Beranda blog Halaman 4

Mari Jo Belanja! Pasar Senggol Kotamobagu Diserbu Pengunjung, Warga Berburu Kebutuhan Lebaran

Mari Jo Belanja! Pasar Senggol Kotamobagu Diserbu Pengunjung, Warga Berburu Kebutuhan Lebaran
Suasana Pasar Senggol Kotamobagu (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana Pasar Senggol Kotamobagu mulai dipadati pengunjung sejak resmi dibuka pada Sabtu (14/3/2026). Warga terlihat berbondong-bondong datang ke kawasan Eks RSUD Datoe Binangkang, Kampung Baru, Kelurahan Kotamobagu, untuk berburu berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Di lokasi pasar senggol, ratusan lapak pedagang tampak berjajar rapi di sepanjang area yang telah disiapkan.

Berbagai jenis barang dijajakan pedagang, mulai dari pakaian, sepatu, tas, aksesoris hingga perlengkapan rumah tangga yang banyak diburu masyarakat untuk kebutuhan Lebaran.

Memasuki malam hari, suasana pasar senggol semakin semarak. Lampu-lampu dari setiap lapak pedagang menyala terang menerangi area pasar, sementara pengunjung terlihat hilir mudik menyusuri lorong-lorong lapak sambil memilih barang dan melakukan tawar-menawar dengan para pedagang.

Tak jarang terdengar pedagang memanggil calon pembeli, menawarkan dagangan mereka dengan berbagai promo menarik. Anak-anak yang datang bersama orang tua pun tampak menikmati suasana keramaian pasar musiman yang menjadi tradisi setiap bulan Ramadan di Kota Kotamobagu.

Keramaian biasanya mulai terasa setelah waktu berbuka puasa hingga usai salat tarawih. Banyak warga memanfaatkan waktu malam untuk berbelanja bersama keluarga sekaligus menikmati suasana Pasar Senggol yang hanya hadir setahun sekali.

“Sekarang sudah mulai ramai, ba pumpun jo. Banyak masyarakat yang datang belanja kebutuhan lebaran,” ujar salah satu pedagang di lokasi Pasar Senggol.

Salah satu pengunjung, Yunia Gobel, warga Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengaku sengaja datang ke Kotamobagu untuk berbelanja kebutuhan Idul Fitri.

Menurutnya, Pasar Senggol Kotamobagu menjadi salah satu tujuan utama masyarakat setiap menjelang Lebaran karena pilihan barang yang dijual cukup lengkap.

“Setiap tahun saya datang belanja di Pasar Senggol Kotamobagu. Biasanya di sini cukup lengkap, mulai dari pakaian sampai kebutuhan lain untuk Lebaran,” kata Yunia.

Pasar Senggol sendiri merupakan agenda tahunan di Kota Kotamobagu yang selalu dinantikan masyarakat karena menjadi pusat perdagangan musiman menjelang Idul Fitri.

Tahun ini, Pasar Senggol dipusatkan di kawasan Eks RSUD Kotamobagu dengan jumlah lapak yang diperkirakan mencapai lebih dari 300 pedagang. Pasar senggol tersebut dijadwalkan akan berlangsung hingga malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dengan semakin ramainya pengunjung setiap malam, Pasar Senggol Kotamobagu diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan sekaligus menjadi pusat aktivitas belanja warga menjelang Lebaran.

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama BKMT Sulut: 1.000 Sembako Dibagikan, 7 Jamaah Dapat Umrah Gratis

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama BKMT Sulut: 1.000 Sembako Dibagikan, 7 Jamaah Dapat Umrah Gratis
Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama BKMT Sulut (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu dalam kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sulawesi Utara, Ahad (8/3/2026).

Dalam kegiatan penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan tersebut, sebanyak 1.000 paket sembako dibagikan kepada masyarakat, sementara tujuh jamaah beruntung mendapatkan hadiah umrah gratis.

Suasana di halaman hingga bagian dalam masjid tampak penuh kehangatan. Para jamaah, yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara, terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari silaturahmi, tausiyah, hingga menanti momen pengundian hadiah umrah.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Wilayah BKMT Sulawesi Utara, Yasti Soepredjo Mokoagow, yang juga anggota DPR RI.

Ribuan Jamaah Anggota BKMT se-Sulut Memadati Aula Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu. (Foto: Udi)

Dalam sambutannya, Yasti menyampaikan terima kasih serta penghargaan kepada seluruh pengurus dan jamaah BKMT yang hadir dalam agenda tingkat provinsi tersebut.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh yang hadir. Ini adalah agenda BKMT Provinsi Sulawesi Utara untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat program-program BKMT ke depan,” ujar Yasti.

