Beranda blog Halaman 36

Yohanis Batara Randa sang “Pace Inzaghi” dan Semangat Abadi di Usia Setengah Abad

~“Saya tidak ingin berhenti karena tubuh menyerah. Saya ingin berhenti ketika saya sendiri yang memutuskan, dengan senyum, bukan dengan penyesalan,”~

Yohanis Batara Randa sang "Pace Inzaghi" dan Semangat Abadi di Usia Setengah Abad
Yohanis Batara Randa

Bolmong – Matahari baru saja condong ke barat ketika suara peluit panjang terdengar di Lapangan Tambun, Kecamatan Dumoga Timur, Bolmong.

Di tengah terik yang masih terasa menyengat, satu sosok tampak menonjol. Bukan karena kecepatan mudanya, tetapi karena ketekunan yang jarang terlihat dari pria seusianya.

Namanya Yohanis Batara Randa, usia 50 tahun, tapi tubuhnya masih melangkah lincah di antara pemain yang rata-rata berusia jauh lebih muda.

Sore itu, dalam laga semifinal turnamen tarkam bertajuk 30K, ia mencetak gol penting yang membawa timnya melaju ke final.

Uniknya, ia sudah menari-nari sebelum mencetak gol.

“Saya sudah tahu bola itu akan datang ke situ. Tinggal sontek sedikit, selesai,” katanya usai pertandingan, dengan senyum lebar yang sulit dibedakan apakah itu karena golnya, atau karena ia telah membuktikan sesuatu pada dirinya sendiri.

 

Julukan yang Melekat: Pace Inzaghi

Di kalangan komunitas sepak bola Bolmong, nama Yohanis mungkin kalah populer dibanding julukannya: Pace Inzaghi.

Sebutan ini muncul karena gaya bermainnya yang oportunis, penuh insting, dan selalu berada di tempat yang tepat—ciri khas legenda Italia, Filippo Inzaghi.

“Saya memang penggemar berat Inzaghi,” katanya sembari tertawa kecil.

Julukan itu kini melekat, bukan hanya karena gayanya mencetak gol, tetapi juga karena ia menjadi inspirasi—ikon kegigihan di tengah keterbatasan usia.

Yang lebih menarik, dalam pertandingan, ia sering kali sudah bersiap selebrasi bahkan sebelum bola benar-benar melewati garis gawang.

“Terkadang teman-teman suka heran, kenapa bisa tahu bola bakal masuk. Feeling saja,” ujarnya santai.

 

Dari Voli ke Bola

Lahir di Makale, Tana Toraja, pada 18 Mei 1975, Yohanis kecil sebenarnya lebih dulu mengenal lapangan voli. Ia tumbuh dalam lingkungan sederhana yang menghargai kebersamaan, dan olahraga menjadi ruang bermain sekaligus ruang belajar.

Saat kuliah di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, ia aktif di organisasi kemahasiswaan dan kegiatan olahraga kampus.

Dari voli, ia kemudian mulai merambah ke sepak bola, dan akhirnya jatuh cinta.

“Sepak bola seperti dunia sendiri. Ada strategi, ada emosi, ada cerita,” ungkapnya.

Ketertarikannya semakin dalam ketika pada 2013 ia berkesempatan mengunjungi dua stadion paling ikonik di dunia: Camp Nou dan Santiago Bernabéu, markas FC Barcelona dan Real Madrid.

Setahun kemudian, ia mewujudkan mimpi yang lebih besar: menonton langsung pertandingan Piala Dunia 2014 di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, Brasil.

 

Konsistensi di Tengah Mobilitas

Sebagai karyawan swasta, Yohanis berpindah dari kota ke kota: Makassar, Ambon, Jayapura, Solo, Manado, dan kini menetap di Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Namun satu hal yang tak pernah ia tinggalkan adalah sepak bola.

Setiap kali pindah kota, hal pertama yang ia cari adalah lapangan dan komunitas sepak bola.

Bahkan, di beberapa tempat kerja, ia dipercaya membentuk dan melatih tim kantor—peran yang ia jalani selama lebih dari 20 tahun.

“Sepak bola itu bukan cuma soal fisik. Ia bisa mempersatukan orang dari latar belakang yang berbeda,” katanya.

