.
“Tujuannya terkait refocusing anggaran peruntukan dan pemanfaatan anggaran untuk kegiatan seperti apa, “ucapnya.
Lanjut Landi, kunjunga itu juga terkait pembahasan LKPJ Kabupaten/Kota apakah sudah berjalan atau belum.
“Mereka juga menanyakan beberapa hal terkait pembahasan LKPJ wali kota tahun 2020 apakah sudah dalam proses pembahasan atau belum,” tandasnya. (guf)
Pemuda Kelurahan Kotobangon mendirikan lapak pasar ramadhan.
ZONA EKONOMI – Setelah diizinkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mendirikan pasar ramadhan ditahun 2021, para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Kotamobagu merasakan adanya potensi besar dalam memulihkan perekonomian setelah dikekang oleh pandemi Covid-19 yang sudah setahun lamanya melanda dunia, tak terkecuali Kotamobagu.
Pun, tak sedikit pasar ramadhan di Kotamobagu bermunculan. Salah satu lokasi yang tiap tahunnya mengadakan pasar ramadhan yakni di Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur.
Fahri, salah satu pelaku UMKM yang sering menggunakan lapak pasar ramadhan di Kelurahan Kotobangon tersebut mengatakan, bahwa dengan adanya izin dari Pemkot untuk mendirikan pasar ramadhan, menjadikan potensi besar bagi mereka dalam meraup keuntungan di bulan ramadhan.
“Setelah tahun kemarin tidak ada kegiatan pasar ramadhan, Alhamdulillah, tahun ini kita bisa kembali berjualan di pasar ramadhan seperti biasanya,” ujar Fahri.
Diketahui, pasar ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana, setiap penjual dan konsumen wajib menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak setiap lapak minimal 1 meter, menyediakan tempat cuci tangan, dan wajib menggunakan masker. (guf)
Bupati Sam Sachrul Mamonto, menghadiri Bimtek Kebijakan Strategis Pemerintah Pusat dalam rangka penyederhanaan birokrasi.
ZONA MANADO – Guna mendorong efektivitas dan efisiensi kinerja ASN, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto, menghadiri undangan Bimtek Kebijakan Strategis Pemerintah Pusat dalam rangka penyederhanaan birokrasi, Senin (12/4), bertempat di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara.
Bimtek ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven Kandow, serta seluruh Kepala daerah se Sulut.
Dalam penyampaiannya, MenPAN-RB berharap Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sulut, dapat bersinergi dengan Pemerintah Pusat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan pembangunan nasional.
Upaya ini dilakukan melalui implementasi kebijakan Kementerian PAN-RB. Kebijakan tersebut antara lain penyederhanaan birokrasi, sistem kerja berbasis digital, manajemen ASN, dan memperbaiki kualitas pelayanan publik.
“Kami berharap agar Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, dalam program visi misinya agar bisa sejalan dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat. Dengan bgitu, pelaksanaan reformasi birokrasi yang tertuang dalam visi dan misi Presiden Joko Widodo dapat tercapai.
Terkait hal itu, Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim siap menindaklanjuti apa yang disampaikan MenPAN-RB.
Soal penyederhanaan birokrasi, saat ini Pemkab Boltim melalui Bagian Organisasi dan BKPSDM sementara menginventarisasi jabatan eselon IV yang akan disederhanakan, dan dialihkan ke dalam jabatan fungsional.
Kemudian perihal usulan CPNS Tahun 2021, Pemkab Boltim telah mengusulkan 280 formasi CPNS ke Kemenpan-RB, dan usulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 215 khusus tenaga Guru.
“Pak Menteri memaparkan banyak hal terkait birokrasi pemerintahan. Tentunya akan kita tindaklanjuti demi terselenggaranya sistem pemerintahan yang baik dan bersih,” terang bupati.
