Beranda blog Halaman 397

Bertambah 1, Ini Riwayat Pasien Positif Covid-19 di Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kotamobagu kembali mengumumkan perkembangan terbaru pasien terkonfirrmasi covid-19, Selasa (21/7).

Juru bicara Gugus Tugas, dr Tanty Korompot, menyampaikan bahwa Kota Kotamobagu kembali ketambahan satu kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hingga saat ini total menjadi 26 kasus, dengan rincian, 20 pasien sembuh, 1 meninggal dunia dan 5 terkonfirmasi positif covid-19. “Rinciannya Perempuan umur 50 tahun, alamat Kampung Baru Kelurahan Kotamobagu, yang merupakan kontak erat pasien yang meninggal dunia pada 25 juni lalu di RSUD Prof Kandow,” kata, dr Tanty yang juga Kepala Dinas Kesehatan.

Diterangkannya, untuk lima pasien yang terkonfirmasi positif, empat diantaranya menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu, sedangkan satunya menjalani isolasi mandiri di rumah. “Satu orang di isolasi mandiri di rumah, karena pasien tersebut saat ini dalam keadaan sehat dan tidak mempunyai keluhan,” ujarnya.

Diketahui, Pelaku Perjalanan di Kotamobagu sebanyak 3.141 orang, pelaku perjalanan dalam pemantauan 240 orang, dan Kasus terkonfirmasi positif 5 orang. (guf)

Didatangi PPDP, Wali Kota dan Wawali Coklit Data Pemilih

PPDP saat melakukan Coklit data pemilih kepada Wali Kota Tatong Bara.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih yang digelar KPU Kotamobagu melalui Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam rangka menghadapi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, 9 Desember 2020.

Personel PPDP yang melakukan coklit kepada Wali Kota, mendatangi Rumah Dinas Wali Kota didampingi Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Matali serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kotamobagu Timur. Ikut sertanya PPS Matali dan PPK Kotamobagu Timur ketika personel PPDP melakukan coklit kepada Tatong, karena dirinya tercatat sebagai pemilih di Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan saat didatangi PPDP untuk dilakukan Coklit data pemiih.

Sebelumnya, Sabtu (18/7) pekan lalu, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, juga dikunjungi oleh PPDP yang hendak melakukan coklit. Bedanya, bila Wali Kota Tatong Bara didatangi pada saat sedang berada di Rudis, tidak demikian dengan Wawali Nayodo. Hari itu, Papa Kinan –sapaan akrabnya– sedang berada di kebunnya, sehingga proses coklit pun berlangsung di lokasi (kebun) itu. Adapun personel PPDP yang melakukan coklit terhadap Nayodo, juga ditemani personel PPS Kelurahan Gogagoman dan PPK Kecamatan Kotamobagu Barat, sesuai alamat atau domisili asal Nayodo.

Wali kota mengatakan, Pemerintah Kota Kotamobagu mendukung penuh pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan digelar Desember 2020 mendatang. “Untuk itu bagi masyarakat agar memberikan data lewat proses pemutakhiran data pemilih, sehingga dapat menggunakan hak pilihnya. Kemudian diharapkan juga kepada masyarakat untuk bersama-sama dapat mensosialisasikan Coklit yang dilakukan petugas PPDP,” kata Tatong.

Sementara itu, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi, KPU Kotamobagu, Yokman Muhaling mengatakan, ada tiga tugas utama yang dilakukan PPDP pada saat melakukan coklit atau memutakhirkan data pemilih. “Yaitu, mencatat bila ada pemilih baru. Mencoret bila ada pemilih sebelumnya yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili, dan memperbaiki data pemilih bila ada kekeliruan pada pencatatan sebelumnya,” terangnya. (guf)

Ketua DPRD Jamu Makan Siang Gubernur dan Rombongan

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah melakukan rangkaian kunjungan kerja mulai dari pencanangan Gerakan Mari jo Bakobong, panen bawang merah dan panen jagung serta memberikan bantuan kepada petani di Kotamobagu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, dijamu makan siang di kediaman Ketua DPRD Kotamobagu, Meydi Makalalag di Desa Poyowa Besar I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (20/7).

Acara ramah tamah tersebut, tampak pula Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut, Rita Dondokambey-Tamuntuan, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen, serta sejumlah kepala dinas dan badan maupun biro di Pemprov Sulut. Pun Wali Kota Tatong Bara, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Sekretaris Kota (Sekkot) Sande Dodo, serta sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, juga ikut makan siang di kediaman Ketua DPRD Kotamobagu.