 

Hidup Seimbang: Keluarga, Kerja, Olahraga

Di luar lapangan, Yohanis adalah suami dari Ni Ketut Sayang dan ayah dari tiga anak: Theresia, Yosua, dan Hana. Ia dikenal sebagai pribadi yang tenang, telaten, dan mencintai rutinitas sehat.

Setiap pagi, sebelum memulai pekerjaan, ia menyempatkan diri untuk jogging atau berlatih teknik dasar sepak bola.

Di akhir pekan, ia sering mengikuti lomba lari 5K dan 10K sebagai bentuk latihan stamina.

“Olahraga sudah seperti nafas. Kalau sehari tidak gerak, tubuh rasanya lemas,” ujarnya.

Menariknya, Yohanis juga menyukai dunia tulis-menulis. Ia memiliki puluhan catatan pribadi tentang perjalanan hidup, olahraga, dan motivasi.

“Suatu hari mungkin akan saya bukukan. Tapi sekarang, saya fokus bermain dulu,” katanya.

 

Menuju Usia 60: Target dan Tekad

Yohanis menyadari bahwa tubuh manusia tak bisa melawan waktu. Namun ia percaya, dengan pola hidup sehat, semangat, dan sikap positif, seseorang bisa terus bugar dan aktif bahkan di usia senja.

Targetnya adalah terus bermain sepak bola hingga usia 60.

“Saya tidak ingin berhenti karena tubuh menyerah. Saya ingin berhenti ketika saya sendiri yang memutuskan, dengan senyum, bukan dengan penyesalan,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah masih tertarik bermain voli, ia tertawa lebar. “Kalau untuk posisi libero, masih bisa dimaksimalkan. Tapi sekarang hati saya sudah di bola.”

Inspirasi dari Lapangan

Lebih dari sekadar atlet amatir, Yohanis Batara Randa adalah simbol semangat yang tak pernah padam.

Ia menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya milik mereka yang muda, tapi milik siapa saja yang mencintainya sepenuh hati.

Di lapangan, ia bukan hanya seorang striker. Ia adalah guru, inspirator, dan pengingat bahwa usia hanyalah angka—dan semangat adalah segalanya.

“Saya ingin dikenang bukan karena jumlah gol, tapi karena saya tak pernah berhenti mencoba,” katanya di akhir wawancara, sebelum melangkah kembali ke lapangan, mengejar bola, dan mungkin—mencetak satu gol lagi.

Theresia Natalia Batara Randa: Bermimpi Menjadi Pembawa Baki 17 Agustus, Berprestasi dan Menginspirasi Kota Kotamobagu

Theresia Natalia Batara Randa: Bermimpi Menjadi Pembawa Baki 17 Agustus, Berprestasi dan Menginspirasi Kota Kotamobagu
Theresia Nathalie Batara Randa

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Menjadi pembawa baki Bendera Merah Putih pada upacara 17 Agustus adalah impian banyak pelajar di Indonesia.

Bagi Theresia Natalia Batara Randa, siswi SMA Negeri 1 Kotamobagu, mimpi itu bukan sekadar cita-cita, melainkan sebuah panggilan hati.

Ia berharap bisa mengemban amanah tersebut dalam upacara HUT RI ke-80 di alun-alun Boki Hontinimbang tahun 2025, sekaligus bertatap muka langsung dengan Wali Kota Weny Gaib, Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, dan jajaran Forkopimda.

Theresia, atau yang akrab disapa Echa, adalah remaja kelahiran Kotamobagu, 28 Desember 2008, putri dari pasangan Yohanis Batara Randa dan Ni Ketut Sayang.

Di usia muda, ia telah menunjukkan karakter kuat sebagai pelajar berprestasi dan panutan generasi muda Kotamobagu.

Tahun 2025 menjadi tahun gemilang bagi Echa. Ia berhasil meraih gelar Putri SMA 1 Kotamobagu, sebuah ajang pencarian bakat dan prestasi di lingkungan pelajar.

Selain aktif dalam organisasi dan kegiatan sekolah, Echa juga menunjukkan performa luar biasa di bidang olahraga.

Dalam ajang Kotamobagu Fun Race 2025 kategori 10K, ia turut berpartisipasi dan berhasil meraih medali, membuktikan bahwa ia adalah sosok multitalenta yang konsisten berprestasi di berbagai bidang.

Dengan segudang prestasi yang telah diraihnya, Echa tak lantas berpuas diri. Ia menyimpan cita-cita besar untuk menjadi dokter atau tentara wanita, dua profesi yang menggambarkan keberanian dan pengabdian kepada masyarakat dan negara.

