Beranda blog Halaman 42

Tak Kunjung Berdialog Dengan Masyarakat, Aktivitas PT JRBM di Kilo 12 Lagi-lagi Dihentikan Paksa

Tak Kunjung Berdialog Dengan Masyarakat, Aktivitas PT JRBM di Kilo 12 Lagi-lagi Dihentikan Paksa
Tak Kunjung Berdialog Dengan Masyarakat, Aktivitas PT JRBM di Kilo 12 Lagi-lagi Dihentikan Paksa (Foto: Awie)

Bolsel, ZONABMR.COM – Tak kunjung Berdialog dengan masyarakat, aktivitas eksplorasi PT. JRBM di Kilo 12 Bobungayon Kabupaten Bolsel, lagi dan lagi dihentikan secara paksa, Senin 17 Maret 2025.

Sebelumnya, hal serupa terjadi pada Sabtu 25 Maret 2025 kemarin, dimana masyarakat juga menghentikan secara paksa aktivitas eksplorasi PT. JRBM akibat hal yang sama.

Erwin, salah satu pemilik lahan menyayangkan sikap PT. JRBM yang terkesan meremehkan para pemilik lahan dengan beraktivitas tanpa meminta izin terlebih dahulu.

“Mereka tanpa meminta izin masuk di area perkebunan kami. Dan ini bukan pertama kalinya kami menegur pihak perusahaan,” sesal Erwin.

Dikatakan Erwin, pihaknya tidak akan berkompromi selama tidak ada kesepakatan dengan PT. JRBM.

“Kami sudah memberi waktu untuk pihak PT. JRBM menghubungi kami, tapi hingga saat ini belum ada perwakilan dari perusahaan yang beritikad baik berkomunikasi dengan kami,” ucap Erwin.

Erwin juga menegaskan, jika pihak PT. JRBM tak jua mengindahkan peringatan warga, maka akan dilakukan pembongkaran paksa.

“Selama belum ada kesepakatan maka tidak ada aktivitas eksplorasi, karena itu artinya perusahaan menyerobot lahan warga. Jika masih berlanjut kami akan bongkar peralatan pengeboran,” tegas Erwin.

Sementara, kepala security Yudin saat berdialog dengan warga mengaku bahwa dirinya hanya bekerja sesuai arahan dari atasan.

Menurut Yudin, dirinya tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan terkait polemik itu, dan hanya bisa menyampaikan pada atasannya terkait permintaan masyarakat.

Namun sayang, permintaan warga pemilik lahan agar pihak yang berwenang mengambil keputusan dari PT. JRBM menghubungi dalam kurun waktu 1×24 jam, tidak digubris hingga berita ini tayang.

Muliadi Paputungan Janji Seriusi Aspirasi Masyarakat Terkait Bantuan Dana Pendidikan

Muliadi Paputungan Janji Seriusi Aspirasi Masyarakat Terkait Bantuan Dana Pendidikan
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulut, Muliadi Paputungan Saat Reses (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulut, Muliadi Paputungan berjanji akan memberi perhatian lebih dan menyeriusi aspirasi masyarakat terkait bantuan dana pendidikan.

Hal itu ditegaskan Muliadi Paputungan saat menggelar reses di kediamannya desa Bungko Kecamatan Kotamobagu Selatan, Ahad 16 Oktober 2025.

Menurut Muliadi Paputungan, bantuan dana pendidikan memang saat ini tengah menjadi sorotan di masyarakat, dimana Pemkot Kotamobagu telah menghapus program anak asuh.

“Hal ini saya janji akan saya bawa  dan diskusikan dengan pihak-pihak terkait, untuk dicarikan solusi terbaik,” janji Muliadi Paputungan.

Muliadi Paputungan juga meluruskan isu yang beredar bahwa penghapusan program anak asuh adalah kebijakan Weny Gaib dan Rendy V. Mangkat selalu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu.