Ditempat terpisah, Wakil Bupati Oskar Manoppo SE MM, Sekretaris Daerah Ir J Sonny Warokka PhD bersama jajaran Asisten dan Kepala SKPD, mengikuti bimtek tersebut secara virtual, bertempat di Hotel Quality Manado. (Advertorial)
Pendamping Desa Moyag memberikan arahan kepada para penerima BLT Dana Desa.
ZONA KOTAMOBAGU – 45 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Moyag menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (Dandes) untuk tahap I bulan Januari 2021, Senin (12/4).
Penyaluran bantuan tersebut, diserahkan secara simbolis oleh pendamping desa Alim Paputungan disaksikan Kaur Pemerintahan dan Bendahara Desa dengan protokol kesehatan secara ketat.
Sangadi (Kepala Desa) Moyag, Drs Rusmin Mamonto, melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Maskur Gumalangit mengatakan, BLT dana desa untuk bulan januari 2021 diserahkan bagi 45 KPM yang ada di desa Moyag. “Masing-masing KPM menerima Rp300 ribu,” kata Maskur.
Dirinya berharap, BLT dana desa yang sudah diterima dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. “Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga,” harapnya.
Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi anjuran pemerintah terkait disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. “Kemudian selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan senantiasa mematuhi imbauan pemerintah yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan selalu berpikiran positif,” ajaknya.
Sementara itu, pendamping desa, Alim Paputungan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah desa Moyag dan seluruh perangkat desa yang terlibat langsung dalam penyaluran BLT dana desa. “Ucapan terima kasih kepada bapak Sangadi Moyag, sekdes serta perangkat desa yang pada hari ini kembali menyalurkan bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa. Ini merupakan wujud nyata pemerintah pusat, provinsi dan daerah yang selalu memberikan perhatian kepada warga yang terdampak ekonomi akibat pembatasan aktivitas. Semoga dengan disalurkannya bantuan ini dapat membantu serta memenuhi kebutuhan warga,” pungkasnya. (guf)
Sekretaris Daerah, Sande Dodo me-launching kartu parkir berlangganan bagi kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Kotamobagu.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) resmi meluncurkan Kartu Parkir Berlangganan (KPB) khusus kendaraan dinas (Kendis) roda empat di lingkungan Pemkot Kotamobagu, bertempat di halaman kantor Wali Kota, Senin (12/4).
Mewakili Wali Kota Tatong bara, Sekretaris Daerah (Sekda), Sande Dodo, me-launching kartu parkir berlangganan tersebut, yang merupakan terobosan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kotamobagu dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi perparkiran.
“Di era sekarang ini salah satu indikator utama yang digunakan untuk dapat mengukur kemampuan suatu daerah dalam melanjutkan otonomisasi adalah adanya tingkat kemampuan daerah dalam hal penyerapan atau penyediaan pembiayaan, agar pemerintah daerah dapat melaksanakan fungsinya secara efektif dan efisien khususnya dalam rangka pelayanan umum kepada seluruh masyarakat,” kata Wali Kota dalam sambutannya yang dibacakan Sekda.
Menurutnya, upaya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah ini juga menjadi hal yang sangat penting serta harus menjadi perhatian kita bersama, karena pendapatan daerah menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
“Dalam konteks ini, maka tentunya daerah juga dituntut untuk mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki termasuk PAD yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah,” sambungnya.
Tak hanya itu, PAD yang bersumber dari perparkiran menjadi hal yang sangat penting karena merupakan salah satu sumber pendapatan Pemkot Kotamobagu.
“Sehubungan dengan hal tersebut, maka tentunya kegiatan launching kartu parkir berlangganan bagi kendaraan dinas, merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkot kotamobagu untuk dapat meningkatkan PAD secara efektif, efisien dan akuntabel,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kotamobagu, Nasli Paputungan mengatakan, tujuan dari kartu parkir berlangganan ini adalah sebagai wujud kepedulian atau kebutuhan ASN atas retribusi parkir untuk PAD.
