Beranda blog Halaman 405

Berikut Data Terbaru ODP dan PDP di Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotamobagu merilis data terbaru perkembangan tentang program pencegahan dan pengendalian Covid-19, Senin (22/6).

Dalam konferensi pers di Aula Kantor Wali Kota, Juru bicara Gugus Tugas, dr Tanty Korompot, menyampaikan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini tengah dirawat dan sudah selesai masa pemantauan.

“Untuk ODP yaitu berjumlah 4 orang yang sudah diperiksa dan sedang dalam masa pemantauan selama 14 hari. Sedangkan yang selesai pemantauan yakni 164 orang. Jadi Total kumulatif ODP sampai dengan saat ini berjumlah 168 orang,” kata dr Tanty.

Untuk pasien PDP, kata dr Tanty, yang sekarang sedang dirawat di RSUD Kota Kotamobagu berjumlah 6 orang. “Bersama ini juga kami laporkan bahwa pasien dalam pengawasan yang sembuh dan selesai pemantauan ada 29 orang, sehingga jumlah kumulatif pasien dalam pengawasan adalah 35 orang,” sebutnya. (guf)

Bertambah 4 Kasus Baru, Ini Data dan Riwayat Kontak Pasien Terkonfirmasi Positif di Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu melalui Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 kembali mengumumkan data terbaru pasien terkonfirmasi positif, Senin (22/6).

“Untuk kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kotamobagu, sesuai yang telah dirilis oleh gugus tugas provinsi se malam, bahwa Kota Kotamobagu ketambahan 4 kasus baru dari 13 kasus yang sebelumnya. Dengan rincian, kasus ke-14 berjenis kelamin laki-laki usia 33 tahun merupakan kontak erat resiko tinggi dengan pelaku perjalanan dari zona merah dan transmisi lokal yaitu, Sulawesi Selatan. Yang bersangkutan merupakan tenaga kesehatan di salah satu faskes di Kotamobagu,” kata juru bicara Gugus Tugas, dr Tanty Korompot, saat konferensi pers di Aula Kantor Wali Kota.

Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan ini mengumumkan, untuk kasus ke-15 adalah perempuan berusia 27 tahun yang merupakan kontak erat resiko tinggi yang juga pelaku perjalanan dari zona merah yaitu Sulawesi Selatan. “Yang bersangkutan juga adalah salah satu tenaga kesehatan di faskes di Kotamobagu. Dan Untuk kasus ke-16 juga berjenis kelamin perempuan, usia 22 tahun berasal dari kelurahan Mongondow. Yang bersangkutan juga pelaku perjalanan dari zona merah dan transmisi lokal yaitu Sulawesi Selatan ke Kotamobagu. Dan kasus ke-16 ini menjadi induk dari kasus ke-14 dan kasus ke-15, sehingga menjadi 1 cluster dalam satu keluarga,” terang dr Tanty.

Sementara untuk kasus yang ke-17, dijelaskannya, pasien berjenis kelamin laki-laki, usia 39 tahun berasal dari Desa Moyag. “Yang bersangkutan adalah ODP disalah satu rumah sakit yang ada di Kota Manado yang merupakan hasil penjaringan dari Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara,” jelasnya.

Dengan adanya ketambahan kasus yang baru ini, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panik tetapi tetap waspada dalam menjalan apa yang disarankan oleh pemerintah dan juga mematuhi protokol kesehatan. “Tetap Gunakan masker jika ada urusan penting di luar rumah, selalu cuci tangan dengan menggunakan sabun di air yang mengalir, selalu jaga jarak serta selalu berpikiran positif di luar dan dalam rumah,” imbaunya. (guf)

2 Pasien Terkonfirmasi Positif Berasal dari Kotobangon dan Pontodon

Gugus Tugas Pemkot Kotamobagu mengumumkan data terbaru perkembangan Covid-19.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kembali mengumumkan data terbaru pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Jumat (19/6).

“Hari ini, sesuai hasil rilis gugus tugas Provinsi Sulut, Kotamobagu ketambahan dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien nomor 12, perempuan umur 65 tahun asal Kotobangon kontak erat dengan pasien nomor 11. Pasien nomor 13, perempuan 32 tahun asal Pontodon kontak erat dengan pasien nomor 11,” kata juru bicara gugus tugas Covid-19, dr Tanty Korompot saat konferensi pers di Aula Kantor wali kota.