Ia menjelaskan, BKMT Indonesia berdiri sejak 1 Januari 1981 dan hingga kini terus berkembang dengan berbagai program yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga sosial, budaya, dan ekonomi.

Menurut Yasti, majelis taklim memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan ekonomi mikro keluarga, khususnya bagi para ibu rumah tangga yang menjadi bagian dari jamaah.

“Majelis taklim bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga wadah pemberdayaan umat. Dari sini lahir banyak kegiatan yang membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Salah satu contoh nyata, lanjut Yasti, adalah program bantuan dana bergulir yang dijalankan BKMT Kota Kotamobagu bagi para anggotanya.

“Saya mengapresiasi BKMT Kotamobagu yang membuat program bantuan dana bergulir dan sampai saat ini berjalan dengan baik. Program ini sangat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Program tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana majelis taklim dapat berperan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui skema ekonomi mikro.

Bahkan, setelah melihat langsung catatan pengelolaan program tersebut, Yasti berkomitmen untuk menambah modal bagi program dana bergulir BKMT Kotamobagu.

“Saya sudah memeriksa catatannya dan BKMT Kotamobagu sangat bagus. Insya Allah saya akan menambah modal untuk BKMT Kotamobagu, dan mudah-mudahan BKMT kabupaten/kota lain bisa mengikuti,” tambahnya.

Selain program ekonomi, Yasti juga menekankan pentingnya kaderisasi dalam organisasi BKMT agar keberlanjutan gerakan dakwah dan pemberdayaan masyarakat tetap terjaga.

“Berbicara soal kader, Insya Allah akan lahir banyak kader perempuan dari BKMT yang bisa berkontribusi untuk daerah dan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah pengurus daerah yang dinilai belum maksimal menjalankan kegiatan organisasi.

“Bagaimana kita akan diapresiasi kalau programnya tidak berjalan. Karena itu tetap semangat semuanya. Dalam syiar tidak ada kata lelah dan tidak ada kata menyerah,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Pemerintah Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta yang mewakili Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib selaku tuan rumah, para ketua BKMT kabupaten/kota, serta pengurus dan anggota BKMT se-Bolaang Mongondow Raya dan Sulawesi Utara.

Yasti Soepredjo Mokoagow saat Menyerahkan Bingkisan Pada Anak Yatim dan Bantuan Sembako (Foto: Udi)

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BKMT Sulut membagikan 1.000 paket sembako kepada masyarakat, khususnya para lansia dan warga kurang mampu.

Suasana semakin semarak saat pengundian hadiah umrah berlangsung. Para jamaah tampak antusias menyaksikan proses pengundian, yang disambut tepuk tangan dan doa dari peserta ketika nama pemenang diumumkan.

Sebelum kegiatan silaturahmi dan buka puasa dimulai, Yasti yang juga anggota Komisi V DPR RI terlebih dahulu menyerahkan bingkisan kepada puluhan anak yatim piatu di lokasi kegiatan.

Menjelang waktu berbuka, suasana masjid semakin khidmat. Jamaah yang sejak sore mengikuti kegiatan bersama-sama memanjatkan doa, sebelum akhirnya berbuka puasa dalam suasana penuh kekeluargaan di Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu.

APPI Kotamobagu Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Industri Pembiayaan

APPI Kotamobagu Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Industri Pembiayaan
Para Kepala Cabang Perusahaan Pembiayaan yang Tergabung dalam APPI Kotamobagu (Foto: ZB/Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Kota Kotamobagu menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sutan Raja, Kota Kotamobagu, Kamis (6/2/2026) tersebut dihadiri pimpinan, perwakilan serta staf perusahaan pembiayaan yang beroperasi di wilayah Kota Kotamobagu dan sekitarnya.

Kegiatan yang diikuti sekitar puluhan peserta itu berlangsung sejak sore hari hingga menjelang waktu salat Isya. Para peserta yang terdiri dari pimpinan cabang perusahaan pembiayaan, perwakilan serta staf tampak menikmati suasana kebersamaan yang berlangsung santai dan penuh keakraban.

Selain berbuka puasa bersama, para peserta juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi secara informal mengenai berbagai hal terkait penguatan industri pembiayaan di daerah.