“Dengan diberlakukannya sistem berlangganan parkir bulanan ini, menjadi bagian dari PAD dari sektor perparkiran untuk maksimal dan menopang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota kotamobagu,” pungkasnya. (guf)
Konni Balamba, owner BTF Kotamobagu bersama 4 ekor ayam tarung (dalam dus) yang siap di ekspor ke luar negeri.
ZONA EKONOMI – Bagi kalangan penghobi ayam tarung di Sulawesi Utara, mungkin sudah tak asing lagi mendengar nama peternakan ayam tarung Bangkok Totabuan Farm (BTF) Kotamobagu.
Peternakan yang menyediakan ayam tarung kwalitas impor yang berlokasi di Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara ini, hasil ternaknya terus diminati oleh para penghobi. Tak hanya di wilayah Indonesia, bahkan hasil ternak kandang BTF milik pengusaha muda Konni Balamba ini mulai dilirik para peternak dari luar negeri.
Terbukti, baru-baru ini sedikitnya 4 ekor hasil ternak BTF Kotamobagu di ekspor ke negara tetangga Philipina. Yang lebih menarik, pengiriman hasil ternak BTF Kotamobagu ke philipina baru baru ini, merupakan sejarah baru dalam dunia peternakan ayam tarung Indonesia. Ini adalah pertama kali
Peternak indonesia mengekspor ayam ke Luar Negeri (LN).
Saat diwawancara sejumlah awak media, owner BTF Kotamobagu Konni Balamba mengaku memang sudah lama ada beberapa peternak luar negeri ingin membeli ayam miliknya. “Tapi saat itu saya belum memiliki akses pengiriman ke luar. Khususnya negara philipina,” ujar owner salah satu media online di Sulawesi Utara ini.
Namun kata lelaki yang berlatar belakang seorang jurnalis tersebut, saat ini dirinya hanya baru bisa mengirim ayam ke satu negara luar yakni philipina.
“Empat ekor yang baru saya kirim dibeli oleh seorang peternak di daerah General Santos Philipina. Saya dan dia berkenalan lewat media social. Kemudian dia memberitahu bahwa dia tertarik ingin membeli beberapa ekor ayam di BTF. Nah disitulah komunikasi kami berlanjut, dan akhirnya dia membeli empat ekor ayam BTF, ” kata Konni.
Saat ditanya berapa nominal harga empat ekor yang dibeli peternak philipina tersebut, Konni menjawab sekitar 35 ribu peso atau senilai 10 juta rupiah. “Saat ini ayam sudah sampai di pilipina, dan si pembeli merasa bangga memiliki ayam dari Indonesia khususnya Kotamobagu,” tutupnya.
Diketahui, selain di negara philipina, hasil ternak BTF Kotamobagu saat ini sudah berada sejumlah kota besar di wilayah Indonesia. (*/guf)
Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto saat disuntik vaksin covid-19.
ZONA BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, mengikuti program vaksinasi covid-19 yang dilaksanakan di RSUD Pratama, Sabtu (10/4).
Sebelum disuntik vaksin, orang nomor satu di Boltim itu terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan dari petugas medis.
Usai mengikuti tahapan vaksinasi, Bupati mengimbau masyarakat untuk tidak takut dengan penyuntikan vaksin Covid-19 jenis sinovac. Sebab, tidak ada efek negatif dari penggunaan vaksin tersebut, kemudian dipastikan aman dan halal.
“Vaksin ini telah melalui berbagai tahap sebelum digunakan. Jadi aman dan halal. Alhamdulillah saya sudah divaksin tadi dan tidak merasa gejala apa-apa, tidak mengantuk dan tidak merasa sakit,” ungkap bupati.
Lanjut Bupati mengatakan, Pandemi covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan program vaksinasi demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Boltim.
“Pandemi tidak hanya menyerang kesehatan dunia, tapi memporak-porandakan sendi-sendi ekonomi dunia. Dan itu terasa sampai di desa. Saat ini kepala desa harus memangkas 8 persen anggaran desa untuk digeser ke penanggulangan Covid-19. Nah, kalau Boltim ini sehat dan bisa menekan jumlah orang yang tertular covid-19, maka kondisi ekonomi kita juga akan mulai sehat,” terang bupati.