*Itu kebijakan dari pemerintahan sebelumnya, karena anggaran 2025 dibahas pada tahun 2024. Sementara, pak Weny dan Rendy baru terpilih tanggal 27 November 2024 dan dilantik 20 Februari 2025,” jelas Muliadi Paputungan.

Serobot Perkebunan Warga, Aktivitas PT JRBM di Kilo 12 Dihentikan Paksa

Serobot Perkebunan Warga, Aktivitas  PT JRBM  di Kilo 12 Dihentikan Paksa
Aktivitas Eksplorasi PT. JRBM di Kilo 2, Diduga Menyerobot Lahan Perkebunan Warga

Bolsel, ZONABMR.COM – Masyarakat yang berada di sekitar kilo 12 Bobungayon Kabupaten Bolsel, menghentikan aktivitas pengeboran/ekplorasi PT. J-Resources Bolaang Mongondow (JRBM).

Berdasarkan pengakuan warga yang meminta namanya tidak disebutkan saat dikonfirmasi, Sabtu 15 Maret 2025, aktivitas eksplorasi PT. JRBM di Kilo 12 telah merusak lahan perkebunan mereka.

“Mereka tanpa minta izin masuk di area perkebunan kami, aktivitas yang dilakukan PT. JRBM sudah berlangsung lama. Bahkan tanaman pohon cengkih dan pohon kelapa milik saya dan beberapa warga dihancurkan tanpa ada ganti rugi sedikitpun,” ujarnya.

Ia pun menegaskan  kepada PT. JRBM untuk menghentikan segala aktivitas di perkebunan mereka.

“Kami meminta pengeboran di perkebunan kami agar segera dihentikan” tegasnya.

Terpisah, pelaksana teknis lapangan pihak PT. JRBM yang diwakili oleh Aji saat ditemui di lokasi mengatakan, pihaknha bekerja sesuai arahan dari pihak eksternal dan akan berupaya mengadakan mediasi antara pemilik lahan dan pihak PT. JRBM.

“Kebetulan hari pihak dari eksternal tidak ada hari ini dan kami sudah membuat laporan atas keberatan pemilik lahan maka kami akan upayakan proses mediasi antara pemilik lahan dan PT JRBM,” jelas Aji.

Polres Kotamobagu Amankan 68 Tabung Gas LPG Melon, Tanda Awas Bagi Pangkalan Nakal

Polres Kotamobagu Amankan 68 Tabung Gas LPG Melon, Tanda Awas Bagi Pangkalan Nakal
Barang Bukti Tabung Gas LPG Melon Bersubsidi yang Diamankan Polres Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Kotamobagu, Senin 10 Maret 2025, amankan 68 tabung gas LPG melon bersubsidi.

Tim unit Tipidter Polres Kotamobagu itu dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Agus Sumandik.

Pengecekan distribusi tabung gas LPG subsidi yang dilakukan Tim Tipidter Polres Kotamobagu, menemukan adanya dugaan penjualan gas LPG subsidi di atas Harga Eceran Tertentu (HET) di sebuah warung pembuat es batu di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Tim Tipidter, sekira pukul 12.00 WITA, mendatangi lokasi tersebut berdasarkan laporan masyarakat.

Saat tiba di lokasi, tim Tipidter menemukan 68 tabung gas LPG subsidi yang masih tersegel dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap pemilik warung, berinisial HD alias Ris.

Dari hasil wawancara, Haris mengaku bahwa tabung gas tersebut dibeli dari daerah Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), bukan dari Kota Kotamobagu.

“Ia mendapatkan tabung LPG subsidi seharga Rp20.000 per tabung dan menjualnya kembali seharga Rp30.000 di Kotamobagu,” ucap Agus Sumandik, berdasarkan pengakuan HD alias Ris.

Dikatakan Kasat Reskrim, berdasarkan pengakuan HD, ia mengakui bahwa sebelumnya sudah menjual 44 tabung gas LPG subsidi.