Sebelumnya, pada pagi hari ketika tiba di Kotamobagu, Gubernur OD dan rombongan dijamu sarapan pagi oleh Wali Kota Tatong Bara di rumah dinas (rudis) walikota.
Mekal –sapaan akrab Meiddy Makalalag– menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Olly Dondokambey, karena telah berkenan menikmati makan siang di kediamannya. “Ini tentu satu kehormatan bagi kami, karena dapat menjamu makan siang Pak Gubernur dan rombongan,” ujarnya. (*/guf)

Potensi Menjanjikan, Bawang Merah Topang Ekonomi Petani

Petani bawang merah Kotamobagu. 

ZONA EKONOMI – Wilayah Kota Kotamobagu ternyata sangat cocok untuk pengembangan potensi bawang merah. Hal ini disampaikan Urief Hassan, mewakili Komunitas Petani Bawang Merah Kotamobagu, saat memberi sambutan disela kunjungan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, di Kota Kotamobagu, Senin (20/7).

Menurut Urief, potensi bawang merah di Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow sangat menjanjikan. Hasil yang didapat dalam sekali panen sangat menguntungkan. Hal itulah yang mendorong pihaknya mengembangkan komoditas salah satu jenis tanaman pertanian tersebut. “Inilah kami Komunitas Petani Bawang Merah Kota Kotamobagu. Selama ini BMR dikenal sebagai lumbung beras, lumbung jagung dan lumbung kopra. Kami sekarang sudah menambah lagi komoditas bawang merah,” katanya.

Dihadapan Gubernur dan jajaran Pemprov Sulut serta wali kota, wakil wali kota dan jajarannya, ia mengungkapkan, harga komoditas bawang merah relatif lebih mahal dibandingkan komoditas lainnya, seperti jagung, beras dan kopra. Selain itu, masa tanamnya juga lebih cepat sehingga sangat menguntungkan petani. “Di lahan seluas 8000 meter persegi ini, kami tanam 450 kilo gram. Masa tanam sampai siap panen itu 59 sampai 60 hari. Kalau hasilnya bagus, bisa menghasilkan 8 sampai 10 ton dalam sekali panen. Kami harap Pak Gubernur yang dikenal sebagai petani hebat bisa bergabung bersama Komunitas Petani Bawang Merah. Ini demi Sulut yang sama-sama kita cintai dan kesejahteraan petani yang semakin baik dan meningkat,” ungkapnya.

Disisi lain, ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi petani bawang di Kota Kotamobagu. Menurutnya, dalam penggarapan lahan pihaknya hanya mengandalkan modal sendiri. “Kami sudah mengelola sekitar 50 hektar yang sudah tanam. Ada 30 anggota komunitas kami. Potensi ini (bawang merah) sangat menjanjikan. Tapi dari sisi permodalan yang menjadi kendala selama ini. Kami hanya mengandalkan modal sendiri dan berjuang bersama. Kami memperkerjakan kurang lebih 500 tenaga kerja selama pekerjaan di lahan yang kami garap,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Tatong Bara, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan dan Ketua DPRD Meiddy Makalalag, yang selama intensi membantu segala aktivitas dalam rangka pengembangan komoditas bawang merah di Kota Kotamobagu.

Sementara itu, Wali Kota Tatong Bara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara yang telah memberi bantuan bibit bawang merah dan jagung untuk petani di Kota Kotamobagu. Bantuan yang diberikan itu menurut wali kota akan sangat menunjang petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman pertanian, khususnya bawang merah dan jagung. “Kalau sebelumnya Kota Kotamobagu dikenal dengan beras Kotamobagu dan kopi Kotamobagu, maka sekarang bertambah lagi dengan bawang merah Kotamobagu. Sekali lagi, terima kasih pak gubernur atas bantuan yang diberikan. Ini menjadi energi positif bagi masyarakat khususnya petani di Kota Kotamobagu,” sebut wali kota. (guf)

TBNK Dampingi Gubernur Canangkan Gerakan ‘Mari Jo Bakobong’ di Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey melakukan kunjungan kerja di Kota Kotamobagu dalam rangka pencanangan Gerakan Mari jo Bakobong, Senin (20/7).

Dalam kunjungannya tersebut, gubernur yang didampingi Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan (TBNK), melakukan berbagai kegiatan yakni, pemberian bantuan dan panen bawang di Kelurahan Kotobangon, serta panen jagung di Kelurahan Kobo Besar.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan Pemerintah Provinsi telah mengeluarkan peraturan Gubernur nomor 29 tentang adaptasi kehidupan baru menuju masyarakat yang produktif. “Artinya kita semua harus menerima situasi dan kondisi saat ini yang sedang dalam masa pandemi covid-19, virus tetap ada tetapi kehidupan kita dan masyarakat yang produktif tidak boleh mati karena virus,” ujar Gubernur.