Kebersamaan saat berbuka puasa pun terasa hangat. Nampak seluruh peserta saling berbagi pandangan dan pengalaman dalam diskusi ringan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Diskusi tersebut membahas berbagai upaya untuk memperbaiki serta memperkuat kualitas perusahaan pembiayaan di Kota Kotamobagu, termasuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas industri pembiayaan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Ketua APPI Kotamobagu, Yohanis Batara Randa yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang FIFGROUP Kotamobagu, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus mengapresiasi kehadiran para pimpinan cabang bersama staf perusahaan pembiayaan.

“Selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh rekan-rekan. Semoga di bulan suci yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan dalam beraktivitas serta mampu meraih target dan kesuksesan bersama,” ujar Yohanis.

Ia menambahkan, kegiatan buka puasa bersama tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting bagi seluruh anggota APPI Kotamobagu untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat sinergi antar perusahaan pembiayaan.

“Kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting bagi seluruh anggota APPI Kotamobagu untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antar perusahaan pembiayaan. Di tengah dinamika ekonomi, kebersamaan ini diharapkan mampu membangun kolaborasi yang lebih solid demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris APPI Kotamobagu, Muhammad Khabir yang juga Kepala Cabang Mandiri Tunas Finance (MTF) Kotamobagu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus ungkapan rasa syukur di bulan suci Ramadhan.

“Bukber APPI ini adalah bentuk kebersamaan dan rasa syukur di bulan Ramadhan, sekaligus untuk mempererat silaturahmi antar perusahaan pembiayaan,” kata Khabir.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelaku industri pembiayaan untuk menyamakan visi dan misi dalam memperkuat industri pembiayaan di daerah.

“Dalam kegiatan ini kami juga menyamakan visi dan misi untuk memperkuat industri pembiayaan. Kami saling memberikan masukan untuk pertumbuhan pembiayaan dan menjaga stabilitas industri pembiayaan yang penuh tantangan,” jelasnya.

Ketua APPI Kotamobagu Yohanis Batara Randa Bersama Sekretaris Muhammad Khabir dan Bendahara Dovvy Emanda (Foto: ZB/Udi)

Bendahara APPI Kotamobagu, Dovvy Emanda yang juga Kepala Cabang Hasjrat Multifinance Kotamobagu, turut menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antarperusahaan pembiayaan melalui momentum Ramadhan.

“Buka puasa bersama ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar perusahaan pembiayaan di Kotamobagu. Selain itu, kegiatan seperti ini juga memperkuat komunikasi dan kebersamaan agar industri pembiayaan di daerah dapat terus berkembang dengan baik,” ujar Dovvy.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan perusahaan pembiayaan atau perwakilan bersama staf dari berbagai perusahaan yang beroperasi di Kota Kotamobagu.

Adapun perusahaan pembiayaan yang hadir antara lain FIFGROUP, Mandiri Tunas Finance (MTF), Hasjrat Multifinance (HMF), BFI Finance, Mandiri Utama Finance (MUF), SMS Finance, Indomobil Finance Indonesia (IMFI), Adira Finance, BCA Finance (BCAF), Smart Finance, WOM Finance, serta Mandala Finance.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan antar pelaku industri pembiayaan di Kota Kotamobagu yang selama ini turut berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam sektor pembiayaan kendaraan dan kebutuhan produktif lainnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pimpinan perusahaan pembiayaan yang hadir sebagai simbol kebersamaan dan soliditas antar anggota APPI Kotamobagu.***

Rutan Kotamobagu Berbagi Takjil, Perkuat Kepedulian dan Reintegrasi Sosial di Bulan Ramadhan

Rutan Kotamobagu Berbagi Takjil, Perkuat Kepedulian dan Reintegrasi Sosial di Bulan Ramadhan
Rutan Kotamobagu Berbagi Takjil, Perkuat Kepedulian dan Reintegrasi Sosial di Bulan Ramadhan (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana hangat kebersamaan terasa di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu, Kamis (5/3/2026) sore.

Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran Rutan Kotamobagu turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Kotamobagu, Aris Yuliyanta, bersama para pegawai Rutan. Mereka membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda tiga, roda empat, hingga warga sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi sederhana namun penuh makna itu disambut antusias masyarakat. Sejumlah pengendara mengaku terbantu, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka hampir tiba.

Karutan Kotamobagu, Aris Yuliyanta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program bakti sosial yang rutin dilaksanakan pihak Rutan setiap bulan.

“Biasanya bakti sosial ini kami lakukan untuk membantu keluarga warga binaan yang kurang mampu. Bantuan tersebut berasal dari hasil program ketahanan pangan yang dikelola di dalam Rutan,” ujarnya.

Namun khusus di bulan Ramadhan, kata Aris, kegiatan sosial tersebut diarahkan untuk berbagi takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.