Lebih lanjut lagi dikatakan Agus Sumandik, Berdasarkan temuan tersebut, polisi langsung mengambil tindakan tegas dengan memasang garis polisi (police line) pada tabung gas yang tersisa serta membawanya ke Polres Kotamobagu untuk proses lebih lanjut.

“Kami telah mengamankan barang bukti berupa 68 tabung gas LPG subsidi dan akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik warung,” ucap Agus Sumandik.

Tim juga telah membuat laporan polisi dan akan memanggil HD alias Ris, untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran distribusi LPG subsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Pengecekan berakhir sekitar pukul 14.30 WITA, dan tim kembali untuk menindaklanjuti temuan itu.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar melaporkan jika menemukan adanya penjualan LPG subsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Terkait Dugaan Malpraktik RSIA Kasih Fatimah, Tahap Penyidikan Terus Dilakukan Polres Kotamobagu

RS Kasih Fatimah Angkat Suara Terkait Pasien Meninggal
RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Terkait kasus Kasus dugaan malpraktik RSIA Kasih Fatimah, pihak Polres Kotamobagu lanjutkan tahap penyidikan.

Kasus meninggalnya pasien Najwa Gomba (19) pasca menjalani operasi caesar, terus menarik perhatian publik.

Polres Kotamobagu sampai saat ini masih melakukan penyidikan, untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian medis yang menyebabkan kematian pasien.

Usai melakukan pemeriksaan terhadap dokter Siti yang menangani operasi itu, penyidik Polres Kotamobagu telah menjadwalkan untuk memeriksa sejumlah saksi demi mengumpulkan bukti tambahan.

“Kemarin dokter Siti sudah kita panggil dan diperiksa, selanjutnya kita akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, AKP Agus Sumandik, Senin 10 Maret 2025.

Langkah pihak kepolisian tersebut, diambil untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian medis yang berkontribusi terhadap meninggalnya Najwa Gomba.

Keluarga korban sendiri, berharap agar proses hukum berlangsung secara transparan dan mampu memberikan keadilan bagi almarhumah.

Mereka meminta agar kasus ini diusut tuntas, sehingga tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari.

Publik pun terus menunggu perkembangan lebih lanjut terkait hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Publik berharap adanya transparansi dalam kasus tersebut, demi memastikan kejelasan apa yang sebenarnya terjadi di balik peristiwa itu.

Pimpin Apel Kerja Perdana, Weny Gaib Tegaskan Arah dan Strategi Pembangunan Kotamobagu Lima Tahun Ke Depan

Pimpin Apel Kerja Perdana, Weny Gaib Tegaskan Arah dan Strategi Pembangunan Kotamobagu Lima Tahun Ke Depan
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib saat Memberikan Sambutan dalam Apel Kerja Perdana ASN Pemkot Kotamobagu (foto: Dani Talot)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pimpin Apel Kerja Perdana ASN di lingkup Pemkot Kotamobagu, Senin 10 Maret 2024 di lapangan Boki Hotinimbang, Wali Kota Weny Gaib tegaskan arah dan strategi pembangunan lima tahun ke depan.

Dalam penyampaiannya, Weny Gaib menekankan pentingnya sinergi seluruh eleman pemerintahan, dimana pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada program dan kebijakan yang dirancang.

“Tetapi juga pada kesungguhan seluruh ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucap Weny Gaib.

Diingatkan Weny Gaib, sebagai aparatur negara tentunya memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita harus bekerja dengan penuh disiplin, loyalitas, dan profesionalisme agar visi pembangunan Kota Kotamobagu dapat tercapai,” ujar Weny Gaib.

Weny Gaib juga menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan bukan hanya sekadar rencana, tetapi benar-benar berdampak bagi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta berbagai kebijakan yang mendukung kesejahteraan warga akan menjadi prioritas utama kami,” kata Weny Gaib.