Menurutnya, Masyarakat juga harus tetap waspada agar terhindar dari virus, dan didalam peraturan gubernur tersebut sudah diatur bagaimana untuk melaksanakan kehidupan yang baru. “Kalau semua sudah gak ada yang bekerja maka tidak akan mendapatkan penghasilan maka tentunya juga bisa mengakibat kelaparan, jadi kita harus beradaptasi dengan keadaan dan situasi yang ada dengan tetap mengunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dan harus menjaga kesehatan,” terangnya.

Gubernur juga mengatakan bahwa hasil panen seperti bawang di Kotamobagu sangat bagus dan baik, “kebutuhan bawang di Sulawesi Utara masih sangat baik dan banyak, dan permintaan bawang dari luar Sulawesi Utara juga sangat tinggi. Jadi semua pihak harus bekerjasama agar pertumbuhan ekonomi baik,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Gubernur Sulawesi Utara ke Kotamobagu. “Kedatangan ini telah menyakinkan kami bahwa aktifitas harus terus berjalan, tidak boleh berhenti dan kegiatan aktifitas ini membawa arti tersendiri bagi Kotamobagu terutama gerakan mari jo bakobong yang kami laksanakan,” ungkap Walikota.

Menurutnya, gerakan mari jo bakobong merupakan gerakan yang sangat luar biasa dan kami sangat mengapresiasi. “Kotamobagu dulunya cuma dikenal dengan beras dan kopi kotamobagu, dan sekarang ditambah dengan bawang kotamobagu” terangnya.

“Terima kasih telah memberikan bibit bawang kepada para petani di Kotamobagu dan terima kasih telah memberikan bantuan bibit jagung sebanyak 16 ton dari Provinsi. Semoga bantuan ini menjadi energi dan semangat buat masyarakat dan pemerintah daerah kotamobagu,” pungkasnya. (Advertorial)

12 Pejabat Eselon II Pemkot Ikut Uji Kompetensi

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), menggelar Uji Kompetensi Jabatan bagi 12 pejabat eselon II di lingkup Pemkot Kotamobagu, bertempat di Kantor BKPP, Senin (20/7).

Kepala Bidang Mutasi dan Promosi, BKPP, Dedi Afandy Iman, mengatakan pelaksanaan Uji Kompetensi tersebut berdasarkan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan nomor: B-1998/KASN/7/2020.

“Uji kompetensi ini untuk merotasi 12 pejabat pada 14 jabatan yang ada. Setelah 12 jabatan terisi, otomatis masih ada dua jabatan lagi yang kosong. Nah, jabatan yang kosong ini akan kembali akan dilakukan seleksi terbuka lagi,” ungkap Dedi.

Diketahui, Tim Seleksi Uji Kompetensi Jabatan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kotamobagu, Sande Dodo, kemudian unsur dari pakar pemerintahan, Nasrun Gilalom, unsur media, Fauzi Permata dan Akademisi, Rey Simbala. (guf)

Berikut nama-nama pejabat Kotamobagu yang mengikuti Uji Kompetensi Jabatan:

1. Drs Roy Bara
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Walikota Kotamobagu.

2. Virgina D. Olii, SE
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotamobagu.

3. Drs. Syair Lentang, MAP
Inspektorat Kotamobagu.

4. Drs. Irianto Patricia Mokoginta
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kotamobagu

5. Sitti Rafiqah Bora, SE
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kotamobagu.

6. Moh. Aljufri Ngandu, S.Pd
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kotamobagu.

7. Sarida Mokoginta, SH
Kepala Dinas Sosial Kotamobagu.

8. Drs. Gunawan Damopolii
Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotamobagu.

9. Refly Mokoginta, SE
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotamobagu.

10. Herman Joseph Aray, SIP
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kotamobagu

11. Ahmad Yani Umar, SE
Kepala Dinas Kominfo Kotamobagu.

12. Noval Cahyadi Manoppo. SE
Kepala Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kotamobagu.

Sumber: BKPP Kotamobagu

Dinas Kominfo Ikuti Webinar Digital Journalism Workshop Bank Indonesia

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kotamobagu mengikuti Webinar Digital Journalism Workshop yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (17/7).

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Arbonas Hutabarat, menjelaskan tujuan dilaksanakannya Webinar adalah untuk meningkatkan efektifitas komunikasi kebijakan pemerintah dan instansi strategis lainnya di daerah melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi pewarta berita baik instansi pemerintah maupun swasta.

“Selain itu, kegiatan ini juga bermaksud untuk meningkatkan kemampuan media sosial untuk komunikasi yang efektif sebagai alat atau akses menyampaikan pesan kepada masyarakat,” ucap Arbonas.

