Beranda blog Halaman 410

Percepat Penyaluran BLT Dana Desa, Menteri Desa PDTT Apresiasi Pemkot Kotamobagu


ZONA KOTAMOBAGU –
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas komitmen dan kerja keras saudara dalam mempercepat penyaluran BLT dana desa,” kata Menteri Desa PDTT, Abdul Ilham Iskandar melalui surat nomor: 1782/PRI.00/V/2020 yang ditujukan kepada Wali Kota Kotamobagu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Usmar Mamonto, mengatakan berkat komitmen dan kepedulian pimpinan daerah Wali Kota Tatong Bara dalam percepatan penanganan Covid-19, BLT Dana Desa Kota Kotamobagu sudah tersalur 100 persen. “Alhamdulillah penyaluran bantuan saat ini sudah sampai dengan tahap dua. Sebanyak 894 kepala keluarga penerima sudah menerima BLT dana desa berdasarkan mekanisme Permendes nomor 6 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa dan surat edaran KPK terutama yang terdampak Covid-19,” ujar Usmar.

Seperti diketahui, berdasarkan peraturan Menteri Desa PDTT, nomor 6 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan Menteri Desa PDTT nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2020, sesuai pasal 8A setiap desa harus menganggarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada kelompok penerima manfaat sesuai ketentuan. (guf)

Anggaran Pembangunan Gedung Command Center Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

Ahmad Yani Umar

ZONA KOTAMOBAGU – Pembangunan gedung Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun ini ditunda akibat pandemi Covid-19.

Kepala Diskominfo, Ahmad Yani Umar mengatakan, dana pembangunan gedung Command Center yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 sebesar Rp 700 juta, telah dialihkan untuk penanganan virus Corona. “Anggarannya digeser untuk penanganan Covid-19. Jadi pembangunannya ditunda tahun depan. Itu juga akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Kalau covid ini sudah tidak ada,” kata Yani.

Ia menjelaskan, jika tidak ada pandemi pengerjaan command center yang direncanakan akan dibangun di salah satu ruangan Diskominfo itu, sudah dilaksanakan. “Semua sudah siap. Tinggal pelaksanaan. Tapi masih tertunda karena Covid,” jelasnya.

Menurutnya, dana sebesar ratusan juta itu selain untuk gedung command center, juga untuk pengadaan fasilitas perlengkapan pendukung lainnya. Tujuan pembangunan gedung ini untuk menyempurnakan pelayanan publik secara cepat dan efektif. (guf)

Putus Rantai Siklus Kemiskinan dan Kekerdilan, Pemkab Bolmut Gelar Rembung Stunting Online

Rembuk stunting online yang dilaksanakan Pemkab Bolmut di ruang rapat Dinas Kesehatan.

ZONA BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong Utara (Bolmut) menggelar rembuk stunting online tingkat Kabupaten Tahun 2020. Kegiatan itu dilaksanakan melalui Video Conference (Vicon) di ruang rapat Dinas Kesehatan (Dinkes), Kamis (4/6).

Sekertaris Daerah (Sekda) Dr Drs Hi Asripan Nani MSi yang mewakili Bupati Drs Hi Depri Pontoh, saat membuka kegiatan itu menyampaikan, berdasarkan pemantauan status gizi tahun 2016, prevalensi stunting di Bolmut sebesar 43,80 persen. Kemudian turun di tahun 2017 menjadi 36,80 persen, selanjutnya data riset kesehatan daerah menyebutkan bahwa tahun 2019 prevalensi stunting di Kabupaten Bolmut berhasil turun diangka 15,30 persen.

“Dengan melihat data-data itu, maka bukan tidak mungkin pemerintah daerah akan mencapai target stunting pada RPJMD, yakni pada angka 10 persen serta mendukung target stunting pemerintah pada RPJMN Tahun 2020-2024 yaitu 19 persen,” kata Sekda.

“Sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam upaya memutus mata rantai siklus kemiskinan dan kekerdilan di Kabupaten Bolmut, maka dilaksanakan rembuk stunting online pada hari ini dengan berpedoman pada surat Menteri Dalam Negeri RI nomor :440/2159/Bangsa perihal pelaksanaan rembuk stunting pada kondisi pandemi Covid-19,” sambungnya.

