Beranda blog Halaman 432

Belum ada PDP dan Positif Covid-19, Jusnan: Lebih Baik di Rumah Saja Daripada di Rumah Sakit

Update Covid-19 Bolmut Senin (6/4).

ZONA BOLMUT – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tetap nol atau masih sama seperti sebelum-sebelumnya. Demikian hasil update Covid-19 Senin (6/4).

“Bolmut baru ada 7 orang ODP. Sedangkan untuk PDP dan positif corona belum ada,” ungkap salah satu Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Pemkab Bolmut, dr Jusnan C Mokoginta MARS.

Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-18, pemerintah daerah telah melakukan pemeriksaan pada 930 orang dalam perjalanan (ORP). Dimana hasilnya belum ada yang menunjukan tanda-tanda ODP dan PDP bahkan positif. “Pemeriksaan ini kita lakukan lewat hasil skrining di seluruh wilayah Kabupaten Bolmut,“ ujarnya.

Lanjutnya, pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah dan seluruh stakeholder yang terus peduli akan penanganan masuknya covid-19 di Kabupaten Bolmut. “Untuk itu kami menghimbau kedisiplinan kerja sama ini dapat kita pertahankan dan lebih ditingkatkan, dengan saling berkoordinasi, ketika ada masyarakat yang mengalami sakit serta yang baru datang dari luar daerah,” jelasnya.

Disisi lain, Jusnan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi aturan pemerintah dengan melakukan pola hidup sehat dan bersih serta mengurangi kegiatan-kegiatan yang dapat mengumpul banyak orang. “Dengan mengikuti aturan pemerintah, bisa dipastikan kita akan terhindar dari ancaman virus ini. Lebih baik di rumah saja daripada di rumah sakit,”tutupnya. (Rendi)

Update Covid-19, Bolmut Masih Zero PDP

Data Covid-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara update Minggu (5/4).

ZONA BOLMUT – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) masih nol. Data ini merupakan hasil update Minggu (5/4).

“Untuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) ada 6 orang. Kemudian 2 OTG (Orang Tanpa Gejala) dan zero PDP,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Jusnan C Mokoginta MARS.

Sementara untuk jumlah Orang Riwayat Perjalanan (ORP) di Kabupaten Bolmut menjadi 868 orang. Jumlah ini naik dibandingkan sehari sebelumnya atau Sabtu (4/4) yang berjumlah 760. (Rendi)

Minim APD, Gugus Tugas Perbatasan Bolmut-Gorontalo Rentan Terjangkit

ZONA BOLMUT – Sudah dua minggu lamanya para tim gugus tugas yang berjaga di perbatasan bolmut-gorontalo tetap memperketat penjagaan.

Hasil pantauan media ini, Jumat, (3/4) malam, meski menggunakan dengan Alat Pelindung Diri yang seadanya mereka tetap melakukan pemeriksaan. Namun, tetap sesuai prosedur keamanan dengan melakukan scan suhu drive through atau tetap didalam mobil.

“Meski rentan terkena virus mematikan ini. Namun, untuk pemakaian APD kami sudah sesuai prosedur tidak untuk gaya-gayaan,” ungkap salah satu petugas jaga Didi. (Rendi)

Tangani Covid-19, DPRD Tunggu Usulan Anggaran Pemkot

ZONA POLITIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menunggu usulan anggaran dari Pemkot, yang akan digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kotamobagu Meidy Makalalag. Ia berharap Pemkot dapat secepatnya mengusulkan pergeseran anggaran yang akan digunakan untuk melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Kotamobagu.

“Apalagi ini merupakan kebutuhan mendesak, sehingga diharapkan ini menjadi perhatian, sebab kita sebagai legislatif, siap menerima usulan tersebut, demi kepentingan kemanusiaan,” jelasnya.

Ia mengakui, hingga saat ini belum ada usulan pergeseran anggaran yang dimasukan, sehingga diharapkan harus menjadi prioritas bersama demi mencegah dan memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

Sekedar informasi Pemkot Kotamobagu beberawa waktu lalu merencanakan akan menggeser sekitar Rp15,4 miliar yang terdiri dari Rp2,6 miliar untuk pengadaan APD dan Rp12,7 miliar khusus operasional pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19. (guf)

Geluti Bisnis Kue Rumahan sejak 2017, Riri Raup Keuntungan Lebih

Riri Darwis dengan kue khasnya.