Kegiatan Webinar yang mengangkat tema Pemanfaatan Media Digital untuk Komunikasi Kebijakan yang Efektif tersebut diikuti oleh seluruh Dinas Kominfo se-Sulawesi Utara, dan yang menjadi pemateri diantaranya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, S.IP., M.IP., co-Founder dan CEO KataData, Metta Dharmasaputra, Kepala Departeman Komunikasi BI, Onny Widjanarko. (*/guf)

Tatong Bara Terima Buku Pedoman Hadapi Pandemi Covid-19 dari Mendagri

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara menghadiri rapat koordinasi kesiapan Pilkada Serentak tahun 2020 dan pengarahan Gugus Tugas Covid-19 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, bertempat di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Kamis (16/7).

Usai rapat koordinasi Wali Kota juga menerima buku pedoman dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang diserahkan langsung Mendagri kepada bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara.

Mendagri mengatakan buku pedoman ini merupakan acuan yang jelas dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19. Terkhusus, bagi aparat Pemerintah Daerah termasuk penguatan Pemerintah Daerah dalam Penanganan dan Pengendalian Covid-19, serta Kesiapsiagaan Desa dalam menghadapi Pandemi Covid-19. “Saya harap buku ini menjadi pedoman umum dan acuan bagi pemerintah daerah dalam melakukan kesiapsiagaan menghadapi wabah Covid-19,” kata Mendagri.

Dalam arahannya soal Pilkada Serentak Tahun 2020 yang aman dari Covid-19, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, berimplikasi pada bertambahnya anggaran yang dibutuhkan oleh penyelenggara Pemilu. Untuk kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pesta demokrasi itu, Mendagri juga mengharapkan dukungan dari masyarakat dan menjadikan momentum Pilkada sebagai ajang untuk menekan dan penanganan Covid-19.

“Sekali lagi saya sangat optimis bahwa Pilkada di Sulut bisa berjalan dengan lancar dari sisi anggaran dan sisi kesiapan, sehingga kita memberikan dukungan, masyarakat juga memberikan dukungan. Pilkada menjadi momentum kita untuk menekan kurva pandemi sekaligus juga mendukung ekonomi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tatong Bara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mendagri Tito Karnavian yang telah menyerahkan buku pedoman ini. “Kami jadikan sebagai pedoman dan acuan bagi Pemkot Kotamobagu dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” ucap wali kota.

Wali kota juga mengatakan bahwa buku pedoman ini merupakan wujud kepedulian Kementerian Dalam Negeri kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. (*/guf)

BLT Dandes Bulan ke-IV Segera Disalurkan

Rum Mokoagow

ZONA KOTAMOBAGU – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (Dandes) bulan ke-IV, dalam waktu dekat akan disalurkan kepada warga kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19 di 15 desa se-Kotamobagu. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Usmar Mamonto melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Rum Mokoagow.

Menurutnya, PMD sudah menyurat ke seluruh Pemerintah Desa (Pemdes), dan saat ini sedang melakukan pergeseran anggaran untuk BLT DD tahap IV. “Untuk BLT DD tahap empat, nominal bantuannya sebesar Rp300 ribu,” kata Rum.

Untuk penyaluran BLT Dandes tahap IV, lanjutnya, kemungkinan akan mulai disalurkan pada akhir Juli mendatang. “Insya Allah paling lambat akhir bulan juli, karena sementara pergeseran anggaran di desa-desa,” ungkapnya.

Perubahan jumlah bantuan sebesar Rp300 ribu ini, merupakan kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) nomor 50 tahun 2020 serta Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 7 tahun 2020 tentang ketentuan lanjutan pemberian BLT yang bersumber dari Dana Desa. “Rp300 ribu perbulan. Kemarin itu Rp600 ribu perbulan, Kemudian dirubah. Itu kebijakan pusat. Untuk penerima masih mengacu pada data sebelumnya,” tukasnya. (guf)

Gula Semut Aren Moromimit Produksi Sentra-UP2K PKK Desa Moyag Siap Dipasarkan

ZONA EKONOMI – Gula Semut Aren Moromimit yang diproduksi Sentra-UP2K PKK Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, dalam waktu dekat akan siap dipasarkan di supermarket, swalayan hingga minimarket yang ada di Kotamobagu.

Menurut Ketua PKK Desa Moyag, Masni Mamonto, gula semut aren moromimit ini sudah siap dipasarkan. “Saat ini sudah mulai tahap produksi. Untuk pemasarannya Insya Allah dalam waktu dekat sudah dipasarkan,” kata Masni.

Dalam pemasarannya nanti, pihaknya akan bekerja sama dengan supermarket serta swalayan. “Rencananya akan dipajang di beberapa supermarket, swalayan dan minimarket. Agar produk unggulan dari Desa Moyag ini sudah bisa dirasakan masyarakat Kotamobagu,” ujarnya.

Untuk harga dari gula semut aren moromimit ini, hanya dengan Rp27 ribu per 500 gram anda sudah bisa merasakan manisnya gula semut aren moromimit. (guf)