Dengan ketambahan dua pasien positif Covid-19, jumlah akumulatif pasien positif asal Kotamobagu berjumlah 4 pasien. Saat ini kedua pasien sedang menjalani perawatan di RSUD Kotamobagu. Sementara 2 pasien sebelumnya, masing-masing dirawat di RSUD Datoe Binangkang dan RSUP Kandou Manado. “Tim surveilans Dinas Kesehatan Kotamobagu saat ini akan melakukan tracking dari semua pasien positif yang baru,” terang dr Tanty. (guf)

Zaini Taleba, Polisi Bolmut Pencipta Lagu Corona yang Viral

Zaini Taleba

WABAH covid 19 atau corona yang melanda dunia dan Indonesia khususnya, sangat berdampak terhadap semua aspek kehidupan. Tak hanya dunia kesehatan yang kalang-kabut menangani pasien, ekonomi pun dibuat tak berdaya oleh corona.

Kondisi ini di satu sisi membuat masyarakat semakin takut akan tertular virus corona sehingga memilih berdiam di rumah. Sementara di sisi lain mereka juga cemas dengan masalah keuangan, pekerjaan dan masa depan mereka. Akibatnya, banyak orang menjadi bingung, stres dan frustasi karena sulit memilih antara stay at home atau beraktivitas seperti biasa.

Melihat situasi ini beragam cara dilakukan orang untuk mengekspresikan kepedulian dan keprihatinannya. Di Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara misalnya, seorang anggota polisi bernama Zaini Taleba (32) menciptakan lagu “Selamatkan Kami dari Corona” sebagai bentuk keprihatinannya terhadap wabah virus ini.

Lagu yang juga dinyanyikan sendiri oleh polisi berpangkat bripka ini merupakan ekspresi kegundahan Zaini melihat kondisi masyarakat yang terdampak corona. Rupanya pengalaman sebagai anggota Polsek Bintauna yang terlibat langsung dalam pengamanan dan sosialisasi covid 19 telah menginspirasi suami dari Tutyanti Hasan ini.

Ya, Zaini gundah melihat aktivitas masyarakat Bolmut yang sebelumnya ramai namun sejak wabah corona melanda mendadak jadi sepi. Sekolah dan kantor ditutup, pasar dibatasi, masyarakat jadi cemas, stres dan frustasi.

“Ada dorongan yang sangat kuat untuk berbuat sesuatu. Dan kebetulan saya memiliki sedikit kemampuan menciptakan lagu, maka lewat lirik lagu saya coba menyampaikan pesan tentang virus corona ’” ujar Zaini merendah.

Lewat lagu “Selamatkan Kami dari Corona” ayah dari Hasbi Restu Dg Taleba, Anindia Fauzia Dg Taleba dan Arraji Rayan ini menyampaikan pesan bahwa sesungguhnya kekuasaan Allah itu di atas segala-galanya. Artinya, corona bisa ada di Indonesia dan di belahan dunia lain atas izin Allah. Karenanya, hanya dengan bertobat dan memohon ampunan kepada-Nya kita akan terbebas dari Corona.

Namun, jika dimaknai lebih dalam lirik lagu “Selamatkan Kami dari Corona” mengandung tiga pesan utama, yakni penyesalan, ampunan dan doa. Lewat lagu ini Zaini ingin mengajak kita semua untuk menakar timbangan amal kebaikan kita masing-masing, kemudian memohon ampun atas segala salah dan dosa yang telah kita perbuat,  sembari memanjatkan doa kepada sang pemilik alam semesta agar kita diselamatkan dari wabah virus corona ini.

Video lagu “Selamatkan Kami dari Corona “ yang dinyanyikan Bripka Zaini Taleba saat ini tengah viral di media sosial facebook dan youtube. Salah satunya yang diunggah di https://www.youtube.com/watch?v=nxXr1LFZCbk  hingga hari ini sudah ditonton sebanyak 2.788 kali. (*)

Wali Kota Tunjuk Dua Pejabat Plt Kadis PUPR dan PRKP

Wali Kota Tatong Bara saat menyerahkan surat perintah Plt Kepala Dinas PUPR kepada Claudy Emba Mokodongan.

ZONA KOTAMOBAGU – Selain melantik 169 pejabat struktural dan fungsional, Wali Kota Tatong Bara dan wakil Wali Kota Nayodo Koerinawan juga menyerahkan Surat Perintah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Jumat (19/6).

Surat Perintah tersebut, diserahkan Wali Kota kepada Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Claudy Mokodongan untuk merangkap jabatan sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala PUPR menggantikan Sande Dodo yang kini menjabat Sekretaris Daerah Kotamobagu.

Selain itu, Chelsia Paputungan yang merupakan Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kotamobagu turut menerima Surat Perintah menjabat Plt Kepala Dinas PRKP menggantikan Imran Amon yang sudah memasuki masa pensiun.

Wali Kota berharap agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. “Saya atas nama pemerintah melantik saudara-saudara dalam jabatan baru. Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan tanggung jawab,” pungkasnya.