Keinginannya untuk menjadi pembawa baki pada upacara 17 Agustus mendatang bukan hanya soal tampil di depan publik, tetapi lebih dalam dari itu—sebagai bentuk penghormatan terhadap bendera, bangsa, dan perjuangan para pahlawan.

Tak main-main, Echa membuktikan dengan menempati posisi peringkat 1 dalam seleksi Paskibraka Putri tingkat Kota Kotamobagu, menegaskan tekad dan dedikasinya terhadap disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.

Theresia Natalia Batara Randa bukan sekadar pelajar berprestasi, tapi juga cerminan generasi muda Kotamobagu yang tangguh, berani bermimpi, dan siap memberi warna baru bagi masa depan Indonesia.

Sengketa Tanah Keluarga Manangin di Sinindian Memanas, Makam Ayah Berpindah Tangan: Rizki Minta Pemerintah Turun Tangan

Sengketa Tanah Keluarga Manangin di Sinindian Memanas, Makam Ayah Berpindah Tangan: Rizki Minta Pemerintah Turun Tangan
Ilustrasi

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Sengketa tanah milik almarhum Sagai Manangin di Kelurahan Sinindian, Kota Kotamobagu, kian memanas.

Perselisihan mencuat setelah Lily Manangin, salah satu ahli waris, menyampaikan keberatannya atas tindakan dua adiknya, Rudi Manangin dan Nuriyani Manangin, yang menjual tanah warisan tanpa melibatkannya.

Lily diketahui merupakan anak dari istri pertama almarhum Sagai dan mengklaim memiliki hak atas warisan tersebut.

Protes serupa juga disampaikan Rizki Manangin, keponakan Rudi dan Nuriyani. Ia adalah anak dari almarhum Sherling Manangin, saudara seibu Rudi dan Nuriyani.

Rizki menyampaikan kekecewaannya saat ditemui ZONABMR.COM pada Senin, 26 Mei 2025.

Menurut Rizki, salah satu bagian tanah yang dijual ternyata merupakan lokasi makam ayahnya.

“Hancur hati saya dan adik-adik ketika ingin berziarah ke makam Papa. Ternyata tanah itu sudah ditempati orang lain yang mengaku membelinya dari paman dan bibi saya,” ungkapnya.

Ia menyayangkan tindakan tersebut karena menurutnya, ia dan saudara-saudaranya juga memiliki hak atas tanah tersebut.

“Tega sekali. Kami sama sekali tidak tahu-menahu soal penjualannya,” sesalnya.

Rizki juga mengungkapkan bahwa ketidakadilan sudah mereka alami sejak ayahnya meninggal dunia.

“Sebelumnya, rumah peninggalan Papa juga diambil paksa dan dijual oleh mereka. Kami tidak menerima sepeser pun dari hasil penjualan itu,” ujarnya.

Padahal, lanjut Rizki, rumah tersebut sebelumnya disewakan olehnya untuk biaya hidup dan sekolah adik-adiknya.

“Orang yang menyewa rumah itu diusir oleh paman dan bibi saya, lalu rumahnya dijual,” tambahnya.

Akibat kondisi ekonomi yang semakin sulit, Rizki dan adik-adiknya bahkan terpaksa menjual sepeda motor peninggalan sang ayah untuk bertahan hidup.

“BPKB motor ditahan oleh mereka, jadi terpaksa saya jual motor itu dalam keadaan bodong karena desakan ekonomi. Padahal motor itu dibelikan almarhum kakek untuk ayah saya,” jelasnya.

Rizki pun meminta keadilan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kotamobagu.

“Saya dan adik-adik memohon perhatian dari DPRD dan pemerintah kota. Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tolong beri keadilan untuk kami anak-anak yatim yang dizalimi,” pintanya.

Sementara itu, Vicky Bryan Papona, salah satu pembeli tanah tempat makam almarhum Sherling berada, mengaku tidak mengetahui status tanah saat transaksi berlangsung.

“Pak Rudi dan Ibu Nuriyani adalah tetangga saya. Saya tahunya tanah itu milik mereka. Transaksi juga diketahui oleh salah satu perangkat Kelurahan Sinindian,” terangnya saat dihubungi via telepon.

Vicky menyatakan akan menemui Rudi dan Nuriyani setelah kembali dari Ratatotok.