Harus selalu diingat, lanjut Weny Gaib, pentingnya peran ASN dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Kita semua harus menyadari bahwa pemerintah daerah hadir untuk melayani masyarakat, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh jajaran ASN agar terus meningkatkan kinerja dengan menjunjung tinggi loyalitas, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” kata Weny Gaib.

Diketahui, apel kerja perdana itu menjadi awal dari perjalanan panjang pembangunan Kotamobagu di bawah kepemimpinan Wali Kota Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy V. Mangkat.

Giat itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, para asisten para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Para camat hingga Sangadi dan lurah se-Kotamobagu.

Pastikan Ketersediaan dan Distribusi LPG, Weny Gaib Kunjungi SPBE Poyowa Kecil

Pastikan Ketersediaan dan Distribusi LPG, Weny Gaib Kunjungi SPBE Poyowa Kecil
Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib saat Mengunjungi SPBE di Poyowa Kecil

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pastikan ketersediaan dan distribusi LPG, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, Kamis 6 Maret 2025, kunjungi pihak SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) di Jl. AKD desa Poyowa Kecil kecamatan Kotamobagu Selatan.

Kunjungan itu sendiri, merupakan bagian dari upaya Pemkot Kotamobagu untuk memastikan pasokan elpiji di wilayah Kotamobagu tetap aman.

Dan juga untuk memastikan harga jual elpiji ke masyarakat, tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terlebih, di momen-momen penting seperti Ramadan yang kerap diiringi dengan meningkatnya permintaan masyarakat.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto, SIK, MH,  yang turut serta bersama Wali Kota menyatakan hal yang sama.

Bahwa pihak Polres Kotamobagu siap bersinergi dengan Pemkot Kotamobagu dalam menjaga dan mengawasi stabilitas distribusi elpiji, agar tidak terjadi penyelewengan atau penimbunan yang merugikan masyarakat.

Diketahui, Wakil Ketua DPRD Kotamobagu, Jusran D. Mokolanot, para Anggota DPRD Fraksi PKB, Dani Ikbal Mokoginta, Saidin Mokoginta dan Asni Labantu, serta para pimpinan OPD lingkup Pemkot Kotamobagu, turut serta dalam kunjungan tersebut.

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, Dukung Penuh Kegiatan Ansor Ramadan Expo

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, Dukung Penuh Kegiatan Ansor Ramadan Expo
Wali Kota Kotamobagu saat Memberikan Sambutan di Pembukaan Ansor Ramadan Expo 2025

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, Rabu 5 Maret 2025, menegaskan dukungan penuh atas digelarnya kegiatan Ansor Ramadan Expo 2025.

Hal itu disampaikan Weny Gaib, saat membuka secara resmi gelaran Ansor Ramadan Expo 2025 di halaman eks Kantor Bupati Bolmong Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur.

“Saya dengar tadi kegiatan ini tidak dipungut biaya, tentunya sangat bermanfaat untuk UMKM. Saya selaku pemerintah dan juga bagian dari Ansor, sangat mendukung kegiatan semacam ini,” tegas Weny Gaib.

Weny Gaib pun berharap, kegiatan tersebut mampu menjadi stimulan kebangkitan UMKM di wilayah yang dipimpinnya.

“Sehingga UMKM mampu menjadi pendorong kebangkitan ekonomi di Kota Kotamobagu,” harap Weny Gaib.

Dalam kesempatan tersebut, Weny Gaib juga menyampaikan pesan dari Ketua GP Ansor Sulut yang juga Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi.

“Bapak Yusra Alhabsyi menitipkan rasa terima kasih untuk seluruh panitia yang telah bekerja dari awal hingga hari ini. Beliau memknta untuk seluruh kader Ansor, agar selalu bersinergi dengan masyarakat, karena kegiatan ini membawa dampak manfaat kepada masyarakat,” ucap Weny Gaib.