Rembuk stunting ini merupakan tahapan aksi ketiga dari delapan aksi konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Bolmut. Pada aksi pertama, telah ditentukan dan disepakati lotus desa-desa yang menjadi fokus penanggulangan stunting tahun 2021. Sedangkan di aksi kedua, disepakati program, kegiatan dan pendanaan terhadap 16 desa lokus stunting tahun 2021. (rendi)

Berikut 16 Desa Lokus Stunting di Kabupaten Bolmut Tahun 2021:

Desa Apeng Sembeka

Desa Sang Tombolang

Desa Sompiro

Desa Bintauna Pantai

Desa Biontong

Desa Biontong Satu

Desa Binjeita

Desa Binjeita satu

Desa Biontong dua

Desa Binuanga

Desa Mokoditek

Desa Saleo Satu

Desa Ollot dua

Desa Paku Selatan

Desa Bigo

Desa Tuntung Timur

Soal Pembukaan Kembali Rumah Ibadah, Pemkot Rapat Bersama Lurah-Sangadi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan rapat koordinasi bersama lurah dan sangadi dalam rangka pelaksanaan pengaktifan kembali rumah ibadah berdasarkan surat edaran Menteri Agama, bertempat di Aula Kantor Wali Kota, Kamis (4/6).

Asisten I, Teddy Makalalag, mengatakan pelaksanaan pengaktifan kembali rumah ibadah di wilayah Kota Kotamobagu tetap menunggu Surat Edaran Wali Kota selaku ketua gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Seluruh pelaksanaan ibadah mulai dari masjid, gereja pura dan tempat ibadah lainnya masih menunggu surat edaran wali kota selaku ketua gugus sesuai dengan edaran Menteri Agama,” kata Teddy.

Lanjutnya, dalam pengaktifan kembali rumah ibadah, pihaknya sudah menyusun format untuk pelaksanaan di lapangan. “Dalam pertemuan awal bersama lurah dan sangadi kita sudah menyusun langkah-langkah serta persiapan dalam rangka pembukaan kembali tempat ibadah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pertemuan ini agar lurah dan sangadi sudah mengetahui lebih dahulu, minimal jauh sebelumnya mereka sudah mulai mempersiapkan sesuai apa yang disyaratkan dalam pembukaan kembali rumah ibadah. “Karena nantinya ada mekanisme yang akan mengatur terkait protokol kesehatan dalam pembukaan kembali rumah ibadah serta pelaksanaanya. Di dalam lampiran edaran menteri agama ada syarat yang harus dilaksanakan seperti masjid harus steril dari Covid-19, begitu juga gereja dan tempat ibadah lainnya. Jika syarat dan ketentuan mereka (lurah-sangadi) sudah penuhi, kemudian gugus tugas akan kembali meninjau tempat ibadah apakah sudah memenuhi standar protokol kesehatan atau belum,” pungkasnya. (guf)

Penuhi Kebutuhan Penikmat Kopi, Antero Coffee Sediakan Layanan Delivery Order

ZONA KOTAMOBAGU – Kopi merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Sejak dulu hingga sekarang, minuman yang satu ini memang tetap menjadi primadona. Para penikmat kopi di Indonesia pun semakin hari semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan semakin menjamurnya bisnis kedai kopi atau coffee shop di berbagai kota.

Saat ini bisnis kedai kopi atau coffee shop menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan berkembangnya trend minum kopi di kedai kopi atau biasa disebut nongkrong.

Seperti halnya dengan kedai Antero Coffee yang terletak di Jalan Merdeka, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur. Kedai coffee milik Fatra Wonggo ini diketahui sudah beroperasi sejak dua tahun silam.

Menurut Fatra, penikmat kopi di Kota Kotamobagu setiap tahunnya kian meningkat. Hal inilah yang mendorong Fatra untuk mendirikan kedai coffee disamping kediamannya. “Selama masa pandemi covid-19, kami juga menyediakan konsep pesan antar atau delivery order. Nah, hal ini agar kita bisa memenuhi kebutuhan penikmat kopi yang tetap beraktifitas dari rumah, dikarenakan himbauan pemerintah untuk tetap menerapkan pola physical distancing,” ucap Fatra.

Dijelaskannya, ia juga melakukan kerjasama dengan pelaku industri kopi untuk memproduksi bahan baku. Hal ini untuk tetap menjaga sinergitas antar pelaku industri bahan baku kedai kopi yang semua proses produksinya tersendat akibat pandemi covid-19.