“Saya akan temui mereka untuk membicarakan persoalan ini begitu saya pulang ke Kotamobagu,” ujarnya.

Terkait status pembayaran, Vicky memastikan bahwa transaksi telah dilunasi.

“Sudah lunas. Hanya saja saya membayar dengan sistem cicilan. Untuk totalnya, saya harus cek lagi ke istri,” tutupnya.

Sementara, Rudi Manangin saat dihubungi via sambungan telepon di nomor 08820219xxxx, hingga saat ini tidak aktif.

SD Negeri 1 Kotamobagu Sabet 4 Gelar Juara di Festival Seni dan Literasi Siswa

SD Negeri 1 Kotamobagu Sabet 4 Gelar Juara di Festival Seni dan Literasi Siswa
SD Negeri 1 Kotamobagu Sabet 4 Gelar Juara di Festival Seni dan Literasi Siswa

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SD Negeri 1 Kotamobagu dalam ajang Festival Lomba Seni dan Literasi Siswa yang digelar Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu bersama Pemkot Kotamobagu.

Sekolah itu berhasil memborong empat gelar juara di empat cabang lomba berbeda.

Tiga siswa SD Negeri 1 Kotamobagu sukses meraih Juara I pada lomba pidato bahasa daerah, lomba salamat (pantun), dan lomba menyanyi solo. Tak hanya itu, tim tari sekolah ini juga menyabet Juara II di kategori Tari Kreasi.

Berikut para siswa yang berhasil mengharumkan nama sekolah:

Kellen Leander Siwy (kelas 5) – Juara I Bintang Vokalia tingkat SD/MI se-Kota Kotamobagu.

Ragaku Sugeha (kelas 4) – Juara I Pidato Bahasa Daerah, dibimbing oleh Arroyan Manoppo, S.Pd.

Moh. Al-Fath Sakhawi Buntuan (kelas 6) – Juara I Salamat Bahasa Daerah.

Azka Al Ghazali Mokodompit, Aina Romantica Lasena, dan Tirtsa Valencia Mokodompit (kelas 5) – Juara II Tari Kreasi.

Festival ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila, yang digelar pada 2 Mei 2025 di Lapangan Boki Hotinimbang dan turut dihadiri oleh Wali Kota Kotamobagu bersama jajaran pemerintah daerah.

Menariknya, pengumuman pemenang tidak dilakukan langsung setelah lomba, melainkan saat perhelatan Kotamobagu Heritage Fest 2025 yang berlangsung pada 24–25 Mei 2025. Penyerahan hadiah dilaksanakan pada Minggu malam (25 Mei) di lokasi yang sama, dan dilakukan langsung oleh Wali Kota dr. Wenny Gaib, Sp.M.

Kepala SD Negeri 1 Kotamobagu, Nartin Mokodongan, S.Pd, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa dan guru yang telah bekerja keras.

“Semoga anak-anak ini terus berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan mereka masih panjang,” ucap Nartin saat ditemui di sekolah oleh zonabmr.

Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan penuh seluruh unsur sekolah—kepala sekolah, para guru pembimbing, dan jajaran dewan guru—yang terus mendorong siswa untuk berprestasi di berbagai bidang.

Tolak Tambang Ilegal, Revan Saputra Bangsawan Dorong Pembentukan Koperasi Pertambangan Rakyat

Tolak Tambang Ilegal, Revan Saputra Bangsawan Dorong Pembentukan Koperasi Pertambangan Rakyat
Revan Saputra Bangsawan

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Pengusaha nasional asal Sulawesi Utara, Revan Saputra Bangsawan (RSB), membantah tudingan keterlibatannya dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bolaang Mongondow Selatan.

Sengketa Tanah Warisan, Pejabat Kelurahan Sinindian Dikeluhkan Salah Satu Ahli Waris

Sengketa Tanah Warisan, Pejabat Kelurahan Sinindian Dikeluhkan Salah Satu Ahli Waris
Ilustrasi

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Sengketa tanah warisan di Kelurahan Sinindian memicu keluhan dari salah satu ahli waris, Lily Manangin, yang menyoroti sikap pejabat kelurahan setempat.

Tanah yang disengketakan merupakan milik almarhum Sagai Manangin. Perselisihan muncul karena Lily, anak dari istri pertama almarhum, tidak dilibatkan dalam proses jual beli tanah warisan yang dilakukan oleh adik-adiknya, yakni Rudi dan Nuriyani Manangin—anak dari istri ketiga Sagai.

