Beranda blog Halaman 431

Tak ada Pasar Senggol, Anggaran 195 juta Digeser untuk Penanganan Covid-19

Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Pandemi virus corona saat ini memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) menunda sejumlah program dan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Salah satunya adalah Pasar Senggol. Kegiatan rutin tahunan Pemkot yang biasanya dilakukan di 10 hari sebelum Idul Fitri itu harus dibatalkan. Itu artinya, tahun ini tidak ada kegiatan Pasar Senggol seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini tidak ada pasar senggol,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM), Herman Aray, Selasa (7/4).

Ia mengungkapkan, anggaran pelaksanaan pasar senggol sebesar Rp195 juta yang sebelumnya sudah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) digeser di bidang kesehatan. “Anggarannya digeser untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya. (guf)

Tak ada Suket Sehat dari Dinkes, Tamu Hotel tak Bisa Menginap

Rapat Gugus Tugas bersama Imigrasi dan pelaku usaha perhotelan di Kota Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Tamu atau pengunjung hotel yang hendak menginap di Kota Kotamobagu wajib memperlihatkan surat keterangan (suket) sehat yang dikeluarkan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) di Klinik Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Puskesmas Motoboi Kecil.

Hal itu merupakan hasil kesepakatan antara Gugus Tugas Pemkot Kotamobagu dengan pelaku usaha perhotelan melalui rapat yang dilaksanakan di Aula Kantor Wali Kota, kemarin.

“Melalui rapat ini diharapkan ada kerja sama dan koordinasi yang baik antara pihak pengusaha hotel dengan instansi terkait dalam usaha pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Kotamobagu,” kata Asisten II, Gunawan Damopolii, didampingi Ketua Gugus Tugas Refly Mokoginta dan Kepala Disparbud Anki Taurina Mokoginta, usai rapat di Aula Kantor Wali Kota.

Untuk pemantauan tamu-tamu hotel sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, ada protap pengamanan disiapkan. “Kalau tidak ada surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, tidak bisa menginap. Kemudian khusus tamu WNA (Warga Negara Asing), disamping memperlihatkan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, juga wajib menunjukkan surat rekomendasi dari pihak Imigrasi,” ungkapnya.

Jika ditemukan ada hal-hal yang mencurigakan, ia meminta para pemilik usaha perhotelan segera menghubungi call center gugus tugas Covid-19 Kota Kotamobagu. “Kita harap kesepakatan rapat ini dapat dipatuhi. Apabila ada pihak hotel yang tak mengindahkannya, maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” tambahnya. (guf)

Perketat Penjagaan di Posko Timur, Petugas Jaga; Kami Lakukan Sesuai Prosedur yang Ditetapkan

Penjagaan Tim Gugus Tugas di Posko Timur, Desa Sang Tombolang.

ZONA BOLMUT – Upaya memutus rantai penyebaran Coronavirus 2019 (Covid-19) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Tim Gugus Tugas. Pos-pos penjagaan di pintu masuk-keluar wilayah terus diperketat. Salah satunya yang ada di Posko Timur, Desa Sang Tombolang, Kecamatan Sangkub.

Pantauan media ini, pendendara dan penumpang kendaraan roda dua, empat dan sejenisnya yang melintas di posko yang berada di wilayah perbatasan Bolmut-Bolmong itu, diperiksa kesehatan.

“Kami lakukan sesuai prosedur yang ditetapkan. Meskipun rentan terkena virus, tapi kami tetap berada di garda terdepan dalam mencegah penyebaran virus corona khususnya di Kabupaten Bolmut. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami. Untuk APD (Alat Pelindung Diri) masih aman, dan tetap sesuai anjuran pemerintah,” sebut Maya, salah satu petugas di Posko Timur. (Rendi)

Patroli di SPBU, Polisi Temukan 10 Kendaraan Tangki Modifikasi

Antiran kendaraan di depan SPBU Pontodon.

ZONA HUKRIM – Tim Anoa Polres Kotamobagu melakukan patroli di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pontodon dan Moyag, Selasa (7/4) pagi. Hasilnya, didapati ada 10 unit kendaraan roda empat yang telah dimodifikasi tangkinya.

Kendaraan-kendaraan yang terparkir tak beraturan menggunakan di badan jalan itu, diduga hendak mengisi BBM bersubsidi dalam jumlah banyak atau melebihi kapasitas standar tangki kendaraan pada umumnya. Personil Tim Anoa yang turun di lokasi saat itu langsung meminta petuga SPBU untuk tidak melayani pengisian BBM pada kendaraan yang tangkinya sudah dimodifikasi.