Bupati juga mengimbau, bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. (guf)
Bupati Sam Sachrul Mamonto memberi sambutan pada kegiatan vaksinasi massal di RSUD Pratama Boltim.
ZONA BOLTIM – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi daerah pertama di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang melaksanakan program vaksinasi secara massal bagi pelayan publik dan masyarakat Lanjut Usia (Lansia) sekaligus pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi masyarakat, bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Modayag, Sabtu (10/4).
Diketahui Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari dari 10-11 April 2021 dan dilaksanakan di tiga Kecamatan masing-masing; Kecamatan Modayag, Kotabunan dan Nuangan.
Vaksinasi ini merupakan program pemerintah pusat melalui daerah yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Boltim dalam rangka mencegah dan menekan angka penyebaran Covid-19. “Program Vaksinasi Massal ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 20 Tahun 2020, untuk Boltim sendiri yang menjadi skala prioritas adalah masyarakat yang lanjut usia, guru-guru sekolah dan Bupati beserta jajarannya. Karena sekolah sudah mau dibuka sehingga para guru seluruhnya wajib divaksin,” ujar Kadis Kesehatan Boltim, Eko Marsidi.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI wilayah Timur, dr Roy Massie, MPH PhD, yang hadir dalam vaksinasi massal tersebut, mengatakan bahwa Indonesia sudah melakukan tahapan dan percepatan penyuntikan vaksinasi kepada masyarakat, dan diutamakan untuk lansia. Kemudian untuk produktif nanti menunggu giliran berikutnya.
“Boltim merupakan yang pertama kali di Sulut melakukan Vaksinasi massal kepada Lansia. Vaksin ini mahal harganya, juga aman dan halal, makanya masyarakat diharapkan segera ikut serta untuk di vaksin Sinovac,” ujarnya.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan, menjaga kesehatan dan kebersihan.
“Tujuan kami ke sini adalah untuk memastikan bagaimana proses vaksinisasi massal dan melihat profil kesehatan, Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan, juga infrastruktur Rumah Sakit Pratama Boltim dan pelayanan kesehatan di daerah ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Sam Sachrul Mamonto, mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Kesehatan yang sempat hadir langsung menyaksikan vaksinasi masal di Boltim.
“Sudah seribu lebih masyarakat yang di vaksin, jadi tingkat kesadaran masyarakat sangat tinggi. Selain itu, dari kementrian Kesehatan dan para dokter yang datang kesini selain menyaksikan langsung vaksinasi massal bagi lansia, mereka juga mengecek pelayanan kesehatan, meninjau infrastruktur Rumah sakit yang baru diresmikan, dan melihat ketersediaan tenaga medis di Boltim. Dengan adanya ini kami berbangga karena Boltim yang pertama kali melakukan vaksinasi massal se-Sulut,” ujar Bupati.
Bupati menambahkan, Pandemi covid-19 belum tahu kapan akan berakhir. Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan program vaksinasi demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Boltim.
“Pandemi tidak hanya menyerang kesehatan dunia, tapi memporak-porandakan sendi-sendi dunia. Dan itu terasa sampai di desa. Saat ini kepala desa harus memangkas 8 persen anggaran desa untuk digeser ke penanggulangan Covid-19. Nah kalau Boltim ini sehat dan bisa menekan jumlah orang yang tertular covid-19, maka kondisi ekonomi kita juga akan mulai sehat,” terangnya.
“Saya selaku Bupati dan pak wakil bupati Oskar Manoppo sangat bersyukur kepada Allah SWT. Insha allah hari ini vaksinasi yang dilakukan kepada seluruh masyarakat Boltim tidak akan terjadi sesuatu yang kita tidak inginkan. Saya juga sudah divaksin tadi, dan tidak merasa gejala apa-apa, tidak mengantuk dan tidak merasa sakit,” ujar bupati menambahkan.