Lily menyayangkan sikap pejabat Kelurahan Sinindian yang dinilainya tidak netral selama proses mediasi.

“Dalam mediasi, pihak kelurahan cenderung berpihak kepada adik-adik saya,” ujar Lily saat ditemui ZONABMR pada Rabu, 21 Mei 2025.

Ia juga mempertanyakan keabsahan surat jual beli tanah yang ditandatangani oleh pihak kelurahan, padahal hanya ditandatangani oleh Rudi dan Nuriyani tanpa melibatkan seluruh ahli waris.

“Tanah warisan seharusnya dijual atas persetujuan semua ahli waris. Tapi kenapa kelurahan ikut menandatangani tanpa memastikan status tanah terlebih dahulu?” kata Lily.

Lebih lanjut, Lily menyebut bahwa seorang ahli waris lainnya, anak dari almarhum Sherli Manangin yang merupakan saudara seibu dari Rudi dan Nuriyani, juga tidak dilibatkan.

“Ponakan kami itu juga ahli waris, tapi tidak diikutsertakan,” tambahnya.

Lily juga mengeluhkan biaya mediasi yang dibebankan kepadanya.

“Saya dimintai uang Rp1 juta saat mediasi. Untuk apa uang itu?” ujarnya.

Karena tidak ditemukan solusi dalam mediasi, pihak Lily kemudian menggugat ke Pengadilan Agama Kotamobagu. Namun, gugatan tersebut diputuskan NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) atau tidak dapat diterima karena adanya kekurangan formil.

Lily berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kasus ini agar tidak terulang.

“Kami minta Inspektorat Pemkot Kotamobagu, Ombudsman, dan Kejaksaan Negeri Kotamobagu memberi atensi agar masyarakat lain tidak dirugikan,” tegasnya.

Lurah Sinindian Bantah Tuduhan

Dihubungi terpisah pada Kamis, 22 Mei 2025, Lurah Sinindian Melissa Assa membantah tuduhan dari Lily Manangin. Menurutnya, kasus tersebut sudah lama terjadi dan telah diputuskan oleh pengadilan.

“Itu kejadian tahun 2023, dan dalam persidangan mereka kalah,” ujar Melissa.

Ia menyebut kegagalan mediasi disebabkan karena pihak Lily tidak bersedia menerima kompromi.

“Pak Rudi sudah ikhlas memberikan bagian kepada Bu Lily, tapi beliau menolak karena tidak mau menerima bagian di belakang,” jelasnya.

Terkait uang mediasi sebesar Rp1 juta, Melissa mengakui bahwa Ombudsman menyatakan itu sebagai bentuk mal-administrasi. Namun, menurutnya, uang tersebut digunakan untuk membayar lembaga adat.

“Meskipun tidak tertulis, di Mongondow adat masih menjadi bagian penting,” katanya.

Melissa menambahkan, uang itu telah dikembalikan, namun belum diterima oleh pihak Lily.

“Saat akan dikembalikan kepada anak Bu Lily, Yudis, dia menolak dan ingin berdiskusi dulu dengan ibunya. Uang itu kini masih dipegang Ketua LPM, menunggu hingga mereka siap menerima,” ucap Melissa.

Ia mengaku heran atas keberatan pihak Lily.

“Kalau memang keberatan, kenapa uang itu dikasih?” katanya.

Terkait mediasi lanjutan, Melissa mengatakan pihaknya siap memfasilitasi jika ada permintaan dari pihak bersengketa.

“Jika ada permintaan, kami siap melakukan mediasi kembali,” tutupnya.

Catatan: Putusan NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) adalah putusan pengadilan yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena cacat formil, seperti tidak jelasnya isi gugatan atau kurangnya pihak yang seharusnya dilibatkan.

Artinya, gugatan tidak diperiksa secara substansi, dan tidak ada pihak yang dianggap menang atau kalah.

Weny Gaib Lepas Secara Resmi 94 Jamaah Calon Haji

Weny Gaib Lepas Secara Resmi 94 Jamaah Calon Haji
Weny Gaib Lepas Secara Resmi 94 Jamaah Calon Haji

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, secara resmi melepas keberangkatan 94 Jamaah Calon Haji asal Kota Kotamobagu di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Jumat 16 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota Weny Gaib menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar kepada seluruh jamaah yang akan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

“Saya atas nama pribadi, jajaran pemerintah daerah, bahkan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu ingin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Jamaah Calon Haji asal Kota Kotamobagu, yang akan berangkat ke Tanah Suci Mekkah, dalam rangka menunaikan Ibadah Haji,” ujar Weny Gaib.