Diketahui, kegiatan Ansor Ramadan Expo menjadi kegiatan pertama yang dihadiri Weny Gaib sejak resmi dilantik sebagai Wali Kota Kotamobagu oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Anggota DPRD Sulut, Muliadi Paputungan, Wakil Ketua DPRD Kotamobagu, Jusran Mokolanot, anggota DPRD Kotamobagu, Resli Setiawan Mamonto, Asni Labantu dan Dani Ikbal Mokoginta hadir dalam giat itu.

Sejumlah kepala OPD di lingkup Pemkot Kotamobagu serta Ketua PC NU Kotamobagu, Nasrun Koto dan mantan Ketua GP Ansor Kotamobagu, Hamri Mokoagow turut hadir.

Laporan Dugaan Malapraktik RSIA Kasih Fatimah Bertambah

Laporan Dugaan Malapraktik RSIA Kasih Fatimah Bertambah
Arga Moniung Mencari Keadilan Atas Kejadian Yang Menimpa sang Istri

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Laporan dugaan malapraktik yang melibatkan RSIA Kasih Fatimah bertambah satu lagi di Polres Kotamobagu.

Hal itu dipastikan setelah Arga Moniung, warga Bolsel, secara resmi melaporkan dugaan malapraktik RSIA Kasih Fatimah kepada istrinya, Prislia Putri Ibrahim (33), hingga ia harus kehilangan sang istri seusai menjalani operasi caesar di RS itu.

Dikatakan Arga, ia melaporkan pihak RSIA Kasih Fatimah ke Polres Kotamobagu merupakan bentuk perjuangan mencari keadilan atas apa yang menimpa istrinya.

“Hari ini saya membuat laporan untuk mendapatkan keadilan atas apa yang menimpa istri saya. Tentu saya berharap pihak berwenang dapat mengusut kasus ini hingga tuntas,” harap Arga.

Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, AKP Agus Sumandik, membenarkan laporan tersebut telah diterima dan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan.

“Ini laporan yang kedua kalinya atas kasus dugaan malpraktik RSIA Kasih Fatimah. Tentu kasus ini juga akan kita tangani dengan serius,” tegas Agus Sumandik.

Diketahui sebelumnya, kasus serupa telah dilaporkan keluarga Nazwa Gomba (19), pasien yang diduga jadi korban malapraktik RSIA Kasih Fatimah.

Pihak Polres Kotamobagu sendiri telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus dugaan malapraktik yang melibatkan RSIA Kasih Fatimah.

Dorongan untuk penyelidikan mendalam demi menuntaskan kasus itu secepatnya, juga datang dari Komisi III DPRD Kotamobagu.

Sementara, pihak Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan juga merespon dengan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), untuk melakukan penyelidikan.

Di lain pihak, RSIA Kasih Fatimah telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak dugaan malapraktik yang dilaporkan keluarga pasien.

Pihak RS Kasih Fatimah menjelaskan bahwa semua prosedur medis kepada pasien telah dilaksanakan sesuai dengan standar yang berlaku.

Siti Masita Korompot, SH., MH selaku Ketua Yayasan Kasih Fatimah menyatakan dedikasi pihaknya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik.

Pihak Keluarga Pasien Najwa Tolak Pernyataan RSIA Kasih Fatimah

Pihak Keluarga Pasien Najwa Tolak Pernyataan RSIA Kasih Fatimah
Suasana Duka Keluarga Pasien Najwa

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pihak keluarga Najwa, pasien meninggal dugaan malapraktik menolak pernyataan RSIA Kasih Fatimah.

Pernyataan Ketua Yayasan Kasih Fatimah, Siti Masita Korompot, SH, MH, dianggap keluarga pasien Najwa bertentangan dengan fakta yang ada.