“Saat ini, kami menggunakan bahan baku kopi Modayag. Sebab, kopi modayag ini memiliki cita rasa khas. Nah, untuk project kedepan kita juga akan menggandeng beberapa industri kopi se BMR yang juga memiliki rasa khas,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, selain memuaskan hobby pribadi sebagai pecinta kopi, berbisnis lewat kedai kopi ini dapat memberikan keuntungan melimpah. “Alhamdulillah keuntungannya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saya bersama satu karyawan. Pun, jika masa pandemi covid-19 masih akan berlanjut, pelanggan atau penikmat kopi di Antero Coffee agar dapat memesan di nomor Telepon/Whatsapp 081245710003.” Pungkasnya. (guf)

Dirut RSUD: Pemulangan Pasien Sembuh Sesuai Prosedur Penanganan Covid-19

dr Eka Budiyanti

ZONA KOTAMOBAGU – Sejumlah masyarakat Kotamobagu bertanya-tanya terkait bagaimana proses pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan bisa diperbolehkan pulang. Ini dikarenakan saat adanya pengumuman tiga pasien terakhir, Senin (1/6) lalu, ada dugaan miss komunikasi antara pengumuman gugus tugas Provinsi Sulut dengan RSUD Kotamobagu.

Dirut RSUD Kotamobagu dr Eka Budiyarti menegaskan jika pengeluaran pasien Covid-19 yang sembuh sudah sesuai prosedur. “Prosedur awal pengumuman terkait pasien Covid-19 adalah diumumkan secara nasional, kemudian disusul provinsi. Setelah itu baru kami dari kabupaten/kota mengumumkannya. Itu juga berlaku bagi pasien yang sembuh. Untuk pemulangan covid-19 adalah setelah ada petunjuk dari provinsi bahwa hasil swab 2 kali negative, maka kami baru bisa memulangkan yang bersangkutan,” kata dr Eka.

Soal adanya dugaan miss komunikasi tiga pasien terakhir Covid-19 di RSUD Kotamobagu, dr Eka menyebutkan jika dirinya ikut prosedur yang telah ditetapkan. “Data yang dikeluarkan provinsi saat konfrensi pers, ada 2 orang yang dinyatakan sembuh. Dan data yang dikirimkan ke RSUD Kotamobagu juga 2 pasien yang sembuh. Namun yang diumumkan provinsi adalah pasien umur 30-an dan 44 tahun, tapi yang dikirimkan data ke kami adalah pasien yang sama-sama umur 30an tahun. Untuk umur 40an belum terkonfirmasi sembuh.
Kami kemudian melakukan konfirmasi ke propinsi soal data mana yang benar, apakah data yang diumumkan provinsi atau data yang diterima kami dalam bentuk hasil swab pasien. Ternyata mereka (dari provinsi) menerangkan jika yang benar adalah hasil lab yang dikirimkan ke RSUD Kotamobagu,” jelasnya.

Atas dasar itu, akhirnya pihak RSUD Kotamobagu memulangkan 2 pasien yang berumur 30-an tersebut Senin (1/6) siang, sesuai hasil laboratorium yang diterima. Namun setelah memulangkan 2 pasien tersebut, RSUD Kotamobagu kembali berkoordinasi dengan tim gugus tugas Provinsi, terkait satu pasien yang telah diumumkan sembuh, yakni pasien yang berusia 44 tahun.

“Kami minta data hasil laboratorium pasien yang berumur 44 tahun tersebut. Dan akhirnya kami menerima hasil swab sekitar pukul 20.00, Senin malam. Maka dari itu, pasien tersebut dipulangkan malam. Pihak keluarga meminta untuk menjemput yang bersangkutan dan kami mempersilahkan karena hasil swab telah menyatakan bahwa yang bersangkutan negative saat swab ke-3 dan 4,” ungkap dr Eka sambil menegaskan jika kepulangan pasien tersebut tidak ada tekanan dari pihak manapun seperti yang beredar di medsos.

“Kami pulangkan karena memang prosedurnya seperti itu. Jika hasil swab 2 kali negative maka baru bisa dipulangkan,” sambungnya.

Seperti diketahui, 9 pasien Covid-19 di Kotamobagu telah dinyatakan sembuh. Kini masih ada satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 namun pasien tersebut dirawat di RSUD Datoe Binangkang.(*)

Sekda Bolmut Mengikuti Vicon Bersama KASN

ZONA BOLMUT — Sekertaris Daerah (Sekda), Dr Drs Hi Asripan Nani MSi mengikuti Video Conference (Vicon) bersama Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Rabu (3/6), sehubungan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024, sistem merit ditetapkan sebagai program prioritas nasonal yang harus dilaksanakan oleh kementrian/lembaga dan daerah. Kegiatan itu dilaksanakan di ruang kerja Sekda.

Terkait dengan Video Conference (Vicon) tersebut membahas dalam rangka audiensi nasional tentang kebijakan penerapan sistem merit dalam manajemen Aperatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan instansi Pemerintah di pusat dan daerah.