ZONA KOTAMOBAGU – Membuat kue dengan kualitas rasa yang baik dan harga yang terjangkau menjadi impian bagi Riri Darwis, warga kelurahan Gogagoman, kecamatan Kotamobagu Barat. Perempuan yang akrab disapa Riri ini memulai bisnis kue rumahan sejak tahun 2017.

Riri mengungkapkan awalnya dirinya mempunyai hobi membuat kue untuk konsumsi pribadi, tetapi banyaknya respon positif dari penikmat kue hasil buatannya, membuat dirinya memberanikan diri terjun di bisnis ini.

“Awalnya cuma sekadar bagi-bagi. Ternyata kue buatan saya banyak yang suka. Beberapa waktu kemudian, teman-teman saya mulai memesan. Akhirnya terus bikin lagi dan alhamdulilah responnya bagus,” ujar Riri.

Saat ini ibu muda ini memproduksi macam-macam kue, tergantung pesanan dan adapula yang dijual secara umum. Dirinya juga tidak menapik jika bisnis kue yang dia jalankan ini memiliki potensi keuntungan yang besar.

“Setiap hari saya produksi, macam-macam jenis kue. Untuk harga paling murah kita jual 4000 rupiah per buah, tergantung varian dan ukuran kue, Alhamdulilah hasil dari bisnis ini bisa dikatakan lumayan menjanjikan, ” lanjutnya.

Untuk mendagangkan produknya, Riri memanfaatkan media sosial untuk promosi. “Untuk pemesanan bisa lewat Instagram Riri Darwis atau langsung ke perumahan dinas pegadaian di Kelurahan Gogagoman, bisa juga lewat whatsapp di nomor 085298232300,” pungkasnya. (guf)

Gaji Guru Kontrak Segera Dibayarkan

Rukmi Simbala

ZONA KOTAMOBAGU – Kabar gembira bagi para guru kontrak di Kota Kotamobagu. Gaji untuk triwulan I akan segera dibayarkan.

“SK THL guru di Kotamobagu semuanya terhitung 6 Januari 2020. Jadi gaji mereka triwulan I segera diproses untuk dibayarkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala.

Dirinya menerangkan, seluruh guru kontrak yang bertugas di lingkup dinas pendidikan tetap dibayarkan gajinya.

“Terkait adanya informasi bahwa gaji THL guru triwulan I tidak dibayarkan, itu tidak benar. Mereka kan sudah bekerja sejak Januari. Jadi tetap dibayar,” terangnya.

Meski saat ini seluruh siswa tidak masuk sekolah, namun guru diwajibkan memberi pembelajaran jarak jauh secara virtual atau online. Selain itu, guru SD dan SMP, sedang menyiapkan pelaksanaan ujian sekolah dari rumah untuk persiapan kelulusan dan kenaikan kelas. (guf)

Cadangan Pangan Aman Sampai Oktober

Nurachim Mokoagow

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memastikan cadangan pangan saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kotamobagu.

“Ketersediaan cadangan pangan mencukupi, Totalnya 35 ton dan semua tersedia dan itu bersumber dari APBD,” kata kepala DKP Kotamobagu, Nurachim Mokoagow.

Dirinya mengungkapkan, bahwa setelah dilakukan data ekspos ke kementerian, cadangan pangan di DKP saat ini surplus dan mampu menenuhi kebutuhan hingga Oktober 2020.

“Saat seperti ini dimana Kotamobagu berstatus siaga pandemi covid-19, pangan kita tetap tersedia. Meski begitu, kita juga harus melihat kondisi saat akan menurunkan cadangan pangan kita jika sudah urgent atau darurat,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah akan tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat. Sementara untuk menurunkan cadangan pangan tersebut pemerintah akan melihat situasi dan kondisi yang tepat.

“Pemerintah juga menjamin ketersediaan kebutuhan pangan menjelang hari besar keagamaan nasional,” pungkasnya. (guf)

Soal Penanganan Covid-19, DPRD Agendakan Rapat dengan Pemkot

Meiddy Makalalag.

ZONA POLITIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengagendakan rapat bersama Pemerintah Kota (Pemkot), untuk membahas banyak hal, termasuk upaya pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19 di Kota Kotamobagu.