Baca juga: ‘Tap’ 400 Liter Solar, Warga Upai Diamankan Tim Anoa

Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati melalui Kasubag Humas Iptu Rusman M Saleh, menegaskan akan menindak para penimbun BBM bersubsidi. “Masyarakat yang kedapatan menampung BBM bersubsidi sehingga menyebabkan kelangkaan, akan kita tindak tegas,” katanya. (guf)

Dampak Pandemi Virus Corona, Sopir AKAP dan AKDP Akui Penumpang Sepi

Kondisi di Terminal Bonawang.

ZONA KOTAMOBAGU – Mewabahnya virus corona di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Utara, berdampak pada menurunnya aktivitas masyarakat di tempat-tempat umum. Salah satunya di terminal.

Pantauan media ini, Terminal Bonawang sepi. Tak terlihat kepadatan warga yang beraktivitas di terminal khusus kendaraan Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) itu. Kondisi itu sangat berdampak pada pendapatan para sopir angkutan umum.

“Pasca mewabahnya virus corona, penumpang sudah mulai berkurang. Menurun drastis setelah sudah ada yang positif di Manado. Kalau paksa jalan (berangkat) sementara penumpang sepi, kami juga yang rugi,” kata sejumlah sopir di Terminal Bonawang.

Kepala Bidang Wasdalops Dinas Perhubungan, Atmawijaya Damopolii, mengatakan pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada para sopir, pemilik angkutan umum, pangkalan maupun penumpang mengenai pencegahan penyebaran virus corona. “Sopir angkutan umum wajib mengikuti prosedur,  dengan membersihkan kendaraan. Kemudian pemilik pangkalan juga wajib menyediakan tempat cuci tangan,” katanya. (guf)

‘Tap’ 400 Liter Solar, Warga Upai Diamankan Tim Anoa

Tim Anoa Polres Kotamobagu saat mengamankan pelaku beserta barang bukti.

ZONA HUKRIM — Tim Anoa Polres Kotamobagu mengamankan 400 liter solar dalam tangki mobil pick up di SPBU Pontodon, Senin (6/4). Solar yang ‘ditap’ dengan mobil yang dikendarai R alias Rud (47), warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, itu diduga akan dibawa ke lokasi tambang Potolo, Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan.

Informasi didapat dari kepolisian, pengungkapan ‘bisnis’ jual-beli jenis BBM bersubsidi itu berawal dari laporan Camat Kotamobagu Utara tentang pengisian solar dalam jumlah banyak pada tangki mobil yang telah dimodifikasi. Dipimpin Ipda Harun Pangalima, Tim Anoa yang mendapat laporan itu langsung turun ke lokasi.

Sopir, kendaraan dan solar dalam tanki mobil tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Polres Kotamobagu. “Sopirnya dan barang bukti sudah diamankan untuk proses lebih lanjut,” kata Kasubag Humas Polres Kotamobagu Iptu Rusman M Saleh SE, mewakili Kapolres AKBP Prasetya Sejati SIK. (guf)

Pemkot Siapkan Tempat Cuci Tangan untuk Pedagang dan Pengunjung Pasar

Dinas Perdagangan, koperasi dan UKM menyediakan tempat cuci tangan di pasar tradisional.

ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) terus memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pasar tradisional. Selain membatasi jam operasional di tempat yang menjadi pusat transaksi dan interaksi orang banyak itu, Pemkot juga menyediakan tempat cuci tangan bagi pedagang dan pengunjung pasar.

Kepala Disdagkop-UKM, Herman Aray, mengatakan ada sembilan tempat cuci tangan yang disiapkan. Lima tempat di Pasar 23 Maret, 1 Jalan Kartini, 2 di Pasar Serasi dan 1 di Pasar Poyowa Kecil. Selain itu, ada juga satu tong/wadah cuci tangan yang disiapkan Baznas di Jalan Kartini.

“Satu tong tempat cuci tangan berkapasitas 350 liter sekaligus sabun cuci tangan. Ada petugas yang kita siagakan di sana. Jadi selain wajib mencuci tangan sebelum beraktivitas di pasar, pedagang maupun pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker,” katanya, Selasa (7/4).