“Karena bertepatan dengan bulan Ramadhan, maka kali ini kami menyalurkan dalam bentuk pembagian takjil kepada masyarakat. Kami juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan layanan pemasyarakatan yang ada di Rutan Kotamobagu,” jelasnya.

Aris menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun jembatan sosial antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat luas. Melalui kegiatan-kegiatan positif, pihak Rutan ingin menunjukkan bahwa proses pembinaan di dalam Rutan tidak hanya berfokus pada menjalani masa hukuman, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat.

“Ini juga bagian dari upaya reintegrasi sosial. Kami ingin masyarakat melihat bahwa di dalam Rutan ada proses pembinaan, ada kegiatan produktif, dan ada semangat untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat secara lebih baik,” tambahnya.

Ia menegaskan, kegiatan bakti sosial akan terus dilakukan secara rutin setiap bulan sebagai bentuk kepedulian Rutan kepada masyarakat serta keluarga warga binaan yang membutuhkan.

“Semoga kegiatan sederhana ini bisa memberi manfaat dan membawa berkah bagi kita semua di bulan Ramadhan,” tutupnya.

DPRD Bolmong Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Sangadi Otam

DPRD Bolmong Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Sangadi Otam
DPRD Bolmong Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Sangadi Otam (Foto: ZB)

Bolmong, ZONABMR.COM – Polemik kepemimpinan di Desa Otam, Kecamatan Passi Barat, memasuki babak baru setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow secara resmi merekomendasikan pemberhentian sementara Sangadi (Kepala Desa) Otam usai pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat dan pemerintah daerah, Senin, 2 Maret 2026, di Gedung DPRD Bolmong, Lolak.

Rekomendasi tersebut tertuang dalam Dokumen DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Nomor 9 Tahun 2026 tentang aduan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan tugas, fungsi, dan wewenang Kepala Desa Otam.

RDP turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, di antaranya Asisten I Setda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Inspektorat Daerah, Bagian Hukum Setda, Camat Passi Barat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan masyarakat Desa Otam.

Dalam forum tersebut, DPRD menerima penjelasan bahwa hasil pemeriksaan Inspektorat terkait pengelolaan Dana Desa Otam saat ini tengah berproses di Kejaksaan Negeri Kotamobagu dan telah memasuki tahapan penyelidikan.

Surat rekomendasi DPRD Bolmong

Berdasarkan perkembangan itu, DPRD Bolaang Mongondow meminta Bupati Bolaang Mongondow mengambil langkah administratif berupa pemberhentian sementara terhadap Sangadi Otam hingga terdapat kepastian hukum dari aparat penegak hukum.

Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga stabilitas pemerintahan desa di tengah meningkatnya ketegangan sosial dan tuntutan masyarakat yang terus bergulir dalam beberapa bulan terakhir.

Rekomendasi DPRD tersebut secara resmi ditandatangani Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow, Tony Tumbelaka, dan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow untuk segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Sangadi Serahkan Keputusan kepada Pemkab Bolmong

Menanggapi rekomendasi tersebut, Sangadi Otam, Idrus Mokodompit, menyatakan menghormati seluruh proses yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait jabatannya kepada pihak Inspektorat.

“Saya menghormati seluruh proses yang sedang berjalan. Dalam RDP tadi saya tidak lagi banyak melakukan pembelaan dan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait jabatan saya kepada Inspektorat. Apa pun hasil pemeriksaan di lapangan atas tuduhan yang disampaikan, saya siap mengikuti keputusan yang diambil,” ujar Idrus Mokodompit.

Pernyataan tersebut sekaligus menandai sikap kooperatif pihak pemerintah desa di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap kepemimpinan di Desa Otam.

Masyarakat Desak Sangadi Mundur

Di sisi lain, tokoh masyarakat Desa Otam, Eki Adampe, secara tegas meminta Sangadi Otam untuk mengundurkan diri dari jabatan demi meredam konflik sosial yang berkembang di masyarakat.

“Kami meminta Sangadi Otam untuk secara legowo mengundurkan diri dari jabatan, karena dugaan penyalahgunaan kewenangan yang terjadi sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi terdapat persoalan keterlibatan sebagai penyedia barang dalam pengelolaan dana TJSL PLN serta pengelolaan Dana Desa yang dinilai tidak sesuai mekanisme,” tegas Eki Adampe.

Perbedaan sikap antara tuntutan masyarakat dan proses administratif pemerintah tersebut menjadikan persoalan Desa Otam tidak lagi sekadar isu internal desa, melainkan telah berkembang menjadi perhatian politik daerah.