Menurut pihak keluarga Najwa, banyak kejanggalan dalam proses penanganan medis yang dilakukan terhadap kerabat mereka dan akhirnya berujung pada kematiannya.

Ayah pasien Najwa, Ebit mengungkapkan bahwa awalnya anaknya dirujuk ke RSIA Kasih Fatimah sebagai pasien BPJS.

Namun, saat keluarga meminta tindakan operasi, pihak rumah sakit beralasan bahwa tidak ada dokter yang tersedia.

“Saya merontak karena anak saya sudah sangat kesakitan, tapi mereka bilang dokter tidak ada. Namun, saat saya menyatakan akan mendaftarkan anak saya sebagai pasien umum dan langsung membayar penuh secara tunai, tiba-tiba dokter sudah ada dan siap melakukan operasi,” ungkap Ebit dengan penuh kekecewaan.

Kejanggalan semakin terasa saat proses operasi berlangsung sangat cepat.

Dikatakan ibu pasien, Risnawati, terhitung setelah Najwa dimasukkan ke ruang operasi, hanya dalam hitungan menit terdengar suara bayi menangis.

“Begitu saya keluar dari ruang administrasi setelah memesan kamar VIP, tiba-tiba sudah terdengar suara tangisan bayi. Perawat keluar dan bilang bahwa bayi sudah lahir dengan normal. Saya kaget, antara senang dan bingung, kenapa bisa secepat itu?” Kata Risnawati.

Ditambah, menurut Risnawati, operasi tanpa persetujuan pihaknya terhadap Najwa, juga mengherankan pihaknya.

Selain proses persalinan yang dinilai tidak wajar, keluarga juga mempertanyakan pengangkatan kista yang dilakukan tanpa sepengetahuan mereka.

“Mereka bilang anak saya punya kista, lalu perawat keluar dan memperlihatkan kista yang sudah diangkat. Kami sangat kaget karena tidak pernah diberitahu atau dimintai persetujuan untuk operasi tersebut. Yang kami tandatangani hanya surat perpindahan status pasien dari BPJS ke umum,” tegas Risnawati menahan tangis.

Pasca operasi di RSIA Kasih Fatimah, kondisi Nazwa justru semakin memburuk, dimana ia mengalami pembengkakan di bagian belakang pinggul atas dan akhirnya dirujuk ke RSUD Kotamobagu.

“Setelah menjalani perawatan dan transfusi darah selama seminggu, ia sempat membaik dan dipulangkan. Namun, beberapa hari kemudian, keluhan sakit kembali muncul hingga akhirnya Najwa dibawa ke RS Monompia dan dirujuk ke RS Siloam Manado akibat infeksi yang semakin parah,” imbuh Risnawati.

Di RS Siloam, ungkap Risnawati, dokter menemukan bahwa rongga perut hingga bagian belakang Najwa sudah dipenuhi nanah, sehingga operasi kembali dilakukan.

Namun, kejutan terbesar datang ketika keluarga dipanggil oleh tim dokter yang menangani Nazwa.

“Kami dipanggil ke lantai dua Hotel Arya Duta, di sana ada enam dokter yang sudah menunggu. Mereka menyampaikan bahwa saat operasi, mereka menemukan ovarium kanan anak kami sudah tidak ada,” ungkap Risnawati dengan nada penuh kesedihan.

Setelah berjuang melawan infeksi yang semakin parah, Najwa akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada 3 Februari 2025 di RS Siloam Manado.

Kehilangan itupun menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama karena banyaknya kejanggalan dalam proses medis yang dijalani almarhumah.

Pihak keluarga kini menuntut keadilan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak RSIA Kasih Fatimah atas dugaan malapraktik yang merenggut nyawa Najwa.

Mereka berharap kasus ini dapat diusut secara transparan agar tidak ada lagi korban yang mengalami hal serupa di masa depan, dan saat ini keluarga korban berencana mengambil langkah hukum untuk mendapatkan keadilan.