ZONA KOTAMOBAGU — Masih adanya warga penerima yang mengeluhkan bantuan beras yang diterima karena tidak layak konsumsi sebagaimana pemberitaan di salah satu stasiun TV, langsung direspon Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kotamobagu.
Menurut Kepala Dinsos, Sarida Mokoginta, dua warga Desa Poyowa Besar 1 yang mengeluhkan beras yang diterimanya telah ditindaklanjuti Dinsos selaku instansi teknis yang mengawasi penyaluran bantuan bersama pihak penyedia dengan mengganti beras yang dikeluhkan. “Setelah berkoordinasi dengan perangkat desa, kami sebagai instansi teknis yang mengawasi penyaluran bersama penyedia langsung mengganti beras dari kedua warga Poyowa Besar I tersebut,” ucap Sarida.
Dalam data yang diterima dari pihak desa terkait laporan masyarakat yang mengeluhkan beras yang diterima, nama kedua warga Poyowa Besar tersebut tidak tercantum dalam laporan. “Sejak laporan keluhan beras ini kami terima pada Kamis lalu, Dinsos bersama penyedia langsung turun lapangan berkoordinasi dengan camat dan sangadi untuk melakukan pendataan dan meminta agar pihak desa segera menyampaikan laporan ke Dinsos untuk penggantian beras. Hingga hari Minggu tadi, nama kedua warga tersebut tidak ada dalam data laporan yang dikirimkan pihak desa, sehingga belum dilakukan penggantian,” ucapnya.
Padahal menurut Sarida, sejak awal pihaknya telah meminta agar para kepala desa yang warganya berkeberatan atas beras bantuan yang disalurkan dan berkeinginan untuk mengganti berasnya agar segera dilaporkan ke pihak Dinsos untuk dilakukan penggantian. “Sejak awal memang itu yang kami lakukan. Kami meminta pihak desa agar segera mendata dan melaporkan ke kami jika ada warga penerima yang akan mengganti beras mereka, karena pihak penyedia akan mengganti beras tersebut,” ungkap Sarida.
Lebih lanjut menurut Sarida, apabila masih ada laporan dari aparat desa dan kelurahan terkait keluhan masyarakat terhadap beras bantuan yang telah disalurkan, Dinsos telah meminta pihak penyedia untuk melakukan penggantian. “Hingga hari ini, kami masih tetap menunggu laporan dari pihak desa jika masih ada warga penerima bantuan yang mengeluh atas beras yang diterimanya. Jika masih ada kami akan meminta pihak penyedia untuk menggantinya,” pungkas Sarida. (guf)



ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara menerima kunjungan kerja Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut), Chandra Nurcahyo, bertempat di Rumah Dinas Walikota, Jumat (12/6).
ZONA KOTAMOBAGU – Sebanyak 51 penyandang disabilitas sensorik netra yang terdampak Covid-19 mendapat bantuan sembako dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial, yang diserahkan langsung Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Kamis (11/6) kemarin.
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan (TB-NK), menyerahkan langsung bantuan Sembako kepada masyarakat dalam rangka penanganan dampak pandemi covid-19 di sejumlah desa dan kelurahan. Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara menyampaikan pesan dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bahwa seluruh daerah se Sulawesi Utara harus berjuang sama-sama untuk melawan covid-19.
PEMERINTAH Kotamobagu memberikan bantuan stimulan kepada 107 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan total anggaran sekitar Rp2 miliar yang tersebar di 8 desa dan kelurahan di Kecamatan Kotamobagu Selatan dan Kecamatan Kotamobagu Timur. Kegiatan tersebut digelar di Aula rumah dinas Wali Kota, Kamis (11/6) pagi.
Wali kota Tatong Bara, mengatakan dana yang diberikan kepada KUBE itu untuk pergerakan ekonomi dan diharapkan nantinya bisa mewujudkan keinginan dan kemampuan dari setiap kelompok untuk dikembangkan dalam usahanya.
Wali kota juga berharap, nantinya KUBE bisa berkembang untuk meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat dan tentunya akan meningkatkan derajat masyarakat yang ada di Kota Kotamobagu. “Sehingga untuk 107 Kelompok KUBE yang diberikan bantuan mudah-mudahan dapat memperkuat sektor usaha,” harapnya.
Walikota berpesan, bantuan dana untuk KUBE jangan dibagi-bagi ke anggota kelompok tapi harus dikembangkan menjadi usaha. “Saya titip pesan bikin kelompok usaha yang kuat agar bisa mencetak usaha dan lapangan pekerjaan dan tentunya akan dapat mencetak pendapatan ekonomi,” pungkasnya.