Beranda blog Halaman 400

Pemkab Gorut “Curi Ilmu” Terkait Politik Anggaran Pembangunan RSUD Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengaku pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu sangat baik.

“Kami melihat daerah-daerah yang sudah maju lebih awal dari sisi pengelolaan rumah sakit, dan RSUD Kotamobagu ini sudah memiliki standar yang sangat baik,” ungkapnya, usai meninjau langsung fasilitas RSUD Kotamobagu, Rabu (8/7).

Menurutnya, RSUD Kotamobagu sudah memiliki standar yang lebih baik dan besar sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah yang cukup tinggi. “Kita ingin mengetahui langsung segi politik anggaran Pemkot Kotamobagu untuk membangun rumah sakit ini, sisi pengelolaan management rumah sakit termasuk juga strategi yang dilakukan Pemkot Kotamobagu dalam rangka pengembangan sarana dan prasarana yang ada di RSUD Kotamobagu ini,” terangnya.

“Rumah sakit ini juga menjadi icon dari Kotamobagu bersama Masjid Agung Baitul Makmur, ini merupakan hal yang membanggakan. Ini rencananya akan kita optimalkan di Rumah Sakit dr Zainal Umar Sadiki Gorut,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan, menyampaikan ada resep khusus yang menjadi strategi Pemkot Kotamobagu dalam proses mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan pemerintah pusat untuk RSUD. “Kucuran DAK dari pusat bagai air yang mengalir karena fantastis dalam angka-angkanya, yang mungkin jarang didapati oleh daerah lain. Ini butuh strategi dan trik-trik khusus untuk mendapatkannya dan tadi sudah kita bicarakan,” tutur Nayodo. (guf)

Pemkab Gorut ‘Belajar’ Cara Kelola Rumah Sakit di Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Thariq Modanggu, bertempat di ruang kerjanya, Rabu (8/7) siang.

“Dega Nion Don (selamat datang) kepada Wakil Bupati bersama rombongan. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami mengingat Kota Kotamobagu yang baru 13 tahun mekar didatangi oleh keluarga dari Gorontalo untuk melakukan kunjungan kerja. Rombongan tujuannya ingin studi banding ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pobundayan yang notabene rumah sakit rujukan Covid-19,” kata Nayodo.

Sementara itu, Wakil Bupati Gorut Thariq Modanggu, dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih karena sudah diterima di Kotamobagu. “Ini merupakan satu kebanggaan bagi kami dan terutama bagi saya adalah pengobat rindu karena saya sempat mengajar disini. Banyak juga alumni dari IAIN yang mengajar disini,” ujar Thariq.

Menurutnya, tujuan kedatangan ke Kotamobagu untuk melihat cara pengelolaan pembangunan RSUD. “Saya membawa Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit untuk melihat langsung RSUD Kotamobagu. Kami memilih Kotamobagu untuk studi banding karena Kotamobagu merupakan daerah terdekat yang pengelolaan rumah sakitnya sudah baik,” terangnya.

Usai melakukan silaturahmi di ruang kerja Wawali, rombongan Wakil Bupati Gorut ditemani Wawali langsung meninjau dan melihat langsung kondisi RSUD Kotamobagu. (guf)

BST Tahap III Disalurkan

ZONA KOTAMOBAGU – Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap III untuk masyarakat terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), mulai disalurkan. Penyalurannya dilakukan bergilir di tiap kelurahan dan desa yang ada di masing-masing kecamatan.

Selasa (7/7), ada giliran masyarakat penerima bantuan di Kelurahan Gogagoman dan Mogolaing. Bantuan disalurkan Dinas Sosial (Dinsos) bekerja sama dengan PT Pos Indonesia Cabang Kotamobagu, di Aula Kantor Wali Kota.

“Penyalurannya mulai hari ini (kemarin,red) sampai selesai berdasarkan jadwal,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Sarida Mokoginta.

Penyaluran BST tahap III tetap mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat yang datang menerima bantuan diwajibkan mengenakan masker dan mengatur jarak tempat duduk. Kemudian sebelum masuk ke aula kantor wali kota, semua diwajibkan mencuci tangan. (guf)

Bersama Timpora, Pemkab Bolmut Awasi Orang Asing

ZONA BOLMUT – Kehadiran Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) sangat penting dalam pengawasan terhadap orang asing yang ada dan berkegiatan di wilayah Indonesia. Hal ini disampaikan Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra, Rachmat Ravid Pontoh, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Drs Hi Depri Pontoh, pada rapat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Timpora Bolmut, di Hotel Boroko, Selasa (7/7).