Turut Hadir Kepala Badan BKPP Bolmut Khristanto Nani SSTP, serta pejabat adimistrator terkait. (rendi)

Ciptakan Furniture Murah dan Unik, Warga Bilalang I Ini Raup Pendapatan Lebih

ZONA KOTAMOBAGU – Fitra Mokoginta warga Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, mampu meraup pendapatan lebih berkat keterampilannya mengasah material kayu dan besi menjadi furniture atau perlengkapan rumah dan kantor yang unik dan murah. Dari hasil kerajinan tangannya membuat rak bunga, meja dan berbagai model perlengkapan rumah, Fitra mengaku mendapatkan penghasilan mencapai jutaan rupiah.

Fitra mengungkapkan, awalnya hanya membuat rak bunga untuk dipakai di rumah, namun setelah di-upload ke Media Sosial (Medsos), dirinya mengaku mendapatkan pesanan. Ada pun pemesan ini datang dari wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). “Awalnya hanya untuk dibuat untuk di rumah. Tapi, setelah di-upload ke facebook, ada sejumlah masyarakat tertarik dan memesan. Jadi, saya dan keluarga saya membuatkan pesanan itu, dan mengantarkan langsung ke rumah pemesan,” ungkap Fitra.

Dari usaha yang baru digeluti sebulan ini, dirinya mengaku sudah bisa mengantongi jutaan rupiah perharinya. Pendapatan itu didapatkan dari hasil menjual rak bunga dengan harga yang bervariasi. “Dalam sehari pernah mengantar 4 pesanan rak bunga yang terbuat dari kayu. Rak bunga itu bisa menampung empat pot bunga, dan bisa diletakkan dalam rumah sebagai hiasan. Ada rak bunga yang harga Rp250 ribu, ada juga yang Rp400.000. Harganya sesuai dengan model yang dimintakan pemesan. Kalau menggunakan kayu kualitas bagus, memakan banyak material kayu, cat dan keterampilan khusus maka harganya sedikit mahal,” tambah Fitra.

Ke depan, dirinya akan melakukan beberapa inovasi untuk menciptakan rak bunga yang lebih unik. Dimana, akan ditambah dengan sentuhan gambar di setiap bilik penempatan pot. “Supaya lebih menarik, kita akan tambah material berupa tripleks untuk menaruh gambar. Bisa gambar kartun, atau pun gambar yang dimintakan pemesan. Ini agar rak bunga lebih kelihatan unik,” tutur Fitra. (guf)

Rencana Penerapan New Normal Life Dalam Dunia Pendidikan, DPRD Panggil Dinas Pendidikan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan mengenai rencana penerapan new normal life untuk dalam dunia pendidikan di Kota Kotamobagu. Kegiatan itu dilaksanakan di ruang rapat Banmus, Rabu (3/6).

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi II Jusran Mokolanut didampingi Wakil Ketua DPRD Herdy Korompot, Ketua Komisi I Agus Suprijhanta dan Ketua Komisi III Royek Kasenda.

“Tujuan rapat ini adalah untuk memastikan kesiapan Dinas Pendidikan menghadapi new normal life dalam dunia pendidikan. Itu harus dilakukan secara konsepsional dan tehnis sesuai prosedur yang ada,” kata Ketua Komisi II, Jusran Mokolanut.

“SOP – nya bagaimana bila sudah diberlakukan New Normal Life, kesiapan infrastruktur sekolah sesuai dengan prosedur, dan model pembelajarannya seperti apa serta dukungan anggarannya harus jelas, dan terakhir adannya regulasi atau Perwali,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III Royke Kasenda, mengatakan Dinas Pendidikan harus melakukan persiapan yang matang jelang penerapan new normal life. “Perlu ada persiapan yang matarang, perancangan serta evaluasi sebelum penerapannya. Ini pending guna menghindari penularan Covid-19,” ujarnya. (guf)

Gugus Tugas Mulai Persiapkan Tim Pemakaman Jenazah Covid-19

dr Tanty Korompot

ZONA KOTAMOBAGU – Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pemkot Kotamobagu, saat ini tengah mempersiapkan tim pemakaman jenazah Covid-19. Hal ini diutarakan juru bicara gugus tugas, dr Tanty Korompot, kepada awak media baru-baru ini.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan pembentukan tim pemakaman jenazah yang meninggal karena Covid-19. Jika sudah lengkap tinggal diterbitkan Surat Keputusan dari Wali Kota,” kata dr Tanty.

Untuk tim pemakaman jenazah covid-19, dr Tanty yang juga Kepala Dinas Kesehatan ini mengatakan, pembentukan akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Puskesmas, pihak Kecamatan serta Desa dan Kelurahan yang ada di Kotamobagu.

“Jadi tim pemakaman dibawah kendali pihak Kecamatan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai dengan prosedur,” pungkas dr Tanty. (guf)