Acara yang digelar berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19. Turut hadir dalam pelantikan, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag dan Sekretaris Daerah, Sande Dodo. (guf)

TBNK Lantik 169 Pejabat Struktural dan Fungsional, Berikut Nama-namanya

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan (TBNK) kembali melakukan penyegaran kabinet dengan menggelar rolling dan melantik 169 pejabat struktural dan fungsional, Jumat (19/6).

Pelantikan yang dilaksanakan di dua tempat yakni di Aula Rumah Dinas Walikota dan Aula Kantor Wali Kota, dipimpin langsung Wali Kota Tatong Bara.

Wali Kota berharap pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab. “Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ujar Walikota.

Acara pelantikan berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Turut hadir dalam pelantikan, Wakil Walikota Nayodo Koerniawan, Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag dan Sekretaris Daerah, Sande Dodo. (guf)

Berikut Nama-nama Pejabat beserta jabatannya : Klik Disini

Soup Buah Dessert Mom Chils Bikin Ketagihan

ZONA KOTAMOBAGU – Usaha kuliner rumahan saat ini menjadi salah satu bisnis yang banyak diminati sejumlah warga Kota Kotamobagu. Selain praktis karena tidak membutuhkan tempat usaha yang besar, pemasarannya pun cukup dengan memanfaatkan media sosial.

Seperti usaha kuliner yang digeluti Sitti Hardianti Potabuga, warga Kelurahan Mongkonai Barat. Ditangannya paduan buah yang terdiri kelapa muda, alfokad, nangka, pepaya, melon, natadecoco ditambah sirup leci dan susu full cream, diolah menjadi sebuah menu dessert yang manis dan segar, sehingga cocok dinikmati dalam berbagai suasana.

Tak heran jika menu sejenis soup buah yang diberi label dessert Mom Chils ini, banyak diminati warga Kota Kotamobagu dan sekitarnya.

Ditemui disela kesibukannya Sitti sapaan akrabnya menceritakan awal mula dirinya mulai tertarik menjalankan usaha di bidang kuliner ini. “Awal mulanya, dessert ini saya buat hanya untuk konsumsi pribadi. Nah, bertepatan waktu itu bulan ramadhan, saya membuat lebih untuk coba dipasarkan sebagai takjil menu buka puasa. Alhamdulillah, respon dari konsumen sangat baik, sehingga semuanya ludes terjual,” cerita Sitti.

Lebih lanjut menurutnya, seiring waktu dengan makin banyaknya peminat, ia mengaku dalam sepekan bisa 3 hingga 4 kali membuat dessert tersebut guna memenuhi permintaan konsumen. “Selain itu, ada juga yang khusus memesan dalam jumlah banyak untuk kebutuhan menu pada sebuah acara atau hajatan. Dalam sekali membuat itu, 30 hingga 50 porsi,” ungkapnya.

Untuk pemasarannya sendiri lanjut Ibu satu anak ini, masih melalui media sosial, bisa juga langsung mengunjungi tempat usahanya yang beralamat di belakang SPMA Kelurahan Mongkonai Barat. “Untuk satu porsinya saya jual 20 ribu rupiah saja. Jika berminat bisa menghubungi kami via WhatsApp di nomor 0822-7166-3330,” pungkasnya. (*/guf)

17 Masjid dan 1 Gereja Sudah Bisa Melaksanakan Peribadatan

ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot melalui Bagian Kesejahteran Rakyat (Kesra) yang membidangi kegiatan keagamaan, merilis nama-nama tempat ibadah di Kota Kotamobagu yang sudah bisa melaksanakan aktifitas peribadatan.

Kepala Bagian Kesra, Deddy Mamonto, mengatakan bahwa Tim Verifikasi Tempat Ibadah Pemkot Kotamobagu, sudah selesai melaksanakan verifikasi tempat ibadah di 30 Masjid dan 1 Gereja yang ada di Kotamobagu.

“Dari hasil verifikasi sementara, ada 17 masjid dan 1 gereja yang sudah bisa melaksanakan kegiatan peribadatan. Ini dinilai dari kesiapan tempat ibadah seperti pengaturan jarak di dalam tempat ibadah, menyiapkan desinfektan di tempat ibadah, adanya tempat cuci tangan dan sabun cair, ada alat pengukur suhu tubuh, adanya himbauan seperti spanduk mengenai protokol kesehatan di areal rumah ibadah, pengaturan pintu masuk dan keluar serta tidak menggunakan karpet untuk masjid. Tentunya kegiatan peribadatan ini wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan berdasarkan surat edaran wali kota beberapa waktu lalu,” ucap Deddy, Kamis (18/6).