Rapat tersebut direncanakan pada Jumat (3/4), di kantor DPRD. “Kami akan menggelar rapat dan mengundang pemerintah untuk membahas sejumlah isu terkini termasuk penanganan Covid-19,” kata Ketua DPRD, Meiddy Makalalag.

Lanjutnya, rapat ini untuk mengetahui sudah sejauh mana penanganan masalah terkini di Kota Kotamobagu. “Termasuk agar dewan dapat memberi sejumlah saran dan langkah-langkah konkrit membantu pemerintah dalam penangannya,” ujarnya. (guf)

Tim Gugus Tugas Sosialisasikan Batasan Jam Operasional Pasar

Tim gugus tugas penanganan Covid-19 ikut membantu mengemas barang dagangan pedagang di Pasar 23 Maret.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembatasan jam operasional pasar dan tempat perbelanjaan lainnya mulai diberlakukan Kamis (2/4). Untuk memaksimalkannya, Tim Gugus Tugas mensosialisasikan dan memberi himbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar-pasar tradisional.

“Jadi kegiatan ini sesuai dengan surat edaran wali kota nomor 59 menyangkut dunia usaha dan pemberlakuan pengurangan jam operasional Pasar Serasi, Pasar 23 Maret dan Pasar Poyowa Kecil. Bersyukur hari ini berjalan lancar. Saat tim terpadu turun tidak ada yang keberatan atau menolak,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Kecil Menengah (Disdagkop-UKM), Herman Aray, Kamis (2/4).

Pembatasan jam operasional di pasar dimaksudkan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Pasar merupakan tempat transaski dan interaksi masyarakat yang masuk kategori rawan penyebaran virus corona. “Pasar di Kota Kotamobagu tetap dibuka tiap hari, tapi ada pengurangan jam operasionalnya. Buka pukul jam lima (dini hari), dan tutup jam satu (siang),” ujarnya.

Disisi lain, ia mengimbau pedagang atau masyarakat dapat mematuhi ketentuan soal pembatasan jam operasional di pasar. “Kita harap juga pedagang atau masyarakat yang datang ke pasar agar senantiasa menjaga kebersihan,” imbaunya.

Selain di pasar tradisonal, Pemkot juga membatasi jam operasional di pertokoan dan tempat perbelanjaan lainnya. (guf)

Antisipasi Corona, Bule’ Asal Jerman Dibawa ke Klinik PIE

Gugus Tugas penanganan Covid-19 memeriksa warga Negara Jerman di Hotel Tamasya, Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Gugus Tugas percepatan pemutusan rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), memeriksa Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Jerman yang menginap di Hotel Tamasya, Kotamobagu, Rabu (1/4), sekira pukul 22.00 Wita.

Diketahui warga Negara Jerman itu bernama Bonhke Sascha. Saat didatangi Tim Gugus Tugas Gabungan TNI-POLRI dan Pemkot Kotamobagu, Bonhke tidak sendiri. Ia bersama Warga Negara Indonesia (WNI) asal Desa Poyowa Besar bernama, Ni Luh Aryati Dewi.

WNA itu langsung dibawa ke Puskesmas Motoboi Kecil untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Pemeriksaan Infeksi Emerging (PIE). Dari pemeriksaan keduanya dinyatakan sehat. Usai diperiksa, WNA tersebut langsung diawasi oleh Kantor Imigrasi Kota Kotamobagu.

Kepala Kantor Imigrasi Kota Kotamobagu, Johnny Rumagit, membenarkan adanya WNA yang saat ini diamankan.

“Ada 1 orang WN Jerman jenis kelamin laki-laki yang menginap di Hotel Tamasya bersama pacarnya seorang perempuan WNI, sesuai pengakuannya ibunya beralamat di Poyowa Kotamobagu. Kunjungan WNA tersebut dalam rangka perkenalan dengan orang tua atau keluarga dari perempuan itu,” ungkap Rumagit, Kamis (2/4).

“Mereka berdua tanggal 31 Maret dari Bali ke Manado lanjut ke Kotamobagu pada tanggal 01 April 2020, ini info awal yang kami terima,” tambah Rumagit.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, dr Tanty Korompot menjelaskan keduanya dalam keadaan sehat. “Warga asing ini setelah diperiksa, dinyatakan sehat. Kemungkinan sore ini mereka balik ke Manado,” terangnya. (guf)