Menurutnya, perlu ada sinergitas dari instansi terkait dalam pengawasan orang asing. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak terkait bisa menyatukan persepsi dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di lapangan. “Ini sangat penting, agar nantinya bisa mendapatkan data dan informasi tentang keabsahan dan kegiatan orang asing di daerah sesuai bidang tugas masing-masing,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kantor Imigrasi Kelas II Kotamobagu yang sudah memprakarsai kegiatan tersebut.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Sub Bidang Intelejen Keimigrasikan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Perwakilan Sulawesi Utara Agus Rahadi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu Joni Rumangit, Kepala Kantor BNN Bolmong Yuli Setiawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Bolmut Drs Amran Lamarang, Kasi Intel Kejari Bolmut Bayu, unsur TNI dan Polri serka SKPD terkait. (rendi)

Begini Penjelasan Kepala BPPKAD Bolmut Soal Pencairan Gaji 13

Sirajudin Lasena

ZONA BOLMUT – Pencairan gaji 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga kini masih menjadi teka-teki. Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian kapan pencairannya.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Sirajudin Lasena, mengatakan pihaknya hingga kini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. “Kita masih tunggu juknis dari Kemenkeu (Kementrian Keuangan),” katanya.

Ia mengungkapkan, gaji 13 ASN dipersiapkan menghadapi pendidikan anak pada tahun ajaran baru. “Jika sudah dicairkan, diharapkan agar digunakan dengan sebaik mungkin,” ungkapnya. (rendi)

Tahun Ajaran Baru, Siswa di Kotamobagu Masih Tetap Belajar dari Rumah

Rukmi Simbala

ZONA KOTAMOBAGU – Sistem belajar dari Rumah diprediksi masih akan terus berlangsung hingga tahun ajaran baru. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Rukmi Simbala, Selasa (7/7).

“Kami masih melakukan belajar dari rumah, sebab belum ada izin dari kementerian pendidikan untuk face to face di sekolah,” kata Rukmi.

Dirinya menjelaskan, untuk tahun ajaran baru masih akan menggunakan sistem daring dan luring, atau belajar dari rumah. “Kemungkinan masih sampai akhir tahun, tapi bisa jadi sampai tahun depan,” jelasnya.

Diungkapkannya, proses belajar mengajar secara tatap muka hanya berlaku untuk 6 persen Kabupaten/Kota se Indonesia yang masuk pada kategori zona Hijau. Contohnya seperti Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). “Kotamobagu belum masuk. Tetapi, kita bersiap untuk menghadapi tahun ajaran baru dengan meminta para kepala sekolah untuk segera menyusun jadwal kunjungan guru ke setiap siswa. Nantinya, setiap guru harus melaporkan kegiatannya ke Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Jika sudah memasuki era new normal, pihaknya juga tengah menyusun rencana program untuk pelaksanaan pembelajaran di sekolah yakni dengan system shift. “Ini baru pembahasan untuk menghadapi pandemi Covid-19 dengan menerapkan sistem shift. Nanti akan dibagi setiap kelas itu berapa siswanya, misalnya tiga puluh siswa, maka dibagi menjadi tiga shift. Namun, kami tetap merujuk pada petunjuk pusat seperti apa,” pungkasnya. (guf)

Perda RTRW Nomor 8 Tahun 2014 Direvisi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) wilayah Kotamobagu 2014 – 2034.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Zanti Arfa, menyampaikan dalam kajian pada tahun 2019 sudah menyusun peninjauan kembali mengenai RTRW tahun 2014. “Dalam hasil kajian RTRW tersebut terdapat poin-poin dimana data-data pendukung kajian didalam buku RTRW tahun 2014 sudah tidak sesuai dengan pedoman penyusunan RTRW yang baru sehingga perlu dilakukan revisi,” ujar Zanti, saat FGD di Aula Bappelitbangda, Selasa (7/7).

Selain itu kata Zanti, perlunya Revisi ini juga karena sudah tidak sesuainya lahan dan batas wilayah Kotamobagu yang berubah dari 68 Km² menjadi 108 Km² atau sekitar 40ribu hektar. Menurutnya, penyusunan RTRW ini juga sesuai dengan amanat UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dimana setiap Kabupaten/Kota diwajibkan untuk menyusun rencana Tata Ruang, mulai dari Rencana Tata Ruang Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Dimana setiap rencana tata ruang tersebut untuk setiap lima tahun dilakukan peninjauan kembali, seperti apakah pasal – pasal didalam Perda yang sudah ada mengalami perubahan atau tidak,” ujarnya.

“Revisi Perda RTRW ini juga boleh cuma dilakukan perubahan pasal yang nilainya kurang dari 85 persen. Tapi setelah dilakukan peninjauan kembali di Kotamobagu nilainya kurang dari 85 persen jadi diwajibkan adanya revisi RTRW,” ungkapnya. (guf)

Harmonisasi Ranperda, Setwan Kotamobagu Terima Kunjungan Kerja Kanwil Kemenkumham Sulut

Kabag Perundang-undangan, Syafruddin Abas dan Kabag Umum, Khaerudin Mamonto saat menerima kunjungan kerja Kanwil Kemenkumham Sulut.