Weny Gaib juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan, dan kebersamaan selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

“Insya Allah, sekembalinya di daerah ini, saudara–saudaraku akan menjadi Haji dan Hajjah yang mabrur, sekaligus dapat menjadi contoh serta suri teladan di tengah–tengah masyarakat,” tambah Weny Gaib.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kotamobagu juga menyerahkan bantuan uang transportasi lokal sebesar Rp3.850.000 untuk masing-masing jamaah calon haji sebagai bentuk dukungan dan perhatian.

Acara pelepasan turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Dandim 1303 Bolaang Mongondow Letkol Inf. Fahmil Harris, Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Elwin Agustian Khahar, Anggota DPRD Kotamobagu Suryadi Baso, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kotamobagu Jamaluddin Lamato, Ketua Pengadilan Agama Achmad N., Ketua MUI H. Sahran Noor Gonibala, Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, para asisten, pimpinan perangkat daerah, serta keluarga jamaah.

Suasana penuh haru dan doa mengiringi pelepasan para calon tamu Allah tersebut, yang diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta membawa predikat haji yang mabrur.

Weny Gaib Terima Kunjungan Sejumlah Pengusaha Nasional

Weny Gaib Terima Kunjungan Sejumlah Pengusaha Nasional
Weny Gaib Terima Kunjungan Sejumlah Pengusaha Nasional

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menerima kunjungan sejumlah pengusaha nasional di rumah pribadinya di Kelurahan Kotobangon, Rabu 14 Mei 2025.

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya Pemkot Kotamobagu untuk menarik investasi dan membangun kerja sama ekonomi dengan para pelaku usaha dari berbagai sektor.

Dalam sambutannya, Weny Gaib menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para tamu dari Ibu Kota. Ia juga memaparkan berbagai potensi yang dimiliki daerah Bolaang Mongondow Raya.

Ia menambahkan, wilayah Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar dan terbuka untuk dikembangkan bersama para investor.

“Kami memiliki potensi dan sumber daya alam yang luar biasa. Jika dikelola dengan baik, ini dapat memajukan ekonomi masyarakat dan mendorong kemajuan daerah. Insya Allah, teman-teman dari Jakarta bisa berinvestasi di sini. Kotamobagu memang kota kecil, tapi kami memiliki hati yang besar untuk menyambut investasi,” tutur Weny Gaib.

Founder F.Corp, H. Muhammad Fitno, menyatakan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk melihat langsung peluang investasi yang ada di daerah.

“Kami datang ke sini untuk melihat potensi yang bisa dikembangkan. Prinsip kami, di mana pun berinvestasi, harus membawa manfaat bagi masyarakat setempat,” kata Fitno.

Fitno juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar pengelolaan kekayaan alam bisa optimal dan berkelanjutan.

“Potensi sumber daya alam, pertanian, perkebunan, dan pertambangan di Kotamobagu dan Bolmong Raya sangat besar. Tapi harus diimbangi dengan ketersediaan SDM yang unggul. Negara-negara seperti Jepang dan Singapura membuktikan bahwa SDM yang kuat adalah kunci kemajuan, bahkan tanpa kekayaan alam,” ujar Fitno.

Kunjungan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa wilayah Bolaang Mongondow Raya mulai dilirik sebagai kawasan strategis yang memiliki peluang besar untuk investasi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, Dandim 1303 Bolaang Mongondow Letkol Inf. Fahmil Harris, Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Elwin Agustian Khahar, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Sejumlah tokoh nasional dan publik figur juga hadir dalam kesempatan itu, di antaranya Direktur F.Corp Aditya Anugrah Moha, pengusaha Raul Lemos, penyanyi Krisdayanti, serta artis ibukota Tommy Ali.

Bahas Sistem Kerja dan Jabatan Fungsional, Bagian Orpeg Bolmong Kunjungi Bagian Orpeg Kotamobagu

Bahas Sistem Kerja dan Jabatan Fungsional, Bagian Orpeg Bolmong Kunjungi Bagian Orpeg Kotamobagu
Bahas Sistem Kerja dan Jabatan Fungsional, Bagian Orpeg Bolmong Kunjungi Bagian Orpeg Kotamobagu (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Bagian Organisasi Kepegawaian (Orpeg) Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu menerima kunjungan kerja dari Bagian Organisasi Kabupaten Bolmong, Rabu 14 Mei 2025.