Laporan dan Aksi Warga Jadi Pelengkap

Aduan masyarakat Desa Otam terkait dugaan pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2022 hingga 2024 serta dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN sebelumnya telah dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Bolaang Mongondow.

Desakan evaluasi kepemimpinan juga sempat disuarakan Organisasi Gama Adat Desa Otam pada 6 Februari 2025 serta melalui aksi demonstrasi masyarakat pada 23 Juli 2025.

DPRD menegaskan bahwa rekomendasi pemberhentian sementara yang dikeluarkan merupakan hasil pembahasan resmi melalui mekanisme RDP dan didasarkan pada perkembangan proses pemeriksaan oleh lembaga pengawas pemerintah.

Dengan keluarnya rekomendasi tersebut, keputusan akhir kini berada di tangan Bupati Bolaang Mongondow sebagai pejabat yang memiliki kewenangan administratif untuk menentukan status jabatan Sangadi Otam sambil menunggu kepastian hukum dari aparat penegak hukum.

Aktivitas Tambang Ilegal di Hulu Lolotut Kian Terang-terangan, Warga Desak Penindakan Nyata

Aktivitas Tambang Ilegal di Hulu Lolotut Kian Terang-terangan, Warga Desak Penindakan Nyata
Ilustrasi (Foto: Generate AI)

Bolmong, ZONABMR.COM – Kegiatan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Gunung Tagin dan hulu Sungai Lolotut, Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, kembali menjadi perhatian masyarakat. Aktivitas yang diduga ilegal itu disebut-sebut berlangsung semakin terbuka, bahkan memanfaatkan alat berat dalam operasinya.

Sejumlah warga mengaku cemas melihat kondisi tersebut. Mereka menilai, jika terus dibiarkan, dampak kerusakan lingkungan akan semakin luas, terutama terhadap kawasan hutan dan aliran sungai di bagian hulu. Meski demikian, mereka memilih tidak mempublikasikan identitasnya.

“Alat berat jelas terlihat bekerja di atas. Kalau tidak dihentikan, hutan bisa rusak total,” ujar salah satu warga dengan nada prihatin.

Warga lain menyebut, keberadaan aktivitas tambang itu bukan lagi isu yang samar. Hampir seluruh masyarakat sekitar mengetahui kegiatan tersebut. Karena itu, mereka berharap pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bersikap pasif.

“Semua orang tahu ada aktivitas di hulu. Kalau memang itu tidak berizin, mestinya segera ditindak,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membenarkan adanya aktivitas PETI di wilayah tersebut. Kepala DLH Bolmong, Aldy Pudul, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan pada Desember lalu bersama BPBD.

“Iya, ada aktivitas PETI di hulu Sungai Lolotut. Terakhir kami turun ke lokasi bulan Desember dan terdapat 1 unit alat berat. Kami sudah menyampaikan secara lisan untuk menghentikan aktivitasnya,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2025.

Namun, peringatan tersebut diduga tidak diindahkan. Informasi terbaru bahkan mengindikasikan adanya penambahan alat berat di lokasi yang sama.

“Kalau sebelumnya satu unit, sekarang disebut sudah dua unit. Kami akan turun kembali dan memanggil pemiliknya,” tegas Aldy.

Secara hukum, pertambangan tanpa izin merupakan pelanggaran serius. Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pelaku kegiatan pertambangan ilegal dapat dikenai ancaman pidana penjara hingga lima tahun serta denda maksimal Rp100 miliar.

Masyarakat berharap penanganan persoalan ini tidak berhenti pada imbauan atau pemanggilan semata. Mereka menginginkan tindakan konkret agar aktivitas yang dinilai merugikan lingkungan dan masyarakat itu benar-benar dihentikan.

“Kami tidak punya daya untuk menghentikan. Harapan kami hanya satu, hukum ditegakkan dengan adil,” ungkap seorang warga lainnya.

Sorotan publik terhadap aktivitas tambang ilegal ini semakin menguat. Warga menilai, ketegasan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menjadi kunci, bukan hanya untuk melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga wibawa hukum di tengah masyarakat.*

Buku Asal-usul Nama Desa dan Kelurahan di Kotamobagu Segera Rampung Tahun ini

Buku Asal-usul Nama Desa dan Kelurahan di Kotamobagu Segera Rampung Tahun ini
Jalannya FGD Dokumentasi Tradisi Lisan Asal-usul Desa Kelurahan di Kotamobagu (Foto: Ind)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Buku tentang asal-usul nama desa di Kota Kotamobagu akan segera dirampungkan tahun ini. Hal itu sebagaimana dijelaskan Murdiono Prasetio A. Mokoginta melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Selasa (24/02/2026) di Balai Desa Kobo Kecil, Kotamobagu Timur.