Hadir dalam kegiatan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI wilayah Timur, dr Roy Massie, MPH PhD, Sekretaris Dewan Masjid Nasional, Ivan Rofian MKep, Tenaga Ahli PBNU, Muhammad Makki Zamzami, Anggota Tim Komisi IX DPR RI, Staf Ahli Wakil Presiden RI, Budi Heriyanto, Wakil Bupati, Oskar Manoppo, Wakil Ketua DPRD, Meddy Lensun, Anggota DPRD Boltim dan juga Ketua Penggerak PKK, Seska Ervina Budiman, Kapolres Boltim, AKBP Irham Halid SIK, para asisten serta pimpinan OPD di linkungan Pemkab Boltim. (guf)
Kopi Mobalang dalam kemasan yang mulai dipasarkan merchant Tokopedia. (Foto: Istimewa).
ZONA EKONOMI – Setiap daerah di Indonesia tentunya memiliki karakteristik dan tekstur tanah berbeda. Demikian pula dengan produksi pertaniannya, termasuk kopi. Perbedaan tanah tersebut ikut mempengaruhi cita rasa kopi.
Salah satu kopi yang mulai diperhitungkan di Indonesia adalah kopi Kotamobagu. Kopi Kotamobagu yang berasal dari perkebunan Mobalang telah mendapat pengakuan nasional.
Untuk itu, pegunungan Mobalang yang terletak di wilayah Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu dijadikan salah satu wilayah pengembangan tanaman kopi. Penetapan kawasan pengembangan pertanian organik kluster kopi di Kotamobagu Selatan, bukan tidak memiliki maksud.
“Ternyata berdasarkan hasil uji testing cita rasa kopi Mobalang di Pusat Kajian Kopi Jember memperoleh nilai 80,45 atau ekselen,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu, Ramjan Mokoginta.
Dengan nilai ekselen berarti Kopi Kotamobagu layak diekspor. Ditambah Kopi Kotamobagu merupakan kopi hasil tanaman pertanian organik yang memang dicari di negara-negara Eropa. “Bagi mereka tanaman hasil pertanian organik merupakan produk pertanian sehat,” terangnya.
Ramjan menambahkan, wilayah pengembangan kopi organik ini mencapai 500-700 ha untuk jenis kopi Arabica dan 1.200 ha untuk jenis Robusta. Kopi Kotamobagu, katanya, mempunyai aroma kopi yang sangat bagus. Sehingga, produk kopi Kotamobagu layak untuk terus dikembangkan.
Sebagai informasi, peningkatan popularitas kopi Mobalang menjadi peluang besar bagi produsen dan pengusaha kopi lokal. Saat ini, pembeli bahkan dapat menemukan kopi Mobalang yang dijual langsung oleh merchant Tokopedia. (guf)
ZONA BOLTIM — Batas pemasukan data masyarakat yang belum ter-cover dalam kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, hanya sampai Rabu (14/4). Untuk itu, Pemkab Boltim meminta para Sangadi untuk segera memasukan data masyarakat.
Menurut Wakil Bupati, Oskar Manoppo, Pemkab Boltim menyiapkan anggaran Rp12 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021, untuk meng-cover biaya BPJS bagi masyarakat kurang mampu. Anggaran tersebut lebih besar dibandingkan sebelumnya yang hanya pada angka Rp6 miliar hingga Rp7 miliar.
“Pemda sudah menyurat ke masing-masing desa terkait permintaan data masyarakat yang belum ter-cover BPJS. Nantinya data dari masing-masing desa itu akan kita kroschek lagi,” kata Oskar.
Oskar mengungkapkan, batas pemasukan data tersebut adalah Rabu (14/4). Bagi desa yang terlambat atau tidak memasukan data yang dimintakan hingga waktu yang ditentukan itu, maka diharuskan menanggung biaya BPJS masyarakat sendiri.
“Kalau terlambat atau tidak memasukan data, maka dianggap lalai dan konsekuensinya harus tanggung sendiri biayanya,” ungkapnya. (*/guf)