Kunjungan itu dalam rangka berbagi informasi dan koordinasi, terkait penyelenggaraan sistem kerja pemerintahan dan pengelolaan jabatan fungsional.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal strategis dibahas, antara lain implementasi sistem kerja berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 7 Tahun 2022 tentang Sistem Kerja Pada Instansi Pemerintah Untuk Penyederhanaan Birokrasi.

Pemerintah Kota Kotamobagu diketahui telah menindaklanjuti regulasi tersebut dengan menyusun Rancangan Peraturan Wali Kota tentang sistem kerja.

“Rancangan perwako tentang sistem kerja ini sudah kami harmonisasi bersama Kemenkumham, dan sekarang kami tinggal menunggu proses fasilitasi dari Biro Hukum Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kepala Orpeg Setda Kota Kotamobagu, Andi Abasi.

Lebih lanjut, Andi Abasi menjelaskan bahwa sistem kerja yang dirancang itu merupakan langkah konkret dalam mempercepat reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menciptakan birokrasi yang lebih efisien, efektif, dan akuntabel. Kami ingin ASN bekerja lebih adaptif, dengan struktur organisasi yang ramping namun tetap produktif dan profesional dalam melayani masyarakat,” jelas Andi Abasi.

Selain sistem kerja, turut dibahas pula pengelolaan jabatan fungsional pasca penyetaraan jabatan struktural.

Menurut Andi Abasi, pihaknya terus mendorong perangkat daerah agar proaktif dalam mengusulkan dan melaporkan jabatan fungsional ke instansi pembina.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah untuk memastikan proses pengusulan dan pelaporan jabatan fungsional berjalan lancar, khususnya untuk jabatan yang terdampak penyederhanaan struktur organisasi,” imbuh Andi Abasi.

Andi Abasi juga menekankan pentingnya sistem pelaporan jabatan fungsional sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengembangan karier ASN.

“Sistem pelaporan ke instansi pembina itu bukan sekadar administrasi, tapi juga bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan pengembangan karier pejabat fungsional,” tutup Andi Abasi.

Pertemuan tersebut, diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat sinergi antardaerah, khususnya dalam hal tata kelola organisasi pemerintahan yang adaptif terhadap dinamika kebijakan nasional.

Pemkot Kotamobagu Percepat Pembentukan Koperasi Merah Putih

Pemkot Kotamobagu Percepat Pembentukan Koperasi Merah Putih
Pemkot Kotamobagu Percepat Pembentukan Koperasi Merah Putih

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu terus menggenjot pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kotamobagu, Ariono Potabuga, mengungkapkan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan pihaknya untuk mempercepat proses tersebut.

“Sosialisasi telah kami lakukan, mulai dari tingkat perangkat daerah, kecamatan, hingga 33 desa dan kelurahan,” ujar Ariono, Rabu 14 Mei 2025.

“Kini, pemerintah desa dan kelurahan tengah menyiapkan penyelenggaraan Musyawarah Desa Khusus maupun Musyawarah Kelurahan Khusus untuk membahas pendirian koperasi di wilayah masing-masing.”

Menurut Ariono, hingga pertengahan Mei 2025, tercatat sudah ada enam desa dan satu kelurahan yang telah melaksanakan musyawarah khusus dan mendaftarkan pembentukan koperasi melalui notaris pembuat akta koperasi untuk mendapatkan badan hukum.

Ariono menegaskan, pembentukan Kopdeskel Merah Putih ditargetkan rampung sesuai waktu yang telah ditentukan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

“Pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa terus melakukan pendampingan dan pengawalan proses ini di seluruh wilayah,” kata Ariono.

Ariono juga mengajak seluruh masyarakat di desa dan kelurahan untuk turut serta menjadi anggota koperasi.

“Ayo menjadi anggota Koperasi Merah Putih demi mencapai kesejahteraan bersama. Jangan takut, jangan curiga, dan jangan ragu, karena itu semua adalah musuh koperasi sebagaimana dikatakan Menteri Koperasi RI,” tegas Ariono.

Pembentukan koperasi tersebut, diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan di Kota Kotamobagu.