FGD tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Chairun Mokoginta selaku budayawan Bolaang Mongondow dan Sahaya Mokoginta selaku Asisten I Pemkot Kotamobagu.

Chairun Mokoginta dalam penyampaiannya, menjelaskan asal mula kata lipu’ dalam bahasa Mongondow yang menjadi padanan kata ‘desa’. Menurutnya, lipu’ berarti benteng perlindungan dari hewan buas.

“Maka dibuatlah tempat khusus, dan dipagari. Kemudian di sanalah tinggal anak-anak dan perempuan. Sementara para lelaki berjaga saat malam tiba,” ucapnya.

Sementara, Sahaya Mokoginta menilai, topik yang diangkat sangat relevan bagi pembangunan daerah, dan juga merupakan strategi konkret dalam hal pelestarian kebudayaan.

“Setiap desa punya sejarah masing-masing yang kebanyakan diwariskan melalui tradisi lisan. Urgensinya agar sejarah lokal tidak terancam hilang akibat modernisasi dan perubahan generasi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Murdiono menjelaskan, penelitian serta penulisan buku tersebut terdaftar dalam Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ketegori Objek Pemajuan dan Cagar Budaya.

Adapun Dion, sapaan akrabnya, bertindak sebagai penerima manfaat dari proposal penelitian yang telah diajukan pada tahun 2025 lalu.

“Dana yang kita terima untuk penelitian dan penulisan buku ini sebesar Rp70 juta,” bebernya.

Melalui Program Dana Indonesiana, ia bertujuan untuk mendokumentasikan tradisi lisan di setiap desa dan kelurahan yang ada di Kota Kotamobagu.

“Kita akan mewawancarai dua orang di setiap desa dan kelurahan. Untuk narasumbernya akan kita minta pemerintah desa yang menunjuknya,” tambahnya.

Penelitian akan berlangsung selama dua bulan ke depan sejak dilaksanakannya FGD, setelah itu akan memasuki tahap penulisan buku.

“Sesuai jadwal kegiatan, Insya Allah, hasil penelitian berupa buku akan di-launching dan langsung dibedah pada tanggal 17 Agustus 2026 nanti,” pungkasnya.

Dana Indonesiana atau yang juga dikenal sebagai Dana Abadi Kebudayaan disediakan oleh pemerintah untuk mendukung perkembangan dan prestasi para budayawan serta menyalurkan ekspresi mereka. Selama beberapa tahun terakhir, Dana Indonesiana telah memberikan manfaat besar kepada para budayawan.

Pada tahun 2025, setidaknya tersedia anggaran sekitar Rp465 miliar dari hasil kelolaan Rp5 triliun Dana Abadi Kebudayaan yang bisa dimanfaatkan untuk Dana Indonesiana 2025.

Sebanyak 11 kategori program ditawarkan dalam skema pendanaan tahun 2025 yang merupakan perluasan dari tahun sebelumnya, terdiri atas:

1. Pendayagunaan Ruang Publik

2. Penciptaan Karya Kreatif Inovatif

3. Sinema Indonesia

4. Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro atau Objek Pemajuan Kebudayaan Rawan Punah

5. Dukungan Institusional

6. Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya

7. Dana Pendamping Karya untuk Distribusi Internasional

8. Dukungan Interaksi Budaya

9. Program Kewirausahaan Budaya

10. Restorasi dan Pemeliharaan Artefak

11. Sustainable Cultural Heritage. (Ind)

800 Sak Semen dari JRBM Percepat Pembangunan Kampus Baru UDK di Poyowa

800 Sak Semen dari JRBM Percepat Pembangunan Kampus Baru UDK di Poyowa
800 Sak Semen dari JRBM Percepat Pembangunan Kampus Baru UDK di Poyowa (Foto: Jie/JRBM)

Kotamobagu, ZONABMR.COM –  Di atas lahan seluas satu hektar di Desa Poyowa Besar Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan, pembangunan kampus baru Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) terus berjalan sejak peletakan batu pertama dilakukan pada 6 Agustus 2024 oleh Penjabat Wali Kota Kotamobagu.

Kampus ini dirancang untuk menaungi delapan program studi, di antaranya Hukum Bisnis, Manajemen, Kehutanan, Lingkungan, dan Pertanian, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Di tengah proses pembangunan tersebut, PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) menyalurkan bantuan material bangunan berupa 800 sak semen kepada UDK, Jumat (31/01).