ZONA KOTAMOBAGU – Sekretariat DPRD Kotamobagu menerima kunjungan kerja pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Utara (Sulut) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Senin (6/7).

Kepala Sub Bidang Fasilitasi Pembentukan Produk Hukum Daerah Kanwil Kemenkumham Sulut, Hendrik Siahaya, mengatakan kunjungan kerja tersebut dalam rangka koordinasi mengenai pembentukan peraturan daerah (Perda) terkait harmonisasi Ranperda.

“Karena di dalam perubahan undang-undang 15 yang baru tentang pembentukan hukum, jadi tahapan Perda itu sebelum di paripurnakan di DPRD harus diharmonisasikan dahulu. Jadi kedatangan kami ke sini sifatnya hanya koordinasi saja,” kata Siahaya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kotamobagu, Syarifuddin Abas, menjelaskan inti dari pertemuan dengan pihak Kanwil Kemenkumham Sulut tersebut, pastinya akan mengikuti sesuai peraturan perundang-undangan untuk disesuaikan dengan keharmonisan dalam pembentukan Ranperda.

“Tetapi kita akan mengikuti dan berkoordinasi dengan Kemenkumham dalam setiap pembentukan rancangan peraturan daerah, baik itu yang diusulkan eksekutif maupun yang merupakan menjadi inisiatif DPRD,” pungkas Abas. (guf)

Pemkot Pinjam Pakaikan Eks Kantor Bupati untuk Aktivitas Perkuliahan UDK

Wali Kota Tatong Bara bersama Bupati Bolmong Yasti Mokoagow dan Rektor UDK yang baru saat meninjau eks Kantor Bupati.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kotamobagu mendukung penuh Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) dengan meminjam pakaikan eks Kantor Bupati Bolaang Mongondow sebagai aktivitas perkuliahan.

Wali Kota Tatong Bara, mengatakan dengan pinjam pakai fasilitas ini diharapkan UDK dapat memulai dengan semangat baru dan energi baru untuk sarana perkuliahan dan kegiatan kampus. “Insya Allah ini akan menjadi tempat sementara untuk bisa dipakai dan digunakan untuk persiapan perencanaan yang lebih matang dan besar lagi,” ujar Wali Kota, Senin (6/7.

Menurut Wali Kota, intinya Pemerintah Daerah sangat mendukung kegiatan UDK, “kita semua berkeyakinan, dengan tekad dan semangat, agar bisa menjadikan UDK sebagai universitas besar dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat di BMR, sebagai tempat mendorong majunya sumber daya manusia kita,” ungkapnya. (guf)

Ini Harapan Wali Kota untuk Rektor UDK yang Baru Dilantik

Tatong Bara memberikan sambutan pada acara pelantikan rektor UDK yang baru.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara, menghadiri Pelantikan Rektor Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) periode 2020-2024, Dr Agus Supandi Soegoto SE M.Si, bertempat di Ballroom Hotel Sutanraja Kotamobagu, Senin (6/7).

Dalam sambutannya, Wali Kota menceritakan mengenai UDK yang saat itu sudah akan diturunkan status dari Universitas ke Institut. “Dengan berbagai persyaratan yang dituntut saat itu, saya dan seluruh pengurus pergi ke Makasar untuk melakukan lobi pada saat itu agar UDK yang satu-satunya Universitas di Kotamobagu tidak turun status sampai ke Institut,” ungkapnya.

Lanjutnya, sudah lama perjuangan ini agar ada perguruan tinggi yang baik di Bolaang Mongondow Raya. “Insya Allah dukungan dari semua pihak untuk UDK akan berjalan sebagaimana harapan semua pihak dan UDK ini akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya,” terangnya.

Menurutnya, kehadiran UDK sangat penting didukung oleh topangan dari Universitas Samratulangi dan Unicom yang sudah terjalin, “mudah-mudahan apa yang dibutuhkan oleh berbagai pihak akan menjadi sesuatu yang bisa dilahirkan oleh UDK,” jelasnya.

Wali Kota berharap agar Rektor UDK yang baru ini dapat memberikan warna yang baik dan bisa mencetak serta menghasilkan Putra – Puteri terbaik untuk dapat menyambut Kawasan Industri Mongondow (KIMong) yang nantinya bisa menyerap dan membutuhkan tenaga kerja karena akan ada 2000 investor yang akan masuk. “Oleh sebab itu, saya dan Bupati Bolaang Mongodow tentunya sangat mendukung Rektor dan seluruh Wakil Rektor UDK dan kami yakin bahwa UDK akan lebih maju kedepan dan menjadi universitas kebanggaan kita semua,” jelasnya.

Acara pelantikan yang digelar dengan protokol kesehatan covid-19 yang ketat, tampak dihadiri oleh Bupati Bolaang Mongondow, Forkopimda Kotamobagu, Sekretaris Daerah Kotamobagu, Kepala OPD Kotamobagu, Sangadi dan Lurah se-Kotamobagu. (*/guf)