Ia menambahkan, sampai saat ini tim yang diketuai langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu, dr Tanty Korompot, MM.Kes tersebut, masih akan terus melakukan verifikasi lanjutan.

“Kita targetkan sampai pekan depan semua tempat ibadah sudah selesai diverifikasi dan sudah bisa melaksanakan kegiatan peribadatan seperti biasanya. Kami harapkan juga, adanya kepedulian dari pengurus tempat ibadah untuk mempersiapkan semua protokol kesehatan yang sudah disampaikan,” jelas Deddy. (*/guf)

DATA TEMPAT IBADAH YANG SUDAH SELESAI DIVERIFIKASI

1. Masjid An Nur, Desa Pontodon
2. Masjid Anna Elfira, Desa Pontodon
3. Masjid Ar Rahma, Desa Pontodon
4. Gereja Sion, Desa Pontodon
5. Masjid Al Ikhlas, Desa Tabang
6. Masjid Darussalam, Kelurahan Motoboi Kecil
7. Masjid Istiqlal, Kelurahan Motoboi Kecil
8. Masjid Al Kautsar, Kelurahan Motoboi Kecil
9. Masjid AL Fath, Kelurahan Motoboi Kecil
10. Masjid At Tauhid, Kelurahan Motoboi Kecil
11. Masjid Al Wukuf, Kelurahan Motoboi Kecil
12. Masjid As Salam, Kelurahan Motoboi Kecil
13. Masjid Al Munawar, Kelurahan Molinow
14. Masjid Al Ihklas, Kelurahan Genggulang
15. Masjid An Namira, Kelurahan Genggulang
16. Masjid An Nur, Kelurahan Genggulang
17. Masjid At Tawab, Kelurahan Genggulang
18. Masjid Arofah, Kelurahan Genggulang

Beras Medium Layak Konsumsi, Sarida: Kita Ambil dari Bulog

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memberikan penjelasan terkait adanya Informasi yang berkembang tentang pengadaan bantuan beras jenis medium bagi warga yang terdampak Covid-19.

Kepala Dinas Sosial, Sarida Mokoginta , menjelaskan bantuan beras jenis medium ini sudah disiapkan sejak awal. Menurutnya, beras tersebut layak dikonsumsi karena diambil dari Bulog milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Perencanaannya seperti itu, kita tidak tau Covid ini sampai kapan dan anggaran yang kita butuh sudah direncanakan seperti itu. Beras yang kami siapkan ini layak dikonsumsi, karena diambil dari Bulog yang tidak lain adalah BUMN. Kalaupun tidak layak dikonsumsi Pemerintah tidak akan menyiapkan,” terang Sarida, Kamis (18/6).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Piter Suli, juga menjelaskan soal bantuan beras tersebut. Menurutnya, jenis beras yang disiapkan oleh DKP dan Dinsos tidak ada masalah. “Adapun perbedaan jenis beras yang disiapkan oleh DKP dan Dinsos itu tidak ada masalah karena sama-sama layak dikonsumsi. Beras yang kami siapkan ini sudah direncanakan sebelum ada Covid-19 dan setiap tahun seperti itu. Jenisnya juga sudah premium, karena diperencanaannya sudah seperti itu,” ungkap Piter. (guf)

SKB CPNS 2019 Tunggu Petunjuk BKN

Alfi Syahrin Rustam

ZONA KOTAMOBAGU – Jadwal pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 20019, masih menunggu surat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kotamobagu melalui Kasubid Pengadaan dan Pemberhentian, Alfi Syahrin Rustam. “Masih menunggu surat dari BKN Pusat,” kata Alfi.

Lanjutnya, meski ada keterlambatan karena adanya pandemi, tes SKB akan tetap dilaksanakan pada tahun 2020 ini. “Keterlambatannya hanya karena adanya Covid-19. Tapi diupayakan SKB itu selesai di tahun ini, bisa saja antara Agustus atau September, setelah Sekolah Kedinasan,” ujarnya.

Dijelaskannya, dari jumlah peserta yang dinyatakan memenuhi nilai ambang batas atau passing grade pada tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), hanya sebagian yang nantinya akan mengikuti tes SKB. “Jumlah yang passing grade CPNS Kota Kotamobagu pada tes SKD sebanyak 601 orang. Setelah melakukan rekonsiliasi dengan BKN pusat, hanya 362 peserta yang bisa mengikuti SKB,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah tersebut sesuai formasi jabatan yang diterima. “Untuk 1 formasi diambil 3 peserta yang passing grade, sesuai rangking dalam formasi itu,” tambahnya.

Diinformasikan, pelaksanaan tes SKB CPNS 2019 harusnya sudah digelar sejak 25 Maret 2020, tapi ditunda karena virus Corona atau covid-19. (guf)