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Superintenden CSR PT JRBM, Riska Ariyanti, kepada Rektor UDK, Dr. Muharto, didampingi sejumlah pejabat teras kampus, dosen, serta mahasiswa.

Rektor UDK, Dr. Muharto, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan PT JRBM. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu proses pembangunan fasilitas kampus yang nantinya akan menunjang aktivitas akademik.

“Bantuan ini merupakan wujud sinergi yang baik antara dunia usaha dan dunia pendidikan. Kami berharap kerja sama dan hubungan baik ini dapat terus terjalin ke depannya,” ujarnya.

Mahasiswa UDK, Rahmatillah Aditya, mengaku ikut merasakan semangat dari proses pembangunan kampus baru tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan PT JRBM menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa.

“Kami sebagai mahasiswa tentu sangat senang melihat kampus ini terus dibangun. Bantuan seperti ini membuat kami merasa bahwa pendidikan di daerah kami benar-benar mendapat perhatian. Harapannya, nanti kami bisa belajar di tempat yang lebih layak dan nyaman,” ujar Rahmatillah.

800 Sak Semen dari JRBM Percepat Pembangunan Kampus Baru UDK di Poyowa

General Manager External Relation and Security PT JRBM, Andreas Saragih, mengatakan bahwa perusahaan melihat pembangunan kampus UDK sebagai kebutuhan nyata masyarakat BMR terhadap akses pendidikan yang lebih baik.

“Kami melihat semangat masyarakat di sini terhadap pendidikan. Karena itu, ketika UDK membangun kampus baru, kami merasa perlu ikut membantu sesuai kemampuan yang ada. Harapannya, fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mahasiswa dan menjadi tempat belajar yang semakin layak bagi generasi muda BMR,” kata Andreas.

Pembangunan kampus UDK di Poyowa Besar Satu mendapat dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Kehadiran kampus baru ini diharapkan menjadi ruang belajar yang lebih representatif bagi mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.*****

Antrian Solar di SPBU Kotobangun Ganggu Lalu Lintas, Warga Desak Penertiban Tegas

Antrian Solar di SPBU Kotobangun Ganggu Lalu Lintas, Warga Desak Penertiban Tegas
Antrian Kendaraan di SPBU Kotobangon yang Memakan Setengah Badan Jalan (Foto: ZB/Far)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Antrian kendaraan pengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sekitar SPBU Kotobangun, Kecamatan Kotamobagu Timur, terus menimbulkan gangguan serius terhadap kelancaran lalu lintas.

Puluhan kendaraan, mayoritas truk pengangkut barang, terlihat mengantre hingga memakan badan jalan utama Kelurahan Kotobangun, mempersempit arus kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Pantauan ZONABMR.COM di lapangan, Senin (9/2/2026), menunjukkan antrian kendaraan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Truk-truk berukuran besar berhenti di bahu bahkan badan jalan, menyebabkan perlambatan arus lalu lintas dari dua arah.

Sejumlah pengendara roda dua dan kendaraan kecil terpaksa bermanuver di ruang sempit untuk melintas, menciptakan situasi yang dinilai rawan kecelakaan.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga sekitar yang mengaku hampir kerap terjadi insiden di lokasi itu, terutama saat volume kendaraan meningkat.

“Sudah sering nyaris tabrakan, apalagi motor. Truk-truk parkir di badan jalan. Ini sangat berbahaya,” ujar seorang warga Kotobangun.

Warga menilai praktik antrean kendaraan di badan jalan melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang secara tegas melarang kendaraan berhenti dan parkir di badan jalan maupun bahu jalan karena mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) serta Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotamobagu untuk segera turun tangan melakukan penertiban dan penegakan hukum di lapangan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Kotamobagu sejatinya telah mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh pengelola SPBU di wilayah Kotamobagu terkait pengendalian antrean dan penyaluran BBM bersubsidi.

Dalam surat tersebut, Pemkot menegaskan sembilan poin kewajiban pengelola SPBU, di antaranya pengaturan jam antrean, pembatasan kendaraan sesuai stok harian, larangan parkir di badan jalan, pemeriksaan STNK, serta pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan solar bersubsidi.

Namun demikian, SPBU Kotobangun dinilai masyarakat belum sepenuhnya menerapkan ketentuan tersebut, sehingga antrean kendaraan masih kerap meluber ke badan jalan.