Kepala Bidang Perdagangan, Apri Djunaidi Paputungan, mengungkapkan pihaknya juga akan menata kembali jarak tempat berjualan pedagang. “Jarak antar pedagang akan kita atur lagi. Minimal 1,5 meter, agar tidak terlalu berdekatan,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat dapat mematuhi ketentuan pemerintah terkait aktivitas jual-beli di pasar. “Kita harap kerja sama dari masyarakat. Ini demi kita semua,” tambahnya. (guf)

Olah Hasil Komoditi Pertanian jadi Cemilan, Warga Upai ini Untung Jutaan Rupiah per Pekan

Kentang goreng hasil olahan Yeti Makalunsenge siap diedarkan.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembatasan aktivitas di pasar akibat pandemi virus corona, tak membuat pedagang di Kota Kotamobagu putus asa. Kondisi ini justru dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis usaha baru. Seperti yang dilakukan Yeti Makalunsenge, warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.

Sejak dua pekan terakhir, ia mulai menjalankan bisnis usaha dari rumah dengan mengolah hasil komoditi pertanian seperti kentang, kacang dan pisang menjadi cemilan. Selanjutnya, cemilan hasil olahannya itu dijual ke warung-warung yang ada di Kota Kotamobagu dan daerah tetangga lainnya, seperti Dumoga dan Lolak (Bolmong) serta Bolsel. “Alhamdulillah hasilnya lumayan. Bisa sampai dua juta dalam sekali produksi,” katanya, Senin (7/4).

Cemilan hasil olahannya seperti kentang goreng, kacang goreng dan keripik pisang dijual dengan harga bervariasi. Kentang goreng dijual seharga Rp25 ribu dan Rp15 ribu per bungkus yang disesuaikan degan ukuran kemasannya. Sedangkan kacang goreng dijualnya seharga Rp10 ribu per 13 bungkus, dan keripik pisang 1.000 per bungkus. “Dalam seminggu bisa sampai tiga kali membuat kentang goreng, kacang goreng dan keripik pisang,” ujarnya.

Untuk mendapatkan kentang sebagai bahan dasar membuat kentang goreng, ia mengungkapkan dirinya membeli langsung kepada petani di Desa Insil, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolmong. Harga per karungnya Rp150 ribu. Sedangkan kacang tanah dibelinya di pasar tradisional yang ada di Kota Kotamobagu. Per kilo gram dibelinya Rp30 ribu. “Kalau pisang saya ambil di kebun sendiri. Biasanya di jual di pasar, tapi karena ada pembatasan aktivitas jadi saya olah jadi keripik dan di jual sendiri,” ungkapnya. (gjm)

Bupati Video Conference dengan Kepala BPK Perwakilan Sulut Soal LKPD Unaudit 2019

Bupati Drs Hi Depri Pontoh (kiri) dan Wakil Bupati Drs Amin Lasena MAP (kanan), saat mengikuti video conference bersama Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Utara.

Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Drs H Depri Pontoh, mengikuti proses Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) unaudited Tahun 2019 Kepada Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Karyadi SE MM,Ak CA CFrA CSFA, melalui video conference di ruang kerja bupati, Senin (6/4).

Bupati, wakil bupati dan jajarannya saat mengikuti video conference bersama Kepala BPK Perwakilan Sulut, di ruang kerja bupati.

Dalam kegiatan itu, bupati mengatakan ada dua opsi yang disampaikan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut kepada seluruh kepala daerah se-Provinsi Sulawesi Utara. Pertama; pemeriksaan akan dilanjutkan dalam sisa dua puluh hari. Kedua; akan ada penundaan pemeriksaan dengan syarat setiap kepala daerah melakukan Memorandum of Understanding (MoU).

Suasana di ruang kerja bupati saat video conference.

Video conference bersama Kepala BPK itu juga diikuti Gubernur Olly Dondokambey, Ketua DPRD Provinsi Sulut Andrei Angouw serta para bupati dan wali kota se-Sulut. (advertorial)

Pemda Jamin Ketersediaan Pangan Jelang Ramadhan

ZONA BOLMUT – Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjamin ketersediaan pangan di tengah pandemi virus corona, termasuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hingga bulan ramadhan.

Menurut Bupati Drs Hi Depri Pontoh, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kerawanan pangan sebagai dampak pandemi virus corona. “Pemerintah sudah menyiapkan cadangan pangan untuk masyarakat apabila memang terjadi kerawanan dalam penyebaran wabah Covid-19. Pemerintah takkan membiarkan masyarakat kekurangan pangan, apalagi memasuki bulan ramadhan nanti,” kata bupati, saat konferensi pers di ruang kerjanya, Senin (6/4).

Di Kabupaten Bolmut saat ini masih nol positif corona. Namun demikian, Pemda tetap melakukan berbagai langkah antisipasi. “Kita sudah menggeser anggaran untuk Dinas Kesehatan, khususnya pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) sejumlah 3,5 miliar,” ujar bupati. (Rendi)