Pemkot Kotamobagu juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang ditemukan oleh Tim Pengawas Penyaluran BBM Bersubsidi, baik melalui temuan lapangan maupun laporan masyarakat, akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat berharap imbauan tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi dibarengi dengan pengawasan intensif dan tindakan tegas di lapangan, guna mencegah kemacetan berkepanjangan serta menekan risiko lakalantas di jalur utama Kotamobagu Timur.

Sementara, Kasat Lantas Polres Kotamobagu, IPTU Luster Simanjuntak saat dihubungi via aplikasi perpesanan WhatsApp menegaskan hal itu menjadi perhatian pihaknya. “Siap, diatensi,” singkatnya.

Bersinar di Gorontalo Swimming Championship, Prestasi Ayi Dkk Disambut Bangga MI Al-Khairaat Kotamobagu

Bersinar di Gorontalo Swimming Championship, Prestasi Ayi Dkk Disambut Bangga MI Al-Khairaat Kotamobagu
Ayi dan Rekan-rekannya Bersama Kepala Sekolah dan para Guru MI Al-Khairaat Kotamobagu (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Tepuk tangan, rasa haru, dan kebanggaan menyatu di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khairaat Mogolaing setelah para atlet cilik yang merupakan murid MI tersebut tampil bersinar pada Gorontalo Swimming Championship 2026, yang berlangsung 29–31 Januari 2026.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Anggrainy Putri Haryanto Bibisa, bocah mungil yang akrab disapa Ayi.

Di usianya yang masih sangat belia, Ayi mampu berdiri tegak di podium tertinggi, menyabet tiga medali emas pada Kelompok Umur ≤7 tahun, masing-masing di nomor 50 meter gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu.

Bagi para guru MI Al-Khairaat, prestasi Ayi dan rekan-rekannya bukan sekadar deretan medali. Ia adalah simbol ketekunan, disiplin, dan keberanian bermimpi sejak usia dini.

“Ini kebanggaan yang luar biasa bagi kami. Terlebih Ayi masih duduk di kelas 1, tetapi sudah mampu mengharumkan nama sekolah dan daerah,” ujar Siti Nurcahyanita Hanafi, wali kelas Ayi, Senin (09/02/2026).

Siti mengaku, sejak awal pihak sekolah berkomitmen untuk tidak membatasi potensi siswa, termasuk di bidang olahraga. Ketika jadwal latihan renang bertabrakan dengan jam pelajaran, solusi selalu dicari.

“Kami carikan waktu belajar untuk mengejar ketertinggalan. Prinsip kami, prestasi akademik dan non-akademik harus berjalan beriringan,” tuturnya.

Ayi bersama Siti Nurcahyanita Hanafi dan Azqiara Khairunissa Bengga (Foto: Udi)

Prestasi Ayi juga menjadi bagian penting dari keberhasilan Totabuan Citawaya Akuatik yang keluar sebagai peringkat ketiga perolehan medali terbanyak pada kejuaraan renang bergengsi tingkat Indonesia Timur tersebut.

Tak hanya Ayi, panggung prestasi juga diisi oleh siswa MI Al-Khairaat lainnya. Agista Aisya Tunggali tampil luar biasa dengan raihan 9 medali emas dan 1 perak, sementara Aisyafiah Zufaira Burase dan Azqiara Khairunissa Bengga masing-masing mempersembahkan 1 medali perunggu.

Kepala MI Al-Khairaat Mogolaing, Hj. Ulfa Aldjeredi, S.Ag., M.Pd., menyebut capaian tersebut sebagai anugerah sekaligus amanah.

“Kami bangga dan bersyukur. Prestasi ini menunjukkan bahwa jika anak-anak diberi ruang, dukungan, dan kepercayaan, mereka mampu melampaui batas yang sering kita anggap mustahil,” ucapnya.

Di balik medali emas yang berkilau, tersimpan kisah sederhana. Ayi mengaku kecintaannya pada renang tumbuh dari sosok sang ibu, yang merupakan mantan atlet nasional.

“Ayi memang suka berenang. Ayi ingin seperti bunda,” katanya lirih, sembari tersenyum malu-malu saat didampingi wali kelasnya.

Kejuaraan ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang harapan. Harapan bahwa dari Kota Kotamobagu, dari sekolah sederhana, akan lahir atlet-atlet hebat yang kelak mengharumkan nama daerah di panggung yang lebih besar.

Prestasi Ayi dan kawan-kawan di Gorontalo Swimming Championship 2026 menjadi penegas bahwa pembinaan olahraga usia dini di Kotamobagu berada di jalur yang tepat—menyemai mimpi, sejak anak-anak masih belajar mengeja cita-cita.